Demokrasi merupakan bentuk perwujudan menuju suatu tatanan yang demokratis terhadap perwujudan suatu bangsa dan negara dimana tugas penyelenggara negara bertugas untuk menfasilitasi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.
Dengan demikian maka, tugas dari wakil rakyat adalah sebagai representatif rakyat untuk melayani kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan semata. Karena negara ada karena ada rakyat, dan sebaliknya juga rakyat ada karena adanya Negara. Untuk itu hal ini yang harus diperhatikan oleh anggota DPRD sebagai wakil rakyat mulai dari Pusat, Provinsi Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia pada umumnya dan lebih khususnya di Negeri Papua ini.
Pasalnya, pesta demokrasi suatu negara tentunya akan berjalan baik apabila segenap rakyatnya terlibat aktif dalam mensukseskan pesta tersebut. Tetapi sayangnya sesuai defakto dilapangan, dimana masyarakat di negeri ini yang tersebar, di daerah pesisir pantai, daerah berawah, daerah gunung daerah berbukit dan daerah-daerah yang memang sulit di akses oleh kendaraan roda dua, roda empat tentunya akan mulai berargumen bahwa tidak mau terlibat dalam mengikuti pemilihan anggota DPRD tahun 2009 mendatang.
Kalau memang hal ini muncul dikalangan masyarakat kelompok akar rumput, bias saja saya secara pribadi menyimpulkan bahwa keterwakilan masyarakat di DPRD tidak sering memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal ini jangan dilihat sepeleh, tetapi sangat dituntut untuk pihak terkait harus secara jelih melihat kondisi ini dan segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk mengantisipasi apa yang direncanakan masyarakat untuk turut mensukseskan pemilihan anggota DPRD di tahun yang akan datang.
Untuk itu, kepada setiap partai-partai politik di seluruh Tanah Papua pada khususnya agar diharapkan saat ini telah berada di pintu akhir tahun 2008, dan tinggal beberapa saat lagi akan masuk di tahun 2009 agar dapat setiap partai sudah harus menyiapkan seorang figure yang benar-benar berjiwa nasionalisme atau berjiwa besar ketika kelak di pilih menjadi wakil rakyat dapat mengaspirasikan apa yang menjadi tuntutan dan hak-hak serta kebutuhan masyarakat akar rumput di negeri ini.
Sehingga kedepan, negeri Papua yang begitu luas dan begitu kaya raya akan kekayaan alam ini, menjadi negeri yang sejahterah. Ketika itu tercapai, maka manusia papua yang ada di negeri ini akan tidak lagi disebut masuk dalam lingkaran 4 K “Ketertinggalan, Keterbelakangan, Kemiskinan dan Kebodohan”. Ketika saya menjadi peserta pemilih, tentunya yang saya akan pilih dan coblos adalah seorang figure atau pemimpin yang betul-betul hadir untuk kepentingan rakyat dan negeri Papua ini.
Papua yang sudah ada sekitar ratusan tahun silam, yang kini membutuhkan seorang pemimpin yang betul-betul serius untuk melihat persoalan daerah dan mau berfikir keras untuk mengembangkan ide untuk melindungi kepentingan masyarakat terkait hak politik, ekonomi, sosial budaya dan pengormatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan HAM di Tanah Papua pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Pesta demokrasi tentang pemilihan anggota DPRD di seluruh Indonesia, termasuk Tanah Papau sudah sampai di titik pertengahaan dan akhir, maka sudah saatnya mari kita berikan kesempatan kepada masyarakat adat untuk menduduki jabatan-jabatan strategis guna mengatur dan membangun negeri Papua yang kita cintai ini, dengan demikian akan ada kemampuan untuk membangun daerah ini, dan selanjutnya tugasnya kita sebagai para intelektual harus hadir untuk memberikan buah yang terbaik bagi mereka (masyarakat adapt-red) sesuai komitmen untuk membangun manusia dan negeri Papua ini melalui lingkaran “4 K” serta dari manusia Papua yang saat ini masih dipinggirkan dari sisi Ekonomi, Budaya dan Politik menuju manusia yang sejahterah.
Satu hal yang perlu saya tambahkan di akhir tulisan ini yakni pada pemilu legislatif 2009 mendatang masyarakat harus dapat memilih kader-kader terbaik dari partai apa saja dengan hati nurani dan sebaliknya bukan karena diiming-iming melalui memberikan uang dan sebagainya. Karena, sudah saatnya setiap figur yang mencalonkan diri wajib memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat dan juga harus tinggalkan cara-cara lama yang mengobral janji-janji yang ujung-ujungnya akhirnya menjadi korban politik dan kemudian berdampak pada penderitaan masyarakat itu sendiri. Sementara elit-elit politik keenakan menari-nari diatas penderitaan masyarakat, sedangkan masyarakat hanya tinggal bersuara, sampai kapan penderitaan itu akan berakhir………Semoga…!!! (Jemmy Gerson Adii)
Dayung Sampan
-
Popularitas di luar Indonesia: menambahkan rujukan #1Lib1Ref #1Lib1RefID
← Revisi sebelumnya Revisi per 5 Februari 2026 00.28
Baris 7: Baris 7:
== Popu...
1 jam yang lalu