God Bless You All and Me

Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN PEMKAB DEIYAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN PEMKAB DEIYAI. Tampilkan semua postingan

27 Juli 2016

CATATANKU UNTUK NEGERIKU DEIYAI

Shalom Elohim Puji Tuhan !!! Catatanku untuk negeriku DEIYAI: KABUPATEN DEIYAI hingga kini, 2016 telah masuk di tahun ke tiga (3) Pemerintahaan Definitif. Namum System Birokrasi Pemerintahaan belum maksimal dan masih berjalan di tempat. Dan juga kinerja PNS (Pegawai Negeri Sipil) belum menunjukan tingkat disiplinnya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) yang baik. Yang terjadi hingga kini yakni : Saling Menjatuhkan, Saling Menkritisi, Saling Menyalahkan, Saling Beradu Pendapat, Saling Irihati, melakukan palang kantor dan lain-lainnya. Menjadi pertanyaannya. Sebenarnya semua ini salah siapa ? "Apakah salah BUPATI ? Apakah salah WAKIL BUPATI ? Apakah salah PEJABAT-PEJABAT ESELON ? Atau kah, Apakah salah semua PNS ?" Sebenarnya, kata orang "Orang DEIYAI itu pintar-pintar, tetapi kenapa daerahnya tidak bisa di bangun dengan baik?". Merasa prihatin sekali, karena situasi Pemerintahaan di DEIYAI selama masa Definitif ini semuanya berjalan berdasarkan kepentingannya masing-masing, mulai dari tingkat atas (PIMPINAN DAERAH) hingga sampai bawahannya (PNS). Bagaimana nasib Negriku DEIYAI ketika nantinya, di ambil kendali oleh Anak dan Cucu kita nantinya saat mereka yang memimpin daerah ini (DEIYAI) ? Sesuai analisa saya. Ada tiga (3) masa GENERASI. Baik GENERASI KEMARIN (1930-1950), GENERASI SAAT INI (1960-1970) dan GENERASI BESOK (1980-2000an). (1). GENERASI KEMARIN adalah GENERASI ORANG TUA kita yang tahun kelahirannya "1930-1950an", sebagai GENERASI PERINTISAN. Sebenarnya banyak hal yang harus kita pelajari dari mereka (Orang Tua). Kalau kita melihat kembali kebelakang. Orang Tua dulu Hidupnya Bersatu, Tidak Ambisi, Tidak Egois, Saling Mendukung, Tidak Fanatik dalam ber-AGAMA (GEREJA KHATOLIK dan PROTESTAN KINGMI bersatu waktu masa Orang Tua. Tetapi sayangnya masa kini Generasi Kedua saat ini ada kotak-kotakan yang terjadi antara Gereja Katholik dan Gereja Protestas alias hancur lulu), Kegiatan-kegiatan Keagamaan berjalan dengan baik, kegiatan-kegiatan ber-Masyarakat pun juga berjalan dengan baik, kegiatan-kegiatan Adat Istiadat (Kebudayaan) pun juga berjalan dengan baik. Lagu-lagu yang mereka suka adalah lagu-lagu BUDAYA (tidak sama seperti generasi hari ini dan generasi besok). (2). GENERASI HARI INI adalah GENERASI KAKA-KAKA kita yang tahun kelahirannya "1960-1970", sebagai GENERASI KEDUA setelah Orang Tua kita. GENERASI KEDUA ini, menurut saya berjalan tidak mengikuti jejak orang tua (sesuai kaca mata saya berdasarkan fakta dan realita dilapangan yang sedang terjadi selama ini). Akhirnya yang terjadi : Tidak Ada Kerjasama, Saling Menjatuhkan, Saling Irihati, Fanatik Agama, Egois, Mementingkan Diri Sendiri, Banyak Persoalan dan Masalah dalam ber-Masyarakat, Kegiatan-kegiatan Kebudayaan Tidak Tertata dan Terakomodir dengan baik, Menjalankan Roda Pemerintahaan berdasarkan EGO atau Kepentingan Pribadi semata, tidak meng-KADERKAN Generasi dan lain-lain sebagainya. (3). GENERASI BESOK adalah GENERASI KITA ADE-ADE yang tahun kelahirannya "1980-2000an", setelah Generasi Kaka-Kaka kita (GENERASI KETIGA). GENERASI KETIGA ini, menurut saya kalau dalam kepemimpinan kedepan mengikut jejak orang tua berarti akan membawa daerah kita kearah yang lebih baik. Jika mengikuti jejak kaka-kaka kita maka situasi yang akan terjadi kedepan adalah sama dengan situasi yang terjadi hari ini (saat ini). Tetapi jika kita Generasi Besok menjalankan pemerintahaan berdasarkan Era Globalisasi tanpa mengikuti jejak Orang Tua maka GENERASI kita menuju KEHANCURAN. (Apabila visi-misi GENERASI KETIGA keluar dari visi-misi Generasi Orang Tua dan Generasi Kaka-Kaka). "Kita cermati bersama bahwa, sangat beda jauh sekali apa yang GENERASI KEDUA dan GENERASI KETIGA lakukan saat ini. Tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh GENERASI PERTAMA. Dalam artian Generasi Kedua dan bahkan Generasi Ketiga tidak meniru mereka (Orang Tua) punya Visi dan Misi. Sebenarnya, Visi-Misi harus DITERUSKAN atau DILANJUTKAN oleh Generasi Kedua dan selanjutnya Generasi Ketiga. Perlu kita garis bawahi bahwa: Jika ada Visi-Misi Orang Tua kita yang tidak baik, harus kita (Generasi Kedua dan Ketiga) EVALUASI Bersama dan RUBAH. Misalnya kawin dua atau tiga, tidak perlu kita teladani. Karena FIRMAN TUHAN Menggenapinya, dan lain-lain sebagainya". Untuk saat ini, menurut saya : "Tidak boleh kita SALING MENJATUHKAN. Semua ADA WAKTU dan MASANYA. Tinggal 2 tahun lagi waktu kepemimpinan yg ada ini. Kita ikuti saja, DEIYAI ini mau di bawah kemana ? Karena banyak orang pintar di DEIYAI tetapi DEIYAI bgtu-begitu saja. Yang harus kita lakukan adalah "MENDOAKAN NEGERI KITA DEIYAI INI" Supaya kedepan TUHAN akan siapkan PEMIMPIN yang Takut TUHAN yang siap bawah Deiyai kepada kemandirian, kemakmuran, kesejahteraan dan Kabupaten yang BERIMAN dan Takut Tuhan. Demikian. SEMOGA (my inspirasi_adiijemmy) Thanks Gb we all my family

seLENgkapnya......

23 Maret 2016

BPK Harus Teliti dalam Pemeriksaan LKPJ Pemkab Meuwo

Shalom Elohim. Puji Tuhan

Saat ini khususnya di Meuwo sedang di lakukan pemeriksaan administrasi Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan APBD 2015 oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua kpd semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Khususnya Kabupaten Deiyai sesuai info yg saya terima di lapangan melalui salah satu Bendahara Pengeluaran yakni dilakukan pemeriksaannya di Ibu Kota Kabupaten Paniai di Enarotali. Semoga berkas administrasi yg di laporkan oleh BENDAHARA dan KEPALA SKPD sesuai dengan Fakta dan Realita di lapangan. Pasalnya, jangan ada MANIPULASI DATA dalam LPJ. Itu Dosa dan Dosa itu MAUT. Bahasa kasarnya, YANG MAKAN ATAU GUNAKAN UANG ORANG LAIN DATA DI LAPORAN ORANG LAIN. Diharapkan pihak BPK tolong di teliti baik2. Dan bila perlu dalam pemeriksaan harus menghadirkan semua ESELON, baik ESELON III, IV dan II. Supaya ada trasparansi. GB ALL. PKAZ-by adii jemmy

seLENgkapnya......

11 Agustus 2013

Bupati dan Wabup harus Prioritaskan Bidang Keagamaan

Oleh : Jemmy Gerson Adii, SE

Pembangunan di Kabupaten Deiyai sesuai dengan kaca mata penulis selama 4 tahun terakhir ini, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai tahun 2009 akan Maju, kecuali Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak akan maju. Sementara hingga kini kita di Tanah Papua dan Pegunungan Tengah pada umumnya dan khususnya di Meuwodide menyangkut SDM masih terbatas dan kurang. Sehingga sudah, sedang dan terus menjadi perhatian secara serius oleh pihak Pemerintah. Namun penulis nilai itu hanyalah pelayanan secara jasmaninya. Misalnya, salah satunya seperti anak-anak Papua yang disekolahkan di berbagai bidang Pendidikan dari semua jenjang. Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan SDM di berbagai bidang tertentu di pemerintahan, swasta maupun lain-lainnya. Tetapi, paling tepat sebagai saran dan masukan dari penulis kepada semua Bupati/Wakil Bupati di Papua dan Papua Barat umumnya dan khususnya Bupati-Bupati yang bertugas di Pegunungan Tengah tanah Papua jangan hanya sekedar berfikir saja tetapi paling tidak harus ada realisasinya juga secara rohaninya. “Sebab bicara Keagamaan, berarti bicara Kebenaran dan Kedamaian. Bicara Kebenaran dan Kedamaian, berarti bicara Ajaran Tuhan Jesus. Bicara ajaran Tuhan Jesus, berarti bicara Kerajaan Sorga. Bicara Kerajaan Sorga, berarti bicara hidup yang kekal,”. Kita semua sudah berfikir namun belum melaksanakan secara 100 % khususnya bidang Keagamaan. Alasan yang tepat menurut penulis yakni dengan adanya prioritas bidang keagamaan secara khusus itu tepat dan bisa mengatasi semuanya, terutama mental, keyakinan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Jesus Kristus secara 100 %. Kenapa ? Sesuai kenyataan di lapangan, yang menjadi pergumulan kita bersama turun temurun sejak nenek moyang kita hingga generasi kita saat ini yakni masalah “Iri Hati” yang ujung-ujungnya oknum-oknum tertentu yang dipakai “Raja Neraka Lusifer” melakukan pembunuhan dengan cara melancarkan “Kuasa Kegelapan” (Okultisme). Apakah penyakit Iri Hati ini menjadi darah daging secara turun temurun dari nenek moyang hingga generasi kita sekarang ? Apakah persoalan Iri Hati ini merupakan hal yang sama terjadi di seluruh Tanah Papua (Papua dan Papua Barat, red). Kalau memang, benar. Marilah kita sama-sama perangi, karena persoalan ini menjadi ‘Musuh Besar’ kita di Tanah Papua. Di Kabupaten Deiyai ini salah satu contohnya, belum terlambat untuk diatasinya. Mengapa ? Salah satu alasan yang bisa penulis katakan sesuai fakta dilapangan karena umur kabupaten kita ini masih terbilang baru seumur jagung atau lebih kurang 4 tahun usianya kabupaten Deiyai, ketika kala itu dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai 2009 silam. Kabupaten Deiyai sendiri telah di jabat oleh 3 Penjabat Bupati Carateker. Masing-masing diantaranya yakni Bpk. Drs. Blasius Pakage (2009-2011_sebelumnya mantan Kabiro Pembinaan Mental dan Spiritual Setda Provinsi Papua). Bpk. Hengky Kayame, SH,.MH (2011-2012_yang kini menjabat Bupati Definitif Kabupaten Paniai). Dan Bpk. Basilius Badii, BA (2012-2013_menjabat sampai dengan terpilihnya Bupati Definitif). Sementara dari sisi usia masuknya Injil Tuhan di suku Meuwodide hingga 2013 ini telah mencapai lebih kurang 51 tahun. Dalam usia yang terbilang tua ini, namun saja kita suku Mee yang ada di Kabupaten Deiyai masih tidur didalam belenggu Kuasa Kegelapan. Hingga tulisan ini naik cetak masih menjadi pertanyaan besar bagi kita suku MEE di Kabupaten Deiyai dan bahkan semua suku di Tanah Papua, apakah kita harus bertobat ? Ataukah kita tetap terus menerus meninabobokan Kuasa Kegelapan tersebut di dalam diri, rumah, lingkungan dan sesama kita ? Beberapa hal inilah yang menjadi pergumulan kita bersama saat ini setelah tulisan ini naik cetak di “Media Masa”, untuk sama-sama kita perangi dalam kegiatan-kegiatan Keagamaan itu. Pasalnya, selain Bidang Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur, menurut penulis Bidang Keagamaan (Spiritual) di Kabupaten Deiyai juga harus menjadi Prioritas utama bagi Bupati dan Wakil Bupati Definitif terpilih periode 2013-2018 yang akan dilantik, pada tanggal 14 Agustus 2013 oleh Gubernur pertama orang Koteka, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Penulis berharap tidak hanya Bupati/Wakil Bupati saja tapi juga Walikota/Wakil Walikota dan Gubernur/Wakil Gubernur seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual, harus diutamakan. Penulis setuju dan mendukung programnya Bpk. Ayub Kayame (Kabiro Pembinaan Mental dan Spriritual Setda Provinsi Papua) terkait dengan kegiatan pembinaan mental dan spritual yang diberlakukan di Provinsi Papua. Sudah seharusnya juga diberlakukan di seluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Sebab dalam kitab Matius 6:33 secara jelas menyatakan bahwa “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah (Sorga) maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,”. Dengan demikian, apa yang menjadi “Visi dan Misinya” Bupati dan Wakil Bupati tentunya akan berhasil apabila Pimpinan daerah baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengutamakan Tuhan melalui Bidang Keagamaan. Menurut penulis pembangunan di Kabupaten Deiyai khususnya, Provinsi Papua umumnya, secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur akan terjaga dan maju disertai juga dengan Manusianya akan baik secara Spritual. Sebab pembangunannya sekarang sudah mulai nampak, tetapi manusianya belum baik. Dalam arti masih saja terlihat Iri Hati antar sesama, fam, marga, suku, agama dengan lainnya. Sementara rutinitas ibadah dijalankan oleh kita, tetapi itu hanya sebatas dijadikan sebagai ibadah serimonial saja. (Paling tidak dan diharuskan, semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat berlakukan dan prioritaskan serta tingkatkan bidang Keagamaan supaya pembangunan dan SDM-nya di segala sektor maju setara secara pesat) Di Kabupaten Deiyai sampai saat ini, sesuai kaca mata penulis, sebagian manusianya masih hidup di bawah garis Kuasa Okultisme. Maka itu dengan diprioritaskannya bidang Keagamaan, tentunya akan ada Tim yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan rohani atau biasanya disebut “Tim Rohaniawan” oleh Hamba-hamba Tuhan (Pendeta, Gembala, Pendoa, Penginjil, Frater, Pater, Uskup dll) mewakili berbagai denominasi gereja-gereja yang ada di Kabupaten Deiyai, juga setiap SKPD di Pemerintahaan Kabupaten Deiyai paling tidak adanya keterlibatan staf PNS maupun non PNS yang jiwanya melayani akan juga bergabung dalam Tim Rohaniawan tersebut. Dengan begitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Seminar-seminar Okultisme, Doa Semalaman, Doa Puasa, Menara Doa dan Sosialisasi-sosialisasi Okultisme serta Ibadah-ibadah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deiyai dapat dilaksanakan. Dengan begitu manusia di Kabupaten Deiyai akan maju dalam bidang spiritual, sehingga pembangunan di Kabupaten Deiyai secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur secara fisik dan non fisik dapat terlaksana, terjaga dan bahkan termaju dari daerah-daerah lainnya atau bahkan dari segi Spiritual Kabupaten Deiyai khususnya dan Provinsi Papua dan Papua Barat umumnya akan menjadi contoh dan teladan bagi Dunia. Dengan demikian rasa saling Iri Hati dan saling melancarkan kuasa gelap, paling tidak secara bertahap akan teratasi. “Karena Bagi Tuhan Jesus tidak ada yang mustahil”. Dasar Inspirasi Rohani Dalam perjanjian baru pada kitab Matius 3:2, menjelaskan atau mengingatkan kepada kita bahwa; “Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat,”. Kutipan ayat tersebut merupakan salah satu nasehat dan peringatan penting kepada kita manusia. Ayat ini menjadi satu penekanan penting dalam tulisan ini. Karena tulisan ini ditulis berdasarkan ayat tersebut, dan sudah saatnya untuk kita sebagai anak-anak Tuhan harus bersaksi kepada sesama kita. Kali ini kesaksian yang penulis bagikan yakni berupa tertulis. Kita perlu menyadari bahwa tanda-tanda yang sudah, sedang dan akan terus terjadi ditengah-tengah kehidupan kita manusia, itu menjadi kesempatan bagi kita manusia untuk Bertobat, Percaya dan terima Tuhan Jesus dalam pribadi kita masing-masing. Tanda-tanda akhir zaman menurut inspirasi penulis diantaranya seperti Gempa Bumi, Tsunami, Kecelakaan Pesawat, Kapal Laut, Mobil dan masih banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Yang tentunya melalui tanda-tanda tersebut merupakan kesempatan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kita manusia untuk harus bertobat. Karena kesempatan yang datang kepada kita manusia cuma tiga kali saja. Seperti tulisan awal bahwa kita dituntut untuk harus bertobat. Bertobat berarti kita meninggalkan perbuatan lama kita, misalnya Kita sering melakukan kejahatan seperti perbuatan Iri Hati, Sombong, Angkuh, Benci, Marah dan bahkan melakukan kejahatan lainnya yang ujung-ujungnya melancarkan Kuasa Kegelapan yang bukan kehendak Tuhan, seperti sebagaimana terdapat di dalam kitab perjanjian baru, Yakobus 3:6 menyebutkan bahwa “Sebab dimana ada Iri Hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat,”. Dasar UU Otsus Melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus-red) No. 21 tahun 2001 tentang pemberlakukan Otsus di Tanah Papua ini. Dengan hadirnya UU Otsus tersebut, keinginan rakyat Papua untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri naik kepermukaan, namun faktor Irihati yang membatasinya. Pasalnya, sesuai berbagai bidang kerja, terutama di dunia kerja baik swasta maupun negeri. Mau tidak mau, suka atau tidak suka harus pihak yang berkompoten yakni Pemerintah maupun Perusahaan wajib berdayakan masyarakat local atau masyarakat asli daerah setempat. Dengan demikian, apakah ketika permintaan itu secara perlahan-lahan mulai terkabul, pantaskah kita sesama rakyat Papua harus saling caci maki, saling iri hati, saling tidak baku senang, saling beradu argument, saling siku menyiku, saling jual menjual, saling bermusuhan, saling ejek mengejek dan masih banyak lagi kata-kata keren negative lainnya ? (Ini pertanyaan untuk kita semua, dan jawabannya ada pada kita orang Papua sendiri) Penulis adalah salah satu korban dari sekian banyak masyarakat Papua, sehingga dapat dutuangkan dalam pengalaman penulis. Dimana, ketika kita hendak menjadi tuan diatas tanah kita sendiri. Apakah tidak pantaskah kita bekerja sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) di kantor apa saja? atau menjadi Operator Komputer? atau menjabat jabatan apa saja di instansi manapun ? ataukah kita harus tetap terus menonton orang lain yang merebut pekerjaan kita ini, sementara UU Otsus menjamin kita sebagai putra daerah harus menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? (Ini menjadi pertanyaan terberat kita semua sebagai orang Papua, berdasarkan fakta dan realita yang terjadi selama ini). Sudah sepantasnyakah kita harus tinggal diam dan membisu di negeri kita sendiri, ataukah kita terus menerus meniti karir, walaupun banyak intimidasi, teror, bahasa yang tidak-tidak dan lain sebagainya datang dalam kehidupan kita. Semua itu bisa terjadi karena penyebabnya adalah kita sendiri orang Papua saling baku “Iri Hati” antara satu dengan lainnya, saling baku jual dan lain sebagainya (Faktor Irihati menjadi kebiasaan hari-hari kita seluruhnya di Tanah Papua, dan bahkan semua umat manusia di muka bumi ini. Lantaran ketidaksenangan orang lain hidupnya baik, pekerjaannya baik, atau ekonominya baik dan lain-lain-red). Sebenarnya, sudah sangat jelas sekali kita dengan sendirinya bekerja untuk saling mendukung, saling kerjasama, saling bahu membahu atau bahkan saling memberikan argument yang positif thingking, bukan sebaliknya yang negative thingking. Penulis salah satu Korban Okultisme di Kabupaten Deiyai (2009-2013) Penulis adalah salah satu dari sekian banyak korban yang di serang Lusifer selama ini melalui Kuasa Kegelapan oleh oknum-oknum tertentu yang diperalat oleh Lusifer di Kabupaten Deiyai. Khusus untuk penulis sendiri, serangan kuasa kegelapan mulai dilancarkan Lusifer kepada penulis sejak tahun 2009 hingga 2013 ini. Sekilas kesaksian penulis, yang akan penulis jelaskan sejak penulis mulai bertugas di Kabupaten Deiyai pada tahun 2009 hingga 2013 ini. Penulis adalah salah satu Putra Daerah Deiyai asal Bomou dan Puteyato Distrik Tigi dan Tigi Timur yang juga salah satu PNS pengangkatan pertama Formasi 2009 di Kabupaten Deiyai. Sambil menunggu SK PNS, penulis kala itu mendapat kesempatan untuk menjadi tenaga bantu di salah satu Instansi Pemerintahaan di Kabupaten Deiyai sebagai Operator. Bekerja sebagai Operator sangatlah tidak muda, seperti membalik telapak tangan ibu. Namun dalam penulis meniti karier di bidang Operator di Instansi teknis tersebut ternyata masih saja ada yang tidak senang. Sehingga mereka (oknum-oknum tertentu yang dipakai RAJA SETAN yakni LUSIFER) melancarkan Kuasa Kegelapan kepada penulis. Salah satu fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan penulis, dimana pada tahun 2010 dan 2011, penulis diserang kuasa gelap oleh Oknum-Oknum PNS tertentu di Deiyai berupa “Kuasa Gelap Roh Tali Hitam dan Roh Babi” mengikat kepala penulis hingga rasa-rasanya penulis hampir menuju pada kematian. Pasalnya, penulis mau beraktifitas seperti membuka laptop untuk kerja tidak bisa, menonton pun tidak bisa, kena AC atau kipas angin pun tidak bisa, rasa-rasanya semua isi otak kecil maupun otak besar yang ada di dalam kepala penulis hampir mau keluar semuanya. Puji Tuhan, karena Berkat Kuasa Tuhan Jesus juga Mujizat-Nya, penyakit kepala penulis dipulihkan, disembuhkan dan bahkan Nyawa penulis di selamatkan. Hal itu ketika penulis masih bekerja sebagai tenaga bantu di salah satu instansi di Kabupaten Deiyai. Penulis sangat bangga dan senang, karena kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat bahkan Mujizat Tuhan Jesus itu nyata. Dalam Kitab Matius 6:33, Filipi 4:6, dan Roma 8:31b menguatkan penulis sehingga dengan Hikmat dan Iman yang kokoh menjadi dasar bagi penulis dalam mempertahankan Tuhan Jesus dan Tuhan Jesus-lah yang menjadi Juru Kunci Keselamatan bagi penulis. Dan yang penulis harus lakukan adalah berusaha untuk mengampuni kepada orang yang melancarkan kuasa gelap kepada penulis bahkan yang tidak senang dengan penulis (dan bahkan saya berharap mereka pun harus berlutut di bawah kaki Tuhan Jesus alias Bertobat). Selain itu juga, bersaksi kepada sesama menjadi aktivitas sehari-hari penulis dimanapun penulis berada. Hentah itu di Rumah, Kantor, Pasar, Gereja atau dimanapun dan kemanapun penulis pergi tak luput dari kesaksian atas kedasyatannya Tuhan Jesus bagi penulis pada khususnya dan kita semua pada umumnya. Selain itu, sejak tahun 2012 bulan Oktober hingga bulan April 2013 atau sejak tulisan ini ditulis kuasa kegelapan terus menyerang penulis, dimana “Roh Binatang serangga berkepala tajam, Roh Babi, Roh Kepala Babi, Roh Ayam, Roh Orang Mati dan bahkan Roh-Roh Iri Hati yang kesemuanya itu bersumber dari satu kekuatan Setan yakni LUSIFER” mengintimidasi mata Kanan dan kepala penulis, sehingga mata kanan penulis terkena serangan “mata merah dan gejala Katarak” lebih kurang 6 bulan sejak penulis kena disantet oleh Roh-Roh setan tersebut pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013, dan pada bulan April 2013 atau disaat Tuhan Jesus bangkit dan kemenangan kita semua orang percaya (ketika perayaan Paskah-red). Kuasa Tuhan Jesus mengangkat semua roh-roh itu dari mata kanan penulis. (Tepatnya tanggal 15 April 2013, Mujizat Tuhan Jesus terjadi. Penulis disembuhkan oleh Tuhan Jesus Kristus. Keesokan harinya tanggal 16 April 2013 penulis dapat bisa melihat dan tanpa bantuan kaca mata lagi, dan penulis melakukan aktivitas pertama saat itu yakni mengikuti acara pengucapan syukur pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai yang dilakukan di Kampung Harapan Jayapura). Juga, penulis jatuh dengan mobil tepatnya 07 Februari 2013 sekitar jam 09.00 waktu Paniai, di Pugo Tiga, penulis dan beberapa penumpang lain selamat dalam kecelakaan maut itu. Sehingga penulis menyadari bahwa Mujizat Tuhan Jesus itu nyata, Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat, dan ini semua berkat Kasih, Karunia dan Anugerah dari Tuhan Jesus yang harus penulis bagikan melalui kesaksian ini kepada semua umat. Baik dengan melihat kondisi tanah Papua kita ini, mendengar setiap kesaksian dari semua anak-anak Tuhan termasuk penulis salah satunya dan membaca kesaksian penulis ini menjadi berkat bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan diakhir zaman ini. Menurut penulis, bidang Keagamaan ini 100 % harga mati dan harus menjadi prioritas semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ketika penulis sembuh dan di pulihkan oleh Tuhan Jesus barulah timbul ide dalam pikiran penulis guna memberikan kesaksian kepada sesama manusia lainnya yang ada di Kabupaten Deiyai khususnya dan Tanah Papua umumnya, baik secara lisan maupun tertulis. Kesaksian secara tertulis yang telah dibaca oleh pembaca diatas ini penulis tulis tepatnya di tanggal 26 April 2013 pagi yang berawal dimulai dari Nabire dan berlanjut sampai selesai di Kabupaten Deiyai dan di muat ke media cetak atau media massa di saat-saat dekatnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, yang rencananya akan di lantik di Jayapura, Provinsi Papua, tanggal 14 Agustus 2013 mendatang. Melalui tulisan ini, cukuplah hanya sebatas penulis yang menjadi korban beruntung. Dalam arti, bahwa walaupun penulis di serang berbagai macam Kuasa Kegelapan dan bahkan kecelakaan kendaraan oleh si Raja Neraka-Lusifer, tetapi Allah di pihak penulis dan bahkan tubuh dan terutama nyawa penulis dipertahankan dan diberikan kesempatan untuk tetap hidup oleh Tuhan Jesus. Sesuai dengan kitab Mazmur 138:7, yang berbunyi demikian, “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku. Terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” Dan juga kitab Roma 8:31b bahwa, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Kesimpulannya : “Faktor Penghambat Pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Deiyai dan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah, sedang dan terus terjadi yang perlu kita atasi saat ini diantaranya seperti, “Iri Hati, cemburu, tidak baku hargai, saling menjatuhkan, saling membunuh dengan kuasa kegelapan (Tuba, Akaga, Meno, Kegoo, Emogou dll), Saling ketergantungan, tidak mau bekerja dan hanya berharap pada orang lain, Kemabukan, Penempatan PNS tidak berdasarkan Pangkat dan Golongan (hal itu terjadi lantaran Tim Sukses atau Utang Politik), Penempatan PNS tidak berdasarkan latar belakang ilmu yang didapat, Perjudian, Toto Gelap (Togel), KKN, Tidak Disiplin, Jarang Berdoa, Jarang Beribadah dan Berpuasa dan beberapa hal-hal negatif lainnya.” Akhir kata, dari hati yang penuh sukacita penulis sampaikan “Shalom” kepada Tuhan Jesus Kristus yang berikan penulis hikmat. Kepada semua Anak-Anak Tuhan, Hamba-Hamba Tuhan, Keluarga-Keluarga Tuhan, Bapak dan Ibu Pendeta, Gembala, Majelis, dan semuanya untuk dukungan dalam pelayanan Doa kepada Penulis dan keluarga. Baik berupa Doa Pribadi, Doa Keluarga, Doa Puasa sehingga kuasanya Lusifer melalui roh-rohnya berhasil dilumpuhkan dan dihancurkan oleh kuasa Tuhan Jesus Kristus. Perjuangan kita sebagai Prajurit-prajurit Kristus tidak hanya berakhir sampai disini, tetapi harus sampai pada kedatangan Tuhan Jesus yang kedua kalinya. Karena selain penulis, yang menjadi korban pembunuhan secara Okultisme oleh oknum-oknum tertentu yang di setir Lusifer, ada begitu banyak. Dan juga oknum-oknum yang memegang kuasa kegelapan pun juga sangat banyak perlu penulis, pembaca dan kita semua yang berkecimpun dalam dunia pelayanan harus selamatkan oknum-oknum tersebut dari si raja setan itu. Karena, kini kita telah berada di penghujung akhir zaman atau tidak lama lagi sang Raja Sorgawi akan datang, sehingga saatnya untuk kita Bersaksi, Melayani dan memerangi kuasa Kegelapan melalui kegiatan Bidang Keagamaan dimana saja kita berada. Melalui tulisan ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua di akhir zaman ini. Tuhan Jesus memberkati kita. Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat. Mujizat Tuhan Jesus itu Nyata. Akhirnya penulis dan semua keluarga besar suku Meuwodide menyampaikan selamat dan sukses atas akan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Definitif perdana di Kabupaten Deiyai, Bpk. Dance Takimai dan Bpk. Agusthinus Pigome, masa periode kepemimpinan tahun 2013-2018, oleh Gubernur Provinsi Papua, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Sesuai jadwal yang sudah tersebar ke publik dan bahkan telinga penulis yakni berlangsung di Kantor Sasana Krida Gubernur Provinsi Papua Jayapura pada tanggal 14 Agustus 2013. Tuhan Jesus memberkati kepemimpinan Bapak berdua, dan semua Bupati/Walikota yang sudah terlebih dahulu dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat. Shalom semuanya...!!! (Penulis adalah Prajurit Kristus Akhir Zaman ”PKAZ” asal Distrik Tigi & Tigi Timur Kabupaten Deiyai. Juga Staf PNS pada Bappeda Kab. Deiyai dan Tokoh Pemuda peduli Bidang Keagamaan)

seLENgkapnya......

11 Oktober 2012

Kontraktor & Konsultan yang tidak Bertanggung Jawab tidak di Pakai di Deiyai

Deiyai – Kontraktor dan Konsultan Perencanaan serta Pengawasan baik Putra daerah maupun Non Putra Daerah yang tidak kerja baik dan tidak bertanggung jawab, tidak akan dipakai tenaga mereka kedepannya di Kabupaten Deiyai. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada media ini, Jumat (12/10) kemarin. Hal itu dikatakan Kadis, karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, dimana untuk Kontraktor dalam pengerjaannya tidak menyelesaikan pembangunannya sesuai tenggang waktu yang ditentukan dan juga setiap kontraktor yang mendapatkan kegiatannya, jangan melihat dari jauh dekatnya pembangunan itu dilakukan. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Konsultan baik Perencanaan dan Pengawasan. Karena, fokus pemda, Distrik Kapiraya dan Bouwobado juga menjadi prioritas pembangunan. Dalam artian, kata Bapa yang pernah mengabdi di Kabupaten Jayawijaya selama puluhan tahun ini bahwa baik Kon traktor atau Konsultan yang tidak benar-benar mau membangun Kabupaten Deiyai, kedepan tidak akan dipakai. “Kenapa saya katakan demikian, karena memang kita di Deiyai saat ini masih tertinggal jauh dalam artian dari segi pembangunannya dengan Kabupaten-Kabupaten lainnya yang ada di Papua ini yang sudah lebih dulu maju. Atas dasar itu pula, maka kita sebagai putra daerah yang menjabat di daerah (kampung halaman) sendiri sangat membutuhkan siapa saja Kontraktor dan Konsultan yang benar-benar berjiwa membangun untuk Kabupaten Deiyai,”ujarnya tegas. (Adii Jemmy)

seLENgkapnya......

23 Maret 2012

DPU Deiyai Targetkan Jalan Keliling Danau Tigi Selesai Tahun 2012

Dinas Pekerjaan Umum [DPU] Kabupaten Deiyai, menargetkan jalan keliling Danau Tigi akan di selesaikan dalam tahun 2012. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Deiyai, Willem Dogopia, SE., MM, yang baru dilantik pada tanggal 24 Januari 2012, oleh Bupati Deiyai Hengky Kayame, SH., MH di Aula Gereja Katholik Wakeitei II.

“Jalan keliling Danau Tigi kita harus selesaikan dalam tahun ini [2012], dan bila perlu semua pekerjaan kita sudah selesai pada akhir bulan November setiap tahun. Lanjut Dogopia, khusus bagi para pelaksana lapangan [kontraktor] yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai target, kami akan menggantikan dengan perusahan lain yang mampu bekerja ”.

Demikian kata, Kepala DPU saat memberikan arahan dan pembagian tugas kepada Staf Pegawai baru yang ditempatkan di DPU melalui pengangkatan formasi 2009 Kabupaten Deiyai pada hari senin [13/02] di kantor DPU Jl. Raya Enaro-Wakeitei, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.

Untuk mewujudkan cita-cita kepala dinas yang juga sebagai harapan masyarakat disekitar Danau Tigi. Dalam rangkah menjaga kualitas kerja dilapangan, kepala dinas PU mengutus sejumlah pejabat dan staf pegawai di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum [DPU] Kabupaten Deiyai. Untuk melakukan survai dan pengawasan lapangan di wilayah Tigi Barat, Jalan Ayatei-Oneibo dan sejumlah jembatan yang tengah dikerjakan seperti kali Itoka dan Kali Aya.

Kunjungan tersebut langsung dipimpin oleh Sekertaris DPU, Naftali Tobai, S. Ks dan didampingi oleh sejumlah pejabat adan staf seperti Yulius Talibaba, S. Sos [Kasi Perencanaan Teknis], Yohanis Sikteubun [Kasubak Umum], Lukeisius Iyai [Kasi Pengairan], Demianus Auwe, Amd. Tek [Kasi Tata Ruang], Yuvensius Bunai, Amd. Tek [Kasi Tata Kota] Yunus Youw, ST [Staf pada bidang Pertambngan dan Energi] dan Yunus Yeimo, ST [Staf pada Bidang Bina Marga dan Cipta Karya]

Dalam perjalanan kunjungan kerja di lapangan yang difokuskan pada jalan arah Ayatei-Oneibo, saat ini telah sampai di Onago, dan diperkirakan masih kurang sekitar 4 kilo lagi yang belum dikerjakan untuk bertemu dengan jalan yang sedang dikerjakan dari arah Bomou.

Sementara, ruas jalan lain yang akan dikerjakan pada tahun ini di Kabupaten Deiyai dari Yaba ke Kokobaya, saat ini telah sampai di Kali Yawei. Dan untuk jalur menuju Arah Debei, tahun ini juga akan dikerjakan paling sedikit 3 kilo meter. [Yeimo]

seLENgkapnya......

Kepala Bagian Hukum & Ortal Pertanyakan Sidang Penetapan Logo Kabupaten Deiyai

Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana [Hukum & Ortal], Sekretariat Kabupaten Deiyai, mempertanyakan, proses sidang penetapan logo Kabupaten Deiyai yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda penetapan logo yang telah dinaikan ke meja Dewan Perwakilan Rakyar Daerah [DPRD] Kabupaten Deiyai sejak tahun 2011. Dan berharap agar dapat dilakukan sidang penetapan logo ini dalam waktu dekat.

“Kami telah menaikan ke meja DPRD Kabupaten Deiyai, tapi kami bingun, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk penetapan logo Kabupaten Deiyai. Kami tunggu, kapan sidang penetapan logo ini akan dilakukan. Dan kami harap, sidang penetapan ini dilakukan dalam waktu dekat ”.

Lanjutnya, “logo ini manfaatnya banyak, seperti pembuatan kartu tanda penduduk [KTP], identitas Kabupaten Deiyai, harga diri dan tentunya keberadaan logo adalah wajib bagi setiap organisasi apalagi kita ini Kabupaten”. Demikian kata, Melkianus Adii, SH di ruang kerjanya, Kantor Bupati Kabupaten Deiyai, Rabu, [29/02/2012].

Selain logo Kabupaten Deiyai, ada tiga peraturan daerah [perda] yang masih menunggu sidang penetapan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Kabupaten Deiyai, yakni, Peraturan Pajak Daerah, Peraturan Retribusi Izin Tertentu, dan Peraturan Izin Usaha.

“Selain logo, ada tiga peraturan daerah [perda], yang kami masih menunggu untuk penetapan oleh DPRD Kabupaten Deiyai. Adii, menambahkan jika ketiga perda ini ditetapakan, Pendapan Asli Daerah [PAD], dan perimbangan Keuangan pusat dan daerah akan jelas dan akan meningkat pada setiap tahun anggaran”. Uajarnya.

Proses untuk membuat suatu rancangan peraturan daerah itu membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, uang dan dilibatkan sejumlah unsur seperti Eksekutif, Legislatif dan Instansi yang bersangkutan. Dan proses untuk mendapatkan nomor peraturan juga, membutuhkan waktu yang lama. Mulai dari bagian hukum di daerah, penetapan sidang di DPRD sampai di biro hukum ditingkat provinsi untuk klarifikasi, sebelum dimasukan dalam lembatran negara.

“Proses untuk mendapatkan nomor perda itu tidak gampang, butuh waktu dan biaya, dan melibatkan banyak pihak. Jika, para anggota dewan bagian hokum dan perundagan tidak memahami, mari datang konsultasi dengan kami, atau orang yang memahami tugas ini” imbuhnya [Yeimo].

seLENgkapnya......

Deiyai Belum Pagari Dengan Perda

Kabupaten Deiyai sebagai satu kabupaten pemekaran dari Paniai, diharapkan dari sekarang bisa memagari daerah dengan produk hukum yang mampu memproteksi daerah dan masyarakat dari berbagai pengaruh luar. Untuk itu, pihak Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Deiyai diminta dapat menetapkan sejumlah peraturan daerah (Perda).

Demikian diungkapkan Ketua ARDINDO Kabupaten Deiyai, Yance Amoye Mote kepada Papuapos Nabire, Kamis (26/1) kemarin. “Sampai saat ini Peraturan Daerah atau Perda tidak ada satupun yang dihasilkan untuk mengatur berbagai hal yang terkait langsung dengan kebijakan dan pengembangan ke depan,” tuturnya.

Suatu Perda sebagai produk hukum daerah, kata dia, diharapkan agar bisa memagari daerah dan masyarakat, juga penting dalam kebijakan pembangunan dan pengembangan di masa mendatang. “Perlu ada regulasi daerah, karena kalau bicara tentang hidup dan kehidupan, maju mundurnya tingkat pembangunan maupun sejahtera tidaknya ditentukan dari aturan daerah,” ungkap Yance.

Disebutkan beberapa aturan daerah atau Perda yang harus digodok dan ditetapkan dalam waktu sekarang antara lain tentang pendapatan ekonomi rakyat, kesehatan, lingkungan hidup, dan yang lebih penting adalah Perda Minuman Keras (Miras) dan Prostitusi.

“Perda itu ibarat pagar yang bisa memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi orang atau kelompok yang mendiami atau kata lain Edaa Wagii. Edaa Wagii yang saya maksudkan adalah harus dibuat segera untuk menghindari ancaman global, ancaman buruk akibat pengaruh-pengaruh dari luar, kita pagari kemungkinan kemungkinan buruk ketika kemungkinan itu datang,” tuturnya.

Selain itu, Yance juga menyinggung bahwa Kabupaten Deiyai berada dalam kondisi terancam. “Soal terancam dari apa, itu jawab saja sendiri. Kalau bisa, hentikan kegiatan keluar daerah, masalah ada di daerah, bukan di Jakarta atau daerah lain. Jadi, datang dan duduk tanyakan koordinasi dengan masyarakat dan dinas terkait. Sekarang daerah kita ini sudah mau tiga tahun usianya sejak dimekarkan, tapi mana Perda yang dihasilkan? Tidak ada,” tandasnya. (you)

seLENgkapnya......

DPRD Deiyai Belum Awasi Pembangunan?

Sebagai wakil rakyat Kabupaten Deiyai yang memiliki wewenang dan fungsi melekat, anggota dewan dinilai belum menjalankan tugasnya secara maksimal. Hal itu terlihat dari tiadanya pengawasan terhadap setiap program pembangunan yang dikerjakan pihak Eksekutif melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Penilaian ini disampaikan Ketua Umum Forum Pelajar dan Mahasiswa Deiyai (Forkompade) Jawa-Bali, Elias Bidaugi Pigome, kemarin. Menurutnya, Anggota DPRD di Lembaga Legislatif belum memainkan perannya terutama fungsi pengawasan di lapangan.

“Seharusnya anggota dewan jangan diam diatas semua keluhan masyarakat Deiyai yang merindukan adanya perubahan di daerah. Jika selalu diam saja, lantas siapa yang akan mengontrol pembangunan di Kabupaten Deiyai?,” ujarnya.

Untuk itu, harap Elias, anggota DPRD harus berperan aktif mengontrol setiap kegiatan pembangunan. Perlu pengawasan di lapangan, apakah kegiatannya sudah dilakukan, sedang dalam pengerjaan atau mungkin belum efektif dan lain-lain. “Dewan dipilih oleh rakyat supaya perjuangkan aspirasi, kontrol pembangunan, dan fungsi legislasi dan budgeting. Itu fungsi melekat seorang wakil rakyat di DPRD,” tandasnya.

Nama Deiyai yang dijadikan nama kabupaten, dulunya dikenal Tigi. Pemberian nama kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai, kata Elias, tentunya bermanfaat karena adanya pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat akar ramput.

“Jika pembangunan sudah dilaksanakan, maka tugas dewan untuk mengawasi dan memonitoring langsung di lapangan. Jika ada yang tidak selesai atau tidak beres dalam realisasinya, panggil pihak SKPD terkait dan pertanyakan. Saya lihat ini belum dilakukan oleh anggota DRD Deiyai,” tuturnya.

Elias menyebutkan fakta ketika kontraktor yang bekerja untuk pekerjaan fisik dan non fisik di Kabupaten Deiyai pada tahun 2011 yang tidak selesai itupun tidak dipertanyakan kepada kontraktor tersebut. DPRD hanya bungkam. “Contohnya pembangunan jalan menuju Debey yang pernah dipublikasikan melalui Papuapos Nabire. Tahun 2011 itu katanya akan dibangun jalan sepanjang 4 KM, tapi itu juga tidak diselesaikan, tidak ada pengawasan,” ungkapnya mempertanyakan.

Begitupun jembatan dan pembangunan lain yang sedang dikerjakan, kata dia, belum dikontrol seluruhnya oleh anggota DPRD. “Kalau begini, tugas dan fungsi dewan itu apa saja. Sekedar dapat kursi dan sibuk urus proyek pribadi ataukah mereka dipilih oleh rakyat untuk kepentingan rakyat?.”

Elias mensinyalir jika faktanya setiap pembangunan tanpa ada pengawasan, jangan sampai ada “main mata” antara pihak kontraktor, oknum anggota dewan dan instansi teknis terkait. Seharusnya anggota DRPD bersuara untuk pembangunan dan pengembangan ke depan. Jika tidak bersuara demi perubahan Deiyai, bisa jadi karena hanya mencari kepentingan sendiri dalam proyek pembangunan. Yang kedua, anggota dewan malas memantau kegiatan pembangunan di lapangan. Ketiga, mungkin kerjasama dengan kontraktor dan instansi karena ada kepentingan tertentu. Keempat, bisa jadi ada unsur kesengajaan, dibiarkan semaunya kontraktor tanpa melihat kebutuhan atau kepentingan masyarakat.

“Mungkin saja mencari kepentingan selama menjabat sebagai DPRD tanpa melihat faktor-faktor yang terjadi di lapangan segala kegiatan di Deiyai. Semua kepentingan terjadi, sehingga banyak kegiatan dibiarkan tanpa kontrol yang jelas,” tutur Elias.

Disebutkan lagi satu program yang sudah diketahui publik dan ditetapkan oleh pemerintah daerah dan disetujui DPRD melalui rapat internal untuk anggarkan dana asrama permanen saja tidak jelas hingga saat ini.

“Mungkinkah SKPD terkait yang tangani dana untuk asrama permanen di Yogyakarta itu bisa diungkap oleh dewan? Nyatanya tidak, jadi kesannya semua mencari kepentingan tertentu diatas penderitaan masyarakat dan mahasiswa,” keluhnya. (you)

seLENgkapnya......

KNPI Deiyai Tengah Mendata Potensi dan Bakat Pemuda

Ketua KNPI Kabupaten Deiyai, Tino Mote kini tengah mendata seluruh potensi dan bakat yang dimiliki pemuda di daerah itu. Pendataan ini memiliki arti penting dengan tujuan KNPI akan negosiasi dengan pemerintah daerah, untuk melibatkan para pemuda dalam setiap bidang pembangunan.

“Jika kita sudah memiliki data potensi dan bakat dari pemuda, kita tinggal nego pemerintah daerah maupun SKPD yang ada di daerah ini. Dengan potensi dan bakat yang dimiliki, kita tawarkan kepada SKPD maupun pemerintah daerah untuk menggunakan pemuda ini untuk menjalankan program di masing-masing SKPD. Supaya istilah menjadi tuan di atas negeri sendiri bukan sebatas kata-kata,” tutur Tino Mote kepada media ini, kemarin.

Dirinya sebagai Ketua KNPI Deiyai meminta kepada seluruh SKPD dan pemerintah daerah untuk mendukung program yang ditetapkan Ketua KNPI Deiyai. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk SKPD dan pemerintah daerah makan tujuan Ketua KNPI dapat terwujud.

“Saya sebagai Ketua KNPI Deiyai tidak akan membiarkan pemuda begitu saja tanpa terurus. Dan pemuda pun sangat mendukung seluruh program pemerintah daerah dan SKPD. Jika pemuda mampu untuk berkarya, mari SKPD dan pemerintah daerah berikan kepercayaan kepada pemuda untuk menjalankannya,” harap Tino Mote. (ros)

seLENgkapnya......

STT Widiyaibi Onago Wisudakan 8 Mahasiswa

Sekolah Tinggi Theologia (STT) Widiyaibi, Onago, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, untuk pertama kalinya mewidukan 8 orang mahasiswa. Wisuda dilaksanakan dalam rapat senat terbuka di Aula Kingmi Waghete, Sabtu (18/2) kemarin.

Delapan orang yang diwisudakan masing-masing dari dua jurusan, yakni Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Theologi. Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Benny Giay, Ketua STT WP Jayapura, Dr. Noak Nawipa, Ed.D, Penjabat Bupati Deiyai, Hengky Kayame, SH, M.Hum dan seluruh jajaran teras Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Tak ketinggalan para dosen ikut menghadiri acara wisuda perdana tersebut. Ratusan warga dan keluarga dari peserta wisudawan-wisudawati juga ikut hadir. Acara wisuda dimeriahkan lagu-lagu dari Kelompok Paduan Suara Mahasiswa-mahasiwi STT Widiyaibi Onago.

Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Benny Giay, dalam kotbahnya mengharapkan kepada para wisudawan-wisudawati agar harus menjadi bintang yang bisa menerangi dunia kegelapan dimasa ini. Sebab kini dunia tengah diselimuti oleh berbagai persoalan termasuk virus berbahaya, HIV/AIDS.

“Kalian akan diutus ke dunia bukan di awan-awan, maka harus melayani jemaat di tempat tugas dengan sepenuh hati,” ujarnya di hadapan ribuan warga yang menyaksikan acara tersebut.

Benny juga mengatakan, dunia pendidikan Kingmi kini memasuki ambang kehancuran. Untuk menghidupkannya perlu ada partisipasi dari basis bawah. “Para Ketua Klasis se-Tanah Papua harus memberikan dukungan kepada lembaga sekolah (STT) agar pendidikan kita bisa dihidupkan kembali,” tandasnya.

Ia mengakui betapa sulitnya tugas seorang gembala, terutama dalam menghidupkan keluarganya dalam pelayanan. Selain masalah kebutuhan, medan pelayanan pun menjadi persoalan tersendiri. “Namun sebagai rasul-rasul, maka pergilah dan wartakan kabar gembira ke seluruh dunia,” kata Benny Giay dalam perutusannya.

Ketua STT WP Jayapura, Dr. Noak Nawipa mengatakan, jumlah alumni STT WP Jayapura saat ini sudah bertugas di seluruh Tanah Papua. “Dari tahun 1996 sampai 2012 ini mencapai 8.88 orang sarjana muda dan Sarjana penuh yang sudah lolos dari STT Walter Post,” kata Noak yang juga calon Gubernur Papua itu.

Sementara Penjabat Bupati Deiyai, Hengky Kayame, SH.MH dalam sambutannya, mengatakan, dirinya bersama jajaran siap mendukung program pendidikan di kampus STT Onago. Untuk itu, Penjabat Bupati meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar mendata seluruh kekurangan pembangunan fisik. (you)

seLENgkapnya......

26 November 2011

SK CPNS F 2010 Kab. Deiyai akan di Proses Secepatnya

SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Deiyai untuk Formasi 2010, akan diproses secepatnya dalam waktu dekat. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum dalam sambutannya belum lama ini di waghete ketika membagikan SK CPNS Formasi 2009.

Menurut Kayame, belajar dari pengalaman SK CPNS Formasi 2009, yang sangat lamban dan banyak kendala serta masalah, jangan lagi terulang pada proses SK CPNS 2010. “Kami pihak Pemda dalam hal ini instansi teknis harus proses SK CPNS 2010 secepatnya dalam waktu dekat, atau usai Natal dan Tahun Baru 2012,”terang Kayame.

Ditambahkan Kayame, kedepan dalam pemberkasan maupun penerimaan CPNS harus di teliti, atau bila perlu, untuk menghindari Ijazah-ijazah palsu, akan ditertibkan dengan mengumpulkan berkas-berkas yang lengkap misalnya, Ijazah terakhir, transkrip nilai dan skripsi juga SK Yudisium.

“Hal tersebut harus dilakukan, supaya tidak boleh persoalan yang sudah terjadi saat ini terulang lagi di penerimaan bahkan pemrosesan SK CPNS 2010 dan selanjutnya,”tegasnya. (jga)

seLENgkapnya......

Di Deiyai, 256 CPNS F 2009 Ikut Prajabatan

Akhirnya apa yang dikeluhkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2009 terkait kepastian pembagian SK CPNS dan Pelaksanaan Prajab Angkatan Pertama, terjawab sudah. Dimana sesuai pantaun wartawan di waghete, pada Senin (21/11) Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai melalui instansi teknis yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai membagikan SK CPNS kepada lebih kurang 256 orang.

Pembagian SK CPNS tersebut dilakukan di Aula Gedung Anthiokia Waghete, dan secara resmi di buka dan dibagikan SK secara Simbolis kepada 2 orang perwakilan dari Golongan II Fabianus Mote dan III Marike Pakage oleh Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M. Hum.

Pada kesepatan itu, Bupati Hengki Kayame mengingatkan dengan nada tegas kepada 256 CPNS untuk dapat menerima tempat penempatannya. “Jika ditugaskan di Kapiraya, Bouwobado atau Distrik-Distrik yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten harap diterima dengan baik, sebab anda-anda sendiri yang membawah diri untuk melamar di Pemerintah dan sudah membuat surat pernyataan 6 point, ketika mau mendaftar di Pemerintah.

Sebab nantinya hak-hak dari anda akan diberikan dan kami pihak Pemerintah akan terus memantau kewajiban dari anda semua,”tegasnya.

Disamping itu pula, kata Kayame “Sebagai CPNS angkatan Pertama Kabupaten Deiyai harus menunjukan kualiatas kerja yang professional. Jangan meniru kelakuan PNS yang hanya memakai pakaian Kheki disaat habis bulan ketika mau menerima Gaji ataupun Beras. Hal ini jangan ditiruh. Tirulah setiap PNS senior yang bekerja sesuai tupoksi dan yang sangat disiplin kerja.

Kepada pihak BKD, penerimaan CPNS Formasi 2009 ini merupakan pengalaman pertama yang jangan diulangi lagi jika ada kecurangan-kecurangan seperti menganti nomor yang sudah menjadi milik orang lain kepada oknum tertentu dengan menerima Amplop dan lain-lain. Haraplah bekerja sesuai mekanisme yang positif.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Deiyai, Fredric Awarawi kepada 256 CPNS menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam pengurusan SK tersebut.

Pasalnya, pihaknya tengah berusaha semaksimal mungkin namun ada kendala-kendala tertentu yang menghambat jalannya pemrosesan SK ini. Misalnya saja, ada kekurangan berkas baik Ijazah, Akreditas Perguruan Tinggi dan lain-lainnya, dan juga disamping itu pula ada beberapa CPNS yang umurnya diatas 35 tahun. “Itu yang mengalami penundaan, sehingga kami di Kabupaten Deiyai bisa membagikan SK pertengahan bulan November ini.”jelasnya.

Masih dikatakannya, ada sebanyak 10 orang dari 256 CPNS yang SK-nya tinggal ditandatangani oleh mantan Penjabat Bupati Deiyai yakni, Drs. Blasius Pakage. Namun tetap yang 10 orang tersebut mengikuti Prajab. Dalam waktu dekat SK untuk 10 orang akan dibagikan, apabila telah ditandatangani pak Pakage.

Mengenai Prajabatan, kata Awarawi untuk Golongan II akan dilakukan selama 19 hari dan Golongan III selama 24 hari terhitung mulai Kamis (24/11). (jga)

seLENgkapnya......

Di Deiyai, Dilakukan Pendataan Calon Penerima BOMM SMA

Dalam rangkah Pendataan sekolah calon penerima Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA, Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Layanan Pendidikan SMA Tahun 2011 maka Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua mengirimkan staf untuk mengunjungi setiap sekolah setingkat atas seperti SMA dan SMK se Provinsi Papua.

Ketika ditemui wartawan, Staf Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua, Barnabas Adii mengatakan bahwa dirinya diberikan mandate/tugas selama lebih kurang 4 hari guna mengmabil data sekolah calon penerima BOMM SMA.

“Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, untuk Kabupaten Deiyai sendiri sasaran sekolah yang kami tuju yakni SMA Negeri Tigi dan SMA Negeri Tigi Barat. Kami ambil data semua penggunaan dana yang sudah dikucurkan Pemerintah Provinsi yang sumber dananya dari DIPA. Dengan adanya data ini sangat bermanfaat juga, untuk pelaporan ke ketingkat Provinsi, supaya jika tahun ini kegiatannya berjalan dengan baik, maka memudahkan juga untuk pengusulan kegiatan BOMM tahun 2012,”terangnya.

Dikatakannya, sekolah yang mendapatkan dana BOMM ini selain ke dua SMA tersebut juga diterima oleh SMK Negeri Waghete, SMTA, SMA YPPGI.

Untuk diketahui bahwa bantuan BOMM yang bersumber dari DIPA ini yang digunakan di setiap sekolah dan di peruntukkan untuk “Membantu biaya penerimaan siswa baru (PSB) di SMA (Pembelian ATK, Bahan Praktek/Alat IPA, Media Pembelajaran dan Buku Pelajaran). Membiayai pelaksanaan remedial dan enrichment bagi siswa. Membiayai ulangan harian/evaluasi belajar siswa (misalnya untuk membeli kertas ulangan, penggandaan soal). Mendukung pelaksanaan Pendidikan Karakter melalui revitalisasi antara lain UKS, Pramuka, KIR. Dan membiayai pembayaran langganan internet untuk kepentingan pembelajaran.” (jga)

seLENgkapnya......

09 November 2011

Bupati Segera Evaluasi Kinerja Pejabat Daerah


Salah Satu Tokoh Pemuda Deiyai dari Distrik Tigi Timur dan juga mewakili CPNS Formasi 2009 Kabupaten Deiyai, Jemmy Gerson Adii, SE kepada wartawan, Kamis (10/11) mengharapkan kepada Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengky Kayame, SH, M.Hum agar segera mengevaluasi kinerja Pejabat Daerah yang Bereselon II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai terutama yang ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada umumnya, dan lebih khususnya kinerja Pimpinan (Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian) dan bawahaannya (Sekretaris, Kepala Bidang dan Kepala Seksi) pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, Kata Adii “Menurut pengamatannya selama ini semuanya berjalan sendiri-sendiri. Artinya tidak ada kerja sama yang dilakukan antara pimpinan dengan bawahan. Kami nilai ada Pimpinan baik Dinas, Kantor atau Badan serta Bagian yang bisa bekerja tetapi ada juga yang tidak bekerja namun selalu ada di luar daerah. Selain itu juga terkesan kinerja bawahannya (Sekretaris, Kepala Bidang dan Kepala Seksi) ini selalu tidak menghargai atasan mereka.

Sebenarnya, menurut Jemmy. Bekerja sama itu sangat penting. Kalau bisa baik itu Pimpinan atau Bawahan yang bekerja tidak saling kerja sama sebaiknya di roling saja.
“Berdasarkan fakta dilapangan, yang kami sebagai CPNS hadapi selama ini, sudah hampir dua kali kami menyatakan aspirasi kami kepada pihak Pemerintah dalam hal ini BKD.

Tidak salah pada bulan Agustus usai Upacara HUT RI dan juga bulan awal bulan Oktober lalu, namun yang menerima aspirasi kami yakni pak Bupati sendiri, dan juga sudah berapa kali aspirasi kami dimuat di Koran baik PapuaPos Nabire maupun Bintang Papua, tetapi masih saja belum jelas nasib kami sebagai CPNS Kabupaten Deiyai angkatan Pertama tahun 2009, yang hingga kini terkesan belum adanya kepastian dalam pembagian SK bahkan kepastian waktu pelaksanaan prajabatan,”tegasnya.

Kalau bisa untuk Kantor BKD, Kepala BKD, Fredrick Awarawi, Sekretaris BKD, Yesaya Pakage dan Staf BKD, Yusak Adii segera di roling saja kepada Pejabat atau Putra Daerah yang bisa bekerja demi nasib banyak orang. Ketiga bapak tersebut sangat terkesan bekerjanya sendiri-sendiri tanpa adanya kerja sama, sehingga bisa saja SK CPNS terjadi molor hingga sampai detik ini, dengan demikian membuat nasib banyak orang terlantar.

Sebaliknya jika ketiga bapak tersebut masih duduk di BKD, tidak menutupkemungkinan akan terus dan terus terlantar nasib adik-adik baik formasi 2010 hingga formasi-formasi selanjutnya. Dalam roling atau mengisi kekosongan jabatan eselon oleh Bupati Deiyai dalam waktu dekat jangan lupa aspirasi kami ini ditanggapi, jika kalau mau ada perubahan khususnya di BKD. Karena BKD adalah kunci nasib banyak orang baik PNS, CPNS maupun yang akan melamar nantinya.

Selain itu, menurut Jemmy. Jika memang benar kalau SK-nya sudah ada ditangan pak Bupati di harapkan segera dibagikan. Dan tolong perjelas berapa hak-hak (rapelan) yang akan diberikan kepada para CPNS dan juga tolong penjelasan terkait kapan pelaksanaan Prajabatan Angkatan Pertama CPNS Formasi 2009 Kabupaten Deiyai. (jga)

seLENgkapnya......

22 Oktober 2011

51 SD & 8 SMP se-Kabupaten Deiyai Terima Buku & Alat Peraga

Setelah Dana Insentif dan Kesejahteraan dikucurkan Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Instansi teknis Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) kepada lebih kurang 365 Guru pecan lalu. Kini sebanyak 51 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Deiyai mendapatkan pengadaan Buku-Buku Kepustakaan dan Alat-Alat Peraga melalui bantuan Pusat lewat Pemerintah Kabupaten Deiyai atau instansi teknis yakni Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun Anggaran 2011.

Sesuai pantau wartawan dilapangan, minggu lalu telah dilakukan pendistribusian Buku-Buku dan Alat-Alat Peraga Tingkat SD ke sekolah-sekolah dasar yang tersebar di Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat, dan untuk SD-SD yang ada di Kapiraya, Bouwobado dan beberapa sekolah yang aksesnya jauh seperti di Distrik Tigi Timur dan Tigi Barat sementara buku-buku dan alat-alat peraga masih diamankan di kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.

Sementara Buku-Buku untuk Tingkat SMP yang tersebar di Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat juga sudah di distribusikan pihak Kontraktor ke sekolah-sekolah pada tanggal 20 hingga 22 Oktober 2011 lalu. Dan informasi mengenai pendistribusian alat-alat peraga Tingkat SMP akan disitribusikan dalam minggu ini (akhir bulan oktober ini), dan sementara pengadaan barang-barangnya masih di amankan di Ibu Kota Kabupaten Paniai.

Beberapa perwakilan Kepala-Kepala Sekolah SD maupun SMP, salah satunya Kepala SMP Negeri Ayatei Distrik Tigi Barat, Stefanus Ukago, S. Pd ketika menerima pengadaan Buku dan Alat-Alat Peraga kepada wartawan, Jumat (21/10) lalu mengatakan pihaknya sebagai sekolah penerima bantuan ini merasa senang, bangga dan berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Dikbudpora yang sudah mengalokasikan dana melalui DAK dan DAU Tahun Anggaran 2011.

Pasalnya, kata Stefanus Ukago bahwa apa yang pernah disampaikan oleh Kadin Dikbudpora pada tahun 2010 lalu kini tahun 2011 ini telah terealisasi, selain itu sebelumnya pihaknya juga mendapat 1 unit bangunan Perpustakaan dan juga pada tahun 2011 ini juga SMP Negeri Ayatei mendapatkan 3 Unit Rumah Guru. “Kami sangat apresiasi sekali dengan adanya bantuan baik bangunan Perpustakaan, Bangunan Rumah Guru dan Pengadaan Buku-Buku serta Alat-Alat Peraga semua sekolah baik SD maupun SMP, “ujarnya dengan berbangga hati.

Masih menurut Ukago, sekarang yang menjadi kendala dari semua sekolah adalah kekurangan Guru-Guru, untuk itu diharapkan kepada pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Dikbudpora untuk segera bekerjasama dengan BKD menjawab kekurangan guru ini.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada wartawan mengatakan bahwa apa yang menjadi program pihaknya di Dinas kini satu persatu mulai terjawab. Misalnya perpustakaan yang sudah di bangun tahun 2010, kemudian pembangunan ruang kelas belajar, pembangunan rumah guru, pengadaan Buku dan Alat Peraga Tingkat SD dan SMP.

Sementara kini yang masih menjadi perjuangannya yakni Membuka Kelas Jauh Perguruan Tinggi yang sebagaimana bekerjasama dengan UNCEN Jayapura dan Menyiapkan Tambahan Guru-Guru untuk ditugaskan kesekolah-sekolah yang masih berkekurangan Guru-Guru Bidang Studi.

“Jika, yang menjadi program kami sudah terjawab semuanya, kami sangat puas. Mudah-mudahan satu demi satu dapat terealisasi dalam tahun-tahun mendatang. Sementara mengenai Guru-Guru kami akan mencoba bekerjasama dengan pihak BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Deiyai, walaupun sementara ini pihak BKD masih jauh dan belum ada kerjasama dengan kami pihak dinas Dikbudpora.”terangnya. (jga)

seLENgkapnya......

Kenapa Motor Dinas Jadi Bisnis, Dimanakah Pengawasannya ?

Pengadaan Motor Dinas di lingkungan Pemerintahaan Kabupaten Deiyai melalui Anggaran APBD Kabupaten Deiyai tahun 2011 yang di bagikan ke beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baik Kantor, Dinas, Badan, Bagian, Distrik dan DPRD Kabupaten Deiyai dalam pemanfaatannya tidak sesuai aturan. Demikian ditegaskan Tokoh Pemuda Deiyai dari Distrik Tigi Timur, Jemmy Gerson Adii, SE, kepada Media ini, Sabtu (22/10) lalu.

Pasalnya, Kata Jemmy “Sesuai pantauan kami sebagai masyarakat yang peduli akan pemerintahaan Deiyai ini, dimana motor-motor dinas yang berplat merah itu lebih banyak aktivitasnya digunakan sebagai lahan bisnis ketimbang digunakan untuk beraktivitas dikantor, dalam artian Motor Dinas tersebut dipakai jadi ojek. Kenapa Motor dinas dengan berplat merah yang sebenarnya harus dipakai untuk melakukan aktivitasnya hari-hari di Kantor berubah menjadi motor ojek ?”.

Ini jadi pertanyaan yang perlu digarisbawahi, kenapa bisa demikian. Adii berharap jangan mencopipastekan gayanya Kabupaten Induk Paniai. Dimana Mobil dan Motor Dinas yang sebenarnya sebagai Aset Daerah dijadikan milik pribadi pejabat tertentu setelah masa jabatannya berakhir atau bahkan diroling kejabatan tertentu. Ini sangat berbahaya sekali, kedepan Kabupaten Deiyai ini mau dibawah kemana, jika di saat ini saja sudah seperti begitu?

Dikatakannya, hal-hal itu menjadi pertanyaan besar dikalangan Pemuda, Perempuan dan Masyarakat Deiyai. Terkait penggunaan Motor Dinas yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Apakah selama ini ada pengawasan langsung dari pihak Pemerintah melalui Inspektorat sebagai kantor Pengawasan Pemerintahaan ataukah tidak ada ?

Diakhir komentarnya Jemmy berharap Kepada Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum agar segera menindaklanjuti atau mengaudit semua penggunaan Motor Dinas yang digunakan staf sebagai bawahannya baik yang ada di Distrik, SKPD dan DPRD Kabupaten Deiyai, apakah dalam penggunaannya dipakai sesuai peruntukan atau kah tidak?

Sementara itu, Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Deiyai dan juga Sekretarisnya belum bisa dihubungi karena sampai dengan berita ini naik cetak, tidak berhasil ditemui. (jga)

seLENgkapnya......

Semua Kegiatan Proyek Fisik di Deadline Selesai Akhir Bulan Oktober

Terkait dengan kegiatan proyek fisik untuk semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2011 pada umumnya dan lebih khususnya Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai di deadline harus selesai 100% kegiatannya pada akhir bulan Oktober 2011.

Pasalnya, bagi semua kontraktor yang hingga berita ini diturunkan belum 100% kegiatan diselesaikannya baik kegiatan Pengadaan Meubeleur, Pembangunan Ruang Kelas dan Pembangunan Rumah Guru, maka semua jenis kegiatan proyek itu akan diambil kembali oleh Pemerintah dan akan diberikan kepada kontraktor yang bisa bekerja sesuai target yang ditentukan.

Hal ini merupakan penegasan langsung dari Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum yang sebagaimana diteruskan penyampaian oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada media ini Sabtu (22/10) lalu.

Untuk diketahui oleh semua Pengusaha (Kontraktor-red), Kata Johanis Adii bahwa dalam minggu ini juga akan dilakukan tinjau lapangan oleh Tim Pengawasan dari Dinas Dikbudpora kesemua titik pembangunan yang ada di Kabupaten Deiyai. Untuk itu kepada semua Kontraktor mohon dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan sesuai tenggang waktu yang ditentukan, dan sudah pasti akhir bulan Oktober 2011 ini harus tuntas 100 persen untuk semua jenis kegiatan.

“Ketika kita sudah mendapat suatu tanggung jawab alias kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah melalui instansi terkait, mari kita harus bisa bertanggung jawab untuk menyelesaikannya tepat waktu.”Tegas Kadin Dikbudpora Deiyai.

Dikatakannya, hal itu dihimbau mengingat setiap tanggal 15 Desember sudah masuk dalam tutup anggaran, untuk itu hingga kini tinggal sebulan lagi, maka dari itu Pemerintah memberikan batas waktu kepada semua Pengusaha (Kontraktor) bahwa akhir bulan oktober ini semua jenis kegiatan proyek sudah harus tuntas 100 %. Karena pada bulan November depan Pemerintah khususnya bagian Keuangan akan focus untuk pembayaran tagihan-tagihan baik kegiatan Pengadaan Meubeleur, Pembangunan Ruang Kelas dan Rumah Guru. (jga)

seLENgkapnya......

13 Oktober 2011

365 Guru Terima Dana Insentif dan Kesejahteraan

Apa yang ditunggu-tunggu guru-guru akhirnya terjawab sudah. Tepatnya pada Rabu (12/10) dan Kamis (13/10) bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai sebanyak 365 Guru Se-Kabupaten Deiyai menerima Dana Insentif dan Kesejahteraan.

Untuk diketahui total dana Insentif dan Kesejahteraan yang di bayarkan pihak Pemkab Deiyai melalui Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai kepada Guru-Guru yakni sebesar Rp. 1.905.250.000,-

Pembayaran itu dilakukan berdasarkan Golongan I, II, III, dan IV. Pasalnya, untuk Golongan III dan IV dipotong PPH dan PPN masing-masing guru mendapatkan Rp. 4.800.000 per orang dan pada Golongan I dan II tanpa ada potongan PPH dan PPN masing-masing Guru mendapatkan Rp. 5.300.000. per orang

Sesuai pantauan media ini, pembagian Dana Insentif dan Kesejahteraan berjalan aman dan terkendali. Pasalnya pembagian tersebut di saksikan oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd bersama staf-stafnya dan juga pihak Anggota Polsek Waghete.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada wartawan mengatakan apresiasi yang besar kepada semua Guru-Guru, karena sudah bersabar dan menungguh hak-hak mereka hingga proses pembagian ini. Apapun yang dilakukan oleh pihaknya, ketika memulai tahapan administrasi hingga sampai proses pembayaran ini mempunyai kendala, namun kendala-kendala itu bisa berlalu hingga sampai pembayaran ini berlangsung.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi yang besar kepada semua guru-guru, karena sudah menungguh hingga sampai dengan pembayaran ini. Walaupun ada pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk memprovokasi guru-guru dengan memperkeruh situasi yang baik ini menjadi buruk. Tetapi, saya sangat senang karena guru-guru tetap terus bersabar, sekali lagi terima kasih banyak untuk kesabarannya dan juga kerjasama serta kekompakannya.”tegasnya sembari menambahkan bahwa hal-hal yang menjadi kesalahan itu akan menjadi pelajaran penting bagi kita, supaya kedepannya akan menjadi baik. (jga)

seLENgkapnya......

27 September 2011

Pembayaran Insentif dan Kesejahteraan berdasarkan DPA !

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada wartawan mengatakan bahwa setiap Pembayaran Insentif dan kesejahteraan bagi Staf dan Guru-Guru dilapangan setiap tahun itu dilakukan berdasarkan DPA Dinas Pendidikan yang disahkan oleh DPRD Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, Kata Kadin “Jangan ada oknum atau kelompok-kelompok tertentu yang mengambil kesempatan untuk mau menjatuhkan nama baik kami dengan mengatakan bahwa Kepala Dinas yang memangkas hak-haknya Guru-Guru dilapangan.

Kalau memang begitu, itu berarti saya sebagai pimpinan dari Staf bahkan guru-guru dilapangan mau taruh muka dimana. Semua kita harus melalui koordinasi, jangan asal kata-katanya saja dan menyebarkan bahasa yang tidak-tidak kesemua pihak sehingga memperbesar persoalan. Hal-hal inilah yang namanya provokator dan yang mau merusak Negara ini khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Deiyai,”.

“Saya sebagai putra daerah merasa kesal, karena hal-hal yang tidak benar selalu di bilang benar, dan malah memperkeruh keadaan. Kita dari Dinas sudah menawarkan untuk mau membayar sementer satu duluan, tetapi, pada tanggal 18 Agustus berdasarkan kesepakatan dari Guru-Guru melalui Tim yang dibentuk menyampaikan bahwa telah sepakat untuk menerima dana Insentif dan Kesejahteraan apabila 2 Semester.

Sekarang harus tetap menungguh, karena untuk memproses semester berikutnya juga membutuhkan waktu, baik waktu untuk menyiapkan berkas administrasi juga waktu untuk menungguh pemrosesan dari pihak Keuangan Daerah”tegasnya, Selasa (27/9).

Disamping itu juga perlu diketahui oleh semua pihak bahwa yang menghambat proses pencairan dana Insentif dan Kesejahteraan bukan dari Kepala Dinas melainkan dari Oknum-Oknum yang ada di Dinas bahkan yang memperlambat pencairan adalah dibagian Keuangan Setda Kabupaten Deiyai. Jangan ada oknum yang melemparkan batu kemudian sembunyi tangan. Kita bekerja di Deiyai harus bekerja dengan berjiwa Nasionalis, bukan Isme. (jga)

seLENgkapnya......

Proses SK CPNS 2009 di Pemkab Deiyai di Pertanyakan

Proses SK CPNS 2009 untuk Pemerintah Kabupaten Deiyai masih menjadi pertanyaan? Hal ini disampaikan salah satu perwakilan dari CPNS Formasi 2009 Kabupaten Deiyai, Jemmy Adii, kepada media ini, Rabu (28/9) kemarin.

Menurutnya, selama ini dirinya bersama rekan-rekan lainnya terus mengecek di kantor BKD yang berkedudukan sementara di Mes Koramil Waghete. Namun belum juga ada tanda-tanda positif yang jelas dari Staf yang bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, kapan BKD Kabupaten Deiyai akan membagikan SK CPNS formasi 2009? Patut dipertanyakan kinerja BKD, dan mungkin pak Bupati Deiyai, Bapak Hengki Kayame akan mengetahuinya secara dekat, karena sudah memperhambat nasib banyak orang.

“Kalau dibandingkan dengan teman-teman yang sama-sama lolos pada formasi 2009 di kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Papua hampir semua sudah terima SK CPNS. Ada pula yang bahkan sudah mengikuti prajabatan.“Tetapi, kenapa di Deiyai ini bisa terlambat begini? Apa yang menjadi kendalanya sampai BKD belum pernah sampaikan informasi terkait proses SK CPNS Formasi 2009 ini?,”kata Jemmy mempertanyakan.

Sebaiknya, Bupati Deiyai jangan menutup mata, tetapi tolonglah mempertegas stafnya khususnya yang bekerja di BKD Deiyai supaya bisa mempercepat proses SK, karena tinggal menghitung bulan lagi, tentunya akan ada penerimaan CPNS tahap ketiga untuk tahun 2011 ini. (jga)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com