Trend positif tim ‘Mutiara Hitam’ Persipura Jayapura di ISL musim ini terus berlanjut. Setelah sukses menekuk Persijap Jepara dengan skor 3-1, anak –anak asuh Jacksen F Tiago kembali menuai poin penuh usai menaklukkan tuan rumah, Persibo Bojonegoro dengan skor tipis 1-0, Rabu (27/10), di Stadion Brawijaya Kediri.
Sejak babak pertama dimulai kedua tim bermain dalam tempo lambat. Walau demikian tim tuan rumah sempat memperoleh beberapa pelung mencetak gol. Dimenit ke-24 sebuah tendangan keras Cucu Hidayat dari luar kotak penalti masih mampu digagalkan penjaga gawang Persipura, Yoo Jea Hoon. Begitu juga dengan peluang yang diperoleh Victor da Silva di menit ke-27 dan Samsul Arif pada menit ke-30 belum mampu menebus gawang Persipura.
Tim ‘Mutiara Hitam’ sendiri nyaris tanpa peluang yang berarti sepanjang babak pertama berlangsung. Skor 0-0 akhirnya bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua Persibo Bojonegoro tetap mengendalikan permainan. Beberapa kali tim asuhan Sarto Anwar ini mengancam gawang Persipura. Merasa kalah agresif dalam penyerangan, pelatih Jacksen F Tiago akhirnya menarik keluar Gerald Pangkali dan Titus Bonay yang digantikan oleh Lukas Mandowen dan Ricardo Salampessy. Masuknya kedua pemain ini cukup efektif. Terbukti dua kali Lukas memperoleh peluang namun masih gagal menembus jala Persibo yang dikawal Wahyudi.
Sejak itu Persipura mulai mengambil alih serangan. Permainan dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas Persipura mulai terlihat. Hasilnya berkali-kali tim ‘Mutiara Hitam’ merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Sayang tak satupun gol mampu tercipta.
Gol yang dinanti-nantikan oleh kubu Persipura akhirnya terjadi juga di menit ke-88 melalui Boaz Solossa. Boaz yang menerima umpan terobosan Zah Rahan berhasil mengecoh penjaga gawang Wahyudi sebelum melepaskan tendangan menyusur tanah ke sisi kiri gawang Persibo. 1-0 Persipura unggul. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-9 Boaz dimusim ini dan makin memantapkan psosinya sebagai top skor sementara ISL.
Meski Persibo Bojonegoro masih terus berusaha menyamakan skor dimenit-menit akhir pertandingan, namun hingga wasit meniupkan pluit panjang tanda pertandingan berakhir skor 1-0 untuk kemangan Persipura tetap tak berubah.
Dengan tambahan tiga angka ini Persipura Jayapura masih memimpin klasmen sementara ISL dengan torehan 16 poin dari 6 laga yang telah dilakoninya. Persipura Jayapura akan kembali bertandingan, Minggu (31/10), di Stadion Mandala Jayapura menghadapi Deltras Sidoarjo. (Arjuna)
Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
PSD Demak - Rekor musim ke musim ← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21 Baris 61: Baris 61: * 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng) * 2...12 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
27 Oktober 2010
Boaz Menangkan Persipura, Ketika melawan Persibo Bojonegoro
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: OLAHRAGA
Bantuan Pendidikan masih ditangani Sekda bagian Sosial
Terkait dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa deiyai se-Indonesia terkait dengan bantuan dana pendidikan (Beasiswa), kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Rabu (27/10) lalu mengatakan bahwa hingga sampai dengan tahun 2010 (tahun pertama hadirnya pemerintahaan Kabupaten Deiyai-red) ini tidak ada pos dana dalam Daftar Perincian Anggaran (DPA) Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Pasalnya, kata Adii. Sementara pos dana bantuan pendidikan seperti beasiswa dan lain-lainnya itu ditangani langsung oleh Sekda bagian Sosial, jadi sekarang tidak lagi ada pemikiran yang bukan-bukan dari anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia bahwa dana bantuan pendidikan ada di dinas Dikbudpora.
“Sudah sangat jelas sekali, bahwa ditahun pertama pemerintahaan Deiyai dana bantuan pendidikan tidak ada di dalam DPA Dinas Dikbudpora. Kalaupun ada pastinya akan di usulkan untuk tahun-tahun berikutnya,”tegasnya.
Ditambahkannya, perlu juga anak-anak mahasiswa ketahui bahwa Deiyai merupakan kabupaten baru tidak sama dengan Kabupaten Induk Paniai atau kabupaten-kabupaten lainnya sudah maju dan mandiri. Kita di deiyai saja sampai saat ini, dengan dana sedikit kita gunakan untuk pembangunan seadanya. Misalnya, untuk dinas pendidikan, pembangunan yang dilakukan diantaranya Pembangunan Gedung Perpustakaan di beberapa sekolah, Pembangunan 4 Ruang Kelas Belajar dan pengadaan Meubelair.
Sementara intensif yang didapatkan oleh 14 SMP dan SMA/SMK di Deiyai, kata Kadin “Itu langsung dikucurkan dari Dirjen Pusat ke rekening sekolah-sekolah. Ya, yang jelasnya tahun-tahun berikut akan di usahakan, supaya Dinas Dikbudpora bisa menangani langsung bantuan pendidikan tersebut seperti sebagaimana yang di tanyakan oleh anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia itu dan begitupun juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Deiyai…!!! .(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Menuju “Deiyai Baru” di Butuhkan Kerja Keras
Demikian beberapa kata sederhana yang dapat saya paparkan dalam kop atau judul diatas ini. Dalam artian bahwa untuk mewujudkan 'Deiyai Baru' yang sejahtera, aman dan damai, sangatlah di butuhkan kerja keras dengan penuh kesadaran, ketulusan serta penuh pengorbanan dari semua pihak yang berkompoten di negeri ini.
Satu hal keberhasilan yang belum bisa saya buktikan sebagai contoh, karena sudah tentu semua kita telah mengetahui bahwa Kabupaten Deiyai ini masih di bilang berusia seumur jagung atau dengan kata lain masih berada pada tahap pembangunan pondasi.
Singkat kata, dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan panjang lebar menyangkut apa-apa saja yang sudah berhasil dalam artian dari sisi keberhasilan pembangunan, karena semua kita sudah tahu bahwa daerah ini adalah daerah baru yang di mekarkan dari daerah induk kabupaten Paniai, yang hingga kini masih membutuhkan banyak hal pembangunan dari berbagai sector yang pula juga tidak terlepas dari point-point penting yang terdapat dalam UU No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus-red) Papua, diantaranya, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur.
Menurut saya, untuk menuju pada tahap-tahap keberhasilan kedepan sangat perlu di tentukan dari sekarang ini, karena maju atau tidaknya pembangunan di suatu daerah di tentukan hari ini, sebaliknya bukan besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau bahkan tahun depan. Sebab suatu kelak nanti, ketika daerah ini maju merupakan usaha bersama dari berbagai pihak-pihak yang berkompoten di daerah ini, misalnya saja “Pihak eksekutif, legislatif, aparatur, keamanan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa, seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh komponen masyarakat lainnya, yang akan berperan pada Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangkah Panjang Daerah (RPJPD)”, dan sebaliknya bukanlah hasil usaha satu pihak semata.
Yang menjadi penekanan penting dari saya dalam tulisan ini yakni bahwa semua pihak yang akan menduduki jabatan-jabatan penting di daerah ini, di harapkan perlu merenungkan kembali sebelum melaksanakan tugas-tugas pemerintahaan yang di berikan oleh Pemerintah Pusat (Pempus), sebagaimana yang melantik putra dan putri terbaik untuk menduduki jabatan pada Eselon I, II, III dan IV khususnya di pemerintahan baru Kabupaten Deiyai, dan apapun yang di lakukan tentulah di lakukan dengan benar dan sesuai dengan baju Otsus.
Secara filosofis bahwa Otsus ada di tanah Papua kurang lebih 10 tahun, ternyata belum didukung dan dilandasi aturan pelaksanaannya seperti Perdasi/Predasus. Akibatnya, gerbang Otsus yang telah berjalan cukup lama ini ternyata tidak berjalan pada rel besi sebagai landasannya. Untuk itulah merupakan tugas dari semua pihak yang sebagaimana telah saya sebutkan diatas pada alinea kedua, tidak lain adalah menjalankan Otsus secara sungguh-sungguh dan benar serta perlu dijabarkan dalam program-program priotitas seperti pendidikan, kesehatan, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di kampung-kampung.
Dengan demikian apapun yang akan di lakukan kelak dalam tahap demi tahap pembangunan dapat benar-benar berpihak kepada masyarakat akar rumput di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada umumnya, dan lebih khususnya di Kabupaten Deiyai yang tercinta ini, sesuai dengan payung Otsus.
Masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Deiyai ini perlu bersyukur karena untuk mencapai visi Deiyai Baru seperti yang dicita-citakan saat ini ketika daerah ini yang sebelumnya masih berstatus Distrik dan kini telah menjadi Kabupaten Pemekaran yang masih di jabat oleh Penjabat Carateker ini telah dikarunia sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah sebagai modal dasar pembangunan daerah yang potensial untuk dikelolah dan dikembangkan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa, potensial-potensial yang akan di kembangkan diantaranya seperti sektor pertambangan, pertanian, peternakan, pariwisata dan lain-lainnya yang semuanya bisa dikelolah demi untuk kesejahteraan masyarakat setempat di kemudian waktu.
Sesuai hasil input data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa angka harapan hidup, angka rata-rata lama sekolah, angka melek huruf, angka kemampuan pengeluaran rill perkapita umumnya masih berada dibawah angka rata-rata nasional. Menghadapi tantangan itu, secara umumnya di Papua dan Papua Barat serta lebih khususnya di Kabupaten Deiyai sedikitnya ada 6 program prioritas yang perlu dilakukan. Keenam poin tersebut, diantaranya: “Peningkatan ketahanan pangan, Pengentasan kemiskinan, Pembangunan sarana/prasarana dan Peningkatan pelayanan dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak serta kecukupan gizi, perumahan/pemukiman, pembanguan jaringan irigasi, dan pemberatasan HIV/AIDS serta penyakit social lainnya”.
Juga yang perlu di perhatikan lagi kedepan yakni, masalah penataan lingkungan hidup serta program pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah/kawasan daerah perbatasan melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian-keterisolasian dan fasilitas umum lainnya.
Yang menjadi usulan saya yakni, kiranya daerah-daerah yang baru di mekarkan, salah satunya “Deiyai” ini memerlukan anggaran yang besar, karena itu sudah berdasarkan fakta di lapangan, sehingga hal ini juga tidak terlepas dari adanya dukungan atau bahkan kerja sama dari pihak kedua bahkan ketiga, supaya apa yang di harapkan masyarakat Mee saat ini untuk menuju Deiyai baru dapat tercapai.
Dengan demikian, diakhir tulisan saya ini, yang bisa saya sampaikan yakni tentunya semua kita mempunyai satu tekad dan harapan untuk kedepan adalah pentingnya ada keterpaduan dan persatuan oleh seluruh komponen masyarakat di Papua pada umumnya dan lebih khususnya di daerah Deiyai ini dengan satu tujuan dalam melakukan penggalangan (satukan-red) kekuatan dan semangat untuk membangun daerah ini dari berbagai kesenjangan-kesenjangan menuju Deiyai Baru, yang di capai pada taraf meningkatnya kesejahteraan rakyat…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii_Penulis adalah Pemuda asli Tigi Timur_Kabupaten Deiyai)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: EDITORIAL, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
My Number NPWP
My Daily
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan