Di dalam dunia kerja, yang di maksud dengan istilah rotasi atau mutasi kerja bukanlah kata asing, dengan demikian sehingga tidak sering kita sebagai karyawan ataupun pegawai negeri merasa baru mendengarnya serta bahkan juga tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan berbagai cara agar terhindar dari rotasi ataupun mutasi kerja itu sendiri pada kali keduanya.
Dikatakan demikian karena, pada dasarnya dan sudah menjadi ciri kebanyakan kita tidak mengharapkan atau takut adanya perubahan, serta terlebih lagi kalau perubahan yang dimaksud bisa menyebabkan multi-efek bagi karyawan baik secara lahir, batin, fisik bahkan maupun psikis yang berpengaruh pada penurunan kinerja, menurunnya motivasi kerja, suasana kerja kurang kondusif, dan masih banyak lagi efek yang mungkin bisa timbul.”demikian syair dari Endra Dinata dalam tulisannya yang berjudul Rotasi atau Mutasi Kerja.
Beberapa pertanyaan yang timbul dalam benak saya, ketika hal yang namanya rotasi atau mutasi kerja itu terjadi yakni, bagaimana caranya agar rotasi dan mutasi kerja itu bisa mencapai hasil maksimal dan membuat saya sendiri bahkan karyawan dan siapa saja pada pengalaman kerja sebelumnya tidak merasa terancam, dan sudah barang tentunya saya dan semua kita yang termasuk pada jalur ini harus beradaptasi dalam artian melakukan tatap muka (empat mata) dengan atasannya.
Saya memang sadari bahwa tips yang di gunakan oleh atasan saya sangat sekali baik, sebab dimana untuk mencapai hasil maksimal dari rotasi dan mutasi kerja itu yang di lakukan atasan saya kepada saya beberapa waktu lalu, atau akhir bulan Agustus 2009 yakni dengan cara :
“Mengumpulkan atau memanggil saya untuk mengajak saya berdiskusi ringan empat mata. Menyampaikan ucapan terimakasih atas kontribusi saya dan prestasi selama ini dengan menyampaikan hal-hal positif dan saran atau masukan untuk memperbaiki kinerja lainnya yang dirasa kurang pada tempat atau lokasi kerja yang baru. Dalam hal ini, atasan saya sangat sekali memerlukan atau memiliki data-data akurat akan prestasi saya dan bahkan semua kita sebagai pendukung sehingga mengurangi kesan apa yang di sampaikan tidak mengada-ada atau hanya sekedar omong kosong.”
“Memberikan kesempatan kepada saya untuk juga memberikan argumen berdasarkan fakta yang saya rasakan, sehingga memunculkan bahwa diskusi ini bukan kegiatan untuk menjudge saya tetapi untuk kepentingan perbaikan prestasi saya itu sendiri di tempat atau lokasi kerja yang baru”,
“Memberikan penjelasan bahwa terkait dengan hal di atas perlu diadakannya perubahan dan jujga manfaat perubahan ini (bisa rotasi atau mutasi) adalah untuk kepentingan dan perkembangan saya dan bukan semata-mata untuk memenuhi kepentingan golongan atau kelompok tertentu bahkan manajemen yang kurang bertanggungjawab serta untuk mengantisipasi hal negatif, seperti pengumpulan data-data dan informasi-informasi yang akurat sebagai pendukung”
Dan terakhir pula saya di berikan komitmen, yakni kalau memang dalam proses perubahaan ada hal-hal yang kurang diharapkan terjadi, maka dengan tegas atasan saya menyampaikan bahwa baik manajeman maupun saya sebagai karyawan sepakat untuk menyelesaikan secara mufakat, bukan langsung menjudge salah satu pihak yang dinilai tidak becus dalam bertindak dan mengambil keputusan
Beberapa ekses tidak adanya rotasi diantaranya seperti, kontrak mati, Chauvinisme sempit, Kejenuhan dan Depresi, Rotasi / Mutasi adalah hukuman. Sementara itu keuntungan-keuntungan dari rotasi diantaranya; sebagai sarana evaluasi penugasan karyawan/pegawai negeri, sebagai sarana meningkatkan produktivitas kerja, sebagai saran pembinaan bagi karyawan/pegawai negei, sebagai sarana untuk memperkokoh kesatuan dan pertuan team di lapangan kerja ……..Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)
PSD Demak
-
Rekor musim ke musim
← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21
Baris 61: Baris 61:
* 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng)
* 2...
12 jam yang lalu