Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
PSD Demak - Rekor musim ke musim ← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21 Baris 61: Baris 61: * 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng) * 2...12 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
11 Oktober 2012
Kontraktor & Konsultan yang tidak Bertanggung Jawab tidak di Pakai di Deiyai
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.39
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
23 Maret 2012
Wujudkan Sekolah Gratis, Bukan Pendidikan Gratis
Penggunaan istilah pendidikan gratis tidak tepat digunakan dalam konteks pendidikan yang sebenarnya. Karena pendidikan mengandung makna yang luas dan terjadi di berbagai ruang dan waktu, sehingga tidak mungkin semua pendidikan tersebut tidak membutuhkan biaya, atau digratiskan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Papua, James Modouw, dalam jumpa pers yang digelar saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2012 di Bojongsari, Depok, pada Selasa siang, (28/02).
James mengatakan, filosofi pendidikan terjadi dalam tiga ruang. Pertama adalah pendidikan formal, di mana pendidikan diterima di sekolah. Kedua adalah pendidikan nonformal, melalui lembaga-lembaga pelatihan yang memberikan sertifikasi kepada pesertanya. Ketiga adalah pendidikan informal, di mana yang berperan adalah keluarga, masyarakat, lembaga adat, pemerintahan, dan media. Atas dasar filosofi tersebut lah maka pendidikan gratis bukan kebijakan dan istilah yang tepat untuk digunakan.
"Kalau kita ingin pendidikan gratis, berarti biaya pendidikan informal dalam keluarga, juga harus dibebankan kepada pemerintah," ujar James, mengingat luasnya ruang lingkup pendidikan dan banyaknya pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga pernah mengatakan hal serupa dalam beberapa kesempatan, yaitu bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. "Urusan pendidikan ini sangat banyak. Tidak mungkin semuanya bisa diselesaikan oleh kementerian saja, butuh bantuan pihak lain," ujarnya. Karena itu, tutur James Modouw, istilah yang tepat adalah sekolah gratis, bukan pendidikan gratis.
Untuk mencapai sekolah gratis bagi masyarakat Indonesia, Kemdikbud memberlakukan wajib belajar sembilan tahun, di mana dalam pendidikan dasar (SD dan SMP), peserta didik tidak dibebankan biaya pendidikan. Kemdikbud juga memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang meliputi biaya investasi dan biaya operasional sekolah. Sementara komponen biaya lainnya, yaitu biaya personal, tetap diusahakan sendiri oleh peserta didik atau orang tuanya. "Namun untuk BOS 2012 ini, sudah merambah ke biaya personal sedikit-sedikit," kata Plt. Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Suyanto, saat menambahkan penjelasan James tentang sekolah gratis di kesempatan yang sama.
Biaya personal adalah biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi peserta didik, misalnya pembelian seragam, pembelian alat tulis, atau biaya transportasi sehari-hari. Bagi peserta didik dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi, bisa menggunakan biaya personal dari sebagian dana BOS. Namun jika masih kurang, Kemdikbud juga memiliki program Bantuan untuk Siswa Miskin (BSM) yang bertujuan untuk mengcover biaya personal.
Selain itu, setelah program wajib belajar sembilan tahun dijalankan, pada 2012 ini Kemdikbud memulai rintisan pendidikan menengah universal, di mana biaya investasi dan operasional sekolah dari SD, SMP, hingga SMA/SMK (12 tahun) ditanggung pemerpemerintah. Diharapkan, program-program tersebut bisa mewujudkan sekolah gratis di Indonesia.
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
03.21
0
komentar
Label: PENDIDIKAN
SMK Karel Gobai Enarotali memperoleh akreditasi “C”
Berdasarkan hassil penilaian yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/ Madrasah Provinsi Papua, yang dirilis di website resminya [ttp://www.ban-sm.or.id/provinsi/papua/akreditasi/view/241125], yang ditetapkan pada tanggal 31 Oktober 2011. SMK Karel Gobai-Enarotali memperoleh Akreditasi “C”, dengan nilai Akretadisi 56, 50
Secara rinci semua komponen penilain yang dieroleh SMK Karel Gobai Enarotali, diantaranya adalah Standar Isi 50, 65. Standar Proses 55, 80. Standar Kompetensi Lulusan 52, 10. Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan 58, 00. Standar Sarana dan Prasarana 56, 80. Standar Pengelolaan 57, 20. Standar Pembiyaan 45, 50. Dan Standar Penilaian Pendidikan 70, 40.
Kepala Sekolah SMK Karel Gobai, Yulius Yeimo, S. Pd, menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas penghargaan diberikan kepada sekolah yang dipimpinya, walau hasilnya memperoleh urutan tiga [C].
“Kami bersyukur, walaupun hasil akreditasinya C, karena sekolah kami menjalan proses belajar mengajar dengan apa adanya. Walaupun kami sekolah kejuruan”. Demikian ungkapan kepala SMK Karel Gobai, yang baru menjabat satu tahun.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum, Agustinus Doo, S. Pd, meminta kepada semua pihak yang terlibat di sekolah seperti orangtua, guru dan siswa untuk bekerja sama dalam memajukan mutu pendidikan di sekolah ini. “Hasil ini suatu kebahagiaan bagi kami, sehingga saya minta kita harus kerja sama, baik orangtua, guru dan semua siswa”.
Sekolah yang didirikan oleh Yayasan Pengembangan Sosial “Aweida” Papua [YPPAS-Papua], sejak tahun 2003 ini mengalami pergantian pimpinan sekolah sejak tahun 2010. Sebelumnya, sekolah ini dipimpin oleh Bapak Herman Kayame, S. PAK, dan berdarkan SK Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai, memberikan kepercayaannya kepada Yulis Yeimo, S. Pd.
Ketua Yayasan sekaligus sebagai pendidiri sekolah ini, Bapak Sam Gobai, SE juga menyampaikan hal sedanah, bahwa sekolah ini telah berumur 10 tahun dan hasil ini adalah semua keras semua pihak, baik pendiri, guru, orangtua siswa serta masyarakat disekitarnya. “kita beryukur, karena ini hasil perjuangan kita semua, dan ini hasil yang luar biasa”. Imbuhnya.
Sementara itu, siswa Elihut Yeimo yang juga mantan ketua OSIS, yang kini duduk di kelas dua belas menyampaikan terima kasih atas hasil ini, dan berharap sekolah ini kedepan lebih baik lagi. “Saya mewakili teman-teman siswa rasa senang, sekolah kita bisa dikreditasi dan hasilnya memuaskan, dan saya berharap sekolah ini lima atau sepuluh tahun lebih baik dari sekarang”.
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
03.15
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, PENDIDIKAN
STIE Karel Gobai Papua Gelar Seminar Proposal
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi [STIE] Karel Gobai Papua, Enarotali, menggelar seminar proposal sebagai salah satu kegiatan akademik yang wajib di ikuti oleh setiap mahasiswa yang berada pada semester akhir dan yang memenuh syarat administrasi dan syarat akademis. Seminar proposal bagi mahasiswa angkatan ke IV ini dilaksanakan di ruang kuliah kampus STIE Karel Gobai Papua, Enarotali. Jalan Dimi-Mana Topiida, Nunudagi Paniai, Papua, pada hari jumat [24/02].
Kegiatan seminar proposal ini, dimulai dari jam 11:00 dan diakhiri pada jam 19:00. Total mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sepuluh mahasiswa yang terdiri dari lima orang mahasiswa dan lima orang mahasiswi. Dari data bagian akademik, jumlah mahasiswa yang seharusnya mengikuti seminar proposal adalah delapan belas mahasiswa yang terdaftar aktif pada semester akhir, tetapi hanya sepuluh mahasiswa yang mengikuti seminar propsal.
Ketua Panitia Pelaksana Seminar Proposal dan Skripsi bagi angkatan ke IV tahun akademik 2011/2012, Agustinus Pigai, S. Sos, mengatakan delapan mahasiswa lainnya yang belum mengikuti kegiatan seminar proposal tersebut belum memberikan informasi kepada panitia. Namun, berharap dapat mengikuti kegiatan seminar proposal pada tahap kedua yang rencannya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012.
“Sebetulnya, delapan belas mahasiswa tetapi, yang ikut hanya sepuluh. Kami sudah memberikan pemberitahuan dan jadwal tahapan proposal dan skripsi. Namun sampai saat ini, belum memberikan informasi kepada kami panitia. Tetapi, sebagai panitia berharap mereka dapat mengikuti seminar proposal pada gelombang kedua nanti”. Ujarnya, seusai kegiatan seminar proposal ini berlangsung.
Lanjut Pigai, saya berharap kepada mahasiswa yang mengiktui seminar proposal ini, dapat melaksanakan petunjuk yang di berikan oleh dosen penguji untuk perbaikan dalam waktu yang ditentukan oleh panitia”. Sementara, itu salah satu peserta yang juga sebagai ketua tingkat Yan Tatogo, berharap agar semua tahapan dan jadwal yang ditetapkan oleh panitia ini dapat berjalan dengan baik. “saya berharap, lebih cepat lebih baik, dan sesuai jadwal yang dibut oleh panitia, karena kami sudah tunda satu tahun”, imbuhnya.
Dalam kegiatan seminar proposal ini dipimpin oleh Yeheskiel Doo, S. Th sebagai moderator. Dan sebagai penguji satu Peli E. K. Yogi, SE, penguji dua Ivo. E. Gobai, SE dan penguji tiga Agustiunus Doo, S. Pd. Dalam arahan dan ujiannya ketiga penguji mempertanyakan sejumlah hal-hal yang harus diikuti dalam tahapan penyusunan proposal ilmiah.
Ketiga, penguji lebih menenkan dan mempertanyakan menganai penentuan variabel tetap, dan bebas, metode yang akan dipakai dalam pemgambilan data dan penentukan populasi dan sampel dalam penelitian akan dilakukan selama dua bulan kedepan untuk menyusun tugas akhir [skripsi].
Sementara itu, seusai pelaksanaan seminar proposal Pembantu Ketua Bidang Akademik Peli E. K. Yogi, SE di ruang kerjanya, mengatakan pelaksanaan seminar proposal adalah salah satu kegiatan akademik yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap mahasiswa. “Kegiatan ini merupakan kegiatan akademik secara rutin dan wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di semester akhir”.
Yogi, sebagai pimpinan akademik di STIE Karel Gobai Papua, berharap para mahasiswa yang telah mengikuti maupun belum mengikuti, agar benar-benar mengkaji secara mendalam atas semua masalah penelitian yang diangkat. Karena, melalui penelitian atau kajian itu masalah bisa menjadi kecil atau bahkan malah masalah bisa menjadi lebih besar.
“Sebagai pimpinan lembaga yang membidangi bagian akademik berharap agar para mahasiswa betul-betul dapat mengkaji masalah yang diangkatnya dengan metode yang baik dan benar. Karena dengan penelitian ini masalah bisa menjadi besar atau bisa menjadi kecil. Lanjutnya, kami juga berharap penelitian dan kajian atas masalah-masalah ini jangan hanya untuk sekedar kejar nilai dan titel, tetapi ini harus menjadi sesuatu pekerjaan yang wajib di setiap lingkungan kerja masing-masing”. [Yeimo]
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
03.13
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, PENDIDIKAN
Guru Sukarela Di Paniai; Mengabdi Tanpa Gaji
Maju mundurnya sebua bangsa ada di tangan maju tidaknya pendidikan kita. Saya menulis artikel ini atas pengalaman pribadi penulis sebagai salah satu “guru sukarela” yang telah mengabdikan diri untuk mengajar dan membagi ilmu serta membagi pengalaman yang pernah diperoleh di tanah Jawa pada beberapa tahun lalu. Judul tulisan ini kelihatannya agak “lucu” namun begitulah kenyataan nasib guru-guru sukarela di Papua, khususnya Kabupaten Paniai. Bila ktia bertanya Siapa guru honor itu?
Bagaimana nasib pribadi dan keluarganya? Apa harapan dan cita-cita serta masa depan sebagai seorang “pahlawan” negara? Jawabannya berpulang pada kita semua yang berkewajiban, teruma Pemerintah Provinsi Papua, Kabupaten dan Pimpinan sekolah yang bersangkutan, untuk mengelola dan melihat persoalan ini.
Setiap pagi penulis melihat, merasakan dan mendengar keluhan teman-teman saya yang senasib dengan saya. Kami telah diberi gelar oleh negara, yaitu “pahlawan tanpa gaji”. Sebuah gelar yang hanya ada di Papua, [Indonesia-red]. Lebih jauh lagi adalah gelar [pahlawan] itu diberikan oleh negara, tapi dilupakan oleh negara itu sendiri. Negara yang di maksud disini adalah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi atau Kabupaten.
Dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru, dan Dosen pada pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa “Guru” adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Lalu apa bedahnya dengan “guru sukarela” [guru tidak tetap]. Karena dalam Undang-undang ini belum singgung mengenai “guru sukarela”. Jika demikian apa bedanya guru yang selalu dibayar oleh negara [guru tetap] pada setiap bulannya dengan guru tidak tetap ini?
Kenyataan bahwa Pendidikan Kabuapten Paniai, tenaga pendidiknya 50% guru tidak tetap [guru honor]. Sementara dalam Undang-undang yang telah diatur oleh negara Indonesia belum [tidak] disinggung mengenai guru tidak tetap. Yang menjadi pertanyaan bagi penulis adalah mengapa guru tidak tetap [pahlawan tanpa gaji] lebih disiplin dan rajin menjalankan kewajiban yang telah diatur dalam UU No 14 Tahun 2005, pasal 14 tentang hak dan kewajiban guru. Sementara, guru yang dibayar oleh negara seringkali mengabaikan tugas dan kewajibannya sebagai abdi bangsa dan negara, mengapa begini dan begitu? Entalah.
Guru honor [guru tidak tetap] memang engkau pahlawan di belantara Papua. Mengapa penulis memberi gelar “Pahlawan Tanpa Gaji” jawabannya silakan tanyakan kepada guru sukarela yang Anda temui, apapun tingkat pendidikan mulai dari Pendidikan Usia Dini sampai Pendidikan Dasar dan Menengah.
Satu hal yang sering penulis dengar sebagai salah satu ungkapan dari berbagai guru sukarela yang ada di Kabupaten Paniai misalnya, “ya kita punya anak-anak dan adik-adik, jadi kita mengajar, biar mereka juga menajdi manusia”. Sungguh sebuah ungkapan yang sangat mendalam yang datang dari lubuk hati yang paling dalam. Sebuah ungkapan yang menantikan perubahan nasib hidup kedepan, harapan akan adanya perubahan hidup.
Guru sukarela, adalah pahlawan negara yang dilupan, oleh negaranya sendiri. Sementara, maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan oleh pendidikan. Kualitas pendidikan akan terlihat, apabila pelaku-pelaku pendidikan itu, sejahtera.
Sebuah pertanyaan yang layak diajukan disini adalah “Apa perbedaan antara Guru sukarela dengan Pegawai Honorer di Dinas lain atau mereka yang bekerja sebagai pengawai harian pada kantor-kantor pemerintah? Apakah mereka [guru sukarela] ini tidak punya payung [dinas] yang mampu melindungi? Jika kita membandingkan tugas yang tanggungjawab yang diemban oleh pegawai Harian dan Guru sukarela jauh beda, sangat jauh beda. Mangapa? Karena pegawai harian di Dinas hanya datang sapu ruangan atau ahalaman dan kantor, sedangkan guru sukarela menghabiskan semua yang dia punyai, seperti waktu, tenaga, pikiran, dan uang yang dia dapat [bukan dari sekolah yang dia abdi] korban hanya untuk masa depan anak-anak dan adik-adik sebagai generasi muda, pengganti orangtua, keluarga, kampong, daerah, suku dan gereja.
Guru sukarela yang telah, sedang dan akan mengabdi pada bangsa dan negara demi kemajuan bangsa ini, adalah bukan tamatan SPG, SPGO dan sebagainya. Tetapi mereka yang telah menyandang gelar sarjana di peguruan tinggi. Sekali lagi, sarjana yang punya titel perguruan tinggi. Mereka pulang kampung, membagi ilmu tanpa gaji. Aneh tapi, nyata.
Sejumlah alasan yang sering dilontarkan oleh para guru sukarela tersebut adalah 1], untuk menjaga status sosial sebagai seorang intelektual, 2], menjaga dan menumbuhkembangkan ilmu yang pernah belajar di perguruan tinggi, biar tidak lupa, 3], untuk mengisi waktu, agar waktu yang berjalan diisi dengan aktifitas yang bermanfaat, 4], untuk mencari pengalaman sebagai bahan pengembangan diri kedepan. 5], dan seterusnya dan sebagainya.
Guru sukarela, kita tidak di gaji di dunia, walau kita sudah punya titel pahlawan.
Tapi, Allah akan membayar upah kita di surga sesuai dengan perbuatan kita. Tetap semangat. Jangan menyerah. Karena jasamu akan dicatat dalam catatan sejarah anak didikmu. Jayalah guru sukarela, Jayalah pendidikan di Paniai-Papua.
*) Penulis adalah salah satu “Pahlawan Negara Tanpa Gaji” yang mengajar di beberapa sekolah di Paniai-PAPUA.
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
03.11
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, PENDIDIKAN
39 Siswa SMK Yamewa Paniai Ikuti Prakerin
Sedikitnya Tiga Puluh Sembilan siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelompok Pertanian “Yamewa Paniai”, angkatan ke-III, yang terbagi kedalam tiga jurusan yaitu Jurusan Pertanian sebanyak 11 orang siswa, Jurusan Peternakan sebanyak 18 orang Siswa, dan Jurusan Perikanan sebanyak 10 orang siswa. Siswa siswi ini akan melakukan Pratek Kerja Industri selama satu bulan lebih yaitu terhitung mulai hari ini tanggal 28 Oktober sampai dengan 31 November 2011.
Satu hari sebelumnya pihak panitia memberikan pembekalan kepada siswa dengan materi tentang penyiapan alat dan bahan yang perlu di persipakan selama praktek berlangsung, demikian kata Ketua Panitia Prakerin Martius Degei, S. Pi yang di dampingi Sekertaris Panitia Obet Obaito Nawipa, S. Pt di Lapangan Bola Voli Enarotali, sebelum menghantar siswa-siswi ke tempat praktek, secara bersama sambil diarak-arak di kota Enarotali sebelum menghantar ketempat praktek.
Panitia mengharapkan agar para siswa dapat melakukan praktek dengan sungguh-sungguh, karena waktunya sangat sedikit bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “saya sebagai panitia meminta kepada semua siswa supaya bisa melakukan praktek dengan baik, karena ini waktunya singkat, Cuma satu bulan”. lanjut Degei, tujuan prakerin ini adalah agar siswa bisa membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan studi di SMK Pertanian Yamewa. Selain itu, selain siswa juga membutuhkan kerja sama dari semua pihak khususnya para guru pembimbing dan petugas pembimbing lapanganan dimana siswa melakukan praktek”.
Sebagai sekolah menengah kejuruan, setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Siswa-siswi yang telah menuntut ilmu berupa teori di kelas harus dan mampu melakukan praktek di Dunia Industri sesuai dengan Jurusannya masing-masing. Siswa SMK Pertanian Yamewa Paniai, kali ini melakukan praktek kerja lapangan di tiga tempat yang terpisah sesuai dengan jurusan masing-masing.
Ketigapuluhsembilan siswa ini ditempatkan di tiga tempat yakni Jurusan Pertanian dengan jumlah siswadi salah satu lahan kebun di Kampung Kogekotu. Jurusan, perikanan ditempatkan di Balai Pembeniahan Ikan, Sub-Dinas Perikanan,Kabupaten Paniai di Aikai. Sementara itu, 18 siswa Peternakan akan melakukan pratek di kandang peeternakan ayam milik sekolah di Topito [Yeimo].
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
03.09
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, PENDIDIKAN
KNPI Deiyai Tengah Mendata Potensi dan Bakat Pemuda
Ketua KNPI Kabupaten Deiyai, Tino Mote kini tengah mendata seluruh potensi dan bakat yang dimiliki pemuda di daerah itu. Pendataan ini memiliki arti penting dengan tujuan KNPI akan negosiasi dengan pemerintah daerah, untuk melibatkan para pemuda dalam setiap bidang pembangunan.
“Jika kita sudah memiliki data potensi dan bakat dari pemuda, kita tinggal nego pemerintah daerah maupun SKPD yang ada di daerah ini. Dengan potensi dan bakat yang dimiliki, kita tawarkan kepada SKPD maupun pemerintah daerah untuk menggunakan pemuda ini untuk menjalankan program di masing-masing SKPD. Supaya istilah menjadi tuan di atas negeri sendiri bukan sebatas kata-kata,” tutur Tino Mote kepada media ini, kemarin.
Dirinya sebagai Ketua KNPI Deiyai meminta kepada seluruh SKPD dan pemerintah daerah untuk mendukung program yang ditetapkan Ketua KNPI Deiyai. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk SKPD dan pemerintah daerah makan tujuan Ketua KNPI dapat terwujud.
“Saya sebagai Ketua KNPI Deiyai tidak akan membiarkan pemuda begitu saja tanpa terurus. Dan pemuda pun sangat mendukung seluruh program pemerintah daerah dan SKPD. Jika pemuda mampu untuk berkarya, mari SKPD dan pemerintah daerah berikan kepercayaan kepada pemuda untuk menjalankannya,” harap Tino Mote. (ros)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
02.45
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
STT Widiyaibi Onago Wisudakan 8 Mahasiswa
Sekolah Tinggi Theologia (STT) Widiyaibi, Onago, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, untuk pertama kalinya mewidukan 8 orang mahasiswa. Wisuda dilaksanakan dalam rapat senat terbuka di Aula Kingmi Waghete, Sabtu (18/2) kemarin.
Delapan orang yang diwisudakan masing-masing dari dua jurusan, yakni Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Theologi. Tampak hadir dalam acara tersebut, Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Benny Giay, Ketua STT WP Jayapura, Dr. Noak Nawipa, Ed.D, Penjabat Bupati Deiyai, Hengky Kayame, SH, M.Hum dan seluruh jajaran teras Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Tak ketinggalan para dosen ikut menghadiri acara wisuda perdana tersebut. Ratusan warga dan keluarga dari peserta wisudawan-wisudawati juga ikut hadir. Acara wisuda dimeriahkan lagu-lagu dari Kelompok Paduan Suara Mahasiswa-mahasiwi STT Widiyaibi Onago.
Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Benny Giay, dalam kotbahnya mengharapkan kepada para wisudawan-wisudawati agar harus menjadi bintang yang bisa menerangi dunia kegelapan dimasa ini. Sebab kini dunia tengah diselimuti oleh berbagai persoalan termasuk virus berbahaya, HIV/AIDS.
“Kalian akan diutus ke dunia bukan di awan-awan, maka harus melayani jemaat di tempat tugas dengan sepenuh hati,” ujarnya di hadapan ribuan warga yang menyaksikan acara tersebut.
Benny juga mengatakan, dunia pendidikan Kingmi kini memasuki ambang kehancuran. Untuk menghidupkannya perlu ada partisipasi dari basis bawah. “Para Ketua Klasis se-Tanah Papua harus memberikan dukungan kepada lembaga sekolah (STT) agar pendidikan kita bisa dihidupkan kembali,” tandasnya.
Ia mengakui betapa sulitnya tugas seorang gembala, terutama dalam menghidupkan keluarganya dalam pelayanan. Selain masalah kebutuhan, medan pelayanan pun menjadi persoalan tersendiri. “Namun sebagai rasul-rasul, maka pergilah dan wartakan kabar gembira ke seluruh dunia,” kata Benny Giay dalam perutusannya.
Ketua STT WP Jayapura, Dr. Noak Nawipa mengatakan, jumlah alumni STT WP Jayapura saat ini sudah bertugas di seluruh Tanah Papua. “Dari tahun 1996 sampai 2012 ini mencapai 8.88 orang sarjana muda dan Sarjana penuh yang sudah lolos dari STT Walter Post,” kata Noak yang juga calon Gubernur Papua itu.
Sementara Penjabat Bupati Deiyai, Hengky Kayame, SH.MH dalam sambutannya, mengatakan, dirinya bersama jajaran siap mendukung program pendidikan di kampus STT Onago. Untuk itu, Penjabat Bupati meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar mendata seluruh kekurangan pembangunan fisik. (you)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
02.40
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
26 November 2011
Di Deiyai, Dilakukan Pendataan Calon Penerima BOMM SMA
Dalam rangkah Pendataan sekolah calon penerima Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA, Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Layanan Pendidikan SMA Tahun 2011 maka Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua mengirimkan staf untuk mengunjungi setiap sekolah setingkat atas seperti SMA dan SMK se Provinsi Papua.
Ketika ditemui wartawan, Staf Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Papua, Barnabas Adii mengatakan bahwa dirinya diberikan mandate/tugas selama lebih kurang 4 hari guna mengmabil data sekolah calon penerima BOMM SMA.
“Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, untuk Kabupaten Deiyai sendiri sasaran sekolah yang kami tuju yakni SMA Negeri Tigi dan SMA Negeri Tigi Barat. Kami ambil data semua penggunaan dana yang sudah dikucurkan Pemerintah Provinsi yang sumber dananya dari DIPA. Dengan adanya data ini sangat bermanfaat juga, untuk pelaporan ke ketingkat Provinsi, supaya jika tahun ini kegiatannya berjalan dengan baik, maka memudahkan juga untuk pengusulan kegiatan BOMM tahun 2012,”terangnya.
Dikatakannya, sekolah yang mendapatkan dana BOMM ini selain ke dua SMA tersebut juga diterima oleh SMK Negeri Waghete, SMTA, SMA YPPGI.
Untuk diketahui bahwa bantuan BOMM yang bersumber dari DIPA ini yang digunakan di setiap sekolah dan di peruntukkan untuk “Membantu biaya penerimaan siswa baru (PSB) di SMA (Pembelian ATK, Bahan Praktek/Alat IPA, Media Pembelajaran dan Buku Pelajaran). Membiayai pelaksanaan remedial dan enrichment bagi siswa. Membiayai ulangan harian/evaluasi belajar siswa (misalnya untuk membeli kertas ulangan, penggandaan soal). Mendukung pelaksanaan Pendidikan Karakter melalui revitalisasi antara lain UKS, Pramuka, KIR. Dan membiayai pembayaran langganan internet untuk kepentingan pembelajaran.” (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.30
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
22 Oktober 2011
51 SD & 8 SMP se-Kabupaten Deiyai Terima Buku & Alat Peraga
Setelah Dana Insentif dan Kesejahteraan dikucurkan Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Instansi teknis Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) kepada lebih kurang 365 Guru pecan lalu. Kini sebanyak 51 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Deiyai mendapatkan pengadaan Buku-Buku Kepustakaan dan Alat-Alat Peraga melalui bantuan Pusat lewat Pemerintah Kabupaten Deiyai atau instansi teknis yakni Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun Anggaran 2011.
Sesuai pantau wartawan dilapangan, minggu lalu telah dilakukan pendistribusian Buku-Buku dan Alat-Alat Peraga Tingkat SD ke sekolah-sekolah dasar yang tersebar di Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat, dan untuk SD-SD yang ada di Kapiraya, Bouwobado dan beberapa sekolah yang aksesnya jauh seperti di Distrik Tigi Timur dan Tigi Barat sementara buku-buku dan alat-alat peraga masih diamankan di kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Sementara Buku-Buku untuk Tingkat SMP yang tersebar di Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat juga sudah di distribusikan pihak Kontraktor ke sekolah-sekolah pada tanggal 20 hingga 22 Oktober 2011 lalu. Dan informasi mengenai pendistribusian alat-alat peraga Tingkat SMP akan disitribusikan dalam minggu ini (akhir bulan oktober ini), dan sementara pengadaan barang-barangnya masih di amankan di Ibu Kota Kabupaten Paniai.
Beberapa perwakilan Kepala-Kepala Sekolah SD maupun SMP, salah satunya Kepala SMP Negeri Ayatei Distrik Tigi Barat, Stefanus Ukago, S. Pd ketika menerima pengadaan Buku dan Alat-Alat Peraga kepada wartawan, Jumat (21/10) lalu mengatakan pihaknya sebagai sekolah penerima bantuan ini merasa senang, bangga dan berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Dikbudpora yang sudah mengalokasikan dana melalui DAK dan DAU Tahun Anggaran 2011.
Pasalnya, kata Stefanus Ukago bahwa apa yang pernah disampaikan oleh Kadin Dikbudpora pada tahun 2010 lalu kini tahun 2011 ini telah terealisasi, selain itu sebelumnya pihaknya juga mendapat 1 unit bangunan Perpustakaan dan juga pada tahun 2011 ini juga SMP Negeri Ayatei mendapatkan 3 Unit Rumah Guru. “Kami sangat apresiasi sekali dengan adanya bantuan baik bangunan Perpustakaan, Bangunan Rumah Guru dan Pengadaan Buku-Buku serta Alat-Alat Peraga semua sekolah baik SD maupun SMP, “ujarnya dengan berbangga hati.
Masih menurut Ukago, sekarang yang menjadi kendala dari semua sekolah adalah kekurangan Guru-Guru, untuk itu diharapkan kepada pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Dikbudpora untuk segera bekerjasama dengan BKD menjawab kekurangan guru ini.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada wartawan mengatakan bahwa apa yang menjadi program pihaknya di Dinas kini satu persatu mulai terjawab. Misalnya perpustakaan yang sudah di bangun tahun 2010, kemudian pembangunan ruang kelas belajar, pembangunan rumah guru, pengadaan Buku dan Alat Peraga Tingkat SD dan SMP.
Sementara kini yang masih menjadi perjuangannya yakni Membuka Kelas Jauh Perguruan Tinggi yang sebagaimana bekerjasama dengan UNCEN Jayapura dan Menyiapkan Tambahan Guru-Guru untuk ditugaskan kesekolah-sekolah yang masih berkekurangan Guru-Guru Bidang Studi.
“Jika, yang menjadi program kami sudah terjawab semuanya, kami sangat puas. Mudah-mudahan satu demi satu dapat terealisasi dalam tahun-tahun mendatang. Sementara mengenai Guru-Guru kami akan mencoba bekerjasama dengan pihak BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kabupaten Deiyai, walaupun sementara ini pihak BKD masih jauh dan belum ada kerjasama dengan kami pihak dinas Dikbudpora.”terangnya. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
06.21
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Semua Kegiatan Proyek Fisik di Deadline Selesai Akhir Bulan Oktober
Terkait dengan kegiatan proyek fisik untuk semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2011 pada umumnya dan lebih khususnya Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai di deadline harus selesai 100% kegiatannya pada akhir bulan Oktober 2011.
Pasalnya, bagi semua kontraktor yang hingga berita ini diturunkan belum 100% kegiatan diselesaikannya baik kegiatan Pengadaan Meubeleur, Pembangunan Ruang Kelas dan Pembangunan Rumah Guru, maka semua jenis kegiatan proyek itu akan diambil kembali oleh Pemerintah dan akan diberikan kepada kontraktor yang bisa bekerja sesuai target yang ditentukan.
Hal ini merupakan penegasan langsung dari Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum yang sebagaimana diteruskan penyampaian oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada media ini Sabtu (22/10) lalu.
Untuk diketahui oleh semua Pengusaha (Kontraktor-red), Kata Johanis Adii bahwa dalam minggu ini juga akan dilakukan tinjau lapangan oleh Tim Pengawasan dari Dinas Dikbudpora kesemua titik pembangunan yang ada di Kabupaten Deiyai. Untuk itu kepada semua Kontraktor mohon dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan sesuai tenggang waktu yang ditentukan, dan sudah pasti akhir bulan Oktober 2011 ini harus tuntas 100 persen untuk semua jenis kegiatan.
“Ketika kita sudah mendapat suatu tanggung jawab alias kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah melalui instansi terkait, mari kita harus bisa bertanggung jawab untuk menyelesaikannya tepat waktu.”Tegas Kadin Dikbudpora Deiyai.
Dikatakannya, hal itu dihimbau mengingat setiap tanggal 15 Desember sudah masuk dalam tutup anggaran, untuk itu hingga kini tinggal sebulan lagi, maka dari itu Pemerintah memberikan batas waktu kepada semua Pengusaha (Kontraktor) bahwa akhir bulan oktober ini semua jenis kegiatan proyek sudah harus tuntas 100 %. Karena pada bulan November depan Pemerintah khususnya bagian Keuangan akan focus untuk pembayaran tagihan-tagihan baik kegiatan Pengadaan Meubeleur, Pembangunan Ruang Kelas dan Rumah Guru. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
06.14
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
13 Oktober 2011
365 Guru Terima Dana Insentif dan Kesejahteraan
Apa yang ditunggu-tunggu guru-guru akhirnya terjawab sudah. Tepatnya pada Rabu (12/10) dan Kamis (13/10) bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai sebanyak 365 Guru Se-Kabupaten Deiyai menerima Dana Insentif dan Kesejahteraan.
Untuk diketahui total dana Insentif dan Kesejahteraan yang di bayarkan pihak Pemkab Deiyai melalui Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai kepada Guru-Guru yakni sebesar Rp. 1.905.250.000,-
Pembayaran itu dilakukan berdasarkan Golongan I, II, III, dan IV. Pasalnya, untuk Golongan III dan IV dipotong PPH dan PPN masing-masing guru mendapatkan Rp. 4.800.000 per orang dan pada Golongan I dan II tanpa ada potongan PPH dan PPN masing-masing Guru mendapatkan Rp. 5.300.000. per orang
Sesuai pantauan media ini, pembagian Dana Insentif dan Kesejahteraan berjalan aman dan terkendali. Pasalnya pembagian tersebut di saksikan oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd bersama staf-stafnya dan juga pihak Anggota Polsek Waghete.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada wartawan mengatakan apresiasi yang besar kepada semua Guru-Guru, karena sudah bersabar dan menungguh hak-hak mereka hingga proses pembagian ini. Apapun yang dilakukan oleh pihaknya, ketika memulai tahapan administrasi hingga sampai proses pembayaran ini mempunyai kendala, namun kendala-kendala itu bisa berlalu hingga sampai pembayaran ini berlangsung.
“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi yang besar kepada semua guru-guru, karena sudah menungguh hingga sampai dengan pembayaran ini. Walaupun ada pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk memprovokasi guru-guru dengan memperkeruh situasi yang baik ini menjadi buruk. Tetapi, saya sangat senang karena guru-guru tetap terus bersabar, sekali lagi terima kasih banyak untuk kesabarannya dan juga kerjasama serta kekompakannya.”tegasnya sembari menambahkan bahwa hal-hal yang menjadi kesalahan itu akan menjadi pelajaran penting bagi kita, supaya kedepannya akan menjadi baik. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
06.18
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
27 September 2011
Pembayaran Insentif dan Kesejahteraan berdasarkan DPA !
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada wartawan mengatakan bahwa setiap Pembayaran Insentif dan kesejahteraan bagi Staf dan Guru-Guru dilapangan setiap tahun itu dilakukan berdasarkan DPA Dinas Pendidikan yang disahkan oleh DPRD Kabupaten Deiyai.
Pasalnya, Kata Kadin “Jangan ada oknum atau kelompok-kelompok tertentu yang mengambil kesempatan untuk mau menjatuhkan nama baik kami dengan mengatakan bahwa Kepala Dinas yang memangkas hak-haknya Guru-Guru dilapangan.
Kalau memang begitu, itu berarti saya sebagai pimpinan dari Staf bahkan guru-guru dilapangan mau taruh muka dimana. Semua kita harus melalui koordinasi, jangan asal kata-katanya saja dan menyebarkan bahasa yang tidak-tidak kesemua pihak sehingga memperbesar persoalan. Hal-hal inilah yang namanya provokator dan yang mau merusak Negara ini khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Deiyai,”.
“Saya sebagai putra daerah merasa kesal, karena hal-hal yang tidak benar selalu di bilang benar, dan malah memperkeruh keadaan. Kita dari Dinas sudah menawarkan untuk mau membayar sementer satu duluan, tetapi, pada tanggal 18 Agustus berdasarkan kesepakatan dari Guru-Guru melalui Tim yang dibentuk menyampaikan bahwa telah sepakat untuk menerima dana Insentif dan Kesejahteraan apabila 2 Semester.
Sekarang harus tetap menungguh, karena untuk memproses semester berikutnya juga membutuhkan waktu, baik waktu untuk menyiapkan berkas administrasi juga waktu untuk menungguh pemrosesan dari pihak Keuangan Daerah”tegasnya, Selasa (27/9).
Disamping itu juga perlu diketahui oleh semua pihak bahwa yang menghambat proses pencairan dana Insentif dan Kesejahteraan bukan dari Kepala Dinas melainkan dari Oknum-Oknum yang ada di Dinas bahkan yang memperlambat pencairan adalah dibagian Keuangan Setda Kabupaten Deiyai. Jangan ada oknum yang melemparkan batu kemudian sembunyi tangan. Kita bekerja di Deiyai harus bekerja dengan berjiwa Nasionalis, bukan Isme. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
10.37
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Diindikasi ada Pemalsuan Tandatangan Kadin, Pihak Keuangan diminta Teliti Administrasi
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd menegaskan kepada Pihak Dinas Keuangan dan Pimpinan Pemegang Kas Daerah PT. Bank Papua Cabang Enarotali harus teliti dalam setiap Administrasi SPD, SPP dan SPM yang masuk, khususnya Administrasi dari Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Pasalnya, jangan memberikan pencairan dana bagi siapa saja hentah itu oknum-oknum Staf di Kantor bahkan Kontraktor yang memalsukan tandatangannya Kepala Dinas. Karena hal ini menyangkut pertanggung jawaban kedepan yang akan diberikan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kepada pihak BPK.
“Jadi sebaiknya, sebelum pemrosesan dana harus koordinasi dulu dengan Pimpinan SKPD, atau sebaiknya mendapatkan persetujuan memo dari Pimpinan SKPD. Karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya (2010-red) yang kami temukan dilapangan, ada oknum-oknum staf dinas yang memalsukan tanda tangan saya selaku Kepala Dinas,”terangnya.
Hal ini (Pemalsuan Tandatangan) yang merupakan reputasi orang lain, tidak seenaknya dilakukan sembarangan oleh orang lain. “Sekarang saya teliti dan saya akan memberikan Instruksi tegas kepada pihak Keuangan dan juga Pimpinan Pemegang Kas Daerah PT. Bank Papua Cabang Enarotali, supaya terlebih dahulu harus meneliti administrasi sebelum tahap pemrosesan pencairan dana.
Saya lakukan ini, supaya setiap dana yang keluar baik melalui kegiatan Rutin Kantor maupun kegiatan Proyek dapat keluar dengan teratur serta kedepannya mudah untuk diketahui jumlah besar dana dan tentunya pada akhirnya memudahkan juga pada bukti fisik dari kegiatan yang dilakukan dilapangan.”tandasnya. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
10.22
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
04 September 2011
Hak dan Kewajiban harus Seimbang
Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum dalam pertemuan dengan para guru-guru di Aula Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai beberapa pecan lalu menegaskan bahwa ketika kita (Guru-Guru, red) menuntut hak-hak kita, jangan lupa kewajiban kita. Dalam artian menurut Kayame, “Kita bisa saja menuntut hak kita, asalkan tidak terlepas dari kewajiban kita yang harus kita laksanakan. Sebaliknya jangan kita minta, hak namun kita perdulikan kewajiban kita. Jadi hak dan kewajiban yang kita lakukan harus seimbang,”tegasnya dihadapan Guru-Guru di Aula Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, beberapa pecan lalu.
Terkait dengan hal Insentif dan Kesejahteraan, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Deiyai, Athen Edowai, S.PAK sangat mengharapkan agar supaya tidak ada oknum-oknum tertentu yang membesar-besarkan persoalan khususnya di bidang Pendidikan, jika selagi persoalan itu bisa diselesaikan. Untuk itu, kata Athen, sangatlah dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, seperti Guru, Dinas Pendidikan dan Pemerintah, supaya persoalan itu bisa diselesaikan dengan aman dan damai.
“Jika adanya kerjasama yang baik antara semua pihak, maka persoalan pun yang terjadi tentunya akan diatasi pula secara bersama dalam waktu yang singkat,”tegasnya.
Ketika ditanya mengenai hak Insentif dan Kesejahteraan yang terlambat dan kepastian pembayarannya. Kepada Bintang Papua, Sabtu (3/9) Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd mengatakan perlu diketahui bahwa yang menghambat proses pencairan dana Insentif dan Kesejahteraan bukan dari Kepala Dinas melainkan dari Oknum-Oknum yang ada di Dinas bahkan yang memperlambat pencairan adalah Plth. Bupati Deiyai, berinisial BB, BA (yang kini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Deiyai, red) dan dibagian Keuangan Setda Kabupaten Deiyai. Jangan ada oknum yang melemparkan batu kemudian sembunyi tangan. Kita bekerja di Deiyai harus bekerja dengan berjiwa Nasionalis, bukan Isme.
Untuk itu, Kata Kadin, proses pembayaran dana Insentif dan kesejahteraan akan dibayarkan usai lebaran. “Dana Insentif dan Kesejahteraan II Triwulan ada. Kami bisa bayar, tetapi maunya Guru-Guru harus 4 Triwulan, jadi yang jelasnya, pembayaran Insentif dan Kesejahteraan 4 Triwulan akan dibayarkan usai lebaran”. (cr-35/jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
04.08
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
14 Agustus 2011
Kadin Dikbudpora : Kenapa Mobil Dinas Pendidikan yang diserahkan ke KPU ?
Menanggapi komentarnya mantan Plh. Bupati Deiyai, Basilius Badii, BA yang dilansir media PapuaPosNabire, edisi Sabtu (13/8) pekan lalu dengan Kop, “Dukung Pemilukada KPU Deiyai di Fasilitasi Mobil.”. Dimana penyerahaan mobil dinas kepada sejumlah instansi termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai pada beberapa hari lalu, tidak dilatari unsur kepentingan tertentu. Pembagiannya sudah sesuai kebutuhan dan hal itu didukung adanya usulan serta Surat Keputusan sebagai bukti legalitas pemanfaatan kendaraan dinas yang di Anggarkan tahun 2011.
Menurut Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Senin (15/8), kalau memang tidak dilatari unsur kepentingan dan pembagiannya sudah sesuai aturan, kenapa Mobil Dinas Pendidikan yang di korbankan dan diserahkan kepada KPU Kabupaten Deiyai. Apakah tidak ada mobil lain selain mobil Dinas Pendidikan ? Jika demikian sudah menyalahi aturan, karena KPU adalah satu lembaga Independen yang keberadaannya dibawah kendali KPU atasan baik Provinsi maupun Pusat.
Sesuai Informasi yang diterimanya, dari Kepala DPKAD Kabupaten Deiyai, Bambang. Beliau mengatakan bahwa didalam SK Mobil itu adalah mobil dinasnya Pendidikan, tetapi Plh. Bupati Deiyai (Sekda), Basilius Badii, BA yang menyerahkan kepada KPU Deiyai.
“Wah, sudah diserahkan kepada KPU, lalu dibilang tidak ada kepentingan dan pembagiannya sudah sesuai kebutuhan. Perlu di ingat bahwa ini merupakan Aset Daerah,”terangnya tegas.
Jadi, kata Adii, jangan memutarbalikan kata, ini memang fakta dilapangan, Kenapa selalu mobil Dinas Pendidikan yang jadi korban, pada hal Dinas Pendidikan adalah Dinas paling teratas dari semua dinas yang ada diseluruh Indonesia, dan sudah tentu tanpa adanya kendaraan Dinas, menyulitkan Kadin untuk bekerja. Mari kita buang jauh-jauh unsur iri, cemburu dan lain-lainnya dari Deiyai dan kita mengedepankan kerjasama, bukan saling menjatuhkan serta ambisius.
“Semua ini merupakan tantangan, dan saya terima dengan berjiwa nasional, karena sekarang yang menjadi focus perhatihan kami yakni membangun Kabupaten Deiyai melalui Bidang Pendidikan baik fisik maupun non fisik.”tegasnya. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.12
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
05 Agustus 2011
Tim Festival Budaya Deiyai dapat Dana Pembinaan dari Dinas Dikbudpora
Tim Festival Budaya dari Deiyai beberapa hari lalu mendapatkan dana Pembinaan sebesar 150 juta dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai.
Kepada media ini, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Jumat (05/8), dengan tegas mengatakan bahwa dana Pembinaan yang diberikan oleh Pemerintah diharapkan dapat di manfaatkan atau digunakan sebaik-baik mungkin dalam kegiatan Festival Seni Budaya Bulan Agustus 2011 ini di Jayapura.
Dikatakannya, belajar dari pengalaman tahun lalu (2010-red), maka itu dalam perjalanan menuju ke tempat kegiatan di Jayapura dan selama mengikuti kegiatan dapat diikuti dengan baik, dan jangan lupa Berdoa.
“Dana yang diberikan itu bukan dana yang hanya dilakukan untuk foya-foya dalam perjalanan, tetapi dengan sedikit dana yang diberikan itu harus dimanfaatkan sesuai apa yang di butuhkan dalam perjalanan, karena dana itu adalah dana Pembinaan, bukan dana khusus atau lain-lainnya,”terangnya.
Kepada Pengurus Tim, diharapkan mengkoordinir semua anggota atau pesertanya baik dalam perjalanan maupun setelah tiba di tempat kegiatan Festival di Jayapura. “Dengan menghadiri kegiatan atau iven ini, sudah tentu merupakan perwakilan dari Kabupaten Deiyai, dan diharapkan juga dapat mengharumkan dan menjaga nama baik Kabupaten Deiyai selama kegiatan berlangsung di Jayapura.”tandasnya. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
09.07
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
04 Agustus 2011
Johanis Adii, S.Pd: "Oknum PNS Yang Lakukan Pungli akan ditindak Tegas"
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadin Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (5/8) dengan tegas mengimbau kepada seluruh kepala-kepala SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Deiyai untuk tidak menanggapi setiap pungutan liar (Pungli-red) yang dilakukan oleh oknum-oknum Staf Dinas di lapangan (Sekolah-red).
“Apabila ada ditemukan demikian, itu bukan berdasarkan memo Kadin, tetapi inisiatif sendiri dari oknum-oknum tersebut. Bisa saja mereka (oknum-red) itu lakukan sedemikian dan maksud serta tujuan mereka adalah mau menjatuhkan atau merusak nama baik saya sebagai atasan mereka,”ungkapnya.
Ditambahkannya, jika masih ada lagi pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas. Kepada semua Kesek se-kabupaten Deiyai sebelumnya harus melakukan koordinasi atau pengecekan langsung kepada Kepala Dinas, dan tidak melakukan sumbangan kepada mereka.
Diakhir komentarnya, Kadin sangat mengharapkan agar semua Kepala-Kepala Sekolah se-Kabupaten Deiyai dapat mendukung pemerintahaan yang ada, dan setiap bangunan yang masuk khususnya di bidang Pendidikan baik yang sudah dilakukan Pemerintah pada Anggaran Tahun 2010 maupun yang akan dan sedang dilakukan kegiatan pada Anggaran Tahun 2011 di setiap sekolah-sekolah, baik itu berupa pembangunan Perpustakaan, Ruang Kelas Sekolah, bahkan Pengadaan-Pengadaan dapat diterima dengan baik, dan diharapkan ada kerjasama yang baik antara Kesek dengan Dinas Pendidikan dan juga dengan pihak ketiga (Kontraktor)….(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
17.50
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
20 Maret 2011
Hadapi UAN, Sejumlah Sekolah Banyak Lakukan Persiapan
Semakin dekat pelaksanaan Ujian Nasional (UAN) tahun 2011, sejumlah sekolah SD hingga SLTA baik swasta maupun negeri yang tersebar di wilayah Deiyai, tampaknya telah mulai melakukan persiapan. Salah satu kegiatan diantaranya adalah mengadakan les sore di masing-masing sekolah.
Hal ini dikemukan salah satu pengawas sekolah pada Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, Simson, kepada wartawan media ini.
Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun melalui hasil pantauan dan tugas pengawasan di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai, tidak seluruh sekolah swasta maupun negeri yang mengadakan les sore. Tetapi dibeberapa sekolah swasta maupun negeri di Deiyai, sejak bulan lalu, telah mulai mengadakan kegiatan les sore di masing–masing sekolah dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional yang kini telah di ambang pintu.
Melalui kegiatan les sore, untuk belajar pelajaran tambahan dari masing- masing guru bidang study. Kegiatan les sore yang dilakukan adalah kebijakan para guru bidang studynya. Karena pelaksanaan Ujian Nasional semakin dekat dan meluangkan waktu sore hari ini merupakan salah satu bentuk persiapan siswa menghadapi ujian agar dengan rasa bagaimana anak murid dan siswa ini bisa memperoleh nilai baik dan lulus ujian.
Sebab, system penialain hasil Ujian Nasional tidak seperti tahun–tahun terdahulu. System penilaian soal ujian nasional adalah dikomputerisasikan. Untuk itu, kata dia, kebijakan yang diambil oleh masing–masing sekolah dengan pola penambahan jam les sore ini, dirinya selaku pengawas dari dinas teknis sangat bangga dengan system belajar yang digunakan di masing-masing sekolah. Agar melalui pembelajaran les sore ini, para siswa sedikit demi sekit dapat menambahan pengetahuan.
“Les sore ini bukan pola baru bagi siswa, tetapi ini merupakan salah satu bentuk yang digunakan untuk pemberikan ilmu sesuai bidang studynya kepada siswa. Agar pada mengkuti ujian nasional nanti para siswa dapat mengerjakan soal ujian dengan baik dan dapat memperolah nilai baik,’’ katanya.
Dia menambahkan, dengan melalui sejumlah bentuk persiapan menghadapi ujian yang dilakukan ini, diharapkan agar para peserta ujian dapat memperoleh nilai baik dan dapat meraih prestasi terbaik dari tahun sebelumnya. (jga-bobii hendrik/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.05
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
15 Maret 2011
Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai Lakukan Sosialisasi UAN
Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2011, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, melakukan sosialisasi tentang ketentuan standar nilai Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMU yang ditetapkan Dirjen pendidikan pusat.
Melalui kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinas Dikbudpora Deiyai, Drs. Dominikus FX. Giyai, kepada para guru sebagai peserta, menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasional akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan nasional. Dan standar nilai Ujian Nasional SD, SMP, SMU berbeda dan standar nilai tahun lalu 0,5 sedangkan standar nilai tahun 2011 ini 0,6. Sehingga standar nilai UAN tahun ini berbeda jauh di banding tahun lalu.
Dengan demikian, dalam kesempatan itu, Domin Giyai, menyarankan, untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional ini, peran guru, orang tua siswa bahkan siswa sendiri punya tugas berat untuk mengejar standar nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan.
Sebab, sistem pengoreksian berkas soal Ujian Nasional juga bukan diperiksa oleh guru, tetapi dipakai komputer seperti tahun lalu. Sehingga untuk menghadapi Uji Sekolah bahkan Ujian Nasional harus mempunyai kesiapan dari sekarang. Terutama para siswa sendiri untuk belajar mata pelajaran yang telah diterima di masing–masing sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMU sekabupaten Deiyai.
Domin menambahkan, jika para siswa tidak memperoleh nilai Ujian Nasional, sesuai standar nilai 0,6 yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional.
Standar nilai ujian nasional tahun 2011 ini, para siswa diharapkan memperoleh nilai yang lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, dia menyarankan para siswa harus belajar lebih kuat agar memperoleh nilai sesuai standar yang ditetapkan.
Lebih jauh Domin mengraharpkan, para orang tua siswa juga mestinya memberikan dukungan berupa nasihat, motivasi kepada anaknya agar anaknya dapat memperoleh predikat yang terbaik dalam studynya. Jika orang tua siswa juga tidak memberikan dukungan yang baik kepada anaknya maka tidak tercapai apa yang diharapkan yaitu memperoleh prestasi yang baik. Karena dalam meningkatkan prestasi anaknya mestinya dukungan juga dari orang tua bukan hanya dari para guru saja di sekolah. Melainkan semua komponen dan terutama juga siswa sendiri mestinya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
Sementara itu, dalam sosialisasi di hadiri para guru SD, SMP, SMU yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai dan dilakukan sehari di Aula SMP YPPK Waghete. (bobii hendrik)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.25
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
