Kadang kita keliru dalam menilai sesuatu hal yang tidak kita duga, didalam berasumsi sering kita di sebut dan di nilai sebagai orang terhormat sehingga kita berpandangan kearah jauh terhadap tindakan-tindakan kriminal. Kerap kali selalu saja kita menuding bahwa oknum-oknum seperti preman, anak jalanan, pelacur, rakyat jelata merupakan sumber segala kejahatan dan sangat hina.
Apa mungkin demikian….? Alasan yang bisa saya paparkan dalam tulisan ini adalah karena mereka-merekalah yang selalu melakukan hal-hal yang tidak berkenang dimata orang-orang terhormat bahkan dimata penegak hukum serta pemerintah. Pasalnya, orang-orang terhormat sendiri telah melihat dan menilai mereka adalah pengacau.
Sungguh disesali karena selalu saja kita menggangap mereka adalah buruk, namun dibalik dari itu orang-orang terhormatlah yang selalu memperalat mereka demi kepentingan dan jabatan. Kalau kita menggangap diri kita terhormat dan mempunyai kodrat melebihi mereka itu dianggap sangatlah keliru.
Saya belum tahu, apa sih sebenarnya yang menjadi pemikiran dari pembaca, tetapi menurut tanggapan saya bahwa hentah itu preman atau anak-anak jalanan yang selama ini membuat kekacauan adalah orang-orang terhormat seperti pejabat-pejabat negara, penegak hukum dan elit-elit politik yang rakus akan kepentingan pribadi (ego) dalam menguasai suatu jabatan tertentu.
Sebuah contoh konkrit bahwa orang yang menggugurkan kandungan, orang yang melakukan konspirasi politik dan menghancurkan rakyat, orang yang menjual belikan hukum, orang yang melakukan korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) serta orang yang melakukan pembantaian terhadap masyarakat sipil di pelosok bumi pertiwi ini semuanya itu adalah orang baik-baik.
Alasannya, karena melegalkan produk dalam memberikan peluang kepada hal-hal yang haram seperti minuman keras (miras), pelacur dan sejumlah siasat untuk melenyapkan orang yang dianggap dapat membahayakan orang baik-baik adalah orang baik-baik itu sendiri. Yang bisa saya simpulkan dalam tulisan ini adalah bahwa akar dari seluruh kejahatan bukan bersumber dari preman, pelacur dan anak-anak jalanan, tetapi dari orang-orang terhormat. Mengapa..? Karena mereka tidak mampu mengkoordinir kepentingan politik dengan jalur menciptakan lapangan kerja yang baik bagi mereka (seperti sebagaiman yang telah saya paparkan diatas).
Harapan saya cuma satu hingga dua pepatah kata yakni terlebih kepada seluruh preman, pelacur dan anak-anak jalanan, jangan mudah terpancing serta ditipu dan termakan arus gelombang oleh orang-orang tua yang memposisikan diri sebagai elit politik dan orang terhormat untuk selalu memperalat kita sebagai akal demi memperjuangkan kepentingan politik mereka semata. Mulai saat ini kita harus bangkit serta menunjukkan kepada dunia bahwa kita bukan biang keladi dari semua persoalan tersebut.
Kejahatan dan kekacauan yang terjadi selama ini jika tidak kita sadari maka sampai kapan pun kita akan dianggap sebagai pencetus kekacauan dan kejahatan, sebab akar kejahatan perlu dibersihkan. Salah satu contoh, beberapa tahun silam terjadi eksekusi mati Tibo cs, hal itu jangan sampai terulang lagi atau jangan sampai kita yang jadi sasaran berikutnya, akibat akibat ulah dari orang-orang baik yang selalu menggangap mereka adalah orang terhormat tanpa ada noda di baju mereka……Semoga (Jemmy Gerson Adii)
PSD Demak
-
Rekor musim ke musim
← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21
Baris 61: Baris 61:
* 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng)
* 2...
12 jam yang lalu