Deiyai – Kontraktor dan Konsultan Perencanaan serta Pengawasan baik Putra daerah maupun Non Putra Daerah yang tidak kerja baik dan tidak bertanggung jawab, tidak akan dipakai tenaga mereka kedepannya di Kabupaten Deiyai. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada media ini, Jumat (12/10) kemarin.
Hal itu dikatakan Kadis, karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, dimana untuk Kontraktor dalam pengerjaannya tidak menyelesaikan pembangunannya sesuai tenggang waktu yang ditentukan dan juga setiap kontraktor yang mendapatkan kegiatannya, jangan melihat dari jauh dekatnya pembangunan itu dilakukan. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Konsultan baik Perencanaan dan Pengawasan.
Karena, fokus pemda, Distrik Kapiraya dan Bouwobado juga menjadi prioritas pembangunan.
Dalam artian, kata Bapa yang pernah mengabdi di Kabupaten Jayawijaya selama puluhan tahun ini bahwa baik Kon traktor atau Konsultan yang tidak benar-benar mau membangun Kabupaten Deiyai, kedepan tidak akan dipakai.
“Kenapa saya katakan demikian, karena memang kita di Deiyai saat ini masih tertinggal jauh dalam artian dari segi pembangunannya dengan Kabupaten-Kabupaten lainnya yang ada di Papua ini yang sudah lebih dulu maju. Atas dasar itu pula, maka kita sebagai putra daerah yang menjabat di daerah (kampung halaman) sendiri sangat membutuhkan siapa saja Kontraktor dan Konsultan yang benar-benar berjiwa membangun untuk Kabupaten Deiyai,”ujarnya tegas. (Adii Jemmy)
seLENgkapnya......
Nabire – Untuk akses Telkomsel di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio Nabire mengalami kesulitan, untuk itu diharapkan ada satu tower Telkomsel perlu dibangun di kompleks Perumahaan Pemda Jayanti Wadio. Hal itu ditegaskan Pinsen salah satu PNS yang adalah warga penghuni Perumahaan Pemda Jayanti, Jumat (12/10) kemarin.
Menurutnya, kompleks Perumahaan Pemda Jayanti penting dibangun satu buah tower telkomsel, karena posisi dan startegis perumahaan ini tidak jauh dari Kota Nabire.
“Kami sangat kesal sekali, kenapa tempat kami ini tidak jauh dari Ibu Kota Nabire, tetapi ketika kami melakukan komunikasi sangat susah sekali dan bahkan tidak ada signal. Walaupun ada, tetapi itupun juga di tempat-tempat tertentu,”ujarnya kesal.
Dengan demikian, maka, dirinya mewakili PNS-PNS lainnya yang menghuni di Perumahaan Pemda Jayanti sangat mengharapkan kepada Pemda Nabire agar segera melakukan kerjasama dengan pihak Telkomsel. Pasalnya, supaya bisa dipasangnya satu Tower Telkomsel di kompleks Perumahaan Pemda Jayanti ini.
“Paling tidak, kami juga bisa melakukan akses komunikasi melalui handpone dengan baik. Kenapa masyarakat nabire lain yang tinggsal di kota Nabire, Kimi, Makimi atau bahkan SP dan Wanggar bisa akses Handpone melalui jaringan Telkomsel, tetapi kami di kompleks ini (Perumahaan Pemda Jayanti-red) tidak bisa?”tanya Pinsen prihatin.
Untuk itu sekali lagi, kata Pinsen dirinya mewakili penguhuni Perumahaan Pemda Jayanti sangat mengharapkan kepada Pemkab Nabire untuk dapat jelih dan segera merealisasikan apa yang menjadi permintaan warga masyarakat khususnya PNS yang tinggal di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio ini.
“Sebaliknya, sebelum ada realisasi, Tim dari Pemda atau Telkomsel bisa langsung turun lapangan dan memantau di Perumahaan Pemda Jayanti Wadio ini, untuk dapat memastikan kebenarannya, apakah ada jaringan signal Telkomsel atau tidak? (Adii Jemmy)
seLENgkapnya......