Hal-hal menarik sedang terjadi di Sugapa-Intan Jaya. Seperti yang telah di ketahui bahwa, ketika isu beredar di telinga masyarakat Moni khususnya yang ada di Sugapa dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir ini bahwa rencana Carateker Bupati Kabupaten Intan Jaya akan di jabat oleh salah satu pejabat yang pernah menduduki jabatan penting di Kabupaten Yahukimo itu alias Pak Eddy. Dengan demikian maka hal negatif seperti rasa emosional bahkan kecemburuan mulai naik ke permukaan, karena hadirnya pemimpin yang tidak merupakan pilihan bahkan tidak juga di senangi dan tidak di sukai masyarakat setempat disini (MONI-SUGAPA-red).
Sebenarnya pemimpin yang di sukai masyarakat Moni di Sugapa-Intan Jaya secara 95 persen dari total keseluruhan masyarakat di sugapa, sesuai pantauan langsung say di lapangan selama ini adalah, Pak. David Setiawan (yang sebagaimana sekarang menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahaan di Kabupaten Induk Paniai), atau bahkan putra Daerah Papua yang memang asal-usulnya kinerja jelas, asalkan jangan Eddy yang di jagokan untuk duduk sebagai orang nomor satu perintis Kabupaten Intan Jaya yang di kenal dengan melimpahnya Kekayaan Alam ini.
Kaca mata penulis, bahwa apa yang di inginkan masyarakat Moni yakni suatu hari nanti ada terjadi perubahaan dari banyak segi. Baik, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan bahkan industri pertambangan yang akan memberikan masa depan yang cerah bagi Sugapa-Intan Jaya dan masyarakatnya.
Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa daerah pemekeran Intan Jaya membutuhkan figur yang berjiwa membangun, bukan yang berjiwa pecundang, bahkan terlebih koruptor. Sebab adanya pemekaran daerah khususnya hadirnya Kabupaten Intan Jaya adalah aspirasi benar dari masyarakat akar rumput yang di dasari pada rasa ketidakpuasan atas berbagai kesenjangan pembangunan, seperti kesenjangan wilayah, pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya.
Selain itu pula, diindentifikasikan bahwa selama ini hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan, dirasakan belum memenuhi rasa keadilan atau belum merata ke seluruh pelosok-pelosok wilayah termasuk yang ada di daerah ini (SUGAPA-INTAN JAYA-red).
Menurut hemat penulis, akankah ada pemimpin yang siap merubah nasib Sugapa ini kah..? ataukah pemimpin yang telah di lantik oleh Pemerintah Pusat Akhir bulan Mei 2009 lalu, yakni Max Zonggonau bisakah membangun atau merintis daerah Moni ini menjadi daerah yang maju secara pesat dengan daerah-daerah lainnya yang sudah lebih dulu maju, ataukan sebaliknya..?? Apakah dengan hadirnya pemimpin Carateker di Intan Jaya ini benar-benar kelak akan mengurangi berbagai kesenjangan-kesenjangan. Ataukah sebaliknya..? Jawabannya ada pada Pemimpin itu sendiri dan juga masyarakat setempat.
Perlu di ketahui bahwa, kabupaten Intan Jaya telah di sahkan oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008. Jika melihat kondisi geografis Papua pada umumnya dan lebih khususnya di Kabupaten Intan Jaya ini sendiri dimana luas wilayah dan kondisi geografis sulit dan sangat berat, sehingga tidak akan bisa dibangun oleh satu pihak saja, dan memang membutuhkan uluran tangan dari pihak-pihak lainnya, baik kabupaten induk, pemerintah pusat bahkan terlebih pihak perusahaan terbesar pertama di Tanah Papua yakni PT. Freeport, ketika kelak kalau sudah masuk pada tahap produksi.
Rencana Pesta Bakar Batu, saat Kedatangan Bupati Carateker Intan Jaya
Isu mulai beredar di seantero daerah Moni-Sugapa Intan Jaya, bahwa kedatangan Bupati Carateker Intan Jaya, Bpk. Max Zonggonau dan rombongannya di rencanakan tiba di lapangan terbang (lapter) Bilogai-Sugapa, Rabu (10/6-09). Dengan demikian, sehingga sejak dari bulan-bulan sebelumnya hingga sampai dengan awal bulan Juni 2009 ini, kesiapan masyarakat moni khususnya yang tersebar di beberapa Distrik, mulai nampak dalam kesibukannya masing-masing, misalnya saja menyiapkan binatang Babi, untuk persiapan bakar batu bahkan lainnya. Semoga dengan hadirnya pemimpin putra daerah Moni ini, dapat menjawab berbagai kesenjangan di Intan Jaya ini, seperti sebagaimana yang dapat saya paparkan secara singkat di bawah ini.
Kesenjangan Intan Jaya
Keterlambatan kemajuan daerah ini juga kerena minimnya sarana dan prasarana transportasi, menyebabkan pelayanan pemerintah belum menjangkau ke seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil dan terisolasi, disamping terbatasnya dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mengakibatkan kondisi sosial masyarakat masih memprihatinkan, tertinggal dan terbelakang.
Bahkan masih ada masyarakat terasing yang belum tersentuh oleh pemerintah, sebab luas wilayah yang sulit ditempuh menyebabkan pula terjadinya lepas kendali dan terbelangkahinya jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat serta lambannya pembangunan di wilayah tersebut akibat kesulitan transportasi.
Sehingga untuk meningkatkan pastisipasi dan menjawab semua persoalan tersebut, bagi penulis perlu adanya terobosan baru melalui suatu kebijakan khusus, antara lain melalui pembentukan satuan administrasi pemerintah baru, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Tetapi perlu juga di ingat bahwa bagaimana caranya yang tepat...???
Sebab untuk merubah kesenjangan pembangunan sangatlah di butuhkan Figur yang takut akan Tuhan, berjiwa besar dan benar-benar seorang Figur yang ingin mau merubah kesenjangan pembangunan kearah yang lebih baik, dan sebaliknya bukan Figur yang suka melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)……Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)
Dayung Sampan
-
Popularitas di luar Indonesia: menambahkan rujukan #1Lib1Ref #1Lib1RefID
← Revisi sebelumnya Revisi per 5 Februari 2026 00.28
Baris 7: Baris 7:
== Popu...
2 jam yang lalu





