Gereja TUHAN di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia mengalami situasi yang dilematis. Di satu sisi Gereja sangat ingin mendemonstrasikan iman Kristen akan Kuasa TUHAN, namun di sisi lain Pemerintah mengharuskan Gereja ditutup dan diganti dengan ibadah rumah. Tidak ada yang sanggup melawan setelah melihat beberapa Pendeta, Pastor dan ratusan Jemaat menjadi korban Covid-19. Terselip pertanyaan yang masih jadi misteri di dalam hati, apa sebenarnya yang terjadi ? Mengapa Gereja kena imbasnya ? Mengapa TUHAN seakan membiarkan Gereja-Nya jadi korban bersama dunia ini ? Di manakah kuasa-Nya yang sering didemonstrasikan dalam kebaktian2 kesembuhan Ilahi ?
1Ptr 4:17 (TB) Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi Penghakiman terhadap : - Rumah Allah (TB) - Umat Allah (BIS) - Keluarga Allah (AYT) - Bait Allah (MILT) Melihat dan mengamati situasi yang dialami Gereja saat ini maka penulis mencoba mendeskripsikan hal - hal yang mungkin menjadi alasan penghakiman TUHAN atas Gereja, tanpa bermaksud mendiskreditkan atau menghakimi siapapun. 8 PENGHAKIMAN TUHAN ATAS GEREJA : 1. KONSEP GEREJA Gereja hanya memperhatikan kemegahan Gedung Gereja tanpa membangun kerohanian dan pertumbuhan iman Jemaat. Sebaliknya Jemaat berprinsip hidup benar hanya di dalam Gedung Gereja tapi di luar Gereja boleh hidup dengan tidak benar. Atau juga di dalam Gereja pun dosa dianggap biasa, bahkan Gereja pun dipolitisasi. Itulah sebabnya TUHAN menghakimi Gereja untuk kembali pada konsep dasarnya, Bait Allah (Gereja) adalah tubuh kita sendiri. 2. PERSUKUTUAN PRIBADI Jadwal ibadah Gereja full sepekan sementara persekutan pribadi tidak ada. Dengan berpikir bahwa mengikuti semua kegiatan di Gereja sudah cukup meski doa pribadi tidak ada. Pendeta terkenal dengan full jadwal seminar dan kkr tapi tidak menjaga hubungan pribadi dengan TUHAN. Pasca Covid semua orang mencari TUHAN secara pribadi. Penghakiman datang untuk memulihkan hubungan pribadi kita dengan Dia. 3. ALAT MUSIK DAN FASILITAS MODEREN Gereja menjadi tergantung kepada alat musik dan fasilitas moderen seakan TUHAN tidak hadir kalau tidak ada fasilitas tersebut. Penyembahan sejati adalah "Making melodi in the heart". Bahasa roh yang diucapkan kebanyakan hanyalah dorongan psikis kàrna sugesti musik yang riuh dan lighting yang warna-warni . Pasca Covid 19 doa yang murni lahir dari hati kita. Semua orang berseru dari hati kepada TUHAN dalam kesunyian dan keheningan. 4. HAMBA TUHAN Mendapat gelar Hamba Tuhan, Pendeta, Penatua menjadikan seseorang seperti Artis dan jadi eklusif. Di mana-mana dipanggil Pendeta, Pena dan sebagainya. Lingkup pergaulan merekapun hanya di kalangan orang kaya dan pejabat. Pasca Covid 19 semua Orang percaya menjadi HAMBA TUHAN. Semua Orang memperkatakan Firman Tuhan. Di medsos semua Orang menjadi Pengkhotbah. Semua Orang percaya adalah HAMBA TUHAN. 5. KEKUDUSAN Kekudusan atau kesucian hidup menjadi tidak penting di era moderen. Orang tidak takut lagi berbuat dosa. Kekudusan hilang nilainya. Pasca Covid 19 masing2 kita sadar dosa dan kesalahan kita. Selama ini sibuk tapi sekarang kita punya banyak waktu untuk merenung dan memperbaiki diri. 6. GEREJA RUMAH Gereja terfokus pada ibadah dalam gedung Gereja. Gereja lupa bahwa Gereja mula-mula adalah Gereja Rumah. Kehendak TUHAN Gereja kembali ke kasih yang semula. Sisi baik ibadah keluarga di rumah masing2 adalah semua orang terjangkau. Yang tidak pernah datang ke Gereja akan beribadah di rumahnya. Ibadah dalam rumah membuat anggota dalam rumah memiliki Imam yang akan menuntun iman keluarga. Ada baiknya ibadah di rumah masing2 tetap dipertahankan untuk seterusnya. Anjuran ibadah di rumah adalah cara TUHAN menjangkau semua Orang dalam keluarga kita. 7. PENGINJILAN Semua Gereja menyerukan Akhir Zaman tapi lupa Amanat Agung adalah penentu Akhir Zaman. Semua kegiatan dan keuangan Gereja terfokus pada bangunan fisik Gereja sampai lupa Penginjilan. Pertambahan jumlah anggota Jemaat hanyalah perpindahan antar Gereja dan juga pertambahan jumlah kelahiran sampai siap dibaptis. Tidak ada Petobat baru yang sebelumnya tidak kenal Kristus. Di China pasca Covid19 terjadi ledakan Penginjilan luar biasa. Di medsos semua jadi Penginjil. Postingan galau berubah jadi ayat2 Firman Tuhan. Obrolan tiap hari di rumah2 menjadi menjadi Obrolan Penginjilan. Di Indonesia kita belum melihat ledakan Penginjilan yang signifikan pasca Covid 19. Tuhan sedang menghakimi Gereja tentang Amanat Agung - Nya. Saatnya Gereja keluar dan selesaikan Amanat Agung. Jangan sampai TUHAN hakimi Gereja berkali - kali. 8. SIKAP WASPADA DAN BERJAGA2 Era moderen dengan berbagai kemudahan hanya sekali klik hidup jadi nyaman. Kenyaman membuat kita hidup cuek, memandang remeh segala sesuatu. Sikap ini mempengaruhi sikap rohani Gereja TUHAN kehilangan sikap waspada dan berjaga- jaga. Kedatangan Tuhan Yesus semakin dekat tapi Orang percaya masih belum siaga dan mempersiapkan diri sebagai mempelai Kristus. Covid 19 adalah musuh yang tidak kelihatan, maka dianjurkan berjaga diri dengan masker dan sanitizer. TUHAN mengingatkan kita agar berjag-jaga akan kedatangan Yesus kedua kalinya, karna kedatangan Tuhan itu tidak seorangpun yang tau. Oleh sebab itu TUHAN menghakimi Gereja agar Gereja tetap hidup berjaga-jaga dan siap menyongsong kedatangan-Nya. Tujuan PENGHAKIMAN GEREJA adalah : - Untuk PEMURNIAN GEREJA agar Gereja menjadi serupa dengan DIA sebagai kepala Gereja. - Agar Gereja kudus dan tidak bercacat cela - Agar Gereja siap dalam Repture - Agar Gereja siap menjadi mempelai Kristus. M A R A N A T H A seLENgkapnya......
PSD Demak
-
Rekor musim ke musim
← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21
Baris 61: Baris 61:
* 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng)
* 2...
12 jam yang lalu
