Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2011, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, melakukan sosialisasi tentang ketentuan standar nilai Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMU yang ditetapkan Dirjen pendidikan pusat.
Melalui kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinas Dikbudpora Deiyai, Drs. Dominikus FX. Giyai, kepada para guru sebagai peserta, menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasional akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan nasional. Dan standar nilai Ujian Nasional SD, SMP, SMU berbeda dan standar nilai tahun lalu 0,5 sedangkan standar nilai tahun 2011 ini 0,6. Sehingga standar nilai UAN tahun ini berbeda jauh di banding tahun lalu.
Dengan demikian, dalam kesempatan itu, Domin Giyai, menyarankan, untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional ini, peran guru, orang tua siswa bahkan siswa sendiri punya tugas berat untuk mengejar standar nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan.
Sebab, sistem pengoreksian berkas soal Ujian Nasional juga bukan diperiksa oleh guru, tetapi dipakai komputer seperti tahun lalu. Sehingga untuk menghadapi Uji Sekolah bahkan Ujian Nasional harus mempunyai kesiapan dari sekarang. Terutama para siswa sendiri untuk belajar mata pelajaran yang telah diterima di masing–masing sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMU sekabupaten Deiyai.
Domin menambahkan, jika para siswa tidak memperoleh nilai Ujian Nasional, sesuai standar nilai 0,6 yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional.
Standar nilai ujian nasional tahun 2011 ini, para siswa diharapkan memperoleh nilai yang lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, dia menyarankan para siswa harus belajar lebih kuat agar memperoleh nilai sesuai standar yang ditetapkan.
Lebih jauh Domin mengraharpkan, para orang tua siswa juga mestinya memberikan dukungan berupa nasihat, motivasi kepada anaknya agar anaknya dapat memperoleh predikat yang terbaik dalam studynya. Jika orang tua siswa juga tidak memberikan dukungan yang baik kepada anaknya maka tidak tercapai apa yang diharapkan yaitu memperoleh prestasi yang baik. Karena dalam meningkatkan prestasi anaknya mestinya dukungan juga dari orang tua bukan hanya dari para guru saja di sekolah. Melainkan semua komponen dan terutama juga siswa sendiri mestinya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
Sementara itu, dalam sosialisasi di hadiri para guru SD, SMP, SMU yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai dan dilakukan sehari di Aula SMP YPPK Waghete. (bobii hendrik)
Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
PSD Demak - Rekor musim ke musim ← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21 Baris 61: Baris 61: * 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng) * 2...12 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
15 Maret 2011
Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai Lakukan Sosialisasi UAN
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.25
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Motivasi Ganda: "Persipura Vs East Bengal"
Persipura sukses menahan imbang South China 1-1 dalam tur perdana mereka di Hongkong Stadiun. Usai laga di Piala AFC itu, Persipura kembali ‘mengamuk’ di kandang sendiri dalam lanjutan Liga Super Indonesia, juara musim lalu Arema Indonesia dibantai 6-1, lalu disusul menumbangkan Persijap 1-0 di stadion Mandala.
Hasil positif berturut-turut tersebut, tentu membuat motivasi para punggawa Persipura berlipat ganda saat bersua East Bengal dalam lanjutan Piala AFC di stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam nanti Rabu (16/3). Rencananya laga ini bakal disiarkan secara langsung oleh stasiun Global TV pukul 18.00 WIT. Siaran langsung ini setidaknya menjadi pengobat bagi pendukung maupun masyarakat Kota Jayapura yang tidak bias menyaksikan langsung laga ini di stadion Mandala.
Menghadapi tim asal India macam East Bengal ini tentu pengalaman baru bagi Persipura. Praktis soal kekuatan lawan, pelatih Persipura Jacksen F Tiago sedikit kabur. Hal itu membuat pelatih Persipura Jacksen F Tiago hanya mendapatkan kekuatan lawan dari situs youtube dan situs internet lainnya.
Menurut Jacksen, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet, salah satu senjata pamungkas East Bengal adalah serangan balik yang mematikan.
Apalagi pada laga di Liga India, East Bengal hanya menurunkan enam pemain intinya saja. Sepertinya mereka akan menyimpan sebagian pemain inti untuk menghadapi Persipura.
“Dengan begitu, mereka akan tampil ngotot di Jakarta, namun kami juga sudah menyiapkan strategi untuk meredam mereka,” timpal Jacksen.
Mantan pelatih Persiter ini juga tak mau terpengaruh factor non teknis. Sebab sebelumnya pendukung Persipura berharap laga digelar di stadion Mandalam, namum justru batal dan digelar di stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sang mentor mengakui saat ini mental para pemain dalam kondisik baik, berkat kemenangan di Liga Indonesia, dan menahan imbang South China.
Menurut Jacksen, dengan kondisi mental yang stabil membuat pemain akan bermain habis-habisan untuk meraih hasil maksimal.
Bahkan, untuk lini depan bakal mendapatkan tambahan menyusul bergabungnya kembali Titus Bonay, usai dicoret dari Timnas.
Tibo sapaan akrab Titus Bonay tampil memikat pada partai menghadapi PErsijap lewat satu-satunya gol yang dicetaknya.
Apalagi East Bengal, pada laga pembuka di kandang sendiri, hanya mampu bermain imbang 4-4 dengan Chonburi.
Pelatih East Bengal,Trevor Morgan seperti dilansir tabloid bola meminta para pemainnya untuk berkosentrasi hingga pertandingan berakhir.
Pasalnyanya saat menghadapi Chonburi, timnya sempat tertinggal 2-0, sebelumnya menyamakan kedudukan 2-2. Dan unggul 4-3. Sayangnya mereka kembali lengah hingga lawan menyamakan kedudukan 4-4.
“Kami tidak mau terulang lagi di Jakarta, kami ingin mencuri poin,” tandasnya.(rza/don)
Susunan Pemain
Persipura : Yoo Jae Hon, Bio, Viktor, Hamka, Kabes, Ortisan, Imanuel Wanggai, Gerald Pangkali, Zah Rahan, Titus Bonay, Boaz Solossa.
Cadangan : Ferdiansyah, Lukas Mandowen, Yohanes Tjoe, Rahmat Rivai, Stevi Bonsapia, Cristian Uron, Steven Hendambo.
Pelatih : Jacksen F Tiago
East Bengal : Nandy, Uga, Thokchom, Gurwinder, Saumik, Pradhan, Vasum, Orji, Hosain, Ozbey, Robin.
Cadangan : Mondhal Abhra, Ravinder Singh, Suni Kumar, Baijit Sahni, Alesandro Santos, Syed Rahim, Chongtham Singh
Pelatih : Trevor Morgan
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.20
0
komentar
Label: OLAHRAGA
UU Otsus Papua Perlu Dievaluasi
Jika dihitung, sudah hampir sepuluh tahun UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua hadir di tanah Papua. Ia hadir untuk mengatasi banyak persoalaan, terutama masalah kesenjangan sosial antara daerah Papua dengan daerah lainnya di Indonesia.
UU Otsus juga merupakan bentuk penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia kepada masyarakat Papua, khususnya penduduk asli. Dengan prinsip itu, UU Otsus diharapkan mampu memberikan kesempatan, bahkan memperluas ruang partisipasi masyarakat asli Papua dalam segala bidang pembangunan.
Namun, dalam implementasinya masih banyak rakyat Papua yang beranggapan Otsus telah gagal. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Kinerja MRP
Agar Otsus dapat berjalan dengan optimal, pemerintah pusat telah membentuk Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga repsentatif cultural orang asli Papua. Ia hadir dua tahun setelah Otsus di undang-undangkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 54 tahun 2004, tertanggal, 23 Desember 2004.
Kehadiran MRP juga merupakan “kado” berharga bagi seluruh rakyat Papua karena saat itu diberikan bertepatan dengan perayaan hari natal untuk umat nasrani.
Secara garis besar fungsi dan tugas utama MRP adalah dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan hidup beragama (pasal 1 butir ke-6).
Mengacu pada semangat itu, keanggotaan MRP terdiri dari orang-orang asli Papua yang berasal dari wakil-wakil adat, wakil-wakil perempuan, dan wakil-wakil agama. Saat ini anggota MRP berjumlah 41 orang, di tambah empat orang pimpinan, berarti seluruhnya berjumlah 45 orang.
Hingga saat ini kinerja MRP dianggap buruk. Pada tanggal 11 Februari tahun 2008 lalu, masyarakat Papua bersama mahasiswa pernah mendatangi kantor MRP, mereka meminta lembaga ini dibubarkan karena bekerja tidak optimal.
Dana Otsus
Kehadiran Otsus juga di barengi dengan kucuran dana dari pemerintah Pusat yang jumlah tidak sedikit. Harapannya dana itu bisa digunakan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia.
Semisal 2,4 trilyun (tahun 2004), 4,8 trilyun (tahun 2006), 5,3 trilyun (tahun 2007), 5,5 trilyun (tahun 2008), 5,3 trilyun (tahun 2009), 5,2 trilyun (tahun 2010) dan untuk ABPD Propinsi Papua tahun 201I membutuhkan 5,8 trilyun.
Dana diatas diperuntukan untuk bagi pembiayaan berbagai sektor yang rawan dan begitu tertinggal, seperti; pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat Papua. Tetapi yang mengherankan, masih saja terjadi in-efisiensi yang berpeluang untuk dikorupsi oleh pejabat lokal.
Menteri Dalam Negeri, Gemawan Fauzi beberapa waktu lalu berkomentar bahwa dana Otsus untuk Papua pada tahun berikut akan di tambah. Ini sebuah langkah bijak yang harus dimanfaatkan untuk kemajuaan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Tidak Tepat Sasaran
Hingga saat ini pemakaiaan dana Otsus juga dianggap tidak tepat sasaran. Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH pernah mengatakan dalam bukunya “Kami Yang Menanam, Kami Yang Menyiram, Tuhan-lah yang Menumbuhkan” bahwa sekitar 80% dana Otsus digunakan untuk pembiayaan aparatur pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
Ia juga menggambarkan bagaimana para pejabat Papua sering berfoya-foya dengan uang Otsus, padahal banyak rakyat mereka yang hidup sangat miskin. Seharunya para pejabat berpikir bahwa dana Otsus di peruntukan bagi masyarakat mereka yang miskin. (Suebu, Barnabas. 2007)
Pemberiaan dana block grant bagi masyarakat Papua juga merupakan sebuah kebijakan yang tidak tepat. Mengapa? Karena dana block grant diberikan tanpa tupoksi yang jelas dari pemerintah provinsi. Hal ini tentu memboros anggaran, karena akan digunakan tidak tepat sasaran oleh masyarakat di kampung-kampung.
Akibat penggunaan dana Otsus yang tidak tepat sasaran, kehidupan masyarakat Papua sangat terpuruk. Infrastruktur di Papua juga tak begitu menjanjikan. Coba bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 40 juta, dengan APBD hanya kurang dari Rp 10 triliun, namun infrastrukturnya memang jauh lebih baik. Bagaimana dengan penduduk Papua yang hanya sekitar 4 juta, namun mendapatkan dana APBD 22 trilyun.
Evaluasi Otsus
Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap amanat UU Otsus. Penggunaan dana Otsus Papua juga perlu segera diaudit. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mendukung implementasi Otsus beberapa tahun kedepan.
Selain mengaudit penggunaan dana Otsus, pemerintah pusat juga perlu membentuk sebuah lembaga independen, yang tugasnya mengontrol dan mengawasi setiap penggunaan dana Otsus. Lembaga ini diharapakan tidak terikat dengan birokrasi pemerintahaan.
Presiden SBY juga dalam beberapa media pernah memberikan pernyataan, dimana meminta Otsus segera di evaluasi, termasuk mengaudit penggunaan dana Otsus. Yang perlu di perhatikan adalah evaluasi dari sisi manajemen, anggaran, hingga pengawasaannya.
Semoga evaluasi dan audit dana Otsus merupakan langkah paling bijak untuk mendukung UU Otsus Papua ke depannya. Rakyat Papua masih tetap menanti jalan yang paling baik untuk perubahaan kesejahteraan hidup mereka. Semoga saja. (Oleh Oktovianus Pogau, adalah Solidaritas Masyarakat Papua, tinggal di Jakarta.-Tulisan ini telah di muat juga di koran Nasional, The Jakarta Globe di Jakarta)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.15
0
komentar
Label: EDITORIAL, SOSIAL BUDAYA
My Number NPWP
My Daily
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan