God Bless You All and Me

Tampilkan postingan dengan label PENGALAMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGALAMAN. Tampilkan semua postingan

29 Agustus 2016

"KESAKSIAN NUR LAILA"

Shalom El. Puji Tuhan !!! "Kesaksian Nur Laila" Nama saya Nur Laila. Saya adalah seorang Muslimah yang telah mengikut dan mentaati segala-gala yang telah diajari oleh ibu-bapa saya, terutamanya dalam hal-hal iman dan keislaman. Tetapi walaupun begitu, semakin saya lebih membesar, hati dan jiwa saya masih kekosongan sahaja walaupun saya telah mencari jawapan soalan-soalan kehidupan dari agama Islam serta ajaran-ajarannya. Pada satu hari, saya telah terjumpa dengan jawapan serta penyelesaian kepada segala keruncingan dan keresahan rohani di dalam jiwa dan hati saya. Sejak waktu itu, saya telah dapat mengenalNya lebih mendalam lagi, hari demi hari. Saya dilahirkan dalam keluarga Islam. Ibu dan bapa saya adalah pengikut Islam yang cukup warak dan bertakwa. Datuk saya telah mengajar saya mengaji al-Quran sejak saya berumur empat tahun sampai saya mencecah tujuh tahun. Sebagai seorang Muslimah yang bertaqwa, saya menunaikan ibadat solat saya lima kali sehari dan telaah pengajian Islam dari jam 6 petang sampai 8.30 malam setiap hari Sabtu ke Khamis. Sesudah selesainya pembelajaran di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) di mana saya telah belajar pendidikan biasa dan juga pendidikan Islam. Saya telah mempelajari begitu banyak tentang agama Islam, serta mendalami ilmu-ilmunya dengan cukup mantap, walau pun begitu, Islam tidak mampu menenangkan jiwa saya atau menghasilkan kehidupan yang bermakna atau pun menjadi panduan hidup bagi saya secara serius. Keadaan dalam hati dan jiwa saya masih lagi kosong dan gelisah sahaja dan saya tidak pernah menikmati apa yang difahami sebagai kasih-sayang Tuhan Allah agama Islam itu! Setelah mendalami telahaan dan pengajian agama Islam, saya dapati bahawa seolah-olah kasih-sayang Allah itu bukanlah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau kesayangan yang sesungguhnya. Lebih-lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam adalah amat terbatas dan bersyarat sekali; saya terpaksa melakukan segala macam hal dan peraturan supaya saya melayakkan diri untuk dapat mengalami kasih-sayang-Nya, yaitu 'irrahman dan arrahim-Nya'! Saya tidak menimbulkan soalan-soalan seperti ini kepada orangtua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu adalah 'dosa besar'! Pada suatu hari, sesudah saya menunaikan ibadah solat saya kepada Allah, saya telah menangis dan rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tidak dapat mengenal atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Tidak lama kemudian, saya telah membuka radio saya dan kebetulan sekali, tepat pada saat itu merupakan siaran steyen radio Kristian. Seorang wanita Kristian sedang membaca daripada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi : 'Sayidina Isa berkata: "Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu."' Saya telah berfikir pada diri saya : "Siapakah Sayidina Isa ini, yang mampu dan sanggup menganugerahkan kelegaan kepada umat manusia yang berbeban berat? Saya masih ingat mengatakan kepadaNya, "Kalau Engkau sungguhnya Ilahi, dan Sayidina Isa yang sebenarnya telah menyatakan seperti itu, tolonglah, biarlah saya mengenal Engkau!" Pada Tahun Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh teman-teman saya. Kebanyakan mereka di situ adalah orang beragama Kristian. Saya telah mendengar cerita tentang Sayidina Isa Al-Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik telah menarik perhatian saya, yakni: "Sayidina Isa mengasihi anda." Saya teringat pada masa yang lalu, di mana pencarian saya bagi kebenaran kasih-sayang Allah swt adalah hampa sahaja. Jadi pada saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah Sayidina Isa itu sebenarnya kerana jika Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya akan menjadi pengikutNya yang setia! Oleh sebab itulah, saya telah berkata kepada Sayidina Isa : "Sayidina Isa Al-Masih, jika sesungguhnya Engkau ilahi, dan mengasihi saya, izinkanlah saya mengenal Engkau!" Dua malam kemudian, sambil tidur saya telah bermimpi. Mimpi saya itu tampakkan satu cahaya yang sangat indah di depan pintu rumah saya! Saya ingin menjamah cahaya itu, tetapi kaki saya tersangkut kepada lantai pula! Pada waktu yang sama, terdengar suara ibu saya :"Jangan mendekati cahaya itu." Saya telah terjaga dengan tiba-tiba dalam keadaan berpeluh. Saya kurang faham apakah maksud cahaya indah itu dan menceritakannya kepada teman Kristian saya tentang mimpi saya dan dia menjelaskan bahawa saya harus menelaah Kitab Injil untuk mendapati jawapannya. Dan jawapannya terdapat di dalam nas Injil, Yahya fasal ayat 5: "Selagi Aku ada di dunia ini, AKULAH TERANG DUNIA." Begitulah bunyinya kata-kata Sayidina Isa dan sesungguhnya Baginda adalah terang dunia. Saya menginsafi pada saat itu juga Baginda inginkan saya sedar dan mengakui bahawa Dialah satu-satunya Terang Duniadan saya harus mengikuti jalan Baginda! Sejak mimpi saya itu, saya telah membaca, mengkaji dan menelaah kitab Perjanjian Baru dalam Kitab Suci Injil pada setiap hari. Semakin saya mendalami ilmu pengetahuan saya dalam Sayidina Isa Al-Masih dan menginsafi siapakah Baginda sebenarnya, semakin jelas sekali bahwa konsep Isa Al-Masih di dalam Islam dan al-Quran amatlah dangkal sekali! Saya telah menyerahkan segala jiwa dan kehidupan saya ke dalam genggaman Sayidina Isa! Saya juga telah khuatir akan perhubungan saya dengan keluarga saya kerana mereka adalah Muslim; dan saya, sebagai seorang pengikut Sayidina Rabbani isa Al-Masih mungkin akan menganiayai saya. Walau bagaimanapun, Tuhan Allah telah memberkati hikmat-Nya kepada saya untuk bertahan segala macam rintangan dan cabaran. Jikalau iman saya tidak tabah, keluarga saya tidak akan dapat mengenali Tuhan dan Allah yang sebenar. . Kemudian, Tuhan menganugerahkan saya mimpi-mimpi yang telah menjadi nyata! Walau pun bahasa ibunda saya bahasa Melayu, saya juga fasih dalam bahasa Thai. Satu daripada mimpi tersebut melibatkan keluarga sahabat saya yang mana ibu-bapanya mempelajari bahasa Thai daripada saya. Di dalam mimpi saya itu, mereka berada di atas sebuah bukit dan keadaan di sana sangatlah kering. Mereka kelihatan sangat letih dan tiba-tiba anak lelaki bongsu mereka telah jatuh tergelincir ke dalam lembah di bawah bukit itu. Mereka sangat gelisah tentang anak mereka itu dan menangis bersedu-sedu kerana keadaannya. Pada saat itu, saya pun telah tiba-tiba terjaga dari tidur dan sedari bahawa Tuhan Allah inginkan saya mendoakan bagi keselamatan keluarga di dalam mimpi saya itu. Dua hari kemudian, seorang teman memberitahu saya bahwa keluarga ini sedang berada di dalam hospital dan anak lelaki bongsu mereka juga dimasuki ke hospital dalam keadaan yang serius. Syukur Alhamdulillah! Setelah saya mendoakan untuk mereka serta untuk pemulihan mereka sekeluarga, di dalam nama Sayidina Isa Al-Masih, mereka semua telah sembuh dan kesihatan mereka sudah pulih kembali seperti biasa 100 peratus! Mimpi-mimpi dari Allah seperti inilah telah menolong saya mengukuhkan iman saya di dalam Allah serta di dalam Jalan-Nya yang benar - yakni Sayidina Rabbani Isa sendiri, yang telah menyatakan : "Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. Tidak seorang pun datang kepada Tuhan Allah kecuali melalui Aku." Yahya 14 ayat 6. Dua tahun kemudian sesudah peristiwa mimpi tersebut, saya telah memeluk ajaran Injil serta menerima Sayidina Isa Al-Masih sebagai penebus dosa saya dan juga sebagai Rabbi dan Tuhan saya sendiri! Saya juga telah menjelaskan kepada ibu saya sebab-sebab mengapa saya membuat keputusan tersebut. Seperti biasa, dia menganggap bahwa saya melakukan sesuatu yang 'kurang bijak', akan tetapi, saya memberitahukan kepadanya bahawa saya telah mengenal Tuhan Allah yang sesungguhnya hakiki dan benar. Orangtua saya kurang senang dengan keputusan saya untuk menjadi seorang pengikut Sayidina Isa Al-Masih. Inilah reaksi yang lazim bagi ramai umat Islam khasnya apabila mereka cuba menangani orang Islam yang telah menolak ajaran Islam dan ingin menjadi pengikut Sayidina Isa yang sejati walaupun atas sebab-sebab yang cukup wajar! Walaupun begitu, sebagai seorang yang sudah dewasa, mereka sedar bahwa keputusan saya ini harus dihormati oleh semua phak.Saya telah pun serahkan keluarga saya yang tersayang ke dalam tangan Allah swt, dan saya yakin mereka juga akan menginsafi siapakah Tuhan Allah yang sebenarnya serta memeluknya dengan sebulat hati. Thanks n Gb we all PKAZ-adiijemmy

seLENgkapnya......

KESAKSIAN ANGELICA ZAMBRANO

Kesaksian Angelina Zambrano ( Costa Rica ) Persiapkan dirimu untuk bertemu dgn Allah!........JBU ALL Kerajaan Surga & Neraka, dan Kedatangan Kristus by Angelica Zambrano aka.23 Horas Muertra www.divinerevelations.info/indonesia/ Location: El Empalme, Ecuador. Sept. 29, 2009 Selama periode 23 jam, seorang anak perempuan Ecuardo bernama Angelica diperlihatkan Kerajaan Surga dan Neraka, dan Kedatangan Kristus. Ia menyaksikan Yesus menangis ketika Ia melihat banyak sekali jiwa-jiwa yg hilang selamanya, sebuah dunia yg menolakNya, sebuah Gereja yg lebih kebanyakan tidak siap utk Dia, orang-orang yg telah berhenti bersaksi kpd yg terhilang, dan sebuah industri entertainmen yg menyeret anak-anak kpd setan. Ia menyaksikan banyak dari ikon budaya kita yg terpandang menderita di dalam Lubang neraka; penyanyi, entertainer/penghibur, dan juga seorang paus. Angelica juga diperlihatkan bagaimana Kerajaan Surga semua sudah dipersiapkan dgn begitu indah dan siap, sebuah tempat mulia yg tak terbayangkan, di mana tidak ada kejahatan. Walaupun Yesus HANYA datang kembali utk Orang-orang Kudus, dan banyak dari anak-anak Tuhan TIDAK akan siap pada hari itu, dan akan tertinggal di dunia yg akan berantakan. Maxima (the Mother) : Namaku Maxima Zambrano Mora dan kami menghadiri Gereja "Casa de Oracion" di El Empalme. Kami berpuasa selama 15 hari, dan berseru kepada Tuhan. Anak perempuanku Angelica juga ikut bergabung. Selama lima belas hari puasa itu, aku dapat melihat melampaui hal biasa, yg mana aku tak pernah melakukannya sebelumnya. Kami berdoa dan berpuasa di retret, dan bahkan terus berdoa dan berseru di rumah, menantikan Tuhan berbicara kpd kami. Tuhan memberikan kami penghiburan. Karena cobaan-cobaan hidup, kami seringkali siap utk menyerah, tetapi Tuhan ada di sana utk menolong kami. Ia memberikan kami Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Anak perempuanku telah tegas memintanya dari Tuhan, tanpa sepengetahuanku. Angelica (The daughter) : Namaku Angelica Elizabeth Zambrano Mora. Aku 18 tahun, dan belajar di " Colegio José María Velazco Ibarra", di El Cantón, El Empalme, Ecuador. Aku menerima Kristus pertama kali ketika saya 12 tahun, tetapi aku berkata kpd diriku sendiri, "Tdk ada seorangpun dari teman-temanku yg evangelikal/injili dan saya merasa aneh di tengah-tengah mereka", jadi aku pergi menjauh dari Tuhan, dan hidup dgn kehidupan yg buruk dan mengerikan. Tetapi Tuhan mengangkatku keluar dari sana. Di ulang tahunku yg ke-15, aku berdamai dgn Tuhan, tetapi aku masih mendua hati. Alkitab mengatakan, "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya." Yakobus 1:8 dan aku salah satunya. Ayahku akan berkata,"Engkau tak usah menjadi seperti itu, itu kelihatan buruk, itu salah." tetapi aku akan menjawab, "Ini caraku, dan aku mau jadi apa, tidak seorangpun harus mengatakan kpdku bagaimana aku seharusnya, ataupun apa yg harus aku lakukan, ataupun bagaimana aku harus berpakaian, atau bersikap." Ia akan menanggapi, "Tuhan yg akan berurusan dgnmu. Ia yg akan mengubahmu." Saat ulang tahunku ke-17, aku datang mendekat kpd Tuhan. Bulan April tgl 28 aku datang kpdNya dan berkata, "Tuhan, ampuni aku. Aku mau Engkau menulis namaku di Buku Kehidupan dan menerimaku sebagai anakMu." Aku bertobat dan memberikan kembali hidupku kpd Tuhan. Aku berkata, "Tuhan, aku mau Engkau mengubahku, utk membuat perbedaan di dlmku." Aku menangis dgn seluruh hati, meminta Tuhan utk mengubahku. Tetapi, waktu berlalu aku tidak merasakan perbedaan. Perbedaan satu-satunya hanyalah aku mulai menghadiri gereja, membaca Alkitab dan berdoa. Hanya itu yg berbeda di dlm hidupku. Kemudian, di bulan Agustus, aku diundang utk berpuasa selama 15 hari. Aku memutuskan utk ikut, tetapi sebelum masuk aku berkata, "Tuhan, aku mau Engkau berurusan dgnku di sini." Selama berpuasa, Tuhan berbicara kpd hampir setiap orang, kecuali aku! Itu seolah-olah Tuhan tidak melihatku, dan itu menyakitkan. Aku akan berdoa, "Tuhan, bukankan Engkau akan berperkara dgnku?" Aku akan menangis sendiri dan meneruskan, "Tuhan, apakah Engkau mengasihiku? Apakah Engkau di sini? Apakah Engkau dgnku? Mengapa Engkau tdk berbicara kpdku seperti yg Engkau lakukan kpd yg lain. Engkau berbicara ttg banyak hal kpd org lain, bahkan kata-kata nubuatan, tetapi tdk kpdku." Aku meminta tanda bahwa Ia bersamaku, dan Tuhan memberikanku Yeremia 33:3, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Aku berkata, "Tuhan apakah Engkau baru berbicara dgnku?" Karena aku mendengar suaraNya jelas dan mendapat penglihatan kata-kata tertulis di Yeremia 33:3. Aku berkata Tuhan, "Tuhan, apakah itu utkku?" Aku menyimpannya utk diri sendiri, sementara orang-orang lain bersaksi apa yg Tuhan berikan kpd mereka dan apa yg mereka lihat. Tetapi aku menyimpannya rahasia dan hanya akan merenungkan kata-kata di : "Berserulah kepada-Ku" artinya berdoa, tetapi apa arti dari "hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami"? Aku berpikir, "Ini hanya bisa berarti surga dan neraka." Jadi aku berkata, "Tuhan, aku hanya mau Engkau memberitahukan surga, tetapi tidak neraka, karena aku telah mendengar itu adalah tempat yg menyeramkan." Tetapi aku kemudian berdoa dgn seluruh hati, "Tuhan jika ini kehendakMu utk menunjukkan apa yg Engkau harus lakukan, maka lakukanlah, tetapi ubah aku dahulu. Aku mau Engkau membuat perbedaan di dlmku; Aku mau berbeda." Ketika kami selesai berpuasa, ada cobaan-cobaan dan kesulitan-kesulitan dan terkadang aku merasa lemah, tidak mampu terus berjalan dgn Tuhan. Tetapi Ia memberikanku kekuatan. Aku mulai mendengar suaraNya dan mengenalNya lebih baik. Kami menjadi teman baik. Tuhan adalah teman terbaik kita, Roh Kudus. Aku berkata kpdNya, "Tuhan Engkau adalah teman terbaikku. Aku mau mengenalMu lebih baik lagi," dan membagi seluruh pikiranku dgnNya. Aku berpuasa selama bulan Agustus dan kemudian di bulan November, seorang hamba Tuhan datang ke rumah kami dan berkata, "Semoga Tuhan memberkatimu." Aku menjawab, "Amen." Lalu ia berkata, " Aku di sini membawa pesan dari Tuhan...engkau harus menyiapkan dirimu, karena Tuhan akan memberitahukanmu hal-hal yg besar dan perkasa yg engkau tidak ketahui. Ia akan memberitahukanmu Surga dan Neraka karena engkau memintanya, dari Yeremia 33:3" Aku bertanya, "Ya, bagaimana engkau tahu? Aku tidak pernah memberitahukan itu kpd siapapun." Ia menjawab, "Allah yg sama yg engkau layani dan sembah, Allah yg sama yg aku sembah itu yg memberitahukanku ttg semuanya." Seketika kami mulai berdoa. Saudari-saudari dari gereja kami, dan yg lainnya dari keluargaku ada di sana dgn kami berdoa. Tetapi segera saat kami mulai berdoa, aku melihat surga terbuka. Jadi aku berkata, "Aku melihat surga terbuka, dan 2 malaikat turun ke bawah!" Pria itu berkata, "Tanyakan mengapa mereka di sini." Mereka tinggi dan indah; dgn sayap-sayap yg indah. Mereka besar dan bersinar, dan kelihatan transparan, cemerlang seperti emas. Mereka mengenakan sandal kristal dan jubah kekudusan. "Mengapa engkau di sini?" Mereka tersenyum dan berkata, "Kami di sini karena kami membawa sebuah tugas utk dilaksanakan... Kami di sini karena engkau harus mengunjungi Surga dan Neraka dan kami tidak akan pergi sampai semua ini sudah selesai." Aku menjawab, "Baiklah, tetapi aku hanya mau mengunjungi surga, bukan neraka." Mereka tersenyum, dan tinggal di sana, tetapi tidak berkata apa-apa lagi. Setelah kami selesai berdoa, aku masih dapat melihat mereka di sana. Aku juga mulai melihat Roh Kudus; Ia adalah teman baikku; Ia Kudus, Ia maha tahu; Ia hadir di mana-mana! Aku dapat melihatNya, transparan dan cemerlang bersamaan; dgn wajah yg cemerlang, aku dapat melihat senyumNya dan tatapanNya yg penuh kasih! Aku hampir tidak dapat menjelaskanNya, karena Ia lebih indah dari malaikat-malaikat. Malaikat-malaikat memiliki keindahan mereka sendiri, tetapi Roh Kudus jauh lebih indah dari mereka! Aku dapat mendengar suaraNya jelas, suara yg penuh dgn kasih, suara yg menggairahkan. Aku hanya tidak dapat menjelaskan suaraNya; suara seperti petir, tetapi jg bersamaan Ia akan berkata, "Aku menyertaimu." Jadi aku akan berjuang terus berjalan dgn Tuhan, walaupun cobaan-cobaan itu mengelilingi kami. Kami berjalan melalui masa-masa sangat sulit, tetapi juga menang di saat bersamaan. Aku berkata, "Tuhan, biarlah kehendakMu jadi." Aku terus menyadari malaikat-malaikat juga ada di sekolah, dan di dlm kelasku. Aku begitu senang, begitu sukacita karena sebenarnya aku dpt melihatnya! Hamba Tuhan, yg mengunjungi rumahku, berkata kpdku utk bersiap-siap karena aku akan melihat Surga dan Neraka. Tetapi ia juga berkata kpdku sesuatu yg sulit. Ia berkata, "Engkau akan mati.” Itu bukanlah hal yg mudah ketika mendengarnya. "Bagaimana aku akan mati? Aku begitu muda", aku bertanya. Ia menjawab,"Jangan kuatir ttg apapun, semua yg Tuhan lakukan sempurna, dan Ia akan membawamu kembali hidup, jadi engkau dapat bersaksi ttg Surga dan Neraka, itu yg Tuhan mau agar kita smua mengetahuinya." Aku berkata, "Amen, tetapi akankah aku ditabrak sebuah mobil, bagaimana aku akan meninggal?” Ide-ide datang dlm pikiranku, tetapi Tuhan berkata utk tidak kuatir, semuanya dlm kendali. Aku berkata, "Terimakasih, Tuhan!" Pada tgl 6 November, setelah aku pulang ke rumah dari sekolah, malaikat-malaikat masih denganku, bahkan ketika memuji Tuhan. Mereka tidak akan berbicara kpdku; semua yg mereka katakan hanya, "Kudus, Kudus, Kudus, Haleluyah," memberikan kemuliaan, kehormatan dan pujian kpd Bapa kita di Surga. Roh Kudus di sana jg bersama para malaikat dan aku bersukacita. Banyak orang berkata bahwa injil itu membosankan, tetapi itu adalah tipuan besar dari setan utk mencegah orang-orang mencari hadirat Tuhan. Aku dulu juga percaya akan hal ini, tetapi setelah aku bertemu Tuhan dan Roh Kudus, aku tahu injil tidak membosankan, itu adalah pengalaman paling terindah yg engkau dapatkan di bumi! Aku dpt melihat; bermain, dan bahkan berbicara dgn Roh Kudus. Tetapi para malaikat tdk akan berbicara kpdku, tetapi mereka akan memuji Tuhan. Aku akan berkata, "Roh Kudus datang bersama dgnku melakukan ini atau itu" dan Ia akan ada di sana. Aku dapat merasakan dan melihatNya. Aku melihatNya ketika Ia bangkit dari kakiNya, dan bahkan akan menyiapkan tempat duduk utkNya. Walaupun banyak yg tdk dpt melihatNya, Ia ada di sini! Hubungan ini terus berjalan, tdk ada alasan utk menghentikannya, sekali engkau mengalaminya.. tdk ada hal yg membuatku ingin mundur. Ketika aku mempertimbangkan di mana Ia menarikku keluar dari keadaanku sebelumnya, aku begitu bersyukur atas anugrahNya, utk semua kasihNya kepada manusia dan kpdku! Pada tgl 7 November, ketika aku dlm perjalanan kembali ke rumah, aku mendengar suatu suara berkata, "Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini," Aku tahu itu adalah Roh Kudus karena aku dapat melihatNya. Aku mengacuhkan suaraNya dan berkata, "Tuhan, aku tidak mau mati hari ini!" Tetapi Ia mengulanginya, "Siapkan dirimu, karena engkau akan mati hari ini!" Kali ini Ia berkata semakin keras dan dgn kekuatan yg lebih besar. Aku menjawab, "Tuhan, aku tahu itu Engkau yg berbicara kpdku; aku hanya minta dikonfirmasi dan setelah itu, lakukan kpdku sesuai kehendakMu. Aku akan melakukan apapun tugasMu, aku akan berserah, bahkan jika aku takut, karena aku tahu Engkau bersamaku dan Engkau hidup." Aku berdoa, "Biarlah orang yg Engkau pakai sebelumnya, membawa pesan ini kpdku. Biarkan ia ada di rumahku saat ini jg, sebelum aku sampai, dan biarkan ia mengatakan kpdku bhw hari ini saya akan meninggal." Tuhan tahu kehidupan masa lalu, sekarang dan masa depan kita, Ia tahu apa yg kuminta dari Dia. Jadi ketika aku tiba di rumah, hamba Tuhan itu sudah ada di sana. Maxima : Ketika anak perempuanku tiba di rumah, kami ada di dapur. Ketika ia melihat hamba Tuhan ia berkata, "Semoga Tuhan memberkatimu." Orang itu menjawab, "Tuhan memberkatimu. Apakah engkau siap? Hari ini adalah hari Tuhan akan mengambilmu, pk.4 sore." Ia hanya berdiri di sana, terkagum bahwa Tuhan telah mengabulkan permintaannya. Angelica : Ketika aku mendengarnya aku berkata, "Amen.. tetapi aku tidak mau mati, aku tidak dapat mati! Tidak, Tuhan, aku takut, sangat takut, takut sekali!" Hamba Tuhan itu berkata, "Mari kita berdoa supaya ketakutanmu pergi sekarang di dalam nama Tuhan." Aku berkata, "Amen" dan kami berdoa. Segera aku merasakan semua ketakukan itu meninggalkanku, dan sukacita yg tdk dpt dijelaskan datang, berpikir bahwa kematian adalah hal terindah yg dpt terjadi pd diriku! Aku mulai tersenyum dan tertawa sementara semua orang memperhatikanku. Mereka dapat melihatku yg tadinya cemas menjadi penuh sukacita. Aku tertawa, melompat dan bernyanyi. Maxima : Anakku segera merasakan sukacita di dlm hatinya dan mulai mau makan. Ia sedikit makan dari kesemuanya, ia berkata, "Jika aku tidak kembali, paling tidak aku sudah makan dan aku kenyang.” Angelica : Semua orang mulai tertawa dan bertanya, ” Mengapa kamu bersikap seperti ini daripada bersedih, kamu senang, kamu bersukacita?" Aku memberitahukan mereka, "Tentu saja: aku akan bertemu Tuhan, aku akan bersamaNya, tetapi aku tdk tahu jika aku akan kembali atau tidak jadi aku akan memberikan seluruh barang-barangku." Mereka semua menatapku dan bertanya, "Kamu akan memberikan seluruh kepunyaanmu?" Mata ibuku terbelalak terkejut! Maxima : Anakku mulai memberikan barang-barangnya. Ia memberikan semuanya, semuanya! Saudari-saudari gereja kami bersama dgn kami seperti biasa, dan ia memberikan sesuatu kpd setiap satu dari mereka. Ketika aku bertanya maksudnya, ia berkata, "Jika aku kembali, mereka dapat memberikan semuanya kembali kpdku, tetapi jika aku tidak kembali, maka mereka dpt memiliki semuanya." Angelica : Aku tdk dpt membayangkan bagaimana sedihnya yg ibuku rasakan ketika aku berkata seperti itu. Tetapi aku merasa begitu bahagia yg membuatku mulai memberikan seluruh barang-barang : pakaianku, tempat tidurku, handphoneku, semuanya, dengan satu kondisi : jika aku kembali, semuanya harus kembali kpdku. Mereka semua mulai tertawa. Maxima : Ia sangat bertekad, tetapi sebagai ibu, aku merasa begitu menderita. Itu tidaklah mudah. Aku bertanya-tanya, "Tuhan ketika saatnya datang, bagaimana itu akan terjadi?" Aku tidak dpt mengerti. Ketika mereka mulai berdoa, aku sedang mengatur barang-barang di rumah. Mereka berkata, "Saudari, mari berdoalah." Tetapi saya menjawab, "Engkau lanjutkan dulu, aku akan bergabung dgnmu sebentar lagi. Biarkan saya selesaikan tugas ini dulu." Angelica : Mereka semua memandangiku ketika kami berdoa. Aku berdoa, "Tuhan, aku mau melakukan kehendakMu. Engkau bukan manusia yg dapat berbohong atau bertobat, aku tahu Engkau nyata. Jika aku akan membuatMu gagal, maka itu yg terbaik jika Engkau membawaku dgnMu; tetapi jika aku melakukan kehendakMu, maka bawa aku kembali tetapi tolong aku utk mengatakan kebenaran, siapkan aku, tolong aku utk berkotbah dan berkata kpd orang-orang utk bertobat." Itulah doa terpendekku. Aku mengatakan ini kpd hamba Tuhan itu dan berkata, "Jangan katakan ibuku apa yg aku katakan kpd Tuhan." Ia menjawab, "Aku tidak akan mengatakannya sekarang, tetapi ketika Tuhan membawamu, aku akan mengatakan kpdnya." Kami melanjutkan berdoa dan membuat lingkaran berdoa bersama. Maxima : Pk. 3:30 sore, Tuhan memberitahukan hambaNya utk mengurapi anakku. Jadi beberapa dari kita pergi ke kamar dan mengurapinya. Ia memberikan kami 2 menit utk mengurapinya menyeluruh, dari rambutnya ke bawah, semua, seluruh tubuhnya. Ia penuh diurapi. Kematian Angelica : Ibuku dan saudari gereja lainnya, Fátima Navarrete, mengurapiku dgn minyak. Tetapi ketika mereka mengurapi aku, aku merasa sesuatu melingkupiku, seperti sebuah kaca yg menyelubungiku. Itu sulit dijelaskan, aku merasa dilingkupi oleh sesuatu seperti baju baja, dan aku tidak dapat menjelaskan bagaimana aku dilingkupi Setelah itu, ketika mereka mencoba utk menyentuhku, mereka tidak dpt lagi. Maxima : Ketika kami berdoa bagi Angelica, aku mencoba utk menaruh tanganku pdnya, tetapi aku tidak dapat menyentuhnya! Ia memiliki sesuatu yg menyelubungi sekelilingnya. Selubung ini mulai dari atas kepalanya hingga kakinya, sekitar 30cm. Itulah yg paling mengejutkanku. Aku menaruh tanganku pd orang-orang sebelumnya, di dalam ibadah gereja, tetapi sesuatu seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya! Aku berkata, "Oh, sesuatu pasti terjadi," dan aku mulai berdoa dan mengucap syukur kpd Tuhan. Tiba-tiba, aku merasakan sukacita yg besar. Kesedihan dlm hatiku lenyap, rasa sakit itu lenyap, dan aku sekarang merasa sukacita dan bahagia! Kami meneruskan berdoa dan sekitar jam 4:00 sore, anakku terjatuh di lantai. Angelica : Selama berdoa, aku merasa sulit bernafas; aku tidak dapat bernafas. Aku merasakan sakit di paru-paruku dan di dlm jantungku. Aku merasa darahku tidak mengalir, dan rasa sakit yg hebat di seluruh tubuhku. Yg bs aku katakan adalah, "Tuhan, berikan aku kekuatan, berikan aku kekuatan!" karena aku merasa aku tidak dapat melanjutkan. Aku tdk punya kekuatan, ia telah meninggalkanku! Ketika aku melihat ke surga, dalam alam roh, tidak dgn mata jasmaniku, aku melihat surga terbuka. Aku melihat para malaikat, bukan 2 ataupun 10, tetapi berjuta-juta berkumpul bersama. Di tengah-tengah jutaan para malaikat, aku melihat Terang, 10.000 kali lebih terang dari matahari. Dan aku berkata, "Tuhan, itu Engkau yg datang!" Maxima : Ketika ia jatuh, kami mencoba utk memberdirikannya, tetapi ia tidak dpt berdiri sendiri. Kali ini, kami dpt menyentuhnya. Ia sedang berkata, "Berdoalah. Aku tdk punya kekuatan, Mama, aku tdk punya kekuatan dan aku merasa sakit." Pertamanya, ia merasa sakit di jantungnya, dan kemudian itu menjalar ke paru-parunya. Kami terus berdoa dan memohon kpd Tuhan. Tuhan mengambil hidupnya! Tidak pernah sebelumnya di dlm hidupku aku melihat seorangpun mati. Aku harus melihat anak perempuanku, ketika ia tersiksa! Itu tidaklah mudah sama sekali! Aku tdk dpt mengerti kata-kata terakhirnya, dan pd akhirnya ia berhenti. Aku menaruh tanganku di wajahnya, dan sebuah kaca di mulutnya, utk melihat jika ia bernafas. Ia tdk memiliki nafas, ia hanya berdiri diam. Aku memegangnya, ia masih hangat, seperti normal. Aku mengambil sebuah kain dan menutupinya, dan dalam waktu singkat ia mulai menjadi dingin, sangat dingin. Rambutnya berdiri, seperti rambut orang mati, dan ia menjadi sedingin es. Angelica : Yesus turun, dan aku merasa tubuhku sekarat. Ketika Yesus dan para Malaikat mendekat, aku merasa aku pergi, bahwa aku tidak lagi aku. Aku tidak lagi hidup, aku sedang sekarat, dan itu menyakitkan! Ketika tubuhku jatuh ke lantai, mereka sudah ada di sini. Rumahku penuh dengan malaikat, dan di tengah-tengah para malaikat aku melihat Cahaya, lebih kuat dari matahari! Hal itu sangat sulit, aku merasa sakit luar biasa, ketika jiwa dan rohku sedang terkoyak. Aku menangis dan menjerit, ketika aku melihat tubuhku di lantai. Aku bertanya,"Tuhan, apa yang terjadi? Apa yang terjadi?" Aku ingin menyentuh tubuhku dan mendapatkannya di dalam lagi, tapi ketika aku mencoba, rasanya udara menyambar : Aku tidak bisa menyentuhnya. Tanganku langsung melaluinya. Tak satu pun dari mereka yang berdoa di sana bisa mendengar aku! Dan aku berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!" Maxima: Suamiku tiba ketika kami sedang berdoa, dan dia melihat di sana. Tuhan memberiku kekuatan saat itu karena aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Rasanya seperti ia dalam keadaan koma, tapi aku tahu ia baik-baik, karena pekerjaan Tuhan. Jadi aku berkata "Tuhan, biarkan kehendakMu yg jadi." Tuhan Yesus Kristus Angelica : Pada saat aku mendengar suara Tuhan, suara yg indah dgn halilintar dan kasih, "Jangan takut, Putri, karena Aku Jehovah, TuhanMu, dan Aku telah datang utk menunjukkanmu apa yg telah Aku janjikan kpdmu. Bangkit, karena Aku adalah Jehovah, yg memegang tangan kananmu dan memberitahukanmu. Jangan takut, Aku akan menolong engkau." Tiba-tiba, aku bangkit. Aku telah berlutut sebelumnya, melihat tubuhku, ingin masuk kembali lagi tetapi tidak dapat. Ketika aku mendengar suaraNya, rasa takut telah meninggalkanku, dan aku tidak lg ketakutan. Ketika aku mulai berjalan, para malaikat mulai membuka sebuah jalan. Ada sebuah cahaya yg kuat bersinar, dan ketika aku menatapnya, aku merasakan kedamaian. Ketika aku melihat, aku melihat seorang pria yg indah, elegan dan gagah perkasa. Terang terpancarkan daripadaNya. Terlalu banyak terang bagiku utk melihat wajahNya! Tetapi aku dapat melihat rambutNya yg indah cemerlang keemasan dan jubah putih dgn berikatpinggangkan emas yg lebar melintang di dadaNya. Terbaca, "RAJA SEGALA RAJA DAN TUHAN SEGALA TUHAN." Aku melihat kakiNya, Ia mengenakan sandal keemasan yg berkilauan, cemerlang keemasan. Ia begitu indah! Ia mengulurkan tanganNya ke arahku. Ketika aku meraih tanganNya, itu bukan seperti ketika aku menyentuh tubuhku, tanganku tidak tembus melaluinya. Aku bertanya, "Apa yg terjadi?" Dan Ia berkata, "Aku akan menunjukkan kpdmu neraka, sehingga engkau akan kembali dan mengatakan kpd manusia bahwa neraka itu nyata dan Aku nyata." Ia berkata, "Putri, jangan takut" - Ia berkata lagi dan aku berkata, "Tuhan, itu hanya aku mau pergi ke surga, tapi tdk neraka, karena aku mendengar bahwa itu mengerikan!" Ia berkata, "Putri, Aku akan bersamamu. Aku tidak akan meninggalkan engkau di tempat itu dan Aku akan menunjukkanmu tempat itu karena banyak dari mereka tahu bahwa neraka itu ada, tetapi mereka tidak takut. Mereka percaya itu hanya permainan, bahwa neraka itu lelucon, dan banyak yg tdk tahu tentang itu. Karena itulah Aku menunjukkanmu tempat itu, karena lebih banyak mereka yg binasa daripada mereka yg masuk dlm kemuliaanKu." Ketika Ia berkata itu, aku dapat melihat air mata mengalir pd jubahNya. Aku bertanya pdNya, "Tuhan, mengapa Engkau menangis?" Ia menjawab, "Putri, karena lebih banyak mereka yg binasa, dan Aku akan memperlihatkanmu hal ini, sehingga engkau akan pergi dan memberitakan kebenaran itu, sehingga engkau tidak akan kembali ke tempat itu." Neraka Tiba-tiba, ketika Ia berbicara, semuanya mulai bergerak. Bumi berguncang dan terbelah, dan aku melihat sebuah lubang yg sangat gelap di bawahnya. Kami berdiri di semacam batu dengan para malaikat mengelilingi kami. Aku berkata, "Tuhan, aku tidak mau pergi ke tempat itu!" Ia berkata, " Putri, jangan takut Aku menyertaimu." Dalam waktu sekejap kami menuruni lubang yg gelap itu. Aku mencoba utk melihat tetapi ada kegelapan yg sangat. Aku melihat lingkaran yg besar, dan mendengar berjuta-juta suara. Aku begitu panas, aku merasa kulitku terbakar. Aku bertanya, "Tuhan, apa ini? Aku tidak mau pergi ke tempat ini!" Tuhan berkata ini hanyalah terowongan menuju neraka. Ada sebuah bau yg mengerikan, menjijikkan dan memabukkan, dan aku memohon Yesus utk tdk membawaku. Ia merespon, " Putri, ini perlu untukmu datang dan mengenal tempat ini." Aku menangis, "Tetapi mengapa, Tuhan, mengapa?" Dan Ia berkata, "Jadi engkau dapat memberitahukan kebenaran kpd umat manusia; umat manusia binasa, hilang, dan sedikit yg memasuki KerajaanKu." Ketika mengatakan hal ini, Ia menangis. Kata-kataNya menguatkan dan menghiburku, jadi aku melanjutkan berjalan. Kami tiba di ujung sebuah terowongan, ketika aku melihat ke bawah aku melihat sebuah jurang maut diselimuti api yg menyala-nyala. Tuhan berkata " Putri, Aku memberikan ini kpdmu." Itu adalah sebuah penjilid besar dengan kertas-kertas kosong. " Putri, ambil pensil ini sehingga engkau dapat menulis semua yg Aku akan perlihatkan kpdmu, apa yg akan engkau lihat dan dengar. Engkau akan menulis semuanya ketika engkau mengamatinya, ketika engkau akan menjalaninya." Aku berkata, "Tuhan, aku akan melakukannya, tetapi aku sudah melihat begitu banyak, Tuhan. Aku melihat jiwa-jiwa yg tersiksa, dan api-api yg besar sekali." Maxima : Waktu terus berlalu, dan anakku masih tergeletak di sana. "Tuhan, apa yg terjadi?" Air mata keluar dari matanya, tetapi ketika aku menghapusnya, maka akan keluar lagi. Aku meletakkan sebuah kaca di mulutnya utk melihat jika ia bernafas, tidak ada apa-apa. Kami mengecek nadinya, tidak ada. Kami meletakkan tangan di lambungnya, tidak ada. Hamba Tuhan itu berkata, "Tempat di mana dia ada, bukanlah tempat yg penuh dgn senyuman tetapi sebuah tempat penyiksaan." Angelica : Aku memberitahukan Yesus, "Aku akan bersaksi bahwa neraka itu nyata, bahwa neraka ada, tetapi keluarkan aku dari sini sekarang!" Dan Ia menjawab, " Putri, kita bahkan belum memasuki tempat itu, dan Aku belum menunjukkan kepadamu apa-apa, dan engkau sudah mau Aku membawamu keluar dari tempat ini?” "Tuhan, tolong bawa aku keluar dari tempat ini," aku berkata. Lalu kami mulai menuruni ke dalam jurang maut itu! Aku mulai menangis dan menjerit, "Tuhan, tidak, tidak, tidak, tidak - aku tidak mau pergi!" dan Ia menjawab, "Engkau perlu melihat ini." Aku melihat setan-setan yg mengerikan, dari semua tipe, keduanya besar dan kecil. Mereka berlarian begitu cepat, dan membawa sesuatu di tangan mereka. "Tuhan, mengapa mereka berlarian seperti itu dan apa yg mereka bawa?" Ia menjawab, " Putri, mereka berlari demikian karena mereka tahu waktu mereka telah habis, karena waktu begitu singkat utk menghancurkan umat manusia dan terutama umat-umatKu. Apa yg mereka bawa di tangan mereka adalah anak-anak panah utk menghancurkan manusia, karena setiap setan diberikan nama dan sesuai dgn nama yg diberikan kpd mereka, mereka memiliki sebuah anak panah utk menghancurkan org tsb dan membawanya ke tempat ini; tujuan mereka adalah menghancurkan org itu dan membawanya ke neraka." Dan aku melihat para setan-setan berlarian dan keluar menuju Bumi dan Ia memberitahukanku, "Mereka menuju Bumi utk membawa dan melemparkan manusia ke dlm tempat ini." Ketika Ia berkata hal ini, Ia menangis, Ia menangis dengan sangat. Ia menangis setiap saat dan aku jg menangis. Maxima : Anakku mati selama 23 jam, tetapi aku tidak memberitahukan pihak yg berwajib. Aku berdoa, "Tuhan, aku akan menunggu selama 24 jam. Jika anakku tidak kembali dalam 24 jam, aku akan memanggil seorang dokter." Tetapi, Tuhan membawanya kembali sebelum waktu 24 jam itu habis. Angelica : Tuhan berkata, "Apakah engkau siap utk melihat apa yg akan Aku tunjukkan kpdmu?" "Ya Tuhan," aku menjawab. Ia membawaku ke suatu sel di mana aku dpt melihat seorang pemuda yg tersiksa di tengah api. Aku memperhatikan sel itu disebutkan, walaupun aku tidak bs mengerti angka-angka itu, sepertinya mereka terhitung mundur. Ada sebuah plakat yg besar dlm sel itu, dan pria muda itu memiliki angka "666" pada dahinya. Ia juga memiliki plat logam yg besar bertahtakan di kulitnya. Cacing-cacing yg memakannya, tdk dapat merusak plat tsb; maupun juga nyala api yg membakarnya. Ia berteriak, "Tuhan, kasihanilah aku. Bawa aku keluar dari tempat ini. Ampunilah aku, Tuhan!" Tetapi Yesus menjawab, "Itu sudah terlambat, terlalu terlambat: Aku memberikanmu kesempatan-kesempatan dan engkau tidak mau bertobat." Aku bertanya kpd Yesus, "Tuhan, mengapa ia ada di sini?" Lalu aku mengenalnya. Di bumi, pemuda ini mengenal Firman Tuhan, tetapi tiba-tiba ia berjalan menjauh dari Tuhan, lebih memilih alkohol, obat-obatan dan berjalan dlm jalan yg tidak benar. Ia tidak mau mengikuti jalan Tuhan. Yesus banyak memperingatkannya apa yg akan terjadi pdnya. Yesus berkata, " Putri, ia ada di tempat ini karena siapapun yg menolak firmanKu sudah memiliki seorang hakim : Firman itu yg Aku katakan akan menghakiminya di hari terakhir," Yohanes 12:48, lalu Yesus menangis. Ketika Tuhan menangis, itu berbeda dari yg kita lakukan. Ia akan menangis dgn rasa sakit di dlm hatiNya dan Ia akan menangis sangat tersedu-sedu. "Aku tidak menciptakan neraka bagi manusia," Yesus berkata. Maka aku bertanya kpdNya, "Lalu mengapa manusia ada di sini, Tuhan?" Ia menjawab, " Putri, Aku menciptakan neraka bagi Satan dan malaikat-malaikatnya, yaitu para setan-setan; Matius 25:41 tetapi, karena dosa dan kurangnya pertobatan, manusia berakhir di tempat ini, dan lebih banyak yg binasa daripada mereka yg mencapai kemuliaanKu!" Matius 7:14. Ia terus menangis dan itu sangat menyakitiku melihat bagaimana Ia menangis. " Putri, Aku memberikan hidupKu bagi manusia, sehingga mereka tdk akan binasa, sehingga mereka tdk akan berakhir di tempat ini. Aku memberikan hidupKu dgn kasih dan belas kasihan, sehingga manusia akan menuju pertobatan dan dapat masuk Kerajaan Surga." Yesus akan mengerang seperti seseorang yg tidak dapat lagi menahan rasa sakitnya, itulah banyaknya rasa sakit saat Ia melihat orang-orang itu di sini. Bersama Yesus, membuatku merasa aman. Aku berpikir, "Jika aku melepaskan Tuhan, aku akan terjebak di sini!" Aku bertanya, "Yesus, apakah aku memiliki saudara di tempat ini." Ia memandangku ketika aku menangis dan Ia berkata, "PutriKu, Aku bersamamu,” karena aku begitu ketakutan. Ia membawaku ke sel yg lain. Aku tidak dpt membayangkan melihat seseorang saudaraku di dlm sel itu. Aku melihat wanita ini tersiksa, ia memiliki cacing-cacing yg akan memakan wajahnya, dan setan-setan akan menghujamkan tombak tertentu ke tubuhnya. Ia akan berteriak, "Tidak, Tuhan, kasihanilah aku, tolong, bawa aku keluar dari tempat ini utk satu menit!" Di Neraka, orang-orang akan tersiksa dgn ingatan-ingatan yg mereka lakukan di Bumi. Para setan akan memperolok mereka dan mengatakan, ”Sembah dan pujilah karena inilah kerajaanmu!" dan orang-orang tsb akan menjerit mengingat bahwa mereka mengenal Tuhan, karena mereka mengenal FirmanNya. Mereka yg mengenal Tuhan tersiksa dua kali lipat. Tuhan berkata, "Tidak ada kesempatan lagi [bagi mereka yg di sini]; masih ada kesempatan bagi mereka yg hidup." Aku bertanya kpdNya, "Tuhan, mengapa nenek buyutku ada di sini? Aku tidak tahu bahwa ia pernah mengenalMu. Mengapa ia ada di neraka, Tuhan?" Ia menjawab, "Putri, ia ada di sini karena ia gagal utk mengampuni... Putri, ia yg tidak dapat mengampuni, Aku juga tdk akan mengampuninya." Aku bertanya, "Tuhan, tetapi Engkau dapat mengampuni, dan Engkau penuh dgn belas kasihan." Dan Ia menjawab, "Ya, Putri, tetapi itu perlu utk mengampuni, karena mereka tidak dapat mengampuni banyak orang dan itu sebabnya ada banyak orang di tempat ini, karena mereka gagal utk mengampuni... Pergi dan beritahukan manusia bahwa ini saatnya utk mengampuni, dan terutama umatKu, banyak dari umatKu yg tidak dapat mengampuni. Beritahukan mereka utk membuang dari diri mereka dendam, kekecewaan, kebencian dari hati mereka, karena inilah waktunya utk mengampuni! Jika kematian menjadi kejutan bagi orang yg telah gagal utk mengampuni, maka orang itu akan pergi ke neraka, karena tidak ada seorangpun yg dapat membeli kehidupan." Ketika kami meninggalkan tempat itu, nenek buyutku telah ditelan oleh api dan ia menjerit, "Aaaah," dan mulai menghujat nama Allah, ia akan mengutuki Dia; setiap orang di neraka menghujat melawan Allah. Ketika kami meninggalkan tempat itu, aku dapat melihat neraka penuh dgn jiwa yg tersiksa. Banyak orang akan mengulurkan tangan mereka keluar, memohon Yesus untuk menolong mereka dan membawa mereka keluar dari sana. Tetapi Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka dan mereka akan mulai menghujat Allah. Kemudian Yesus akan menangis dan berkata, “Ini menyakitkan Aku untuk mendengar mereka, itu menyakitkanKu melihat apa yang mereka lakukan, karena Aku tidak bisa lagi berbuat apapun bagi mereka. Apa yg akan Kuberitahukan padamu adalah bahwa Aku masih mempunyai kesempatan bagi dia yang masih di Bumi, yang belum mati, yang masih hidup; ia masih memiliki waktu untuk bertobat!” Bumi, yang belum mati, yang masih hidup; ia masih memiliki waktu untuk bertobat!” Tuhan mengatakan kepadaku ada banyak orang terkenal di neraka, dan juga banyak orang yang tahu tentang Tuhan. Ia berkata, "Aku akan menunjukkan kepadamu bagian lain dari tungku." Kami datang ke suatu tempat di mana seorang wanita dikelilingi oleh api. Ia dalam siksaan yang besar dan akan menjerit, memohon kpd Tuhan untuk belas kasihan. Yesus menunjuk kpdnya dengan tanganNya dan berkata, "Putri, wanita yang engkau lihat di sana, yg dikelilingi oleh api, adalah Selena." Ketika kami mulai semakin dekat, ia berteriak, "Tuhan, kasihanilah aku, maafkan aku Tuhan, bawa aku keluar dari tempat ini!" Tetapi Tuhan memandangnya dan berkata," Sudah terlambat, sudah terlalu terlambat. Engkau tidak dapat bertobat sekarang." Ia melihatku dan berkata, "Tolong, aku mohon, pergi beritahu orang-orang tentang ini, tolong berbicara dan jangan diam, pergi dan beritahu mereka untuk tidak datang ke tempat ini, pergi dan beritahu mereka untuk tidak mendengarkan laguku, atau menyanyikan lagu-laguku." Jadi aku bertanya padanya, "Kenapa kau ingin aku pergi dan mengatakannya?" Dan ia menjawab, "Karena setiap kali orang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, aku bahkan lebih tersiksa, orang yang melakukan hal ini, yang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, sedang berjalan ke tempat ini. Tolong, pergi beritahukan mereka untuk tidak datang ke sini, pergi beritahukan mereka bahwa neraka itu nyata!" Ia akan menjerit dan setan-setan akan melemparkan tombak dari jauh ke dalam tubuhnya dan ia akan menangis, "Tolong aku, Tuhan, kasihanilah aku, Tuhan!" Tapi sayangnya, Tuhan berkata, "Ini adalah terlambat." Aku melihat seluruh daerah itu, penuh dengan penyanyi dan seniman yang telah meninggal. Yang mereka lakukan adalah menyanyi dan menyanyi, mereka tidak akan berhenti bernyanyi. Tuhan menjelaskan, " Putri, orang yang ada di sini, harus terus melakukannya di sini, apa pun yang mereka lakukan di bumi, jika mereka tidak bertobat." Ketika aku sedang mengamati daerah itu, aku melihat banyak setan yang menumpahkan turun beberapa jenis hujan. Aku benar-benar pikir itu hujan. Tapi aku melihat orang-orang di dlm api melarikan diri dari hujan dan berteriak, "Tidak, tolong aku, Tuhan! ...Tidak, ini tidak bisa," dan setan akan tertawa dan mengatakan kepada orang-orang itu, "Pujilah dan menyembahlah karena ini adalah kerajaanmu selama-lamanya!" Aku melihat api dan cacing orang-orang itu akan meningkat bertambah banyak! Tidak ada air di sana, itu adalah belerang yang akan menambahkan api dan meningkatkan penderitaan setiap orang. Aku bertanya kepada Yesus, "Apa yang terjadi...Tuhan, apa ini?" Tuhan menjawab, "Ini adalah upah dari siapapun yang tidak bertobat." (Mazmur 11:6) Lalu Tuhan membawaku ke tempat dimana ada seorang yang sangat terkenal. Sebelumnya, aku biasanya hidup sebagai seorang gadis muda Kristen yang berpikiran ganda. Dulu aku berpikir bahwa setiap orang yang mati akan pergi ke Surga, bahwa mereka yang merayakan misa, juga akan masuk surga, tapi aku salah. Ketika Paus Yohanes Paulus II meninggal, teman-teman dan kerabat akan memberitahuku bahwa ia telah pergi ke surga. Semua berita di TV, pada Extra dan banyak tempat lainnya akan berkata, "Paus Yohanes Paulus II telah meninggal, semoga ia beristirahat dalam damai. Ia sekarang bersukacita dengan Tuhan dan malaikat di surga" dan aku percaya semua itu. Tapi aku hanya menipu diriku sendiri, karena aku melihat dia di neraka, yang tersiksa oleh api. Aku menatap wajahnya, itu adalah Yohanes Paulus II (John Paul II)!! Tuhan berkata padaku, "Lihat, Putri, pria yang engkau lihat itu di sana, adalah Paus Yohanes Paulus II. Ia ada di sini di tempat ini; ia sedang tersiksa karena ia tidak bertobat." Tapi aku bertanya, "Tuhan, mengapa ia ada di sini? Ia biasa berkhotbah di gereja." Yesus menjawab, " Putri, tidak ada pezinah, tidak ada penyembah berhala, tidak ada orang yang serakah dan tidak ada pendusta yg akan mewarisi Kerajaan-Ku." (Efesus 5:5) Aku menjawab, "Ya, aku tahu itu benar, tapi aku ingin tahu mengapa ia ada di sini, karena ia biasa berkhotbah kepada banyak orang!" Dan Yesus menjawab, "Ya, Putri, ia mungkin telah mengatakan banyak hal, tetapi ia tidak pernah berbicara kebenaran seperti yg ada. Ia tidak pernah mengatakan kebenaran dan mereka tahu kebenaran dan meskipun ia tahu kebenaran, ia lebih menyukai uang daripada berkhotbah tentang keselamatan. Ia tidak akan menawarkan kenyataan; tidak akan mengatakan bahwa neraka itu nyata dan surga juga ada; Putri, sekarang dia ada di sini di tempat ini." Ketika aku melihat pria ini, ia memiliki ular besar dengan jarum-jarum, melilit tenggorokannya, dan ia akan mencoba utk melepasnya. Aku memohon dengan Yesus, "Tuhan, bantulah dia!" Pria itu akan berteriak, "Tolong aku, Tuhan, kasihanilah aku, bawa aku keluar dari tempat ini, maafkan aku, aku bertobat, Tuhan! Aku ingin kembali ke bumi, aku ingin kembali ke bumi untuk bertobat." Tuhan mengamati dia dan berkata kepadanya, "Engkau sangat tahu dgn baik. Engkau tahu benar bahwa tempat ini nyata... Sudah terlambat; tidak ada kesempatan lagi untukmu." Tuhan berkata, "Dengar, Putri, Aku akan menunjukkan kehidupan orang ini." Yesus menunjukkan layar besar di mana aku bisa mengamati bagaimana orang ini menawarkan misa berkali-kali kepada orang banyak. Dan bagaimana orang-orang yang ada begitu menyembah berhala. Yesus berkata, "Dengar, Putri, ada banyak penyembah berhala di tempat ini. Penyembahan berhala tidak akan menyelamatkan, Putri. Aku satu-satunya yang menyelamatkan, dan di luar Aku, tidak ada yang menyelamatkan. Aku mengasihi pendosa, tetapi aku benci dosa, Putri. Pergi dan beritahukan manusia bahwa aku mengasihi mereka dan bahwa mereka perlu datang kepada-Ku." Ketika Tuhan sedang berbicara, aku mulai melihat bagaimana orang ini menerima banyak sekali koin dan uang kertas; uang, semua yang dia akan simpan. Ia punya begitu banyak uang. Aku melihat gambar orang ini duduk di atas takhta, tetapi aku juga bisa melihat lebih dari itu. Memang benar bahwa orang-orang ini tidak menikah, aku dapat meyakinkanmu, aku tidak mengada-ada, Tuhan menunjukkan kepadaku, orang-orang itu tidur dengan biarawati; dengan banyak perempuan di sana! Tuhan menunjukkan kepadaku orang-orang ini hidup dalam percabulan, dan Firman mengatakan bahwa pezinah tidak akan mewarisi Kerajaan-Nya. Saat aku sedang menonton semua ini, Tuhan berkata, "Lihat Putri, semua ini yang aku tunjukkan kpdmu adalah apa yang terjadi, apa yang ia jalani dan apa yang terus terjadi di antara banyak orang, di antara banyak imam dan paus yang ada." Kemudian ia berkata, "Putri, pergi dan beritahukan manusia bahwa sudah waktunya untuk berbalik kpdKu." Tuhan menunjukkan kpdku sebuah tempat di mana banyak orang berjalan ke neraka. Aku bertanya padaNya, "Tuhan, bagaimana mereka berjalan kaki ke tempat ini?" Ia menjawab, "Aku akan menunjukkan." Ia menunjukan sebuah terowongan dengan banyak orang berjalan melewatinya. Orang-orang ini dirantai dari tangan hingga kaki. Mereka berpakaian hitam dan membawa beban di punggung mereka. Yesus berkata, "Lihatlah Putri, orang-orang yang engkau lihat di sana, orang-orang itu belum mengenal Aku. Apa yang mereka bawa di punggung mereka adalah dosa, tapi pergi dan beritahukan mereka untuk mengubah beban mereka kepada-Ku, dan Aku akan memberikan mereka istirahat; bahwa Akulah Dia yang mengampuni segala dosa mereka... Putri, pergi dan beritahukan orang-orang untuk datang kepadaKu, karena Aku menunggu mereka dengan tangan terbuka, dan pergi beritahu mereka bahwa mereka sedang berjalan ke tempat ini." Saat aku sedang menonton orang-orang berjalan, aku berkata, "Tuhan, orang di sana adalah sepupuku, pemuda itu adalah sepupuku, Tuhan, dan gadis muda itu yg turun juga sepupuku, keluargaku akan datang ke tempat ini!" Dia menjawab, "Putri, mereka berjalan ke tempat ini, namun pergi dan beritahu mereka ke mana mereka berjalan, pergi dan beritahu mereka mereka berjalan ke neraka. Pergi dan beritahu mereka bahwa Aku telah memilihmu sebagai penjagaKu... Aku telah memilihmu sebagai penjagaKu, karena itu berarti engkau mengatakan kebenaran. Engkau harus pergi dan beritahu semua yg telah Aku tunjukkan kpdmu. Jika engkau tidak berbicara dan sesuatu terjadi kepada orang itu, darahnya akan ditumpahkan ke atasmu, tetapi jika engkau pergi dan melakukan seperti yang telah Aku katakan, maka orang tersebut memiliki pertanggungjawaban denganku. Jika orang tersebut tidak bertobat, maka tanggung jawab yg ada padamu akan diangkat, karena pertanggungjawaban itu akan berdiam pada orang itu dan darahnya tidak akan ditumpahkan ke atasmu. (Yehezkiel 3:18)" Yesus mengatakan kepadaku bahwa banyak orang terkenal sedang berjalan ke tempat itu, orang-orang terkenal dan penting. Ambil contoh, Michael Jackson. Orang ini terkenal di seluruh dunia tetapi ia adalah seorang pengikut setan. Meskipun banyak orang mungkin tidak melihat seperti itu, tapi itu adalah kebenaran. Orang ini memiliki perjanjian setan: ia datang pd kesepakatan dengan iblis demi mencapai ketenaran dan menarik banyak penggemar. Langkah-langkah tarian yang ia dilakukan, itulah caraku melihat setan-setan berjalan sambil menyiksa orang di neraka. Mereka akan bergeser mundur dan tidak bergerak maju, sementara mereka berteriak; menikmati penderitaan yang mereka jatuhkan pada orang-orang. Biarkan aku memberitahumu bahwa Michael Jackson di neraka. Tuhan menunjukkannya kpdku setelah Michael meninggal. Ia membiarkan aku melihat Michael Jackson disiksa di dalam api. Aku menangis kepada Yesus, "Mengapa?" Tidak mudah untuk melihat bagaimana orang ini sedang disiksa dan bagaimana ia akan berteriak. Siapapun yang mendengarkan lagu-lagu Michael Jackson atau bernyanyi dgn mereka atau penggemar Michael Jackson, aku memperingatkan engkau bahwa setan telah menjebak engkau dlm jaringnya sehingga engkau akan berakhir di neraka. Saat ini, tinggalkan dalam nama Yesus! Yesus ingin membebaskan engkau, sehingga engkau tidak akan terhilang. Tuhan berkata, "Putri, ada juga orang yang mengenalKu, yang sedang berjalan ke tempat ini." Aku bertanya, "Tuhan, bagaimana mungkin orang yang mengenalMu juga datang ke sini?" Ia menjawab, "Orang yang telah meninggalkan jalan-jalanKu dan orang yang menjalani kehidupan ganda." Ia mulai menunjukkan aku orang-orang yang berjalan ke neraka. Mereka terikat dari tangan mereka ke kaki mereka. Mereka masing-masing mengenakan pakaian putih, tetapi itu robek, kotor dan kusut. Yesus berkata, "Putri, lihatlah bagaimana umatKu telah berjalan menjauh dari Aku. Putri, aku ingin memberitahu engkau bahwa Aku tidak datang untuk orang-orang ini. Aku datang bagi orang-orang kudus, yg siap, tanpa cacat, tanpa kerutan dan tanpa kecemaran... Pergi dan beritahu mereka untuk kembali ke jalan semula." (Ef. 5:26-27) Aku mulai melihat banyak dari paman-pamanku dan banyak orang-orang lain yang telah berjalan menjauh dari jalan Tuhan. "Pergi dan beritahu mereka bahwa Aku menunggu mereka, untuk menyerahkan beban mereka kepada-Ku, dan Aku akan memberikan mereka istirahat." Yesus menangis, "Putri, mereka akan datang dengan cara ini. Pergi dan beritahu pamanmu; pergi dan beritahu kerabatmu bahwa mereka akan datang dengan cara ini. Putri, banyak yang tidak mempercayaimu, tetapi Aku adalah saksi setiamu, Akulah saksi setiamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Bahkan jika mereka tidak percaya, Putri, pergi dan beritahukan mereka kebenaran, karena Aku bersamamu, Aku juga akan menunjukkan kepadamu, Putri, bagaimana orang-orang tiba di tempat ini." Kami pergi ke sebuah terowongan di mana terdapat banyak orang jatuh ke jurang maut. Bukan 1000, bukan 2000, tetapi sebanyak pasir di laut, tak terhitung jumlahnya. Mereka jatuh dlm sedetik, seperti segenggam pasir yang dilemparkan ke bawah. Jiwa-jiwa itu jatuh dengan pesat. Yesus menangis, Ia berkata, "Putri, ini adalah bagaimana manusia binasa; inilah bagaimana mereka terhilang... Putri, hal itu menyakitkanKu utk melihat bagaimana manusia binasa" Yesus berkata, "Setan-setan juga mengadakan pertemuan di tempat ini." Dan aku berkata, "Setan mengadakan pertemuan?" Yesus berkata, "Ya, Putri, mereka bertemu untuk merencanakan, untuk merencanakan apa yang akan mereka lakukan kpd manusia. Mereka mengadakan pertemuan rahasia setiap hari." Dan dengan itu, Yesus membawaku ke sebuah sel, di mana aku melihat sebuah meja kayu dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Dan ada para setan - semua jenis setan. Yesus menjelaskan, "Putri, mereka sekarang berencana untuk pergi dan menghancurkan keluarga pendeta, para misionaris, para penginjil dan semua orang yang mengenal Aku. Putri, mereka ingin menghancurkan mereka; mereka memiliki banyak anak panah" Setan-setan akan tertawa dan mengejek dan berkata, "Mari kita hancurkan manusia dan bawa ke tempat hal ini." Yesus berkata, "Pergilah dan katakan pada mereka bahwa aku bersama mereka. Katakan kepada mereka untuk tidak meninggalkan pintu terbuka, untuk tidak meninggalkan tempat bagi setan, karena setan berjalan di sekitar seperti singa yg mengaum, mencari orang yg dpt ia telan.(1Petrus 4:18 )" Tetapi Firman itu mengatakan, "ia berjalan seperti ", karena Singa yg sesungguhnya, adalah Singa Yehuda, Yesus Kristus dari Nazaret (Wahyu 5:5)! Yesus berkata, "Putri, mereka terutama ingin menghancurkan para gembala; keluarga" Aku bertanya, "Mengapa mereka ingin menghancurkan keluarga para gembala?" Dan Yesus menjawab, "Karena mereka bertanggung jawab atas ribuan orang yang merupakan domba yg berlipat-lipat, domba yg berlipat-lipat yg Tuhan telah berikan kpd mereka. Mereka ingin orang-orang ini kembali ke dunia lagi; melihat ke belakang dan berakhir di neraka... Pergi dan beritahukan para gembala untuk berbicara kebenaran. Pergilah dan katakan pd mereka untuk memberitakan kebenaran dan untuk berbicara segala sesuatu yang Aku katakan pd mereka dan untuk tidak pernah menyimpannya bagi diri mereka sendiri apa yang Aku katakan kepada mereka!" Ketika kami meninggalkan tempat itu dan la berkata, "Aku ingin menunjukkan hal lain... Ada juga anak-anak di tempat ini." Dan aku menjawab, "Anak-anak di tempat ini, Tuhan? Mengapa ada anak-anak di sini? Firman-Mu mengatakan, Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius 9:14) Yesus menjawab, " PutriKu, itu benar, yang demikian adalah Kerajaan Surga, tetapi anak itu harus datang kepada-Ku, karena ia yang datang kepada-Ku tidak akan Kubuang" (Yohanes 6:37). Seketika, Tuhan menunjukkan kepadaku seorang anak berusia delapan tahun tersiksa di dalam api. Anak itu menangis, "Tuhan kasihanilah aku, bawa aku keluar dari tempat ini, aku tidak ingin berada di sini!" la terus menangis dan menjerit. Aku melihat setan di sekitar anak ini, yang menyerupai tokoh-tokoh kartun. Ada Dragon, Boyz, Ben 10, Pokémon, Doral, dll. "Tuhan, mengapa anak ini di sini?" Yesus menunjukkan layar besar dari kehidupan anak ini. Aku melihat bagaimana ia akan menghabiskan seluruh waktunya di depan TV, menonton kartun-kartun ini. Yesus berkata, "Putri, animasi kartun ini, film-film itu, opera sabun yang dilihat setiap hari di TV merupakan instrumen setan untuk menghancurkan manusia... Lihatlah, Putri bagaimana ini datang terjadi." Aku melihat bagaimana anak itu memberontak dan tidak taat kepada orang tuanya. Ketika orang tuanya berbicara kepadanya, ia akan melarikan diri, melempar sesuatu dan tidak mematuhi mereka. Setelah ini terjadi, sebuah mobil melindasnya dan mengakhiri hidupnya. Yesus berkata, "Sejak itu, ia telah berada di tempat ini." Aku menatap anak itu ketika dirinya sedang tersiksa. Yesus berkata, "Putri, pergi dan katakan kepada para orang tua untuk mengarahkan anak mereka seperti merupakan tertulis dalam Firman-Ku. (Amsal 22:6)" Firman Tuhan itu nyata, memberitahu kita untuk memperbaiki anak dengan tongkat, tetapi tidak setiap saat, hanya ketika anak itu tidak taat kepada orang tuanya. (Amsal 22:15) Tuhan mengatakan padaku sesuatu yang sangat sedih dan sangat menyakitkan. Ia berkata, "Putri, ada banyak anak-anak di tempat ini karena kartun animasi, karena pemberontakan." Aku bertanya kepadaNya, "Tuhan, mengapa animasi kartun dipersalahkan untuk hal ini?" Dan Ia menjelaskan, "Karena mereka adalah setan-setan yang membawa pemberontakan, ketidaktaatan, kepahitan dan kebencian kepada anak-anak; dan para setan lain memasuki anak-anak ini, sehingga mereka tidak melakukan hal-hal yang baik, tetapi melakukan apa yang buruk: apapun yg anak-anak lihat di TV, mereka ingin melakukannya dalam kenyataan." Neraka ada, neraka adalah nyata, dan bahkan anak-anak harus memutuskan dengan siapa mereka akan pergi. Aku berkata, "Tuhan, katakan pdku, mengapa ada anak-anak di tempat ini?" Dan Yesus menjawab, "Begitu anak-anak memiliki pengetahuan bahwa ada surga dan neraka, maka mereka memiliki tempat untuk memilih." Thanks n Gb we all PKAZ-adiijemmy

seLENgkapnya......

27 Agustus 2016

MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ?

MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ? Tulisan ini diangkat dari pengamatan dan kesaksian pribadi penulis. selamat membaca, semoga anda mendapatkan sesuatu ketika membaca tulisan ini. Ketika menginjakan kaki di atas tanah ini (bumi cenderawasih) kembali setelah beberapa tahun melanjutkan pendidikan di luar tanah ini. Saya sangat merasa senang karena bisa kembali ke tanah tampat saya dibesarkan, dan bernostalgia karena bisa melihat tempat-tempat yang sering saya kunjungi dulu. Ketika melihat tempat-tempat itu saya kemudian menyadari satu hal bahwa saya telah kehilangan beberapa teman saya yang dulu bersama dengan saya (karena meninggal dunia) mengunjungi tempat-tempat itu, kemudian saya berpikir, berarti dalam jangka waktu 7 tahun selama saya ada di luar tanah ini, saya telah kehilangan banyak orang-orang asli tanah ini (yang seusia saya) yang harusnya menjadi pewaris tanah ini di generasi berikutnya. Rasa haru dan tangis menyelimuti hati saya dan akhirnya itu menggerakan saya untuk melihat angka orang sakit yang ada di rumah sakit, ketika saya dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, saya melewati pasar dan menikmati suasana perdagangan namun ketika melihat itu bertambahlan rasa sedih saya karena melihat mama-mama asli tanah ini yang berjualan di pinggir jalan dan di atas tanah yang seharusnya menjadi tempat tumpuhan kaki. Mereka rela menahan debu, asap kendaraan dan menahan panasnya terik matahari hanya untuk membiayai keluarga dan pendidikan anak-anak mereka. saya kemudian mengambil waktu sejenak dan berpikir kenapa mereka tidak memiliki tempat yang layak untuk berjualan ? kenapa orang yang datang dari luarlah yang mendapatkan tempat yang layak ? Pertanyaan ini akhirnya membawa saya untuk berdoa bagi mama-mama asli tanah ini. setelah saya berdoa saya melanjutkan perjalanan(tangisan terus menyelimuti hati saya) setelah saya sampai di rumah sakit daerah disalah satu kabupaten di atas tanah ini, saya begitu kaget karena rumah sakit ini dipenuhi dengan orang asli tanah ini dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan dengan berbagai macam hal, mulai dari Miras, Seks Bebas, Ganja, kecelakaan tabrak lari, pembunuhan akibat peperangan, pemerkosaan, pemukulan karena pembelaan hak-hak orang asli tanah ini, dan berbagai macam hal lainnya. kemudian saya bertanya kepada seorang suster di ruang penyakit dalam. suster, satu hari biasanya ada orang yang meninggal di rumah sakit ini ? kata suster itu, paling kurang dua hari satu orang pak. saya bertanya lagi, berarti angka kematian orang asli cukup tinggi yah Suster ? suster itu mengatakan bukan cukup tinggi pak, tapi sangat tinggi. Oh.. saya sangat kaget dan menyesal kenapa menanyakan pertanyaan itu. Kemudian dengan tangisan yang tidak tertahankan saya mengelurkan air mata sambil meninggalkan tempat itu dan menghadapkan wajah saya langit dan berkata, Tuhan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi ini. apakah 30 tahun kemudian saya masih bisa melihat orang asli di atas tanah ini? seraya itu, tingkat kedatangan orang bukan aslipun sangat tinggi untuk menguasai perdagangan di atas tanah ini demi mencari keuntungan secara finansial. Setelah keluar dari rumah sakit, Saya melihat sekelompok orang yang ada dalam satu lingkaran dengan menaruh jerigen minyak goreng di tengahnya, isinya adalah balo (minuman memabukan yang murah) mereka bersembunyi dalam semak-semak supaya tidak dilihat (karena agen minum sudah ditutup takut ditangkap) maksudnya adalah supaya tidak ketahuan. saya mendekati mereka, bergabung dengan maksud bertanya, ketika bertanya nama dan agama, mereka memiliki nama yang agamawi dan beragama Kristen. ketika mendengar hal itu saya meminta izin untuk mendoakan mereka (karena mengingat angka kematian yang tinggi) kemudian mereka mengijinkan saya untuk mendoakan mereka. Setelah mendoakan mereka, saya tinggalkan tempat itu dan berjalan ke kota sambil mengarahkan pandangan saya kepada pembangunan kota yang semakin megah, tetapi waktu melihat kota itu mata saya terganggu dengan gedung-gedung yang beatap bawang berwarna hijau, dengan suara dari toa yang mengganggu telinga setiap jam 03, jam 12, jam 15, dan jam 18.00. sambil memilikirkan betapa mereka telah berhasil dengan proses penghijauwan yang direncanakan dari beberapa puluh tahun lalu. orang asli yang Kristen tinggal di luar gereja dengan kesenagan dan kenikmatan yang membawa kepada kematian (mereka adalah orang asli yang satu seusia dengan saya sebatas yang saya jumpai) tanah ini sedang kehilangan sebagian besar orang-orang asli di generasi saya. seraya tingkat kedatangan orang yang dari luarpun sangat tinggi, bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang menggantikan posisi sebagian besar orang asli di generasi saya yang hilang , mereka datang dengan tujuan mengisi dan mendirikan gedung-gedung yang tadi saya sebutkan. akhirnya saya bertanya kepada Tuhan, apakah saya masih bisa melihat gereja Tuhan di 30 tahun kemudian ? kemanakah suara Injil-Mu yang membuat tanah ini diberkati ? di manakah suara salib-Mu yang menyelamatkan orang asli tanah ini ? dimanakah suara darah-Mu yang membebas orang asli tanah ini darah dosa dan kutuk ? Di manakah suara terang kemuliaan-Mu yang menyinari tanah ini sehingga orang di atas tanah ini menemukan terang yang sesungguhnya ? Saya kemudian tersentak dan sadar dengan perkembangan Gereja di atas tanah ini, satu sisi sejarah itu membuat saya kagum dengan para pendahulu dalam pengalaman pemberitaan injil melalui misionari di daerah pantai dan gunung. tetapi disisi yang lain saya sedih dengan melihat kenyataan hari ini karena seolah jejak kaki mereka telah hilang tidak tahu kemana ? semangat api Injil yang mereka miliki seolah telah padam. Permasalahan organisasi gereja terjadi sampai mengakibatkan perpecahan organisasi yang yang bukanya membawa umat semakin baik, namun menambah korban orang asli dalam kebencian, permusuhan, perceraian, bahkan nyawa, sehingga pembakaran rumah ibadahpun terjadi di atas tanah ini, bukan hanya ada di luar tanah ini. yang anehnya dilakukan oleh orang Kristen sendiri, apakah ini tindakan penolakan Injil ? organisasi yang satu merasa Doktrinnyalah yang paling benar sehingga melihat organisasi yang lain "tidak benar". sehingga mengabaikan jiwa-jiwa yang ada di luar gereja dengan kebiasaan-kebiasan yang membawa kepada maut. persekutuan-persekutuan kristen dengan berbagai macam penglihatan merasa persekutuannyalah yang paling baik dan benar. bahkan sampai kepada lembaga dan yayasan Kristen yang ada di atas tanah ini merasa dirinyalah yang baik, lalu kalau masing-masing merasa dirinya yang paling baik dan benar, lalu siapakah yang sesungguhnya paling baik dan benar kalau di perhadapkan kepada Tuhan Yesus sang Kepala dari pelayanan? masih Relevankah Doa Yesus sebelum menghadapi penderitaan-Nya agar kita menjadi satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu ? Tanah ini membutuhkan kesatuan dari gereja-gereja, persekutuan-perrsekutuan, yayasan-yayasan Kristen, rumah-rumah sakit Kristen, Tv2 Kristen, Majalah-majalah Kristen, Penginjil-penginjil, Pendoa-pendoa, orang-orang yang memmiliki karunia-karunia rohani, orang-orang yang berjuang masalah HAM atas tanah ini, untuk merendahkan diri dan berdoa meminta penggenapan janji Tuhan atas tanah ini, dengan mengubah tantangan menjadi peluang untuk menyampaikan Injil, Pemuridan, pengutusan, Penginjilan. Yesus adalah Jawaban dari permasalahan atas tanah ini. Mari generasi tanah Papua jadikan tantangan ini menjadi peluang untuk bereksperimen, agar kita masih memilihat anak cucu kita pergi ke gereja dan generasi asli tanah ini 30 tahun kemudian. Doa Generasi ini : Dalam kasih karunia-Mu, kami berdiri dan menghadap taktah hadirat-Mu di atas tanah ini (Bumi Cenderawasih). sekirannya dalam kehendak-Mu janganlah biarkan beban ini hilang dari kami, karena melalui beban ini kami sungguh dipompa dalam semangat yang menyala-nyala untuk mengatasi masalah di atas tanah ini. kami masih mau lihat gereja dan orang asli tanah ini 1000 tahun lagi bahkan sampai kedatangan-Mu yang ke dua kali. Amiin. #PRAYFORPAPUA# Ev. CHIKO MOTE, S.Th

seLENgkapnya......

23 Maret 2012

Proteksi Komersialisasi Nilai-Nilai Budaya Hidup orang Paniai, dalam 3 Dimensi Waktu [Dulu-Kini-& Masa Depan]

Siapa orang Paniai itu? Orang Paniai adalah manusia yang hidup di daerah Paniai yang dalam etnografi Papua disebut Suku Mee dan Migani [bukan Moni][i]. Menurut asal suku bangsanya, suku Mee dan Suku Migani berasal dari “Pupu Papa” Bagian Timur Pegunungan Tengah Papua Barat tepatnya di lembah Baliem. Dan diperkirakan mereka tiba dan menetap di daerah Paniai sejak tahun 1100 [900 tahun yang lalu][ii].

Ciri khas daerah Paniai [suku Mee dan Migani] adalah di sekitar danau-danau wisel, Dataran Kamu dan Daerah Pengunungan Mapiha/ Mapisa (Boeraars 1986:85). Namun demikian, wilayah Paniai [paniai doko] bukan hanya di diami oleh suku Mee dan Migani tetapi, ada beberapa suku lain yang telah lama hidup di daerah Paniai yaitu suku Nduga, Suku Dauwa, Suku Wolani, dan lain-lain[iii].

Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari “perubahan” di segala dimensi. Proses akulturasi dan asimilasi budaya merupakan awal dari pada proses perubahan tersebut. Tak terkecuali, suku Mee dan Moni [orang Paniai] terlibat dalam proses itu. Dimana telah terbukti bahwa orang Paniai, telah menerima budaya lokal maupun budaya moderen. Entah melalui ajaran gereja [agama] maupun pemerintah. Untuk itu, tulisan ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala pemikiran kita akan “proses perubahan” yang telah, sedang dan akan terjadi di Paniai secara khususnya dan Papua pada umumnya berdasarkan nilai-nilai budaya hidup orang Paniai.

Semuanya ada dan masih utuh [sebelum, tahun 1932,1940]
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari “perubahan” di segala dimensi. Proses akulturasi dan asimilasi budaya merupakan awal dari pada proses perubahan tersebut. Tak terkecuali, suku Mee dan Moni [orang Paniai] terlibat dalam proses itu. Dimana telah terbukti bahwa orang Paniai, telah menerima budaya lokal maupun budaya moderen. Entah melalui ajaran gereja [agama] maupun pemerintah. Untuk itu, tulisan ini dimaksudkan untuk membuka cakrawala pemikiran kita akan “proses perubahan” yang telah, sedang dan akan terjadi di Paniai secara khususnya dan Papua pada umumnya berdasarkan nilai-nilai budaya hidup orang Paniai.

Bila kita telusuri sejarah dan budaya leluhur kita pada masa sebelum Misionaris [1932] dan pemerintah Belanda [1940] semua itu masih utuh, dan begitu indah dan kaya dengan kebudayaan asli mereka. Gotai Ruben Pigai [2008] dalam buku “mungkinkah nilai-nilai budaya hidup suku Mee bersinar kembali”? menjelaskan bahwa Ayah dari Ruben Pigai adalah generasi ke 7 dari dari silsilah keturunanya. Sedangkan, Ruben Pigai adalah generasi ke 8 dan anak dari bapak Ruben Pigai adalah 9. Dan Ayah dari bapak Ruben Pigai tidak menyebutkan suatu masa [generasi] yang ke 10, sebab generasi ke 10 telah tiba “hari kiamat”[iv]. Menurut Ayah dari Gotai Rubaen Pigai bahwa generasi ke 10 [generasi sekarang] tidak akan hidup semakmur seperti budaya hidup sebelumnya, yaitu beternak [ekina muni], berburu [woda ubai], bertani [taikeitai] dan lain sebagainya[v]

Suku Mee dan Migani disebut manusia karena mereka hidup diatas dua telapak kakinya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Dan mereka memiliki struktur kehidupan yang jelas dan tersendiri yaitu pertama, mempunyai tatanan sosial yang jelas. Kedua, mempunyai tradisi yang tersusun rapi. Ketiga, tidak tergantung kepada siapapun dan menciptakan suasana hidupnya sendiri. Keempat, mempnyai rasa percaya diri yang sangat menonjol. Kelima, mempunyai kehidupan sosial yang sangat tinggi. Keenam, mempunyai identitas diri dan nilai-nilai budaya yang sangat jelas.

Bila ditinjauh dari kaca mata antroologi, tujuh jenis unsur kebudayaan secara umum dan tiga jenis wujud kebudayaan yang disebutkan oleh Koentjaraningrat, [2002] dalam buku Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Unsur-unsur dan nilai-nilai hidup budaya orang Paniai itu misalnya pertama, adanya sistem religi [kepercayaan] akan Tuhan [ugatame] sang pencipta. Kedua, sistem organisasi dan kemasyarakatan, seperti orang kaya [tonawi], dan mempunyai membina relasi yang baik dengan orang lain. Ketiga, sistem pengetahuan [epi dima mana] seperti, tahu membedahkan baik dan buruk. Keempat bahasa [Mee mana ma Migani mana ma] seperti kita [suku Mee dan Migani] mempunyai bahasa daerah [bahasa ibu]. Kelima kesenian, seperti wiyani, uga, kaido dan lain lain. Keenam, sistem mata pencahariahn hidup seperti beternak, bertani dan berburu kukus dan mencari ikan di danau. Ketujuh, sistem teknologi, dan peralatan seperti yika [kapak batu], yado/ kopa.

Orang Paniai, tidak mengenal tulisan [bentuk huruf]. Tetapi, secara lisan mereka [leluhur] telah menurunkan nilai-nilai budaya. Masa muda [yokaga ga] adalah masa dimana puncak kejajahan, keistimewaan, kebolehan. Sehingga, dalam kehidupan kehidupan orang Paniai [suku Mee], menyebut masa muda adalah masa siang hari [agapi tadi/ agapi gaa]. Disisi lain, masa ini adalah masa yang diselimuti dengan perasaan “kehati-hatian” karena masa ini gampang melewati batas-batas nilai moral budaya setempat [teritory culture]. Sebagai contoh, orang tua Mee mengatakan “yoka gaga kou peukaiko tibigi koyaka gai” [hati-hati masa muda adalah masa yang gampang jatuh kedalam pencobaan].

Anak muda laki-laki dan perempuan Paniai pada saat itu sangat mematuhi aturan adat. Karena, jika ada yang melanggar, akibatnya adalah dihukum sesuai dengan perbuatannya masing-masing. Sebagai contoh, perbuatan zina [mogai tai], hukuman yang diberikan adalah mencabut nyawa dengan cara digantungkan diatas pohon lalu dipanah dari berbagai arah. Mencuri, bila ada yang kedapan melakukan pencurian, atau mengaku melakukan pencurian, maka akibatnya adalah jari-jari tangan dibelah [gane yapetai]. Sehingga setiap perbuatan dari kecil sampai besar memunyai hukuman yang berbeda berdasarkan atas perbuatannya. Pemberian hukuman yang dianggap melanggar norma-norma budaya ini dimaksudkan untuk menyelamatkan generasi selanjutnya atau menjadi peringatan bagi orang lain.

Nilai dan aturan maskawin, adalah salah satu nilai budaya yang berlaku di hampir tiap suku di Papua. Orang Paniai sejak dulu tidak menentukan nilai minimal dan maksimal dari harga maskwin. Besar kecilnya, ukuran untuk menentukan nilai harga maskawin adalah berdasarkan atas “perilaku hidup/ karakter” para calon suami atau istri. Misalnya, seorang laki-laki muda dituntut untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang layak dilakukan oleh para laki-laki. Sebagai contoh, mencari kayu bakar, membikin kebun, membuat pagar, dan lain sebagainya. Bila seorang pemuda mampu melakukan pekerjaan seperti datas, maka harga/ nilai maskawin menjadi tidak mahal. Karena pihak perempuan menilai dia sebagai laki-laki bertanggung jawab, dan dengan harapan akan membantu saat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan banyak orang.

Sebagai manusia yang memiliki akal pikiran [dimi yago bage], orang Mee melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi agar menciptakan damai. Misalnya, dalam perang suku atau kelurga, kedua bela pihak sepakat untuk menghentikan perang. hal ini dapat dilakukan apabila jumlah korban dari masing-masing pihak seimbang. Cara lain adalah pihak yang mengalami korban meminta denda [uang darah] kepada pihak pembunuh. Cara tuntutan model ini diberlakukan apabila perang terjadi antar hubugan darah. Dalam mencegah terjadinya perang, suku Mee Suku Mee mengenal berbagai upacara adat. Salah satu upacara adat yang erat kaitanya dengan batu paikeda adalah upacara pada saat peperangan yang disebut ritual perang [yape kamu/ yape kabo]. Dalam upaya mendamaikan peperangan itu, suku Mee mengenal dua upacara adat [ritual perang] agar perang damai atau melindungi dari bahaya perang. Kedua upacara itu diantaranya, pertama, upacara yang dilakukan dengan menggunakan batu yang disebut paikeda [paikeda mogo]. Kedua, upacara dengan menggunakan ikatan anak panah [ida boda]. Kedua upacara ini diselenggarakan pada saat perang, perkara-perkara besar, dengan tujuan agar tercipta damai, aman dan selamat [Bunai, 2007:60-63][vi].

Untuk menghidupi keluarganya, diperlukan lahan [kebun] sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya, maka diperlukan berbagai upaya. Misalnya, memagari kebun untuk mencegah hama tikus atau babi yang sering merusak tanaman. Pada saat itu setiap keluarga dibutuhkan 3-4 lahan kebun. Orang-orang yang dulu kuat bekerja tidak seperti saat ini. Mereka membuat pagar ratusan hekatar, lalu membagi petak-petak kemudian dibagikan kepada masing-masing keluarga dalam kampung itu. Ada juga kebun di sekitar [pekarangan] rumah sebagai kebun persiapan untuk dipetik [ambil hasil kebun] pada saat hujan atau sakit. Menurut Jan Boeraars [1986], orang Mee sangat kaya dengan ikatan-ikatan sosial dan ekonomi. Kemudian, setelah ia mengadakan penyelidikan lebih mendalam, maka ternyata dibalik latarbelakannya yang “miskin”[vii], dan dibalik kegiatan “dagang”[viii] yang amat tenang ini, tersembunyi suatu kehidupan rohani, yang mampu mengungkapkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam dengan pemberian bentuk simbolik yang sangat kaya.

Awal perubahan budaya orang Paniai [1933, 1940]
Kontak pertama orang Paniai dengan dunia luar terjadi dengan seorang penerbangan bernama F.T. Wessel secara kebetulan yang menemukan tiga danau [Tigi, Tage, Paniai] yang terletak di pegunungan Tengah Papua, tepatnya tanggal 31 Desember 1933, merupakan kontak pertama orang Mee dengan dunia luar. Kemudian direalisasikan melalui darat oleh para misionaris katolik dan protestan. Namun setahun sebelumnya [tahun 1932], Pastor Tilemans seorang misionaris katolik sudah mengadakan kontak awal dengan seorang tokoh orang Mee di Mapia bernama Auky Tekege di Mimika[ix].

Pendeta Walter Post bersama beberapa orang datang ke Enagotadi, melalui Kokonao dan mensurvey keadaan Paniai pada tahun 1938. Adapun hasil survei itu bertemu dengan beberapa orang kepala suku diantanya; Uwatawogi Yogi, Idanato Yogi, Boadituma Mote, Okaitobi Tebai. Orang Paniai [orang-orang yang bertemu dengan Walter Pos], melihat orang Barat lalu mereka heran, seketika melihat kulit putih karena mengira bahwa mereka anak kecil sebab kulitnya putih licin seperti anak bayi yang baru lahir. Para pendatang heran karena melihat kesejahteraan serta kemakmaran rakyat. Masyarakat hidup sehat karena selalu memakan makanan bergizi, yaitu daging babi, 14 jenis udang di danau dan kali, kus-kus pohon, segala macam jenis sayur mayur serta petatas dan keladi. Dan tidak ada penyakit hanya ada penyakit kulit [Frambusya][x].

Motivasi awal perubahan budaya orang Paniai, terjadi ketika orang Paniai merasa tertarik dengan benda-benda logam seperti kapak, parang, pacul, dan skop sebagai tanda awal terjadinya kontak dengan dunia luar. Selain itu para pendantang juga memperkenalkan alat masak seperti garam, kuali dan lain-lain, kepada masyarakat setempat. Dan pada saat itu muncullah istilah tuan “ogai”[xi]. Kemudian pengawai lokal pun disebut juga disebut ogai. Para misionaris dan pemerintah Belanda mulai memperkealkan budaya baru[xii].

Paikeda warisan budaya orang Paniai, dengan berbagai bentuk benda [batu, kayu, pigu, dogi, obai, ida, ipa, manik-manik]. Dan dapat disebut sebagai wujud kebudayaan orang Paniai [Konetjaraningrat, 2002:2]. Namun, kebudayaan hidup ini telah hilang, dengan adanya kedatangan para misionaris[xiii], dan pemerintah Belanda[xiv] [Pekei, 2008:261-273]. Sebelum injil dan pemerintah Belanda masuk di daerah Paniai yaitu tahun 1940, kebudayaan orang Mee masih asli [Pigai, 2008:1-28]. Menurut Pigai, kehidupan suku Mee dengan sangat jelas terlihat dalam menghargai antara antara alam dengan manusia. Dimana, keduanya saling membutuhkan, misalnya manusia mengikuti norma-norma adat yang diturunkan oleh alam melalui mimpi atau penglihatan agar tetap mejaga keharmonisannya.

Kini orang Paniai tiba di persimpangan jalan “kebingungan” [1990-2000-an]
Kini menurut hemat saya [Yunus Yeimo], semua kekayaan kebudayaan, nilai-nilai hidup budaya orang Mee yang pernah ada dan yang menghantar manusia Mee sampai pada saat ini telah hilang. Penyebabnya adalah kita [generasi sekarang], telah mengidap virus “ikut-ikutan”, kemudian kitalah yang menghakimi budaya kita sendiri dengan dalil budaya itu, “kuno, ketinggalan, tradisional, kampungan, primitif, masa bodoh, zaman batu” dan sebainya dan seterusnya. Disini diperlukan suatu kesadaran diri akan pentinnya, faktor budaya dalam segala aspek kehidupan manusia. Karena saat ini dimana, mana telah kehilangan diri sebagai manusia berbudaya, yang pernah ada yang dimiliki oleh setiap suku bangsa yang ada di dunia.

Lalu bagaimana dengan masa depan nilai-nilai unsur budaya yang dari setiap suku bangsa? Karena budaya adalah dasar hidup, ciri khas/ identitas, pedoman, sumber inspirasi dan lain sebagainya. Batu paikeda, telah hilang atau masih ada? Jika masih ada mungkin unsur budaya tidak semurni dulu. Sebuah pertanyaan untuk kita sekarang adalah apakah kita ingin jadi pelestari budaya atau justru jadi pemusnah budaya? Jawabanya kembali pada setiap insan sebagai orang yang menganut budaya itu apapun jenis budayanya. Aki kida/ koda Gayake gai ma dou ma tai, ekowai beugakouya. “Halabok... for my culture and nature...Paniai....!!!???”

[i] Disebut “Migani” layak untuk sebutan nama suku [Moni] karena Migani artinya Manusia. Istilah Migani adalh merupakan hasil diskusi yang diselenggarakan oleh IPMAPAN Yogyakarta, pada tanggal 18 April 2008

[ii] Gotai Ruben Pigai, Mungkinkah Nilai-nilai Budaya Hidup Suku Mee Bersinar Kembali? [Jayapura, 2008], hal. viii.

[iii] Titus Christ Pekei, Manusia Mee di Papua, proteksi kondisi masa dahulu, sekarang dan masa depan diatas pedoman hidup, [Yogyakarta, 2008], hal. 206.

[iv] “Hari kiamat” yang dimaksud disi adalah masa hidup generasi ke 10.

[v] Pigai, Op. Cit. hal.1

[vi] Yunus E. Yeimo [Materi Diskusi dan Nonton Film Dokumenter “Batu Paikeda”], yang diselenggarakan oleh Panitia Natal, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai-Nabire Yogyakarta. Yogyakarta, 15 Desember 2008.

[vii] Disebut “miskin” karena penulis adalah orang yang telah lama mengenal teknlogi, rumah mewa, mobil dan sebagainya, sehingga ia membandingkan kehidupan di dunia barat dan orang Mee. Dan dapat diakui bahwa pada saat itu kehidupan orang Mee masih primitif, tetapi bagi orang Mee tidak mengenal yang namanya pritif.

[viii] Orang Mee sejak dulu mengenal sistem perdagangan dengan suku lain, seperti Amungme dan Kamoro di Timika. Suku Migani di bagian timur daerah Paniai.

[ix] Ruben Pigai, kontak awal Auki Tekege dengan Pastor Tilemans pada tahun 1938. hal 30-31

[x] Pigai, Op. Cit. hal. 29-37

[xi] Istilah tuan atau disebut “ogai” sendiri awalnya dipakai untuk penyebutan orang misionaris, dan pemerintah Belanda.

[xii] Ibid. hal 261-262.

[xiii] Misionaris adalah sebutan bagi para penginjil/ pendeta Kristen, yang datang dari Belanda di tanah Papua, untuk menginjili kabar keselamtan. Kontak pertama orang Mee dengan dunia luar pada tanggal 31 Desember 1933.

[xiv] Pemerintah Belanda masuk di daerah Paniai pada tahun 1941.

Acuan Kepustakaan
1. Adii, Geradus [2002] Bebas Dari Kuasa Kegelapan di Tanah Papua, Gereja Kemah Injil Indonesia [GKII] Wilayah Irian Jaya; Jemaat Zebaoth Jayapura.
2. Boelars, Jan [1986] Manusia Irian,Dahulu, Sekarang dan Masa Depan,Gramedia; Jakarta.
3. Bunai, Tanimoyabi Yoseph, [2007] “Mobu dan Ayii, Jalan Menuju Keselamatan Inisial dan Kekal Menurut Suku Mee di Papua; Elmasme “Gaiya” dan Dewan Adat Paniyai.
4. Dumupa F. Yakobus [2006] Berburu Keadilan di Papua Barat, Mengungkap Dosa-dosa Politik Indonesia di Papua Barat. Pilar Media, Yogyakarta.
5. Gobay, D. Mekaa [2007] Perempuan Papua Barat, Dalam Kekerasan Militer, Budaya, Ekonomi dan Kesehatan, Sumbangsih Press; Yogyakarta.
6. Pekei, Christ, Titus [2007] Manusia Mee di Papua, Proteksi Kondisi Masa Dahulu, Sekarang dan Masa Depan diatas Pedoman hidup, Galang Press; Yogyakarta.
7. Pigai, Gotai, ruben [2008] Mungkinkah Nilai-nilai Buadaya Hidup Suku Mee Bersinar Kembali?, Deiyai/ Yakama; Jayapura.
8. Konetjaraningrat, [2002] Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.
9. ------------------------ [1963] Penduduk Irian Barat, Penerbit Universitas; Jakarta.
10. Yeimo, Amopiya Yunus [Laporan Hasil Penelitian 2008] Studi Tipologi Arsitektur Tradisional dan Kearifan Membangun Suku Mee Papua. YAMEWA-PAPAUA. Paniyai.

seLENgkapnya......

11 Januari 2010

Adanya Perubahaan melalui Rotasi Kerja: "Berdasarkan Pengalaman Saya"

Di dalam dunia kerja, yang di maksud dengan istilah rotasi atau mutasi kerja bukanlah kata asing, dengan demikian sehingga tidak sering kita sebagai karyawan ataupun pegawai negeri merasa baru mendengarnya serta bahkan juga tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan berbagai cara agar terhindar dari rotasi ataupun mutasi kerja itu sendiri pada kali keduanya.

Dikatakan demikian karena, pada dasarnya dan sudah menjadi ciri kebanyakan kita tidak mengharapkan atau takut adanya perubahan, serta terlebih lagi kalau perubahan yang dimaksud bisa menyebabkan multi-efek bagi karyawan baik secara lahir, batin, fisik bahkan maupun psikis yang berpengaruh pada penurunan kinerja, menurunnya motivasi kerja, suasana kerja kurang kondusif, dan masih banyak lagi efek yang mungkin bisa timbul.”demikian syair dari Endra Dinata dalam tulisannya yang berjudul Rotasi atau Mutasi Kerja.

Beberapa pertanyaan yang timbul dalam benak saya, ketika hal yang namanya rotasi atau mutasi kerja itu terjadi yakni, bagaimana caranya agar rotasi dan mutasi kerja itu bisa mencapai hasil maksimal dan membuat saya sendiri bahkan karyawan dan siapa saja pada pengalaman kerja sebelumnya tidak merasa terancam, dan sudah barang tentunya saya dan semua kita yang termasuk pada jalur ini harus beradaptasi dalam artian melakukan tatap muka (empat mata) dengan atasannya.

Saya memang sadari bahwa tips yang di gunakan oleh atasan saya sangat sekali baik, sebab dimana untuk mencapai hasil maksimal dari rotasi dan mutasi kerja itu yang di lakukan atasan saya kepada saya beberapa waktu lalu, atau akhir bulan Agustus 2009 yakni dengan cara :

“Mengumpulkan atau memanggil saya untuk mengajak saya berdiskusi ringan empat mata. Menyampaikan ucapan terimakasih atas kontribusi saya dan prestasi selama ini dengan menyampaikan hal-hal positif dan saran atau masukan untuk memperbaiki kinerja lainnya yang dirasa kurang pada tempat atau lokasi kerja yang baru. Dalam hal ini, atasan saya sangat sekali memerlukan atau memiliki data-data akurat akan prestasi saya dan bahkan semua kita sebagai pendukung sehingga mengurangi kesan apa yang di sampaikan tidak mengada-ada atau hanya sekedar omong kosong.”

“Memberikan kesempatan kepada saya untuk juga memberikan argumen berdasarkan fakta yang saya rasakan, sehingga memunculkan bahwa diskusi ini bukan kegiatan untuk menjudge saya tetapi untuk kepentingan perbaikan prestasi saya itu sendiri di tempat atau lokasi kerja yang baru”,

“Memberikan penjelasan bahwa terkait dengan hal di atas perlu diadakannya perubahan dan jujga manfaat perubahan ini (bisa rotasi atau mutasi) adalah untuk kepentingan dan perkembangan saya dan bukan semata-mata untuk memenuhi kepentingan golongan atau kelompok tertentu bahkan manajemen yang kurang bertanggungjawab serta untuk mengantisipasi hal negatif, seperti pengumpulan data-data dan informasi-informasi yang akurat sebagai pendukung”

Dan terakhir pula saya di berikan komitmen, yakni kalau memang dalam proses perubahaan ada hal-hal yang kurang diharapkan terjadi, maka dengan tegas atasan saya menyampaikan bahwa baik manajeman maupun saya sebagai karyawan sepakat untuk menyelesaikan secara mufakat, bukan langsung menjudge salah satu pihak yang dinilai tidak becus dalam bertindak dan mengambil keputusan

Beberapa ekses tidak adanya rotasi diantaranya seperti, kontrak mati, Chauvinisme sempit, Kejenuhan dan Depresi, Rotasi / Mutasi adalah hukuman. Sementara itu keuntungan-keuntungan dari rotasi diantaranya; sebagai sarana evaluasi penugasan karyawan/pegawai negeri, sebagai sarana meningkatkan produktivitas kerja, sebagai saran pembinaan bagi karyawan/pegawai negei, sebagai sarana untuk memperkokoh kesatuan dan pertuan team di lapangan kerja ……..Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

17 Juli 2009

Siaga I, disaat Perjalanan-Ku ke Loker:"Hasil Investigasi harus secara Transparan di Sampaikan kepada Publik"

Hentah pergi atau tidak ke lokasi kerja (Loker-red), saya belum tahu karena saat ini situasi di wilayah kerjanya PT. Freeport Indonesia di Mimika, bahkan wilayah kerja Eksplorasi Pertambangan Mineral di daerah Paniai, sementara ini masih di bilang sangat rawan dan siaga I bagi aparat setempat di daerah ini.

Tetapi yang pastinya mau tidak mau saya harus pergi, sebab nama saya telah di skedulkan oleh atasan saya untuk berangkat dengan pesawat terbang jenis pilatus. Hal itu, setelah saya melakukan liburan selama dua minggu, dan pastinya “UGATAME” akan menolong saya dalam perjalanan yang di tempuh melalui udara itu.

Bagi saya, dengan menjalani pekerjaan saat ini adalah penentuan untuk nasib kedepan sebagai putra daerah pegunungan tengah (Peteng) Papua guna mampu mengembangkan jati diri saya demi mewujudkan suatu impian, yang mungkin saat ini di katakan orang hanya mimpi belaka yang tidak mungkin tercapai, tetapi pada intinya itu untuk kedepan bagi terciptanya perubahaan di Tanah Papua ini, sama hal pula juga dengan adik-adik saya yang kini masih berada di bangku pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi, dimana saat ini mereka tengah menimbah ilmu, dengan tujuan kelak yakni untuk berperan kedepan demi Negeri ini.

Saat ini, semua kita penggemar Web Blog ini, sudah mengetahui bahwa ketidakadilan sosial dinilai menjadi pemicu aksi kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di kawasan tambang PT Freeport McMoran, Papua. Pasalnya, keberadaan Freeport dianggap sebagai sumber konflik masyarakat Timika selama ini, seperti sebagaimana yang di komentarkan oleh Ketua Umum Liga Perjuangan Nasional Rakyat Papua Arkilaus Arnesius Baho saat jumpa pers di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Pusat, Jl Tegal Parang, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2009), yang di kutip PPb ini dari berbagai media.

Masih menurutnya, akar persoalan Papua adalah ketidakadilan sosial yang terjadi karena eksploitasi Freeport, kalau mau menyelesaikan Papua maka selesaikan dulu Freeport, sebab sejak Freeport berdiri di tanah Papua masalah rakyat Papua semakin kompleks. Banyaknya diskriminasi, kesenjangan sosial, masalah ekologi hingga konlik sosial semakin sering terjadi. "Insiden kemarin termasuk bagian konflik kepentingan akibat kue yang diperebutkan dari hasil eksploitasi,"ujarnya.

Sudah jelas dan pasti tanpa di ragukan lagi bahwa oknum sementara bukan ulah dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok yang menentang Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI). Seperti halnya juga yang di katakan oleh Arkelaus Baho itu.

Hingga kini, atau saat tulisan ini di buat proses investigasi oleh berbagai pihak yang berkompoten masih di lakukan. Saya berharap agar, ketika pihak-pihak tersebut telah mendapatkan oknum pelakunya, maka harus pula di sampaikan kepada public dalam artian harus ada transparansi dari tim investigasi ketika sudah mendapat titik terang dalang di balik aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya warga negara kebangsaan Australia Drew Nicholas Grant dan dua petugas lainnya baik 1 Security dan 1 anggota Satgas Amole itu, supaya hal yang namanya keadilan dapat di tegakkan kembali, demi keutuhan Negara RI pada umumnya dan lebih khususnya lagi negeri West Papua yang tercinta ini…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

24 November 2008

Sekilas Pengalaman Saya.....!!!


"...Apapun yang saya lakukan tentunya untuk negeri ini. Walaupun saya terus dan terus di tindas melalui berbagai cara diantarnya teror, intimidasi bahkan lainnya. Saya saat itu di harapkan untuk meninggalkan kota bintuni oleh rekan dan keluarga saya, tetapi saya tetap bersikeras untuk harus dan harus tinggal di Bintuni, dan dengan tantangan itu tidak mematahkan semangat kerja saya sebagai koresponden dari salah satu media lokal di kota minyak sorong dan di tempatkan di Kabupaten Bintuni...."

Selanjutnya, saya akan menceritakan sedikit perjalanan karier saya sebagai Journalis selama 2 tahun lebih di Kabupaten Teluk Bintuni. Saya berterimakasih dan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menjaga, memelihara serta menyelamatkan saya dari segala teror, intimidasi bahkan hal-hal negative lainnya yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kepada saya bahkan pula istri serta keluarga saya.

Perlu diketahui bahwa bekerja berdasarkan kebenaran dan keadilan di Negeri ini (Tanah Papua) sangatlah tidak mudah membalikan telapak tangan, sesuai dengan yang kita fikirkan bersama-sama. Dalam artian bahwa ketika kebenaran dan keadilan di tegakkan maka dampak-dampak negative yang tentunya diterima oleh kita semua adalah penindasan, terror dan intimidasi.

Seperti halnya yang saya terima di tanah suku Sougb, Moskona dan Meyah Kabupaten Teluk Bintuni, ketika kala itu saya dipercayakan oleh Sang Pencipta melalui PT. Fajar Papua (Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang percetakan Koran di Kota dan Kabupaten Sorong sekitarnya)yakni Harian Umum Fajar Papua. Saya bertugas di Sorong, dengan fokus peliputan yakni Pendidikan dan Kesehatan selama 5 bulan terhitung dari 17 Oktober 2005 hingga 15 Maret 2006. Selanjutnya saya di tugaskan sebagai koresponden di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi Kepala Biro Perwakilan Teluk Bintuni, tertanggal 16 Maret 2008.

Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di tanah Sougb, Moskona dan Meyah Teluk Bintuni, rasa prihatin bercampur sedih timbul di benak pikiran saya ketika melihat perkembangan Kabupaten Teluk Bintuni yang kala itu sangat dan sangat sekali tertekan degan persoalan perpolitikan. Hal itulah yang akhirnya membuat pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni di Tahun Pertama masa kerja 100 hari di bawah kepemimpinan drg. Alfons Manibuy, DESS dan Drs. H. Akuba Kaitam sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2005-2010 belum menunjukkan suatu pembangunan yang nyata, lantaran protes sesama pejabat yang kala itu kalah dalam PILKADA 2005.

Sehingga persoalan pembangunan saat itu tidak benar-benar direalisasikan sesuai dengan apa yang menjadi target dari 100 hari kerja bupati dan wakil bupati serta para kabinetnya. Namun yang paling dominan lebih banyak waktu berada pada persoalan politik atau berjuang untuk meredamkan isu politik yang semakin panas itu. Disitulah timbul rasa kepedulian saya sebagai Journalis Putra Papua ingin memberikan sejumlah kritikan membangun sesuai dengan proffesi Journalis sebenarnya yakni (Sebagai fungsi control social dalam setiap pembangunan baik yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan oleh para pejabat public atau sering dikenal dengan nama 'Public Figure').

Sebab bagi saya bekerja sebagai PERS, berarti bekerja untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas, yang tentunya pada ujung-ujungnya pula saya sebagai PERS sangat membutuhkan data dari masyarakat, juga perusahaan dan pemerintah. Namun sangat disayangkan, semua komponen masyarakat termasuk pejabat public di Kabupaten Teluk Bintuni hampir sebagian besar belum mengerti dan memahami apa sebenarnya tugas serta fungsi dari PERS atau yang dikenang sebagai “Kuli Tinta” itu.

Sehingga selama hampir dua tahun sejak saya mulai bertugas di Bintuni yakni tahun 2006 hingga tahun 2008, ternyata semua pihak yang berkompoten belum menyadari arti dari tugas dan fungsinya PERS, sehingga membuat saya dan teman-teman di bintuni selalu kelabakan atau mengalami kesulitan dalam arti memberitakan atau menyajikan informasi terkait dengan kepentingan masyarakat. Ketika ada masalah atau persoalan, para pengambil kebijakkan di daerah ini sangat susah untuk ditemui atau di konfirmasi, disaat wartawan melakukan pemberitaan sesuai fakta dilapangan, ternyata pihak-pihak terkait itu tidak menerima hal nyata menjadi kenyataan yang semata pula atau dengan kata lain menjadi bahan kajian atau masukan untuk menuju kearah perubahaan.

Namun yang diterima wartawan adalah terror, intimidasi bahkan penindasan secara halus-halusan, inilah realita kami wartawan yang bertugas di kabupaten teluk bintuni. Dengan lahirnya realita tersebut membuat saya dan rekan-rekan seprofesi yang bertugas di Bintuni seperti wartawan Radio Merbau, Wartawan Harian Umum Cahaya Papua, Wartawan Tabloid Mingguan Bintuni Pos, Wartawan Harian Pagi Papua Barat Pos, Wartawan Harian Umum Fajar Papua, Wartawan Harian Pagi Radar Sorong serta Wartawan tabloid Suaru Pesisir bersepakat melalui pertemuan singkat di rumahnya salah satu rekan Wartawan Papua Barat Pos yang beralamat di Jalan Raya Bintuni Kampung Sibena Wesiri Kelurahan Bintuni Barat Distrik Bintuni membentuk satu wadah yang akhirnya disepakati Forum Journalis Bintuni (Forjubin) dan diketuai oleh saya sendiri (Jemmi Gerson Adii) sedangkan sekretarisnya Alexander F. Rahayaan dan beranggotakan kurang lebih lima orang anggota pengurus.

Dengan satu komitmen, ketika forum itu dibentuk yakni bersepakat, berkompak dan bersilaturahmi adalah hal-hal penting yang perlu dilakukan oleh setiap wartawan yang tergabung dalam forum journalis. Forum tersebut dibentuk tepat pada tanggal 26 November 2007 tahun lalu. Perjalanan pengurus Forjubin yang dibilang baru berusia seumur jagung atau 3 bulan itu, mulai tersendat-sendat ketika beberapa anggota lainnya dengan tanpa alasan yang jelas mengundurkan diri dari keanggotaannya, misalnya seperti wartawan papua barat pos yang kini sudah sah menjadi wartawan tabloid suara pesisir (Koran milik pemkab teluk bintuni-red) dan wartawan cahaya papua yang juga sama lebih dulu bergabung dengan Koran tabloid suara pesisir.Atas pengunduran diri dari satu bahkan dua anggota tersebut tidak menghalangi jalannya kepengurusan Forjubin yang ada saat ini, misalnya wartawan fajar papua, bintuni pos, wartawan RRI Merbau, wartawan radar sorong dan wartawan cahaya papua yang selalu dan selalu eksis dalam menjalankan tugas dan fungsi PERS di bintuni.

Pengalaman Pahit Beberapa ancaman terus dilancarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab misalnya disaat motor saya terjadi kebakaran tepatnya pada hari rabu tanggal 2 Mei 2007. Aksi-aksi terror melalui kuasa kegelapan “OKULTISME” terus dan terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait tanpa ada rasa penyesalan apapun dari mereka terhadap apa yang mereka lakukan. Di bulan september antara tanggal-tanggal belasan pada jam setengah tujuh pagi saya di hadang oleh salah satu pemegang suanggi di bintuni (namanya tidak di tulis) dengan tak sadarkan diri atau dirinya saat itu sedang dalam konsumsi miras, dan bahkan pula sebotol ceper miras dipegangnya di tanggan kanan mencoba hendak menumpangi motor saya, namun atas pertolongan Tuhan saya boleh dapat diselamatkan lewat salah satu pemuda yang juga pada saat itu ada di tempat kejadian.

Proses terror terus mulai dilancarakan, ketika salah satu pemberitaan yang pernah di muat oleh saya yakni terkait dengan masalah penemuan bom pra paskah di bintuni, begitu juga terjadi pengrusakan motor lewat kuasa gelap, sehingga ketika motor milik saya dipakai oleh teman atau siapa saja, sudah tentunya hal-hal buruk seperti kecelakaan lalu lintas dan lain-lainnya akan terjadi. Salah satu fakta yang terjadi ketika salah satu teman yakni Afstan Rumander mengendarai motor tepatnya hari selasa tanggal 25 Maret 2008 lalu, harus berhubungan dengan pihak rumah sakit bintuni disebabkan karena terjadi lakalantas tunggal, dalam artian kecelakaan tanpa ada ketabrakan karena akibat hasutan roh jahat. Intimidasi terus berlanjut, ketika saya memberitakan pemberitaan menyangkut persoalan berita hasil pengumuman testing CPNS Formasi 2007, dengan secara tidak resmi pihak pemerintah daerah kabupaten teluk bintuni memberhentikan langganan Koran harian umum fajar papua.

Dari kejadian itu, rupanya ada oknum-oknum tertentu yang sengaja memperkaya dirinya dengan melakukan terror baik lewat roh jahat yang dikirimnya guna menghasut istri saya dan mengaku sebagai "Penguasa Kalajengkin", bahkan berencana penuh ingin membunuh istri saya bahkan juga saya sendiri dan beberapa teman-teman lainnya seperti Anes Akuan, Afstan Rumander dan Darius Tukan Lein. "Hal itu dikatakan penguasa kalajenkin bintuni disaat merasuki istri saya pada tanggal 10 Mei 2008 di rumah kost bintuni.Selang empat hari kemudian atau tepatnya hari rabu tanggal 14 Mei 2008 sekitar jam 04.00 WPB, saya menerima sorth message system (SMS)terror atau intimidasi dari manusia setan atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Isi pesan SMS itu dikirim sebanyak tujuh kali.

Hingga sampai dengan saat ini berbagai cara-cara yang tidak berkenan terus ditingkatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kepada saya dan teman-teman. "Inilah lika-liku hidup saya ketika menjadi Journalis di Teluk Bintuni"
Akhirnya, satu penolong yang setia yakni Tuhan Yesus. Dia adalah taruhan hidupku, dan saya percaya kepada Yesus yang memberikan nafas kehidupan kepada saya sehingga saya masih bisa bekerja di tanah Sougb, Moskona dan Meyah Kabupaten Teluk Bintuni sebagai Journalis, kala itu. Hal diatas (SMS TEROR), adalah tantangan bagi ku, ketika kuhidup bersama Yesus dan bekerja demi kepentingan masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. (Edit, 22 November 2008. Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com