Hentah pergi atau tidak ke lokasi kerja (Loker-red), saya belum tahu karena saat ini situasi di wilayah kerjanya PT. Freeport Indonesia di Mimika, bahkan wilayah kerja Eksplorasi Pertambangan Mineral di daerah Paniai, sementara ini masih di bilang sangat rawan dan siaga I bagi aparat setempat di daerah ini.
Tetapi yang pastinya mau tidak mau saya harus pergi, sebab nama saya telah di skedulkan oleh atasan saya untuk berangkat dengan pesawat terbang jenis pilatus. Hal itu, setelah saya melakukan liburan selama dua minggu, dan pastinya “UGATAME” akan menolong saya dalam perjalanan yang di tempuh melalui udara itu.
Bagi saya, dengan menjalani pekerjaan saat ini adalah penentuan untuk nasib kedepan sebagai putra daerah pegunungan tengah (Peteng) Papua guna mampu mengembangkan jati diri saya demi mewujudkan suatu impian, yang mungkin saat ini di katakan orang hanya mimpi belaka yang tidak mungkin tercapai, tetapi pada intinya itu untuk kedepan bagi terciptanya perubahaan di Tanah Papua ini, sama hal pula juga dengan adik-adik saya yang kini masih berada di bangku pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi, dimana saat ini mereka tengah menimbah ilmu, dengan tujuan kelak yakni untuk berperan kedepan demi Negeri ini.
Saat ini, semua kita penggemar Web Blog ini, sudah mengetahui bahwa ketidakadilan sosial dinilai menjadi pemicu aksi kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi di kawasan tambang PT Freeport McMoran, Papua. Pasalnya, keberadaan Freeport dianggap sebagai sumber konflik masyarakat Timika selama ini, seperti sebagaimana yang di komentarkan oleh Ketua Umum Liga Perjuangan Nasional Rakyat Papua Arkilaus Arnesius Baho saat jumpa pers di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Pusat, Jl Tegal Parang, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2009), yang di kutip PPb ini dari berbagai media.
Masih menurutnya, akar persoalan Papua adalah ketidakadilan sosial yang terjadi karena eksploitasi Freeport, kalau mau menyelesaikan Papua maka selesaikan dulu Freeport, sebab sejak Freeport berdiri di tanah Papua masalah rakyat Papua semakin kompleks. Banyaknya diskriminasi, kesenjangan sosial, masalah ekologi hingga konlik sosial semakin sering terjadi. "Insiden kemarin termasuk bagian konflik kepentingan akibat kue yang diperebutkan dari hasil eksploitasi,"ujarnya.
Sudah jelas dan pasti tanpa di ragukan lagi bahwa oknum sementara bukan ulah dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau kelompok yang menentang Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI). Seperti halnya juga yang di katakan oleh Arkelaus Baho itu.
Hingga kini, atau saat tulisan ini di buat proses investigasi oleh berbagai pihak yang berkompoten masih di lakukan. Saya berharap agar, ketika pihak-pihak tersebut telah mendapatkan oknum pelakunya, maka harus pula di sampaikan kepada public dalam artian harus ada transparansi dari tim investigasi ketika sudah mendapat titik terang dalang di balik aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya warga negara kebangsaan Australia Drew Nicholas Grant dan dua petugas lainnya baik 1 Security dan 1 anggota Satgas Amole itu, supaya hal yang namanya keadilan dapat di tegakkan kembali, demi keutuhan Negara RI pada umumnya dan lebih khususnya lagi negeri West Papua yang tercinta ini…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)
PSD Demak
-
Rekor musim ke musim
← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21
Baris 61: Baris 61:
* 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng)
* 2...
13 jam yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar