Sejarah Singkat Kabupaten Nabire “Nabire” demikian sekarang disebut, adalah suatu wilayah Pemerintahan Kabupaten yang terhampar di seputar “Leher Burung” pulau Papua. Dalam perkembangannya “Nabire” telah melampaui fase-fase sebelum masuknya Pemerintahan Belanda, jaman Pemerintahan Belanda dan jaman Pemerintahan RI hingga saat ini. Paparan mengenai sejarah Pemerintah Kabupaten Nabire ini bukanlah merupakan suatu tulisan yang sudah sempurna, sehingga masih perlu untuk dikaji dan disempurnakan bersama-sama sehingga menjadi suatu materi yang bisa dipahami dan diterima oleh semua kalangan. 1. Asal usul dan arti Nabire Sebelum mengulas sejarah singkat Kabupaten Nabire maka terlebih dahulu akan disampaikan uraian secara singkat tentang asal usul dan arti Nabire dari beberapa sumber/versi. Uraian mengenai cerita asal usul dan arti Nabire ini bukanlah untuk dipertentangkan tetapi merupakan wacana untuk dibahas secara bersama, sehingga nantinya bisa diketahui asal usul dan arti Nabire yang sebenarnya. a. Versi Suku Wate Berdasarkan cerita dari suku Wate, bahwa kata “Nabire” berasal dari kata “Nawi” pada zaman dahulu dihubungkan dengan kondisi alam Nabire pada saat itu yang banyak terdapat binatang jangkrit, terutama disepanjang kali Nabire. Lama kelamaan kata “Nawi” yang mengalami perubahan penyebutan menjadi Nawire dan akhirnya menjadi “Nabire”. Suku Wate yang terdiri dari lima suku yaitu Waray, Nomei, Raiki, Tawamoni dan Waii yang menggunakan satu bahasa terdiri dari enam kampung dan tiga distrik. Pada tahun 1958, Konstein Waray yang menjabat sebagai Kepala Kampung Oyehe menyerahkan tempat/lokasi kepada Pemerintah. b. Versi Suku Yerisyam Menurut versi suku Yerisyam Nabire berasal dari kata “Navirei” yang artinya daerah ketinggalan atau daerah yang ditinggalkan. Penyebutan Navirei muncul sebagai nama suatu tempat pada saat diadakannya pesta pendamain ganti daerah antara suku Hegure dan Yerisyam. Pengucapan Navirei kemudian berubah menjadi Nabire yang secara resmi dipakai untuk memberi nama daerah ini oleh Bupati pertama yaitu Bapak AKBP. Drs. Surojotanojo, SH (Alm). Versi lain Suku ini bahwa Nabire berasal dari Na Wyere yang artinya daerah kehilangan. Pengertian ini berkaitan dengan terjadinya wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat, sehingga banyak yang meninggalkan Nabire kembali ke kampungnya dan Nabire menjadi sepi lambat laun penyebutan Na Wyere menjadi Nabire. c. Versi Suku Hegure Versi dari suku ini bahwa Nabire berasal dari Inambre yang artinya pesisir pantai yang ditumbuhi oleh tanaman jenis palem-palem seperti pohon sapu ijuk, pohon enau hutan, pohon nibun dan jenis pohon palem lainnya. Akibat adanya hubungan/komunikasi dengan suku-suku pendatang, lama kelamaan penyebutan Inambre berubah menjadi Nabire. d. Dalam Hubungannya dengan penyelenggaraan pemerintahan Nabire dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan saat ini merupakan kependekan dari kata-kata N-nyaman, A-Aman, B-bersih, I-indah R-ramah, E-elok yang mengandung makna bahwa “Nabire” (nyaman, aman, bersih, indah, ramah dan elok) tersebut merupakan suatu kondisi yang diharapkan dan membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk mewujudkannya. e. Jaman sebelum Pemerintahan Belanda Hingga saat ini, karena keterbatasan sumber data/informasi maka apa dan bagaimana penyelenggaraan pemerintahan pada fase ini belum bisa diuraikan. 2. Jaman Pemerintahan Belanda Wilayah Tanah Papua sudah sejak tahun 1828 dianggap sebagai bagian dari wilayah/tanah jajahan Belanda di Kepulauan Indonesia, namun kekuasaan Pemerintahan Belanda baru benar-benar terwujud di Papua ini pada tahun 1898 ketika Tweede Kamer (Parlemen Belanda) mensahkan Anggaran Belanja sebesar F. 15.000 (Gulden), untuk mendirikan pemerintahan di daerah jajahannya. Papua pada waktu itu Irian Barat dibagi menjadi dua bagian, masing-masing dikuasai oleh Kontrolir Belanda, bagian utara dinamakan Afdeling Noord Nieuw Guinea berkedudukan di Manokwari dan menguasai daerah yang terbentang dari Jamursba (Kaap de Guide Hoop). Sebelah barat sampai ujung timur Teluk Humbolt, dan bagian barat dinamakan West en Zuid Nieuw Guinea berkedudukan di Fak-fak dan menguasai Daerah Jamursba ke selatan, menyusur ke timur sampai ke perbatasan daerah jajahan Inggris (PNG sekarang). Dengan demikian wilayah Kabupaten Dati II Paniai sebelum dimekarkan masuk ke Noord Guinea dan sebagian lagi masuk ke West en Zuid Nieuw Guinea. Berkali-kali Pemerintahan Penjajah Belanda mengadakan pembagian wilayah Papua ini untuk memudahkan jangkauan penguasaan atas daerah jajahannya. Upaya pembagian daerah dalam satuan-satuan Daerah Administratif selalu terbentur pada kenyataan yang sulit, sehingga akhirnya harus menyesuaikan diri dengan kenyataan kondisi wilayah. Hingga tahun 1930 orang belum mengetahui adanya penduduk di Daerah Pegunungan Tengah, demikian pula penduduk daerah ini belum mengetahui adanya Pemerintah yang menguasai wilayahnya. Oleh sebab itu Pos Pemerintahan pertama yang ada di 3 wilayah ini dulu (Nabire, Paniai dan Puncak Jaya) pada masa Penjajahan Belanda sampai tahun 1938 hanya terdapat pada 2 (dua) tempat dipesisir pantai yaitu : Pos Pemerintahan yang pertama di Kwatisore (Distrik Yaur sekarang) dibuka pada tahun 1912 oleh Gezaghebberd Welt dari Onder Afdeling di Manokwari. Pos Pemerintahan pertama di Napan Weinami setelah Bestuur Assistent dari Serui mengunjungi Napan tahun 1920 dan untuk pertama kalinya ditempatkan Bestuur Assistent bernama A. Thenu di Napan Weinami, wilayah kekuasaannya meliputi seluruh Pesisir Pantai ke Goni dan Daerah Pedalaman. Awal mula dibukanya Pos Pemerintahan Belanda di Enarotali (Wisselmeren) setelah Pastor Tillemans mengunjungi daerah-daerah pedalaman Paniai melalui Kokonau pada tahun 1932 dengan misi penginjilan Katholik. Kemudian awal April 1937 di sebelah barat pegunungan tengah Letnan Dua Laut Ir. F.J. Wissel Pilot dari perusahaan Nederlands Nieuw Guinea Petroleum Maatschapij (NNGPM), menemukan gugusan danau di kawasaan pegunungan yang sama sekali belum dikenal, bahkan di peta bumi masih berwarna putih. Untuk memastikan penemuan ini, tanggal 18 September 1937 dimulailah ekspedisi yang dipimpin langsung oleh Assitent Residen Fak-Fak Dr. J.W. Cator dan pada tanggal 3 Oktober 1937 menemukan sekelompok masyarakat pegunungan. Penduduk disini termasuk Suku Kapauku yang kemudian dikenal saat ini dengan nama Suku Ekagi. Dalam perjalanan pulang, Cator mengajak beberapa orang Marga Zonggonau dari Suku Moni sebagai Penunjuk Jalan dan Juru Bahasa. Pada tanggal 10 November 1938 Pos Pemerintahan Belanda dibuka untuk pertama kali, pejabat yang pertama kali bertugas disini adalah J.F. Stutterheim, sebagai Assistent Controleur, kemudian awal Februari 1939 Dr. J.F. Victor De Bruin menggantikannya sebagai Controleur di Wisselmeren. Beberapa tahun kemudian Pemerintah Belanda membuka Onder Distrik di Nabire, yaitu pada tahun 1942, dengan Pejabat Distrik Hooft Bestuur Assistent (H.B.A.) Somin Soumokil. Pada zaman Gubernur Van Waardenburg tepatnya mulai 1 April 1952 wilayah Papua dibagi dalam 4 Afdeling. Wilayah Paniai merupakan bagian dari Afdeling Central Nieuw Guinea yang terbagi dalam 3 Onder Afdeling yaitu : a. Onder Afdeling Wisselmeren dengan ibu kota Enarotali b. Onder Afdeling Tigi dengan ibu kota Waghete c. Onder Afdeling Grothe Valley dengan ibu kota Wamena Dalam perkembangan selanjutnya wilayah Paniai dimasukkan dalam Afdeling Geelvinkabaai yang berkedudukan di Biak sebagai Waarnement Residen dengan 2 Onder Afdeling yakni Wisselmeren (Enarotali) dan Tigi, sedangkan Onder Afdeling Baliem Valley dimasukan dalam Afdeling Holandia (Jayapura). Adapun nama-nama HPB Onder Afdeling Wisselmeren sejak 10 November 1938 sampai dengan tahun 1962 menjelang penyerahan kekuasaan, sebagai berikut : Dr. J. F. Stutterheim Periode 10-11-1938 s/d Feb 1939 Dr. J. V. de Bruin Periode Feb 1939 s/d 1947 Meyer Raneff Periode 1947 s/d 1949 Raphael de Haan Periode 1949 s/d 1955 J. Massink Periode 1955 s/d 1960 Mr. J. Ch. Haring Periode 1960 s/d 1962 Mr. Kron Periode 1962 s/d UNTEA Sedangkan yang menjadi HPB Tigi (Waghete) pada tahun 1961 adalah Masaairuc. Sementara itu pejabat-pajabat wilayah Distrik di Wisselmeren dan Tigi sejak 10 November 1962 menjelang penyerahan kekuasaan adalah sebagai berikut : H. Bosh, Adjunct Administratif Ambtenaar (A.A.A) Distrik Paniai Timur L. Latenstein, A.A.A. Distrik Paniai Barat Weinand Wambrauw, Candidaat Bestuur Assistant (C.B.A) Distrik Aradide merangkap Homeyo Hans Inggabouw, Bestuur Assistant (B.A) Distrik Tigi Florens Imbiri, Candidaat Bestuur Assistant (C.B.A) Distrik Moanemani Edmundus Inggirik (C.B.A) Distrik Mapia Andreas Karma, Candidat bestuuur Assistent (C.B.A) Distrik Nabire Pembagian terakhir menjelang penyerahan kekuasaan pada tahun 1961 wilayah Papua terbagi dalam 6 Afdeling, 83 Onder Afdeling, 83 Distrik dari 2.087 Dorp serta 5 wilayah eksplorati. Pada zaman itu Paniai masuk dalam Central Bergland dengan kedudukan Ibukota sementara di Holandia. Di wilayah Paniai terdapat 2 Onder Afdeling yaitu Wisselmeren dan Tigi serta terdapat 5 wilayah Eksplorati Resort (daerah Operasi), yaitu Westelijke Bergland, Bokondini en Zwart Valley dan Noord Oost en West Baliem serta Oostelijke Bergland. Pada masa pemerintahan kedua Onder Afdeling tersebut memiliki wilayah Distrik yang meliputi : Onder Afdeling Wisselmeren meliputi : 1. Distrik Paniai Timur 2. Distrik Paniai Barat 3. Distrik Aradide Onder Afdeling Tigi meliputi 3 wilayah Distrik yaitu : 1. Distrik Tigi 2. Distrik Kamu 3. Distrik Teluk Sarera di Nabire 3. Jaman Pemerintahan Republik Indonesia Setelah Irian Barat, kini Papua kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, maka dengan Surat Keputusan Wakil Perdana Menteri Republik Nomor : 120/PM/1965 tanggal 23 November 1965, Paniai ditetapkan menjadi Kabupaten Administratif yang terlepas dari Kabupaten Jayawijaya, dengan Ibukota Enarotali. Berhubung Ibukota Enarotali berada di daerah pedalaman, maka berdasarkan pertimbangan efektifitas dan efisiensi, Ibukota Kabupaten Paniai dipindahkan dari Enarotali ke Nabire pada tahun 1966 dengan alasan Nabire yang berada di Daerah Pantai merupakan pintu masuk ke daerah pedalaman melalui transportasi laut sesuai dengan Surat Usul Bupati Administratif Paniai Nomor : 1035/PU/66 tanggal 17 Oktober 1966. Sejalan dengan Pergantian Undang-undang Pemerintahan daerah, yaitu nomor 18 tahun 1965, maka Pemerintah Pusat menetapkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Irian Barat, dengan demikian Kabupaten Administratif Paniai ditetapkan menjadi Kabupaten Otonom atau Kabupaten Daerah Tingkat II Paniai. Pembangunan Daerah sejak Pelita I dan seterusnya, menuntut adanya peningkatan pelayanan Pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, menyebabkan pada tahun 1984 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 821.26-769 tanggal 3 Oktober 1984, Kabupaten Dati II Paniai dibentuk 2 wilayah Pembantu Bupati yaitu Pembantu Bupati Enarotali dan Pembantu Bupati Mulia, sehingga secara administratif Kabupaten Dati II Paniai dibagi menjadi 2 wilayah Pembantu Bupati, 17 Kecamatan, 9 Perwakilan Kecamatan, 332 Desa, 9 Kelurahan dan 6 UPT sebagai Desa Persiapan. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 65 Tahun 1996 tentang Penetapan 63 Kecamatan di Provinsi Irian Jaya. Kecamatan tersebut diatas ditetapkan menjadi Kecamatan definitif. Selama berstatus menjadi wilayah Pembantu Bupati, yang pernah menjabat sebagai Pembantu Bupati di kedua wilayah tersebut adalah : 1. Pembantu Bupati Enarotali a. Drs. W. Wambrauw tahun 1984 – 1986 b. Agustinus Isir, BA tahun 1986 – 1996 2. Pembantu Bupati Mulia a. Drs. Ruben Ambrauw tahun 1984 – 1993 b. Drs. AMS. Ardiwinata tahun 1993 – 1994 c. Drs. Marthen Talebong tahun 1994 – 1996 Karena meningkatnya beban tugas dan volume kerja serta pertimbangan efektifitas dan efisiensi dalam pembinaan, pengendalian, koordinasi, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan wilayah serta untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 52 tahun 1996 Kabupaten Dati II Paniai dimekarkan menjadi 3 Kabupaten yaitu : a. Kabupaten Dati II Nabire dengan Ibukota Nabire b. Kabupaten Administratif Paniai dengan Ibukota Enarotali c. Kabupaten Administratif Puncak Jaya dengan Ibukota Mulia Saat ini kedua Kabupaten administratif tersebut telah berubah status menjadi Kabupaten Otonom. Selanjutnya dengan perubahan Undang-Undang Pemerintahan Daerah dari Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 1974 menjadi Undang-Undang nomor : 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dengan konsep Otonomi Daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab, maka daerah Tingkat II dihapus, sehingga sebutan Kabupaten Dati II Nabire berubah menjadi Kabupaten Nabire. Perkembangan penyelenggaraan pemerintahan daerah selanjutnya mengacu kepada, Undang–undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua. Sejak terpisahnya Kabupaten Paniai dari Kabupaten Jayawijaya hingga menjadi Kabupaten Nabire dan hingga saat ini, maka yang pernah menduduki jabatan Bupati Kepala Daerah adalah : 1. A.K.B.P. Drs. Soerodjotanojo, SH Periode : 1966 -1969 2. Karel Gobay Periode : 1969 -1972 3. Drs. Andreas Soenarto Periode : 1973 -1978 4. Drs. Serteis Wanma Periode : 1978 -1984 5. Letkol Inf. Soekiyo Periode : 1984 -1989 6. Letkol Inf. Joesoef Adipatah Periode : 1989 -1998 7. Drs. Herman Monim (caretaker) Periode: 1998 -1999 8. Drs. Anselmus Petrus Youw Periode : 1999 -2004 9. Drs. Anselmus Petrus Youw Periode : 2004 – 2009 10. Drs. Hendrik Pagaya Kaisepo, MM Periode : 2009 – 2010 (Penjabat Bupati) 11. Isaias Douw, S.Sos Periode : 2010 – 2015, 12. Sendius Wonda, SH., M.Si (Penjabat Bupati) : 2015 – Sekarang Sedangkan Wakil Bupati Nabire yang pernah dan menjabat sampai saat ini adalah : 1. Drs. Tonny PH. Karubaba periode 2004 – 2009 2. Mesak Magai, S.Sos, M.Si periode 2010 – 2015 Untuk Sekretaris Daerah yang pernah menjabat sejak Kabupaten Dati II Paniai sampai dengan Kabupaten Nabire hingga saat ini adalah : 1. Karim, BA tahun 1966 – 1968 2. D.N. Saefuddin tahun 1968 – 1970 3. Drs. Jacobus Pattiruhu tahun 1970 – 1975 4. Soekirno, BA tahun 1975 – 1982 5. Drs. Djudju Djuhendar tahun 1982 – 1987 6. Drs. Joel Boray tahun 1987 – 1992 7. Drs. Andi Baso Bassaleng tahun 1992 – 1997 8. Drs. L. B. Samosir tahun 1997 – 2002 9. Drs. J. N. Wanaha tahun 2002 – 2005 10. Drs. Ayub Kayame tahun 2005 – 2008 11. Drs. Umar Katjili (Plt) tahun 2008 – 2010 12. Drs. Adauktus Takerubun (Plt) tahun 2010 – 2012 13. Drs. Adauktus Takerubun tahun 2012 sekarang
seLENgkapnya......Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Apapun yang disajikan di dalam blogspot ini, sangatlah kurang sempurna dari apa yang anda lihat...saya inginkan kritikan dan masukan dari anda yang sempat membuka dan melihat blogspot saya...Tuhan Memberkati
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
PSD Demak - Rekor musim ke musim ← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21 Baris 61: Baris 61: * 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng) * 2...13 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
26 November 2024
Sejarah Singkat Kabupaten Nabire
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.08
0
komentar
Label: ARTIKEL, EDITORIAL, KEGIATAN PEMKAB NABIRE, SOSIAL BUDAYA
27 Agustus 2016
70 TAHUN, BATAS USIA MANUSIA
Shalom Elohim. Puji Tuhan !!!
70 TAHUN, BATAS USIA MANUSIA,
HATI BIJAKSANA HARUS SETIAP SAAT
"MAZMUR 90:10 & 12"
Dahulu saya pribadi berfikir dengan logika saya, bahwa kehidupan di dunia ini usia kita tidak ada batasnya.
Pada hal sangat jelas sekali, di dalam Kitab Mazmur 90:10 membuktikan bahwa BATAS USIA MANUSIA adalah 70 Tahun. Jika lebih 80 Tahun dan seterusnya itu KESUKARAN & PENDERITAAN semuanya adalah ANUGERAH TUHAN.
Sedikit argumen saya. Pada waktu masa anak-anak, remaja dan pemuda atau dengan bahasa yang paling populer adalah sebutannya "MASA MUDA-MUDI" jujur saja kehidupan kita selalu habiskan waktu untuk kesibukan dunia saja.
Pada hal, "Masa Muda sunggu senang jiwa penuh dengan sukacita. Masa mudaku masa yang terindah dan seterusnya,"itulah sepenggal lirik lagu rohani, yang sebenarnya harus kita dapat praktekkan dalam kehidupan kita.
Kisah Nyata saya. Waktu kecil habis pulang sekolah (TK & SD) pastinya bermain bersama teman-teman. Begitu pun juga dengan waktu masa remaja (SMP). (Bangga, karena banyak waktu bisa dihabiskan untuk bermain).
Pasti saja, belum hilang diingatanku membantu orang tua dengan setengah-setengah HATI, karena hampir sebagian banyak waktu saya habiskan untuk bermain (Ya namanya juga anak-anak. Maunya happy trus).
"Kalau ke Sekolah Minggu ya pasti dengar pelajaran Firman Tuhan. Habis itu pulang kerumah ya tentunya lanjut lagi bermain".
Bapa dan Mama sebagai "WAKIL ALLAH" dalam dunia ini, mengajarkan kepada anak-anaknya masing-masing, bahwa didalam kehidupan ini, hal-hal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah TAKUT TUHAN (AMZAL 1:7), CARI KERAJAAN SORGA ATAU CARI TUHAN (MATIUS 6:33; LUKAS 12:31). JANGAN TAKUT KEPADA SETAN (ROMA 8:31b). Jika kita melakukan FIRMAN TUHAN tersebut, maka UMUR kita PANJANG dan akan kita mendapatkan KEKAYAAN dan KEHORMATAN (AMZAL 3:16). Sehingga pastinya kehidupan kita manusia akan aman dalam perlindungan TUHAN, dan pastinya kita akan selalu BERSYUKUR (I TESALONIKA 5:18), Karena bisa mencapai target BATAS USIA 70 tahun atau bahkan lebih.
Tentunya PENGAJARAN yang di lakukan oleh ORANG TUA (BAPA & MAMA) kita selalu yang baik-baik saja dan itu adalah MODAL DASAR yang di turunkan kepada generasinya, dengan satu tekad dan harapan dari mereka (Bapa n Mama) agar ANAK-ANAKNYA akan BERHASIL, MENCAPAI CITA-CITA, menjadi PEMIMPIN yang TAKUT TUHAN didalam dunia ini kelak.
Pengalamanku. Pada waktu remaja, sempat saya BELAJAR MEROKOK. (Tidak ada dalam Ajaran TUHAN dan Ajaran dari BAPA-MAMA. Ini adalah pengaruh lingkungan yang saya belajar dan lakukan sendiri lantaran rasa ingin tahu-red). Tetapi. Puji Tuhan. Cuma beberapa waktu saja. Sehingga saya berhenti.
Kemudian, ketika saya duduk di bangku "SMA", ikut terpengaruh dengan teman-teman dan waktu itu tidak salah tahun 2009 di Kota Sorong (SMA N 2 SORONG). Ikut terlibat MEROKOK, MINUM MINUMAN KERAS (MIRAS sejenis Alkohol, Cap Tikus dan jenis lainnya) dan sempat diberikan teman untuk minum pil extasi. (INILAH AJARAN SETAN LUSIFER). Perbuatan diluar kehendak Tuhan ini berlanjut sampai di Perguruan Tinggi (STIE PORT NUMBAY tahun 2000 s/d tahun 2003).
PUJI TUHAN. BAGI TUHAN tidak ada yang MUSTAHIL (LUKAS 1:37). TUHAN YESUS MENOLONG saya untuk lepaskan semua hal-hal dunia itu secara bertahap. (Semua perbuatan tidak baik yang kita lakukan serahkan saja kepada TUHAN YESUS (MATIUS 11:28), pastinya TUHAN YESUS akan selesaikan sesuai dengan cara TUHAN sendiri. Bagi TUHAN YESUS TAK ADA YANG TAK MUNGKIN).
Sehingga, PUJI TUHAN. Sejak tahun 2003, saya bebas dari PERGAULAN DUNIA tersebut. Saya lahir baru, dan terima TUHAN YESUS dalam HATI dan kehidupan pribadi saya. Hingga usai kuliah saya Tahun 2004 saya mendapatkan teman hidup yakni Putri Bintang Fajar, yang kini menjadi ISTRI SAH saya hingga akan berpisah di LIANG KUBUR nantinya ketika waktu tersebut tiba dan TUHAN SIAPKAN untuk saya dan ISTRI saya menghadapi-Nya. Yang pastinya HIDUP di DUNIA ini tidak ada yang ABADI pastinya akan BERLALU dan LENYAP.
Refleksi Renungan saya. Kembali lagi kepada cerita awal diatas, kalau kita tidak membantu orang tua : "Ya itu kadang-kadang, fokus kita itu adalah bermain. Pertama-tama bermain di dalam lingkungan rumah, karena bosan tentunya mencari suasana baru di luar lingkungan rumah, namun tentunya pengaruh diluar lingkungan rumah atau dari jangkauan orang tua sangat luar biasa. Karena pastinya kita akan jumpai beragam-ragam kelakuan anak-anak diluar".
Sebagai tambahan perenungan dalam tulisan ini. Pada akhirnya semua kita MANUSIA harus menghadap TAKHTA PENGADILAN KRISTUS, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang di lakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat, (II KORINTUS 5:10).
Di dunia ini kita bisa tutup-tutupi kesalahan yang adalah dosa kita. Tetapi kelak nantinya semua akan terbuka dalam TAKHTA PENGADILAN KRISTUS.
PERTANYAANNYA. Apakah KEGAGALAN MASA LALU (Ketika masih berada dalam PENGARUH DUNIA masih membebani SAYA & ANDA dalam memasuki BATAS USIA KITA MANUSIA untuk bisa capai target FIRMAN TUHAN "MAZMUR 90:10" INI ? Jangankan ke Usia 70 Tahun. Ke usia sekarang kita masing-masing saja itu, kita harus BERSYUKUR karena merupakan suatu ANUGERAH TUHAN terhadap SAYA & ANDA).
TUHAN masih memberikan kesempatan kepada SAYA & ANDA untuk MEMPERBAIKI DIRI dan kembali SETIA MELAYANI DIA. Oleh sebab itu, jangan SAYA & ANDA cari alasan untuk bersikap PESIMIS, PASIF, ataupun MASA BODOH. Bangunkan tekad SAYA & ANDA dengan DOA: "Ajarlah KAMI (SAYA & ANDA) menghitung hari-hari KAMI sedemikian hingga kami beroleh HATI yang BIJAKSANA, (MAZMUR 90:12) hingga sampai MARANATHA (TUHAN DATANG) atau sampai BATAS USIA SAYA & ANDA di PANGGIL pulang ke SION yang KEKAL. (My Atention Religi. "Minggu, 14-08-2016"_Jemmy G. Adii)
Thanks n Gb we all
PKAZ-adiijemmy
seLENgkapnya......
AGAMA APA YANG PALING BENAR DI DUNIA ?
AGAMA APA YANG PALING BENAR DI DUNIA?
Apabila setiap orang ditanya, agama apa yang paling benar di dunia? Kemungkinan terdapat lima jawaban. Pertama, orang tertentu akan mengklaim dan mengakui agamanyalah yang paling benar. Kedua, orang tertentu akan mengklaim dan mengakui semua agama lain tidak benar. Ketiga, orang tertentu akan mengklaim dan mengakui agama tertentu benar dan agama tertentu tidak benar. Keempat, orang tertentu akan mengklaim dan mengakui semua agama benar. Dan kelima, orang tertentu akan mengklaim dan mengakui semua agama tidak benar.
Berkaitan dengan hal ini, menurut saya terdapat lima hal penting yang harus dipahami oleh semua orang (entah yang beragama atau tidak beragama).
Pertama, benar atau tidak benar agama tersebut (sesuai dengan pandangan masing-masing orang) pada dasarnya sangat berkaitan erat dengan keyakinan dan hubungan (secara personal dan kolektif) dengan apa dan/atau siapa yang diyakini sebagai “Tuhan” (atau apapun sebutannya yang bermaksud menyebut Tuhan). Karena hal ini berkaitan dengan keyakinan dan hubungan tersebut, maka biasanya setiap orang selalu meyakini agamanyalah yang paling benar. Dan oleh karenanya (walaupun tidak semua orang), orang cenderung mengklaim dan menyatakan agama lain pun benar.
Kedua, setiap orang sesuai dengan keyakinannya sendiri silakan mengklaim dan meyakini agamanyalah yang paling benar, tetapi alangka baiknya tidak menyalahkah agama lain. Sekalipun hendak menyebarkan agamanya kepada pemeluk agama lainnya, tetapi hal itu hendaknya dilakukan dengan damai dan terhormat. Bukan dengan cara kekerasan atau tindakan-tindakan tidak pantas lainnya yang justru bertentangan dengan ajaran agamanya.
Ketiga, agama harus dimengerti sebagai “sarana” bukan “tujuan”. Agama adalah sarana untuk meyakini dan mempercayai Tuhan. Agama adalah sarana untuk membangun hubungan yang baik dan benar dengan sesama manusia, alam semesta, dan Tuhan. Agama adalah saran untuk mencari “kehidupan abadi” bersama Tuhan pasca-kematian setiap orang.
Keempat, banyak orang yang telah, sedang dan akan hidup di dunia dengan status “tidak beragama”, tetapi banyak diantara mereka jugalah yang telah, sedang dan akan “hidup abadi” bersama Tuhan di surga. Dimana hal itu tidak ditentukan oleh “beragama”, “tidak beragama” atau “agama apa” setiap orang, tetapi ditentukan oleh “hidup bagaimana” selama hidup di dunia. Orang beragama belum tentu masuk surga dan orang tidak beragama belum tentu masuk neraka di akhirat. Orang tidak beragama bisa masuk surga dan orang beragama bisa masuk neraka di akhirat.
Kelima, Tuhan tidak beragama. Setiap orang boleh memperdebatkan (bahkan berperang) untuk mengklaim, meyakini, menyebarkan dan mempertahankan (kebenaran) agamanya, tetapi sesungguhnya Tuhan sendiri “tidak beragama”. Tuhan hanya mempunyai firman. Manusialah yang mendirikan agama-agama di bumi.
(Dumupa Odiyaipai)
seLENgkapnya......
MEMBUANG IBU KANDUNGNYA SENDIRI
MEMBUANG IBU KANDUNGNYA SENDIRI
Tradisi membuang orang yang sudah tua, ada dalam cerita rakyat Jepang. Dikisahkan ada seorang pemuda yang sedang menggendong ibunya menuju ke hutan. Ibunya sudah tua renta, kurus badannya dan tidak bisa berbuat apa apa. Sang anak harus memandikan, menyuapi makan dan membersihkan kotoran. Ibunya sudah dianggap menjadi beban bagi hidupnya. Untuk itu sudah saatnya membawa ibunya ke luar dari rumah dan membuangnya ke hutan. Namun demikian pemuda itu merasa heran, mengapa sepanjang perjalanan, sang ibu sesekali mematahkan ranting ranting. Sang anakpun bertanya "mengapa ibu sibuk mematahkan ranting kering di sepanjang perjalanan?" Dengan senyum ibupun menjawab "Supaya kamu tahu jalan dan tidak tersesat waktu pulang ke rumah."
Mendengar jawaban sang ibu, pemuda itu menangis dan membatalkan niat membuang ibu kandungnya yang dianggapnya tidak berguna. Akhirnya Ia mennggendong ibunya kembali ke rumahnya. Cerita rakyat ini menyimpan pelajaran moral yang sangat penting bagi kita semua. Jangan sekali kali 'membuang orang tua'. Dengan susah payah ia mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya. Ia tidak pernah meminta bayaran atau balasan. Dengan iklas ia mencintai anak anaknya, meski terkadang kurang dihargai pengorbanannya. Benarlah kata pepatah, kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang masa.
Tentu saja di negeri yang agamis dan berbudaya, tidak ada manusia yang tega membuang orang tua kandungnya sendiri. Memang seharusnya begitu, namun kenyataan sering kali berbeda. Aku pernah berjumpa dengan seorang wanita muda yang tega membentak bentak ibunya di depan umum. Wanita itu sedang membuang harga diri mamanya di depan banyak orang. Entah apa sebabnya, wanita berparas cantik dan glamour itu memarahi mamanya tanpa ada rasa malu dilihat ratusan orang yang sedang berada di ruang tunggu bandara. Hampir hampir saja aku menyumbat mulutnya dengan koran, karena gregetan. Wanita tua berambut putih itu hanya bisa meneteskan airmata, dipermalukan anak kandungnya sendiri.
Menjadi tua adalah bagian dari kenyataan hidup, tetapi berprilaku baik kepada orang adalah pilihan. Kita semua akan menuju ke sana. Jangan sok hebat dan kurang ajar pada wanita yang membawamu lahir dalam dunia. Setiap orang tua pasti memiliki kelemahan dan kekurangan. Belajarlah menutupi kekurangan mereka seperti anak anak nabi Nuh yang menutupi tubuh ayahnya dengan pakaian saat ia mabuk dalam keadaan telanjang.
Ingatlah dengan baik atau tuliskankah di dalam hati, bagaimana kita memerlakukan orang yang lanjut umur, akan menentukan panjang atau pendeknya umur kita. "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Jangan pernah menghina, menista atau membuang orang tuamu sendiri. Sayangilah mereka apa adanya. Mumpung masih diberi waktu untuk bersama mereka, layani, hormati dan berkan yang terbaik. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari..
Thanks n Gb we all
Pdt. PAULUS WIRATNO
seLENgkapnya......
MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ?
MASIH ADAKAH GEREJA DAN ORANG ASLI PAPUA 30 TAHUN MENDATANG ?
Tulisan ini diangkat dari pengamatan dan kesaksian pribadi penulis. selamat membaca, semoga anda mendapatkan sesuatu ketika membaca tulisan ini.
Ketika menginjakan kaki di atas tanah ini (bumi cenderawasih) kembali setelah beberapa tahun melanjutkan pendidikan di luar tanah ini. Saya sangat merasa senang karena bisa kembali ke tanah tampat saya dibesarkan, dan bernostalgia karena bisa melihat tempat-tempat yang sering saya kunjungi dulu.
Ketika melihat tempat-tempat itu saya kemudian menyadari satu hal bahwa saya telah kehilangan beberapa teman saya yang dulu bersama dengan saya (karena meninggal dunia) mengunjungi tempat-tempat itu, kemudian saya berpikir, berarti dalam jangka waktu 7 tahun selama saya ada di luar tanah ini, saya telah kehilangan banyak orang-orang asli tanah ini (yang seusia saya) yang harusnya menjadi pewaris tanah ini di generasi berikutnya.
Rasa haru dan tangis menyelimuti hati saya dan akhirnya itu menggerakan saya untuk melihat angka orang sakit yang ada di rumah sakit, ketika saya dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, saya melewati pasar dan menikmati suasana perdagangan namun ketika melihat itu bertambahlan rasa sedih saya karena melihat mama-mama asli tanah ini yang berjualan di pinggir jalan dan di atas tanah yang seharusnya menjadi tempat tumpuhan kaki.
Mereka rela menahan debu, asap kendaraan dan menahan panasnya terik matahari hanya untuk membiayai keluarga dan pendidikan anak-anak mereka. saya kemudian mengambil waktu sejenak dan berpikir kenapa mereka tidak memiliki tempat yang layak untuk berjualan ? kenapa orang yang datang dari luarlah yang mendapatkan tempat yang layak ?
Pertanyaan ini akhirnya membawa saya untuk berdoa bagi mama-mama asli tanah ini. setelah saya berdoa saya melanjutkan perjalanan(tangisan terus menyelimuti hati saya) setelah saya sampai di rumah sakit daerah disalah satu kabupaten di atas tanah ini, saya begitu kaget karena rumah sakit ini dipenuhi dengan orang asli tanah ini dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan dengan berbagai macam hal, mulai dari Miras, Seks Bebas, Ganja, kecelakaan tabrak lari, pembunuhan akibat peperangan, pemerkosaan, pemukulan karena pembelaan hak-hak orang asli tanah ini, dan berbagai macam hal lainnya. kemudian saya bertanya kepada seorang suster di ruang penyakit dalam. suster, satu hari biasanya ada orang yang meninggal di rumah sakit ini ? kata suster itu, paling kurang dua hari satu orang pak. saya bertanya lagi, berarti angka kematian orang asli cukup tinggi yah Suster ? suster itu mengatakan bukan cukup tinggi pak, tapi sangat tinggi. Oh.. saya sangat kaget dan menyesal kenapa menanyakan pertanyaan itu.
Kemudian dengan tangisan yang tidak tertahankan saya mengelurkan air mata sambil meninggalkan tempat itu dan menghadapkan wajah saya langit dan berkata, Tuhan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi ini. apakah 30 tahun kemudian saya masih bisa melihat orang asli di atas tanah ini? seraya itu, tingkat kedatangan orang bukan aslipun sangat tinggi untuk menguasai perdagangan di atas tanah ini demi mencari keuntungan secara finansial.
Setelah keluar dari rumah sakit, Saya melihat sekelompok orang yang ada dalam satu lingkaran dengan menaruh jerigen minyak goreng di tengahnya, isinya adalah balo (minuman memabukan yang murah) mereka bersembunyi dalam semak-semak supaya tidak dilihat (karena agen minum sudah ditutup takut ditangkap) maksudnya adalah supaya tidak ketahuan. saya mendekati mereka, bergabung dengan maksud bertanya, ketika bertanya nama dan agama, mereka memiliki nama yang agamawi dan beragama Kristen. ketika mendengar hal itu saya meminta izin untuk mendoakan mereka (karena mengingat angka kematian yang tinggi) kemudian mereka mengijinkan saya untuk mendoakan mereka. Setelah mendoakan mereka, saya tinggalkan tempat itu dan berjalan ke kota sambil mengarahkan pandangan saya kepada pembangunan kota yang semakin megah, tetapi waktu melihat kota itu mata saya terganggu dengan gedung-gedung yang beatap bawang berwarna hijau, dengan suara dari toa yang mengganggu telinga setiap jam 03, jam 12, jam 15, dan jam 18.00. sambil memilikirkan betapa mereka telah berhasil dengan proses penghijauwan yang direncanakan dari beberapa puluh tahun lalu. orang asli yang Kristen tinggal di luar gereja dengan kesenagan dan kenikmatan yang membawa kepada kematian (mereka adalah orang asli yang satu seusia dengan saya sebatas yang saya jumpai) tanah ini sedang kehilangan sebagian besar orang-orang asli di generasi saya. seraya tingkat kedatangan orang yang dari luarpun sangat tinggi, bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang menggantikan posisi sebagian besar orang asli di generasi saya yang hilang , mereka datang dengan tujuan mengisi dan mendirikan gedung-gedung yang tadi saya sebutkan. akhirnya saya bertanya kepada Tuhan, apakah saya masih bisa melihat gereja Tuhan di 30 tahun kemudian ? kemanakah suara Injil-Mu yang membuat tanah ini diberkati ? di manakah suara salib-Mu yang menyelamatkan orang asli tanah ini ? dimanakah suara darah-Mu yang membebas orang asli tanah ini darah dosa dan kutuk ? Di manakah suara terang kemuliaan-Mu yang menyinari tanah ini sehingga orang di atas tanah ini menemukan terang yang sesungguhnya ?
Saya kemudian tersentak dan sadar dengan perkembangan Gereja di atas tanah ini, satu sisi sejarah itu membuat saya kagum dengan para pendahulu dalam pengalaman pemberitaan injil melalui misionari di daerah pantai dan gunung. tetapi disisi yang lain saya sedih dengan melihat kenyataan hari ini karena seolah jejak kaki mereka telah hilang tidak tahu kemana ? semangat api Injil yang mereka miliki seolah telah padam. Permasalahan organisasi gereja terjadi sampai mengakibatkan perpecahan organisasi yang yang bukanya membawa umat semakin baik, namun menambah korban orang asli dalam kebencian, permusuhan, perceraian, bahkan nyawa, sehingga pembakaran rumah ibadahpun terjadi di atas tanah ini, bukan hanya ada di luar tanah ini. yang anehnya dilakukan oleh orang Kristen sendiri, apakah ini tindakan penolakan Injil ? organisasi yang satu merasa Doktrinnyalah yang paling benar sehingga melihat organisasi yang lain "tidak benar". sehingga mengabaikan jiwa-jiwa yang ada di luar gereja dengan kebiasaan-kebiasan yang membawa kepada maut. persekutuan-persekutuan kristen dengan berbagai macam penglihatan merasa persekutuannyalah yang paling baik dan benar. bahkan sampai kepada lembaga dan yayasan Kristen yang ada di atas tanah ini merasa dirinyalah yang baik, lalu kalau masing-masing merasa dirinya yang paling baik dan benar, lalu siapakah yang sesungguhnya paling baik dan benar kalau di perhadapkan kepada Tuhan Yesus sang Kepala dari pelayanan? masih Relevankah Doa Yesus sebelum menghadapi penderitaan-Nya agar kita menjadi satu seperti Yesus dan Bapa adalah satu ?
Tanah ini membutuhkan kesatuan dari gereja-gereja, persekutuan-perrsekutuan, yayasan-yayasan Kristen, rumah-rumah sakit Kristen, Tv2 Kristen, Majalah-majalah Kristen, Penginjil-penginjil, Pendoa-pendoa, orang-orang yang memmiliki karunia-karunia rohani, orang-orang yang berjuang masalah HAM atas tanah ini, untuk merendahkan diri dan berdoa meminta penggenapan janji Tuhan atas tanah ini, dengan mengubah tantangan menjadi peluang untuk menyampaikan Injil, Pemuridan, pengutusan, Penginjilan. Yesus adalah Jawaban dari permasalahan atas tanah ini.
Mari generasi tanah Papua jadikan tantangan ini menjadi peluang untuk bereksperimen, agar kita masih memilihat anak cucu kita pergi ke gereja dan generasi asli tanah ini 30 tahun kemudian.
Doa Generasi ini :
Dalam kasih karunia-Mu, kami berdiri dan menghadap taktah hadirat-Mu di atas tanah ini (Bumi Cenderawasih). sekirannya dalam kehendak-Mu janganlah biarkan beban ini hilang dari kami, karena melalui beban ini kami sungguh dipompa dalam semangat yang menyala-nyala untuk mengatasi masalah di atas tanah ini. kami masih mau lihat gereja dan orang asli tanah ini 1000 tahun lagi bahkan sampai kedatangan-Mu yang ke dua kali. Amiin.
#PRAYFORPAPUA#
Ev. CHIKO MOTE, S.Th
seLENgkapnya......
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
08.06
0
komentar
Label: ARTIKEL, EDITORIAL, KESAKSIAN, PENGALAMAN, RENUNGAN
ANUGERAH ALLAH DALAM PENDERITAAN
Shalom Elohim. Puji Tuhan !!
ANUGERAH ALLAH DALAM PENDERITAAN
"I Petrus 5:8-14"
Seseorang yang sedang menderita biasanya merasa bahwa ia sendirian, menganggap tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya. Ia menjauhkan diri dari persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Kondisi seperti ini sangatlah berbahaya bagi hidup orang percaya karena ia merupakan "makanan empuk" bagi Iblis.
Ketika kita sedang mengalami penderitaan, itulah saatnya kita harus lebih waspada dan siaga terhadap serangan Iblis. Karena Iblis akan menyerang kita ibarat singa sedang mengincar dan siap menerkam serta memangsa kita ketika kita lengah (ayat 8). Bisa terbayangkan betapa bahayanya kondisi ini. Bila kondisi kita seperti demikian, maka hidup kita dapat diumpamakan seperti dalam sebuah pertandingan tinju yaitu kita atau Iblis yang kalah (ayat 9).
Iblis menginginkan orang percaya yang sedang menderita menyangkali Tuhan, meragukan janji firman-Nya, dan tidak lagi menaati perintah Tuhan.
Firman ini menegaskan bahwa peperangan rohani boleh dahsyat, iman boleh menerima serangan sengit, tetapi tidak ada alasan bagi kita untuk kalah.
Kita dapat kuat dalam iman karena yang kita hadapi juga dihadapi oleh semua orang beriman (ayat 9b, bdk. 1Kor. 10:13). Kita boleh lemah, tetapi iman tidak boleh lemah, sebab iman tidak bertumpu pada sumber-sumber kodrati, tetapi pada Allah dalam Yesus Kristus (ayat 10-11,12b).
Petrus bukan sekedar menasihati kita untuk menjadikan ANUGERAH TUHAN sebagai perisai tatkala penderitaan menghadang, tetapi ia juga menerapkannya.
Hal ini dibuktikannya saat ia mati sebagai martir karena imannya tak tergoyahkan kepada Tuhan (menurut cerita tradisi di kalangan orang percaya zaman gereja mula-mula ia disalibkan dalam posisi tubuh terbalik).
Sudahkah Anda menang atas penderitaan dengan iman yang tak goyah? Banyak kesaksian mengokohkan ajaran firman bahwa justru penderitaan bukan melemahkan, tetapi menguatkan dan memurnikan iman. Itu sebabnya Tuhan mengizinkan hal ini dalam pengalaman hidup anak-anak-Nya. (TAFSIRAN_JGA)
Renungkan: Tidak ada zona damai dan aman dalam dunia ini, kecuali dalam lindungan anugerah Tuhan.
Thanks n Gb we all
PKAZ-adiijemmy
seLENgkapnya......
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
06.57
0
komentar
23 Maret 2016
Dibaca dan simak dgn baik....
PERTANDA KEDATANGAN TUHAN YESUS SUDAH SEMAKIN DEKAT (Pdt.Dr.Ir. Niko Njotorahardjo)
Saya tiba di Yerusalem pada tgl 13 Januari, bertepatan dengan hari pemakaman dari Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Israel yang sejak Januari 2006 mengalami koma dan meninggal. Delapan tahun ia mengalami koma, jadi koma pada bulan Januari 2006 dan meninggalnya pun bulan Januari 2014. Ariel Sharon adalah seorang yang sangat dihormati di Israel. Di sana saya juga bertemu dengan hamba-hamba Tuhan lainnya yang tiba-tiba kita membicarakan tentang akhir zaman. Ada beberapa hal yang dikemukakan dalam pembicaraan tersebut, antara lain: 1. Nubuatan Rabbi Yitzak Kaduri Ada seorang Rabbi Orthodox senior yang bernama Yitzhak Kaduri yang juga meninggal tahun 2006 setelah Ariel Sharon koma. Yitzhak Kaduri meninggal pada usia 108 tahun. Yitzhak Kaduri adalah orang Orthodox dan bagi orang Orthodox mendengar nama Yesus itu alergi-nya bukan main. Memang secara keseluruhan orang Israel pun kalau dengar Nama Yesus ’alergi’, apalagi yang Orthodox seperti ini. Menjelang hari dipanggilnya Yitzhak Kaduri oleh Tuhan, dia bercerita kepada para pengikutnya bahwa dia didatangi oleh Mesias. Sekali lagi kalau kita mendengar tentang Mesias, bagi kita Mesias kita adalah Tuhan Yesus, tetapi bagi mereka itu bukan Tuhan Yesus. Yitzhak katakan bahwa Mesias itu berkata kepadanya, ”Nanti Aku akan datang tidak lama setelah meninggalnya Ariel Sharon”. Lalu dia menuliskan satu pesan seperti surat wasiat dan berkata, ”Ini boleh dibuka 1 tahun setelah kematianku. Sebelum 1 tahun tidak boleh dibuka”. Akhirnya tahun 2006 beliau meninggal, apa yang terjadi? Satu tahun kemudian surat wasiatnya itu dibuka dan ternyata dia menulis pernyataan, ”Mesias orang Israel Namanya Yehoshua (Yosua)…., yaitu YESUS!” Selama ini mereka tidak tahu siapa Mesias-nya itu, tetapi setelah beliau menuliskan bahwa Mesias yang ditunggu orang Israel namanya adalahYehoshua (Yosua) atau Yesus maka gemparlah di sana. Dan beliau juga katakan bahwa Mesias akan datang tidak lama setelah meninggalnya Ariel Sharon. Saudara, kalau mendengar ini jangan langsung di reject, tetapi terima dulu. Sebab kalau Saudara menolak yang seperti ini hari-hari ini maka rugi sendiri dan bisa-bisa tidak ikut dalam pengangkatan. Tetapi kalau orang yang berkata, ”Tuhan, terima kasih Engkau berbicara lagi melalui cara ini….”, itu artinya kita semakin waspada dan makin berjaga-jaga dan Saudara akan ikut dalam pengangkatan. Tetapi kalau ada orang yang acuh tak acuh mendengarkannya, berhati-hatilah! Mungkin Saudara belum pernah terpikir kalau sampai tidak ikut dalam pengangkatan. Sekarang banyak buku yang keluar tentang hal itu, salah satunya adalah: ”Apa yang Terjadi Jika Anda Tidak Terangkat”. 2. Laporan NASA NASA, badan antariksa Amerika mengeluarkan satu pernyataan bahwa tahun 2014 – 2015 akan terjadi 4 (empat) kali Blood Moon, yaitu gerhana bulan yang berwarna merah seperti darah; 2x di tahun ini dan 2x di tahun 2015, total 4x sehingga mereka sebutkan dengan Tetrad. Ini berkaitan dengan nubuatan yang tertulis dalam Yoel 2:30-31, “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” Saudara, ini adalah goncangan! Kitab Yahudi, yaituTalmud dari Sukkah 29a tertulis, ”Ketika terjadi gerhana bulan pertanda buruk bagi Israel. Jika wajah bulan merah seperti darah, ini pertanda pedang atau perang sedang datang ke dunia”. Dalam sejarah, peristiwa bulan menjadi darah ini sudah pernah terjadi, dan ditemukan bahwa fenomena tersebut selalu berkaitan dengan terjadinya peristiwa-peristiwa yang besar dan dahsyat: • Tahun 32 – 33 dimana Tuhan Yesus disalib, yaitu pada waktu Paskah • Tahun 1493-1494 dimana banyak orang Yahudi dikejar-kejar dan dibantai di Spanyol dan itu melibatkan banyak negara. • Tahun 1949 – 1950, lahirnya Israel menjadi sebuah negara • Tahun 1967 – 1968, perang 6 hari di Israel • Tahun 1973, perang Yom Kippur • Dan sekarang menurut NASA akan terjadi lagi blood moon pada tahun 2014 – 2015. Ini semua berbicara tentang perang…perang…perang…di mana Israel akan dikeroyok oleh banyak bangsa, sehingga dalam keadaan yang terjepit mereka hanya berseru kepada Tuhan, dan disitulah Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua untuk menolong mereka. (Zakharia 12). Jadi mendengar berita tentang terjadinya banyak perang pada masa ini, kita sudah harus waspada. Dan ke depannya mau terjadi apa kita tidak tahu. 3. Nubuatan Chuck Pierce Pada bulan September – Oktober yang lalu saya pernah bacakan disini ”Incredible Prophecy”, yaitu apa yang dilihat oleh Chuck Pierce dan teman-temannya untuk 3 tahun ke depan. Sekarang saya akan bacakan nubuatan itu, perhatikanlah dengan baik-baik : a. Tuhan berkata, ”Kerajaan-kerajaan di bumi akan menjadi Kerajaan-Ku” b. Pintu-pintu di depan Saudara akan dibuka, kalau kita bergerak sekarang, dalam 3 tahun mendatang akan mendatangkan keuntungan yang besar c. Dalam tahun ketiga kerajaan akan melawan kerajaan dan kerajaan-kerajaan di dunia akan mengalami konflik besar, hanya Kerajaan Allah saja yang tidak tergoncangkan d. Penuaian jiwa akan terjadi e. Roh-roh jahat yang mengontrol perdagangan-perdagangan ilegal akan dihancurkan f. Akan muncul pasukan Tuhan yang menyerbu kerajaan-kerajaan bumi, dan mereka akan membawa keluar apa saja yang diperlukan dan dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah g. Goncangan-goncangan terjadi dari Utara ke Barat, membuat pemimpin-pemimpin akan berlutut,; bahkan pemimpin-pemimpin dengan karakter yang jahat akan memberikan favor atau perkenanan kepada kita. h. Otoritas yang lebih besar akan diberikan kepada kita untuk mengusir roh-roh jahat i. Akan ada kelaparan secara rohani terhadap Firman Tuhan Sekali lagi kalau Saudara mendengarkan dibukanya rahasia-rahasia seperti itu oleh Tuhan, jangan di-reject, jangan dianggap enteng dan jangan acuh tak acuh. Waktu saya mendengar ini hati saya bergetar, ”Tuhan, saya mau mempersiapkan diri lebih baik lagi, karena Engkau tidak lama lagi akan datang”. 4. Pentakosta Ketiga Saya baru pulang dari Tanah Perjanjian untuk mengikuti meeting dari Global Cabinet – Empowered 21, maka saya harus ke sana. Dan yang datang waktu itu adalah semua pimpinan gerakan di dunia. Saya amati satu persatu pemimpin yang hadir; orang-orang yang dipakai Tuhan luar biasa. Pada waktu itu kami pergi ke upper-room, yaitu tempat dimana pertama kalinya Roh Kudus itu dicurahkan. Dan yang luar biasa saya diberikan tugas untuk berdoa dan menyampaikan apa yang Tuhan taruh dalam hati saya di hadapan para pemimpin dunia tersebut. Apa yang terjadi? Ternyata Tuhan menyuruh saya memperkatakan tentang Pentakosta yang ke-3, di mana ada 5 hal yang harus kita perhatikan: • Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran. • 3 generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa. • Goncangan-goncangan akan terjadi semakin berat. • Penuaian jiwa besar-besaran akan terjadi. Amin! • Kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin singkat Pada event itu, saya memperkatakan 3 hal: • Yang pertama, ”Saya berbicara di tempat yang tepat…” karena The Upper Room adalah tempat terjadinya Pentakosta yang Pertama • Yang kedua, ”Saya berbicara di antara orang-orang yang tepat…”, karena mereka adalah pemimpin-pemimpin dunia • Yang ketiga, ”Saya berbicara di waktu yang tepat…”, sebab berita kedatangan Tuhan Yesus semakin hari semakin kuat Tuhan beritakan. Segera setelah memperkatakan hal itu, tiba-tiba Roh Kudus mengurapi saya dan saya membagikannya kepada yang lain. Saya pegang tangan para pemimpin dunia itu dan saya impartasikan pengurapan tersebut. Pada tahun 2015 nanti akan diadakan satu conference besar di Yerusalem yang berskala dunia, termasuk Indonesia. Dan memang dijadwalkan bahwa pada 1 malam dari Asia, yaitu saya bersama dengan Dr. Yonggi Cho akan berbicara di sana. Seperti yang sering saya berpesan kepada Saudara: ”Jangan sampai kita tidak masuk sorga. Saudara akan bayar harga yang terlalu mahal kalau sampai tidak masuk sorga!” Saya berdoa agar kita semua masuk sorga., tetapi kita perlu membaca ayat berikut ini: Matius 7 :13-14, ”Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Pastikan Saudara melalui pintu yang sesak dan sempit itu. Kalau Tuhan Yesus berkata ‘sedikit’, artinya memang sedikit. Saya bukan menakut-nakuti tetapi saya harus mengatakan yang sebenarnya. Ini bukan hanya diukur dengan jumlah penduduk dunia, tetapi dari orang yang menamakan dirinya Kristen pun relatif sedikit. Mengapa? Sebab syarat pertama dan utama untuk masuk dalam Kerajaan Sorga adalah dia harus percaya kepada Tuhan Yesus dan mengalami kelahiran baru. Dan menurut data, hanya 25% dari penduduk dunia yang menamakan dirinya Kristen yang lahir baru. Dan saya berdoa untuk hal ini dan terus berdoa, “Tuhan, masa’ hanya sebanyak ini?”. Dan lagipula, tidak semua orang yang lahir baru itu pasti masuk sorga. TIDAK! Sebab hanya mereka yang setia sampai akhir dan bertahan sampai kesudahannya dan siap serta mau diproses; yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Karena itu kita harus berhati-hati! Saya banyak mendengar hari-hari ini pengajaran-pengajaran yang menurut saya terlalu meremehkan hal ini. Dulu disebut dengan “Cheap Grace”, sekarang ada yang menyebutnya dengan “Hyper Grace”. Memang sejak dulu ada 2 paham: 1. Paham yang percaya bahwa kalau percaya Yesus, sekali selamat tetap selamat. Apa pun yang kita lakukan pokoknya sekali selamat tetap selamat. 2. Paham yang percaya bahwa kalau kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus dan lahir baru, kita akan selamat asalkan setia sampai akhir dan bertahan sampai kesudahannya serta siap untuk diproses. Saya percaya dan berpegang kepada paham yang kedua. Saya tidak mau menyalahkan paham yang pertama tetapi saya diajar oleh Tuhan untuk berkata begini: • Kalau misalnya paham yang pertama salah karena standardnya terlalu ringan maka akan banyak orang yang masuk neraka. • Tetapi kalau paham kedua yang salah, artinya ternyata standard keselamatan tidak seberat itu, maka akan lebih banyak yang masuk sorga! Tetapi kalau sampai paham yang pertama salah, maka akan banyak orang yang masuk neraka karena mereka pikir sudah selamat hanya dengan rajin ke gereja, dan di lain sisi mereka hidup seenaknya seperti orang dunia. Sebab mereka percaya; sekali selamat tetap selamat. Di akhir zaman ini dan menjelang kedatangan-Nya saya terus disuruh oleh Tuhan menyampaikan hal ini. Kalau saya tidak bicara seperti itu maka di dalam saya seperti ada tekanan, “Kamu sampaikan itu!”. Dan saya takut kalau ketemu Tuhan nanti, gara-gara tidak memperingati orang-orang sehingga ada yang masuk neraka, maka saya pasti ditanya Tuhan, “Kamu sampaikan apa selama ini? Kamu mengajar apa selama ini?”. Saya bertanggung-jawab di hadapan Tuhan. Setiap hari saya berdoa buat Saudara agar semua masuk sorga dan selama masih ada di dunia ini Saudara diberkati berlimpah-limpah. Amin! Ini saatnya kita lebih berjaga-jaga dan lebih waspada karena terlalu banyak pesan-pesan Tuhan yang begitu keras hari-hari ini. Memasuki bulan Februari ini sungguh luar biasa sebab kita akan mempersembahkan buah sulung. Buah sulung artinya apa yang kita hasilkan pada bulan Januari dan akan kita berikan semua kepada Tuhan. Untuk itu mari kita baca Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.” Kalau kita memuliakan Tuhan dengan harta kita dan dengan hasil pertama dari segala hasil penghasilan kita, maka ayat 10 akan menjadi milik kita. Lumbung-lumbung kita akan diisi penuh sampai melimpah…limpah….limpah…dan bejana pemerahan buah anggur kita akan meluap..meluap…meluap… dengan air buah anggurnya. Amin! PKAZ-adii jemmy (sumber FB_Yosua Douw) seLENgkapnya......11 Agustus 2013
Bupati dan Wabup harus Prioritaskan Bidang Keagamaan
Oleh : Jemmy Gerson Adii, SE
Pembangunan di Kabupaten Deiyai sesuai dengan kaca mata penulis selama 4 tahun terakhir ini, sejak Kabupaten Deiyai dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai tahun 2009 akan Maju, kecuali Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak akan maju. Sementara hingga kini kita di Tanah Papua dan Pegunungan Tengah pada umumnya dan khususnya di Meuwodide menyangkut SDM masih terbatas dan kurang. Sehingga sudah, sedang dan terus menjadi perhatian secara serius oleh pihak Pemerintah. Namun penulis nilai itu hanyalah pelayanan secara jasmaninya. Misalnya, salah satunya seperti anak-anak Papua yang disekolahkan di berbagai bidang Pendidikan dari semua jenjang. Hal itu bertujuan untuk mengatasi kekurangan SDM di berbagai bidang tertentu di pemerintahan, swasta maupun lain-lainnya. Tetapi, paling tepat sebagai saran dan masukan dari penulis kepada semua Bupati/Wakil Bupati di Papua dan Papua Barat umumnya dan khususnya Bupati-Bupati yang bertugas di Pegunungan Tengah tanah Papua jangan hanya sekedar berfikir saja tetapi paling tidak harus ada realisasinya juga secara rohaninya. “Sebab bicara Keagamaan, berarti bicara Kebenaran dan Kedamaian. Bicara Kebenaran dan Kedamaian, berarti bicara Ajaran Tuhan Jesus. Bicara ajaran Tuhan Jesus, berarti bicara Kerajaan Sorga. Bicara Kerajaan Sorga, berarti bicara hidup yang kekal,”. Kita semua sudah berfikir namun belum melaksanakan secara 100 % khususnya bidang Keagamaan. Alasan yang tepat menurut penulis yakni dengan adanya prioritas bidang keagamaan secara khusus itu tepat dan bisa mengatasi semuanya, terutama mental, keyakinan dan kepercayaan kita kepada Tuhan Jesus Kristus secara 100 %. Kenapa ? Sesuai kenyataan di lapangan, yang menjadi pergumulan kita bersama turun temurun sejak nenek moyang kita hingga generasi kita saat ini yakni masalah “Iri Hati” yang ujung-ujungnya oknum-oknum tertentu yang dipakai “Raja Neraka Lusifer” melakukan pembunuhan dengan cara melancarkan “Kuasa Kegelapan” (Okultisme). Apakah penyakit Iri Hati ini menjadi darah daging secara turun temurun dari nenek moyang hingga generasi kita sekarang ? Apakah persoalan Iri Hati ini merupakan hal yang sama terjadi di seluruh Tanah Papua (Papua dan Papua Barat, red). Kalau memang, benar. Marilah kita sama-sama perangi, karena persoalan ini menjadi ‘Musuh Besar’ kita di Tanah Papua. Di Kabupaten Deiyai ini salah satu contohnya, belum terlambat untuk diatasinya. Mengapa ? Salah satu alasan yang bisa penulis katakan sesuai fakta dilapangan karena umur kabupaten kita ini masih terbilang baru seumur jagung atau lebih kurang 4 tahun usianya kabupaten Deiyai, ketika kala itu dimekarkan dari Kabupaten induk Paniai 2009 silam. Kabupaten Deiyai sendiri telah di jabat oleh 3 Penjabat Bupati Carateker. Masing-masing diantaranya yakni Bpk. Drs. Blasius Pakage (2009-2011_sebelumnya mantan Kabiro Pembinaan Mental dan Spiritual Setda Provinsi Papua). Bpk. Hengky Kayame, SH,.MH (2011-2012_yang kini menjabat Bupati Definitif Kabupaten Paniai). Dan Bpk. Basilius Badii, BA (2012-2013_menjabat sampai dengan terpilihnya Bupati Definitif). Sementara dari sisi usia masuknya Injil Tuhan di suku Meuwodide hingga 2013 ini telah mencapai lebih kurang 51 tahun. Dalam usia yang terbilang tua ini, namun saja kita suku Mee yang ada di Kabupaten Deiyai masih tidur didalam belenggu Kuasa Kegelapan. Hingga tulisan ini naik cetak masih menjadi pertanyaan besar bagi kita suku MEE di Kabupaten Deiyai dan bahkan semua suku di Tanah Papua, apakah kita harus bertobat ? Ataukah kita tetap terus menerus meninabobokan Kuasa Kegelapan tersebut di dalam diri, rumah, lingkungan dan sesama kita ? Beberapa hal inilah yang menjadi pergumulan kita bersama saat ini setelah tulisan ini naik cetak di “Media Masa”, untuk sama-sama kita perangi dalam kegiatan-kegiatan Keagamaan itu. Pasalnya, selain Bidang Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur, menurut penulis Bidang Keagamaan (Spiritual) di Kabupaten Deiyai juga harus menjadi Prioritas utama bagi Bupati dan Wakil Bupati Definitif terpilih periode 2013-2018 yang akan dilantik, pada tanggal 14 Agustus 2013 oleh Gubernur pertama orang Koteka, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Penulis berharap tidak hanya Bupati/Wakil Bupati saja tapi juga Walikota/Wakil Walikota dan Gubernur/Wakil Gubernur seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat melalui Bidang Pembinaan Mental dan Spiritual, harus diutamakan. Penulis setuju dan mendukung programnya Bpk. Ayub Kayame (Kabiro Pembinaan Mental dan Spriritual Setda Provinsi Papua) terkait dengan kegiatan pembinaan mental dan spritual yang diberlakukan di Provinsi Papua. Sudah seharusnya juga diberlakukan di seluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Sebab dalam kitab Matius 6:33 secara jelas menyatakan bahwa “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah (Sorga) maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,”. Dengan demikian, apa yang menjadi “Visi dan Misinya” Bupati dan Wakil Bupati tentunya akan berhasil apabila Pimpinan daerah baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengutamakan Tuhan melalui Bidang Keagamaan. Menurut penulis pembangunan di Kabupaten Deiyai khususnya, Provinsi Papua umumnya, secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur akan terjaga dan maju disertai juga dengan Manusianya akan baik secara Spritual. Sebab pembangunannya sekarang sudah mulai nampak, tetapi manusianya belum baik. Dalam arti masih saja terlihat Iri Hati antar sesama, fam, marga, suku, agama dengan lainnya. Sementara rutinitas ibadah dijalankan oleh kita, tetapi itu hanya sebatas dijadikan sebagai ibadah serimonial saja. (Paling tidak dan diharuskan, semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat berlakukan dan prioritaskan serta tingkatkan bidang Keagamaan supaya pembangunan dan SDM-nya di segala sektor maju setara secara pesat) Di Kabupaten Deiyai sampai saat ini, sesuai kaca mata penulis, sebagian manusianya masih hidup di bawah garis Kuasa Okultisme. Maka itu dengan diprioritaskannya bidang Keagamaan, tentunya akan ada Tim yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan rohani atau biasanya disebut “Tim Rohaniawan” oleh Hamba-hamba Tuhan (Pendeta, Gembala, Pendoa, Penginjil, Frater, Pater, Uskup dll) mewakili berbagai denominasi gereja-gereja yang ada di Kabupaten Deiyai, juga setiap SKPD di Pemerintahaan Kabupaten Deiyai paling tidak adanya keterlibatan staf PNS maupun non PNS yang jiwanya melayani akan juga bergabung dalam Tim Rohaniawan tersebut. Dengan begitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Seminar-seminar Okultisme, Doa Semalaman, Doa Puasa, Menara Doa dan Sosialisasi-sosialisasi Okultisme serta Ibadah-ibadah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Deiyai dapat dilaksanakan. Dengan begitu manusia di Kabupaten Deiyai akan maju dalam bidang spiritual, sehingga pembangunan di Kabupaten Deiyai secara Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur secara fisik dan non fisik dapat terlaksana, terjaga dan bahkan termaju dari daerah-daerah lainnya atau bahkan dari segi Spiritual Kabupaten Deiyai khususnya dan Provinsi Papua dan Papua Barat umumnya akan menjadi contoh dan teladan bagi Dunia. Dengan demikian rasa saling Iri Hati dan saling melancarkan kuasa gelap, paling tidak secara bertahap akan teratasi. “Karena Bagi Tuhan Jesus tidak ada yang mustahil”. Dasar Inspirasi Rohani Dalam perjanjian baru pada kitab Matius 3:2, menjelaskan atau mengingatkan kepada kita bahwa; “Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat,”. Kutipan ayat tersebut merupakan salah satu nasehat dan peringatan penting kepada kita manusia. Ayat ini menjadi satu penekanan penting dalam tulisan ini. Karena tulisan ini ditulis berdasarkan ayat tersebut, dan sudah saatnya untuk kita sebagai anak-anak Tuhan harus bersaksi kepada sesama kita. Kali ini kesaksian yang penulis bagikan yakni berupa tertulis. Kita perlu menyadari bahwa tanda-tanda yang sudah, sedang dan akan terus terjadi ditengah-tengah kehidupan kita manusia, itu menjadi kesempatan bagi kita manusia untuk Bertobat, Percaya dan terima Tuhan Jesus dalam pribadi kita masing-masing. Tanda-tanda akhir zaman menurut inspirasi penulis diantaranya seperti Gempa Bumi, Tsunami, Kecelakaan Pesawat, Kapal Laut, Mobil dan masih banyak lagi tanda-tanda yang lainnya. Yang tentunya melalui tanda-tanda tersebut merupakan kesempatan pertama dan terakhir yang diberikan kepada kita manusia untuk harus bertobat. Karena kesempatan yang datang kepada kita manusia cuma tiga kali saja. Seperti tulisan awal bahwa kita dituntut untuk harus bertobat. Bertobat berarti kita meninggalkan perbuatan lama kita, misalnya Kita sering melakukan kejahatan seperti perbuatan Iri Hati, Sombong, Angkuh, Benci, Marah dan bahkan melakukan kejahatan lainnya yang ujung-ujungnya melancarkan Kuasa Kegelapan yang bukan kehendak Tuhan, seperti sebagaimana terdapat di dalam kitab perjanjian baru, Yakobus 3:6 menyebutkan bahwa “Sebab dimana ada Iri Hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat,”. Dasar UU Otsus Melalui Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus-red) No. 21 tahun 2001 tentang pemberlakukan Otsus di Tanah Papua ini. Dengan hadirnya UU Otsus tersebut, keinginan rakyat Papua untuk menjadi tuan diatas tanahnya sendiri naik kepermukaan, namun faktor Irihati yang membatasinya. Pasalnya, sesuai berbagai bidang kerja, terutama di dunia kerja baik swasta maupun negeri. Mau tidak mau, suka atau tidak suka harus pihak yang berkompoten yakni Pemerintah maupun Perusahaan wajib berdayakan masyarakat local atau masyarakat asli daerah setempat. Dengan demikian, apakah ketika permintaan itu secara perlahan-lahan mulai terkabul, pantaskah kita sesama rakyat Papua harus saling caci maki, saling iri hati, saling tidak baku senang, saling beradu argument, saling siku menyiku, saling jual menjual, saling bermusuhan, saling ejek mengejek dan masih banyak lagi kata-kata keren negative lainnya ? (Ini pertanyaan untuk kita semua, dan jawabannya ada pada kita orang Papua sendiri) Penulis adalah salah satu korban dari sekian banyak masyarakat Papua, sehingga dapat dutuangkan dalam pengalaman penulis. Dimana, ketika kita hendak menjadi tuan diatas tanah kita sendiri. Apakah tidak pantaskah kita bekerja sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) di kantor apa saja? atau menjadi Operator Komputer? atau menjabat jabatan apa saja di instansi manapun ? ataukah kita harus tetap terus menonton orang lain yang merebut pekerjaan kita ini, sementara UU Otsus menjamin kita sebagai putra daerah harus menjadi tuan diatas tanah kita sendiri? (Ini menjadi pertanyaan terberat kita semua sebagai orang Papua, berdasarkan fakta dan realita yang terjadi selama ini). Sudah sepantasnyakah kita harus tinggal diam dan membisu di negeri kita sendiri, ataukah kita terus menerus meniti karir, walaupun banyak intimidasi, teror, bahasa yang tidak-tidak dan lain sebagainya datang dalam kehidupan kita. Semua itu bisa terjadi karena penyebabnya adalah kita sendiri orang Papua saling baku “Iri Hati” antara satu dengan lainnya, saling baku jual dan lain sebagainya (Faktor Irihati menjadi kebiasaan hari-hari kita seluruhnya di Tanah Papua, dan bahkan semua umat manusia di muka bumi ini. Lantaran ketidaksenangan orang lain hidupnya baik, pekerjaannya baik, atau ekonominya baik dan lain-lain-red). Sebenarnya, sudah sangat jelas sekali kita dengan sendirinya bekerja untuk saling mendukung, saling kerjasama, saling bahu membahu atau bahkan saling memberikan argument yang positif thingking, bukan sebaliknya yang negative thingking. Penulis salah satu Korban Okultisme di Kabupaten Deiyai (2009-2013) Penulis adalah salah satu dari sekian banyak korban yang di serang Lusifer selama ini melalui Kuasa Kegelapan oleh oknum-oknum tertentu yang diperalat oleh Lusifer di Kabupaten Deiyai. Khusus untuk penulis sendiri, serangan kuasa kegelapan mulai dilancarkan Lusifer kepada penulis sejak tahun 2009 hingga 2013 ini. Sekilas kesaksian penulis, yang akan penulis jelaskan sejak penulis mulai bertugas di Kabupaten Deiyai pada tahun 2009 hingga 2013 ini. Penulis adalah salah satu Putra Daerah Deiyai asal Bomou dan Puteyato Distrik Tigi dan Tigi Timur yang juga salah satu PNS pengangkatan pertama Formasi 2009 di Kabupaten Deiyai. Sambil menunggu SK PNS, penulis kala itu mendapat kesempatan untuk menjadi tenaga bantu di salah satu Instansi Pemerintahaan di Kabupaten Deiyai sebagai Operator. Bekerja sebagai Operator sangatlah tidak muda, seperti membalik telapak tangan ibu. Namun dalam penulis meniti karier di bidang Operator di Instansi teknis tersebut ternyata masih saja ada yang tidak senang. Sehingga mereka (oknum-oknum tertentu yang dipakai RAJA SETAN yakni LUSIFER) melancarkan Kuasa Kegelapan kepada penulis. Salah satu fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan penulis, dimana pada tahun 2010 dan 2011, penulis diserang kuasa gelap oleh Oknum-Oknum PNS tertentu di Deiyai berupa “Kuasa Gelap Roh Tali Hitam dan Roh Babi” mengikat kepala penulis hingga rasa-rasanya penulis hampir menuju pada kematian. Pasalnya, penulis mau beraktifitas seperti membuka laptop untuk kerja tidak bisa, menonton pun tidak bisa, kena AC atau kipas angin pun tidak bisa, rasa-rasanya semua isi otak kecil maupun otak besar yang ada di dalam kepala penulis hampir mau keluar semuanya. Puji Tuhan, karena Berkat Kuasa Tuhan Jesus juga Mujizat-Nya, penyakit kepala penulis dipulihkan, disembuhkan dan bahkan Nyawa penulis di selamatkan. Hal itu ketika penulis masih bekerja sebagai tenaga bantu di salah satu instansi di Kabupaten Deiyai. Penulis sangat bangga dan senang, karena kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat bahkan Mujizat Tuhan Jesus itu nyata. Dalam Kitab Matius 6:33, Filipi 4:6, dan Roma 8:31b menguatkan penulis sehingga dengan Hikmat dan Iman yang kokoh menjadi dasar bagi penulis dalam mempertahankan Tuhan Jesus dan Tuhan Jesus-lah yang menjadi Juru Kunci Keselamatan bagi penulis. Dan yang penulis harus lakukan adalah berusaha untuk mengampuni kepada orang yang melancarkan kuasa gelap kepada penulis bahkan yang tidak senang dengan penulis (dan bahkan saya berharap mereka pun harus berlutut di bawah kaki Tuhan Jesus alias Bertobat). Selain itu juga, bersaksi kepada sesama menjadi aktivitas sehari-hari penulis dimanapun penulis berada. Hentah itu di Rumah, Kantor, Pasar, Gereja atau dimanapun dan kemanapun penulis pergi tak luput dari kesaksian atas kedasyatannya Tuhan Jesus bagi penulis pada khususnya dan kita semua pada umumnya. Selain itu, sejak tahun 2012 bulan Oktober hingga bulan April 2013 atau sejak tulisan ini ditulis kuasa kegelapan terus menyerang penulis, dimana “Roh Binatang serangga berkepala tajam, Roh Babi, Roh Kepala Babi, Roh Ayam, Roh Orang Mati dan bahkan Roh-Roh Iri Hati yang kesemuanya itu bersumber dari satu kekuatan Setan yakni LUSIFER” mengintimidasi mata Kanan dan kepala penulis, sehingga mata kanan penulis terkena serangan “mata merah dan gejala Katarak” lebih kurang 6 bulan sejak penulis kena disantet oleh Roh-Roh setan tersebut pada bulan Oktober 2012 hingga Maret 2013, dan pada bulan April 2013 atau disaat Tuhan Jesus bangkit dan kemenangan kita semua orang percaya (ketika perayaan Paskah-red). Kuasa Tuhan Jesus mengangkat semua roh-roh itu dari mata kanan penulis. (Tepatnya tanggal 15 April 2013, Mujizat Tuhan Jesus terjadi. Penulis disembuhkan oleh Tuhan Jesus Kristus. Keesokan harinya tanggal 16 April 2013 penulis dapat bisa melihat dan tanpa bantuan kaca mata lagi, dan penulis melakukan aktivitas pertama saat itu yakni mengikuti acara pengucapan syukur pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai yang dilakukan di Kampung Harapan Jayapura). Juga, penulis jatuh dengan mobil tepatnya 07 Februari 2013 sekitar jam 09.00 waktu Paniai, di Pugo Tiga, penulis dan beberapa penumpang lain selamat dalam kecelakaan maut itu. Sehingga penulis menyadari bahwa Mujizat Tuhan Jesus itu nyata, Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat, dan ini semua berkat Kasih, Karunia dan Anugerah dari Tuhan Jesus yang harus penulis bagikan melalui kesaksian ini kepada semua umat. Baik dengan melihat kondisi tanah Papua kita ini, mendengar setiap kesaksian dari semua anak-anak Tuhan termasuk penulis salah satunya dan membaca kesaksian penulis ini menjadi berkat bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan diakhir zaman ini. Menurut penulis, bidang Keagamaan ini 100 % harga mati dan harus menjadi prioritas semua Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Ketika penulis sembuh dan di pulihkan oleh Tuhan Jesus barulah timbul ide dalam pikiran penulis guna memberikan kesaksian kepada sesama manusia lainnya yang ada di Kabupaten Deiyai khususnya dan Tanah Papua umumnya, baik secara lisan maupun tertulis. Kesaksian secara tertulis yang telah dibaca oleh pembaca diatas ini penulis tulis tepatnya di tanggal 26 April 2013 pagi yang berawal dimulai dari Nabire dan berlanjut sampai selesai di Kabupaten Deiyai dan di muat ke media cetak atau media massa di saat-saat dekatnya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, yang rencananya akan di lantik di Jayapura, Provinsi Papua, tanggal 14 Agustus 2013 mendatang. Melalui tulisan ini, cukuplah hanya sebatas penulis yang menjadi korban beruntung. Dalam arti, bahwa walaupun penulis di serang berbagai macam Kuasa Kegelapan dan bahkan kecelakaan kendaraan oleh si Raja Neraka-Lusifer, tetapi Allah di pihak penulis dan bahkan tubuh dan terutama nyawa penulis dipertahankan dan diberikan kesempatan untuk tetap hidup oleh Tuhan Jesus. Sesuai dengan kitab Mazmur 138:7, yang berbunyi demikian, “Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku. Terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku.” Dan juga kitab Roma 8:31b bahwa, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Kesimpulannya : “Faktor Penghambat Pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Deiyai dan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat sudah, sedang dan terus terjadi yang perlu kita atasi saat ini diantaranya seperti, “Iri Hati, cemburu, tidak baku hargai, saling menjatuhkan, saling membunuh dengan kuasa kegelapan (Tuba, Akaga, Meno, Kegoo, Emogou dll), Saling ketergantungan, tidak mau bekerja dan hanya berharap pada orang lain, Kemabukan, Penempatan PNS tidak berdasarkan Pangkat dan Golongan (hal itu terjadi lantaran Tim Sukses atau Utang Politik), Penempatan PNS tidak berdasarkan latar belakang ilmu yang didapat, Perjudian, Toto Gelap (Togel), KKN, Tidak Disiplin, Jarang Berdoa, Jarang Beribadah dan Berpuasa dan beberapa hal-hal negatif lainnya.” Akhir kata, dari hati yang penuh sukacita penulis sampaikan “Shalom” kepada Tuhan Jesus Kristus yang berikan penulis hikmat. Kepada semua Anak-Anak Tuhan, Hamba-Hamba Tuhan, Keluarga-Keluarga Tuhan, Bapak dan Ibu Pendeta, Gembala, Majelis, dan semuanya untuk dukungan dalam pelayanan Doa kepada Penulis dan keluarga. Baik berupa Doa Pribadi, Doa Keluarga, Doa Puasa sehingga kuasanya Lusifer melalui roh-rohnya berhasil dilumpuhkan dan dihancurkan oleh kuasa Tuhan Jesus Kristus. Perjuangan kita sebagai Prajurit-prajurit Kristus tidak hanya berakhir sampai disini, tetapi harus sampai pada kedatangan Tuhan Jesus yang kedua kalinya. Karena selain penulis, yang menjadi korban pembunuhan secara Okultisme oleh oknum-oknum tertentu yang di setir Lusifer, ada begitu banyak. Dan juga oknum-oknum yang memegang kuasa kegelapan pun juga sangat banyak perlu penulis, pembaca dan kita semua yang berkecimpun dalam dunia pelayanan harus selamatkan oknum-oknum tersebut dari si raja setan itu. Karena, kini kita telah berada di penghujung akhir zaman atau tidak lama lagi sang Raja Sorgawi akan datang, sehingga saatnya untuk kita Bersaksi, Melayani dan memerangi kuasa Kegelapan melalui kegiatan Bidang Keagamaan dimana saja kita berada. Melalui tulisan ini, semoga menjadi berkat bagi kita semua di akhir zaman ini. Tuhan Jesus memberkati kita. Kuasa Tuhan Jesus sangat Dasyat. Mujizat Tuhan Jesus itu Nyata. Akhirnya penulis dan semua keluarga besar suku Meuwodide menyampaikan selamat dan sukses atas akan dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Definitif perdana di Kabupaten Deiyai, Bpk. Dance Takimai dan Bpk. Agusthinus Pigome, masa periode kepemimpinan tahun 2013-2018, oleh Gubernur Provinsi Papua, Bpk. Lukas Enembe, S.IP,.MH. Sesuai jadwal yang sudah tersebar ke publik dan bahkan telinga penulis yakni berlangsung di Kantor Sasana Krida Gubernur Provinsi Papua Jayapura pada tanggal 14 Agustus 2013. Tuhan Jesus memberkati kepemimpinan Bapak berdua, dan semua Bupati/Walikota yang sudah terlebih dahulu dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua dan Papua Barat. Shalom semuanya...!!! (Penulis adalah Prajurit Kristus Akhir Zaman ”PKAZ” asal Distrik Tigi & Tigi Timur Kabupaten Deiyai. Juga Staf PNS pada Bappeda Kab. Deiyai dan Tokoh Pemuda peduli Bidang Keagamaan) seLENgkapnya......
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.36
0
komentar
Label: ARTIKEL, KEAGAMAAN, KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
Langganan:
Komentar (Atom)
My Number NPWP
NPWP : 58.996.735.5-953.000
Terdaftar : 12 Desember 2008
My Daily
Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan






