Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2011, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, melakukan sosialisasi tentang ketentuan standar nilai Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMU yang ditetapkan Dirjen pendidikan pusat.
Melalui kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinas Dikbudpora Deiyai, Drs. Dominikus FX. Giyai, kepada para guru sebagai peserta, menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasional akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan nasional. Dan standar nilai Ujian Nasional SD, SMP, SMU berbeda dan standar nilai tahun lalu 0,5 sedangkan standar nilai tahun 2011 ini 0,6. Sehingga standar nilai UAN tahun ini berbeda jauh di banding tahun lalu.
Dengan demikian, dalam kesempatan itu, Domin Giyai, menyarankan, untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional ini, peran guru, orang tua siswa bahkan siswa sendiri punya tugas berat untuk mengejar standar nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan.
Sebab, sistem pengoreksian berkas soal Ujian Nasional juga bukan diperiksa oleh guru, tetapi dipakai komputer seperti tahun lalu. Sehingga untuk menghadapi Uji Sekolah bahkan Ujian Nasional harus mempunyai kesiapan dari sekarang. Terutama para siswa sendiri untuk belajar mata pelajaran yang telah diterima di masing–masing sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMU sekabupaten Deiyai.
Domin menambahkan, jika para siswa tidak memperoleh nilai Ujian Nasional, sesuai standar nilai 0,6 yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional.
Standar nilai ujian nasional tahun 2011 ini, para siswa diharapkan memperoleh nilai yang lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, dia menyarankan para siswa harus belajar lebih kuat agar memperoleh nilai sesuai standar yang ditetapkan.
Lebih jauh Domin mengraharpkan, para orang tua siswa juga mestinya memberikan dukungan berupa nasihat, motivasi kepada anaknya agar anaknya dapat memperoleh predikat yang terbaik dalam studynya. Jika orang tua siswa juga tidak memberikan dukungan yang baik kepada anaknya maka tidak tercapai apa yang diharapkan yaitu memperoleh prestasi yang baik. Karena dalam meningkatkan prestasi anaknya mestinya dukungan juga dari orang tua bukan hanya dari para guru saja di sekolah. Melainkan semua komponen dan terutama juga siswa sendiri mestinya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
Sementara itu, dalam sosialisasi di hadiri para guru SD, SMP, SMU yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai dan dilakukan sehari di Aula SMP YPPK Waghete. (bobii hendrik)
Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
Dayung Sampan - Popularitas di luar Indonesia: menambahkan rujukan #1Lib1Ref #1Lib1RefID ← Revisi sebelumnya Revisi per 5 Februari 2026 00.28 Baris 7: Baris 7: == Popu...2 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
15 Maret 2011
Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai Lakukan Sosialisasi UAN
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.25
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Motivasi Ganda: "Persipura Vs East Bengal"
Persipura sukses menahan imbang South China 1-1 dalam tur perdana mereka di Hongkong Stadiun. Usai laga di Piala AFC itu, Persipura kembali ‘mengamuk’ di kandang sendiri dalam lanjutan Liga Super Indonesia, juara musim lalu Arema Indonesia dibantai 6-1, lalu disusul menumbangkan Persijap 1-0 di stadion Mandala.
Hasil positif berturut-turut tersebut, tentu membuat motivasi para punggawa Persipura berlipat ganda saat bersua East Bengal dalam lanjutan Piala AFC di stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam nanti Rabu (16/3). Rencananya laga ini bakal disiarkan secara langsung oleh stasiun Global TV pukul 18.00 WIT. Siaran langsung ini setidaknya menjadi pengobat bagi pendukung maupun masyarakat Kota Jayapura yang tidak bias menyaksikan langsung laga ini di stadion Mandala.
Menghadapi tim asal India macam East Bengal ini tentu pengalaman baru bagi Persipura. Praktis soal kekuatan lawan, pelatih Persipura Jacksen F Tiago sedikit kabur. Hal itu membuat pelatih Persipura Jacksen F Tiago hanya mendapatkan kekuatan lawan dari situs youtube dan situs internet lainnya.
Menurut Jacksen, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet, salah satu senjata pamungkas East Bengal adalah serangan balik yang mematikan.
Apalagi pada laga di Liga India, East Bengal hanya menurunkan enam pemain intinya saja. Sepertinya mereka akan menyimpan sebagian pemain inti untuk menghadapi Persipura.
“Dengan begitu, mereka akan tampil ngotot di Jakarta, namun kami juga sudah menyiapkan strategi untuk meredam mereka,” timpal Jacksen.
Mantan pelatih Persiter ini juga tak mau terpengaruh factor non teknis. Sebab sebelumnya pendukung Persipura berharap laga digelar di stadion Mandalam, namum justru batal dan digelar di stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sang mentor mengakui saat ini mental para pemain dalam kondisik baik, berkat kemenangan di Liga Indonesia, dan menahan imbang South China.
Menurut Jacksen, dengan kondisi mental yang stabil membuat pemain akan bermain habis-habisan untuk meraih hasil maksimal.
Bahkan, untuk lini depan bakal mendapatkan tambahan menyusul bergabungnya kembali Titus Bonay, usai dicoret dari Timnas.
Tibo sapaan akrab Titus Bonay tampil memikat pada partai menghadapi PErsijap lewat satu-satunya gol yang dicetaknya.
Apalagi East Bengal, pada laga pembuka di kandang sendiri, hanya mampu bermain imbang 4-4 dengan Chonburi.
Pelatih East Bengal,Trevor Morgan seperti dilansir tabloid bola meminta para pemainnya untuk berkosentrasi hingga pertandingan berakhir.
Pasalnyanya saat menghadapi Chonburi, timnya sempat tertinggal 2-0, sebelumnya menyamakan kedudukan 2-2. Dan unggul 4-3. Sayangnya mereka kembali lengah hingga lawan menyamakan kedudukan 4-4.
“Kami tidak mau terulang lagi di Jakarta, kami ingin mencuri poin,” tandasnya.(rza/don)
Susunan Pemain
Persipura : Yoo Jae Hon, Bio, Viktor, Hamka, Kabes, Ortisan, Imanuel Wanggai, Gerald Pangkali, Zah Rahan, Titus Bonay, Boaz Solossa.
Cadangan : Ferdiansyah, Lukas Mandowen, Yohanes Tjoe, Rahmat Rivai, Stevi Bonsapia, Cristian Uron, Steven Hendambo.
Pelatih : Jacksen F Tiago
East Bengal : Nandy, Uga, Thokchom, Gurwinder, Saumik, Pradhan, Vasum, Orji, Hosain, Ozbey, Robin.
Cadangan : Mondhal Abhra, Ravinder Singh, Suni Kumar, Baijit Sahni, Alesandro Santos, Syed Rahim, Chongtham Singh
Pelatih : Trevor Morgan
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.20
0
komentar
Label: OLAHRAGA
UU Otsus Papua Perlu Dievaluasi
Jika dihitung, sudah hampir sepuluh tahun UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua hadir di tanah Papua. Ia hadir untuk mengatasi banyak persoalaan, terutama masalah kesenjangan sosial antara daerah Papua dengan daerah lainnya di Indonesia.
UU Otsus juga merupakan bentuk penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia kepada masyarakat Papua, khususnya penduduk asli. Dengan prinsip itu, UU Otsus diharapkan mampu memberikan kesempatan, bahkan memperluas ruang partisipasi masyarakat asli Papua dalam segala bidang pembangunan.
Namun, dalam implementasinya masih banyak rakyat Papua yang beranggapan Otsus telah gagal. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Kinerja MRP
Agar Otsus dapat berjalan dengan optimal, pemerintah pusat telah membentuk Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga repsentatif cultural orang asli Papua. Ia hadir dua tahun setelah Otsus di undang-undangkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 54 tahun 2004, tertanggal, 23 Desember 2004.
Kehadiran MRP juga merupakan “kado” berharga bagi seluruh rakyat Papua karena saat itu diberikan bertepatan dengan perayaan hari natal untuk umat nasrani.
Secara garis besar fungsi dan tugas utama MRP adalah dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan hidup beragama (pasal 1 butir ke-6).
Mengacu pada semangat itu, keanggotaan MRP terdiri dari orang-orang asli Papua yang berasal dari wakil-wakil adat, wakil-wakil perempuan, dan wakil-wakil agama. Saat ini anggota MRP berjumlah 41 orang, di tambah empat orang pimpinan, berarti seluruhnya berjumlah 45 orang.
Hingga saat ini kinerja MRP dianggap buruk. Pada tanggal 11 Februari tahun 2008 lalu, masyarakat Papua bersama mahasiswa pernah mendatangi kantor MRP, mereka meminta lembaga ini dibubarkan karena bekerja tidak optimal.
Dana Otsus
Kehadiran Otsus juga di barengi dengan kucuran dana dari pemerintah Pusat yang jumlah tidak sedikit. Harapannya dana itu bisa digunakan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia.
Semisal 2,4 trilyun (tahun 2004), 4,8 trilyun (tahun 2006), 5,3 trilyun (tahun 2007), 5,5 trilyun (tahun 2008), 5,3 trilyun (tahun 2009), 5,2 trilyun (tahun 2010) dan untuk ABPD Propinsi Papua tahun 201I membutuhkan 5,8 trilyun.
Dana diatas diperuntukan untuk bagi pembiayaan berbagai sektor yang rawan dan begitu tertinggal, seperti; pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat Papua. Tetapi yang mengherankan, masih saja terjadi in-efisiensi yang berpeluang untuk dikorupsi oleh pejabat lokal.
Menteri Dalam Negeri, Gemawan Fauzi beberapa waktu lalu berkomentar bahwa dana Otsus untuk Papua pada tahun berikut akan di tambah. Ini sebuah langkah bijak yang harus dimanfaatkan untuk kemajuaan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Tidak Tepat Sasaran
Hingga saat ini pemakaiaan dana Otsus juga dianggap tidak tepat sasaran. Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH pernah mengatakan dalam bukunya “Kami Yang Menanam, Kami Yang Menyiram, Tuhan-lah yang Menumbuhkan” bahwa sekitar 80% dana Otsus digunakan untuk pembiayaan aparatur pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
Ia juga menggambarkan bagaimana para pejabat Papua sering berfoya-foya dengan uang Otsus, padahal banyak rakyat mereka yang hidup sangat miskin. Seharunya para pejabat berpikir bahwa dana Otsus di peruntukan bagi masyarakat mereka yang miskin. (Suebu, Barnabas. 2007)
Pemberiaan dana block grant bagi masyarakat Papua juga merupakan sebuah kebijakan yang tidak tepat. Mengapa? Karena dana block grant diberikan tanpa tupoksi yang jelas dari pemerintah provinsi. Hal ini tentu memboros anggaran, karena akan digunakan tidak tepat sasaran oleh masyarakat di kampung-kampung.
Akibat penggunaan dana Otsus yang tidak tepat sasaran, kehidupan masyarakat Papua sangat terpuruk. Infrastruktur di Papua juga tak begitu menjanjikan. Coba bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 40 juta, dengan APBD hanya kurang dari Rp 10 triliun, namun infrastrukturnya memang jauh lebih baik. Bagaimana dengan penduduk Papua yang hanya sekitar 4 juta, namun mendapatkan dana APBD 22 trilyun.
Evaluasi Otsus
Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap amanat UU Otsus. Penggunaan dana Otsus Papua juga perlu segera diaudit. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mendukung implementasi Otsus beberapa tahun kedepan.
Selain mengaudit penggunaan dana Otsus, pemerintah pusat juga perlu membentuk sebuah lembaga independen, yang tugasnya mengontrol dan mengawasi setiap penggunaan dana Otsus. Lembaga ini diharapakan tidak terikat dengan birokrasi pemerintahaan.
Presiden SBY juga dalam beberapa media pernah memberikan pernyataan, dimana meminta Otsus segera di evaluasi, termasuk mengaudit penggunaan dana Otsus. Yang perlu di perhatikan adalah evaluasi dari sisi manajemen, anggaran, hingga pengawasaannya.
Semoga evaluasi dan audit dana Otsus merupakan langkah paling bijak untuk mendukung UU Otsus Papua ke depannya. Rakyat Papua masih tetap menanti jalan yang paling baik untuk perubahaan kesejahteraan hidup mereka. Semoga saja. (Oleh Oktovianus Pogau, adalah Solidaritas Masyarakat Papua, tinggal di Jakarta.-Tulisan ini telah di muat juga di koran Nasional, The Jakarta Globe di Jakarta)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.15
0
komentar
Label: EDITORIAL, SOSIAL BUDAYA
04 Februari 2011
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo
Fenomena Helaybhu Yakheleh ‘Batu Ajaib’ Gemparkan Danau Sentani
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo
HELAYBHU YAKHELEH, sebuah fenomena alam yang terjadi di sekitar perairan Danau Sentani, tepatnya antara Kampung Nendali (Netar), Ifar Besar, Asei Pulau, Yallow dan Ayapo dan sekitarnya, Selasa (1/2) kemarin. Munculnya fenomena alam ini sering mengkait-kaitkan dengan cerita-cerita mitos ataupun ramalan-ramalan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.
Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.
Helaybhu Yakheleh dikenal oleh masyarakat di kampung-kampung tersebut sebagai sebuah ‘batu ajaib’ yang menyerupai payung dan sering muncul ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Bagi masyarakat setempat keberadaan batu tersebut sudah ada sejak dulu kala, dan jarang sekali muncul ke permukaan. Jika Helaybhu Yakheleh muncul ke permukaan air masyarakat yang mendiami tepian danau Sentani sudah tahu apa yang bakal terjadi menurut cerita leluhur orang tua mereka.Seperti yang terjadi, Selasa (1/2) kemarin, meski banyak orang memprediksikan macam-macam terhadap fenomena Helaybhu Yakheleh yang muncul di sekitar perairan kampung Nendali, namun masyarakat disitu tetap tenang dan sudah mulai mewanti-wanti pertanda dari munculnya Helaybhu Yakheleh.
Munculnya Helaybhu Yakheleh kemarin cukup aneh dan menarik simpati ratusan warga yang kebetulan lewat disitu, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, untuk sekedar melihat-lihat dan juga mengabadikan fenomena aneh itu. Yakni setelah Helaybhu Yakheleh tenggelam nampak hamparan hewan laron membentuk hamparan pasir putih sepenjang 3 KM dari ujung Kampung Nendali sisi barat hingga ke depan pantai Kalkhote.
Juga tanaman ecenggondok seperti tertata rapih memagari hamparan pasir laron itu, bahkan tidak sedikit ikan-ikan busuk dan sampah yang juga mengapung bersama laron yang tebalnya mencapai 5 cm itu.
Konon jika Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda akan ada duka bagi keluarga Ondofolo yang mendiami perairan disekitar munculnya Helaybhu Yakheleh. Maria Pallo salah seorang warga Kampung Nendali yang ditemui kemarin kepada Bintang Papua menjelaskan, kehadiran Helaybhu Yakheleh itu harus dibayar dengan harta benda seperti manik-manik (Hemboni rela) Tomako batu (rela) dan barang berharga lainnya jika ada warga yang terjebak oleh kehadiran Helaybhu Yakheleh.
Sementara keberadaan laron-laron tersebut Maria menjelaskan dari cerita orang tuanya itu adalah hewan yang tiba-tiba keluar dari dalam air, dimana laron-laron tersebut berasal dari dalam perut ikan-ikan (muntah ikan) yang naik ke permukaan setelah Helaybhu Yakheleh menampakkan dirinya. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul kita harus bayar dengan Hemboni atau rela, agar bisa luput dari jebakan tersebut,” ujarnya.
Laron ini biasanya bersamaan dengan salah satu jenis rumput yang hidup di dasar danau makhluk inilah yang sering menjebak para nelayan di danau dan untuk melepaskan diri dari jebakan tersebut yakni membayar dengan barang berharga jika tidak maka nyawa taruhannya.
Namun cerita Maria tentang wujud Helaybhu Yakheleh ini sedikit berbeda dengan Jhon Modouw salah satu tokoh adat dari Kampung Waena. Bagi Jhon Modouw, Helaybhu Yakheleh adalah sosok dewa kematian yang dikenal oleh masyarakat Sentani yang wujudnya seperti tanah yang sering muncul ke permukaan air secara tiba-tiba.
Dan kehadiran Helaybhu Yakheleh itu seluruh warga Sentani telah tahu yakni untuk menuntut 1 nyawa seorang Ondoafi (Ondofolo) dari kampung terdekat munculnya Helaybhu Yakheleh. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda “dia” minta 1 nyawa Ondofolo,” ujar pria yang juga telah mengabadikan kisah Helaybhu Yakheleh dalam sebuah syair lagu yang diciptakannya dalam album Cyclop. Namun ada juga beberapa tokoh-tokoh adat di Sentani yang mengatakan munculnya Helaybhu Yakheleh karena adat Sentani mulai terusik dengan segala kepentingan dewasa ini. Dari informasi yang dihimpun Bintang Papua bahwa Helaybhu Yakheleh pernah muncul pada 1950, kemudian 1961, dan terakhir sekitar tahun 1996, dan kini muncul lagi pada 2011, apakah memang fenomena ini muncul pertanda akan ada kematian bagi keluarga Ondoafi ataukah fenomena ini muncul sebagai peringatan alam, ataukah juga fenomena ini hanya merupakan gejala alam semata yang merupakan wujud kemahakuasaan Sang Khalik? Sungguh Tuhan Maha Kuasa…!!! (Laporan Jimmy Fitowin, Sentani)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
02.03
0
komentar
Label: EDITORIAL, SOSIAL BUDAYA
16 Januari 2011
Wajah Tigi Barat di Tahun 2010
Tigi Barat adalah sebuah distrik di kabupaten Deiyai Papua, juga adalah satu diantaranya dari lima distrik di Deiyai (Tigi). Distrik ini dibentuk semasa di kabupaten Paniai, bersama dengan beberapa distrik lain. Sebelumnya distrik ini dikepalai oleh seorang Kapercam, atau kepala perwakilan kecamatan. Yames Giyai menjabat dimasa itu di berkedudukan di Ayateiodee. Berikut ini catatan Aris dari PPN ketika berkunjung di Tigi Barat belum lama ini.
Setelah didevinitfkan kepala distrik Pertama yang dilantik adalah Markus Mote. Selang 4 tahun kemudian, diganti dengan Zeth Edoway, S.IP. berbagai kegiatan pemerintahan dilakukan, dimana dalam kondisi medan yang serba sulit. Jalanpun setapak. Sebagian kegiatan masyarakat mengandalkan transportasi danau Tigi.
Perahu tradisional yang dibuat dari kayu menjadi sarana danau andalan bagi mereka (masyarakat). Salah satu kesan yang menyesalkan adalah saat pembagian beras miskin. Karena tidak puas dengan mutu beras yang tidak beres kantor distrik jadi sasaran pelemparan dari amukan massa dari 2 kampung yakni warga Kampung Gakokebo dan Widimei. Banyak kegiatan yang dilakukan berdampak positif namun sayang bagi masyarakat kurang berkenang dihati mereka.
Perkembangan terus berjalan, berbagai sarana infrastruktur dibangun, semisal jalan Trans Papua, dari jalan raya Gakokebo menuju ibu kota Distrik Tigi Barat bahkan kini sedang dalam pekerjaan oleh pemerintah Kabupaten Deiyai melalui pihak ketiga (kontraktor). Pada bulan 26 Mei 2009 Deiyai menjadi Kabupaten sendiri, berdasarkan UU Nomor 55 2009. Jelaslah bahwa jika menjadi Kabupaten baru mesti memiliki struktur cabinet, seiring dengan pemekaran Deiyai maka Drs. Blasius Pakage dilantik oleh Mendagri menjadi Penjabat Bupati Deiyai.
Tepatnya bulan 19 September 2009 Fransiskus Ign Bobii dilantik menjadi kepala Distrik Tigi Barat. Sebelumnya bekerja di Kantor Depag kabupaten Nabire, namun berdasarkan surat lolos butuh bupati kabupaten Nabire memindahkannya di setda bagian humas. Disana bekerja sebagai staf dibidang peliputan. Selain hari-harinya sebagai PNS dia juga aktif menulis di sejumlah media, lokal juga nasional.
Tentunya menjadi pemimpin membutuhkan mentalitas yang extra kuat untuk berhadapan dengan 25 ribuh kepala keluarga yang berdiam di 12 kampung. Sejumlah pertemuan dilakukan dengan tujuan pengenalan medan dan menerima masukan pemimpin alah kehendak rakyat. Wilayah Tigi Barat, sangat luas bahkan termasuk distrik yang padat penduduknya. Bahkan 80 persen penduduk Kabupaen Deiyai, berada dan berdomisili di Distrik Tigi Barat.
Kegiatan yang dilakukan pertama yang di lakukan Fransiskus Bobii di tahun 2010 lalu adalah membenahi kepengerusan Beras Miskin bagi rakyat. Beras miskin menurut Bobii tidak hanya habis dikonsumsikan bagi kebutuhan keluarga. Akan tetapi beras miskin juga bisa mendatangkan uang guna meningkatkan usaha-usaha kelompok bersama. Hasilnya dibeberapa koperasi bersama mengalami peningkatan modal usaha.
Sisi pemerintahan, kepala Distrik Tigi Barat yang juga wartawan itu membenahi administrasi kantor Kampung. Melakukan turun lapangan di setiap kamung, dimana dalam kunjungannya terus memberikan pembinaan-pembinaan penataan administrasi kampung.
Sebagai kabupaten baru tentunya mengalami kendala dalam memajukan daerah khususnya Distrik dan Kampung. Tumpuan rakyat untuk memajukan daerah itu menjadi tantangan dalam pekerjaan. Namun Bobii tidak tinggal diam dalam keadaan dilematis, berbagai upaya telah dilakukan agar dalam tahun 2010 silam. Dimana melakukan sejumlah loby, baik di pusat juga di daerah. Semisalnya, koordinasi dengan Bina Marga PU pusat untuk mendapatkan program pembangunan infrastruktur Perdesaan (PPIP) Tahun 2010, senilai satu milyart lebih. Dana itu dikelolah masyarakat sendiri dengan program membangun ruas jalan raya.
Selain itu, membangun 3 kilometer jalan serta membangun jembatan Kali Itoka dan kali Ayatei. Koordinasi dengan warga masyarakat terus dilakukan dalam upaya memberikan pemahaman agar palang memalang tidak. Serta lebih dari itu adalah pelepasan hak ulayat terkait dengan pengambilan material.
Membangun suatu daerah tidak segampang membalikkan telapak tangan, bahkan membutuhkan tenaga dan waktu. Wajah Tigi Barat kini sedang dalam proses menuju perubahan. Dalam perjalanan memimpin Tigi Barat terkesan kepala Distrik ini diterima di hati rakyat. Karena melayani warganya tidak dengan setengah hati, tak membedahkan tua dan mudah golongan serta latar belakang agama dan kelompok masyarakat. “kami sangat senang dengan gaya kepemimpinannya”kata Amos Agapa kepala Kampung Widimei.
Suatu kebanggan sendiri menjelang natal adalah melakukan ibadah Oikumene pada tanggal 1 Desember dihalaman distrik, kegiatan ritual alah budaya Mee dilakukan agar umat Kristiani mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus Sang Bayi.
700 Juta Untuk Hadiah Natal Warga Tigi Barat
Sebagai bukti kepeduliannya kepala Distrik Tigi Barat, menyalurkan uang senilai 700 juta kepada masyarakat. Dana yang begitu besar itu diperuntukkan bagi warga masyarakat demi kebutuhan natal.dana itu bersumber dari ABT Provinsi Papua bersifat bantuan.
Dana itu disalurkan kepada para kepala dan aparat Kampung senilai 120 juta. Kepada 73 Rukun Tetanga (RT) senilai 500 ribuh perorang yang ada di 12 kampung plus 10 lembar daun seng per-orang. 8 orang gembala gereja Katolik senilai 8 juta, 46 orang gembala dan pendeta Kingmi dan GKII 46 juta, serta 2.500 juta untuk 46 panitia natal baik Katolik maupun Kingmi serta GKII dan Pentakosta. Di Tigi Barat juga ada tiga asrama. Yakni asrama Katolik asrama STT Onago, asrama STP sebesar 10 juta per-asrama.sedangkan Sisanya kepada para janda, dudah serta yatim piatu.
Tutup Dengan Malam Pangung Khas Budaya
Malam tutup tahun menjadi suasana yang penuh keakraban antar sesama yang hadir pada malam tutup tahun itu. Saling memaafkan, saling mengasihi, dan saling member salam hangat. Jam 11.30 malam hingga 12.00 tepat membunyikan sejumlah mercun sudah disiapkan panitian. Sayonara tahun 2010 dan selamat datang tahun 2011. (jga).
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.05
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
Malam Kudus di Wilayah Tigi Barat
Natal sebuah peristiwa ritual bagi umat nasrani di seantero dunia. Juga merupakansebuah pesta mengenang kembali kelahiran Sang Juru Selamat anak Allah. Pesta natal di paroki Segala Orang Kudus Diyai KeuskupanTimika mengetengahkan Thema” Yesus Raja Pembawa Damai”.
Umat Kristiani wilayah Tigi barat telah mengawali dengan ibadah pembukaan bulan suci pada tanggal 1 Desember 2010 dihalaman kantor Distrik Tigi Barat. Ibadah gabungan itu dilakukan dengan tujuan agar umat Kristiani mempersiapkan diri dalam untuk menantikan Sang Raja itu.
Dalam bulan suci itu pula berbagai kegiatan dilaksanakan oleh umat setempat. Hamper setiap denominasi gereja baik Gereja Kemah Injil juga Kingmi dan gereja Pestakosta gereja Katolik mengelar sejumlah kegiatan. Mereka membentuk panitia natal akan tetapi dibawah naungan Panitia Umum Pemerintah Distrik Tigi Barat.
Secara kelembagaan keagamaan, di wilayah Tigi Barat Kabupaten Deiyai, ada tiga lembaga gereja diantaranya Paroki Segala Kudus, Klasis Tigi Utara, dan Klasis Tigi Utara. Secara hirakis kelembagaan gereja Katolik di Paroki Diyai ada 7 stasi sedang di kelembagaan Kingmi ada 24 gereja.
Ketua Klasis Tigi Utara Pdt Paul Anouw kepada media ini mengatakan peristiwa natal bagi jemaat di wilayah Tigi Barat adalah mengulang kembali peristiwa ritual itu dalam suasana sederhana akan tetapi yang terpenting bagi adalah menghayati kelahiran Yesus dalam kandang hina. Hal ini memiliki makna adalah Allah yang menjelma dalam diri Maria untuk menyelamatkan Umat Manusia.”inilah arti natal bagi jemaat kami”ujarnya.
Sementara itu ketua Klasis Tigi Barat, Pdt. Nius Giyai, mengutarakan, natal tahun ini memberikan warna baru bagi kami, kelahiran itu mengantarkan jemaat agar hidup dalam kedamaian hidup antar sesama.
Pastor Paroki Diyai menekakan dalam homilynya ibadah gabungan itu menguraikan pentingnya masa persiapan atau masa adven agar Yesus lahir dalam suasana yang indah.
Ribuan Umat Merayakan Malam Kudus Dan Bakar Batu
Ribuan umat Katolik Paroki Diyai memadati halaman gereja pukul 06.00 wit sore, tentunya mereka ingin merayakan malam kudus. Rombongan imam sudah siap diruang sakaristi. Terlihat dihalaman dan pelataran gereja berbagai hiasan termasuk lampu klap klip.
Ketua panitia Natal Paroki Diyai, Thadeus Douw mengungkapkan adanya perubahan di natal 2010. “natal tahun ada perubahan karena ada kerja sama dengan bapak Kepala distrik Tigi Barat Fransiskus Bobii,”katanya.
Malam natal itu bernuansa budaya, berbagai dinyanyikan dengan ritus budaya. Bahkan bacaan dan doa umatpun dilagukan dalam gowai dan wani. Malam itu terkesan penuh keakraban dan penuh cinta kasih dan saling memaafkan antar sesama umat.
Pada tanggal 25 Desember di semua gereja terlihat dipenuhi dengan asap, tertanda mereka sedang mempersembahkan kelahiran Yesus Raja Damai. Menurut laporan seorang gembala Stasi Yinidoba Anthon Badii, katanya, bakar batu itu sebuah pesta tradisi tapi dalam konteksnya di hari natal bagi adalah penyembahan atas kelahiran Yesus adalah allah segala bangsa. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.54
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, SOSIAL BUDAYA
22 Desember 2010
Makna Natal Bagi Umat Nasrani di Pedalaman Tigi Barat
Memang hal yang biasa bagi umat Nasrani. Dimana bulan adven ini penuh bermakna mempersiapkan diri untuk menyambut Sang Penebus yakni Yesus di kandang Betlehem. Suatu tradisi ritual bagi umat Kristiani di wilayah Tigi Barat tidak hanya melewatkan begitu saja akan tetapi berbagai kegiatan tengah di laksanakan.
Semua denominasi gereja terlihat dengan kesibukan mempersiapkannya. Terlihat ber bagai kegiatan digelar. Mempersiapkan lagu-lagu natal hingga membuat krona natal di setiap gereja dan tempat-tempat umum, serta mempersiapkan diri, lingkungan, hingga mengadakan sejumlah pertandingan dan perlombaan antar jemaat. bahkan mengadakan pendalaman iman.
Ketua Panitia Natal Bersama Stefanus Ukago yang didamping Nahom Edoway, S.Pak menyebutkan, ibadah oikumene dilaksana pada 1 Desember 2010 dihalaman distrik Tigi barat yang dipimpin oleh 2 ketua Klasis dan seorang Pastor itu mengantarkan umat Nasrani dalam nuansa natal 2010, sekaligus memasuki masa adven. Masa penantian kelahiran Juru Selamat. bahkan diwarnai dengan berbagai kegiatan yang dinakodai oleh panitia natal Oikumene.
Semenjak 1 Desember pecan lalu, warga masyarakat terlihat sibuk dengan berbagai kesiapan. Bahkan disepakati dalam pecan suci tak perlu ada masalah yang tercipta sengaja maupun tidak sengaja. Hal itu disepakati dengan tujuan agar sang Bayi Yesus lahir dalam keadaan tenang dan aman.Pemerintah Distrik hanya memfasilitasi warga dalam berbagai kegiatan.
Terlihat dihalaman kantor Distrik Tigi barat diwarnai dengan sebuah pondok natal di hiasi dengan lampu klap-klip. Berbagai dedaunan menghiasi lingkungan kantor distrik.”saya lakukan semua ini agar natal ini dirasakan oleh setiap umat yang tengah menantikan Yesus itu,”. peristiwa ritual ini akan mengulangi kembali pesta natal duaribuh tahun yang lalu. oleh karena itu umat nasrani siapkan hati untuk menyambut Raja itu…..(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
16.32
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, RENUNGAN, SOSIAL BUDAYA
17 November 2010
Pemkab Deiyai Gelar Diklat Pengelolaan Aset Daerah
Bertempat di Aula Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, selama dua hari yakni, Senin (15/11) dan Selasa (16/11) lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui Dinas Pengelolaan Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) gelar kegiatan Pendidikan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Aset Daerah, sebagaimana penyaji materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dra. Peni Winarningsih, M.Si. Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh, Staf DPPKAD Kabupaten Deiyai, Drs. Bambang mewakili Pjs. Kepala DPPKAD, Basilius Badii, BA.
Menurut, Drs. Bambang sebelum membuka kegiatan ini, dihadapan peserta, Ia menyampaikan bahwa moment ini sangat penting dan berguna terutama bagi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bendaharanya, maka itu diharapkan dapat di ikuti dengan baik dan seksama melalui materi-materi yang disajikan tentang pelaksanaan kegiatan penataan dan pengelolaan aset daerah di tingkat kabupaten pada umumnya dan khususnya di lingkup masing-masing SKPD.
Sementara itu Ketua Panitia, Phelipus Goo, S.Pd mengharapkan supaya Bendahara Barang SKPD, Pimpinan SKPD dengan Dinas DPPKAD wajib membangun kerja sama terutama dalam bidang aset yang menangani tentang penataan dan pengelolaan aset daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Aset DPPKAD Kabupaten Deiyai ini lebih lanjut mengatakan bahwa materi dengan mandiri yang diterima selama dua hari kegiatan ini dapat memberikan pemahaman umum mengenai pengelolaan barang daerah sekaligus juga memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai penatausahaan barang daerah yang mencakup secara garis besar alur pembukuan, inventarisasi aset daerah (aset bergerak maupun aset tidak bergerak-red) dan alur dari pada pelaporan dari kedua aset itu.
“Kami harapkan semua SKPD harap dapat membangun koordinasi kerjasama, agar penataan aset daerah ini semakin tertib dan teratur. Atas nama pimpinan daerah, dan pimpinan dinas, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Narasumber yang sebagaimana bisa mengikuti seluruh rangkaian penyampaian materi hingga selesainya,”ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dra. Peni Winarningsih, M.Si selaku Narasumber dari kegiatan ini sangat mengharapkan kepada semua SKPD agar sedikitnya materi yang disampaikannya itu dapat menjadi alat ukur dalam rangka mengelola barang milik daerah (BMD) juga secara akuntansi terkait dengan pertanggung jawaban dan terbuka serta akan dikelolah secara akuntabel.
“Kedepan apabila pelatihan seperti ini diharapkan kami tetap menaruh simpati kepada daerah ini, sehingga kerja sama kita tetap terjalin. Tentang penataan aset daerah, akuntabel baik itu pengorganisasian, pembukuan, penginventarisasian dan pelaporan secara akuntansi dapat kami berikan bimbingan secara praktis kepada setiap SKPD apabila kedepan ada program pelatihan seperti ini, melalui Dinas DPPKAD yang menangani aset daerah.”tegasnya. (cr-17/jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
00.11
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
03 November 2010
Pdt. Dr. Benny Giay : Gereja Kingmi Papua Harus Berbenah Diri
Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua kini tengah berupaya untuk berbenah diri baik lembaga gereja maupun para petugas teras Sinode Papua. Hal itu dilakukan oleh pihak gereja Kingmi setelah melihat perkembangan Modernisasi yang mengancam eksistensi nilai-nilai agama dan kekhasan manusia Mee pada umumnya.
Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Beny Giay pada pidato pembukaan Konfrensi Kingmi papua Koordinator Deiyai IX yang berlangsung selama tiga hari yakni 24-26 Oktober 2010 di Onago.
Dikatakan Benny, seluruh petugas gereja yang dimulai dari Majelis gereja hingga petugas wilayah sinode agar dapat mempertahankan eksistensi sebagai jemaat yang percaya kepada Tuhan sebagai Sang Pencipta. “Pemekaran kabupaten/kota ataupun provinsi merupakan suatu ancaman terhadap seluruh kehidupan.”ujarnya dihadapan ribuan jemaat.
Diakuinya, sejak 70-an tahun silam Kingmi Papua sudah berkembang akan tetapi, belum mewujudkan adanya perubahan-perubahan dalam kelembagaan agama itu, “termasuk manusia-manusia yang berkualitas dalam upayanya menciptakan sumber daya manusia (SDM)”ungkapnya, seraya mengharapkan setiap keluarga menjadi basis pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan untuk menuju perubahan Papua secara utuhnya. (cr-17/jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.21
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, SOSIAL BUDAYA
Konferensi Kingmi Papua di Deiyai Menjadi Wahana Bangun Diri
Untuk membangun sebuah kabupaten adalah tangungjawab bersama semua komponen yang ada di wilayah ini. Sebab kabupaten yang baru dimekarkan seperti Deiyai adalah belum banyak yang dibangun oleh pemerintah. Sebab itu kami mengajak semua pihak termasuk pihak gereja agar memperhatikan pemerintah.
Sekretaris Daerah kabupaten Deiyai, Basilius Badii, BA yang membuka Konfrensi mewakili bupati itu mengajak agar pihak gereja memberikan kontribusi pikiran terkait dengan kemajuan wilayah ini. “saya sangat mengharapkan agar pihak gereja ikut menciptakan manusia Kingmi Papua yang mampu memperhatikan seluruh aspek kehidupan manusia termasuk kemajuan gereja,”kata badii.
Sementara itu Koordinator Klasis wilayah Deiyai Ev. Silas Pekey, mengutarakan kegiatan Konferensi ini harus menjadi wahana untuk membangun diri agar menata kembali gereja Kingmi Papua setelah mengalami perubahan. Untuk menata kembali agenda Sinode Papua dimana melalui kegiatan ini meletakkan pandangan-pandangan untuk mewujudkan gereja yang mandiri. 20 ribu jemaat yang ada di wilayah Deiyai dalam lima Klasis ini mesti memahami akan pentingnya membangun jemaat dari basis keluarga.
“Keluarga harus menjadi basis agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi serta basis menanamkan pendidikan dan nilai agama dan budaya,”paparnya kepada media ini disela-sela acara pembukaan Konfrensi di Onago Senin (25/10) lalu.
Menurut Pekey, upaya membangun gereja yang memiliki fondasi manusia yang kuat, maka langkah awal yang dilakukan adalah membinaan terhadap petugas-petugas gereja. “Saya sangat mengharap sekali agar gereja Kingmi menjadi basis yang bisa memproduksi manusia yang bisa bertangungjawab,”cetusnya dengan serius.
Sementara itu menurut ketua Panitia Konferensi IX GKIP Koordinator Deiyai, Ateng Edoway, S.Pak, mengungkapkan 700 peserta itu adalah duta-duta dari lima Klasis yang ada diwilayah Deiyai, diantaranya, Klasis Yawamo, Klasis Tigi, Klasis Tigi Utara, Klasis Tigi Barat dan Klasis Yatamo. Mengawali kegiatan gerejani ini sebelum telah di laksanakan seminar-seminar yang dibawahkan oleh kaum intelektual Kingmi, semisal Drs. Menase Kotouki, MA, Amos Edoway, SE, Yosias Pakage, S.Sos.
Selain itu, kata Ateng Edoway yang Ketua Sementara DPRD Kabupaten Deiyai itu mengatakan, telah melakukan ujian terhadap 260 hamba Tuhan yang sebelumnya berstatus gembala jemaat. Dan setelahnya akan ditahbiskan menjadi Pendeta. 260 gembala jemaat itu memimpin 66 gereja yang tersebar di lima Klasis di wilayah Deiyai. (cr-17/jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.18
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, SOSIAL BUDAYA
02 November 2010
Sekilas Kabupaten Deiyai
Kabupaten Deiyai adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Wilayah Kabupaten ini dulu tercakup dalam Kabupaten Paniai. Pusat Pemerintahan Kabupaten ini secara definitif berada di Enarotali, Distrik Paniai Timur. Kabupaten ini di bentuk pada Tanggal 16 September 2009 berdasarkan UU No. 8 tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 Kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mentri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Mardianto pada tanggal 28 Juli 2009 di Jakarta.
Berikut ini adalah daftar Kampung/Desa per Distrik di Kabupaten Deiyai berdasarkan master wilayah skema 456 kabupaten/kota (keadaan Desember 2009) terbitan Badan Pusat Statistik, dengan beberapa penyesuaian pada saat itu wilayah yang kini menjadi Kabupaten Deiyai masih berada dalam jurisdiksi Kabupaten Paniai, beberapa Distrik baru masih belum terbentuk yakni Distrik Debei dan Distrik Tigi Utara, beberapa distrik itu masih menjadi bagian dari Distrik Tigi Barat.
Distrik desa/kampung Tigi yakni, Waghete, Bomou I, Yaba Dimi, Yaba Mugouda, Okomo, Okomo Butu, Bomou II, Bomou III, Bomou IV, Atouda, Ugiya. Tigi Timur, Watiyai, Edarotali, Dagokebo, Damagabata, Kokobaiya, Dakebo, Bagou. Bouwobado, Kopai I, Kopai II. Kapiraya, Kapiraya & Komanog Kokomau. Tigi Barat, Ayatei, Diyai Onago, Tenedagi, Meiyapa, Yinudoba, Widuwakiya, Demago, Pudu Puyai, Gakokebo, Yagu.
Pembangunan di pioritaskan pada bidang prasarana wilayah (insfratruktur) dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat serta memaju pertumbuhan daerah terpencil agar berkembang lebih cepat untuk mengejar ketinggalan dengan daerah lainnya serta mengembangkan kreatifitas dan persaingan antar wilayah sesuai kemampuannya.
Prasarana wilayah dapat ditangani secara baik dengan tujuan dapat penyesuaian tentang kendali manajemen pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, juga untuk memperpendek jangkauan pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat yang kini masih memerlukan pertolongan dan kasih sayang dari Aparat Pemerintah
Kehadiran Penjabat Bupati Deiyai
Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage diantar Bupati Paniai, Naftali Yogi, S.Sos pada Kamis (11/06-2009) dan disambut meriah oleh masyarakat Deiyai dan Suku Nusantara serta Pemerintah Local dari 5 Distrik yakni, Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado.
Sejak menjabat Bupati Deiyai, dua bulan kemudian atau tepatnya pada bulan september 2010 kabinetnya dalam hal ini pimpinan dan staf satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baik eselon II, III dan IV di lantik. Beberapa poin inti yang akan di lakukan dalam kepemimpinannya yakni, (1). Penyiapan perangkat kerja organisasi pemerintah daerah (pemda-red) atau yang lazimnya di sebut SKPD yang akan membantunya dalam pemerintahaan di awal masa perintisan ini, karena tanpa adanya SKPD maka sulitnya menunjang birokrasi pemerintahan di daerah ini; (2). Membentuk anggota Legislative serta membangun Kantor Legislative (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-DPRD Kabupaten Deiyai-red); (3). Menetapkan “MORATORIUM” dengan kata lain menertibkan keamanan, menyiapkan aparat pemerintahaan dan menciptakan situasi yang aman dan tentram, serta menciptakan kebersamaan, kekompakan dan kerja sama dari semua pihak-pihak yang berkompoten di daerah Deiyai ini.
Selain itu juga, hadirnya pemerintah di Deiyai ini merupakan salah satu alat control yang mampu dan siap mengedepankan pembangunan di daerah ini, dari semua Segi, baik itu segi Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan terlebih mempercepat Pembangunan Infrastruktur, baik melalui darat maupun udara.
Pada kesempatan itu Bupati Kabupaten induk Paniai, Naftali Yogi, S.Sos menegaskan bahwa ketika pemilihan Figur Calon Bupati dan Wakil Bupati Definitiv pada tahun mendatang di harapkan agar figur yang telah di pilih oleh masyarakat itu sudah sepatutnya harus di dukung sepenuhnya, dan jangan lagi ada tuntutan-tuntutan dari setiap figur lainnya yang kalah dalam pemilihan, supaya hal-hal demikian itu tidak menghalangi jalannya pembangunan khususnya di negeri Deiyai yang penuh dengan susu dan madu (sumber daya alam-red) ini.
Masyarakat suku Mee yang ada di Deiyai sangat mengharapkan agar dengan kehadiran kabupaten Deiyai ini akan memberikan angin segar untuk menuntaskan secara bertahap dari ketertinggalan, keterpinggirkan, keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan dan lain-lainnya.
Masyarakat Mee di Deiyai juga tidak ingin kalau saja, adanya perdagangan minuman keras (miras-red), perdagangan Pekerja Seks Komersial (PSK), dan perdagangan Narkoba. Juga masyarakat tidak ingin pemimpin itu kerjanya disini (Deiyai), tetapi akhirnya melakukan Tanam, Panen dan Mengambil Hasilnya di tempat lain. Dan masyarakat dengan senang hati memberikan Tanah, Air, Hutan, Sumber Daya Alam (SDA) kepada pemerintah.
Pemimipin Berjiwa Membangun, Itulah Pilihan Masyarakat Mee di Deiyai
Sebenarnya pemimpin yang di sukai masyarakat Mee di Deiyai adalah pemimpinan yang berjiwa membangun. Kaca mata media ini, bahwa apa yang di inginkan masyarakat Mee yakni suatu hari nanti ada terjadi perubahaan dari banyak segi. Baik, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan bahkan industri pertambangan yang akan memberikan masa depan yang cerah bagi Deiyai dan masyarakatnya.
Daerah pemekeran Deiyai sangat dan sangat sekali membutuhkan figur yang berjiwa membangun, bukan yang berjiwa pecundang, bahkan terlebih koruptor. Sebab adanya pemekaran daerah khususnya hadirnya Kabupaten Deiyai adalah aspirasi benar dari masyarakat akar rumput yang di dasari pada rasa ketidakpuasan atas berbagai kesenjangan pembangunan, seperti kesenjangan wilayah, pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya.
Selain itu pula, diindentifikasikan bahwa selama ini hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan, dirasakan belum memenuhi rasa keadilan atau belum merata ke seluruh pelosok-pelosok wilayah termasuk yang ada di daerah ini (Deiyai-red).
Akankah ada pemimpin yang siap merubah nasib Deiyai ini kah..? ataukah pemimpin yang telah di lantik oleh Pemerintah Pusat Akhir bulan Mei 2009 lalu, yakni Blasius Pakage bisakah membangun atau merintis daerah Mee ini menjadi daerah yang maju secara pesat dengan daerah-daerah lainnya yang sudah lebih dulu maju, ataukah sebaliknya..?? Apakah dengan hadirnya pemimpin Carateker di Deiyai ini benar-benar kelak akan mengurangi berbagai kesenjangan-kesenjangan. Ataukah sebaliknya..? Jawabannya ada pada Pemimpin itu sendiri dan juga masyarakat setempat.
Perlu di ketahui bahwa, kabupaten Deiyai telah di sahkan oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008. Jika melihat kondisi geografis Papua pada umumnya dan lebih khususnya di Kabupaten Deiyai itu sendiri dimana luas wilayah dan kondisi geografis sangat mudah untuk dibangun asalkan ada kemauan keras dari pihak-pihak yang berkompoten yakni pejabat birokrat. Pasalnya untuk membangun kabupaten Deiyai, tidak akan bisa dibangun oleh satu pihak saja, dan memang membutuhkan uluran tangan dari pihak-pihak lainnya, baik Kabupaten Induk (Paniai-red), Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Kesenjangan Deiyai
Keterlambatan kemajuan daerah ini juga kerena minimnya sarana dan prasarana transportasi, menyebabkan pelayanan pemerintah belum menjangkau ke seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil dan terisolasi, disamping terbatasnya dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mengakibatkan kondisi sosial masyarakat masih memprihatinkan, tertinggal dan terbelakang.
Bahkan masih ada masyarakat terasing yang belum tersentuh oleh pemerintah, sebab luas wilayah yang sulit ditempuh menyebabkan pula terjadinya lepas kendali dan terbelangkahinya jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat serta lambannya pembangunan di wilayah tersebut akibat kesulitan transportasi.
Sehingga untuk meningkatkan pastisipasi dan menjawab semua persoalan tersebut, perlu adanya terobosan baru melalui suatu kebijakan khusus, antara lain melalui pembentukan satuan administrasi pemerintah baru, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Tetapi perlu juga di ingat bahwa bagaimana caranya yang tepat...???
Sebab untuk merubah kesenjangan pembangunan sangatlah di butuhkan Figur yang takut akan Tuhan, berjiwa besar dan benar-benar seorang Figur yang ingin mau merubah kesenjangan pembangunan kearah yang lebih baik, dan sebaliknya bukan Figur yang suka melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Masyarakat Mee di Deiyai “Tolak Miras, Portitusi (PSK), Narkoba, Judi & KKN”
Sekarang banyak orang sedang membuka mata, telinga dan hati serta perhatihan penuh pada Kabupaten Deiyai, yang saat ini terletak tepat di jantung kota Distrik Tigi. Karena tentunya yang namanya Deiyai adalah barang baru alias Daerah Baru, yang di atas Kabupaten itu tertidur kekayaaan alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari Emas, Hutan, Binatang serta tanah yang subur dengan di tumbuhi segala jenis tanaman pangan.
Apa yang di sepakati masyarakat akhirnya tercapai sudah, dimana akhir tahun 2008 Pempus mengeluarkan RUU (rancangan undang-udang) tentang pembentukan kabupaten baru di Kabupaten Induk Paniai yakni Deiya dan Intan Jaya. Selang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada hari Selasa, 26 Mei 2009, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia telah melantik Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau dan Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage di Aula Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri di Jakarta. Selanjutnya, ke dua Penjabat Bupati tersebut diantar secara terpisah pada hari yang berbeda oleh Bupati Induk Paniai, Naftali Yogi. Penjabat Bupati Deiyai diantar pada Kamis (11/6-09) ke Waghete Ibu Kota Kabupaten dan Penjabat Bupati Intan Jaya diantar pada Sabtu (13/6-09) di Sugapa, sebagai letak Ibu Kota Kabupaten.
Arti dari nama itu telah menjadi satu rahasia tersendiri bagi masyarakat setempat di Negeri ini, karena yang pastinya Deiyai merupakan sebuah kata indah dari kekayaan yang masih sampai dengan saat ini terpendam di dalam tanah yang sebagaimana di sebut orang Papua pada umumnya yakni sebagai “MAMA”.
Sudah barang tentu, ketika mata, telinga, hati dan perhatian mulai di manfaatkan tidak lain dan tidak bukan adalah hanya untuk akan melihat, mendengar, merasakan dan menunjukan pada hal-hal yang baru pula. Misalnya saja, Kabupaten Deiyai ini, yang sebagaimana merupakan daerah pemekaran baru dari Kabupaten Induk Paniai, yang telah di mekarkan pada tahun 2009 lalu, dan kabupaten ini sudah memiliki seorang pemimpin yang akan merintis daerah ini dengan satu pondasi yang kuat, sehingga kelak tidak lagi rubuh atau rusak ketika di saat badai atau tantangan datang silih berganti.
Artinya siapapun dia, baik orang asli Mee, orang Papua bahkan orang non Papua akan datang berbondong-bondong ke daerah ini, dengan berbagai kepentingan masing-masing. Terutama menyangkut investasi besar-besaran di daerah ini. Sebenarnya, adanya hal-hal itu sangat sekali di kehendaki oleh masyarakat setempat, karena sudah saatnya daerah inipun juga harus secara pesat berubah dari Keterpurukan, Ketertinggalan, Keterpinggirkan, Keburukan, Kemiskinan, Kebodohan dan bahkan hal-hal negative lainnya.
Tetapi jangan harap kalau saja ada orang, baik orang local Mee, orang Papua bahkan orang pendatang (non Papua), yang datang ke daerah ini dan melakukan investasinya seperti Perdagangan Minuman Keras (Miras), Perdagangan Pekerja Seks Komersial (PSK), Perdagangan Narkoba, Bisnis Judi atau Kupon Putih (Kupu) bahkan yang paling tidak diinginkan oleh masyarakat Mee di Deiyai yakni di lakukannya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh semua Pejabat. Beberapa poin-poin tersebut merupakan hal terpenting yang harus mulai di berantas dari sekarang, atau saat-saat daerah ini masih di bilang dalam tahap pondasi atau kata lainnya lagi masih berusia seumur jagung ini.
Hal demikianlah, secara konkrit memang sangat diharapkan terelebih kepada Tokoh-Tokoh Intelektual, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, juga pimpinan-pimpinan pemerintah, baik Kepala Kampung, Kepala Distrik bahkan juga Penjabat Bupati, terkait dengan penolakan segala macam bisnis yang hanya dapat merugikan Tanah, Daerah, serta Masyarakat setempat dari virus-virus ini “Miras, PSK, Narkoba, Judi bahkan KKN”.
Apa itu Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN
“MIRAS”. Perlu di ketahui bahwa ketika kelak hadirnya Miras di Negeri Deiyai ini akan berdampak pada Perkelahian, Pembunuhan, Pemerkosaan, Pencurian, Penganiayaan, Pembodohan, Malas, dan Tidak Kreatif, Apatis, Asosial. Itulah beberapa dampak-dampak negative yang akan terjadi kelak, apabila perdagangan Miras seperti (Brendi, Mension, Wiski, Bir, Anggur, Arak, Baram, Tuak, Topi Miring, Cap Tikus bahkan minuman-minuman lokal lainnya seperti Bobo, Saguer dan lain-lain) di izinkan atau di Perdakan oleh Pemerintah Daerah setempat.
Kalau di daerah yang sudah berusia tua, tentunya masalah Miras semakin sulit untuk diberantas karena banyak invisible hands yang menjalin mata rantai pemasaran dan pengamanannya. Pasalnya, hingga saat ini memang sering kita baca di Koran dan nonton di TV bahwa pemusnahan terhadap sejumlah Miras hasil sitaan pihak berwajib, namun tampaknya tidak menyurutkan peredaran Miras, malah semakin merajalela di mana-mana. Hal ini disebabkan karena yang dilakukan oleh aparat hanyalah menyita sebagian saja dari beberapa Toko tertentu yang tidak memiliki ijin dan penyelundupan Miras, tapi tidak memangkas mata rantainya dan menegakkan aturan yang berhubungan dengan Miras.
Sebenarnya peraturan hukum tentang Miras ini sudah cukup memadai dalam KUHP, misalnya pasal 536,538,539 semuanya telah mengatur tentang Miras, hanya saja menurut hemat saya perlu direvisi dan dipertegas lagi agar betul-betul mengenai sasarannya. Berdasarkan informasi dari salah seorang ahli hukum, keraguan menindak orang yang berhubungan dengan Miras ini, salah satunya adalah karena pasal-pasal yang mengatur tentang Miras itu masih rancu dan kurang jelas dan banyak tidak mengenai sasarannya. Sehingga itu sulit di berantas karena sudah tentunya daerah-daerah itu telah berusia tua, kebanding daerah Deiyai ini, yang mana saat ini masih belum bisa berjalan sehingga apa salahnya kalau pihak-pihak yang berkompoten di daerah ini mulai mempertegas kearah yang lebih baik.
“PSK”. Begitu juga jika kalau di daerah ini di izinkan Pemerintah Daerah untuk adanya perdagangan PSK, maka dampak negative kedepan yang akan terjadi di daerah ini adalah meningkatnya penyakit HIV-AIDS, karena sudah barang tentu bahwa setiap PSK yang datang 100 persen sesuai degan hemat saya adalah positif HIV-AIDS.
“Narkoba”. Masalah lainnya yakni masalah Narkoba, jika di izinkan lagi oleh pihak-pihak yang berkompoten maka yang akan menjadi sasaran utama dampak negative adalah anak-anak muda (pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa). Semua jenis Narkoba mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi pemakainya, misalnya kematian langsung, kanker, ketergantungan terhadap obat-obat terlarang, pemalas, menjadi bodoh, tidak kreatif, pendiam, suka melawan, dan kurang nafsu makan. Begitu juga dampak penyalahgunaan Narkoba yakni “Merusak hubungan kekeluargaan; Menurunkan kemampuan belajar; Ketidak mampuan membedakan mana yang baik dan buruk; Perubahan perilaku menjadi asosial; Merosotnya produktivitas kerja; Dan gangguan kesehatan”.
Dengan demikian penyalah gunaan Narkoba mempunyai dampak yang sangat besar pada Tatanan social keluarga dan masyarakat sehingga dapat terjadi tindakkan criminal dan gangguan ketertiban dan keamanan. Pokoknya Narkoba adalah pembunuhan secara perlahan namun pasti terhadap semua pemakainannya atau dengan kata lain “Generation Cleansing“ atau pemusnahan generasi.
Mengapa ? Karena Narkoba merupakan jaringan bisnis yang besar dan global dengan memiliki satu tujuan politik mendasar, yaitu menghancurkan generasi yang akan datang dengan cara membodohkan mereka. Hal ini ada hubungannya dengan persaingan antar Negara-negara di dunia ini untuk muncul sebagai Negara adikuasa. Untuk tujuan itu, maka generasi muda beberapa Negara yang menjadi saingan tadi harus “dihancurkan” agar gampang dikuasai.
Pasalnya, ada banyak alasan mengapa orang mengkomsumsi Narkoba, diantaranya: “Karena gampang diperoleh (availability), ingin tahu dan mencoba (Curiosity and Experiment) mencari identitas diri (Self – Identity), akibat depresi (depression) perlawanan (rebellion) akibat rumah tangga yang berantakkan/orang tua super sibuk (lack of love and attention), agar dapat diterima dikalangan teman-teman sejawat (Accepted bypeer group) dan upaya untuk menghilangkan stress, kebosanan hidup dan rasa sakit (as a way of relaxor cope with stress, boredom and pain)”.
Ciri-ciri seseorang yang mengkomsumsi Narkoba dapat dilihat karena; “Rasa Gembira yang berlebihan meskipun tidak wajar. (Karena fungsi kendali otak menjadi lemah); Rasa harga diri meningkat sehingga pemakai merasa diri hebat namun semuanya semu belaka; Dan banyak bicara walaupun alur bicaranya sukar diikuti”.
Menurut berita-berita di surat khabar, sasaran Narkoba bukan saja anak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pula pegawai negri dan polisi. Narkoba bukan saja beredar di kota-kota, tapi juga di desa-desa, termasuk “Deiyai”, hal itu jika saat ini tidak di kontrol baik oleh semua komponen yang berkompoten di Negeri ini. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum bahwa Narkoba adalah sebuah bisnis yang besar dan global serta memiliki mata rantai yang sangat rapih dari berbagai unsur terkait mulai dari produsen, pengedar, konsumen, aparat hukum, aparat keamanan dan bahkan elit politik, itulah sebabnya Narkoba sulit diberantas hingga saat ini sekalipun Undang-Undang yang mengatur tentang hal itu sudah ada. Misalnya UU NO 5/1997 tentang Psikotropika dan UU no 22/1997 tentang Narkotika.
“Judi”. Masalah lainnya, yakni Judi. Dimana perkembangan Judi Kupu ini khususnya di kota-kota besar, tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan. Berdasarkan hasil update saya melalui salah satu LSM bahwa ekses yang kurang baik dari Kupu ini yaitu mulai dari system tertutup, sekarang sudah terbuka dapat disaksikan di mana-mana. Informasi utama yang ditanyakan oleh setiap pegawai saat pergi ke kantor adalah informasi tentang nomor Kupu yang berhubungan dengan ekor, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kemudian apakah ekor dan puluhan tersebut ganjil atau genap. Disamping di utak-atik melalui rumus, ada yang mencoba menganalisis berbagai mimpi. Dampak negative yang lain, yaitu takkala tidak ada uang untuk membeli Kupu, utang pada temanpun jadi.
Yang lebih parah lagi, sering uang belanja, uang untuk beli susu, uang untuk koperasi, uang untuk Harisan, harus di korbankan untuk membeli Kupu ini. Pernah suatu hari ditempat orang mati, seseorang harus segera pulang dengan alasan takut terlambat memasang buntut. Memang sulit untuk menyimpulkan apakah Judi Kupu ini lebih banyak merugikan atau bahkan menguntungkan bagi para pecandunya karena hingga saat ini belum pernah ada penelitian mendalam tentang hal itu. Yang sering terjadi adalah perkelahian antara Sub Bandar dengan pemenangnya, karena tidak bisa membayar semua kemenangannya. Kehancuran rumah tangga atau pencurian terhadap Kupu ini masih belum terdengar.
Penindakkan terhadap pecandu Kupu masih belum ada, kecuali pada bandarnya, namun dilepas kembali mungkin karena pasal dan ayat KUHP yang khusus menyebut tentang hal itu belum ada. Sebenarnya beberapa pasal dan ayat dalam KUHP sudah ada menyinggung tentang Judi, namun tampaknya masih lemah dan kabur, sehingga perlu direvisi dan dipertegas lagi tentang jenis-jenis Judi yang dilarang dan bentuk tindakkan dan hukumannya.
“KKN”. Masalah terakhir yakni tentang KKN. Perlu kita ketahui bahwa, jika di daerah ini (Intan Jaya) di awal-awal perintisan bermula dengan KKN, maka apa yang di cita-citakan oleh masyarakat Moni, seperti adanya perubahaan pembangunan di daerah ini yang saat ini masih di bilang sangat jauh dari daerah-daerah lain misalnya, Keterpurukan, Ketertinggalan, Keterpinggirkan, Keburukan, Kemiskinan, Kebodohan dan bahkan hal-hal negative lainnya, tidak akan tercapai.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN adalah salah satu perbuatan yang melanggar hukum dan membawa dampak negative yang sangat besar dibanding positifnya. Apalagi bila dilihat dari sisi agama, lebih banyak masalah dari pada manfaatnya, dan semua agama dengan tegas melarang umatnya untuk mengkonsumsi Miras, Narkoba, Jajan Seks sembarangan, bermain Judi bahkan melakukan KKN.
Oleh sebab itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan upaya penanggulangannya agar berbagai dampak negative dari Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN tidak dapat terjadi di daerah Deiyai yang di kenal dengan melimpahnya kekayaan alam ini. Melalui kebersamaan dari semua komponen yang berkompoten, misalnya Pemda Kabupaten Deiyai, Pengusaha-pengusaha (Investor), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, LSM-LSM, dan lain sebagainya di awal-awal pelaksanaan kegiatan pembangunannya, dan tidak perlu lagi ada izin melalui PERDA dan lain-lainnya...!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
02.32
0
komentar
Label: EDITORIAL, KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
29 Oktober 2010
Alex Pekei : “Monitoring dan Evaluasi Keuangan SKPD di lakukan bulan November 2010”
Kepala Inspektorat Kabupaten Deiyai melalui Sekretarisnya, Alex Pekei, S.Pd kepada media ini, Jumat (29/10) lalu ketika dikonfirmasi terkait dengan kegiatan monitoring dan Evaluasi data administrasi keuangan oleh pihak Inspektorat di lingkungan pemerintah kabupaten Deiyai. Kepada media ini, Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi data administrasi keuangan yang dimulai dari tingkat Distrik.
Pasalnya, ada sebanyak 5 distrik di Deiyai, yang mana beberapa Distrik seperti Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat telah di lakukan audit oleh pihaknya, sementara 2 distrik yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten seperti Distrik Bouwobado dan Kapiraya sedang dilakukan audit.
“Setelah dua distrik itu kami lakukan audit, barulah kami akan melakukan audit di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan pemerintah kabupaten Deiyai,”ujarnya.
Dikatakannya, sementara ini, pihak Inspektorat lagi fokus untuk melakukan audit administrasi keuangan di tingkat Distrik, setelah itu baru ke Dinas, Badan dan Kantor di Lingkup Kabupaten Deiyai.
Untuk itu, kata Alex kepada semua SKPD diharapkan sudah bisa menyiapkan data administrasi keuanganya dari sekarang, karena tidak lama lagi (pada bulan november minggu pertama atau kedua-red) staf dari Inspektorat sudah mulai turun kelapangan (turlap-red) guna melakukan kegiatan audit data administrasi keuangan.
“Tetapi yang jelasnya, satu minggu sebelum pelaksanaan audit, akan kami bagikan undangan kepada semua SKPD di lingkup Kabupaten Deiyai, supaya biar jelas agar semua SKPD tidak keliru dalam persiapan pelaksanaan audit yang dilakukan oleh staf-staf dari Inspektorat.”tandasnya. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
23.47
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Biak Juara Umum Festival Kreasi Seni se Papua
Kontingen Kabupaten Biak Numfor ditetapkan sebagai juara umum festival kreasi seni XI se-Papua dan merebut piala bergilir Gubernur Papua Barnabas Suebu SH, Minggu malam. Empat jenis lomba festival kreasi seni XI, kabupaten Biak Numfor merebut dua juara satu, di antaranya kategori cerita rakyat (sosio drama) dan Pop singer putra.
Sementara di kategori lomba jenis penataan stand pameran Biak dan pop singer putri, kabupaten Biak Numfor sebagai juara harapan satu serta harapan dua tari balada Cenderawasih. Gubernur Papua Barnabas Suebu, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Biak Drs Johanis Than MM mengatakan, festival seni itu sebagai upaya meningkatkan kreasi seniman daerah ini.
Melalui ajang festival kreasi seni se-Papua ini diharapkan menghasilkan seniman-seniman Papua berkualitas dan sanggup bersaing dengan seniman daerah lain di Indonesia bahkan seluruh dunia. Pelaksanaan kegiatan ini di tahun mendatang harus lebih baik penataannya sehingga setiap kabupaten/kota dapat berpartisipasi mengirim peserta mengikuti festival kreasi tersebut.
Gubernur Suebu menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba sementara bagi peserta yang belum berhasil dapat menjadikan motivasi untuk mencapai keberhasilan di masa mendatang.“Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tuan rumah kabupaten Biak Numfor yang meraih juara umum pada festival kreasi seni se-Papua 2010,” ujar Gubernur Suebu.
Selain juara umum direbut kabupaten Biak Numfor, panitia pelaksana festival kreasi seni XI se-Papua juga menetapkan kabupaten Paniai sebagai tim favorit dalam festival kreasi seni 2010.uara setiap jenis lomba masing-masing, tari balada Cenderawasih juara I (Asmat), juara II (Yapen Kepulauan) dan juara III (Yakukimo), harapan I, II dan III direbut Paniai, Biak Numfor dan kabupaten Waropen.
Lomba cerita rakyat (sosio drama) juara I ( Biak Numfor), juara II (Supiori) dan juara III (Asmat), sementara juara harapan I, II dan III direbut kabupaten Yahukimo, kabupaten Yapen Kepulauan serta kabupaten Waropen. Kategori pop singger putra, juara I Biak, juara II kabupaten Yapen Kepulauan dan juara III Supiori, sedangkan juara harapan I, II dan III masing-masing kabupaten Asmat, Yahukimo dan Yapen kepulauan.
Untuk jenis lomba pop singger putri, juara I (Biak), juara II (Yahukimo), juara III (Asmat) sedangkan harapan I, II dan III direbut kontingen Biak, Supioiri dan kabupaten Waropen.
Kategori lomba penataan stand pameran, juara I (kabupaten Yapen kepulauan), juara II (Waropen), juara III (Supiori) sementara juara harapan I, II dan III masing-masing disabet kabupaten Biak, Yahukimo dan kabupaten Asmat. [jga-Antara]
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
23.42
0
komentar
Label: SOSIAL BUDAYA
27 Oktober 2010
Boaz Menangkan Persipura, Ketika melawan Persibo Bojonegoro
Trend positif tim ‘Mutiara Hitam’ Persipura Jayapura di ISL musim ini terus berlanjut. Setelah sukses menekuk Persijap Jepara dengan skor 3-1, anak –anak asuh Jacksen F Tiago kembali menuai poin penuh usai menaklukkan tuan rumah, Persibo Bojonegoro dengan skor tipis 1-0, Rabu (27/10), di Stadion Brawijaya Kediri.
Sejak babak pertama dimulai kedua tim bermain dalam tempo lambat. Walau demikian tim tuan rumah sempat memperoleh beberapa pelung mencetak gol. Dimenit ke-24 sebuah tendangan keras Cucu Hidayat dari luar kotak penalti masih mampu digagalkan penjaga gawang Persipura, Yoo Jea Hoon. Begitu juga dengan peluang yang diperoleh Victor da Silva di menit ke-27 dan Samsul Arif pada menit ke-30 belum mampu menebus gawang Persipura.
Tim ‘Mutiara Hitam’ sendiri nyaris tanpa peluang yang berarti sepanjang babak pertama berlangsung. Skor 0-0 akhirnya bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua Persibo Bojonegoro tetap mengendalikan permainan. Beberapa kali tim asuhan Sarto Anwar ini mengancam gawang Persipura. Merasa kalah agresif dalam penyerangan, pelatih Jacksen F Tiago akhirnya menarik keluar Gerald Pangkali dan Titus Bonay yang digantikan oleh Lukas Mandowen dan Ricardo Salampessy. Masuknya kedua pemain ini cukup efektif. Terbukti dua kali Lukas memperoleh peluang namun masih gagal menembus jala Persibo yang dikawal Wahyudi.
Sejak itu Persipura mulai mengambil alih serangan. Permainan dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas Persipura mulai terlihat. Hasilnya berkali-kali tim ‘Mutiara Hitam’ merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Sayang tak satupun gol mampu tercipta.
Gol yang dinanti-nantikan oleh kubu Persipura akhirnya terjadi juga di menit ke-88 melalui Boaz Solossa. Boaz yang menerima umpan terobosan Zah Rahan berhasil mengecoh penjaga gawang Wahyudi sebelum melepaskan tendangan menyusur tanah ke sisi kiri gawang Persibo. 1-0 Persipura unggul. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-9 Boaz dimusim ini dan makin memantapkan psosinya sebagai top skor sementara ISL.
Meski Persibo Bojonegoro masih terus berusaha menyamakan skor dimenit-menit akhir pertandingan, namun hingga wasit meniupkan pluit panjang tanda pertandingan berakhir skor 1-0 untuk kemangan Persipura tetap tak berubah.
Dengan tambahan tiga angka ini Persipura Jayapura masih memimpin klasmen sementara ISL dengan torehan 16 poin dari 6 laga yang telah dilakoninya. Persipura Jayapura akan kembali bertandingan, Minggu (31/10), di Stadion Mandala Jayapura menghadapi Deltras Sidoarjo. (Arjuna)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: OLAHRAGA
Bantuan Pendidikan masih ditangani Sekda bagian Sosial
Terkait dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa deiyai se-Indonesia terkait dengan bantuan dana pendidikan (Beasiswa), kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Rabu (27/10) lalu mengatakan bahwa hingga sampai dengan tahun 2010 (tahun pertama hadirnya pemerintahaan Kabupaten Deiyai-red) ini tidak ada pos dana dalam Daftar Perincian Anggaran (DPA) Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Pasalnya, kata Adii. Sementara pos dana bantuan pendidikan seperti beasiswa dan lain-lainnya itu ditangani langsung oleh Sekda bagian Sosial, jadi sekarang tidak lagi ada pemikiran yang bukan-bukan dari anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia bahwa dana bantuan pendidikan ada di dinas Dikbudpora.
“Sudah sangat jelas sekali, bahwa ditahun pertama pemerintahaan Deiyai dana bantuan pendidikan tidak ada di dalam DPA Dinas Dikbudpora. Kalaupun ada pastinya akan di usulkan untuk tahun-tahun berikutnya,”tegasnya.
Ditambahkannya, perlu juga anak-anak mahasiswa ketahui bahwa Deiyai merupakan kabupaten baru tidak sama dengan Kabupaten Induk Paniai atau kabupaten-kabupaten lainnya sudah maju dan mandiri. Kita di deiyai saja sampai saat ini, dengan dana sedikit kita gunakan untuk pembangunan seadanya. Misalnya, untuk dinas pendidikan, pembangunan yang dilakukan diantaranya Pembangunan Gedung Perpustakaan di beberapa sekolah, Pembangunan 4 Ruang Kelas Belajar dan pengadaan Meubelair.
Sementara intensif yang didapatkan oleh 14 SMP dan SMA/SMK di Deiyai, kata Kadin “Itu langsung dikucurkan dari Dirjen Pusat ke rekening sekolah-sekolah. Ya, yang jelasnya tahun-tahun berikut akan di usahakan, supaya Dinas Dikbudpora bisa menangani langsung bantuan pendidikan tersebut seperti sebagaimana yang di tanyakan oleh anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia itu dan begitupun juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Deiyai…!!! .(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Menuju “Deiyai Baru” di Butuhkan Kerja Keras
Demikian beberapa kata sederhana yang dapat saya paparkan dalam kop atau judul diatas ini. Dalam artian bahwa untuk mewujudkan 'Deiyai Baru' yang sejahtera, aman dan damai, sangatlah di butuhkan kerja keras dengan penuh kesadaran, ketulusan serta penuh pengorbanan dari semua pihak yang berkompoten di negeri ini.
Satu hal keberhasilan yang belum bisa saya buktikan sebagai contoh, karena sudah tentu semua kita telah mengetahui bahwa Kabupaten Deiyai ini masih di bilang berusia seumur jagung atau dengan kata lain masih berada pada tahap pembangunan pondasi.
Singkat kata, dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan panjang lebar menyangkut apa-apa saja yang sudah berhasil dalam artian dari sisi keberhasilan pembangunan, karena semua kita sudah tahu bahwa daerah ini adalah daerah baru yang di mekarkan dari daerah induk kabupaten Paniai, yang hingga kini masih membutuhkan banyak hal pembangunan dari berbagai sector yang pula juga tidak terlepas dari point-point penting yang terdapat dalam UU No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus-red) Papua, diantaranya, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur.
Menurut saya, untuk menuju pada tahap-tahap keberhasilan kedepan sangat perlu di tentukan dari sekarang ini, karena maju atau tidaknya pembangunan di suatu daerah di tentukan hari ini, sebaliknya bukan besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau bahkan tahun depan. Sebab suatu kelak nanti, ketika daerah ini maju merupakan usaha bersama dari berbagai pihak-pihak yang berkompoten di daerah ini, misalnya saja “Pihak eksekutif, legislatif, aparatur, keamanan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa, seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh komponen masyarakat lainnya, yang akan berperan pada Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangkah Panjang Daerah (RPJPD)”, dan sebaliknya bukanlah hasil usaha satu pihak semata.
Yang menjadi penekanan penting dari saya dalam tulisan ini yakni bahwa semua pihak yang akan menduduki jabatan-jabatan penting di daerah ini, di harapkan perlu merenungkan kembali sebelum melaksanakan tugas-tugas pemerintahaan yang di berikan oleh Pemerintah Pusat (Pempus), sebagaimana yang melantik putra dan putri terbaik untuk menduduki jabatan pada Eselon I, II, III dan IV khususnya di pemerintahan baru Kabupaten Deiyai, dan apapun yang di lakukan tentulah di lakukan dengan benar dan sesuai dengan baju Otsus.
Secara filosofis bahwa Otsus ada di tanah Papua kurang lebih 10 tahun, ternyata belum didukung dan dilandasi aturan pelaksanaannya seperti Perdasi/Predasus. Akibatnya, gerbang Otsus yang telah berjalan cukup lama ini ternyata tidak berjalan pada rel besi sebagai landasannya. Untuk itulah merupakan tugas dari semua pihak yang sebagaimana telah saya sebutkan diatas pada alinea kedua, tidak lain adalah menjalankan Otsus secara sungguh-sungguh dan benar serta perlu dijabarkan dalam program-program priotitas seperti pendidikan, kesehatan, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di kampung-kampung.
Dengan demikian apapun yang akan di lakukan kelak dalam tahap demi tahap pembangunan dapat benar-benar berpihak kepada masyarakat akar rumput di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada umumnya, dan lebih khususnya di Kabupaten Deiyai yang tercinta ini, sesuai dengan payung Otsus.
Masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Deiyai ini perlu bersyukur karena untuk mencapai visi Deiyai Baru seperti yang dicita-citakan saat ini ketika daerah ini yang sebelumnya masih berstatus Distrik dan kini telah menjadi Kabupaten Pemekaran yang masih di jabat oleh Penjabat Carateker ini telah dikarunia sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah sebagai modal dasar pembangunan daerah yang potensial untuk dikelolah dan dikembangkan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa, potensial-potensial yang akan di kembangkan diantaranya seperti sektor pertambangan, pertanian, peternakan, pariwisata dan lain-lainnya yang semuanya bisa dikelolah demi untuk kesejahteraan masyarakat setempat di kemudian waktu.
Sesuai hasil input data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa angka harapan hidup, angka rata-rata lama sekolah, angka melek huruf, angka kemampuan pengeluaran rill perkapita umumnya masih berada dibawah angka rata-rata nasional. Menghadapi tantangan itu, secara umumnya di Papua dan Papua Barat serta lebih khususnya di Kabupaten Deiyai sedikitnya ada 6 program prioritas yang perlu dilakukan. Keenam poin tersebut, diantaranya: “Peningkatan ketahanan pangan, Pengentasan kemiskinan, Pembangunan sarana/prasarana dan Peningkatan pelayanan dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak serta kecukupan gizi, perumahan/pemukiman, pembanguan jaringan irigasi, dan pemberatasan HIV/AIDS serta penyakit social lainnya”.
Juga yang perlu di perhatikan lagi kedepan yakni, masalah penataan lingkungan hidup serta program pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah/kawasan daerah perbatasan melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian-keterisolasian dan fasilitas umum lainnya.
Yang menjadi usulan saya yakni, kiranya daerah-daerah yang baru di mekarkan, salah satunya “Deiyai” ini memerlukan anggaran yang besar, karena itu sudah berdasarkan fakta di lapangan, sehingga hal ini juga tidak terlepas dari adanya dukungan atau bahkan kerja sama dari pihak kedua bahkan ketiga, supaya apa yang di harapkan masyarakat Mee saat ini untuk menuju Deiyai baru dapat tercapai.
Dengan demikian, diakhir tulisan saya ini, yang bisa saya sampaikan yakni tentunya semua kita mempunyai satu tekad dan harapan untuk kedepan adalah pentingnya ada keterpaduan dan persatuan oleh seluruh komponen masyarakat di Papua pada umumnya dan lebih khususnya di daerah Deiyai ini dengan satu tujuan dalam melakukan penggalangan (satukan-red) kekuatan dan semangat untuk membangun daerah ini dari berbagai kesenjangan-kesenjangan menuju Deiyai Baru, yang di capai pada taraf meningkatnya kesejahteraan rakyat…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii_Penulis adalah Pemuda asli Tigi Timur_Kabupaten Deiyai)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: EDITORIAL, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
25 Oktober 2010
14 Sekolah Menengah Terima Dana Insentif dari Dirjen Pusat
Kepala Dinas pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olaharaga (Kadin Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (22/10) di Waghete mengatakan bahwa sesuai informasi Direktur Jenderal (Dirjen) Manajemen Pedidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional ketika memberikan keterangan kepada semua Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Indonesia bahwa pada akhir September atau awal Oktober 2010 ini rencana dari Dirjen akan mentransfer Bantuan dana Insentif sebesar 50 juta untuk per sekolah khususnya di tingkat menengah baik SMP, SMA/SMK se-Indonesia.
Khususnya di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Deiyai, kata Adii. Ada 14 Sekolah Menengah yang ikut terlibat mendapatkan bantuan ini. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya, SMP Negeri 1 Tigi, SMP Negeri Tigi Timur, SMP Negeri Tigi Barat, SMP YPPK Waghete, SMP YPPK Diyai, SMP YPPGI Bomou, SMP YPPGI Gakokebo, SMTK Waghete, STP Gakokebo, SMA Negeri 1 Tigi, SMA YPPGI Waghete, SMA Negeri 2 Tigi Barat, SMK Negeri 1 Tigi dan SMK Ipaiye Onago.
“Terkait dengan bantuan ini telah kami lakukan sosialisasi dengan 14 Kepala Sekolah dilingkupn Pendidikan kabupaten Deiyai pada tanggal 29 September 2010 bulan lalu. Kami harapkan bantuan Insentif dari Dikdasmen itu harap disimpan untuk menungguh Juknis dan juga MOU antara Dirjen dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Indonesia.
setelah ada Juknis dan MOU akan ada pertemuan satu kali lagi untuk sosialisasikan tentang penggunaan dana yang sudah diluncurkan dari Dirjen, dan dana akan dipakai untuk kegiatan-kegiatan seperti : Intrakurikuler dan ekstrakurikuler, pembinaan guru melalui KKG/MGB dan kegiatan-kegiatan guru serta juga kegiatan siswa di sekolah. Contohnya, olahraga, kesenian dan persiapan-persiapan bahan ujian bentuk Les dan juga kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung proses belajar mengajar (PBM) dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di setiap sekolah”jelas Adii.
Lebih jauh dikatakan, pihaknya berharap kepada 14 sekolah menengah yang menerima dana bantuan insentif dari Dirjen khususnya tingkat menengah harus digunakan seefisien mungkin sesuai petunjuk Dirjen, karena akhir dari penggunaan dana bantuan ini akan ada Pertanggungjawabannya, dan pertanggungjawabannya langsung kepada Dirjen Pusat Jakarta, sementara dalam penggunaan pembinaannya dari Dinas dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota setempat. Pasalnya penyaluran dana langsung dari Dirjen pusat ke rekening sekolah.
“Kepada semua Kepala Sekolah khususnya di lingkungan Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai bahwa perlu libatkan guru-guru bantu SMP, SMA/SMK sehingga ada niat kerja mereka untuk membina murid di sekolah masing-masing, sehingga penggunaan dana ini akan tertata dan muda juga untuk pertanggung jawabannya. Dana ini diperuntukan untuk 5 bulan, yakni dari Bulan September 2010 hingga sampai Januari 2011, dan pada bulan Februari 2011 tahap pertanggung jawaban dana ke Dirjen,”tegasnya.
Ditambahkannya, bagi sekolah yang menggunakan dana sesuai petunjuk Dirjen dan juga pertanggungjawabannya sesuai petunjuk pusat berarti tahap kedua bisa diperoleh dan juga bisa ditingkatkan. !!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Merumuskan Arah Pendidikan di Daerah Baru
PENDIDIKAN merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen manusia. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab terhadap pendidikan dengan kadar dan kapasitasnya yang berbeda-beda. Guru berperan sebagai tenaga pendidik, yang menentukan kwalitas dan mutu lulusan sekolah; pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) berperan sebagai pengambil kebijakan dan pengawas; masyarakat berperan sebagai pelaksana, pengawas dan penyelenggara. Hingga kini peran masing-masing komponen ini belum maksimal diwujudkan, sehingga sangat jelas mutu dan kwalitas pendidikan masih merendah.
Artinya, kebijakan yang merakyat dan berpihak pada pendidikan belum dirasakan sepenuhnya dilaksanakan di negeri ini. Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Intan Jaya merupakan kabupaten-kabupaten pemekaran yang baru hadir diantara kabupaten baru lain di seluruh tanah air Indonesia.
Kabupaten-kabupaten ini dalam konteks bidang pemerintahan dikatakan baru hadir, sedangkan pendidikan sudah sejak 1936-an mulai terjadi, khusus daerah Mee dan Moni. Keberlanjutan proses penyelenggaran pendidikan itu terus akan berjalan beriringan dengan perjalanan waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat.
Tingkat ketercapaian pendidikan banyak yang sudah dicapai, namun masih banyak juga meninggalkan tugas yang harus dilaksanakan di daerah atau kabupaten baru. Sebagai kabupaten-kabupaten yang baru dan di dalam kabupaten-kabupaten yang baru itu hadir tugas-tugas yang baru dan dipandang berat. Tugas dan tanggungjawab semakin berat dan besar pula. Untuk mengorganisasi dan mempertanggungjawabkan tugas-tugas tersebut harus diawali dengan langkah-langkah pertama di masa awal pemerintahan yang baru di segala bidang, terutama bidang pendidikan.
Itulah sebabnya, peran setiap komponen tadi dianggap dan dipandang penting dalam keterlibatannya untuk merumuskan arah dunia pendidikan di daerah. Arah pendidikan yang harus dirumuskan bersama adalah merupakan langkah awal dan pertama dalam membangun dan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan berkwalitas. Dalam mengakomodir peran-peran seluruh komponen masyarakat dan terutama stakeholder pendidikan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swasta, maka mestinya dilakukan dialog, diskusi dan komunikasi bersama untuk merumuskan arah pendidikan di daerah-daerah pemekaran baru tersebut.
Hal ini dengan maksud agar aspirasi setiap komponen masyarakat tersalur dan sebagai bahan dasar pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sana. Merumuskan visi atau arah pendidikan adalah sebuah agenda penting dan mutlak harus dilakukan di daerah pemekaran oleh daerah itu sendiri. Daerah memiliki kewenangan dalam merumuskan visi pendidikannya dengan perhitungan dan pertimbangan visi dan misi serta tujuan pendidikan yang berskala nasional dan provinsi serta keunikan, potensi dan karakteristik daerah dimana pendidikan diselenggarakan dan visi yang hendak dirumuskannya.
Disini ada tiga cara perumusan visi pendidikan di daerah baru, seperti Kabupaten Intan Jaya, Deiyai dan Dogiyai, yang didahului dengan mempelajari keunikan, potensi dan karakteristik. Pertama, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mengajukan rumusan visi pendidikan kepada pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) untuk selanjutnya dimasukan kedalam Rencana Strategis Pembangunan Daerah (Renstra) melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Jika hal ini terjadi, maka perumusannya melibatkan seluruh stakeholder pendidikan di daerah itu sebelum diajukan ke Pemerinta Daerah.
Jadi, orang Dinas Pendidikan tidak berhak merumuskan visinya dengan keinginannya sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, maka harus dirumuskan bersama. Kedua, sebelum Renstra dibuat dan dirumuskan, pemerintah (Eksekutif dan Legislaif) menawarkan visi pendidikan di kabupatennya kepada dinas terkait di daerah itu. Visi pendidikan yang ditawarkan pemerintah dikomunikasikan dan didiskusikan oleh seluruh stakeholder pendidikan untuk mengambil keputusan akhir atas visi tersebut di tingkat pelaksana dan penyelenggara pendidikan.
Diskusi untuk membahas visi pendidikan tersebut difasilisi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Keputusan akhir daripada rumusan visi pendidikan dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai arah pendidikan daerah itu. Ketiga, pemerintah memfasilitasi dan menghadirkan seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan visi pendidikan. Visi pendidikan di daerah dirumuskan bersama dan dijadikan sebagai arah perjalanan pendidikan di daerah. Pemerintah dalam hal ini adalah Komisi Pendidikan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau oleh Bupati langsung memimpin proses perumusannya.
Untuk memilih cara dan jalan yang mana merupakan hak dan kewenangan daerah. Visi pendidikan yang dirumuskan di tingkat ini adalah visi pendidikan di daerah. Perumusan visi pendidikan dengan cara dan jalan seperti diatas merupakan sebuah konsensus bersama antara Eksekutif, Legislatif, Dinas Pendidikan dan Stakeholder Pendidikan yang ada, terutama dengan melibatkan organisasi sekolah.
Jika hal ini terjadi di Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya sebagai kabupaten baru, berarti kebijakan Top Down Planning dibalik menjadi sebuah kebijakan yang aspiratif, populis dan melembaga sekaligus merakyat. Tujuan utama dilakukan demikian dengan harapan ada dan terjadi satu kesatuan tindakan dan aksi karena seluruh elemen penyelenggara pendidikan mudah memahami ide-ide dasar dari visi, misi, dan tujuan yang hendak dicapai. (jga-David Goo, S.Pd _Penulis tinggal di Makewapa-Idakebo)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: EDITORIAL, PENDIDIKAN
Terkait dengan Penggunaan Anggaran. Bupati: “Semua SKPD diminta segera siapkan Pertanggung Jawaban Keuangan“
Beberapa kegiatan khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, misalnya seperti Kegiatan Ujian Nasional (Unas), Kegiatan Pesparawi di Manokwari, Kegiatan Pramuka di Jayapura, Kegiatan Ujian Paket A, B dan C tahap Pertama dan Kegiatan Festival di Biak Numfor agar segera memberikan pertanggungjawaban keuangannya kepada Bendahara pengeluaran (BP) Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai,”demikian di tegaskan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini Jumat (22/10) lalu di waghet.
Dikatakannya, ini merupakan keputusan dan Instruksi dari bapak Bupati. Jadi setiap dana yang sudah di gunakan di harapkan dapat menyiapkan pertanggungjawaban oleh setiap Panitia dari kegiatan-kegiatan tersebut. Jadi kegiatan-kegiatan ini harap di laporkan lengkap dengan pertanggungjawaban bukti-bukti fisik kegiatan kepada BP Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, supaya dalam pemeriksaan kedepan akan lebih muda untuk di audit pihak terkait.
Sebelumnya, kata Adii. Pada Jumat minggu lalu semua pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Deiyai dalam rapat terbatas dengan Bupati. Pada keputusan akhir yang disampaikan oleh Bupati bahwa setiap dana dari daftar perincian anggaran (DPA) yang sudah dicairkan pada Triwulan Pertama dan kegiatannya sudah dilakukan oleh masing-masing SKPD harap disiapkan bukti fisik untuk pertanggungjawabannya nanti, sehingga muda juga untuk adanya pencairan dana triwulan dua, tiga dan empat dari pihak keuangan daerah.
“Dana yang ada di DPA bulan November 2010 segera dikeluarkan, henta itu dana proyek atau dana rutin, selanjutnya diharapkan kepada BP setiap Dinas harap menyiapkan pertanggung jawaban untuk dana-dana yang sudah digunakan dalam DPA masing-masing Dinas,”jelasnya.
Sementara itu, ditambahkannya. Khusus untuk dana kegiatan pembangunan fisik Pendidikan, diundurkan tahap kedua, karena pada tahap pertama mengalami kendala yakni Panitia Lelang dan PPTK ulur-ulur waktu guna menandatangani. Jadi PPTK dan Panitia Lelang itu melaksanakan tugas berdasarkan SK Kepala Dinas, namun Triwulan Pertama dan kedua itu sudah tertunda sampai triwulan ketiga, akhirnya bulan November ini akan dicairkan untuk triwulan tiga, dan satu triwulan lagi akan dicairkan bulan November 2010…!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
15 Oktober 2010
20 Anggota DPRD Deiyai Resmi Dilantik
Sebanyak 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai, pada Sabtu (16/10) lalu, resmi dilantik. Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Deiyai hasil Pemilu Legislatif 2009 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire ini sesuai Keputusan Gubernur Papua Nomor 94 Tahun 2010 tanggal 19 Agustus 2010 tentang Peresmian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deiyai Periode 2009 sampai dengan 2014.
Pelantikan lewat rapat paripurna istimewa dalam rangka peresmian, pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Deiyai bertempat di Aula Kaboudabi Proki St. Yohanes Pemandi Waghete Deiyai ini turut dihadiri Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Paniai, Wakapolres Paniai, pejabat di lingkungan Pemda dan sejumlah elemen masyarakat Deiyai.
Pantauan media ini, acara pelantikan yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini berjalan aman dan lancar dibawa pengamanan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Paniai dan anggota Koramil Waghete. Adapun keduapuluh anggota dilantik ini, diantaranya Silas Pigai dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Zet Yeimo dari Gerindra, Rufus Dou dan Yohanes Adii, S.Hut masing-masing dari Partai Barisan Nasional (Barnas).
Selanjutnya, Piter Pekei dan Nataniel Yatipai dari Partai Persatuan Daerah (PPD). Amos Edowai, SE dari Partai Kebangkitan Bangsa, Yunias Edoway dari Partai Pemuda Indonesia, Piet Badii dari Partai Demokrasi Pembaharuan, Akulian Bobi dan Demianus Pekei, keduanya dari Partai Karya Perjuangan dan Aten Edowai, S.Pak dan Wilem Giyai dari Partai Pelopor.
Kemudian, anggota atas nama Yosep Pekei, SE dan Simon Takimai dari Partai Golongan Karya (Golkar), Akulian Douw dari Partai Persatuan Pembangunan, Maksimus Takimai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Paulus Tobai dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Anton Pakage dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama dan terakhir Agusten Anou yang juga dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama. Keseluruhan anggota dewan yang dilantik ini berada pada Daerah Pemilihan (Dapil) Deiyai.
Usai pengambilan sumpah dan janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, diwakili langsung Wakil Ketua, Nelson Panjaitan, SH, Sekretaris Dewan (Sekwan) Deiyai, Drs.Willem Y. Keiya mengumumkan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Deiyai sementara, kemudian dilanjutkan penyerahan palu/tongkat pimpinan DPRD Deiyai, yang diterima Ketua DPRD sementara, Aten Edowai, S.Pak.
Pada kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage dalam sambutannya mengatakan masyarakat memberikan kepercayaan kepada anggota dewan untuk memangku jabatan lembaga legislative dewan selama kurun waktu 5 tahun. Oleh karena itu, para anggota dewan yang baru dilantik harus berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas, kewajiban, fungsinya yang akan diemban sesuai dengan peraturan Perundang-undangan berlaku.
Tugas dan kewajiban ini, lanjut penjabat bupati, diantaranya pertama kerja sama menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pembahasan anggaran untuk setiap tahun anggaran. Kedua ketetapan dan keputusan dewan tentang Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan bersama-sama dengan pihak eksekutif.
Ketiga, orientasi tugas mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu, keempat, kata Blasius, mengembangkan dan mengali sumber-sumber pendapatan asli daerah bersama pemerintah daerah, meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kemampuan guna memenuhi dan melaksanakan fungsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang dewan serta terakhir mendukung program unggulan pemerintah Provinsi Papua dan Pemda Deiyai meliputi sektor utama yang merupakan program Pemda seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Tambah Blasius, selama kurun waktu 5 tahun ke depan para anggota DPRD tentunya melaksanakan fungsi control dewan, sehingga diperlukan koordinasi dan konsulatasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati serta pula dengan para pejabat di lingkungan Setda Deiyai dalam menunjang dan mendukung tugas-tugas kedepan akan terjamin.
Akhirnya, diluar itu para anggota dewan terhormat ini bersama masyarakat untuk dapat mendukung pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Kabupaten Deiyai pada umumnya.
Aten Edowai Nakodai DPRD Deiyai Sementara
Aten Edowai, S.Pak, dari Partai Pelopor Kabupaten Deiyai untuk sementara waktu menakodai atau menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deiyai. Sementara untuk jabatan Wakil Ketua sementara dipegang Agusten Anou dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama.
Kedua anggota DPRD Deiyai, menjabat pimpinan sementara lembaga legislatif Kabupaten Deiyai berdasarkan perolehan suara terbanyak pada Dapil Deiyai (meskipun data peroleh suaranya belum diterima media ini secara lengkap)…….(jga-wan-papuaposnabire)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
My Number NPWP
My Daily
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan