Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seseorang, seperti misalnya pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan individu tersebut mengalami stress bahkan depresi.
Dalam dunia kerja, kebosanan kerja menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian mengingat bahwa hal tersebut akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pekerja di tingkat atas (Managerial Level). Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara melakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan, melaksanakan Company Gathering, memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya.
Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk membuat para pekerja tidak merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Dari sisi individu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat terbebas dari kebosanan kerja tersebut?
Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu; Pekerjaan Tidak Menarik atau Tidak Menantang Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks pekerjaan maka otak manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik.
Setiap saat menemukan tugas atau tantangan baru maka otak akan berusaha untuk menguasai tugas tersebut, dan sesudah berhasil menguasainya maka otak membutuhkan stimulasi baru. Jika stimulasi atau tantangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulang apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga timbul kebosanan.
Kita bisa lihat dengan mata telanjan misalnya di daerah mana saja termasuk di Tanah Papua sendiri, banyak orang yang dengan menggenakan pakai dinas Pemda masih harus nongkron di pasar, depan Toko/kios atau tempat keramaian lain. Para Pekerja akan sangat mudah menjadi bosan setelah menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu seminggu duaminggu dan minggu lain sudah bosan. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan pengetahuan, kemampuan dan atau disiplinm Ilmu yang diraih si pekerja akan cenderung membuat ia mengalami kebosanan kerja, karena tidak memiliki otonomi.
Tidak Melakukan Apa-apa
Dalam suasana di kantor-kantor Pemerintah manapun biasanya sangat sepi dan tidak melakukan apa-apa. Sehingga sesuai pantaun penulis di lapangan ada masyarakat yang pegawai yang menjinjin sekop keladang, ada juga terlihat yang lainnya memegang Map ditangan dan masuk keluar di kantor. Di saat-saat kondisi seperti itu, tentunya ada banyak argument yang muncul, misalnya saja seperti ini: “Enak sekali hidupnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana punya pekerjaan tetap untuk menjamin keluarga, punya jabatan tinggi, tiap hari hanya tinggal makan dan tidur saja, tetapi masih juga melakukan hal-hal yang sama seperti kayak orang yang tidak punyak kerja, pada itu di saat-saat jam kerja. Tidak seperti saya yang setiap harinya harus bekerja membanting tulang dari subuh sampai tengah malam untuk bisa makan"demikian lontaran kata-kata emosional itu belum tentu benar atau salah.
Karena dalam kehidupan ini banyak sekali individu yang justru merasa bosan karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tertentu karena sudah dikerjakan oleh orang lain.
Ada banyak manager yang akhirnya tidak bertahan di suatu perusahaan meski menyandang jabatan sangat tinggi karena ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi dalam hal ini datang ke kantor dan duduk-duduk saja sambil memberi perintah belum tentu akan membuat seseorang tidak mengalami kebosanan. Pasalnya, kebosanan kerja bukan saja memberikan dampak yang negatif bagi kinerja individu dalam perusahaan/organisasi, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis yang dapat mengganggu kesejahteraan jiwa individu tersebut.
Dampak psikologis tersebut misalnya timbulnya rasa hampa dalam diri individu tersebut, meragukan kemampuan diri sendiri atau sebaliknya justru bersikap arogan karena merasa semua tugas dapat dikerjakan tanpa kesulitan, hilangnya motivasi kerja, dan sebagainya.
Dengan melihat dampak-dampak tersebut maka kebosanan kerja perlu segera ditangani agar tidak sampai menyebabkan stress atau depresi. Beberapa cara berikut ini mungkin layak anda pertimbangkan jika kebetulan anda merasa bosan dengan pekerjaan anda saat ini, bisa saja terjadi kebosanan kerja. Sehingga banyak management baik yang ada di pemerintah dan terlebih di perusahaan-perusahaan besar memberlakukan waktu kerja dan waktu untuk beristirahat atau Cuti, seperti yang saya alami, yakni saya bekerja selama enam minggu dan dua minggunya cuti, hal demikian supaya tidak lagi ada kebosanan kerja bagi setiap kita……Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii & Elias Japugau)
PSD Demak
-
Rekor musim ke musim
← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21
Baris 61: Baris 61:
* 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng)
* 2...
13 jam yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar