Hingga kini berbagai keluhan dikalangan Guru dan Staf di lingkungan Pendidikan Kabupaten Deiyai menyangkut belum jelasnya pembayaran dana Kesejaheraan dan Lauk Pauk (LP-Triwulan kedua) Guru dan Staf di lapangan, membuat Guru dan Staf patah semangat untuk melakukan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah bahkan di kantor.
Dengan demikian menanggapi keluhan-keluhan tersebut bahkan pertanyaan dari guru-guru serta staf di lapangan menyangkut Dana Kesejahteraan dan Dana LP beberapa waktu lalu telah berlangsungnya audance antara pihak guru-guru dengan Kepala Dinas Dikbubpora yang juga turut serta hadir Danramil, Kapolsek serta Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam suatu pertemuan yang di lakukan di Aula Distrik Tigi, Jumat (6/8), dan juga berlangsung pertemuan yang sama di jam yang berbeda tepatnya di aula kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Kepada media ini Kepala Dinas DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd, Selasa (10/8) pagi kemarin mengatakan bahwa sesuai kesepakatan bersama dengan Guru-Guru dan Staf dilingkungan Pendidikan Deiyai, bahwa usai kegiatan hari kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2010, akan di lakukan pembayaran Dana Kesejahteraan dan Dana LP kepada semua Guru-Guru dari TK sampai dengan SMA/SMK serta Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai.
“Untuk itu hal yang namanya palang memalang khususnya di sekolah-sekolah segera di buka, dan biarkanlah PBM dapat berlangsung seperti sebagaimana biasanya. Jika adanya palang memalang secara terus menerus maka yang akan ketertinggalan ilmu adalah anak-anak generasi Deiyai ini kedepan, jika hal itu terjadi pastinya yang rugi masyarakat bahkan kita pemerintah daerah setempat,”ujar mantan mahasiswa Uncen pada Fakultas FISIP angkatan 2002 ini, ketika memberikan keterangan kepada media ini di ruang kerjanya, kemarin.
Ditambahkannya, bahwa jangan ada yang berfikir bahwa masalah ini dibiarkannya saja berlarut, namun kita terus proses selama ini, mengingat karena ini daerah baru maka tentunya prosesnya pun juga lama, jadi jika ada guru-guru atau staf yang masih keliru akan hal ini segeralah datang dan tanyakan kepada Kepala Dinas Dikbudpora, jangan hanya sebatas “kata-katanya saja” dan hanya mendengar isu-isu dijalan saja.
“Sekali lagi perlu diketahui oleh semua guru dan staf dilapangan bahwa jangan kita terpancing dan terprovokasi dengan oknum-oknum tertentu yang hanya ingin memperkeruh suasana dan situasi di lapangan”tandasnya berharap………!!! (jga)
Dayung Sampan
-
Popularitas di luar Indonesia: menambahkan rujukan #1Lib1Ref #1Lib1RefID
← Revisi sebelumnya Revisi per 5 Februari 2026 00.28
Baris 7: Baris 7:
== Popu...
2 jam yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar