Shalom Elohim. Puji Tuhan !!!
PELAYANAN ROHANI
Sebagian besar dari anda yang aktif dalam dunia 'pelayanan rohani'pasti sering dengar kata: "ini kan pelayanan..." lalu orang tersebut membayar (misalnya) sewa Kamera semurah mungkiñ (harga pelayanan). Bikin produksi video kotbah dengan alat seadanya (kan pelayanan, bukan untuk dijual) padahal kalo buat urusan bisnis, bisa bikin iklan TV durasi 30 detik yang ongkos produksinya ratusan juta. Kalo untuk urusan bisnis duniawi (yang fana dan tak abadi) orang bisa bikin yang terbaik, masakan untuk urusan rohani (yang berdampak kekekalan) asal-asalan? Untuk pemusik, sewa mobil, menggunakan jasa orang, sewa sound system, memberi untuk pengkotbah dan lain sebagainya.. semua dibikin jadi minimalis untuk alasan: "ini kan pelayanan.."
Jika anda memahami betul artinya "pelayanan" dalam Tuhan, anda pasti tidak akan pernah lagi menggunakan kata itu, karena kata itu sesungguhnya adalah perkataan orang yang kikir, manipulatif dan tidak Alkitabiah.
Justru untuk alasan "pelayanan", kita seharusnya melakukan yang terbaik. Bikin program yang baik, peralatan yang baik, perencanaan yang baik, menggunakan SDM yang baik, "..supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Roma 12:1)
Bukankah Yesus telah memberikan teladanNya:
1. Melayani dengan taruhan darah dan nyawaNya , "Inilahtubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; (Lukas 22:19)
2. Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar.. (Matius 22:21)
3. Membayar punggutan di bait Allah: Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga (Matius 17:27)
4. sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. (Lukas 10:7)
Melayani tidak boleh asal-asalan, apalagi sembarang-sembarang. Dan hal penting yang harus kita lakukan adalah: Jangan pernah menuntut orang lain untuk memberi .. tetapi belajarlah memberikan apa yang selayaknya patut untuk diterima oleh orang lain itu sebagai hak mereka.
Akhirnya Firman Allah berkata: "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38).
Pdt. GABRIAL HARTANTO
0 komentar:
Posting Komentar