Kontingen Kabupaten Biak Numfor ditetapkan sebagai juara umum festival kreasi seni XI se-Papua dan merebut piala bergilir Gubernur Papua Barnabas Suebu SH, Minggu malam. Empat jenis lomba festival kreasi seni XI, kabupaten Biak Numfor merebut dua juara satu, di antaranya kategori cerita rakyat (sosio drama) dan Pop singer putra.
Sementara di kategori lomba jenis penataan stand pameran Biak dan pop singer putri, kabupaten Biak Numfor sebagai juara harapan satu serta harapan dua tari balada Cenderawasih. Gubernur Papua Barnabas Suebu, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Biak Drs Johanis Than MM mengatakan, festival seni itu sebagai upaya meningkatkan kreasi seniman daerah ini.
Melalui ajang festival kreasi seni se-Papua ini diharapkan menghasilkan seniman-seniman Papua berkualitas dan sanggup bersaing dengan seniman daerah lain di Indonesia bahkan seluruh dunia. Pelaksanaan kegiatan ini di tahun mendatang harus lebih baik penataannya sehingga setiap kabupaten/kota dapat berpartisipasi mengirim peserta mengikuti festival kreasi tersebut.
Gubernur Suebu menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba sementara bagi peserta yang belum berhasil dapat menjadikan motivasi untuk mencapai keberhasilan di masa mendatang.“Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tuan rumah kabupaten Biak Numfor yang meraih juara umum pada festival kreasi seni se-Papua 2010,” ujar Gubernur Suebu.
Selain juara umum direbut kabupaten Biak Numfor, panitia pelaksana festival kreasi seni XI se-Papua juga menetapkan kabupaten Paniai sebagai tim favorit dalam festival kreasi seni 2010.uara setiap jenis lomba masing-masing, tari balada Cenderawasih juara I (Asmat), juara II (Yapen Kepulauan) dan juara III (Yakukimo), harapan I, II dan III direbut Paniai, Biak Numfor dan kabupaten Waropen.
Lomba cerita rakyat (sosio drama) juara I ( Biak Numfor), juara II (Supiori) dan juara III (Asmat), sementara juara harapan I, II dan III direbut kabupaten Yahukimo, kabupaten Yapen Kepulauan serta kabupaten Waropen. Kategori pop singger putra, juara I Biak, juara II kabupaten Yapen Kepulauan dan juara III Supiori, sedangkan juara harapan I, II dan III masing-masing kabupaten Asmat, Yahukimo dan Yapen kepulauan.
Untuk jenis lomba pop singger putri, juara I (Biak), juara II (Yahukimo), juara III (Asmat) sedangkan harapan I, II dan III direbut kontingen Biak, Supioiri dan kabupaten Waropen.
Kategori lomba penataan stand pameran, juara I (kabupaten Yapen kepulauan), juara II (Waropen), juara III (Supiori) sementara juara harapan I, II dan III masing-masing disabet kabupaten Biak, Yahukimo dan kabupaten Asmat. [jga-Antara]
Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
Dayung Sampan - Popularitas di luar Indonesia: menambahkan rujukan #1Lib1Ref #1Lib1RefID ← Revisi sebelumnya Revisi per 5 Februari 2026 00.28 Baris 7: Baris 7: == Popu...1 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
29 Oktober 2010
Biak Juara Umum Festival Kreasi Seni se Papua
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
23.42
0
komentar
Label: SOSIAL BUDAYA
27 Oktober 2010
Boaz Menangkan Persipura, Ketika melawan Persibo Bojonegoro
Trend positif tim ‘Mutiara Hitam’ Persipura Jayapura di ISL musim ini terus berlanjut. Setelah sukses menekuk Persijap Jepara dengan skor 3-1, anak –anak asuh Jacksen F Tiago kembali menuai poin penuh usai menaklukkan tuan rumah, Persibo Bojonegoro dengan skor tipis 1-0, Rabu (27/10), di Stadion Brawijaya Kediri.
Sejak babak pertama dimulai kedua tim bermain dalam tempo lambat. Walau demikian tim tuan rumah sempat memperoleh beberapa pelung mencetak gol. Dimenit ke-24 sebuah tendangan keras Cucu Hidayat dari luar kotak penalti masih mampu digagalkan penjaga gawang Persipura, Yoo Jea Hoon. Begitu juga dengan peluang yang diperoleh Victor da Silva di menit ke-27 dan Samsul Arif pada menit ke-30 belum mampu menebus gawang Persipura.
Tim ‘Mutiara Hitam’ sendiri nyaris tanpa peluang yang berarti sepanjang babak pertama berlangsung. Skor 0-0 akhirnya bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua Persibo Bojonegoro tetap mengendalikan permainan. Beberapa kali tim asuhan Sarto Anwar ini mengancam gawang Persipura. Merasa kalah agresif dalam penyerangan, pelatih Jacksen F Tiago akhirnya menarik keluar Gerald Pangkali dan Titus Bonay yang digantikan oleh Lukas Mandowen dan Ricardo Salampessy. Masuknya kedua pemain ini cukup efektif. Terbukti dua kali Lukas memperoleh peluang namun masih gagal menembus jala Persibo yang dikawal Wahyudi.
Sejak itu Persipura mulai mengambil alih serangan. Permainan dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas Persipura mulai terlihat. Hasilnya berkali-kali tim ‘Mutiara Hitam’ merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Sayang tak satupun gol mampu tercipta.
Gol yang dinanti-nantikan oleh kubu Persipura akhirnya terjadi juga di menit ke-88 melalui Boaz Solossa. Boaz yang menerima umpan terobosan Zah Rahan berhasil mengecoh penjaga gawang Wahyudi sebelum melepaskan tendangan menyusur tanah ke sisi kiri gawang Persibo. 1-0 Persipura unggul. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-9 Boaz dimusim ini dan makin memantapkan psosinya sebagai top skor sementara ISL.
Meski Persibo Bojonegoro masih terus berusaha menyamakan skor dimenit-menit akhir pertandingan, namun hingga wasit meniupkan pluit panjang tanda pertandingan berakhir skor 1-0 untuk kemangan Persipura tetap tak berubah.
Dengan tambahan tiga angka ini Persipura Jayapura masih memimpin klasmen sementara ISL dengan torehan 16 poin dari 6 laga yang telah dilakoninya. Persipura Jayapura akan kembali bertandingan, Minggu (31/10), di Stadion Mandala Jayapura menghadapi Deltras Sidoarjo. (Arjuna)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: OLAHRAGA
Bantuan Pendidikan masih ditangani Sekda bagian Sosial
Terkait dengan adanya pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa deiyai se-Indonesia terkait dengan bantuan dana pendidikan (Beasiswa), kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Rabu (27/10) lalu mengatakan bahwa hingga sampai dengan tahun 2010 (tahun pertama hadirnya pemerintahaan Kabupaten Deiyai-red) ini tidak ada pos dana dalam Daftar Perincian Anggaran (DPA) Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Pasalnya, kata Adii. Sementara pos dana bantuan pendidikan seperti beasiswa dan lain-lainnya itu ditangani langsung oleh Sekda bagian Sosial, jadi sekarang tidak lagi ada pemikiran yang bukan-bukan dari anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia bahwa dana bantuan pendidikan ada di dinas Dikbudpora.
“Sudah sangat jelas sekali, bahwa ditahun pertama pemerintahaan Deiyai dana bantuan pendidikan tidak ada di dalam DPA Dinas Dikbudpora. Kalaupun ada pastinya akan di usulkan untuk tahun-tahun berikutnya,”tegasnya.
Ditambahkannya, perlu juga anak-anak mahasiswa ketahui bahwa Deiyai merupakan kabupaten baru tidak sama dengan Kabupaten Induk Paniai atau kabupaten-kabupaten lainnya sudah maju dan mandiri. Kita di deiyai saja sampai saat ini, dengan dana sedikit kita gunakan untuk pembangunan seadanya. Misalnya, untuk dinas pendidikan, pembangunan yang dilakukan diantaranya Pembangunan Gedung Perpustakaan di beberapa sekolah, Pembangunan 4 Ruang Kelas Belajar dan pengadaan Meubelair.
Sementara intensif yang didapatkan oleh 14 SMP dan SMA/SMK di Deiyai, kata Kadin “Itu langsung dikucurkan dari Dirjen Pusat ke rekening sekolah-sekolah. Ya, yang jelasnya tahun-tahun berikut akan di usahakan, supaya Dinas Dikbudpora bisa menangani langsung bantuan pendidikan tersebut seperti sebagaimana yang di tanyakan oleh anak-anak mahasiswa Deiyai se-Indonesia itu dan begitupun juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Deiyai…!!! .(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Menuju “Deiyai Baru” di Butuhkan Kerja Keras
Demikian beberapa kata sederhana yang dapat saya paparkan dalam kop atau judul diatas ini. Dalam artian bahwa untuk mewujudkan 'Deiyai Baru' yang sejahtera, aman dan damai, sangatlah di butuhkan kerja keras dengan penuh kesadaran, ketulusan serta penuh pengorbanan dari semua pihak yang berkompoten di negeri ini.
Satu hal keberhasilan yang belum bisa saya buktikan sebagai contoh, karena sudah tentu semua kita telah mengetahui bahwa Kabupaten Deiyai ini masih di bilang berusia seumur jagung atau dengan kata lain masih berada pada tahap pembangunan pondasi.
Singkat kata, dalam tulisan ini saya belum bisa mengungkapkan panjang lebar menyangkut apa-apa saja yang sudah berhasil dalam artian dari sisi keberhasilan pembangunan, karena semua kita sudah tahu bahwa daerah ini adalah daerah baru yang di mekarkan dari daerah induk kabupaten Paniai, yang hingga kini masih membutuhkan banyak hal pembangunan dari berbagai sector yang pula juga tidak terlepas dari point-point penting yang terdapat dalam UU No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus-red) Papua, diantaranya, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur.
Menurut saya, untuk menuju pada tahap-tahap keberhasilan kedepan sangat perlu di tentukan dari sekarang ini, karena maju atau tidaknya pembangunan di suatu daerah di tentukan hari ini, sebaliknya bukan besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau bahkan tahun depan. Sebab suatu kelak nanti, ketika daerah ini maju merupakan usaha bersama dari berbagai pihak-pihak yang berkompoten di daerah ini, misalnya saja “Pihak eksekutif, legislatif, aparatur, keamanan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, media massa, seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta seluruh komponen masyarakat lainnya, yang akan berperan pada Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangkah Panjang Daerah (RPJPD)”, dan sebaliknya bukanlah hasil usaha satu pihak semata.
Yang menjadi penekanan penting dari saya dalam tulisan ini yakni bahwa semua pihak yang akan menduduki jabatan-jabatan penting di daerah ini, di harapkan perlu merenungkan kembali sebelum melaksanakan tugas-tugas pemerintahaan yang di berikan oleh Pemerintah Pusat (Pempus), sebagaimana yang melantik putra dan putri terbaik untuk menduduki jabatan pada Eselon I, II, III dan IV khususnya di pemerintahan baru Kabupaten Deiyai, dan apapun yang di lakukan tentulah di lakukan dengan benar dan sesuai dengan baju Otsus.
Secara filosofis bahwa Otsus ada di tanah Papua kurang lebih 10 tahun, ternyata belum didukung dan dilandasi aturan pelaksanaannya seperti Perdasi/Predasus. Akibatnya, gerbang Otsus yang telah berjalan cukup lama ini ternyata tidak berjalan pada rel besi sebagai landasannya. Untuk itulah merupakan tugas dari semua pihak yang sebagaimana telah saya sebutkan diatas pada alinea kedua, tidak lain adalah menjalankan Otsus secara sungguh-sungguh dan benar serta perlu dijabarkan dalam program-program priotitas seperti pendidikan, kesehatan, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di kampung-kampung.
Dengan demikian apapun yang akan di lakukan kelak dalam tahap demi tahap pembangunan dapat benar-benar berpihak kepada masyarakat akar rumput di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada umumnya, dan lebih khususnya di Kabupaten Deiyai yang tercinta ini, sesuai dengan payung Otsus.
Masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Deiyai ini perlu bersyukur karena untuk mencapai visi Deiyai Baru seperti yang dicita-citakan saat ini ketika daerah ini yang sebelumnya masih berstatus Distrik dan kini telah menjadi Kabupaten Pemekaran yang masih di jabat oleh Penjabat Carateker ini telah dikarunia sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah sebagai modal dasar pembangunan daerah yang potensial untuk dikelolah dan dikembangkan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa, potensial-potensial yang akan di kembangkan diantaranya seperti sektor pertambangan, pertanian, peternakan, pariwisata dan lain-lainnya yang semuanya bisa dikelolah demi untuk kesejahteraan masyarakat setempat di kemudian waktu.
Sesuai hasil input data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa angka harapan hidup, angka rata-rata lama sekolah, angka melek huruf, angka kemampuan pengeluaran rill perkapita umumnya masih berada dibawah angka rata-rata nasional. Menghadapi tantangan itu, secara umumnya di Papua dan Papua Barat serta lebih khususnya di Kabupaten Deiyai sedikitnya ada 6 program prioritas yang perlu dilakukan. Keenam poin tersebut, diantaranya: “Peningkatan ketahanan pangan, Pengentasan kemiskinan, Pembangunan sarana/prasarana dan Peningkatan pelayanan dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak serta kecukupan gizi, perumahan/pemukiman, pembanguan jaringan irigasi, dan pemberatasan HIV/AIDS serta penyakit social lainnya”.
Juga yang perlu di perhatikan lagi kedepan yakni, masalah penataan lingkungan hidup serta program pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah/kawasan daerah perbatasan melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian-keterisolasian dan fasilitas umum lainnya.
Yang menjadi usulan saya yakni, kiranya daerah-daerah yang baru di mekarkan, salah satunya “Deiyai” ini memerlukan anggaran yang besar, karena itu sudah berdasarkan fakta di lapangan, sehingga hal ini juga tidak terlepas dari adanya dukungan atau bahkan kerja sama dari pihak kedua bahkan ketiga, supaya apa yang di harapkan masyarakat Mee saat ini untuk menuju Deiyai baru dapat tercapai.
Dengan demikian, diakhir tulisan saya ini, yang bisa saya sampaikan yakni tentunya semua kita mempunyai satu tekad dan harapan untuk kedepan adalah pentingnya ada keterpaduan dan persatuan oleh seluruh komponen masyarakat di Papua pada umumnya dan lebih khususnya di daerah Deiyai ini dengan satu tujuan dalam melakukan penggalangan (satukan-red) kekuatan dan semangat untuk membangun daerah ini dari berbagai kesenjangan-kesenjangan menuju Deiyai Baru, yang di capai pada taraf meningkatnya kesejahteraan rakyat…….Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii_Penulis adalah Pemuda asli Tigi Timur_Kabupaten Deiyai)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.31
0
komentar
Label: EDITORIAL, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
25 Oktober 2010
14 Sekolah Menengah Terima Dana Insentif dari Dirjen Pusat
Kepala Dinas pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olaharaga (Kadin Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (22/10) di Waghete mengatakan bahwa sesuai informasi Direktur Jenderal (Dirjen) Manajemen Pedidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional ketika memberikan keterangan kepada semua Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Indonesia bahwa pada akhir September atau awal Oktober 2010 ini rencana dari Dirjen akan mentransfer Bantuan dana Insentif sebesar 50 juta untuk per sekolah khususnya di tingkat menengah baik SMP, SMA/SMK se-Indonesia.
Khususnya di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Deiyai, kata Adii. Ada 14 Sekolah Menengah yang ikut terlibat mendapatkan bantuan ini. Sekolah-sekolah tersebut diantaranya, SMP Negeri 1 Tigi, SMP Negeri Tigi Timur, SMP Negeri Tigi Barat, SMP YPPK Waghete, SMP YPPK Diyai, SMP YPPGI Bomou, SMP YPPGI Gakokebo, SMTK Waghete, STP Gakokebo, SMA Negeri 1 Tigi, SMA YPPGI Waghete, SMA Negeri 2 Tigi Barat, SMK Negeri 1 Tigi dan SMK Ipaiye Onago.
“Terkait dengan bantuan ini telah kami lakukan sosialisasi dengan 14 Kepala Sekolah dilingkupn Pendidikan kabupaten Deiyai pada tanggal 29 September 2010 bulan lalu. Kami harapkan bantuan Insentif dari Dikdasmen itu harap disimpan untuk menungguh Juknis dan juga MOU antara Dirjen dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Indonesia.
setelah ada Juknis dan MOU akan ada pertemuan satu kali lagi untuk sosialisasikan tentang penggunaan dana yang sudah diluncurkan dari Dirjen, dan dana akan dipakai untuk kegiatan-kegiatan seperti : Intrakurikuler dan ekstrakurikuler, pembinaan guru melalui KKG/MGB dan kegiatan-kegiatan guru serta juga kegiatan siswa di sekolah. Contohnya, olahraga, kesenian dan persiapan-persiapan bahan ujian bentuk Les dan juga kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung proses belajar mengajar (PBM) dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di setiap sekolah”jelas Adii.
Lebih jauh dikatakan, pihaknya berharap kepada 14 sekolah menengah yang menerima dana bantuan insentif dari Dirjen khususnya tingkat menengah harus digunakan seefisien mungkin sesuai petunjuk Dirjen, karena akhir dari penggunaan dana bantuan ini akan ada Pertanggungjawabannya, dan pertanggungjawabannya langsung kepada Dirjen Pusat Jakarta, sementara dalam penggunaan pembinaannya dari Dinas dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/kota setempat. Pasalnya penyaluran dana langsung dari Dirjen pusat ke rekening sekolah.
“Kepada semua Kepala Sekolah khususnya di lingkungan Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai bahwa perlu libatkan guru-guru bantu SMP, SMA/SMK sehingga ada niat kerja mereka untuk membina murid di sekolah masing-masing, sehingga penggunaan dana ini akan tertata dan muda juga untuk pertanggung jawabannya. Dana ini diperuntukan untuk 5 bulan, yakni dari Bulan September 2010 hingga sampai Januari 2011, dan pada bulan Februari 2011 tahap pertanggung jawaban dana ke Dirjen,”tegasnya.
Ditambahkannya, bagi sekolah yang menggunakan dana sesuai petunjuk Dirjen dan juga pertanggungjawabannya sesuai petunjuk pusat berarti tahap kedua bisa diperoleh dan juga bisa ditingkatkan. !!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Merumuskan Arah Pendidikan di Daerah Baru
PENDIDIKAN merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen manusia. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab terhadap pendidikan dengan kadar dan kapasitasnya yang berbeda-beda. Guru berperan sebagai tenaga pendidik, yang menentukan kwalitas dan mutu lulusan sekolah; pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) berperan sebagai pengambil kebijakan dan pengawas; masyarakat berperan sebagai pelaksana, pengawas dan penyelenggara. Hingga kini peran masing-masing komponen ini belum maksimal diwujudkan, sehingga sangat jelas mutu dan kwalitas pendidikan masih merendah.
Artinya, kebijakan yang merakyat dan berpihak pada pendidikan belum dirasakan sepenuhnya dilaksanakan di negeri ini. Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Intan Jaya merupakan kabupaten-kabupaten pemekaran yang baru hadir diantara kabupaten baru lain di seluruh tanah air Indonesia.
Kabupaten-kabupaten ini dalam konteks bidang pemerintahan dikatakan baru hadir, sedangkan pendidikan sudah sejak 1936-an mulai terjadi, khusus daerah Mee dan Moni. Keberlanjutan proses penyelenggaran pendidikan itu terus akan berjalan beriringan dengan perjalanan waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat.
Tingkat ketercapaian pendidikan banyak yang sudah dicapai, namun masih banyak juga meninggalkan tugas yang harus dilaksanakan di daerah atau kabupaten baru. Sebagai kabupaten-kabupaten yang baru dan di dalam kabupaten-kabupaten yang baru itu hadir tugas-tugas yang baru dan dipandang berat. Tugas dan tanggungjawab semakin berat dan besar pula. Untuk mengorganisasi dan mempertanggungjawabkan tugas-tugas tersebut harus diawali dengan langkah-langkah pertama di masa awal pemerintahan yang baru di segala bidang, terutama bidang pendidikan.
Itulah sebabnya, peran setiap komponen tadi dianggap dan dipandang penting dalam keterlibatannya untuk merumuskan arah dunia pendidikan di daerah. Arah pendidikan yang harus dirumuskan bersama adalah merupakan langkah awal dan pertama dalam membangun dan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan berkwalitas. Dalam mengakomodir peran-peran seluruh komponen masyarakat dan terutama stakeholder pendidikan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swasta, maka mestinya dilakukan dialog, diskusi dan komunikasi bersama untuk merumuskan arah pendidikan di daerah-daerah pemekaran baru tersebut.
Hal ini dengan maksud agar aspirasi setiap komponen masyarakat tersalur dan sebagai bahan dasar pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sana. Merumuskan visi atau arah pendidikan adalah sebuah agenda penting dan mutlak harus dilakukan di daerah pemekaran oleh daerah itu sendiri. Daerah memiliki kewenangan dalam merumuskan visi pendidikannya dengan perhitungan dan pertimbangan visi dan misi serta tujuan pendidikan yang berskala nasional dan provinsi serta keunikan, potensi dan karakteristik daerah dimana pendidikan diselenggarakan dan visi yang hendak dirumuskannya.
Disini ada tiga cara perumusan visi pendidikan di daerah baru, seperti Kabupaten Intan Jaya, Deiyai dan Dogiyai, yang didahului dengan mempelajari keunikan, potensi dan karakteristik. Pertama, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mengajukan rumusan visi pendidikan kepada pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) untuk selanjutnya dimasukan kedalam Rencana Strategis Pembangunan Daerah (Renstra) melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Jika hal ini terjadi, maka perumusannya melibatkan seluruh stakeholder pendidikan di daerah itu sebelum diajukan ke Pemerinta Daerah.
Jadi, orang Dinas Pendidikan tidak berhak merumuskan visinya dengan keinginannya sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, maka harus dirumuskan bersama. Kedua, sebelum Renstra dibuat dan dirumuskan, pemerintah (Eksekutif dan Legislaif) menawarkan visi pendidikan di kabupatennya kepada dinas terkait di daerah itu. Visi pendidikan yang ditawarkan pemerintah dikomunikasikan dan didiskusikan oleh seluruh stakeholder pendidikan untuk mengambil keputusan akhir atas visi tersebut di tingkat pelaksana dan penyelenggara pendidikan.
Diskusi untuk membahas visi pendidikan tersebut difasilisi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Keputusan akhir daripada rumusan visi pendidikan dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai arah pendidikan daerah itu. Ketiga, pemerintah memfasilitasi dan menghadirkan seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan visi pendidikan. Visi pendidikan di daerah dirumuskan bersama dan dijadikan sebagai arah perjalanan pendidikan di daerah. Pemerintah dalam hal ini adalah Komisi Pendidikan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau oleh Bupati langsung memimpin proses perumusannya.
Untuk memilih cara dan jalan yang mana merupakan hak dan kewenangan daerah. Visi pendidikan yang dirumuskan di tingkat ini adalah visi pendidikan di daerah. Perumusan visi pendidikan dengan cara dan jalan seperti diatas merupakan sebuah konsensus bersama antara Eksekutif, Legislatif, Dinas Pendidikan dan Stakeholder Pendidikan yang ada, terutama dengan melibatkan organisasi sekolah.
Jika hal ini terjadi di Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya sebagai kabupaten baru, berarti kebijakan Top Down Planning dibalik menjadi sebuah kebijakan yang aspiratif, populis dan melembaga sekaligus merakyat. Tujuan utama dilakukan demikian dengan harapan ada dan terjadi satu kesatuan tindakan dan aksi karena seluruh elemen penyelenggara pendidikan mudah memahami ide-ide dasar dari visi, misi, dan tujuan yang hendak dicapai. (jga-David Goo, S.Pd _Penulis tinggal di Makewapa-Idakebo)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: EDITORIAL, PENDIDIKAN
Terkait dengan Penggunaan Anggaran. Bupati: “Semua SKPD diminta segera siapkan Pertanggung Jawaban Keuangan“
Beberapa kegiatan khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, misalnya seperti Kegiatan Ujian Nasional (Unas), Kegiatan Pesparawi di Manokwari, Kegiatan Pramuka di Jayapura, Kegiatan Ujian Paket A, B dan C tahap Pertama dan Kegiatan Festival di Biak Numfor agar segera memberikan pertanggungjawaban keuangannya kepada Bendahara pengeluaran (BP) Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai,”demikian di tegaskan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini Jumat (22/10) lalu di waghet.
Dikatakannya, ini merupakan keputusan dan Instruksi dari bapak Bupati. Jadi setiap dana yang sudah di gunakan di harapkan dapat menyiapkan pertanggungjawaban oleh setiap Panitia dari kegiatan-kegiatan tersebut. Jadi kegiatan-kegiatan ini harap di laporkan lengkap dengan pertanggungjawaban bukti-bukti fisik kegiatan kepada BP Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, supaya dalam pemeriksaan kedepan akan lebih muda untuk di audit pihak terkait.
Sebelumnya, kata Adii. Pada Jumat minggu lalu semua pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Deiyai dalam rapat terbatas dengan Bupati. Pada keputusan akhir yang disampaikan oleh Bupati bahwa setiap dana dari daftar perincian anggaran (DPA) yang sudah dicairkan pada Triwulan Pertama dan kegiatannya sudah dilakukan oleh masing-masing SKPD harap disiapkan bukti fisik untuk pertanggungjawabannya nanti, sehingga muda juga untuk adanya pencairan dana triwulan dua, tiga dan empat dari pihak keuangan daerah.
“Dana yang ada di DPA bulan November 2010 segera dikeluarkan, henta itu dana proyek atau dana rutin, selanjutnya diharapkan kepada BP setiap Dinas harap menyiapkan pertanggung jawaban untuk dana-dana yang sudah digunakan dalam DPA masing-masing Dinas,”jelasnya.
Sementara itu, ditambahkannya. Khusus untuk dana kegiatan pembangunan fisik Pendidikan, diundurkan tahap kedua, karena pada tahap pertama mengalami kendala yakni Panitia Lelang dan PPTK ulur-ulur waktu guna menandatangani. Jadi PPTK dan Panitia Lelang itu melaksanakan tugas berdasarkan SK Kepala Dinas, namun Triwulan Pertama dan kedua itu sudah tertunda sampai triwulan ketiga, akhirnya bulan November ini akan dicairkan untuk triwulan tiga, dan satu triwulan lagi akan dicairkan bulan November 2010…!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
01.53
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
15 Oktober 2010
20 Anggota DPRD Deiyai Resmi Dilantik
Sebanyak 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai, pada Sabtu (16/10) lalu, resmi dilantik. Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Deiyai hasil Pemilu Legislatif 2009 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire ini sesuai Keputusan Gubernur Papua Nomor 94 Tahun 2010 tanggal 19 Agustus 2010 tentang Peresmian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deiyai Periode 2009 sampai dengan 2014.
Pelantikan lewat rapat paripurna istimewa dalam rangka peresmian, pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Deiyai bertempat di Aula Kaboudabi Proki St. Yohanes Pemandi Waghete Deiyai ini turut dihadiri Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, perwakilan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Paniai, Wakapolres Paniai, pejabat di lingkungan Pemda dan sejumlah elemen masyarakat Deiyai.
Pantauan media ini, acara pelantikan yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini berjalan aman dan lancar dibawa pengamanan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Paniai dan anggota Koramil Waghete. Adapun keduapuluh anggota dilantik ini, diantaranya Silas Pigai dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Zet Yeimo dari Gerindra, Rufus Dou dan Yohanes Adii, S.Hut masing-masing dari Partai Barisan Nasional (Barnas).
Selanjutnya, Piter Pekei dan Nataniel Yatipai dari Partai Persatuan Daerah (PPD). Amos Edowai, SE dari Partai Kebangkitan Bangsa, Yunias Edoway dari Partai Pemuda Indonesia, Piet Badii dari Partai Demokrasi Pembaharuan, Akulian Bobi dan Demianus Pekei, keduanya dari Partai Karya Perjuangan dan Aten Edowai, S.Pak dan Wilem Giyai dari Partai Pelopor.
Kemudian, anggota atas nama Yosep Pekei, SE dan Simon Takimai dari Partai Golongan Karya (Golkar), Akulian Douw dari Partai Persatuan Pembangunan, Maksimus Takimai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Paulus Tobai dari Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Anton Pakage dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama dan terakhir Agusten Anou yang juga dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama. Keseluruhan anggota dewan yang dilantik ini berada pada Daerah Pemilihan (Dapil) Deiyai.
Usai pengambilan sumpah dan janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, diwakili langsung Wakil Ketua, Nelson Panjaitan, SH, Sekretaris Dewan (Sekwan) Deiyai, Drs.Willem Y. Keiya mengumumkan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Deiyai sementara, kemudian dilanjutkan penyerahan palu/tongkat pimpinan DPRD Deiyai, yang diterima Ketua DPRD sementara, Aten Edowai, S.Pak.
Pada kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage dalam sambutannya mengatakan masyarakat memberikan kepercayaan kepada anggota dewan untuk memangku jabatan lembaga legislative dewan selama kurun waktu 5 tahun. Oleh karena itu, para anggota dewan yang baru dilantik harus berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas, kewajiban, fungsinya yang akan diemban sesuai dengan peraturan Perundang-undangan berlaku.
Tugas dan kewajiban ini, lanjut penjabat bupati, diantaranya pertama kerja sama menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pembahasan anggaran untuk setiap tahun anggaran. Kedua ketetapan dan keputusan dewan tentang Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan bersama-sama dengan pihak eksekutif.
Ketiga, orientasi tugas mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, golongan dan kelompok tertentu, keempat, kata Blasius, mengembangkan dan mengali sumber-sumber pendapatan asli daerah bersama pemerintah daerah, meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kemampuan guna memenuhi dan melaksanakan fungsi, tugas, tanggung jawab dan wewenang dewan serta terakhir mendukung program unggulan pemerintah Provinsi Papua dan Pemda Deiyai meliputi sektor utama yang merupakan program Pemda seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Tambah Blasius, selama kurun waktu 5 tahun ke depan para anggota DPRD tentunya melaksanakan fungsi control dewan, sehingga diperlukan koordinasi dan konsulatasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati serta pula dengan para pejabat di lingkungan Setda Deiyai dalam menunjang dan mendukung tugas-tugas kedepan akan terjamin.
Akhirnya, diluar itu para anggota dewan terhormat ini bersama masyarakat untuk dapat mendukung pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Kabupaten Deiyai pada umumnya.
Aten Edowai Nakodai DPRD Deiyai Sementara
Aten Edowai, S.Pak, dari Partai Pelopor Kabupaten Deiyai untuk sementara waktu menakodai atau menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deiyai. Sementara untuk jabatan Wakil Ketua sementara dipegang Agusten Anou dari Partai Kebangsaan Nasional Ulama.
Kedua anggota DPRD Deiyai, menjabat pimpinan sementara lembaga legislatif Kabupaten Deiyai berdasarkan perolehan suara terbanyak pada Dapil Deiyai (meskipun data peroleh suaranya belum diterima media ini secara lengkap)…….(jga-wan-papuaposnabire)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Cyntia Warwe: Poligami untuk Generasi, Mengapa Tidak?
Akhir-akhir ini, wacana poligami banyak dibicarakan orang di tanah Papua. Mereka berbicara di berbagai tempat dan melalui berbagai media. Beberapa bulan lalu, tepatnya 30 Oktober 2009 wacana poligami didiskusikan cukup serius dengan melibatkan berbagai pihak. Mereka yang dilibatkan adalah Aprila Wayar (wartawati Tabloid Jubi), Rinny Soegiyoharto (Psikolog, lulusan UI Jakarta), Heni Lani (Aktivis HAM), Ryan Andrew Adriana Saroy (Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Hukum Universitas Janabadra Jogjakarta), Puput Daryo (Mahasiswa FT. Arsitektur Unika Soegiyapranata Semarang), Seniora Papua, Marice Katem (Alumnus Santa Maria Jogjakarta), Binangko Moiwend (SKP Jayapura), Octavianus Pogau (Siswa SMA di Nabire), Green Emerald (Sekred Tabloid JUBI), Miosindi Abubar (Wartawan Tabloid JUBI), Pdt Jessy Leimena (Alumnus Fak. Teologi UKDW), John Pakage (Wartawan Reuters untuk Papua), Emmy Sahertian (Aktivis HAM dan Juga Pendeta), Imbir Charles (Aktivis Lingkungan-CII-Sorong), Farsijana (Dosen UKDW), Yermias Degei (Guru SMA Adhi Luhur Nabire dan sekretaris LPP-edPaPaS), Donald Heipon (Aktivis HAM), Budi Hernawan (SKP Jayapura n Bruder), Kalfin Carles (Aktivis HAM-Mantan Ketua PKMFP Yogyakarta, Theus Rumere (Aktivis Lingkungan Hidup), Lucky Ir (Pimpinan Redaksi Cenderawasih Pos). Diskusi itu tidak berakhir dengan sebuah kesimpulan. Melalui, webblognya, Oktopianus Pogau juga menulis tentang poligami.
Terkait isu poligami tersebut, Majalah Selangkah menemui salah satu aktivis perempuan Papua, Cyntia Warwe dari Garda-Papua di Jayapura beberapa waktu lalu. Wawancara itu terkait tulisannya yang berjudul “Filosofis Poligami untuk Generasi” yang sempat dipublikasikan melalui facebook dan mendapat respon beragam dari berbagai pihak. Berikut petikannya.
Sebenarnya, apa itu poligami?
Dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan) sekaligus pada suatu saat. Kemudian monogami adalah seseorang memiliki hanya satu suami atau istri pada suatu saat. Ada tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok (bahasa Inggris: group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri).
Bagaimana sejarahnya?
Laki-laki pada hakikatnya adalah poligami. Namun, seiring dengan perkembangan zaman mulai muncul kesadaran bahwa kalau akhirnya tidak bias menjamin keluarga dari sisi ekonomi dan kasih sayang tidak penting untuk poligami. Budaya poligami di Jawa sudah biasa. Salah satu teman saya cerita, bapak kosnya di Yogyakarta beristri tiga. Seorang teman dari Nabire menceritakan bahwa moyangnya beristri tujuh. Di Wamena, Obahorok beristri puluhan. Di Intan Jaya juga ada yang beristri puluhan. Masih banyak juga. Di luar negeri, Milton Mbhele di Weenen, Afrika Selatan menikahi empat perempuan bersamaan, yang mana Hukum di Afsel membolehkan pria seperti Mbhele untuk melakukan pernikahan poligami atau lebih dari satu istri. Aturan itu berlaku bagi mereka yang berasal dari suku tradisional Afsel, yaitu Zulu dan Swazi. Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma bahkan memunyai 3 istri. Masih banyak lagi. Jadi, poligami bukan menjadi suatu masalah di Afrika Selatan.
Sejarah poligami masa lalu berbeda dengan masa kini. Dulu, selain untuk generasi juga dia (orang tua) melihat beban kerja. Ketika dia punya kekayaan banyak dan istrinya kerja seorang diri, maka dia akan mencari istri baru untuk kurangi beban kerja. Dia akan menikah. Kalau sekarang, ketika kita lihat uang banyak, kekuasaan besar merasa diri dia bias miliki saja. Apakah mau istri limakah-enamkah terserah, tapi sekarang lebih banyak bukan dalam rangka gererasi. Lebih banyak nafsu dan gengsi maka beristri Jawa, Manado, Sumatra, dan lain-lain. Jadi, bukan untuk generasi yang rambut keriting dan kulit hitam.
Kapan dan oleh siapa wacana poligami dalam konteks generasi itu mulai dimunculkan?
Dalam konteks generasi, sebenarnya makna poligami sudah dibicarakan mahasiswa Papua di Jawa untuk meningkatkan keturunan masyarakat asli Papua. Selanjutnya, pada diskusi Mambesak News di Hollandia (Jayapura: red), saya terhentak saat mendengar saudari Justicia dan Hypocrite mengatakan bahwa ’’tong harus poligami’’. Dan, pada saat itu Geel dan Eva menyetujui itu. Saya dengan Che hanya memberikan senyuman saat mendengar ungkapan ’’poligami’’, karena mahasiswa Papua di wilayah Makassar berpikir pun tidak pernah apalagi berdiskusi mengenai poligami.
Lalu, sebenarnya mengapa kebanyakan orang terus membicarakan pentingnya poligami?
Wacana poligami mulai dibicarakan karena ada sebuah keprihatinan akan eksistensi penduduk asli Papua. Tingkat populasi penduduk asli Papua tidak sebanding dengan penduduk non-Papua. Dr. Jim Elmslie, seorang peneliti dari Universitas Sidney pada akhir tahun 2007 dalam sebuah sebuah konferensi di Australia mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk Papua hingga tahun 2030 lebih didominasi oleh pertumbuhan penduduk non-Papua. Ia memberikan perbandingan tentang penduduk asli Papua dan non-Papua sejak tahun 1971. Perbandingan ini dapat dilihat dalam tulisan saya di internet dengan judul “Filosofis Poligami untuk Generasi”.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, pada tahun 2030 Dr. Jim memprediksikan penduduk asli Papua hanya 15,2% dari total 15,6 juta jiwa penduduk Papua. Dengan kata lain, perbandingan antara penduduk asli Papua dan non-Papua pada tahun 2030 akan mencapai 1 : 6,5. Data BPS Papua pada tahun 2000 menunjukan jumlah penduduk asli Papua adalah sebanyak 1.460.846 jiwa. Hanya mengalami pertambahan jiwa sebanyak 560.843 dalam kurun waktu 1970 - 2000 (30 tahun).
Jadi, data lain seperti yang ditulis Tabloid Jubi, 3 April 2008, di masa yang sama, penduduk Papua New Guinea bertambah dari 2.554.000 pada tahun 1969, menjadi 5.299.000 jiwa pada tahun 2000. Jadi ada pertambahan sebanyak 2.745.000 jiwa. Pertambahan penduduk asli Papua di Indonesia tidak sampai 50% sedangkan di PNG penduduknya bertambah lebih dari 100%.
Bagaimana cara melakukan?
Ini adalah wacana umum. Jadi, ide poligami ini dapat dibicarakan secara serius melalui diskusi. Ide ini dikembangkan dan dibicarakan untuk generasi Papua ke depan. Poligami merupakan sesuatu yang dibolehkan, namun bukan sesuatu yang diharuskan. Artinya, seseorang boleh saja berpoligami dengan catatan dia dapat memenuhi syarat yang ditentukan melalui diskusi yang lebih serius. Memang secara logika, poligami terkesan tidak adil, sebab tidak memperbolehkan poliandri (wanita bersuami banyak). Namun, aturan yang muncul juga harus disesuaikan dengan logika, sebab logika manusia itu terbatas.
Pandangan saya, kita dapat melihat dari hikmah poligami ini dengan menguji keikhlasan. Dan, menurut saya layak untuk jadi catatan adalah ‘menguji kemampuan kita dalam berbagi sesuatu yang kita cintai’’. Ya tentunya, berbagi sesuatu yang dicintai, karena mencintai sesuatu bukan berarti kita harus memiliki sesuatu itu. Sebab, jika kita masih merasa harus memiliki sesuatu yang kita cintai berarti kita masih menjadi orang yang egois. Orang egois adalah orang yang hanya mencintai dirinya sendiri.
Mencintai sesuatu dapat dibuktikan dengan membiarkan orang lain merasakan manfaat dari yang kita cintai. Selain itu, membiarkan yang kita cintai dapat mencintai yang dia cintai. Pusingkah? Jika pusing berarti Anda masih berpikir.
Memikirkan konsep ini tidak menjadi rumit, apabila diri kita sendiri berpikir untuk generasi, untuk memperbanyak keturunan dan dapat dilihat dari faktor umur perempuan dan tingkat kedewasaan pemikiran perempuan untuk generasi Papua ke depan. Saya sangat mengharapkan ide ini dikembangkan secara riil dan melihat dalam konteks Papua 30 tahun ke depan. Ideologi untuk generasi Papua ke depan sangat dibutuhkan, kesadaran intelektual kita diuji dalam hal ini.
Bagaimana dengan ajaran agama yang melarang poligami?
Saya tidak ingin membedah poligami ini dalam ajaran agama, karena banyak sudah membahas orang. Beberapa bulan lalu sempat dibicarakan di kampus STT Kijne, Abepura tetapi dalam diskusi tersebut hal ini tidak dilihat dari sudut pandang agama. Mereka lebih melihat dari segi proteksi identitas orang Papua, hitam dan keriting yang beberapa tahun ke depan mungkin hanya akan akan ada di museum untuk di kunjungi. Jadi, poligami itukan kebudayaan orang Papua dan perlu diwacanakan untuk proteksi.
Dalam diskusi itu dibicarakan bahwa dasar kebutuhan manusia adalah kebahagiaan yang artinya menyangkut landasan ekonomi. Adat dan orang tua dulu sudah mengajarkan hal-hal yang positif, yaitu tentang poligami. Mereka mampu menunjukkan kewibawaan dalam mengambil kebijakan dalam lingkungan sosial dan mereka mampu menyakinkan komunitas adat (Mambri, Tonawi, Ondoafi/Ondofolo ’BigMan’ dan menunjukkan kematangan dalam mengambil sikap untuk melakukan poligami. Sebenarnya, sejarah nabi-nabi juga membuktikan bahwa poligami itu hal yang wajar dan diakui. Jadi, yang penting tanggung jawab untuk membagikan kebahagian secara bijak.
Tapi, kaitan konflik agama saat ini dengan poligami Abraham adalah tidak benar. Konflik agama itu bukan karena poligami tetapi itu lebih karena ideologi.
Bagaimana konsep Anda tentang pemenuhan kebutuhan dalam keluarga?
Dalam konteks kebutuhan dalam berpoligami juga harus memenuhi hirarki kebutuhan menurut konsep Abraham Maslow (pelopor aliran psikologi humanistic). Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Ini yang harus dijalankan oleh suami-istri yang ingin menjalankan konsep poligami unutuk generasi. Kalau tidak diperhatikan, kebutuhan gizi anak dari menyusui dini hingga besar dan kecerdasan otak tidak berkembang sebagaimana baiknya.
Ini juga harus dilihat dalam konteks masyarakat Papua kelas bawah yang standar kemiskinan masih mendominasi. Apa salahnya jika suatu keluarga ingin poligami namun taraf kehidupannya masih rendah dan keluarga tersebut meminta jaminan ke pemerintah. Itupun kalau sudah ada aturan oleh pemerintah/seperti yang terjadi di Jepang.
Apa yang terjadi di Jepang?
Yang terjadi di Jepang menarik. Menteri Kesehatan Jepang Hakuo Yanagisawa, yang melihat angka kelahiran yang rendah di Jepang mengatakan, sebuah keluarga memiliki anak lebih dari lima anak, maka akan diberikan jaminan oleh negara untuk kelangsungan pertumbuhan seorang anak tersebut. Dan, Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji akan mengeluarkan Undang-Undang untuk mendorong perusahaan bersifat lebih fleksibel dalam menghadapi kebutuhan keluarga karyawan mereka. Angka kesuburan Jepang jatuh di bawah 1.26 bayi per ibu dalam tahun 2005. Informasi ini dapat dibacara di voanews.com, 29/01/2007.
Memang Yanagisawa dikecam karena menggambarkan wanita sebagai mesin pencetak anak. Tetapi, di depan parlemen dia sudah meminta maaf karena ‘’melukai perasaan perempuan’’. Hal ini dilakukan karena melihat angka kelahiran paling rendah di Jepang, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan kemampuan mendanai penggelembungan biaya pension.
Bagaimana dengan nikah dini?
Menikah dini tentunya kita melihat dari faktor umur perempuan juga menjadi pertimbangan, dalam menerapkan konsep poligami ini, tanggapan sdri, selly mambor dalam komunitas papua (Mari memulai dari diri kita. Kita harus jaga organ reproduksi kita bila kita mau menyelamatkan orang Papua dari genosida melalui rencana "bikin anak banyak". Jadi mari setia dengan satu perempuan. Saya sepakat bila solusinya nikah dini dan bikin anak banyak. Satu orang Papua dengan satu istri bisa melahirkan 15 anak berkualitas dalam umur 40 tahun, ditambah lagi bila anak-anaknya dinikahkan dini, maka sudah pasti punya cucu yang banyak.
Setelah pasangan suami istri sudah tidak produktif atau meninggal, dia bangga bisa mempersembahkan 20 atau 30 anak dan cucu selama ia hidup. Kalau kita semua mulai sadar dengan cara ini, 10 tahun kedepan kita sudah bisa mengatasi bahaya genosida), menikah dini juga kita harus memikirkan kematangan dari pola pikir perempuan, kalau pun menikah dini dengan konsep untuk generasi tentunya tidak akan menjadi masalah. Namun, terkadang dalam menikah dini pasti masih banyak terjadi ke egoisan dalam diri perempuan (konteks saya).
Ngomong-ngomong, bagaimana kalau suami Anda nanti ingin poligami?
Untuk generasi, saya berpikir tidak ingin egois dan memakai perasaan. Bila suatu saat saya mendapat lelaki Papua yang ingin menerapkan konsep poligami dan siap memberikan kebutuhan secara manusiawi, kalaupun dalam pemenuhan kebutuhan tidak bisa terpenuhi tentunya saya juga diberikan kebebasan bekerja/berkarir (untuk menghasilkan kebutuhan) dalam keluarga. Tentunya lelaki Papua yang akan menjadi pilihan saya nantinya tidak egois dalam hal membagi jatah ekonomi/kebutuhan dalam rumah tangga.
Bagaimana tanggapan Anda untuk kaum feminis dan aktivis perempuan yang memperjuangkan kesetaraan gender?
Untuk kaum feminis atau pun aktivis perempuan, tampaknya lebih mementingkan perasaan (atau lebih tepat egonya), dari pada logika dan kecerdasannya. Lihat saja sikap mereka terhadap kesetaraan gender. Sebenarnya apa yang ingin diangkat dalam isu ini (poligami), yaitu (1) apakah keinginan untuk mengangkat martabat wanita? (2) apakah hanya ingin menunjukkan bahwa wanita itu bisa sama seperti laki-laki?
Apa yang mau katakana di akhir wawancara ini?
Saya mau mengucapkan terima kasih untuk tulisan Okto Pogau yang menceritakan konsep poligami adalah sebuah jawaban dalam konteks proteksi orang asli Papua. Pada intinya, kalau untuk generasi dan ideologi apa yang tidak mungkin. Ide ini dikembangkan ke depan. Jangan hanya menjadi konsumsi publik dan menjadi perdebatan semata dan sebatas menjadi mengawang atau pun mimpi. Saya senang dengan tulisan “cewe mogee” (perempuan Papua Barat), yaitu ’’zaman boleh berubah, budaya jangan dirubah’’.
’’Kesadaran akan hal ini sangat penting di tengah kaum perempuan. kehadiran anak dalam sebuah keluarga ditentukan oleh perempuan, apakah banyak atau sedikit mau lahir berapa tergantung perempuan. Sementara kita lihat bahwa jumlah orang Papua sekarang sedikit dibandingkan dengan negara tetanggga kita PNG. Kalau kita tidak berpikir ini, kita tunggu saja saatnya nanti, orang Papua hanya akan ditemukan di museum.
Saya menyambung lagi ungkapan Cewe Mogee, yaitu perempuan Papua harus menjaga diri. Perempuan harus sehat maka perempuan akan melahirkan anak-anak Papua yang pintar yang suatu saat akan memegang dunia…tidak percaya…terserah…. Sehat berarti tidak sakit atau tidak ada ganguan fungsi tubuh maupun gangguan mental dan kejiwaan. Untuk menjaga agar semuanya stabil maka seorang perempuan harus menyadari dan berubah dari sekarang.....belum terlambat…to?
Apakah ada saran khusus untuk perempuan Papua?
Perempuan Papua harus mengerti sejarah perkembangan setiap suku, sehingga bisa dikaitkan dengan teori–teori kontemporer. Pendidikan dan kesehatan menjadi acuan untuk perempuan Papua lebih produktif. Untuk poligami harus selesai dalam konteks berpikir bukan sebagai teori–teori yang menjadi perdebatan kosong di antara perempuan Papua. Sehingga penerapan harus di mulai dari ‘’SIAP dan SADAR’’, bahwa ini bukan ‘NAFSU dan PENINDASAN’’, terhadap perempuan Papua sendiri. Tentunya ini sebuah opini yang coba dibangun untuk membantu perempuan Papua berpikir dari segi kecerdasan intelektual untuk sesuatu yang obyektif untuk Papua. Tidak ada sesuatu yang sulit jika kita ingin jalani ini, tidak ada sesuatu yang sulit juga”jika’’ kita tidak ingin menjalaninya. Toh, untuk Generasi, kondisi subyektif perempuan harus kuat, tentunya itu kembali ke pribadi diri sendirilah yang harus bertanya ‘’sa siap ka tidak ee, untuk poligami’’…….(jga-Yermias Degei-Sumber: Majalah SELANGKAH Edisi Januari-Maret 2010)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: POLITIK, SOSIAL BUDAYA
Pemkab Deiyai cairkan 250 Juta untuk kegiatan Festival dan Dana pembinaan Kebudayaan
Ketua Panitia Festifal Kabupaten Deiyai, Yunus Pekei melalui Sekretarisnya, Bruno M. Adii, kepada media ini, Jumat (8/10) beberapa aktu lalu mengatakan bahwa melalui proses yang panjang, pihak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai telah menfasilitasi kami berupaya dana lebih kurang 180 juta untuk digunakan dalam kegiatan Festifal yang berlangsung di Biak Numfor 13-17 Oktober 2010 mendatang.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa Tim yang akan berangkat mewakili Kabupaten Deiyai dengan jumlah personil 40 orang, dan akan berangkat hari ini juga ke Nabire, dan selanjutnya ke Biak dengan Kapal Laut atau Pesawat (jika kalau ada kapal atau tidak ada halangan). Jumlah materi yang akan dibawah ada 7 materi yakni, Tari Pergaulan, Yosim Pancar, Balada Cenderawasih, sosok drama, pop singgers, lukis dan lomba stan pameran.
“Jadi kategori materi telah kami siapkan untuk mewakili kabupaten Deiyai dalam rangkah mengikuti festifal di Kabupaten Biak Numfor tahun 2010”ujarnya.
Dikatakannya, sebagai kesan yang dialami mereka sebagai kontingen ini yakni penyiapkan persiapan dari segi administrasi kita mengalami hambatan, tetapi sampai pada sekarang ini pemda sudah dapat menfasilitasi, walaupun dalam kondisi yang kurang baik di kabupaten ini, namun dalam kesempitan itu pemda sudah bisa dapat melihat pembinaan di dewan kesenian, sehingga melalui dinas teknis akan diberangkatkan dan akan dilepas langsung oleh kepala dinas dikbudpora di Waghete.
“Kami kabupaten deiyai ini merupakan kabupaten baru apapun yang kami akan tampil merupakan pengalaman, karena itu kami sangat perlu dukungan doa dari seluruh masyarakat kabupaten deiyai, karena kami mewakili bukan atas pribadi tetapi kami berangkat atas nama daerah, pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, perlu diketahui bahwa dana sebanyak 70 Juta disisihkan untuk dana Pembinaan Kebudayaan Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Kadin Lepaskan Peserta Kontingen Deiyai
Bertempat di Gedung SMP Negeri I Tigi, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd dan didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbudpora Deiyai, Pabianus Pekei mewakili Pemkab Deiyai menyerahkan dana kegiatan Festifal kepada Panitia sebesar Rp. 180 juta secara langsung di terima oleh Ketua Panitia Festifal, Yunus Pekei dan disaksikan oleh Sekretaris, Bruno Mote, Bendara, Andi Mote dan Aparat Keamanan, dan sekitar 70 juta disisihkan dana untuk pembinaan kebudayaan di dinas Dikbudpora Deiyai.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd berpesan bahwa dengan sedikit dana yang di berikan oleh Pemkab Deiyai melalui DPA Dinas Dikbudpora dapat digunakan dengan baik oleh Panitia dan Peserta selama kegiatan di Biak Numfor. Dan diharapkan setelah sekembalinya dari sana harus ada pertanggung jawaban.
“Hati-hati dijalan, dan manfaatkanlah sedikit dana itu dengan baik dan harap digunakan sesuai kebutuhan, dilarang keras memanfaatkan uang untuk konsumsi miras atau lain-lainnya,”tandasnya berharap.….(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Alex Rumaseb : Kinerja Kabupaten Deiyai Perlu Ditingkatkan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Drs. Alex Rumaseb, MM mengatakan melalui forum Musrenbang ini kita berharap kesamaan pandangan dan harapan dari seluruh pelaku pembangunan dalam memadukan strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas pemerintah kabupaten Deiyai untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Deiyai dan pada umumnya di Provinsi Papua.
“Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Psal 20 ayat (2) menugaskan Kepala Bappeda untuk menyiapkan rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) sebagai penjabaran RPJM Daerah. Berdasarkan rancangan awal RKPD tersebut, SKPD menyusun rancangan rencana kerja (renja-SKPD), yang selanjutnya berdasarkan rancangan renja-SKPD menjadi bahan dalam pemutakhiran rancangan awal RKPD menjadi rancangan RKPD. Rancangan RKPD ini selanjutnya akan menjadi bahan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (MUSRENBANGDA).”jelasnya.
Dikatannya lebih lanjut, jika ditinjau dari tahun rencana, penyusunan RKPD Provinsi Papua tahun 2011 amatlah strategis karena merupakan perencanaan tahun kelima atau tahun terakhir dari pelaksana Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2006 tentang RPJMD Provinsi Papua tahun 2006-2011. Dimana dalam RPJMD telah ditetapkan empat agenda Pembangunan yaitu : Pertama, agenda menata Kembali pemerintah Daerah; Kedua, agenda Membangun Tanah Papua yang Damai dan Sejahtera; Ketiga, agenda Membangun Tanah Papua yang Aman dan Damai; dan Keempat, agenda Meningkatkan dan Mempercepat Pembangunan Prasarana dan Sarana Dasar (Infrastruktur).
Pasalnya, keempat agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan merupakan pilar pokok untuk mencapai visi pembangunan daerah. Keberhasilan pelaksanaan satu agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda lainnya, yang dalam pelaksanaan tahunan dirinci ke dalam RKPD. Dalam pertimbangan itu maka, yang diarahkan untuk mendorong pencapaian target-target pembangunan dalam RPJMD Provinsi Papua.
Dengan mempertimbangkan perkembangan yang telah dicapai serta masalah dan tantangan yang dihadapi pada masing-masing agenda pembangunan, selanjutnya ditetapkan prioritas pembangunan daerah tahun 2011 dan dijabarkan ke dalam program dan kegiatan pokok pembangunan.
Penentuan prioritas pembangunan Provinsi papua tahun 2011 disusun berdasarkan kriteria sebagai berikut : Pertama, memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat yang berada di kampung-kampung; Kedua, mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan; dan Ketiga, realistis untuk dilaksanakan dan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun.
Kinerja Pembangunan
Kinerja pembangunan dalam tiga tahun periode pelaksanaan Pemerintahan Gubernur Barnabas Suebu dan Wakil Gubernur Alex Hesegem, telah banyak perkembangan kemajuan pembangunan dalam empat agenda pembangunan.
Secara garis besar, pelaksanaan agenda menata kembali pemerintahan daerah serta agenda mewujudkan aman dan damai sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, ditunjukkan terciptanya sistim kelembagaan pemerintahaan yang efisien, efektif dan akunyabel serta perkembangan pembangunan hukum dan penghormatan HAM yang lebih baik. Namun tentunya masih diperlukan pemantapan sistem pemerintahan daerah dan hukum yang lebih optimal.
Selanjutnya, dalam agenda damai dan sejahtera serta meningkatkan dan mempercepat pembangunan prasarana dasar juga sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, yang ditunjukkan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia ekonomi daerah, namun untuk agenda ini masih terdapat kendala dalam upaya pencapaiannya secara optimal, sebabkan oleh kondidi perekonomian yang kurang kondusif serta keterbatasan pendanaan daerah.
Pagu Indikatif
Kelima prioritas pembangunan daerah dalam rancangan RKPD Provinsi Papua tahun 2011 tersebut selanjutnya akan dilaksanakan oleh berbagai program SKPD Provinsi Papua dan Kabupaten/kota serta di dukung oleh program dari kementerian dan Lembaga di tingkat Pusat dalam bentuk dana Dekonsentrasi, DAK dan tugas pembantuan. Untuk itu telah disusun pagu indikatif untuk masing-masing Urusan atau SKPD dari sumber dana APBD Provinsi Papua. Pagu indikatif ini masih ada kemungkinan untuk berubah berdasarkan prioritas yang ditetapkan. Pagu indikatif ini disusun dengan memperhitungkan perkiraan ketersediaan pendanaan APBD pada tahun 2011, yang saat ini masih dalam proses perhitungan bersama oleh Badan Keuangan, Aset Daerah dan Bappeda Provinsi Papua…..(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Alex Rumaseb : Isu Strategis dan Masalah untuk Papua
“Dari evaluasi terhadap kinerja pembangunan dalam berbagai bidang pembangunan, telah diintrodusir berbagai permasalahan yang menjadi hambatan dalam mewujudkan target-target yang telah direncanakan. Adapun isu strategis dan masalah mendesak untuk tahun 2011 adalah : Pertama, masih tingginya jumlah penduduk Miskin dan Kesenjangan Pembangunan; Kedua, rendahnya Aksesesibilitas dan kualitas Pelayanan Pendidikan; Ketiga, rendahnya Aksesesibilitas dan Kualitas Pelayanan Kesehatan; Keempat, rendahnya Partisipasi Pemuda dan Prestasi Olahraga; Kelima, rendahnya Kualitas pelayanan Publik; Keenam, belum optimalnya penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, serta Sistem pengawasan dan Akuntabilitas; Ketuju, lemahnya ketahanan pangan; Kedelapan, semakin meningkatnya kerusakan lingkungan; Kesembilan, Belum optimalnya implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus; Kesepuluh, rendahnya tingkat kemajuan Ekonomi Daerah; Kesebelas, terbatasnya Sarana Prasarana Infrastruktur; dan Keduabelas, belum optimalnya penegakan supremasi Hukum dan HAM serta Ketentraman dan Ketertiban,”demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Papua, Drs. Alex Rumaseb, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh salah satu stafnya saat menghadiri kegiatan Musrenbangda Kabupaten Deiyai beberapa waktu lalu di Waghete.
Dengan memperhatikan isi dan masalah tersebut, kata Rumaseb “Mengacu pada arah pembangunan RPJMD Provinsi Papua (2006-2011) maka sementara telah dirumuskan rancangan Tema RKPD Provinsi Papua tahun 2011 yaitu Percepatan “PEMANTAPAN PEMBANGUNAN BERBASIS KAMPUNG DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”. Tema ini kemudian dijabarkan ke dalam enam prioritas pembangunan, yaitu : Pertama, peningkatan pembangunan kampung serta peningkatan kesejahteraan masyarakat; Kedua, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan; Ketiga, pengembangan perekonomian rakyat yang didukung oleh revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, perkebunan serta daya tarik investasi dan pengembangan pariwisata; Keempat, percepatan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan energi; Kelima, penguatan otonomi khusus, pembenahan sistem pemerintahan daerah, dan peningkatan upaya anti korupsi; dan Keenam, peningkatan ketentraman, supremasi hukum dan penegakan HAM.”
Untuk lebih mengarahkan kegiatan pembangunan, masing-masing prioritas pembangunan tersebut dijabarkan ke dalam Arah Kebijakan pembangunan ada enam prioritas yang dilakukan oleh pemerintah diantaranya:
Prioritas pertama, yaitu peningkatan pembangunan kampung serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan arah kebijakan yaitu peningkatan keberdayaan masyarakat kampung; kesejahteraan sosial dan masyarakat terisolir; peningkatan ekonomi lokal; peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan pelayanan infrastruktur kampung.
Prioritas kedua, yaitu Meningkatkan pembinaan SDM dengan memberikan perhatihan luas pada upaya Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan, dengan arah kebijakan yaitu melaksanakan pendidikan anak usia dini; mempercepat penuntasan pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun; peningkatan mutu dan layanan pendidikan menengah umum dan kejuruan, melalui peningkatan sarana dan prasarana serta pembebasan biaya sekolah bagi siswa asli Papua; peningkatan kesempatan belajar ke perguruan tinggi yang bermutu melalui kerjasama dan pemberian beasiswa; meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan disemua jenjang pendidikan; meningkatkan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah; melaksanakan penuntasan buta aksara; penyediaan sarana prasarana perpustakaan; mengoptimalkan peran pemuda dalam pembangunan; meningkatkan pemasyarakatan dan prestasi olahraga; peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara merata sampai ke kampung-kampung terpencil, melalui revitalisasi fungsi Posyandu, pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin asli Papua disemua jenjang pelayanan kesehatan, peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan; mendukung tersedianya makanan dan gizi yang mengjangkau masyarakat kampung, melalui penanganan gizi kurang dan gizi buruk pada ibu hamil dan menyusui, bayi dan anak balita; peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak; meningkatkan upaya pencegahan penyakiut menular; Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga medis dan paramedis terutama untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya, pemenuhan tenaga dokter specialis di RS yang ada; peningkatan pemanfaatan obat melalui penyediaan obat generik esensial (buffer stock).
Prioritas ketiga, yaitu Pengembangan Perekonomian Rakyat dengan komoditas-komoditas berorientasi pasar yang didukung oleh Revitalisasi Pertanian, Perikanan, Kehutanan, Perkebunan dan Daya Tarik Investasi, dengan arah kebijakkan Peningkatan Daya Tarik Investasi, Perdagangan, Pariwisata serta Peningkatan Kesempatan Kerja; Pemberdayaan koperasi, usaha Mikro Kecil dan Menengah; Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Prioritas keempat, yaitu Percepatan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan energi, dengan arah kebijakkan pembangunan/Peningkatan jalan dan jembatan; Mengembangkan prasarana dan fasilitas perhubungan laut; Peningkatan pelayanan angkatan laut melalui Meningkatkan fasilitas Perhubungan Udara; Pembangunan prasarana air bersih; pengadaan solar cell dan mikro hydran (PLTA mini) untuk kebutuhan masyarakat di kampung-kampung; Pembangunan PLTA skala besar untuk memenuhi kebutuhan pembangunan industri dan energi murah.
Priooritas kelima, yaitu Penguatan Otonomi Khusus, pembenahan sistem pemerintah daerah, dan peningkatan upaya anti korupsi, dengan arah kebijakkan peningkatan pengawasan dan akuntabilitas; peningkatan profesionalme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan; peningkatan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan; peningkatan kualitas pelayanan melalui mengembangkan standar kinerja pelayanan publik; peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan sistem pengadaan barang dan jasa.
Prioritas keenam, yaitu Peningkatan ketentraman, supremasi hukum dan Penegakan HAM, dengan aray kebijakkan peningkatan pengawasan dan akuntabilitas; peningkatan ketentraman dan ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal; peningkatan perlindungan hak-hak khusus penduduk asli Papua…….(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.49
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Pertimbangan Provinsi Papua untuk Kabupaten Deiyai
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Papua, Drs. Alex Rumaseb, MM melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh stafnya belum lama ini di Deiyai mengatakan bahwa yang menjadi pertimbangan Provinsi Papua dalam penyusunan prioritas pembangunan di Kabupaten Deiyai untuk tahun 2011 yakni melihat kinerja pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2008, Kabupaten Deiyai berada pada daerah dengan kategori IPM yang rendah di Provinsi Papua.
Pasalnya, hal-hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Deiyai harus tetap menjadi perhatihan utama dalam penyusunan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah.
“Peningkatan IPM ini dapat dilakukan dengan cara lebih meningkatkan pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan semakin mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat kampung dengan memberi perhatihan serius pada kesehatan ibu dan anak serta masalah endemi Malaria dan HIV/AIDS. Dengan demikian partisipasi pendidikan harus tetap ditingkatkan dengan menghilangkan hambatan anak didik untuk mendapat pendidikan baik hambatan yang muncul karena jarak maupun biaya.”ujarnya.
Dikatakan lebih lanjut bahwa kinerja Kabupaten Deiyai dalam mengatasi kemiskinan masih perlu ditingkatkan. Pengurangan pengangguran dan kemiskinan harus tetap menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai. Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan yang sejalan dengan kebijakkan provinsi dan nasional, pelaksanaan berbagai program pembangunan perlu diarahkan ke distrik-distrik dan kampung-kampung, serta dilakukan dengan pola Respek. Dengan demikian, pelaksanaan program pembangunan dapat meningkatkan ketersediaan dan perbaikan serta pemeliharaan prasarana dan sarana fisik dan berbagai sarana pelayanan dasar, serta sekaligus menciptakan kesempatan kerja dan pendapatan bagi masyarakat.
“Berbagai persoalan spesifik yang dihadapi masyarakat Papua khususnya masyarakat Kabupaten Deiyai, hendaknya dapat ditangani secara terkoordinasi dan terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Hal inilah yang menjadi esensi dalam melaksanakan pembangunan dan diupayakan dapat sejalan dengan fokus pelaksanaan agenda RPJMD Provinsi Papua tahun 2006-2011 dan RKPD tahun 2011.
Dengan demikian, dalam rencana tahun 2011 kami berharap dapat memperhatikan pencapaian sasaran dari keempat agenda pembangunan di Provinsi Papua, terutama bagi program yang relevansinya pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, yaitu : pengurangan kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana wilayah dalam rangka mengatasi isu terkini Provinsi Papua diatas, dan kebijakkan yang memihak (affirmative policy) pada putra-putri asli Papua,”jelasnya.
Selanjutnya, kita juga perlu mengantisipasi perubahan iklim global yang merupakan ancaman nyata bagi kehidupan manusia pada saat ini dan di masa yang akan datang. Adanya perubahan iklim akan berdampak pada perubahaan siklus musim panas dan hujan, terjadinya banjin dan badai, serta bermunculannya wabah penyakit endemik. Bencana tersebut dapat mengancam pencapaian target pembangunan daerah dan tujuan pembangunan milenium. Oleh sebab itu, kita harus mengantisipasi sejak dini dan dampat perubahan iklim tersebut.
Masih dikatakanya, pemerintah kabupaten di harapkan lebih mengenal dan memahami dampat perubahan iklim yang terjadi di daerah, dan menjadikan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sebagai isu stratagis dan prioritas pembangunan daerah pula. Mengenai penyelenggaraan penataan ruang di Kabupaten Deiyai diharapkan meningkatkan pengaturan, pembinaan, pelaksanaan dan pengawasan tata ruang daerah guna mewujudkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang serta pembangunan yang berkelanjutan dan dilaksanakan secara terpadu.
“Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan mengenai permasalahan dan tantangan pembangunan daerah kita, arah kebijakkan, rancangan prioritas untuk tahun 2011 di tingkat Provinsi serta beberapa pendangan kami khususnya mengenai pembangunan di Kabupaten Deiyai melalui perspektif Provinsi. Kiranya hal-hal tersebut dapat menjadi pertimbangan dan masukan dalam penyusunan RKP Daerah Kabupaten Deiyai 2011 mendatang. Saya harapkan juga musrenbang Kabupaten ini dapat menghasilkan keluaran berupa kesepakatan usulan-usulan program dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi (c.q. Bappeda) paling lambat minggu pertama bulan April 2010, untuk menjadi bahan Musrenbang Provinsi Papua.
Guna lebih meningkatkan daya guna atas keluaran dari Musrenbang Provinsi Papua 2010, pada kesempatan ini saya minta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Deiyai untuk dapat menetapkan isu-isu strategis sesuai prioritas Kabupaten serta lebih menajamkan usulan-usulan dari SKPD untuk dibahas dalam Musrenbangdaprov 2010. Penajaman tersebut mengacu pada kelima prioritas pembangunan Provinsi dalam rancangan RKPD 2011, dengan memberikan bobot prioritas sesuai tingkat kebutuhan di Kabupaten Deiyai. Selanjutnya dalam acara musrenbang ini pada pembahasan-pembahasan setiap bidang pembangunan akan didampingi oleh Tim Asistensi Bappeda Provinsi Papua.”tandasnya…..(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.35
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
12 September 2010
Kadin PKPO Deiyai : Mengenai Gaji Honorer dan Sukarela, Jadi Tanggung Jawab yang Merekrut
Terkait dengan adanya pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok guru-guru Honorer dan Sukarela di kantor Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Kabupaten Deiyai beberapa waktu lalu, menyangkut dengan tunjangan mereka.
Kepada media ini Kepala DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Jumat (10/9) lalu di waghete menegaskan bahwa telah dijelaskan kepada semua kepala-kepala sekolah se-kabupaten Deiyai, bahwa jika tenaga honorer atau tenaga sukarela itu diangkat oleh Kepala Sekolah SD dan SMP maka tunjangan atau honor mereka diselesaikan oleh pihak sekolah itu sendiri melalui dana BOS, begitu pun juga dengan SMA/SMK yang sebagaimana akan diselesaikan melalui dana BOB atau BOM.
“Bukan tenaga Honorer atau Sukarela datang dan ribut-ribut serta melakukan pemalangan di kantor Dinas. Ini hal yang sangat keliru sekali, karena sudah tentunya tidak ada Pos Dana dalam APBD untuk pembayaran honorer dan sukarela. Dan perlu setiap tenaga Honorer dan tenaga Sukarela ketahui bahwa mereka direkrut oleh siapa, waktu ketika mereka mulai melakukan kegiatan awal proses belajar mengajar (PBM),”tanya Adii dengan tegas.
Dikatakannya lagi bahwa sudah sangat jelas sekali, kita bisa membedakan mana yang direkrut tenaga honorer atau tenaga sukarela oleh Kepala Sekolah, Kepala Dinas dan Bupati. Jika Kepala Sekolah yang merekrutnya berarti masalah honorer mereka ditanggulangi oleh pihak sekolah, begitu pun juga jika direkrut oleh Kepala Dinas dan Bupati.
“Sekarang kan sudah sangat jelas sekali, siapa yang merekrut mereka ketika menjadi tenaga honorer atau tenaga sukarela. Untuk itu yang bisa kami lakukan saat ini yakni mendata ulang semua tenaga honorer serta tenaga sukarela, dan mencari tahu siapa yang mengangkat mereka menjadi tenaga honorer dan tenaga sukarela,”tegas Bapa asli Tigi Timur ini yang lahir dan besar di Amago-Bomou sembari mengakhiri komentarnya…!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.03
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
22 Agustus 2010
Kadin Dikbudpora Deiyai buka Palang SMP Ayatei, disaksikan Kesek, Guru dan sejumlah Masyarakat
.jpg)
Hampir menjelang beberapa pekan, aktivitas proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri Ayatei Distrik Tigi Barat di hentikan. Hal itu di akibatkan terjadinya pemalangan yang di lakukan oleh sejumlah anak-anak murid sekolah tersebut, akibat ketidaklulusan mereka pada Ujian Nasional tahun 2010 ini.
Pemalangan akhirnya di buka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadin Dikbudpora) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd usai bertatap muka di depan halaman SMP Negeri Ayatei dengan Kepala Sekolah setempat, Guru, Senior pendidikan dan beberapa Tokoh Pemuda, pada Sabtu (21/8) Siang lalu di Ayatei Distrik Tigi Barat, dan merekalah yang turut menyaksikan jalannya pembukaan palang sekolah tersebut oleh kadin Dikbudpora Deiyai.
Usai palang di buka, di hadapan Kepsek, Staf dan beberapa masyarakat, Kadin Dikbudpora Deiyai, Johanis Adii, S.Pd mengatakan “Berdasarkan keterangan di lapangan pemalangan itu dilakukan oleh anak-anak murid saat pengumuman keberhasilan karena tidak lulus ujian nol persen, maka secara resmi atas nama pemerintah setempat dalam hal ini Pimpinan Pendidikan Kabupaten Deiyai membuka palang tersebut. Jika sebaliknya kalau orang tua yang palang berarti saya tidak berani buka, tetapi karena anak-anak binaan kami yang palang dalam keadaan marah, maka saya ambil tindakan untuk membuka palang, supaya tidak menggangu proses PBM kedepan di sekolah ini.”
“Masalah palangnya SMP Negeri Tigi Barat di Ayatei ini, kita merasa sangat rugi apabila anak-anak itu tidak dihargai dan tidak mendapatkan pengetahuan, karena bangsa ini menginginkan supaya setiap anak bangsa diwajibkan memiliki pengetahuan yang semaksimal mungkin. Pasalnya, ketidakberhasilan dari anak-anak itu kembali kepada kepribadian anak-anak itu sendiri, dan juga diakibatkan karena kekurangan tenaga pengajar.”tegas John Adii ketika memberikan arahan di dalam ruangan sekolah tersebut, saat bertatap muka dengan Kepala Sekolah dan Staf SMP Negeri Ayatei serta sejumlah elemen masyarakat palang di buka.
Dikatakanya lebih lanjut bahwa jika kalau tenaga pengajar itu tidak lengkap sesuai dengan pelajaran yang ada bisa terjadi juga seperti itu. Guru-guru yang ada ini bidang mengajarnya bahasa inggris. Sementara disekolah itu bukan semua pelajaran yang dipelajari oleh Kepala Sekolah, begitupun juga dengan staf dan guru-guru lain yang juga bidangnya sendiri-sendiri.
“Jadi penyebab anak itu tidak berhasil juga tergantung pengajar, artinya bukan mereka tidak mampu tetapi bidangnya tentunya masing-masing. Kalau kelulusan itu menonjol apabila guru mata pelajaran ujian nasional tidak lengkap bisa saja terjadi demikian. Dan hal itu pun terjadi di seluruh indonesia tahun 2010 ini, dimana total keseluruhan sekolah-sekolah yang tidak lulus nol persen berjumlah sebanyak 240-an,”jelas Bapa yang pernah mengabdi puluhan tahun di Kabupaten Jayawijaya ini.
Diakhir arahannya, Adii mengatakan sebagai harapan dari kita semua baik pemerintah maupun masyarakat bahwa anak-anak bangsa kedepan itulah yang kita harus didik mereka, supaya mereka harus lebih pintar dan mereka bisa memajukan pendidikan ini kedepan khususnya di kabupaten Deiyai.
Maka dengan demikian, sekarang yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita di Pendidikan Deiyai yakni membenahi serta melengkapi apa yang menjadi kekurangan di dunia Pendidikan Deiyai, misalnya saja penambahan Guru-Guru mata pelajaran inti seperti Ipa, Mate-Matika, Fisika, Bahasa Ingg, ris untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK serta melengkapi semua bangunan sekolah, mes guru, perpustakaan dan perlengkapan buku-buku serta lainnya yang menyangkut pendidikan.
Ditempat terpisah Kepala Distrik Tigi Barat, Frans Bobii ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (22/8) mengatakan sangat berterima kasih sekali karena Kepala Dinas Dikbudpora Deiyai bisa turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung situasi dan kondisi (sikon) gedung sekolah yang di palang tersebut.
Untuk sekolah itu, Kata Frans Bobii. “Terjadi nol persen selama dua tahun dan akan juga imbasnya dengan sekolah-sekolah lainnya, jika kalau tidak diambil langkah oleh pihak pendidikan menyangkut perkecilnya sekolah-sekolah yang ada, supaya pendidikan itu bisa berjalan dengan baik, tidak hanya SMP tetapi juga harus ada pada tingkatan SD maupun juga SMA/SMK”.
“Terkesan bahwa mereka yang berkelas enam itu adalah mereka yang ambisi untuk menjadi kepala sekolah. Ini yang membuat kita pihak pemerintahan distrik dan pihak Pendidikan Kabupaten selama ini pusing untuk memikirkannya.”tegas Kadis Tigi Barat mengakhiri komentarnya dengan media ini. ……. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
07.12
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Bupati Deiyai : ” Tugas dan Tanggung Jawab kita semua berlandaskan Pengabdian ”
“Sebagai warga Kabupaten Deiyai kita pun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama khususnya dalam membangun kabupaten kita ini dari berbagai ketertinggalan terutama di bidang pembangunan berupa apapun. Dan jika bila kita gambarkan atau ibaratkan pembangunan itu sama dengan uang logam yang sama sisi dan saling melengkapi dengan yang lainnya,”demikian di katakan Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage saat memberikan pidato kenegaraan pada peringatan upacara bendera HUT RI ke-65 (Selasa, 17-08-2010) belum lama ini di Lapangan Bola Kaki Waghete, Distrik Tigi Kabupaten Deiyai.
Untuk itu, kata Bupati Pakage patut di lakukan kembali peranan tugas dan tanggung jawab birokrasi dilandasi pengabdian serta pimpinan birokrasi diharapkan harus memberikan koreksi serta kontribusi yang baik kepada masyarakat melalui pembangunan yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan di daerah ini, sebab yang telah kita lakukan dalam hidup harus sesuai dengan talenta dan potensi kita masing-masing.
Dengan demikian. Kata orang nomor satu pada pemerintahaan Kabupaten Deiyai ini yakni, pentingnya meningkatkan pembangunan dengan memberlakukan atau mengutamakan prospektif, proyektif dan sejauh mana langkah-langkah dalam mengikuti penurunan perubahaan melalui karya nyata kita bagi daerah bangsa ini terutama kabupaten Deiyai saat ini dan kedepannya. Oleh sebab itu, maka tugas utama kita selanjutnya adalah melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan artinya dengan semangat talenta dan profesi serta tanggung jawab, kita menyadari terutama masih sangat banyak terjadi disekitar kita, hal-hal yang negatif diantaranya bencana alam, kerusakan lingkungan, pengaruh global, praktek kriminalitas sampai dengan ancaman-ancaman lainnya.
”Berbagai upaya kita perjuangkan untuk masyarakat sesuai kebijakan pemerintah daerah kabupaten Deiyai melalui visi dan misi tersebut yang akan dilakukan secara bertahap, diantaranya. Pertama, Peningkatan ketagwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Kedua, Peningkatan kualitas SDM di aparatur terhadap masyarakat gunung. Ketiga, Peningkatan kualitas kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat. Keempat, Perbaikan ekonomi kerakyatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelima, Menjadikan Kabupaten Deiyai yang terbuka dari terisolasi daerah tertentu dan jembatan dalam menghubungkan distrik yang satu dengan distrik yang lain.
Keenam, Dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahaan dan pembangunan sebagai kabupaten Deiyai yang baru berusia satu tahun telah meletakan pondasi supaya letak kerja Bupati Carateker diantaranya seperti : Menata Kelembagaan dan Organisasi. Membuat SKPD. Melantik dan menetapkan pejabat teras. Menata perkantoran dan administrasi. Dan membentuk serta melantik anggota dewan yang sebagaimana akan di lakukan dalam waktu dekat.”ujar Bupati Deiyai......(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
00.41
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
21 Agustus 2010
Peringatan Hut RI di Deiyai : Dilakukan Secara Sederhana di 5 Titik
Di kabupaten Deiyai, upacara peringatan HUT RI ke-65, Selasa (17/8) di lakukan secara sederhana di lima (5) titik, diantaranya Distrik Tigi (sebagai ibu kota Kabupaten), Distrik Tigi Timur, Distrik Tigi Barat, Distrik Kapiraya dan Distrik Bouwobado.
Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada peringatan HUT RI ke-65 di jantung kota Deiyai. Sementara di distrik-distrik lainnya, seperti distrik Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado sesuai informasi yang diterima media ini juga melaksanakan peringatan HUT RI ke-65 secara serempak di pimpin oleh masing-masing kepala distrik setempat.
Di ibu kota Kabupaten Deiyai sesuai pantauan media ini kemarin suasana jalannya upacara bendera peringatakan HUT RI ke-65 berlangsung di lapangan bola kaki waghete (selasa) kemarin berjalan aman dan lancar. Bupati Deiyai yang dikawal ajudannya, setelah tiba di lapangan upacara beberapa saat setelah menyinggai tribun langsung menuju mimbar kehormatan, pertanda upacara segera dimulai.
Para muspida-muspida plus terlihat berdiri saat irup memasuki mimbar kehormatan, yang disambut komandan upacara yang di pimpin Danramil Tigi.
Turut serta hadir dalam upacara peringatan HUT RI ke-65 diantaranya, Kapolsek Tigi, para tamu undangan, muspida-muspida plus, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, PNS serta siswa-siswi pelajar dari tingkat TK hingga SMA/SMK.
Seusai upacara dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama para muspida, muspida plus serta para pejabat lainnya.
Pra HUT RI di Tahun Perdana Pemkab Deiyai
Kekompakan adalah kunci utama dalam segala sesuatu baik itu dalam pekerjaan atau pun aktivitas-aktivitas lainnya. Ketika kekompakan itu di hiraukan oleh siapa saja, maka sudah tentunya segala sesuatu yang hendak dilakukan tidak akan pernah tercapai.
Bukti dari adanya kekompakkan maka apa yang di rencanakan untuk dilakukan pasti akan berjalan dengan mulus tanpa ada halangan. Saat ini di seantero tanah air indonesia mulai dari sabang hingga merauke mulai terlihat sibuk dengan berbagai kegiatan masing-masing. Pasalnya, di seluruh daerah tidak ketinggalan dalam meramaikan hari proklamasi kemerdekaan republik indonesia ke-65 (17/8/45-17/8/10) dengan berbagai ragam kegiatan, yang dilakukan sekali dalam setahun.
Misalnya saja, sesuai pantauan wartawan berbagai kegiatan seperti pembersihan lingkungan, tempat tinggal, kantor, pemasangan lampu-lampu kecil terutama di kantor Bupati serta lain-lainnya mulai dilakukan pegawai di lingkup pemkab Deiyai, guna mensukseskan hari bersejarah bagi bangsa indonesia yang kalau di lihat sudah tinggal menghitung hari lagi pelaksanaan puncaknya.
Hampir semua kantor, dinas maupun badan mulai terlihat kompak dalam membersihkan lingkungan kantor serta membuat gapura.
Tak ketinggalan juga, hal yang sama dilakukan oleh warga masyarakat beberapa kampung di distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado turut juga meramaikan hari proklamasi melalui kegiatan pembersihan lingkungan maupun perlombaan-perlombaan....!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
23.13
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
10 Agustus 2010
Bupati Deiyai dan Rombongan melakukan Turkam ke distrik Tigi Barat
Untuk kedua kalinya di tahun 2010 ini, setelah Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage dan rombongannya melakukan turun kampung (turkam) di Distrik Tigi (ibu kota kabupaten Deiyai) dan Distrik Tigi Timur beberapa hari lalu, kini giliran Tigi Barat yang dikunjungi.
Tepatnya pada, Selasa (10/8) kemarin Bupati Kabupaten Deiyai Provinsi Papua, Drs. Blasius Pakage bersama beberapa Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diantaranya Kepala BPMK, Kepala Dinas Dikbudpora, Sekretaris Inspektorat, Kepala Dinas Keuangan dan pejabat teras lainnya diantaranya seperti Danramil, Kapolsek dan lainnya, melakukan turkam ke Ayatei ibukota Distrik Tigi Barat, pagi kemarin.
Tujuan dari diadakannya turkam oleh Bupati Blasius dan rombongan ini, selain menginput atau mendengar langsung masukan, saran dan pendapat dari masyarakat menyangkut Bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Infrastruktur Fisik dan non Fisik, Bupati secara langsung menyerahkan dana turkam sebesar Rp. 100 juta kepada 12 orang kepala kampung yang di saksikan oleh rombonganya serta Kepala Distrik dan Masyarakat Tigi Barat. Untuk diketahui publik bahwa 12 kampung yang masuk dalam wilayah pemerintahan distrik Tigi Barat yang di komandangi oleh Frans Bobii itu, diantaranya Kampung Ayatei, Diyai, Onago, Tenedagi, Meiyepa,Yinudoba, Widuwakia, Demago, Puudu, Puyai, Gakokebo, Yagu dan Piamatadi.
Banyak usulan, masukan yang disampaikan oleh masyarakat yang diwakili oleh masyarakat adat, para guru, para medis dan kepala kampung tidak keluar dari bidang-bidang pokok diantaranya Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Sosial dan Bantuan Respek (Rencana Strategi Pembangunan Kampung) dan lainnya. Secara langsung di tanggapi Bupati Blasius Pakage, Kepala Dinas Dikbudpora dan Kepala BPMK Kabupaten Deiyai kepada masyarakat.
Kegiatan turkam tersebut berakhir tepatnmya sekitar jam 16.00 WIT, yang secara langsung diakhiri dengan doa penutup oleh salah satu gembala sidang gereja setempat di Ayatei…….Semoga (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
16.25
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI
Usai 17-an, Dana Kesejahteraan dan Dana LP Guru serta Staf direalisasikan
Hingga kini berbagai keluhan dikalangan Guru dan Staf di lingkungan Pendidikan Kabupaten Deiyai menyangkut belum jelasnya pembayaran dana Kesejaheraan dan Lauk Pauk (LP-Triwulan kedua) Guru dan Staf di lapangan, membuat Guru dan Staf patah semangat untuk melakukan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah bahkan di kantor.
Dengan demikian menanggapi keluhan-keluhan tersebut bahkan pertanyaan dari guru-guru serta staf di lapangan menyangkut Dana Kesejahteraan dan Dana LP beberapa waktu lalu telah berlangsungnya audance antara pihak guru-guru dengan Kepala Dinas Dikbubpora yang juga turut serta hadir Danramil, Kapolsek serta Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam suatu pertemuan yang di lakukan di Aula Distrik Tigi, Jumat (6/8), dan juga berlangsung pertemuan yang sama di jam yang berbeda tepatnya di aula kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.
Kepada media ini Kepala Dinas DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd, Selasa (10/8) pagi kemarin mengatakan bahwa sesuai kesepakatan bersama dengan Guru-Guru dan Staf dilingkungan Pendidikan Deiyai, bahwa usai kegiatan hari kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2010, akan di lakukan pembayaran Dana Kesejahteraan dan Dana LP kepada semua Guru-Guru dari TK sampai dengan SMA/SMK serta Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai.
“Untuk itu hal yang namanya palang memalang khususnya di sekolah-sekolah segera di buka, dan biarkanlah PBM dapat berlangsung seperti sebagaimana biasanya. Jika adanya palang memalang secara terus menerus maka yang akan ketertinggalan ilmu adalah anak-anak generasi Deiyai ini kedepan, jika hal itu terjadi pastinya yang rugi masyarakat bahkan kita pemerintah daerah setempat,”ujar mantan mahasiswa Uncen pada Fakultas FISIP angkatan 2002 ini, ketika memberikan keterangan kepada media ini di ruang kerjanya, kemarin.
Ditambahkannya, bahwa jangan ada yang berfikir bahwa masalah ini dibiarkannya saja berlarut, namun kita terus proses selama ini, mengingat karena ini daerah baru maka tentunya prosesnya pun juga lama, jadi jika ada guru-guru atau staf yang masih keliru akan hal ini segeralah datang dan tanyakan kepada Kepala Dinas Dikbudpora, jangan hanya sebatas “kata-katanya saja” dan hanya mendengar isu-isu dijalan saja.
“Sekali lagi perlu diketahui oleh semua guru dan staf dilapangan bahwa jangan kita terpancing dan terprovokasi dengan oknum-oknum tertentu yang hanya ingin memperkeruh suasana dan situasi di lapangan”tandasnya berharap………!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
16.13
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
31 Juli 2010
Globalisasi hasilkan unggulnya Mutu SDM
“Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas hanya dapat di peroleh melalui pendidikan yang bermutu unggul. Dari system pendidikan yang unggul inilah muncul generasi dan budaya yang unggul. Namun demikian, munculnya globalisasi juga telah menambah masalah baru bagi dunia pendidikan.”demikian dikemukakan Ones Madai salah satu mahasiswa Universitas PGRI Adhibuana Surabaya, kepada media web blog ini via email beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, bagaimana tidak ? Di satu sisi system pendidikan yang di terapkan harus berimplikasi pada pemupukan nasionalisme peserta didik. Namun di sisi lain, hajat pemenuhan kebutuhan pendidikan global harus ditunaikan, agar para lulusannya dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global.
“Disinilah kita dituntut untuk bisa mengembangkan system pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, berperspektif globalisasi.”demikian ditambahkannya lagi sebagai masukan untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua pada khususnya dan pada umumnya Dinas Pendidikan di seluruh Tanah Papua.
Tidak keluar dari kegiatan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan di Kabupaten Deiyai khusus di bidang Pendidikan diantaranya seperti pembangunan Perpustakaan, Pembangunan dua bangunan Sekolah Tingkat SMP dan dua bangunan sekolah tingkat SMA. Maka dengan demikian hadir pula berbagai masukan yang diterima media ini untuk Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, diantaranya :
“Pertama, jika terealisasi pembangunan gedung sekolah dan perpustakaan maka, apa yang di simpan dalam perpustakaan dan ruangan kelas tersebut, dimana dalam kedua ruangan itu perlu fasilitas yang menunjang sesuai kebutuhannya, sehingga jauh sebelumnya bapak dapat memesan kelengkapannya. Ketika ruangan kelas maupun perpustakaan terdirikan alangkah indahnya fasilitas penunjang sudah ada di kabupaten setempat.
Kedua, perlu untuk memfasilitas sekolah-sekolah yang lama baik itu SD, SMP maupun SMA yang berada di Kabupaten Deiyai. Ketiga, bila perlu di masing-masing sekolah ada mata pelajaran Muatan Local (MULOK) agar dapat di barengi dengan system budaya setempat. Keempat, perkembangan pendidikan harus mengikuti era-globalisasi, guna mempersiapkan SDM Deiyai yang Handal.”
Menanggapi hal tersebut diatas, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, kepada media ini, Jumat (30/7) kemarin diruang kerjanya mengatakan pada prinsipnya jika ada masukan, kritikan atau saran yang bersifat untuk membangun khususnya di bidang Pendidikan Deiyai, pihaknya akan dengan polos menerimanya, namun sebaliknya jika ada hal-hal berupa masukan yang bersifat merusak, pihaknya 100 persen tidak menerimanya.
“Deiyai adalah kabupaten baru yang tentunya sangat banyak membutuhkan berbagai opini, pandangan, motifasi yang baik dari semua elemen yang berkompoten di daerah ini,”kata Bapa yang menghabiskan puluhan tahunnya bekerja sebagai Tenaga Pendidik di daerah Jayawijaya.
Mengenai pembangunan awal yang kini tengah berlangsung, kata Adii. Semuanya telah terprogramkan dalam kegiatan, jika kegiatannya tidak ada di tahun ini, maka kegiatan itu akan bisa terwujud di tahun anggaran 2011 mendatang, dan kegiatan-kegiatan yang masuk dalam tahun anggaran 2010 ini tentunya akan diselesaikannya dan sementara pembangunannya sudah dan sedang berlangsung. Misalnya saja, perpustakaan tentunya akan pula juga dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya didalamnya begitupun juga dengan meja dan kursinya yang akan menjadi fasilitas pendukung dari bangunan gedung sekolah yang du bangun bahkan pula gedung perpustakaan.
Wacana ini hanya sebuah masukan untuk pengembangan SDM Deiyai lebih spesifik dan Papua pada umumnya. Prinsipnya, berbagai sumber menyebutkan kesalutan mereka akan misi mulia yang di jalankan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten Deiyai, seperti yang diterima media ini melalui berbagai sumber…..Semoga !!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
00.39
1 komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
My Number NPWP
My Daily
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan