God Bless You All and Me

27 Maret 2011

Dilanda Banjir, Warga Ekadide dan Agadide Mengungsi

Curah hujan yang cukup tinggi sejak pekan lalu membawa “hujan bencana” bagi masyarakat Distrik Agadide dan Distrik Ekadide, Kabupaten Paniai. Warga yang selama ini hidup di sekitar Kali Aga dan Eka ketiban bencana banjir dan pasang air danau. Akibatnya, rumah dan lahan serta lokasi ternak hanyut tersapu air.

Semua kali kecil yang ada di kawasan itu meluap bermuara di dua sungai besar, Eka dan Aga. Praktis, dataran rendah di lembah Agaapo dan Ekapo meluap. Akibat luapan sungai dan pasang air danau itu, semua kampung yang tersebar di dua distrik itu digenangi banjir setinggi kurang lebih dua meter.

Data yang dihimpun Papuapos Nabire, hingga kini tidak ada korban meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara kondisi kesehatan sebagian sangat memprihatinkan, ada yang sakit batuk, diare dan lain-lain.

Pemerintah Distrik Agadide dan Ekadide dalam laporannya melalui staf, bahwa warga tidak mengalami kecelakaan fatal karena ketika air perlahan naik semua telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian memilih tinggal di rumah kerabatnya, sebagian lagi ditampung di Balai Kampung dan Kantor Distrik.

Kerugian yang diderita akibat meluapnya Sungai Aga dan Eka serta pasang air Danau Paniai setinggi dua meter tersebut, ratusan ternak dan tanaman pertanian milik warga setempat.

Berdasarkan hasil monitoring tim Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Paniai, bencana ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kampung Obaipugaida, Geida dan Agaapo, Distrik Ekadide. Masyarakat yang berdomisili di sekitar kedua kali seperti Distrik Agadide dan beberapa kampung lainnya di Distrik Ekadide tidak luput dari bencana tersebut. Tanaman dan ternak terhanyut akibat derasnya air dari kedua sungai.

Warga yang rumahnya tidak layak dihuni telah mengungsi ke daerah yang agak tinggi. Seperti di Kampung Obaipugaida, semua warga telah meninggalkan rumah mereka.

Barnabas Degei (39), salah satu warga Kampung Obaipugai Distrik Ekadide yang rumahnya tenggelam oleh banjir dan genangan air danau, menuturkan, keluarganya mengungsi ke daerah yang aman ketika bencana terjadi.

“Pas air sudah mulai naik, kami langsung cari jalan untuk selamatkan anggota keluarga ke tempat yang lebih aman,” tuturnya, Senin (21/3) kemarin.

Keluarga Barnabas Degei terdiri dari istri dan empat anak. Satu laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Istrinya baru melahirkan tiga bulan yang lalu. Saat kejadian, kondisi istri tidak kuat. “Ibu tidak kuat, tapi terpaksa kami harus mengungsi,” kata Barnabas.

Sementara itu, bayi yang baru dilahirkan saat ini sedang sakit. Ia perlu mendapat pertolongan medis.



Lahan Pertanian Terendam

Masyarakat Ekadide pada umumnya hidup dengan mengandalkan potensi pertanian di wilayahnya. Sejak dua minggu yang lalu, air danau mulai naik dan sedikit demi sedikit telah menelan hampir semua lahan pertanian yang ditanami petatas dan keladi sebagai bahan makanan pokok warga setempat. Sayur bayam, boncis dan kol di lahan garapan juga telah terendam air.

Lahan yang tenggelam akibat bencana, menurut Fabianus Degei, Kepala Kampung Obaipugaida, diperkirakan berjumlah 4000 lebih lahan. Itu berarti, hampir semua lahan tak tersisa disapu air banjir. “Sekarang tidak ada ketersediaan makanan, sehingga warga sedang kelaparan,” kata Fabianus.

Dituturkan, kelaparan yang dialami cukup parah. Meski beberapa hari lalu mereka dibantu oleh keluarga dekat di sekitar dan membeli beras dengan harga Rp 10.000/kg di kios yang terletak di ibu kota Distrik Ekadide, namun itupun telah habis dipakai. “Tidak ada cadangan makanan. Uang juga sudah habis terpakai untuk beli beras dan bahan makanan di kios,” imbuhnya.

Menurut Fabianus, karena ketersediaan makanan dan uang mereka habis, maka sejak dari dua hari lalu kelaparan mulai dirasakan warga yang sedang mengungsi.



Sektor Peternakan Hancur

Tempat masyarakat setempat biasa pelihara ternak juga tak luput dari amukan bencana. Akibatnya, lokasi untuk ternak telah dipenuhi air.

Habel Degei (32), tokoh pemuda Distrik Ekadide, menyebutkan korban ternak ayam diperkirakan sekitar 1230 dan ternak babi sekitar 700 ekor, ternak kelinci hampir mencapai 300 ekor.

“Jumlah ini masih belum terhitung yang dari Kampung Agaapo dan kampung-kampung di wilayah Distrik Agadide,” kata Habel.



Kondisi Kesehatan Memprihatinkan

Hasil monitoring di lapangan, warga yang mengalami korban bencana sampai sekarang jarang keluar dari rumah. Jika mau keluar, harus ada perahu. Buang kotoran juga tidak jauh dari kawasan perumahan rakyat.

“Kondisi kesehatan masyarakat di daerah itu sangat memprihatinkan,” ujar Direktur Yapkema, Hanok Herison Pigai, kemarin.

Hal itu tampak dari pola makan yang tidak sehat, mengkonsumsi air kotor yang langsung diambil dari tempat mereka tinggal. Air yang diminum berwarna, tampak kabur, kotor karena diduga telah tercampur dengan kotoran manusia dan kotoran ternak air, sehingga kemungkinan terkontaminasi dengan kuman bakteri mematikan.

“Warga yang terkena bencana ini sedang mengalami banyak masalah mulai dari kesehatan keluarga, penyediaan makanan yang tidak tercukupi, tidak ada pasokan air bersih, sehingga mereka harus mengkonsumsi air di sekitarnya yang tidak sehat, padahal disitu mereka juga membuang kotoran,” tutur Pigai.

Saat ini warga Agadide dan Ekadide sangat membutuhkan bahan makanan dan medis. Sementara itu, hingga memasuki pekan kedua pasca bencana, belum ada bantuan kemanusiaan.

“Kiranya ada perhatian dari berbagai pihak untuk menanggulangi bencana banjir ini,” ucap Hanok.



Anak-Anak Tidak Sekolah

Diperkirakan sekitar 2000 anak di Distrik Ekadide tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Sejak kejadian, mereka terjebak karena bencana banjir. Terpaksa anak-anak memilih menjadi pekerja ulet membantu anggota keluarganya mengungsi ke tempat aman.

Meski melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bocah-bocah itu mau tidak mau membantu keluarga di tengah bencana. Mereka mengemudikan speedboat dan perahu untuk menjemput dan mengantar mama-mama mencari nota (makanan) di Komopa dan keluarga dekatnya yang berdomisili di wilayah dataran tinggi. Juga membeli beras di ibukota Distrik Ekadide.

Kesehatan anak-anak tersebut sangat rentan. Mereka tak mengenal lelah. Seharian dihabiskan untuk mengantar orang tua dan masyarakat yang ingin keluar dari rumah dengan menggunakan transportasi danau. (jga-you/ppn)

seLENgkapnya......

Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.

Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.

Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

Dampak Positif:

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain

6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.


Dampak Negatif:

Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

Penipuan

Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Carding

Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

Perjudian

Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya, contohnya:

1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).

2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.

3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).

4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut…..!!! (jga)

seLENgkapnya......

23 Maret 2011

Diktan Paniai dan Masyarakat Panen Raya Ubi Jalar di Wotai

Sebelumnya atau tepatnya pada Rabu (12/1) bulan lalu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Paniai melalui instansi teknis yakni Dinas Pertanian (Diktan) bersama masyarakat melakukan panen Raya Ubi Jalar di Kampung Epouto, Distrik Yatamo.
Kini hal yang sama pula juga di lakukan penen raya oleh Diktan dan Masyarakat Kelompok Tani (Poktan) Iyiookayakitou RT Potigouda di Kampung Wotai, Distrik Yatamo Kabupaten Paniai, pada Rabu (23/3) kemarin.

Kebun ubi jalar tersebut milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Iyiookayakitou Kampung Wotai. Selama ini, Gapoktan tersebut ada dibawah binaan Dinas Pertanian melalui dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun anggaran 2010. Panen kali ini disaksikan langsung oleh seluruh orang Mee dari Tigi, kamu, Paniai, Pemkab setempat, aparat distrik dan Kepala Kampung Wotai.

Pada kesempatan itu, Ketua Gapoktan Iyiookayakitou Wotai, Simon Pekei mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini kelompok Bunani ini tinggal dan hidup didepan mata Pemerintah Paniai selama ini, tetapi selalu di lupakan oleh pemerintah.
“Jadi Dinas Pertanian adalah yang membina kami, untuk itu harus ada perhatikan kepada kami kelompok Bunani dalam hal pembinaan teknis,”ujarnya tegas.

Sementara itu menanggapi komentarnya kelompok Bunani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Paniai melalui Kepala Bidang PPL, John Nicolas Pigome, S.Sos mengatakan Gapoktan Iyooyakitou adalah satu dari sekian banyak poktan yang pihaknya dalam hal ini Diktan sebagai instansi teknis Pemkab Paniai bina.

“Maka itu kami tetap akan melakukan pembinaan-pembinaan teknis untuk tahun-tahun yang akan dating. Diharapkan juga selain Gapoktan ini, Gapoktan lainnya pun perlu juga membangun kerja sama yang baik, agar ekonomi masyarakat bisa meningkat minimal kebutuhan dasar terpenuhi,”tegasnya.

Masih dikatakannya, ubi atau petatas merupakan tanaman yang tidak asing bagi suku-suku di kawasan Papua Tengah, termasuk suku Mee, Moni dan Wolani di wilayah Kabupaten Paniai. Untuk itu, budaya kerja harus tetap dipertahankan, agar makanan pokok tradisional ini tetap dibudidayakan dan tidak hilang ditengah perkembangan jaman.

Sekedar diketahui, Indonesia dikenal sebagai satu diantara negara penghasil ubi terbesar di dunia. Hanya sayangnya, komoditi yang juga sebagai sumber karbohidrat ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. Padahal, selama ini ubi jalar yang mudah tumbuh di tanah beriklim tropis dapat dimanfaatkan sebagai pengganti makanan pokok, seperti beras dan jagung.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Paniai dalam hal ini Dinas Pertanian sudah dan masih menjalankan program peningkatan produktivitas petani. Yakni dengan menyalurkan bantuan dana dan bibit kepada masyarakat melalui Gapoktan, kemudian disertai penyuluhan serta peninjauan langsung hasil kerja masyarakat di masing-masing Gapoktan.

Kegiatan tersebut didanai dari APBN Departemen Pertanian Republik Indonesia dalam program Bantuan Langsung Masyarakat - Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (BLT-PUAP), dimana pelaksanaannya oleh Dinas Pertanian Kabupaten Paniai. Setiap distrik bahkan kampung sudah terbentuk Gapoktan dan Poktan, masing-masing kelompok menerima langsung bantuan dananya. Gapoktan tidak dibiarkan begitu saja, sebab ada tenaga penyuluh (PPL) yang disebarkan sebelumnya setelah selesai mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) di Biak dan Jayapura dua tahun silam.

Melalui program PUAP dengan dibentuknya sejumlah Gapoktan, diharapkan dapat memotivasi kerja para petani agar lebih berdaya dan bersemangat dalam bekerja untuk menuju kemandirian. (jga)

seLENgkapnya......

20 Maret 2011

Hadapi UAN, Sejumlah Sekolah Banyak Lakukan Persiapan

Semakin dekat pelaksanaan Ujian Nasional (UAN) tahun 2011, sejumlah sekolah SD hingga SLTA baik swasta maupun negeri yang tersebar di wilayah Deiyai, tampaknya telah mulai melakukan persiapan. Salah satu kegiatan diantaranya adalah mengadakan les sore di masing-masing sekolah.

Hal ini dikemukan salah satu pengawas sekolah pada Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, Simson, kepada wartawan media ini.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun melalui hasil pantauan dan tugas pengawasan di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai, tidak seluruh sekolah swasta maupun negeri yang mengadakan les sore. Tetapi dibeberapa sekolah swasta maupun negeri di Deiyai, sejak bulan lalu, telah mulai mengadakan kegiatan les sore di masing–masing sekolah dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional yang kini telah di ambang pintu.

Melalui kegiatan les sore, untuk belajar pelajaran tambahan dari masing- masing guru bidang study. Kegiatan les sore yang dilakukan adalah kebijakan para guru bidang studynya. Karena pelaksanaan Ujian Nasional semakin dekat dan meluangkan waktu sore hari ini merupakan salah satu bentuk persiapan siswa menghadapi ujian agar dengan rasa bagaimana anak murid dan siswa ini bisa memperoleh nilai baik dan lulus ujian.

Sebab, system penialain hasil Ujian Nasional tidak seperti tahun–tahun terdahulu. System penilaian soal ujian nasional adalah dikomputerisasikan. Untuk itu, kata dia, kebijakan yang diambil oleh masing–masing sekolah dengan pola penambahan jam les sore ini, dirinya selaku pengawas dari dinas teknis sangat bangga dengan system belajar yang digunakan di masing-masing sekolah. Agar melalui pembelajaran les sore ini, para siswa sedikit demi sekit dapat menambahan pengetahuan.

“Les sore ini bukan pola baru bagi siswa, tetapi ini merupakan salah satu bentuk yang digunakan untuk pemberikan ilmu sesuai bidang studynya kepada siswa. Agar pada mengkuti ujian nasional nanti para siswa dapat mengerjakan soal ujian dengan baik dan dapat memperolah nilai baik,’’ katanya.

Dia menambahkan, dengan melalui sejumlah bentuk persiapan menghadapi ujian yang dilakukan ini, diharapkan agar para peserta ujian dapat memperoleh nilai baik dan dapat meraih prestasi terbaik dari tahun sebelumnya. (jga-bobii hendrik/ppn)

seLENgkapnya......

Ikut Divisi III, Persidei Menuju Jayapura

Untuk mengikuti kompetisi sepakbola U-21 Divisi III Zona Papua yang bakal digelar pekan depan, kesebelasan Persidei Deiyai telah menuju ke Jayapura dengan menggunakan jasa kapal laut, Kamis (17/3) malam.

Saat mengantar para pemain dan ofisial, Ketua Pengkab PSSI yang juga Manajer Persidei Deiyai, Johanes Ricky Adii, S.Hut mengatakan, Persidei Deiyai telah terdaftar sebagai salah satu tim yang akan berlaga di Divisi III tahun 2010. “Sejauh informasi dari pihak panitia, ada 14 tim yang akan main di Divisi III. Salah satunya Persidei Deiyai,” kata John.

Sebagai rangkaian persiapan sebelum berlaga di Divisi III, Persidei mengambil home base di Nabire untuk melakukan latihan terpusat. Selama latihan, tim yang diperkuat anak-anak asli Deiyai itu melakukan uji-coba dengan beberapa klub yang ada di Nabire. “Mereka latihan dan uji coba untuk melihat kemampuan dan kekurangan tim,” imbuh John.

Selama latihan, anak-anak Persidei berada dibawah komando kedua pelatih, Sebastianus Koto dan Petrus Gobai.

Tim Persidei Deiyai dilepas secara resmi oleh Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage yang diwakili Plt Sekda, Drs. Warsono, M.Pd. Upacara pelepasan berlangsung di halaman Koramil 03 Tigi di Wakeitei, Kamis sore (25/2).

Warsono atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Deiyai melepas Persidei sebagai duta olahraga yang baru pertama kali ikut berlaga di ajang olahraga sepakbola tingkat provinsi Papua. Untuk itu, para pemain, tim pelatih dan ofisial diminta agar tetap menjaga kekompakan dan disiplin selama kompetisi sepakbola U-21 berlangsung.

Setiba di Jayapura, John berharap, ada peluang sparing dengan beberapa klub lokal Jayapura. “Kalau lihat rencana jadual pertandingan, kita punya waktu untuk mantapkan tim dan kemungkinan bisa uji-coba di Jayapura,” ucapnya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Deiyai ini sepakat dengan nasehat yang disampaikan Warsono saat pelepasan bahwa keikutsertaan Persidei Deiyai di ajang kompetisi sepakbola U-21 tahun 2011 merupakan kali pertama, maka kalah dan menang bukanlah ukuran. Karena itu, target yang diusung juga tidak terlalu muluk, bahwa event kali ini dijadikan sebagai ajang pengenalan bagi anak-anak muda agar ke depan dapat membentuk satu skuad yang siap berlaga di kompetisi berikutnya. (jga-you/ppn)

seLENgkapnya......

Membangun Daerah Tanggung Jawab Semua Pihak

Membangun daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak yang mendiami di wilayahnya. Sebab, dalam proses roda pembangunan, salin membutuhkan satu sama lain, terutama dengan pihak terkait lainnya. Dan di dalamnya ada kerja sama dan komunikasi yang harmonis maka terjadilah suatu perubahan sesuai harapan semua elemen masyarakat. Jika tidak ada kerjasama yang baik maka larikan harapan untuk membangun daerahnya.

Demikian dikemukakan salah seorang pemerhati pembangunan, Petrus M, ketika dalam perbicangan dengan wartawan media ini, kemarin.

Menurutnya, menjalankan roda pembangunan di segala bidang tentu tak mungkin pemerintah daerah saja yang dapat mengsukseskan pembangunan. Namun tentu penting melakukan kerja sama yang baik semua pihak terutama masyarakat menjadi subyek pembangunan sehingga semua aspek pembangunan disegala dapat terakomodir dan terlaksana.

Selain kerjasama baik semua pihak, kata dia, merancang pembangunan harus mulai dari tingkat desa melalui musyawarah. Jika mulai rancang melalui Musrenbang tingkat kampung (Desa) semua keluhan dan kebutuhan masyarakat tentu akan terakomodir sesuai harapan bersama maka akan terlaksana pembangunan dauwn up bukan top down.

Selain itu juga, kata dia, pengelolahan keuangan dengan baik adalah penentuan pembanguan. Sebab, jika salah kelolah dana maka akan mengalami kemunduran pembanguannya dan jika terkelola dana dengan baik maka akan mengalami kemajuan pembangunannya. Oleh sebab itu, para pejabat dan pimpinan instansi kelola dana dengan baik maka semua program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat dinikamati pembangunannya.

“Untuk mewujudkan program pembangunan dengan baik, dapat kelolah dana dengan baik. Dan perlu ada kerjasama yang baik diantara semua pihak terutama masyarakat sebagai subyek pembangunan,’’ pintahnya. (jga-bobii hendrik/ppn)

seLENgkapnya......

Timsel Anggota KPU Deiyai Diminta Dibentuk Ulang

Pelaksanaan tes seleksi calon anggota KPU Kabupaten Deiyai yang telah dilakukan, dinilai cacat hukum. Sebab, proses tahapan tes seleksi tidak berjalan sesuai perundang–undangan yang berlaku di negara ini. Sehingga diminta kepada tim seleksi yang beranggota empat orang, tidak melanjutkan tahapan tes seleksi berikutnya yaitu tes wawancara. Namun diharapkan segera bentuk tim seleksi KPU ulang untuk melanjutlan tahapan tes berikutnya.

Hal ini ditegaskan salah seorang peserta tes KPU Kabupaten Deiyai yang tidak lulus verifikasi berkas yang enggan namanya dikorankan, kepada wartawan media ini, kemarin di Nabire.

Menurutnya, mengingat banyak temuan pelanggaran dalam proses tes seleksi KPU Kabupaten Deiyai, dari sejak awal maka salah satu anggota tim seleksi calon KPU mengundurkan diri. Maka empat orang anggota tim seleksi KPU tidak dapat melanjutkan untuk melakukan tes seleksi, karena sudah tidak sesuai aturan yang berlaku.

Untuk itu, tim seleksi calon anggota KPUD Deiyai segera bentuk ulang agar tim seleksi baru segera melanjutkan tahapan tes berikutnya. Sehingga dalam waktu singkat juga bisa terbentuk lembaga KPU Kabupaten Deiyai berdasarkan perundang–undangan yang berlaku.

Dia menjelaskan, mengingat semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Gubernur dan kabupaten yang akan dilaksanakan dalam tahun 2011 ini, sangat penting untuk bentuk KPU di Kabupaten Deiyai khususnya. Namun tim seleksi calon anggota KPU yang telah terbentuk dinilai cacat hukum karena dalam proses seleksi calon anggota KPUD diduga telah bermain kepentingan sehingga aturan yang sebenarnya ditinggalkan. Sehinggamaka proses tahapan tes seleksi yang dilakukan dibatalkan dan harus dilakukan ulang sesuai aturan yang berlaku sehingga tidak timbul persoalan.

Dia mengharapkan, sebagai lembaga tertinggi KPU Provinsi Papua, memperhatikan dan menanggapi persoalan yang terjadi dalam proses tes seleksi calon anggota KPUD yang dilakukan di Kabupaten Deiyai. Sebab, KPU Provinsi Papua juga punya tanggung jawab untuk memecahkan dan memberikan solusi terbaik agar selanjutnya dapat berjalan baik untuk membentuk lembaga KPU di Deiyai.

“Kami harap agar segera bentuk tim seleksi KPUD baru dan KPU provinsi mohon mencari solusi agar melanjutkan tahapan proses tes seleksi calon anggota KPU Deiyai selanjutnya,’’ pintanya.

Dia juga menambahkan, dalam pengoreksian terhadap tim seleksi calon anggota KPU ini, diharapkan agar jangan mencampuri dengan pihak lain dapat protes terhadap tim seleksi supaya selanjutnya jangan timbul lagi apa yang tidak dinginkan bersama. Sebab, terjadi kerikil persoalan karena banyak kecimpung dengan pihak yang tidak terkait. Untuk itu, semua komponen masyarakat yang ada di Deiyai menjaga kondisi dan jangan terprovokasi dengan selebaran yang miring. (jga-bobii hendrik/ppn)

seLENgkapnya......

15 Maret 2011

Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai Lakukan Sosialisasi UAN

Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2011, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, melakukan sosialisasi tentang ketentuan standar nilai Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMU yang ditetapkan Dirjen pendidikan pusat.

Melalui kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinas Dikbudpora Deiyai, Drs. Dominikus FX. Giyai, kepada para guru sebagai peserta, menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasional akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan nasional. Dan standar nilai Ujian Nasional SD, SMP, SMU berbeda dan standar nilai tahun lalu 0,5 sedangkan standar nilai tahun 2011 ini 0,6. Sehingga standar nilai UAN tahun ini berbeda jauh di banding tahun lalu.

Dengan demikian, dalam kesempatan itu, Domin Giyai, menyarankan, untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional ini, peran guru, orang tua siswa bahkan siswa sendiri punya tugas berat untuk mengejar standar nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan.

Sebab, sistem pengoreksian berkas soal Ujian Nasional juga bukan diperiksa oleh guru, tetapi dipakai komputer seperti tahun lalu. Sehingga untuk menghadapi Uji Sekolah bahkan Ujian Nasional harus mempunyai kesiapan dari sekarang. Terutama para siswa sendiri untuk belajar mata pelajaran yang telah diterima di masing–masing sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMU sekabupaten Deiyai.

Domin menambahkan, jika para siswa tidak memperoleh nilai Ujian Nasional, sesuai standar nilai 0,6 yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional.

Standar nilai ujian nasional tahun 2011 ini, para siswa diharapkan memperoleh nilai yang lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, dia menyarankan para siswa harus belajar lebih kuat agar memperoleh nilai sesuai standar yang ditetapkan.

Lebih jauh Domin mengraharpkan, para orang tua siswa juga mestinya memberikan dukungan berupa nasihat, motivasi kepada anaknya agar anaknya dapat memperoleh predikat yang terbaik dalam studynya. Jika orang tua siswa juga tidak memberikan dukungan yang baik kepada anaknya maka tidak tercapai apa yang diharapkan yaitu memperoleh prestasi yang baik. Karena dalam meningkatkan prestasi anaknya mestinya dukungan juga dari orang tua bukan hanya dari para guru saja di sekolah. Melainkan semua komponen dan terutama juga siswa sendiri mestinya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.

Sementara itu, dalam sosialisasi di hadiri para guru SD, SMP, SMU yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai dan dilakukan sehari di Aula SMP YPPK Waghete. (bobii hendrik)

seLENgkapnya......

Motivasi Ganda: "Persipura Vs East Bengal"

Persipura sukses menahan imbang South China 1-1 dalam tur perdana mereka di Hongkong Stadiun. Usai laga di Piala AFC itu, Persipura kembali ‘mengamuk’ di kandang sendiri dalam lanjutan Liga Super Indonesia, juara musim lalu Arema Indonesia dibantai 6-1, lalu disusul menumbangkan Persijap 1-0 di stadion Mandala.

Hasil positif berturut-turut tersebut, tentu membuat motivasi para punggawa Persipura berlipat ganda saat bersua East Bengal dalam lanjutan Piala AFC di stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam nanti Rabu (16/3). Rencananya laga ini bakal disiarkan secara langsung oleh stasiun Global TV pukul 18.00 WIT. Siaran langsung ini setidaknya menjadi pengobat bagi pendukung maupun masyarakat Kota Jayapura yang tidak bias menyaksikan langsung laga ini di stadion Mandala.

Menghadapi tim asal India macam East Bengal ini tentu pengalaman baru bagi Persipura. Praktis soal kekuatan lawan, pelatih Persipura Jacksen F Tiago sedikit kabur. Hal itu membuat pelatih Persipura Jacksen F Tiago hanya mendapatkan kekuatan lawan dari situs youtube dan situs internet lainnya.

Menurut Jacksen, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet, salah satu senjata pamungkas East Bengal adalah serangan balik yang mematikan.
Apalagi pada laga di Liga India, East Bengal hanya menurunkan enam pemain intinya saja. Sepertinya mereka akan menyimpan sebagian pemain inti untuk menghadapi Persipura.

“Dengan begitu, mereka akan tampil ngotot di Jakarta, namun kami juga sudah menyiapkan strategi untuk meredam mereka,” timpal Jacksen.
Mantan pelatih Persiter ini juga tak mau terpengaruh factor non teknis. Sebab sebelumnya pendukung Persipura berharap laga digelar di stadion Mandalam, namum justru batal dan digelar di stadion Utama Gelora Bung Karno.

Sang mentor mengakui saat ini mental para pemain dalam kondisik baik, berkat kemenangan di Liga Indonesia, dan menahan imbang South China.

Menurut Jacksen, dengan kondisi mental yang stabil membuat pemain akan bermain habis-habisan untuk meraih hasil maksimal.

Bahkan, untuk lini depan bakal mendapatkan tambahan menyusul bergabungnya kembali Titus Bonay, usai dicoret dari Timnas.

Tibo sapaan akrab Titus Bonay tampil memikat pada partai menghadapi PErsijap lewat satu-satunya gol yang dicetaknya.

Apalagi East Bengal, pada laga pembuka di kandang sendiri, hanya mampu bermain imbang 4-4 dengan Chonburi.

Pelatih East Bengal,Trevor Morgan seperti dilansir tabloid bola meminta para pemainnya untuk berkosentrasi hingga pertandingan berakhir.

Pasalnyanya saat menghadapi Chonburi, timnya sempat tertinggal 2-0, sebelumnya menyamakan kedudukan 2-2. Dan unggul 4-3. Sayangnya mereka kembali lengah hingga lawan menyamakan kedudukan 4-4.

“Kami tidak mau terulang lagi di Jakarta, kami ingin mencuri poin,” tandasnya.(rza/don)

Susunan Pemain
Persipura : Yoo Jae Hon, Bio, Viktor, Hamka, Kabes, Ortisan, Imanuel Wanggai, Gerald Pangkali, Zah Rahan, Titus Bonay, Boaz Solossa.
Cadangan : Ferdiansyah, Lukas Mandowen, Yohanes Tjoe, Rahmat Rivai, Stevi Bonsapia, Cristian Uron, Steven Hendambo.
Pelatih : Jacksen F Tiago

East Bengal : Nandy, Uga, Thokchom, Gurwinder, Saumik, Pradhan, Vasum, Orji, Hosain, Ozbey, Robin.
Cadangan : Mondhal Abhra, Ravinder Singh, Suni Kumar, Baijit Sahni, Alesandro Santos, Syed Rahim, Chongtham Singh
Pelatih : Trevor Morgan

seLENgkapnya......

UU Otsus Papua Perlu Dievaluasi

Jika dihitung, sudah hampir sepuluh tahun UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua hadir di tanah Papua. Ia hadir untuk mengatasi banyak persoalaan, terutama masalah kesenjangan sosial antara daerah Papua dengan daerah lainnya di Indonesia.
UU Otsus juga merupakan bentuk penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia kepada masyarakat Papua, khususnya penduduk asli. Dengan prinsip itu, UU Otsus diharapkan mampu memberikan kesempatan, bahkan memperluas ruang partisipasi masyarakat asli Papua dalam segala bidang pembangunan.

Namun, dalam implementasinya masih banyak rakyat Papua yang beranggapan Otsus telah gagal. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Kinerja MRP
Agar Otsus dapat berjalan dengan optimal, pemerintah pusat telah membentuk Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga repsentatif cultural orang asli Papua. Ia hadir dua tahun setelah Otsus di undang-undangkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 54 tahun 2004, tertanggal, 23 Desember 2004.

Kehadiran MRP juga merupakan “kado” berharga bagi seluruh rakyat Papua karena saat itu diberikan bertepatan dengan perayaan hari natal untuk umat nasrani.
Secara garis besar fungsi dan tugas utama MRP adalah dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan hidup beragama (pasal 1 butir ke-6).

Mengacu pada semangat itu, keanggotaan MRP terdiri dari orang-orang asli Papua yang berasal dari wakil-wakil adat, wakil-wakil perempuan, dan wakil-wakil agama. Saat ini anggota MRP berjumlah 41 orang, di tambah empat orang pimpinan, berarti seluruhnya berjumlah 45 orang.

Hingga saat ini kinerja MRP dianggap buruk. Pada tanggal 11 Februari tahun 2008 lalu, masyarakat Papua bersama mahasiswa pernah mendatangi kantor MRP, mereka meminta lembaga ini dibubarkan karena bekerja tidak optimal.

Dana Otsus
Kehadiran Otsus juga di barengi dengan kucuran dana dari pemerintah Pusat yang jumlah tidak sedikit. Harapannya dana itu bisa digunakan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia.

Semisal 2,4 trilyun (tahun 2004), 4,8 trilyun (tahun 2006), 5,3 trilyun (tahun 2007), 5,5 trilyun (tahun 2008), 5,3 trilyun (tahun 2009), 5,2 trilyun (tahun 2010) dan untuk ABPD Propinsi Papua tahun 201I membutuhkan 5,8 trilyun.
Dana diatas diperuntukan untuk bagi pembiayaan berbagai sektor yang rawan dan begitu tertinggal, seperti; pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat Papua. Tetapi yang mengherankan, masih saja terjadi in-efisiensi yang berpeluang untuk dikorupsi oleh pejabat lokal.

Menteri Dalam Negeri, Gemawan Fauzi beberapa waktu lalu berkomentar bahwa dana Otsus untuk Papua pada tahun berikut akan di tambah. Ini sebuah langkah bijak yang harus dimanfaatkan untuk kemajuaan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Tidak Tepat Sasaran
Hingga saat ini pemakaiaan dana Otsus juga dianggap tidak tepat sasaran. Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH pernah mengatakan dalam bukunya “Kami Yang Menanam, Kami Yang Menyiram, Tuhan-lah yang Menumbuhkan” bahwa sekitar 80% dana Otsus digunakan untuk pembiayaan aparatur pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
Ia juga menggambarkan bagaimana para pejabat Papua sering berfoya-foya dengan uang Otsus, padahal banyak rakyat mereka yang hidup sangat miskin. Seharunya para pejabat berpikir bahwa dana Otsus di peruntukan bagi masyarakat mereka yang miskin. (Suebu, Barnabas. 2007)

Pemberiaan dana block grant bagi masyarakat Papua juga merupakan sebuah kebijakan yang tidak tepat. Mengapa? Karena dana block grant diberikan tanpa tupoksi yang jelas dari pemerintah provinsi. Hal ini tentu memboros anggaran, karena akan digunakan tidak tepat sasaran oleh masyarakat di kampung-kampung.

Akibat penggunaan dana Otsus yang tidak tepat sasaran, kehidupan masyarakat Papua sangat terpuruk. Infrastruktur di Papua juga tak begitu menjanjikan. Coba bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 40 juta, dengan APBD hanya kurang dari Rp 10 triliun, namun infrastrukturnya memang jauh lebih baik. Bagaimana dengan penduduk Papua yang hanya sekitar 4 juta, namun mendapatkan dana APBD 22 trilyun.

Evaluasi Otsus
Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap amanat UU Otsus. Penggunaan dana Otsus Papua juga perlu segera diaudit. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mendukung implementasi Otsus beberapa tahun kedepan.

Selain mengaudit penggunaan dana Otsus, pemerintah pusat juga perlu membentuk sebuah lembaga independen, yang tugasnya mengontrol dan mengawasi setiap penggunaan dana Otsus. Lembaga ini diharapakan tidak terikat dengan birokrasi pemerintahaan.

Presiden SBY juga dalam beberapa media pernah memberikan pernyataan, dimana meminta Otsus segera di evaluasi, termasuk mengaudit penggunaan dana Otsus. Yang perlu di perhatikan adalah evaluasi dari sisi manajemen, anggaran, hingga pengawasaannya.
Semoga evaluasi dan audit dana Otsus merupakan langkah paling bijak untuk mendukung UU Otsus Papua ke depannya. Rakyat Papua masih tetap menanti jalan yang paling baik untuk perubahaan kesejahteraan hidup mereka. Semoga saja. (Oleh Oktovianus Pogau, adalah Solidaritas Masyarakat Papua, tinggal di Jakarta.-Tulisan ini telah di muat juga di koran Nasional, The Jakarta Globe di Jakarta)

seLENgkapnya......

04 Februari 2011

Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

Fenomena Helaybhu Yakheleh ‘Batu Ajaib’ Gemparkan Danau Sentani
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo

HELAYBHU YAKHELEH, sebuah fenomena alam yang terjadi di sekitar perairan Danau Sentani, tepatnya antara Kampung Nendali (Netar), Ifar Besar, Asei Pulau, Yallow dan Ayapo dan sekitarnya, Selasa (1/2) kemarin. Munculnya fenomena alam ini sering mengkait-kaitkan dengan cerita-cerita mitos ataupun ramalan-ramalan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.

Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.

Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.

Helaybhu Yakheleh dikenal oleh masyarakat di kampung-kampung tersebut sebagai sebuah ‘batu ajaib’ yang menyerupai payung dan sering muncul ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Bagi masyarakat setempat keberadaan batu tersebut sudah ada sejak dulu kala, dan jarang sekali muncul ke permukaan. Jika Helaybhu Yakheleh muncul ke permukaan air masyarakat yang mendiami tepian danau Sentani sudah tahu apa yang bakal terjadi menurut cerita leluhur orang tua mereka.Seperti yang terjadi, Selasa (1/2) kemarin, meski banyak orang memprediksikan macam-macam terhadap fenomena Helaybhu Yakheleh yang muncul di sekitar perairan kampung Nendali, namun masyarakat disitu tetap tenang dan sudah mulai mewanti-wanti pertanda dari munculnya Helaybhu Yakheleh.

Munculnya Helaybhu Yakheleh kemarin cukup aneh dan menarik simpati ratusan warga yang kebetulan lewat disitu, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, untuk sekedar melihat-lihat dan juga mengabadikan fenomena aneh itu. Yakni setelah Helaybhu Yakheleh tenggelam nampak hamparan hewan laron membentuk hamparan pasir putih sepenjang 3 KM dari ujung Kampung Nendali sisi barat hingga ke depan pantai Kalkhote.

Juga tanaman ecenggondok seperti tertata rapih memagari hamparan pasir laron itu, bahkan tidak sedikit ikan-ikan busuk dan sampah yang juga mengapung bersama laron yang tebalnya mencapai 5 cm itu.

Konon jika Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda akan ada duka bagi keluarga Ondofolo yang mendiami perairan disekitar munculnya Helaybhu Yakheleh. Maria Pallo salah seorang warga Kampung Nendali yang ditemui kemarin kepada Bintang Papua menjelaskan, kehadiran Helaybhu Yakheleh itu harus dibayar dengan harta benda seperti manik-manik (Hemboni rela) Tomako batu (rela) dan barang berharga lainnya jika ada warga yang terjebak oleh kehadiran Helaybhu Yakheleh.

Sementara keberadaan laron-laron tersebut Maria menjelaskan dari cerita orang tuanya itu adalah hewan yang tiba-tiba keluar dari dalam air, dimana laron-laron tersebut berasal dari dalam perut ikan-ikan (muntah ikan) yang naik ke permukaan setelah Helaybhu Yakheleh menampakkan dirinya. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul kita harus bayar dengan Hemboni atau rela, agar bisa luput dari jebakan tersebut,” ujarnya.

Laron ini biasanya bersamaan dengan salah satu jenis rumput yang hidup di dasar danau makhluk inilah yang sering menjebak para nelayan di danau dan untuk melepaskan diri dari jebakan tersebut yakni membayar dengan barang berharga jika tidak maka nyawa taruhannya.

Namun cerita Maria tentang wujud Helaybhu Yakheleh ini sedikit berbeda dengan Jhon Modouw salah satu tokoh adat dari Kampung Waena. Bagi Jhon Modouw, Helaybhu Yakheleh adalah sosok dewa kematian yang dikenal oleh masyarakat Sentani yang wujudnya seperti tanah yang sering muncul ke permukaan air secara tiba-tiba.

Dan kehadiran Helaybhu Yakheleh itu seluruh warga Sentani telah tahu yakni untuk menuntut 1 nyawa seorang Ondoafi (Ondofolo) dari kampung terdekat munculnya Helaybhu Yakheleh. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda “dia” minta 1 nyawa Ondofolo,” ujar pria yang juga telah mengabadikan kisah Helaybhu Yakheleh dalam sebuah syair lagu yang diciptakannya dalam album Cyclop. Namun ada juga beberapa tokoh-tokoh adat di Sentani yang mengatakan munculnya Helaybhu Yakheleh karena adat Sentani mulai terusik dengan segala kepentingan dewasa ini. Dari informasi yang dihimpun Bintang Papua bahwa Helaybhu Yakheleh pernah muncul pada 1950, kemudian 1961, dan terakhir sekitar tahun 1996, dan kini muncul lagi pada 2011, apakah memang fenomena ini muncul pertanda akan ada kematian bagi keluarga Ondoafi ataukah fenomena ini muncul sebagai peringatan alam, ataukah juga fenomena ini hanya merupakan gejala alam semata yang merupakan wujud kemahakuasaan Sang Khalik? Sungguh Tuhan Maha Kuasa…!!! (Laporan Jimmy Fitowin, Sentani)

seLENgkapnya......

16 Januari 2011

Wajah Tigi Barat di Tahun 2010

Tigi Barat adalah sebuah distrik di kabupaten Deiyai Papua, juga adalah satu diantaranya dari lima distrik di Deiyai (Tigi). Distrik ini dibentuk semasa di kabupaten Paniai, bersama dengan beberapa distrik lain. Sebelumnya distrik ini dikepalai oleh seorang Kapercam, atau kepala perwakilan kecamatan. Yames Giyai menjabat dimasa itu di berkedudukan di Ayateiodee. Berikut ini catatan Aris dari PPN ketika berkunjung di Tigi Barat belum lama ini. 

Setelah didevinitfkan kepala distrik Pertama yang dilantik adalah Markus Mote. Selang 4 tahun kemudian, diganti dengan Zeth Edoway, S.IP. berbagai kegiatan pemerintahan dilakukan, dimana dalam kondisi medan yang serba sulit. Jalanpun setapak. Sebagian kegiatan masyarakat mengandalkan transportasi danau Tigi.

Perahu tradisional yang dibuat dari kayu menjadi sarana danau andalan bagi mereka (masyarakat). Salah satu kesan yang menyesalkan adalah saat pembagian beras miskin. Karena tidak puas dengan mutu beras yang tidak beres kantor distrik jadi sasaran pelemparan dari amukan massa dari 2 kampung yakni warga Kampung Gakokebo dan Widimei. Banyak kegiatan yang dilakukan berdampak positif namun sayang bagi masyarakat kurang berkenang dihati mereka.

Perkembangan terus berjalan, berbagai sarana infrastruktur dibangun, semisal jalan Trans Papua, dari jalan raya Gakokebo menuju ibu kota Distrik Tigi Barat bahkan kini sedang dalam pekerjaan oleh pemerintah Kabupaten Deiyai melalui pihak ketiga (kontraktor). Pada bulan 26 Mei 2009 Deiyai menjadi Kabupaten sendiri, berdasarkan UU Nomor 55 2009. Jelaslah bahwa jika menjadi Kabupaten baru mesti memiliki struktur cabinet, seiring dengan pemekaran Deiyai maka Drs. Blasius Pakage dilantik oleh Mendagri menjadi Penjabat Bupati Deiyai.

Tepatnya bulan 19 September 2009 Fransiskus Ign Bobii dilantik menjadi kepala Distrik Tigi Barat. Sebelumnya bekerja di Kantor Depag kabupaten Nabire, namun berdasarkan surat lolos butuh bupati kabupaten Nabire memindahkannya di setda bagian humas. Disana bekerja sebagai staf dibidang peliputan. Selain hari-harinya sebagai PNS dia juga aktif menulis di sejumlah media, lokal juga nasional.

Tentunya menjadi pemimpin membutuhkan mentalitas yang extra kuat untuk berhadapan dengan 25 ribuh kepala keluarga yang berdiam di 12 kampung. Sejumlah pertemuan dilakukan dengan tujuan pengenalan medan dan menerima masukan pemimpin alah kehendak rakyat. Wilayah Tigi Barat, sangat luas bahkan termasuk distrik yang padat penduduknya. Bahkan 80 persen penduduk Kabupaen Deiyai, berada dan berdomisili di Distrik Tigi Barat.

Kegiatan yang dilakukan pertama yang di lakukan Fransiskus Bobii di tahun 2010 lalu adalah membenahi kepengerusan Beras Miskin bagi rakyat. Beras miskin menurut Bobii tidak hanya habis dikonsumsikan bagi kebutuhan keluarga. Akan tetapi beras miskin juga bisa mendatangkan uang guna meningkatkan usaha-usaha kelompok bersama. Hasilnya dibeberapa koperasi bersama mengalami peningkatan modal usaha.

Sisi pemerintahan, kepala Distrik Tigi Barat yang juga wartawan itu membenahi administrasi kantor Kampung. Melakukan turun lapangan di setiap kamung, dimana dalam kunjungannya terus memberikan pembinaan-pembinaan penataan administrasi kampung.

Sebagai kabupaten baru tentunya mengalami kendala dalam memajukan daerah khususnya Distrik dan Kampung. Tumpuan rakyat untuk memajukan daerah itu menjadi tantangan dalam pekerjaan. Namun Bobii tidak tinggal diam dalam keadaan dilematis, berbagai upaya telah dilakukan agar dalam tahun 2010 silam. Dimana melakukan sejumlah loby, baik di pusat juga di daerah. Semisalnya, koordinasi dengan Bina Marga PU pusat untuk mendapatkan program pembangunan infrastruktur Perdesaan (PPIP) Tahun 2010, senilai satu milyart lebih. Dana itu dikelolah masyarakat sendiri dengan program membangun ruas jalan raya.

Selain itu, membangun 3 kilometer jalan serta membangun jembatan Kali Itoka dan kali Ayatei. Koordinasi dengan warga masyarakat terus dilakukan dalam upaya memberikan pemahaman agar palang memalang tidak. Serta lebih dari itu adalah pelepasan hak ulayat terkait dengan pengambilan material.

Membangun suatu daerah tidak segampang membalikkan telapak tangan, bahkan membutuhkan tenaga dan waktu. Wajah Tigi Barat kini sedang dalam proses menuju perubahan. Dalam perjalanan memimpin Tigi Barat terkesan kepala Distrik ini diterima di hati rakyat. Karena melayani warganya tidak dengan setengah hati, tak membedahkan tua dan mudah golongan serta latar belakang agama dan kelompok masyarakat. “kami sangat senang dengan gaya kepemimpinannya”kata Amos Agapa kepala Kampung Widimei.

Suatu kebanggan sendiri menjelang natal adalah melakukan ibadah Oikumene pada tanggal 1 Desember dihalaman distrik, kegiatan ritual alah budaya Mee dilakukan agar umat Kristiani mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus Sang Bayi.

700 Juta Untuk Hadiah Natal Warga Tigi Barat

Sebagai bukti kepeduliannya kepala Distrik Tigi Barat, menyalurkan uang senilai 700 juta kepada masyarakat. Dana yang begitu besar itu diperuntukkan bagi warga masyarakat demi kebutuhan natal.dana itu bersumber dari ABT Provinsi Papua bersifat bantuan.

Dana itu disalurkan kepada para kepala dan aparat Kampung senilai 120 juta. Kepada 73 Rukun Tetanga (RT) senilai 500 ribuh perorang yang ada di 12 kampung plus 10 lembar daun seng per-orang. 8 orang gembala gereja Katolik senilai 8 juta, 46 orang gembala dan pendeta Kingmi dan GKII 46 juta, serta 2.500 juta untuk 46 panitia natal baik Katolik maupun Kingmi serta GKII dan Pentakosta. Di Tigi Barat juga ada tiga asrama. Yakni asrama Katolik asrama STT Onago, asrama STP sebesar 10 juta per-asrama.sedangkan Sisanya kepada para janda, dudah serta yatim piatu.

Tutup Dengan Malam Pangung Khas Budaya

Malam tutup tahun menjadi suasana yang penuh keakraban antar sesama yang hadir pada malam tutup tahun itu. Saling memaafkan, saling mengasihi, dan saling member salam hangat. Jam 11.30 malam hingga 12.00 tepat membunyikan sejumlah mercun sudah disiapkan panitian. Sayonara tahun 2010 dan selamat datang tahun 2011. (jga).

seLENgkapnya......

Malam Kudus di Wilayah Tigi Barat

Natal sebuah peristiwa ritual bagi umat nasrani di seantero dunia. Juga merupakansebuah pesta mengenang kembali kelahiran Sang Juru Selamat anak Allah. Pesta natal di paroki Segala Orang Kudus Diyai KeuskupanTimika mengetengahkan Thema” Yesus Raja Pembawa Damai”. 

Umat Kristiani wilayah Tigi barat telah mengawali dengan ibadah pembukaan bulan suci pada tanggal 1 Desember 2010 dihalaman kantor Distrik Tigi Barat. Ibadah gabungan itu dilakukan dengan tujuan agar umat Kristiani mempersiapkan diri dalam untuk menantikan Sang Raja itu.

Dalam bulan suci itu pula berbagai kegiatan dilaksanakan oleh umat setempat. Hamper setiap denominasi gereja baik Gereja Kemah Injil juga Kingmi dan gereja Pestakosta gereja Katolik mengelar sejumlah kegiatan. Mereka membentuk panitia natal akan tetapi dibawah naungan Panitia Umum Pemerintah Distrik Tigi Barat.

Secara kelembagaan keagamaan, di wilayah Tigi Barat Kabupaten Deiyai, ada tiga lembaga gereja diantaranya Paroki Segala Kudus, Klasis Tigi Utara, dan Klasis Tigi Utara. Secara hirakis kelembagaan gereja Katolik di Paroki Diyai ada 7 stasi sedang di kelembagaan Kingmi ada 24 gereja.

Ketua Klasis Tigi Utara Pdt Paul Anouw kepada media ini mengatakan peristiwa natal bagi jemaat di wilayah Tigi Barat adalah mengulang kembali peristiwa ritual itu dalam suasana sederhana akan tetapi yang terpenting bagi adalah menghayati kelahiran Yesus dalam kandang hina. Hal ini memiliki makna adalah Allah yang menjelma dalam diri Maria untuk menyelamatkan Umat Manusia.”inilah arti natal bagi jemaat kami”ujarnya.

Sementara itu ketua Klasis Tigi Barat, Pdt. Nius Giyai, mengutarakan, natal tahun ini memberikan warna baru bagi kami, kelahiran itu mengantarkan jemaat agar hidup dalam kedamaian hidup antar sesama.

Pastor Paroki Diyai menekakan dalam homilynya ibadah gabungan itu menguraikan pentingnya masa persiapan atau masa adven agar Yesus lahir dalam suasana yang indah.

Ribuan Umat Merayakan Malam Kudus Dan Bakar Batu

Ribuan umat Katolik Paroki Diyai memadati halaman gereja pukul 06.00 wit sore, tentunya mereka ingin merayakan malam kudus. Rombongan imam sudah siap diruang sakaristi. Terlihat dihalaman dan pelataran gereja berbagai hiasan termasuk lampu klap klip.

Ketua panitia Natal Paroki Diyai, Thadeus Douw mengungkapkan adanya perubahan di natal 2010. “natal tahun ada perubahan karena ada kerja sama dengan bapak Kepala distrik Tigi Barat Fransiskus Bobii,”katanya.

Malam natal itu bernuansa budaya, berbagai dinyanyikan dengan ritus budaya. Bahkan bacaan dan doa umatpun dilagukan dalam gowai dan wani. Malam itu terkesan penuh keakraban dan penuh cinta kasih dan saling memaafkan antar sesama umat.

Pada tanggal 25 Desember di semua gereja terlihat dipenuhi dengan asap, tertanda mereka sedang mempersembahkan kelahiran Yesus Raja Damai. Menurut laporan seorang gembala Stasi Yinidoba Anthon Badii, katanya, bakar batu itu sebuah pesta tradisi tapi dalam konteksnya di hari natal bagi adalah penyembahan atas kelahiran Yesus adalah allah segala bangsa. (jga)

seLENgkapnya......

22 Desember 2010

Makna Natal Bagi Umat Nasrani di Pedalaman Tigi Barat

Memang hal yang biasa bagi umat Nasrani. Dimana bulan adven ini penuh bermakna mempersiapkan diri untuk menyambut Sang Penebus yakni Yesus di kandang Betlehem. Suatu tradisi ritual bagi umat Kristiani di wilayah Tigi Barat tidak hanya melewatkan begitu saja akan tetapi berbagai kegiatan tengah di laksanakan. 

Semua denominasi gereja terlihat dengan kesibukan mempersiapkannya. Terlihat ber bagai kegiatan digelar. Mempersiapkan lagu-lagu natal hingga membuat krona natal di setiap gereja dan tempat-tempat umum, serta mempersiapkan diri, lingkungan, hingga mengadakan sejumlah pertandingan dan perlombaan antar jemaat. bahkan mengadakan pendalaman iman.

Ketua Panitia Natal Bersama Stefanus Ukago yang didamping Nahom Edoway, S.Pak menyebutkan, ibadah oikumene dilaksana pada 1 Desember 2010 dihalaman distrik Tigi barat yang dipimpin oleh 2 ketua Klasis dan seorang Pastor itu mengantarkan umat Nasrani dalam nuansa natal 2010, sekaligus memasuki masa adven. Masa penantian kelahiran Juru Selamat. bahkan diwarnai dengan berbagai kegiatan yang dinakodai oleh panitia natal Oikumene.

Semenjak 1 Desember pecan lalu, warga masyarakat terlihat sibuk dengan berbagai kesiapan. Bahkan disepakati dalam pecan suci tak perlu ada masalah yang tercipta sengaja maupun tidak sengaja. Hal itu disepakati dengan tujuan agar sang Bayi Yesus lahir dalam keadaan tenang dan aman.Pemerintah Distrik hanya memfasilitasi warga dalam berbagai kegiatan.

Terlihat dihalaman kantor Distrik Tigi barat diwarnai dengan sebuah pondok natal di hiasi dengan lampu klap-klip. Berbagai dedaunan menghiasi lingkungan kantor distrik.”saya lakukan semua ini agar natal ini dirasakan oleh setiap umat yang tengah menantikan Yesus itu,”. peristiwa ritual ini akan mengulangi kembali pesta natal duaribuh tahun yang lalu. oleh karena itu umat nasrani siapkan hati untuk menyambut Raja itu…..(jga)

seLENgkapnya......

17 November 2010

Pemkab Deiyai Gelar Diklat Pengelolaan Aset Daerah

Bertempat di Aula Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, selama dua hari yakni, Senin (15/11) dan Selasa (16/11) lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui Dinas Pengelolaan Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) gelar kegiatan Pendidikan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Aset Daerah, sebagaimana penyaji materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dra. Peni Winarningsih, M.Si. Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh, Staf DPPKAD Kabupaten Deiyai, Drs. Bambang mewakili Pjs. Kepala DPPKAD, Basilius Badii, BA.

Menurut, Drs. Bambang sebelum membuka kegiatan ini, dihadapan peserta, Ia menyampaikan bahwa moment ini sangat penting dan berguna terutama bagi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan bendaharanya, maka itu diharapkan dapat di ikuti dengan baik dan seksama melalui materi-materi yang disajikan tentang pelaksanaan kegiatan penataan dan pengelolaan aset daerah di tingkat kabupaten pada umumnya dan khususnya di lingkup masing-masing SKPD.

Sementara itu Ketua Panitia, Phelipus Goo, S.Pd mengharapkan supaya Bendahara Barang SKPD, Pimpinan SKPD dengan Dinas DPPKAD wajib membangun kerja sama terutama dalam bidang aset yang menangani tentang penataan dan pengelolaan aset daerah.

Kepala Bidang (Kabid) Aset DPPKAD Kabupaten Deiyai ini lebih lanjut mengatakan bahwa materi dengan mandiri yang diterima selama dua hari kegiatan ini dapat memberikan pemahaman umum mengenai pengelolaan barang daerah sekaligus juga memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai penatausahaan barang daerah yang mencakup secara garis besar alur pembukuan, inventarisasi aset daerah (aset bergerak maupun aset tidak bergerak-red) dan alur dari pada pelaporan dari kedua aset itu.

“Kami harapkan semua SKPD harap dapat membangun koordinasi kerjasama, agar penataan aset daerah ini semakin tertib dan teratur. Atas nama pimpinan daerah, dan pimpinan dinas, kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Narasumber yang sebagaimana bisa mengikuti seluruh rangkaian penyampaian materi hingga selesainya,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dra. Peni Winarningsih, M.Si selaku Narasumber dari kegiatan ini sangat mengharapkan kepada semua SKPD agar sedikitnya materi yang disampaikannya itu dapat menjadi alat ukur dalam rangka mengelola barang milik daerah (BMD) juga secara akuntansi terkait dengan pertanggung jawaban dan terbuka serta akan dikelolah secara akuntabel.

“Kedepan apabila pelatihan seperti ini diharapkan kami tetap menaruh simpati kepada daerah ini, sehingga kerja sama kita tetap terjalin. Tentang penataan aset daerah, akuntabel baik itu pengorganisasian, pembukuan, penginventarisasian dan pelaporan secara akuntansi dapat kami berikan bimbingan secara praktis kepada setiap SKPD apabila kedepan ada program pelatihan seperti ini, melalui Dinas DPPKAD yang menangani aset daerah.”tegasnya. (cr-17/jga)

seLENgkapnya......

03 November 2010

Pdt. Dr. Benny Giay : Gereja Kingmi Papua Harus Berbenah Diri

Gereja Kemah Injil (KINGMI) Papua kini tengah berupaya untuk berbenah diri baik lembaga gereja maupun para petugas teras Sinode Papua. Hal itu dilakukan oleh pihak gereja Kingmi setelah melihat perkembangan Modernisasi yang mengancam eksistensi nilai-nilai agama dan kekhasan manusia Mee pada umumnya.

Ketua Sinode Kingmi Papua, Dr. Beny Giay pada pidato pembukaan Konfrensi Kingmi papua Koordinator Deiyai IX yang berlangsung selama tiga hari yakni 24-26 Oktober 2010 di Onago.

Dikatakan Benny, seluruh petugas gereja yang dimulai dari Majelis gereja hingga petugas wilayah sinode agar dapat mempertahankan eksistensi sebagai jemaat yang percaya kepada Tuhan sebagai Sang Pencipta. “Pemekaran kabupaten/kota ataupun provinsi merupakan suatu ancaman terhadap seluruh kehidupan.”ujarnya dihadapan ribuan jemaat.

Diakuinya, sejak 70-an tahun silam Kingmi Papua sudah berkembang akan tetapi, belum mewujudkan adanya perubahan-perubahan dalam kelembagaan agama itu, “termasuk manusia-manusia yang berkualitas dalam upayanya menciptakan sumber daya manusia (SDM)”ungkapnya, seraya mengharapkan setiap keluarga menjadi basis pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan untuk menuju perubahan Papua secara utuhnya. (cr-17/jga)

seLENgkapnya......

Konferensi Kingmi Papua di Deiyai Menjadi Wahana Bangun Diri

Untuk membangun sebuah kabupaten adalah tangungjawab bersama semua komponen yang ada di wilayah ini. Sebab kabupaten yang baru dimekarkan seperti Deiyai adalah belum banyak yang dibangun oleh pemerintah. Sebab itu kami mengajak semua pihak termasuk pihak gereja agar memperhatikan pemerintah.

Sekretaris Daerah kabupaten Deiyai, Basilius Badii, BA yang membuka Konfrensi mewakili bupati itu mengajak agar pihak gereja memberikan kontribusi pikiran terkait dengan kemajuan wilayah ini. “saya sangat mengharapkan agar pihak gereja ikut menciptakan manusia Kingmi Papua yang mampu memperhatikan seluruh aspek kehidupan manusia termasuk kemajuan gereja,”kata badii.

Sementara itu Koordinator Klasis wilayah Deiyai Ev. Silas Pekey, mengutarakan kegiatan Konferensi ini harus menjadi wahana untuk membangun diri agar menata kembali gereja Kingmi Papua setelah mengalami perubahan. Untuk menata kembali agenda Sinode Papua dimana melalui kegiatan ini meletakkan pandangan-pandangan untuk mewujudkan gereja yang mandiri. 20 ribu jemaat yang ada di wilayah Deiyai dalam lima Klasis ini mesti memahami akan pentingnya membangun jemaat dari basis keluarga.

“Keluarga harus menjadi basis agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi serta basis menanamkan pendidikan dan nilai agama dan budaya,”paparnya kepada media ini disela-sela acara pembukaan Konfrensi di Onago Senin (25/10) lalu.
Menurut Pekey, upaya membangun gereja yang memiliki fondasi manusia yang kuat, maka langkah awal yang dilakukan adalah membinaan terhadap petugas-petugas gereja. “Saya sangat mengharap sekali agar gereja Kingmi menjadi basis yang bisa memproduksi manusia yang bisa bertangungjawab,”cetusnya dengan serius.

Sementara itu menurut ketua Panitia Konferensi IX GKIP Koordinator Deiyai, Ateng Edoway, S.Pak, mengungkapkan 700 peserta itu adalah duta-duta dari lima Klasis yang ada diwilayah Deiyai, diantaranya, Klasis Yawamo, Klasis Tigi, Klasis Tigi Utara, Klasis Tigi Barat dan Klasis Yatamo. Mengawali kegiatan gerejani ini sebelum telah di laksanakan seminar-seminar yang dibawahkan oleh kaum intelektual Kingmi, semisal Drs. Menase Kotouki, MA, Amos Edoway, SE, Yosias Pakage, S.Sos.

Selain itu, kata Ateng Edoway yang Ketua Sementara DPRD Kabupaten Deiyai itu mengatakan, telah melakukan ujian terhadap 260 hamba Tuhan yang sebelumnya berstatus gembala jemaat. Dan setelahnya akan ditahbiskan menjadi Pendeta. 260 gembala jemaat itu memimpin 66 gereja yang tersebar di lima Klasis di wilayah Deiyai. (cr-17/jga)

seLENgkapnya......

02 November 2010

Sekilas Kabupaten Deiyai

Kabupaten Deiyai adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Wilayah Kabupaten ini dulu tercakup dalam Kabupaten Paniai. Pusat Pemerintahan Kabupaten ini secara definitif berada di Enarotali, Distrik Paniai Timur. Kabupaten ini di bentuk pada Tanggal 16 September 2009 berdasarkan UU No. 8 tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 Kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mentri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Mardianto pada tanggal 28 Juli 2009 di Jakarta.

Berikut ini adalah daftar Kampung/Desa per Distrik di Kabupaten Deiyai berdasarkan master wilayah skema 456 kabupaten/kota (keadaan Desember 2009) terbitan Badan Pusat Statistik, dengan beberapa penyesuaian pada saat itu wilayah yang kini menjadi Kabupaten Deiyai masih berada dalam jurisdiksi Kabupaten Paniai, beberapa Distrik baru masih belum terbentuk yakni Distrik Debei dan Distrik Tigi Utara, beberapa distrik itu masih menjadi bagian dari Distrik Tigi Barat.

Distrik desa/kampung Tigi yakni, Waghete, Bomou I, Yaba Dimi, Yaba Mugouda, Okomo, Okomo Butu, Bomou II, Bomou III, Bomou IV, Atouda, Ugiya. Tigi Timur, Watiyai, Edarotali, Dagokebo, Damagabata, Kokobaiya, Dakebo, Bagou. Bouwobado, Kopai I, Kopai II. Kapiraya, Kapiraya & Komanog Kokomau. Tigi Barat, Ayatei, Diyai Onago, Tenedagi, Meiyapa, Yinudoba, Widuwakiya, Demago, Pudu Puyai, Gakokebo, Yagu.

Pembangunan di pioritaskan pada bidang prasarana wilayah (insfratruktur) dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat serta memaju pertumbuhan daerah terpencil agar berkembang lebih cepat untuk mengejar ketinggalan dengan daerah lainnya serta mengembangkan kreatifitas dan persaingan antar wilayah sesuai kemampuannya.

Prasarana wilayah dapat ditangani secara baik dengan tujuan dapat penyesuaian tentang kendali manajemen pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, juga untuk memperpendek jangkauan pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat yang kini masih memerlukan pertolongan dan kasih sayang dari Aparat Pemerintah

Kehadiran Penjabat Bupati Deiyai

Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage diantar Bupati Paniai, Naftali Yogi, S.Sos pada Kamis (11/06-2009) dan disambut meriah oleh masyarakat Deiyai dan Suku Nusantara serta Pemerintah Local dari 5 Distrik yakni, Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado.

Sejak menjabat Bupati Deiyai, dua bulan kemudian atau tepatnya pada bulan september 2010 kabinetnya dalam hal ini pimpinan dan staf satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baik eselon II, III dan IV di lantik. Beberapa poin inti yang akan di lakukan dalam kepemimpinannya yakni, (1). Penyiapan perangkat kerja organisasi pemerintah daerah (pemda-red) atau yang lazimnya di sebut SKPD yang akan membantunya dalam pemerintahaan di awal masa perintisan ini, karena tanpa adanya SKPD maka sulitnya menunjang birokrasi pemerintahan di daerah ini; (2). Membentuk anggota Legislative serta membangun Kantor Legislative (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-DPRD Kabupaten Deiyai-red); (3). Menetapkan “MORATORIUM” dengan kata lain menertibkan keamanan, menyiapkan aparat pemerintahaan dan menciptakan situasi yang aman dan tentram, serta menciptakan kebersamaan, kekompakan dan kerja sama dari semua pihak-pihak yang berkompoten di daerah Deiyai ini.

Selain itu juga, hadirnya pemerintah di Deiyai ini merupakan salah satu alat control yang mampu dan siap mengedepankan pembangunan di daerah ini, dari semua Segi, baik itu segi Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan terlebih mempercepat Pembangunan Infrastruktur, baik melalui darat maupun udara.

Pada kesempatan itu Bupati Kabupaten induk Paniai, Naftali Yogi, S.Sos menegaskan bahwa ketika pemilihan Figur Calon Bupati dan Wakil Bupati Definitiv pada tahun mendatang di harapkan agar figur yang telah di pilih oleh masyarakat itu sudah sepatutnya harus di dukung sepenuhnya, dan jangan lagi ada tuntutan-tuntutan dari setiap figur lainnya yang kalah dalam pemilihan, supaya hal-hal demikian itu tidak menghalangi jalannya pembangunan khususnya di negeri Deiyai yang penuh dengan susu dan madu (sumber daya alam-red) ini.
Masyarakat suku Mee yang ada di Deiyai sangat mengharapkan agar dengan kehadiran kabupaten Deiyai ini akan memberikan angin segar untuk menuntaskan secara bertahap dari ketertinggalan, keterpinggirkan, keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan dan lain-lainnya.

Masyarakat Mee di Deiyai juga tidak ingin kalau saja, adanya perdagangan minuman keras (miras-red), perdagangan Pekerja Seks Komersial (PSK), dan perdagangan Narkoba. Juga masyarakat tidak ingin pemimpin itu kerjanya disini (Deiyai), tetapi akhirnya melakukan Tanam, Panen dan Mengambil Hasilnya di tempat lain. Dan masyarakat dengan senang hati memberikan Tanah, Air, Hutan, Sumber Daya Alam (SDA) kepada pemerintah.

Pemimipin Berjiwa Membangun, Itulah Pilihan Masyarakat Mee di Deiyai

Sebenarnya pemimpin yang di sukai masyarakat Mee di Deiyai adalah pemimpinan yang berjiwa membangun. Kaca mata media ini, bahwa apa yang di inginkan masyarakat Mee yakni suatu hari nanti ada terjadi perubahaan dari banyak segi. Baik, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dan bahkan industri pertambangan yang akan memberikan masa depan yang cerah bagi Deiyai dan masyarakatnya.

Daerah pemekeran Deiyai sangat dan sangat sekali membutuhkan figur yang berjiwa membangun, bukan yang berjiwa pecundang, bahkan terlebih koruptor. Sebab adanya pemekaran daerah khususnya hadirnya Kabupaten Deiyai adalah aspirasi benar dari masyarakat akar rumput yang di dasari pada rasa ketidakpuasan atas berbagai kesenjangan pembangunan, seperti kesenjangan wilayah, pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya.

Selain itu pula, diindentifikasikan bahwa selama ini hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan, dirasakan belum memenuhi rasa keadilan atau belum merata ke seluruh pelosok-pelosok wilayah termasuk yang ada di daerah ini (Deiyai-red).

Akankah ada pemimpin yang siap merubah nasib Deiyai ini kah..? ataukah pemimpin yang telah di lantik oleh Pemerintah Pusat Akhir bulan Mei 2009 lalu, yakni Blasius Pakage bisakah membangun atau merintis daerah Mee ini menjadi daerah yang maju secara pesat dengan daerah-daerah lainnya yang sudah lebih dulu maju, ataukah sebaliknya..?? Apakah dengan hadirnya pemimpin Carateker di Deiyai ini benar-benar kelak akan mengurangi berbagai kesenjangan-kesenjangan. Ataukah sebaliknya..? Jawabannya ada pada Pemimpin itu sendiri dan juga masyarakat setempat.

Perlu di ketahui bahwa, kabupaten Deiyai telah di sahkan oleh DPR RI pada tanggal 29 Oktober 2008. Jika melihat kondisi geografis Papua pada umumnya dan lebih khususnya di Kabupaten Deiyai itu sendiri dimana luas wilayah dan kondisi geografis sangat mudah untuk dibangun asalkan ada kemauan keras dari pihak-pihak yang berkompoten yakni pejabat birokrat. Pasalnya untuk membangun kabupaten Deiyai, tidak akan bisa dibangun oleh satu pihak saja, dan memang membutuhkan uluran tangan dari pihak-pihak lainnya, baik Kabupaten Induk (Paniai-red), Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Kesenjangan Deiyai

Keterlambatan kemajuan daerah ini juga kerena minimnya sarana dan prasarana transportasi, menyebabkan pelayanan pemerintah belum menjangkau ke seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil dan terisolasi, disamping terbatasnya dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mengakibatkan kondisi sosial masyarakat masih memprihatinkan, tertinggal dan terbelakang.

Bahkan masih ada masyarakat terasing yang belum tersentuh oleh pemerintah, sebab luas wilayah yang sulit ditempuh menyebabkan pula terjadinya lepas kendali dan terbelangkahinya jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat serta lambannya pembangunan di wilayah tersebut akibat kesulitan transportasi.

Sehingga untuk meningkatkan pastisipasi dan menjawab semua persoalan tersebut, perlu adanya terobosan baru melalui suatu kebijakan khusus, antara lain melalui pembentukan satuan administrasi pemerintah baru, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Tetapi perlu juga di ingat bahwa bagaimana caranya yang tepat...???

Sebab untuk merubah kesenjangan pembangunan sangatlah di butuhkan Figur yang takut akan Tuhan, berjiwa besar dan benar-benar seorang Figur yang ingin mau merubah kesenjangan pembangunan kearah yang lebih baik, dan sebaliknya bukan Figur yang suka melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Masyarakat Mee di Deiyai “Tolak Miras, Portitusi (PSK), Narkoba, Judi & KKN”

Sekarang banyak orang sedang membuka mata, telinga dan hati serta perhatihan penuh pada Kabupaten Deiyai, yang saat ini terletak tepat di jantung kota Distrik Tigi. Karena tentunya yang namanya Deiyai adalah barang baru alias Daerah Baru, yang di atas Kabupaten itu tertidur kekayaaan alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari Emas, Hutan, Binatang serta tanah yang subur dengan di tumbuhi segala jenis tanaman pangan.

Apa yang di sepakati masyarakat akhirnya tercapai sudah, dimana akhir tahun 2008 Pempus mengeluarkan RUU (rancangan undang-udang) tentang pembentukan kabupaten baru di Kabupaten Induk Paniai yakni Deiya dan Intan Jaya. Selang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada hari Selasa, 26 Mei 2009, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia telah melantik Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau dan Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage di Aula Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri di Jakarta. Selanjutnya, ke dua Penjabat Bupati tersebut diantar secara terpisah pada hari yang berbeda oleh Bupati Induk Paniai, Naftali Yogi. Penjabat Bupati Deiyai diantar pada Kamis (11/6-09) ke Waghete Ibu Kota Kabupaten dan Penjabat Bupati Intan Jaya diantar pada Sabtu (13/6-09) di Sugapa, sebagai letak Ibu Kota Kabupaten.

Arti dari nama itu telah menjadi satu rahasia tersendiri bagi masyarakat setempat di Negeri ini, karena yang pastinya Deiyai merupakan sebuah kata indah dari kekayaan yang masih sampai dengan saat ini terpendam di dalam tanah yang sebagaimana di sebut orang Papua pada umumnya yakni sebagai “MAMA”.

Sudah barang tentu, ketika mata, telinga, hati dan perhatian mulai di manfaatkan tidak lain dan tidak bukan adalah hanya untuk akan melihat, mendengar, merasakan dan menunjukan pada hal-hal yang baru pula. Misalnya saja, Kabupaten Deiyai ini, yang sebagaimana merupakan daerah pemekaran baru dari Kabupaten Induk Paniai, yang telah di mekarkan pada tahun 2009 lalu, dan kabupaten ini sudah memiliki seorang pemimpin yang akan merintis daerah ini dengan satu pondasi yang kuat, sehingga kelak tidak lagi rubuh atau rusak ketika di saat badai atau tantangan datang silih berganti.

Artinya siapapun dia, baik orang asli Mee, orang Papua bahkan orang non Papua akan datang berbondong-bondong ke daerah ini, dengan berbagai kepentingan masing-masing. Terutama menyangkut investasi besar-besaran di daerah ini. Sebenarnya, adanya hal-hal itu sangat sekali di kehendaki oleh masyarakat setempat, karena sudah saatnya daerah inipun juga harus secara pesat berubah dari Keterpurukan, Ketertinggalan, Keterpinggirkan, Keburukan, Kemiskinan, Kebodohan dan bahkan hal-hal negative lainnya.

Tetapi jangan harap kalau saja ada orang, baik orang local Mee, orang Papua bahkan orang pendatang (non Papua), yang datang ke daerah ini dan melakukan investasinya seperti Perdagangan Minuman Keras (Miras), Perdagangan Pekerja Seks Komersial (PSK), Perdagangan Narkoba, Bisnis Judi atau Kupon Putih (Kupu) bahkan yang paling tidak diinginkan oleh masyarakat Mee di Deiyai yakni di lakukannya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh semua Pejabat. Beberapa poin-poin tersebut merupakan hal terpenting yang harus mulai di berantas dari sekarang, atau saat-saat daerah ini masih di bilang dalam tahap pondasi atau kata lainnya lagi masih berusia seumur jagung ini.

Hal demikianlah, secara konkrit memang sangat diharapkan terelebih kepada Tokoh-Tokoh Intelektual, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, juga pimpinan-pimpinan pemerintah, baik Kepala Kampung, Kepala Distrik bahkan juga Penjabat Bupati, terkait dengan penolakan segala macam bisnis yang hanya dapat merugikan Tanah, Daerah, serta Masyarakat setempat dari virus-virus ini “Miras, PSK, Narkoba, Judi bahkan KKN”.

Apa itu Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN

“MIRAS”. Perlu di ketahui bahwa ketika kelak hadirnya Miras di Negeri Deiyai ini akan berdampak pada Perkelahian, Pembunuhan, Pemerkosaan, Pencurian, Penganiayaan, Pembodohan, Malas, dan Tidak Kreatif, Apatis, Asosial. Itulah beberapa dampak-dampak negative yang akan terjadi kelak, apabila perdagangan Miras seperti (Brendi, Mension, Wiski, Bir, Anggur, Arak, Baram, Tuak, Topi Miring, Cap Tikus bahkan minuman-minuman lokal lainnya seperti Bobo, Saguer dan lain-lain) di izinkan atau di Perdakan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Kalau di daerah yang sudah berusia tua, tentunya masalah Miras semakin sulit untuk diberantas karena banyak invisible hands yang menjalin mata rantai pemasaran dan pengamanannya. Pasalnya, hingga saat ini memang sering kita baca di Koran dan nonton di TV bahwa pemusnahan terhadap sejumlah Miras hasil sitaan pihak berwajib, namun tampaknya tidak menyurutkan peredaran Miras, malah semakin merajalela di mana-mana. Hal ini disebabkan karena yang dilakukan oleh aparat hanyalah menyita sebagian saja dari beberapa Toko tertentu yang tidak memiliki ijin dan penyelundupan Miras, tapi tidak memangkas mata rantainya dan menegakkan aturan yang berhubungan dengan Miras.

Sebenarnya peraturan hukum tentang Miras ini sudah cukup memadai dalam KUHP, misalnya pasal 536,538,539 semuanya telah mengatur tentang Miras, hanya saja menurut hemat saya perlu direvisi dan dipertegas lagi agar betul-betul mengenai sasarannya. Berdasarkan informasi dari salah seorang ahli hukum, keraguan menindak orang yang berhubungan dengan Miras ini, salah satunya adalah karena pasal-pasal yang mengatur tentang Miras itu masih rancu dan kurang jelas dan banyak tidak mengenai sasarannya. Sehingga itu sulit di berantas karena sudah tentunya daerah-daerah itu telah berusia tua, kebanding daerah Deiyai ini, yang mana saat ini masih belum bisa berjalan sehingga apa salahnya kalau pihak-pihak yang berkompoten di daerah ini mulai mempertegas kearah yang lebih baik.

“PSK”. Begitu juga jika kalau di daerah ini di izinkan Pemerintah Daerah untuk adanya perdagangan PSK, maka dampak negative kedepan yang akan terjadi di daerah ini adalah meningkatnya penyakit HIV-AIDS, karena sudah barang tentu bahwa setiap PSK yang datang 100 persen sesuai degan hemat saya adalah positif HIV-AIDS.

“Narkoba”. Masalah lainnya yakni masalah Narkoba, jika di izinkan lagi oleh pihak-pihak yang berkompoten maka yang akan menjadi sasaran utama dampak negative adalah anak-anak muda (pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa). Semua jenis Narkoba mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi pemakainya, misalnya kematian langsung, kanker, ketergantungan terhadap obat-obat terlarang, pemalas, menjadi bodoh, tidak kreatif, pendiam, suka melawan, dan kurang nafsu makan. Begitu juga dampak penyalahgunaan Narkoba yakni “Merusak hubungan kekeluargaan; Menurunkan kemampuan belajar; Ketidak mampuan membedakan mana yang baik dan buruk; Perubahan perilaku menjadi asosial; Merosotnya produktivitas kerja; Dan gangguan kesehatan”.

Dengan demikian penyalah gunaan Narkoba mempunyai dampak yang sangat besar pada Tatanan social keluarga dan masyarakat sehingga dapat terjadi tindakkan criminal dan gangguan ketertiban dan keamanan. Pokoknya Narkoba adalah pembunuhan secara perlahan namun pasti terhadap semua pemakainannya atau dengan kata lain “Generation Cleansing“ atau pemusnahan generasi.

Mengapa ? Karena Narkoba merupakan jaringan bisnis yang besar dan global dengan memiliki satu tujuan politik mendasar, yaitu menghancurkan generasi yang akan datang dengan cara membodohkan mereka. Hal ini ada hubungannya dengan persaingan antar Negara-negara di dunia ini untuk muncul sebagai Negara adikuasa. Untuk tujuan itu, maka generasi muda beberapa Negara yang menjadi saingan tadi harus “dihancurkan” agar gampang dikuasai.

Pasalnya, ada banyak alasan mengapa orang mengkomsumsi Narkoba, diantaranya: “Karena gampang diperoleh (availability), ingin tahu dan mencoba (Curiosity and Experiment) mencari identitas diri (Self – Identity), akibat depresi (depression) perlawanan (rebellion) akibat rumah tangga yang berantakkan/orang tua super sibuk (lack of love and attention), agar dapat diterima dikalangan teman-teman sejawat (Accepted bypeer group) dan upaya untuk menghilangkan stress, kebosanan hidup dan rasa sakit (as a way of relaxor cope with stress, boredom and pain)”.

Ciri-ciri seseorang yang mengkomsumsi Narkoba dapat dilihat karena; “Rasa Gembira yang berlebihan meskipun tidak wajar. (Karena fungsi kendali otak menjadi lemah); Rasa harga diri meningkat sehingga pemakai merasa diri hebat namun semuanya semu belaka; Dan banyak bicara walaupun alur bicaranya sukar diikuti”.

Menurut berita-berita di surat khabar, sasaran Narkoba bukan saja anak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pula pegawai negri dan polisi. Narkoba bukan saja beredar di kota-kota, tapi juga di desa-desa, termasuk “Deiyai”, hal itu jika saat ini tidak di kontrol baik oleh semua komponen yang berkompoten di Negeri ini. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum bahwa Narkoba adalah sebuah bisnis yang besar dan global serta memiliki mata rantai yang sangat rapih dari berbagai unsur terkait mulai dari produsen, pengedar, konsumen, aparat hukum, aparat keamanan dan bahkan elit politik, itulah sebabnya Narkoba sulit diberantas hingga saat ini sekalipun Undang-Undang yang mengatur tentang hal itu sudah ada. Misalnya UU NO 5/1997 tentang Psikotropika dan UU no 22/1997 tentang Narkotika.

“Judi”. Masalah lainnya, yakni Judi. Dimana perkembangan Judi Kupu ini khususnya di kota-kota besar, tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan. Berdasarkan hasil update saya melalui salah satu LSM bahwa ekses yang kurang baik dari Kupu ini yaitu mulai dari system tertutup, sekarang sudah terbuka dapat disaksikan di mana-mana. Informasi utama yang ditanyakan oleh setiap pegawai saat pergi ke kantor adalah informasi tentang nomor Kupu yang berhubungan dengan ekor, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kemudian apakah ekor dan puluhan tersebut ganjil atau genap. Disamping di utak-atik melalui rumus, ada yang mencoba menganalisis berbagai mimpi. Dampak negative yang lain, yaitu takkala tidak ada uang untuk membeli Kupu, utang pada temanpun jadi.

Yang lebih parah lagi, sering uang belanja, uang untuk beli susu, uang untuk koperasi, uang untuk Harisan, harus di korbankan untuk membeli Kupu ini. Pernah suatu hari ditempat orang mati, seseorang harus segera pulang dengan alasan takut terlambat memasang buntut. Memang sulit untuk menyimpulkan apakah Judi Kupu ini lebih banyak merugikan atau bahkan menguntungkan bagi para pecandunya karena hingga saat ini belum pernah ada penelitian mendalam tentang hal itu. Yang sering terjadi adalah perkelahian antara Sub Bandar dengan pemenangnya, karena tidak bisa membayar semua kemenangannya. Kehancuran rumah tangga atau pencurian terhadap Kupu ini masih belum terdengar.

Penindakkan terhadap pecandu Kupu masih belum ada, kecuali pada bandarnya, namun dilepas kembali mungkin karena pasal dan ayat KUHP yang khusus menyebut tentang hal itu belum ada. Sebenarnya beberapa pasal dan ayat dalam KUHP sudah ada menyinggung tentang Judi, namun tampaknya masih lemah dan kabur, sehingga perlu direvisi dan dipertegas lagi tentang jenis-jenis Judi yang dilarang dan bentuk tindakkan dan hukumannya.

“KKN”. Masalah terakhir yakni tentang KKN. Perlu kita ketahui bahwa, jika di daerah ini (Intan Jaya) di awal-awal perintisan bermula dengan KKN, maka apa yang di cita-citakan oleh masyarakat Moni, seperti adanya perubahaan pembangunan di daerah ini yang saat ini masih di bilang sangat jauh dari daerah-daerah lain misalnya, Keterpurukan, Ketertinggalan, Keterpinggirkan, Keburukan, Kemiskinan, Kebodohan dan bahkan hal-hal negative lainnya, tidak akan tercapai.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN adalah salah satu perbuatan yang melanggar hukum dan membawa dampak negative yang sangat besar dibanding positifnya. Apalagi bila dilihat dari sisi agama, lebih banyak masalah dari pada manfaatnya, dan semua agama dengan tegas melarang umatnya untuk mengkonsumsi Miras, Narkoba, Jajan Seks sembarangan, bermain Judi bahkan melakukan KKN.

Oleh sebab itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan upaya penanggulangannya agar berbagai dampak negative dari Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN tidak dapat terjadi di daerah Deiyai yang di kenal dengan melimpahnya kekayaan alam ini. Melalui kebersamaan dari semua komponen yang berkompoten, misalnya Pemda Kabupaten Deiyai, Pengusaha-pengusaha (Investor), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, LSM-LSM, dan lain sebagainya di awal-awal pelaksanaan kegiatan pembangunannya, dan tidak perlu lagi ada izin melalui PERDA dan lain-lainnya...!!! (jga)

seLENgkapnya......

29 Oktober 2010

Alex Pekei : “Monitoring dan Evaluasi Keuangan SKPD di lakukan bulan November 2010”

Kepala Inspektorat Kabupaten Deiyai melalui Sekretarisnya, Alex Pekei, S.Pd kepada media ini, Jumat (29/10) lalu ketika dikonfirmasi terkait dengan kegiatan monitoring dan Evaluasi data administrasi keuangan oleh pihak Inspektorat di lingkungan pemerintah kabupaten Deiyai. Kepada media ini, Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi data administrasi keuangan yang dimulai dari tingkat Distrik.

Pasalnya, ada sebanyak 5 distrik di Deiyai, yang mana beberapa Distrik seperti Distrik Tigi, Tigi Timur dan Tigi Barat telah di lakukan audit oleh pihaknya, sementara 2 distrik yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten seperti Distrik Bouwobado dan Kapiraya sedang dilakukan audit.

“Setelah dua distrik itu kami lakukan audit, barulah kami akan melakukan audit di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan pemerintah kabupaten Deiyai,”ujarnya.

Dikatakannya, sementara ini, pihak Inspektorat lagi fokus untuk melakukan audit administrasi keuangan di tingkat Distrik, setelah itu baru ke Dinas, Badan dan Kantor di Lingkup Kabupaten Deiyai.

Untuk itu, kata Alex kepada semua SKPD diharapkan sudah bisa menyiapkan data administrasi keuanganya dari sekarang, karena tidak lama lagi (pada bulan november minggu pertama atau kedua-red) staf dari Inspektorat sudah mulai turun kelapangan (turlap-red) guna melakukan kegiatan audit data administrasi keuangan.

“Tetapi yang jelasnya, satu minggu sebelum pelaksanaan audit, akan kami bagikan undangan kepada semua SKPD di lingkup Kabupaten Deiyai, supaya biar jelas agar semua SKPD tidak keliru dalam persiapan pelaksanaan audit yang dilakukan oleh staf-staf dari Inspektorat.”tandasnya. (jga)

seLENgkapnya......

Biak Juara Umum Festival Kreasi Seni se Papua

Kontingen Kabupaten Biak Numfor ditetapkan sebagai juara umum festival kreasi seni XI se-Papua dan merebut piala bergilir Gubernur Papua Barnabas Suebu SH, Minggu malam. Empat jenis lomba festival kreasi seni XI, kabupaten Biak Numfor merebut dua juara satu, di antaranya kategori cerita rakyat (sosio drama) dan Pop singer putra.

Sementara di kategori lomba jenis penataan stand pameran Biak dan pop singer putri, kabupaten Biak Numfor sebagai juara harapan satu serta harapan dua tari balada Cenderawasih. Gubernur Papua Barnabas Suebu, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Biak Drs Johanis Than MM mengatakan, festival seni itu sebagai upaya meningkatkan kreasi seniman daerah ini.


Melalui ajang festival kreasi seni se-Papua ini diharapkan menghasilkan seniman-seniman Papua berkualitas dan sanggup bersaing dengan seniman daerah lain di Indonesia bahkan seluruh dunia. Pelaksanaan kegiatan ini di tahun mendatang harus lebih baik penataannya sehingga setiap kabupaten/kota dapat berpartisipasi mengirim peserta mengikuti festival kreasi tersebut.

Gubernur Suebu menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba sementara bagi peserta yang belum berhasil dapat menjadikan motivasi untuk mencapai keberhasilan di masa mendatang.“Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada tuan rumah kabupaten Biak Numfor yang meraih juara umum pada festival kreasi seni se-Papua 2010,” ujar Gubernur Suebu.

Selain juara umum direbut kabupaten Biak Numfor, panitia pelaksana festival kreasi seni XI se-Papua juga menetapkan kabupaten Paniai sebagai tim favorit dalam festival kreasi seni 2010.uara setiap jenis lomba masing-masing, tari balada Cenderawasih juara I (Asmat), juara II (Yapen Kepulauan) dan juara III (Yakukimo), harapan I, II dan III direbut Paniai, Biak Numfor dan kabupaten Waropen.

Lomba cerita rakyat (sosio drama) juara I ( Biak Numfor), juara II (Supiori) dan juara III (Asmat), sementara juara harapan I, II dan III direbut kabupaten Yahukimo, kabupaten Yapen Kepulauan serta kabupaten Waropen. Kategori pop singger putra, juara I Biak, juara II kabupaten Yapen Kepulauan dan juara III Supiori, sedangkan juara harapan I, II dan III masing-masing kabupaten Asmat, Yahukimo dan Yapen kepulauan.

Untuk jenis lomba pop singger putri, juara I (Biak), juara II (Yahukimo), juara III (Asmat) sedangkan harapan I, II dan III direbut kontingen Biak, Supioiri dan kabupaten Waropen.

Kategori lomba penataan stand pameran, juara I (kabupaten Yapen kepulauan), juara II (Waropen), juara III (Supiori) sementara juara harapan I, II dan III masing-masing disabet kabupaten Biak, Yahukimo dan kabupaten Asmat. [jga-Antara]

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com