Tim Festival Budaya dari Deiyai beberapa hari lalu mendapatkan dana Pembinaan sebesar 150 juta dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai.
Kepada media ini, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Jumat (05/8), dengan tegas mengatakan bahwa dana Pembinaan yang diberikan oleh Pemerintah diharapkan dapat di manfaatkan atau digunakan sebaik-baik mungkin dalam kegiatan Festival Seni Budaya Bulan Agustus 2011 ini di Jayapura.
Dikatakannya, belajar dari pengalaman tahun lalu (2010-red), maka itu dalam perjalanan menuju ke tempat kegiatan di Jayapura dan selama mengikuti kegiatan dapat diikuti dengan baik, dan jangan lupa Berdoa.
“Dana yang diberikan itu bukan dana yang hanya dilakukan untuk foya-foya dalam perjalanan, tetapi dengan sedikit dana yang diberikan itu harus dimanfaatkan sesuai apa yang di butuhkan dalam perjalanan, karena dana itu adalah dana Pembinaan, bukan dana khusus atau lain-lainnya,”terangnya.
Kepada Pengurus Tim, diharapkan mengkoordinir semua anggota atau pesertanya baik dalam perjalanan maupun setelah tiba di tempat kegiatan Festival di Jayapura. “Dengan menghadiri kegiatan atau iven ini, sudah tentu merupakan perwakilan dari Kabupaten Deiyai, dan diharapkan juga dapat mengharumkan dan menjaga nama baik Kabupaten Deiyai selama kegiatan berlangsung di Jayapura.”tandasnya. (jga)
Me
Stock Pengunjung...!!
My Mesages
Your Mesages..!!
Category
My Site
-
PSD Demak - Rekor musim ke musim ← Revisi sebelumnya Revisi per 4 Februari 2026 10.21 Baris 61: Baris 61: * 2022 [[Liga 3]] Peringkat 3 Grup M (Regional Jateng) * 2...13 jam yang lalu
-
Termasuk Williams Bersaudara, 4 Bintang Athletic Bilbao Dipastikan Absen Lawan MU - Athletic Bilbao telah mengumumkan daftar pemain mereka yang berangkat ke Inggris untuk menghadapi Manchester United.8 bulan yang lalu
-
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu - *Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000 kasus. Be...4 tahun yang lalu
-
Grosir pakaian Anak - mangga dua merupakan di antara pusat perbelanjaan yang ada di ibukota jakarta, letak dari pusat perbelanjaan ini ada di tempat jakarta utara. dapat disebut...10 tahun yang lalu
-
JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM - Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA” menjadi berita yang perlu dicermati , ka...11 tahun yang lalu
-
48 Orang Terjangkit HIV/Aids - *Solopos.com*, 26 Agustus 2013 *WONOGIRI *-- Sebanyak 48 orang di terjangkit virus HIV/Aids. Tiga orang di antaranya adalah penderita baru atau baru diket...12 tahun yang lalu
-
VISI TUHAN UNTUK GEREJA KINGMI PAPUA - VISI TUHAN UNTUK GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA “BEKAS ANAK –ANAK PENGUASA BUMI PEGUNUNGAN PAPUA” Suatu Penglihatan Dari Ev. Petrus Giay 29 Mar...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
My Arsip Blog
- Nov 23 (1)
- Nov 24 (4)
- Nov 25 (1)
- Nov 26 (1)
- Des 02 (1)
- Des 08 (2)
- Des 20 (1)
- Des 23 (1)
- Des 27 (1)
- Des 28 (2)
- Feb 08 (3)
- Feb 09 (7)
- Feb 14 (1)
- Feb 16 (6)
- Feb 18 (2)
- Feb 24 (3)
- Feb 28 (1)
- Mar 06 (1)
- Mar 08 (1)
- Mar 09 (1)
- Apr 13 (2)
- Apr 19 (1)
- Apr 27 (1)
- Mei 06 (1)
- Jun 08 (2)
- Jun 10 (1)
- Jul 06 (3)
- Jul 12 (1)
- Jul 14 (1)
- Jul 17 (1)
- Agu 29 (1)
- Sep 11 (1)
- Sep 17 (1)
- Okt 31 (1)
- Nov 01 (1)
- Jan 11 (1)
- Mar 01 (12)
- Mar 30 (1)
- Mar 31 (1)
- Apr 14 (1)
- Apr 18 (1)
- Mei 07 (1)
- Mei 10 (1)
- Mei 12 (2)
- Mei 28 (3)
- Jun 02 (1)
- Jun 24 (1)
- Jul 07 (1)
- Jul 30 (1)
- Jul 31 (1)
- Agu 10 (2)
- Agu 21 (1)
- Agu 22 (2)
- Sep 12 (1)
- Okt 15 (6)
- Okt 25 (3)
- Okt 27 (3)
- Okt 29 (2)
- Nov 02 (1)
- Nov 03 (2)
- Nov 17 (1)
- Des 22 (1)
- Jan 16 (2)
- Feb 04 (1)
- Mar 15 (3)
- Mar 20 (4)
- Mar 23 (1)
- Mar 27 (4)
- Mei 25 (1)
- Jun 17 (1)
- Jul 14 (2)
- Agu 04 (4)
- Agu 05 (1)
- Agu 07 (1)
- Agu 14 (1)
- Agu 17 (3)
- Sep 04 (3)
- Sep 06 (4)
- Sep 27 (3)
- Okt 13 (1)
- Okt 22 (3)
- Nov 09 (1)
- Nov 26 (3)
- Mar 23 (15)
- Mei 16 (1)
- Jun 05 (2)
- Jun 13 (1)
- Jun 24 (2)
- Sep 16 (1)
- Okt 11 (2)
- Agu 11 (1)
- Sep 16 (1)
- Sep 29 (1)
- Mar 23 (5)
- Jul 27 (13)
- Agu 27 (37)
- Agu 29 (4)
- Mei 28 (1)
- Nov 26 (1)
News from Detik
God Bless You All and Me
05 Agustus 2011
Tim Festival Budaya Deiyai dapat Dana Pembinaan dari Dinas Dikbudpora
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
09.07
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
04 Agustus 2011
Maju Tidaknya Kabupaten Deiyai di Tentukan dari Sekarang
Kabupaten Deiyai bukan milik satu atau dua distrik saja tetapi milik semua masyarakat yang ada di 5 distrik, diantaranya Distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado juga Masyarakat Suku Nusantara.
Karena seakan-akan setiap ada persoalan yang terjadi di Deiyai terjadi hanya karena ulah satu bahkan dua distrik saja. Untuk itu, Ia berharap bahwa daerah Deiyai adalah daerah baru, maka itu sudah saatnya kita memberikan benih (bibit) dengan baik dimasa pemerintahaan Carateker ini. Sebab maju tidaknya Kabupaten Deiyai kedepan ditentukan dari sekarang, mumpun daerah ini baru dan masih bisa diatur, dan mau tidak mau yang memimpin Kabupaten Deiyai adalah Pemimpin yang berjiwa nasional.
“Ingat Isme yang sekarang masih terjadi harap di hilangkan. Misalnya, jika marga A jadi pemimpin maka semua posisi yang baik hanyalah diduduki oleh marga A, begitu pun juga jika yang memimpin adalah Pejabat yang beragama Kristen Katolik maka semua posisi terpenting di pasang orang yang beragama katolik saja. Hal-hal semacam ini perlu dihilangkan dari Deiyai. Tidak ada Isme diantara kita semua orang Deiyai,”.
Begitupun juga dengan setiap Proyek Pembangunan dari berbagai Bidang yang sudah, sedang dan akan terus di bangun di Kabupaten Deiyai harus ada pemerataan di semua Distrik, jangan hanya dibangun di satu atau dua distrik saja. Jika demikian, tentunya akan menyebabkan terjadinya kecemburuan social.
Pasalnya, hadirnya pemekaran Kabupaten Deiyai adalah keinginan masyarakat dari semua Distrik, karena didasari rasa ketidakpuasan atas berbagai kesenjangan pembangunan, seperti kesenjangan wilayah, pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Selain itu pula, diindentifikasikan bahwa selama ini hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan, dirasakan belum memenuhi rasa keadilan atau belum merata ke seluruh pelosok-pelosok wilayah termasuk yang ada di daerah ini.
Juga, keterlambatan kemajuan daerah ini kerena minimnya sarana dan prasarana transportasi, menyebabkan pelayanan pemerintah belum menjangkau ke seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil dan terisolasi, disamping terbatasnya dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mengakibatkan kondisi sosial masyarakat masih memprihatinkan, tertinggal dan terbelakang.
“Sehingga untuk meningkatkan pastisipasi dan menjawab semua persoalan tersebut, menurut saya perlu adanya terobosan baru melalui suatu kebijakan khusus, antara lain melalui pembentukan satuan administrasi pemerintah baru, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Tetapi perlu juga di ingat bahwa bagaimana caranya yang tepat.
Sebab untuk merubah kesenjangan pembangunan sangatlah di butuhkan Pemimpin Figur yang takut akan Tuhan, berjiwa besar dan benar-benar seorang Pemimpin yang ingin mau merubah kesenjangan pembangunan kearah yang lebih baik.”. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.13
0
komentar
Label: EDITORIAL, KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Menyalai Aturan, Mobil Dinas Pendidikan diserahkan Kepada Ketua KPU Deiyai
Pembagian pengadaan Mobil Dinas di lingkungan Pemerintahaan Kabupaten Deiyai tahun 2011, yang dibagikan Pihak Keuangan Sekretariat Daerah (Setda-red) Kabupaten Deiyai berdasarkan SK Bupati Deiyai yang ditandatangani Basilius Badii, BA, 1 minggu sebelum Pelantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH dinilai ada unsur-unsur kepentingan Politik. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (05/08) kemarin.
Pasalnya, sesuai pantaunnya dilapangan ada oknum-oknum tertentu di Setda Kabupaten Deiyai yang punya kepentingan dalam Pemilukada mendatang memanfaatkan kesempatan, disaat pembagian pengadaan Mobil Dinas.
“Sebenarnya, menurut kami setelah adanya Carateker baru Pengadaan Mobil Dinas itu dibagikan, tetapi anehnya 1 minggu setelah mendengar, Hengki Kayame, SH mau dilantik menjadi Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai oleh Penjabat Gubernur Papua, Mobil Dinas langsung di bagikan. Bisa dibagikan tetapi harus dibagikan berdasarkan aturan. Jangan aturannya dibuat kemudian tidak diikutinya”tegasnya.
Yang lebih aneh lagi, kenapa Mobil Dinas yang sudah di SK-kan untuk Dinas Pendidikan, diserahkan kepada Ketua KPU Kabupaten Deiyai. Sebenarnya menurutnya, pengalihan mobil Dinas ini sangatlah melangkai aturan yang ada. Karena Mobil Dinas ini adalah Aset Daerah Pemkab Deiyai, dan untuk KPU sendiri adalah lembaga Indenpendent, yang seharusnya semua yang menyangkut asetnya KPU diatur secara Indenpendent langsung dari bantuan KPU Pusat melalui KPU Provinsi.
“Kecuali didalam pengusulan APBD tahun 2010 lalu dimasukan pengadaan Mobil Dinas KPU. Itu pun tidak ada pengusulan, tiba-tiba Mobil Dinas yang sudah dianggarkan untuk Dinas Pendidikan dialihkan kepada Ketua KPU Kabupaten Deiyai. Ada apa dibalik semuanya itu”tandasnya.
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.08
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Johanis Adii, S.Pd: "Oknum PNS Yang Lakukan Pungli akan ditindak Tegas"
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadin Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (5/8) dengan tegas mengimbau kepada seluruh kepala-kepala SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Deiyai untuk tidak menanggapi setiap pungutan liar (Pungli-red) yang dilakukan oleh oknum-oknum Staf Dinas di lapangan (Sekolah-red).
“Apabila ada ditemukan demikian, itu bukan berdasarkan memo Kadin, tetapi inisiatif sendiri dari oknum-oknum tersebut. Bisa saja mereka (oknum-red) itu lakukan sedemikian dan maksud serta tujuan mereka adalah mau menjatuhkan atau merusak nama baik saya sebagai atasan mereka,”ungkapnya.
Ditambahkannya, jika masih ada lagi pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas. Kepada semua Kesek se-kabupaten Deiyai sebelumnya harus melakukan koordinasi atau pengecekan langsung kepada Kepala Dinas, dan tidak melakukan sumbangan kepada mereka.
Diakhir komentarnya, Kadin sangat mengharapkan agar semua Kepala-Kepala Sekolah se-Kabupaten Deiyai dapat mendukung pemerintahaan yang ada, dan setiap bangunan yang masuk khususnya di bidang Pendidikan baik yang sudah dilakukan Pemerintah pada Anggaran Tahun 2010 maupun yang akan dan sedang dilakukan kegiatan pada Anggaran Tahun 2011 di setiap sekolah-sekolah, baik itu berupa pembangunan Perpustakaan, Ruang Kelas Sekolah, bahkan Pengadaan-Pengadaan dapat diterima dengan baik, dan diharapkan ada kerjasama yang baik antara Kesek dengan Dinas Pendidikan dan juga dengan pihak ketiga (Kontraktor)….(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
17.50
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Penjabat Bupati Deiyai dan Penjabat Bupati Mamteng Dilantik
Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Hengki Kayame SH dan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) Drs Ayub Kayame MA dilantik oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi atas nama Presiden RI di Aula Gedung Negara, Jayapura, Kamis (4/8).
Turut hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Sekda Provinsi Papua drh. Constan Karma, para pejabat Pemprov Papua, para penjabat Pemkab Deiyai dan Mamberamo Tengah.
Hengki Kayame SH sebelumnya menjabat Sekwan DPRD Kabupaten Paniai. Ia menggantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Drs Blasius Pakage. Sedangkan Ayub Kayame sebelumnya menjabat Kepala Biro Mental dan Spiritual Pemprov Papua. Ia menggantikan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Yohanes Rumbiak SH.
Pengambilan sumpah dan pelantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Hengki Kayame SH dan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Drs Ayub Kayame MA didampingi rohaniwan Pdt. Sebelum Karubaba sekaligus dilakukan penandatangan Berita Acara Pelantikan disaksikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi dan Sekda Provinsi Papua drh. Constan Karma. Selanjutnya Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi menyematkan tanda pangkat dan penyerahan SK Mendagri tentang pengangkatan Penjabat Bupati Deiyai dan Bupati Mamberamo Tengah.
Ayub Kayame dan Hengki Kayame usai pelantikan mengatakan, pihaknya mendapat tugas utama adalah memfasilitasi Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di daerahnya masing masing.
Ayub Kayame menuturkan, ia menilai penunjukan dirinya menjadi Penjabat upati Mamberami Tengah adalah suatu kepercayaan dari negara dan pemerintah kepada saya namun ini penuh dengan tanggungjawab dan saya harus mempertanggungjawabkan kepada pemerintah, negara dan masyarakat dan juga kepada Tuhan sesuai harapan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi.
Terkait netralitas Penjabat Bupati dalam Pemilukada, dia menandaskan, selain dirinya adalah Bupati yang adalah pembina politik dan harus netral tapi ia adalah PNS. “Saya harus tunjukan kenetralitas saya ditengah tengah masyarakat,” katanya.
Agar tak terjadi konflik sosial Pemilukada seperti yang terjadi di Kabupaten Puncak, menurutnya, pihaknya akan berupaya untuk meminimalisir supaya tak terjadi konflik horizontal antara masyarakat di Mamberamo Tengah. Hengki Kayame mengatakan, komitmen saya selaku Penjabat Bupati adalah untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan memfasilitasi Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Deiyai sesuai dengan amanat yang dibebankan kepada saya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat dan Intelektual Kabupaten Deiyai Natalis Edoway SE yang menghadiri upacara tersebut menegaskan, pelantikan Penjabat Bupati Deiyai untuk membalas kerinduan masyarakat Deiyai yang selama ini menantikan kehadiran seorang pemimpin yang bertanggungjawab untuk penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Deiyai.
“Pak Hengki Kayame yang baru dilantik beliau sudah mempunyai pengalaman yang cukup di pemerintahan di Kabupaten Paniai. Pengalaman yang ada dapat diteruskan juga di kabupaten Deiyai dengan tujuan membangun masyarakat dan kabupaten Deiyai,” katanya.
Menurut dia, kepercayaan pemerintah yang telah dipercayakan kepadanya karena dia adalah putera terbaik yang telah dinilai oleh Presiden melalui Mendagri, Gubernur dan masyarakat sehingga hal ini merupakan tanggungjawabnya yang harus ia buktikan.
“Ketika diberikan kepercayaan itu mudah dan enak tapi kita mempertanggungjawabkan kepada yang memberikan dukungan itu berat. Tapi saya percaya dengan pengalaman beliau pasti akan bisa,” tukasnya.
Kemudian sehubungan dengan agenda agenda politik kedepan khususnya di Kabupaten Deiyai, lanjutnya, pihaknya mengharapkan seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa baik yang ada di Jayapura maupun Deiyai untuk bersama sama memberikan dukungan kepada Penjabat Bupati.
“Selama ini yang terkesan itu adalah pemerintah bangun sendiri tanpa melibatkan tokoh masyarakat Deiyai sehingga masyarakat jalan sendiri dan pemerintah jalan sendiri,” ucapnya.
Karena itu, tambahnya, kedepan pemerintah harus menggandeng masyarakat untuk mempersiapkan agenda baik itu Pilkada Provinsi juga Pilkada Kabupaten terutama berhubungan dengan Pilkada Kabupaten Deiyai. (mdc/roy/lo2)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
13.44
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
14 Juli 2011
Australia Harus Desak RI Bebaskan Tapol Papua
Australia dikatakan memiliki dasar untuk mendesak RI membebaskan para tapol.
Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd, dijadwalkan mengunjungi Indonesia hari ini, Jumat, 7 Juli 2011. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Rudd diharapkan dapat mendesak Indonesia membebaskan para tahanan politik di Papua Barat dan Ambon.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator LSM HAM Indonesian Solidarity di Sydney, Eko Waluyo, kepada VIVAnews, Jumat, 8 Juli 2011. Dia mengatakan bahwa Indonesia telah bertindak sewenang-wenang dalam menangkap mereka yang menyampaikan aspirasi politiknya di Papua maupun Ambon.
"Mereka hanya menyampaikan ekspresi politik tanpa melakukan kekerasan sama sekali," ujar Waluyo. Source Link: http://dunia.vivanews.com/news/read/
Kunjungan Rudd sebagai perwakilan pemerintah Australia kali ini dapat menjadi momen yang tepat untuk mendorong demokratisasi di Indonesia bagian timur. Bukannya tanpa alasan, Waluyo mengatakan Australia memiliki dasar untuk mendesak pemerintah Indonesia membebaskan para tahanan politik.
"Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian Lombok Treaty yang mengatur demokratisasi di Indonesia," ujar Waluyo.
Pemerintah Australia terkenal rajin mengkritisi beberapa pelanggaran HAM di berbagai negara. Baru-baru ini, Menlu Kevin Rudd menyerukan digelar dialog antara pemerintah Myanmar dan bekas tahanan politik Aung San Suu Kyi. Pada kunjungannya ke Indonesia, Rudd diharapkan dapat melakukan hal yang sama.
"Australia harus mendesak Indonesia menggelar dialog antara pemimpin Papua Barat dan pemerintah. Rudd juga harus mendesak pembebasan para tahanan politik," ujarnya.
Indonesia adalah negara penerima sumbangan terbesar dari Australia. Hal ini, ujar Waluyo, dapat digunakan Australia untuk mendorong Indonesia menghentikan pelanggaran HAM dan penahanan mereka yang diduga separatis.
Desakan atas Indonesia, lanjutnya, juga merupakan kewajiban moral yang diemban oleh Australia akibat menggunakan pajak rakyatnya untuk membantu negara ini.
"Ini akan membuktikan komitmen pemerintah Australia, untuk apa saja uang para pembayar pajak itu digunakan di Indonesia," kata Waluyo lagi. (sj)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.54
0
komentar
Label: HUKUM DAN HAM, POLITIK
Persipura Incar Final AFC Cup 2010/2011
Tim asal Papua, Persipura Jayapura bertekad untuk melangkah jauh di pentas AFC Cup 2010/2011. Menurut Ketua Umum Persipura, MR Kambu, Mutiara Hitam manargetkan lolos hingga ke babak final.
Persipura merupakan wakil Indonesia yang tersisa di pentas Asia musim ini. Juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 itu akan berhadapan dengan wakil Iraq, Arbil di Stadion Mandala, Papua, 13 September 2011.
"Kami ingin lolos hingga ke babak final. Kalau bisa tentu saja kami ingin juara," kata Kambu kepada wartawan di Senayan, Senin, 4 Juli 2011.
Indonesia sebenarnya memiliki tiga wakil di pentas Asia pada musim kompetisi 2010/2011. Namun Arema FC yang tampil pada Liga Champions gagal lolos dari babak penyisihan setelah finish di posisi juru kunci Grup G.
Nasib yang tak jauh berbeda juga dialami oleh wakil Indonesia lainnya yang berlaga di AFC Cup, Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito juga kandas di babak 16 besar setelah kalah 0-3 dari Chonburi FC.
Persipura mampu mempertahankan asa Indonesia setelah memastikan tempat di babak 8 besar AFC Cup 2010/2011. Boaz Solossa cs lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Song Lam Nghe An 3-1 di Vinh Stadium.
"Karena itu, kami berharap agar Indonesia tidak dikenai sanksi oleh FIFA. Kami berharap Kongres PSSI di Solo, 9 Juli mendatang bisa sukses dan kami bisa tetap tampil di AFC Cup,"
Persipura Bersua Klub Irak di 8 Besar AFC Cup
Calon lawan Persipura tiga kali menjadi juara Liga Premier Irak.
Persipura Jayapura harus bertanding melawan wakil Irak, Arbil SC di babak 8 besar atau perempatfinal AFC Cup 2011. Undian mengharuskan Persipura bertanding melawan klub asal Timur Tengah itu.
Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah merilis jadwal babak 8 besar dari markasnya, Kuala Lumpur, hari ini, Selasa 7 Juni 2011. Wakil Indonesia dan calon juara Liga Super Indonesia (ISL) musim 2010/2011, Persipura mendapatkan lawan tangguh atau yang lebih tepat kurang terbaca kekuatannya.
Selain harus bertanding di Irak, kekuatan calon lawan Persipura ini hanya bisa disimak lewat catatan rekor tiga kali menjadi juara Liga Premier Irak. Arbil juga hanya sekali tampil di kompetisi antarklub tertinggi di Asia, Liga Champions yakni pada 2008 dimana mereka kandas di fase grup.
Kekuatan Arbil pantas diwaspadai karena setahun berikutnya mereka mampu melaju ke babak 8 besar AFC Cup. Dan AFC Cup 2011 menjadi partisipasi kedua Arbil.
Arbil menjadi juara Grup E dengan rekor tak terkalahkan serta unggul delapan poin atas runner up, Al Ahed (Libanon). Di babak 16 besar, Arbil yang tampil di kandang sendiri menyingkirkan wakil Singapura, Tampines Rovers 1-0 lewat perpanjangan waktu.
Sedangkan Persipura yang menjadi runner up Grup H menyingkirkan wakil Vietnam, Song Lam Nghe An 3-1 di kandangnya. Boaz Solossa cs akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu di leg 1 pada 13 September 2011 sebelum bertandang ke Irak di leg 2 pada 27 September 2011. Perempatfinal lain juga digelar bersamaan.
Dari hasil undian, tim-tim dari kawasan Teluk diprediksi akan mendominasi karena menghadirkan empat tim di babak ini. Selain Arbil, Kuwait SC yang juga juara AFC Cup 2009 akan bersua wakil Thailand, Muang Thong United. Duel sesama tim Teluk mempertemukan Al Wehdat (Jordan) melawan juara Irak, Duhok.
Laga semifinal akan dipentaskan dua leg pada 4 dan 18 Oktober 2011. Sedangkan final AFC Cup 2011 akan digelar pada 29 Oktober.
Jacksen Kantongi Kekuatan Arbil FC
Meski saat ini masih berlibur di Negara asalnya Brasil, namun Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago tetap melalukan pemantauan terhadap kekuatan Arbil FC klub asal Irak yang akan dihadapi dalam babak perempat final AFC Cup, bulan September mendatang. Pemantauan yang dilakukan selain dari keterangan sejumlah warga Brasil yang bekerja di Irak, juga melalui rekaman video pertandingan Arbil. ‘’Saya sudah ada gambaran tentang kekuatan Arbil FC, yang diperoleh dari rekaman video. Saya juga terus memantau kualitas para pemainnya secara individu, saat mereka mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia,’’ ujar Jacksen Tiago melalu pesan singkat selulernya.
Sambil menikmati liburan di Brasil, Jacksen mengaku kerap memanfaatkan waktu terus mengetahui dan memantau kekuatan Arbil FC.
‘’Tidak hanya melalui rekaman video pertandingan, saya mengamati kekuatan Arbil, tapi juga terus menggali informasi dari rekan-rekan saya, yang bekerja disana,’’ungkapnya.
Jacksen mengatakan, klub asal Irak tersebut punya kekuatan fisik, kecepatan dan memiliki postur yang tinggi. ada beberapa pemain Arbil FC yang harus diwaspadai. Karena, penampilan mereka di Pra piala Dunia juga cukup bagus.
‘’Saya sudah kantongi nama beberapa pemain Arbil yang kualitasnya bagus, dan memiliki peran dominan dalam tim’’imbuhnya. Dengan data yang dimiliki mengenai kekuatan Arbil FC, Jacksen menyatakan, saat ini dirinya terus mencari titik kelemahan tim calon lawan. ‘’Kelemahan lawan sangat penting untuk dipelajari, agar lebih mudah memanfaatkannya,’’ kata dia.
Menurut Jacksen, dirinya akan kembali ke Indonesia sebelum 3 Agustus mendatang, untuk kembali berkumpul dengan tim Persipura. ‘’Awal Agustus kami akan kembali berlatih, mempersipakan diri menghadapi AFC Cup,’’ tukasnya.
Mengenai Kongres PSSI yang sudah berhasil memilih Ketua dan kepengurusan yang baru, Jacksen menandaskan, sudah mengikutinya melalui pemberitaan di web site. ‘’Saya ucapkan selamat bagi ketua umum dan pengurus yang baru. Semoga ini tonggak awal kemajuan sepak bola Indonesia, untuk bisa berprestasi ke tingkat internasional,’’ucapnya. (jir/don/l03)
JADWAL PEREMPATFINAL
QF 1: Persipura Jayapura (Indonesia) vs Arbil (Irak)
QF 2: Chonburi FC (Thailand) vs Nasaf (Uzbekistan)
QF 3: Kuwait SC (Kuwait) vs Muang Thong United (Thailand)
QF 4: Al Wehdat (Jordan) vs Duhok (Irak)
SEMIFINAL
SF 1: Pemenang QF2 vs QF4
SF 2: Pemenang QF1 vs QF3
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.47
0
komentar
Label: OLAHRAGA
17 Juni 2011
Kasus DPRD Kabupaten Paniai antara PKPI vs Demokrat
Aneh bin ajaib lantaran suasana hari selasa (16/6-2011) di ruang rapat DPRD Kabupaten Paniai tengah melaksanakan diskusi informal bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD sementara Bapak Pigai Bernadus di dampinggi oleh Sekretaris Dewan Hengki Kayame, SH membicarakan tentang alur dan mekanisme serta prosedur pengurusan yang sesungguhnya tentang pengurusan Pimpinan DPRD definitf kepada seluruh anggota Dewan lebih focus kepada Panitia Khusus (Pansus) yang hendak mempersiapkan dan mengurus serta memperjuangkan secara maksimal tentang prosesi menuju tampuk pimpinan dewan yang definitive.
Sesuai pantauan media ini, Para anggota dewan lainnya kembali ke ruangan masing-masing sementara angota dewan lainnya tetap diruangan pimpinan DPRD sementara Pigai Bernadus. Prosesi diskusi bersama berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif tetapi detik detik terakhir dari acara tersebut di guyur perasaan emosional yang tak terkendalikan dari salah satu anggota Dewan dari Partai Demokrat Kabupaten Paniai yakni MARKUS KEIYA, A.Md.Pd. Akhirnya apa yang terjadi ? Hentahlah Markus Keiyai yang pertama sekali melempar dengan Hand phone gengam tetapi si korban tangkis dan tidak kena apa-apa, kemudian lemparan tahap kedua beliau (pelaku) mengangkat kerangka besi dari meja yang di tata rapi dalam ruang kerja pimpinan lalu melempar ke arah Pigai Bernadus lalu jatuh pinsang di kursi sofanya karena kena lemparan persis di kepala dekat otak kecil, kemudian korban tergeletak jatuh polos di atas lantai tehel di ruang kerjanya.
Tak lama kemudian anggota dewan lainnya berduyung-duyung datang ke ruangan pimpinan untuk menghalau dan mengatasi proses pemukulan yang terjadi leluasa-bebas. Pihak korban (Pigai Bernadus) menerima semua pukulan ketika itu dengan hati yang dingin dan tidak sama sekali membalas satu pukulan sekalipun terhadap pelaku Maskus Keiya, A.Ma.Pd yang juga sebagai anggota Komisi C DPRD Kabupaten Paniai.
Pemukulan yang terlontar ke hadapan pelaku terjadi mendadak sehingga Bapak Ben Pigai tidak berencana untuk melakukan upaya wanti-wanti terhadap kejadian ini, lantaran terjadi pemukulan juga mendadak sama sekali. Dari kondisi itu pihak korban (Pigai Bernadus) yang tempo lalu tahun 2010 menerima penghargaan emas DPRD terbaik seluruh Indonesia bahkan lima negara di Asia Tenggara ini tak mampu bertahan dan hilang akal pikiran lantas kurang lebih tiga jam mati di tempat.
Tak lama kemudian Ketua Komisi B Emanuel You, S.Sos melakukan upaya tindakan sedini mungkin terhadap kondisi sejak itu lalu alumnus Uswim Nabire ini mengangkat si korban ke mobil dan segera larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah di madi. “Terimakasih untuk Pak Eman atas bantuan secepatnya yang dilakukannya”,ungkap keluarga korban di rumah sakit.
Ketika di temui media ini di rumah sakit beliau mengungkapkan bahwa keselamatan nyawa manusia lebih urgen dari pada segalanya sehingga saya berinisiatif agar korban sesegera mungkin di tanggani serius oleh pihak medis sedangkan urusan-urusan dalam rangka penyelesaian terhadap kasus ini akan diproses setelah sembuh maksimal lalu di atur, imbuhnya ketika besuk di rumah sakit madi.
Di sela-sela perawatan yang intensif oleh empat dokter spesialis dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kepala bagian dalam hancur dan alat untuk mendeteksi tidak ada, kemudian para dokter menghubungi via hand phone ke rumah sakit di Jayapura, Biak ternyata alat untuk itu rusak bahkan di rumah sakit Timika dan Nabire malah tidak ada sama sekali sehingga korban di rujuk ke Makassar untuk penangganan lebih lanjut atas sakit yang dideritanya.
Ada Apa Dengan Partai PKPI ?
Sesungguhnya jika di cermati secara bijaksana atas kasus pemukulan terhadap Bapak Pigai Bernadus yang adalah Kader Partai PKPI Kabupaten Paniai oleh salah satu Kader Partai Demokrat Kabupaten Paniai MARKUS KEIYA, A.Md.Pd adalah amat tidak bijaksana dan salah alamat lantaran Pigai Bernadus adalah Kader dan fungsionaris Partai PKPI bukan Partai Demokrat, juga tidak relevan sekali pemukulan terjadi ketika di sublimasi dalam satu institusi dan atau lembaga legislative lantaran di lembaga senat ada mekanisme tentang prosesi perekrutan dan pemilihan Ketua dan kelengkapan di lembaga perwakilan rakyat, karena itu menjadi pertanyaan yang patut di seriusi oleh public ialah ada apa dengan pemukulan terhadap Bapak Pigai Bernadus yang adalah kader partai lain ? yang patut terjadi perdebatan adalah antara sesama kader Partai Demokrat.
Kasus molornya pemilihan dan penentuan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai Periode 2009-2013 itu Penentuan Ketua DPRD definitive bukan sepenuhnya ditentukan oleh Partai PKPI bahkan juga Ketua DPRD sementara, tetapi ditentukan oleh mekanisme yang ada di dewan, tetapi yang sesungguhnya di godok dan di usulkan oleh internal Partai Demokrat Kabupaten Paniai itu sendiri.
Pada hakekatnya, Bapak Pigai Bernadus menegakkan aturan yang sesungguhnya ada dan berlaku, dimana proses akumulasi suara yang di himpun oleh Markus Keiyai sebanyak 4.000.000 suara itu yang mempertahankan karena aturan mengatakan demikian, bukan Deni Gobay yang perolehan suaranya 3.000.000 lebih suara, selanjutnya untuk menggodok siapa menjadi orang nomor satu di DPRD Kabupaten Paniai sangat tergantung kepada Pimpinan Partai Demokrat di tingkat Kabupaten Maupun Propinsi, sekali lagi bukan ditentukan oleh Partai PKPI. Buktinya yang realistic di mana kali lalu membentuk pansus yang dikomando oleh mantan Ketua DPRD YAN TEBAY, S.Sos untuk menyiapkan dan mengurus prosesi pemilihan dan pelantikan Pimpinan Dewan definitive ternyata tidak maksimal bekerja dengan pertimbangan politik kewenangan ada di tingkat internal Partai demokrat sehingga bubar ketika itu juga. Bahkan dari sesama kader partai demokrat lainnya bekerja keras untuk mendatangkan SK pelantikan Pimpinan Dewan definitive ternyata Surat Keputusan Palsu sehingga Pimpinan Dewan Sementara tidak menandatangani SK tersebut demi aturan. Ini contoh kongkrit yang patut di cermati secara dewasa dan bijaksana. Oleh karena itu, kepada semua pihak diharapkan “Kembalilah padaku Mekanisme di lembaga legislative. Lantaran itu, bermainlah diatas aturan, jangan mempermainkan aturan,”kata orang bijak.
Dimanakah Jati Diri Partai Demokrat di Paniai
Partai Demokrat ialah Partai yang berkuasa dua periode di seantero republik Indonesia, dalam konteks kabupaten Paniai Partai Demokrat memperoleh suara terbanyak sehingga dari partai ini berhak mengantar dan menggodok serta merekomodir seseorang kader demokrat yang memenuhi aturan yang berlaku untuk menjadi orang nomor satu di lembaga legislative kabupaten paniai, tetapi menjadi pertanyaan ialah mengapa dan kenapa sampai hingga detik ini terjadi kevakuman dan terus molor ? dan ada apa dalam tubuh partai demokrat kabupaten paniai bahkan siapa salah dan siapa yang sebenarnya layak untuk dilantik? Adalah kembalilah pada Pimpinan Partai demokrat di tingkat Kabupaten Paniai maupun Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Demokrat.
Oleh karena ada mekanisme dan kewenangan internal Partai dari level kabupaten sampai DPP Pusat Partai Demokrat. Jika terjadi pembiaran terhadap penggodokan pucuk pimpinan DPRD berarti siapa yang bertanggungjawab dan siapa salah? Sebab seluruh rakyat Kabupaten Paniai merindukan seorang Ketua DPRD yang definitive yang juga hendak memperjuangkan nasib rakyat di negeri yang penuh dengan air susu dan madu Paniai.
Hal yang patut dilihat secara bijaksana ialah karena pimpinan Partai demokrat Kabupaten Paniai dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Demokrat ragu-ragu merekomodir salah satu kader partai demokrat Kabupaten Paniai untuk menjadi ketua DPRD definitive sehingga terjadi pemukulan dari kader partai demokrat terhadap Pimpinan sementara DPRD Kabupaten Paniai yang juga kader Partai PKPI Kabupaten Paniai, jika demikian siapa tanggung jawab darah merah yang berjatuhan di ruang kerja kantor DPRD kabupaten Paniai dini hari lalu. Adalah jati diri dan wibawa partai yang berkuasa di jagad ini tercoreng kredibilitasnya, Mungkinkah ?
Siapa Kuat Dia Menang Versus Mekanisme
Pernyataan SIAPA MENJADI KETUA DPRD KABUPATEN PANIAI ? Adalah menjadi catatan teramat penting yang patut dicermati secara bijaksana oleh semua elemen belakangan ini, lantaran kondisi ini jika dibiarkan larut begitu saja maka pernyataan besar yang terlontar diatas “Siapa Kuat dia akan menang menduduki kursi nomor satu di DPRD Kabupaten Paniai.” Akan menjadi peluang yang luar biasa, yang sesungguhnya peluang yang diluar dari pikiran binatang bukan manusia, oleh karena kembali mengacu kepada Mekanisme”.
Mekanisme yang mutlak dibangun adalah seperti apa ? entahlah Pedoman arah dan perangkat hukum yang layak dibangun dan menjadi kerangka dasar untuk menentukan seseorang anggota senat menduduki jabatan Ketua DPRD ialah Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Pedoman Teknis Penetapan Jumlah dan tata cara pengisian keanggotaan DPRD Kabupaten induk dan kabupaten Pemekaran.
Penjabaran pada tataran operasionalisasinya dari kerangka pijak yang di telorkan oleh KPU nomor 61 Tahun 2009 ini dapat dikerangkakan jelas dan amat terang sekali dalam Undang-Undang SUSDUK nomor 27 Tahun 2009 yang telah di putuskan lewat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Dijelaskan lebih mendetail lagi pada point 4 dan 5 di sana dijelaskan bahwa jika di lihat dari perolehan kursi terbanyak adalah sama maka perolehan suara terbanyak dari partai tertentu yang juga Partai pemenang maka yang memperoleh suara terbanyak nomor urut pertama menjadi ketua DPRD, Perolehan suara terbanyak kedua menjadi wakil Ketua I (satu) DPRD sedangkan yang memperoleh suara terbanyak ketiga menjadi wakil Ketua II (dua) dan seterusnya dari Partai yang menang di daerah itu.
Dari penjelasan ini, jika di cermati secara saksama dari peraturan tersebut diatas maka dapat ditegaskan bahwa yang menjadi ketua DPRD adalah urutan perolehan suara dari Partai Pemenang di daerah tertentu menjadi indikator dan barometer yang kuat untuk menentukan siapa kuat dia menang, bukan dia menang karena kepentingan penguasa tertentu demi mempertahankan eksistensi diri dan keluarganya.
Sebuah misal partai pemenang di kabupaten Paniai pada musim pemilihan anggota DPRD tempo lalu setelah mengakumulasi seluruh perolehan suara dari sejumlah partai yang menjadi kontestan pemilu tahun lalu oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paniai totalitas perolehan suara terbanyak pertama di raih oleh Partai Demokrat, kedua, ketiga dan seterusnya di sesuaikan, maka secara otomatis Partai Demokrat menjadi partai pemenang dalam konteks kabupaten paniai pada musim rekruitmen senator yang duduk dikursi empuk untuk menjadi aspirator kehendak rakyat dari negeri yang penuh dengan air susu dan madu di negeri orang koteka.
Kasus penentuan Ketua DPRD Kabupaten Paniai, dalam SUSDUK yang telah diputuskan oleh sidang paripurna DPR RI maka posisi anggota fraksi partai Demokrat relevan dengan perolehan suara terbanyak pertama menduduki jabatan Pimpinan Ketua DPRD Kabupaten Paniai, dalam hal ini kursi panas yang enak itu direbut oleh KENIUS TABUNI, S.Th, SH beliau menjabat sebagai ketua DPRD hanya selama sembilan (9) bulan, dampak pemekaran terjadi pergeseran mendadak dan terencana secara politis lantaran pemekaran kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Deiyai maka secara otomatis tadinya menempati posisi suara terbanyak pertama dipindah ke Intan Jaya lantaran itu, maka untuk mengisi kevakuman yang terjadi itu, maka posisi Ketua DPRD Kabupaten Paniai dapat di isi oleh perolehan suara terbanyak ke- II menjadi Ketua DPRD Kabupaten Paniai atas nama: MARKUS KEIYA,S.Pd dengan perolehan suara 4.138 (Empat Ribu Seratus Tiga Puluh Delapan), sedangkan perolehan suara terbanyak ke-III adalah Deni Gobay dengan perolehan suara 3.589 (tiga ribu lima ratus delapan sembilan) suara, masing-masing dari Partai Demokrat Kabupaten Paniai.
Mengacu pada peringkat perolehan suara yang termaktub dalam SUSDUK di atas maka yang menjadi Ketua DPRD Kabupaten Paniai periode 2010-2015 adalah MARKUS KEIYA,S.Pd bukan DENI GOBAY. Jika dicermati secara baik dan akurat maka Markus Keiya,S.Pd menang mutlak secara mekanisme politik yang dibangun dan tertata rapi secara nasional yang ditelorkan oleh KPU pusat yang di terjemahkan dari amanat SUSDUK NOMOR 27 Tahun 2009 dan di legalkan oleh sidang Paripurna DPR RI tempo lalu.
Dari kasus ini, dapat di simak secara bijaksana bahwa format politik yang sedang dibangun di daerah ini menjadi model pembelajaran dan pendidikan politik yang tidak mendidik rakyat kebanyakan. Oleh karena Paniai milik orang Indonesia dan Papua asal Paniai. bukan milik orang perorang atau keluarga tertentu. Siapa Ketua DPRD Paniai lima tahun ke depan ? Entahlah yang kuat menang atau yang mengikuti mekanisme ? Kasus ini mutlak dicermati baik oleh semua pihak karena sangat tidak mendidik bahkan menumpulkan ketajaman berpikir dan berpolitik di daerah ini.
Dampak Pemekaran
Pada hakekatnya dari partai Demokrat yang memenangkan Pemilu Tahun 2009 di Kabupaten Paniai telah mengusung KENIUS TABUNI,S.Th, SH sebagai Ketua DPRD kabupaten paniai, namun beliau memimpin hanya sembilan bulan saja lantaran terjadi pergeseran mendadak karena Pemekaran yaitu Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Deiyai dari Kabupaten Paniai (Induk), justru ini terjadi kevakuman sambil menunggu pimpinan DPRD definitive, sementara dalam proses penantian yang panjang dan melelahkan inilah terjadi siapa kuat dia memang, tanpa mempertimbangkan secara matang dan dewasa dalam pangambilan kebijakan politik yang mengacu pada mekanisme yang sesungguhnya, atau mengutamakan orang dekatnya ketua dan lainnya ? adalah tergantung mau pilih surga atau neraka. Justru Kelamaan membuat memberi peluang pihak tertentu untuk menciptakan musuh dalam selimut pada hal telah jelas dalam mekanisme dan atau aturan mainnya.
Seruan Rakyat Jelata Untuk Pimpinan Partai Demokrat
Catatan dari dari Masyarakat Distrik Paniai Barat untuk para pimpinan Partai demokrat “ JANGAN MEMPERMAINKAN PERMAINAN, TETAPI BERMAINLAH DALAM PERMAINAN YANG BENAR
Musuh Dalam Selimut
Ketua DPRD Kabupaten Paniai antar waktu Bapak Pigai Bernadus mengatakan di hadapan Masyarakat Distrik Paniai Barat yang melakukan demo damai di kantor DPRD Kabupaten Paniai dalam rangka menelusuri suara yang mereka (rakyat) berikan kepada Bapak Markus Keiya,S.Pd tempo lalu (Kamis 19 september 2010) bahwa aspirasi masyarakat ini kami tampung dan akan di tinjau sesuai mekanisme yang ada di dewan. Masalah ini harus diselesaikan di tingkat internal partai Demokrat, dan setelah ada rapat di tingkat partai kemudian akan ditindak lanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada, sepanjang belum ada keputusan ditingkat partai walaupun SK menjadi Pimpinan DPRD sudah ada kami tidak akan menindaklanjuti sesuai aturan main yang ada.
Jika tidak melakukan diskusi di tingkat partai demokrat sesuai mekanisme boleh jadi menciptakan musuh dalam selimut, bisakah ? Jikalau itu, siapa buntuti siapa, kemudian Mekanisme atau Nepotisme ? Tergantung Pimpinan Partai Demokrat yang demokratis di alam demokrasi. Kebijakan pimpinan Partai yang bijaksana menentukan hidup hari esok masyarakat Kabupaten Paniai.
Himbauan Dan Seruan Pigai Bernadus
DISAMPAIKAN DENGAN SESUNGGUHNYA DAN DENGAN KERENDAHAN HATI KEPADA SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN PANIAI, DOGIYAI, DEIYAI,DAN NABIRE,INTAN JAYA TERISTIMEWA KEPADA SELURUH KAUM KERABAT KELUARGA, DIMANA SAJA BERADA, DI KAMPUNG-KAMPUNG , SAYA MENGHIMBAU:
1. AGAR DENGAN TENANG DAN SABAR MOHON DOA RESTU AGAR PROSES PENGOBATAN SECARA MEDIS HENDAKNYA DIJALANI DENGAN AMAN DAN TENANG, JIKA RIBUT DAN MELAKUKAN HAL-HAL YANG TIDAK DI INGINKAN MAKA PROSESI PERAWATAN AKAN MEMAKAN WAKTU YANG LAMA ;
2. KEPADA PIHAK PELAKU MENJALANKAN TUGAS SEBAGAIMANA BIASA DAN JANGAN PANIK ;
3. SELURUH MASYARAKAT DAN KELUARGA SAYA AGAR TIDAK MELAKUKAN GERAKAN TAMBAHAN TERHADAP PIHAK PELAKU KARENA ITU SAYA PUNYA MASALAH BUKAN MASALAH SELURUH KELUARGA SAYA DIMANA SAJA BERADA ;
4. PIHAK PELAKU LEMPAR DENGAN KERANGKA BESI TETAPI SAYA AKAN LEMPAR DENGAN HUKUM KARENA SAYA TERPELAJAR DAN DEWASA ;
DEMIKIAN HIMBAUAN DAN HARAPAN SAYA KEPADA SEMUA SAJA AGAR MENJADI PERHATIAN. (RSUD Paniai di Madi, 17 Juni 2011, Pihak Korban PIGAI BERNADUS……(jga-Tiborius Adii)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
04.38
0
komentar
Label: HUKUM DAN HAM, KEGIATAN PEMKAB PANIAI, POLITIK
25 Mei 2011
Hasil Pertandingan Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura
Persipura Jayapura sukses mengalahkan tuan rumah Song Lam Nghe An dengan skor 3-1 sekaligus meraih tiket ke babak perempat final Piala AFC 2011. Hasil ini sesuai dengan prediksi BolaGoalNet (baca: Prediksi Skor Pertandingan Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura).
Bertanding di Vinh Stadium, Rabu 25 Mei 2011, Persipura berhasil tampil percaya diri walau tampil di kandang lawan. Namun kedua tim sempat memainkan tempo lamban di menit-menit awal.
Setelah tanpa peluang hingga pertengahan babak pertama, Persipura berhasil membuat pendukung Song Lam tertunduk. Pelanggaran Tran Tuan Anh terhadap Yustinus Paew berbuah penalti di menit 28.
Boaz Solossa yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh kiper Song Lam, Tran Nguyen Manh sekaligus membuat Persipura sementara unggul 1-0 atas tuan rumah.
Tertinggal, Song Lam coba merespon dengan bermain lebih agresif. Usaha klub Vietnam ini hampir membuahkan hasil di menit 32. Sayang Nguyen Thanh Hai gagal memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas.
Justru Persipura yang berhasil memanfaatkan permainan menyerang tuan rumah. Pada menit 33, Titus 'Tibo' Bonai berhasil menyambar bola liar hasil tandukan lemah Victor Igbonfo. Skor sementara 2-0 untuk keunggulan Persipura.
Peluang terbaik tuan rumah terjadi di menit 38. Namun lagi-lagi usaha Song Lam lewat Nguyen Hong Viet hanya mampu membentur mistar Agen SBOBET gawang Persipura.
Boaz berpeluang menambah gol di menit 43. Sayang Boaz terlalu bernafsu menyambar umpan tarik Zah Rahan dikotak penalti. Bola hanya mampu melambung ke atas mistar gawang Tran Nguyen Manh. Hingga turun minum kedudukan 2-0 buat keunggulan Persipura tetap bertahan.
Pada babak kedua, Song Lam coba merespon ketertinggalan dua gol. Menumpuk lima pemain gelandang coba dilakukan pelath Huu Thang sejak awal babak kedua.
Usaha ini tampak membuahkan hasil setelah Song Lam berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 lewat gol Nguyen Hong Viet di menit 68. Setelah bola sepakannya sempat membentur mistar gawang Persipura, penyerang Song Lam ini mampu mengecoh beberapa bek Persipura sebelum akhirnya sukses menaklukkan kiper Ferdiansyah.
Gol ini sempat melecut semangat tim tuan rumah. Namun Persipura tak tinggal diam. Permainan cepat Persipura beberapa sempat merepotkan pertahanan Song Lam. Dan Persipura akhirnya memastikan kemenangan menjadi 3-1 lewat gol Ortizan Solossa di menit 84.
Kakak kandung Boaz ini berdiri tak terkawal dan dengan tenang melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau kiper Song Lam, Tran Nguyen Manh. Skor ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.
Susunan Pemain Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura:
Song Lam Nghe An: Tran Nguyen Manh, Tran Son Ha, Ho Ngoc Luan, Tran Quoc Tuan, Nguyen Trong Hoang, Pham van Quyen, Tran Tuan Anh, Nguyen Quang Tinh, Nguyen Thanh Hai, Pham Thanh Dat, Nguyen Hong Viet.
Persipura Jayapura: Ferdiansyah, Yohanis Tjoe, Bio Paulin, Victor Igbonefo, Ortizan Solossa, Luis Kabes, Gerald Pangkaly, Yustinus Paew,Zah Rahan, Titus Bonai, Boaz Solossa……(jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
08.58
0
komentar
Label: OLAHRAGA
27 Maret 2011
Enam Tim Pastikan Ikut Kompetisi Divisi III Zona Papua
Kompetisi Divisi III PSSI zona Papua akan diputar kembali mulai 28 April mendatang. Hingga kini sudah enam tim memastikan diri ikut serta.
Keenam tim itu masing-masing Persidei Deiyai, Persimer Merauke, Persindug Nduga, Puncak Cartens, Embun Supiori, dan Persilani Lani Jaya.
“Mereka sudah resmi ikut dalam kompetisi Divisi III tahun ini yang akan digelar 28 April mendatang,” ucap sekretaris panitia pelaksana Stev Dumbon kepada Bintang Papua di kantor KONI Papua, Jumat (25/3) kemarin.
Menurutnya, dari sisi peserta kemungkinan jumlahnya masig bertambah sebab Persimi Sarmi, Persiker Keeromm dan Merauke Putra juga sudah menyatakan ambil bagian.
“Hanya saja hingga kini belum ada kepastian lagi soal keikutsertaan mereka. Namun panitia akan tunggu hingga, Minggu (27/3) besok,” ungkap Stev. Masih menurut Stev, jika sampai hari Minggu (27/3) besok tidak ada kabar lagi, maka dengan sangat menyesal mereka dinyatakan tidak ikut.
Sementara enam tim yang ada ini sudah mulai dilakukan seleksi adminitrasi dan kesehatan.” Persimer sudah dimulai sejak, Jumat (25/3) kemarin. Sedang lima tim lainnya akan dilaksanakan Sabtu, (26/3),” jelas Stev.
Soal lapangan pertandingan, kata Stev akan dipakai lapangan Brimobda Kotaraja sebagai tempat pembukaan pertandingan hingga babak final.
“Kami sudah surati gubernur sebagai ketua umum Pengprov PSSI untuk membuka secara resmi, hanya saja kami belum tahu apakah beliau sendiri yang akan hadir, atau mendelegasikan kepada yang lain,” tandas Stev. (rza/roy/eric)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.57
0
komentar
Label: OLAHRAGA
Tibo Selamatkan Persipura
Turun tidak full team cukup memberi dampak buruk bagi skuad Persipura Jayapura kala menahan imbang Persib Bandung di stadion Jalak Harupat Soreang Bandung Minggu (27/3) semalam dengan skor 2-2. Ya, anak asuh Jacksen F.Tiago ini justru tertinggal 2-0 di babak pertama lewat tandukan Airlangga menit 7" dan Abanda Herman menit 42".
Tapi, adalah Titus Bonai alias Tibo yang dicoret pelatih Timnas lantaran indisipliner mampu membuktikan dirinya sebagai striker haus gol dan punya kelas tersendiri di jajaran striker local nasional yang ada di Timnas U-23. Ya, setelah Zah Rahan mampu memecahkan kebuntuan gol skuad merah hitam saat laga tersisa 15 menit menjadi 1-2, maka Tibo hadir sebagai penyelamat di menit terakhir yang merubah skor menjadi 2-2, tepatnya di menit 90".
Dengan kemenangan ini Persipura tetap kokoh di atas pimpinan Klasemen dengan 40’ poin. Sementara itu, dari jalannya laga semalam yang disiarkan langsung antv, tim tuan rumah yang mampu mencetak gol lebih awal langsung memperagakan permainan menekan, pasukan merah hitam cukup kewalahan. Praktis di babak pertama ini lini tengah Persipura yang kehilangan Imanuel Wanggai dan Gerald Pangkali seperti kehilangan nyawa.
Zah Rahan-Kabes-Boaz yang berfungsi menjadi pengatur irama tim belum mampu memadukan alur bola, ditambah lagi permainan Tinus Pae yang kerap salah pengertian dan gampang sekali kehilangan bola.
Pada babak kedua, Persipura langsung tampil menggebrak dan kembali memperoleh peluang melalui Zah Rahan dan Boas Salossa. Sementara Persib terlihat mengandalkan serangan-serangan balik yang sangat berbahaya melalui Matsunaga Shohei dan Hilthon Moreira.
Persipura akhirnya berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Zah Rahan pada menit ke-75 memanfaatkan umpan Lukas Mandowen dari sisi kanan gawang Persib. Tiga menit kemudian Boas hampir menyamakan kedudukan dengan tendangan jarak jauhnya, namun sayang bola masih melenceng tipis.
Persipura kembali mendapat peluang emas pada menit ke-83 setelah Titus Bonai berhasil melewati Abanda dan tinggal berhadapan dengan Cecep Supriyatna. Namun sayang peluang emas tersebut terbuang percuma setelah tendangan mantan striker timnas U-23 tersebut melayang di atas mistar.
Empat menit kemudian giliran Ian Louis Kabes yang tinggal berhadapan dengan kiper Persib, Cecep Supriyatna, tetapi peluang tersebut kembali mentah setelah kiper kedua Persib tersebut dengan gemilang mengantisipasi tendangan Ian Louis Kabes.
Kejutan terjadi pada menit ke-90 setelah Titus Bonai berhasil menyamakan kedudukan. Gol diawali dengan tendangan jarak jauh Hamka yang berhasil dikontrol oleh Zah Rahan di kotak penalti, namun bola terlepas dari penguasaan pemain Liberia tersebut.
Beruntung di belakang Zah Rahan terdapat Titus Bonai yang kemudian berhasil menaklukkan Cecep dan membuat kedudukan menjadi imbang 2-2, dan kedudukan imbang tersebut bertahan sampai pertandingan berakhir.(roy)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.50
0
komentar
Label: OLAHRAGA
Dilanda Banjir, Warga Ekadide dan Agadide Mengungsi
Curah hujan yang cukup tinggi sejak pekan lalu membawa “hujan bencana” bagi masyarakat Distrik Agadide dan Distrik Ekadide, Kabupaten Paniai. Warga yang selama ini hidup di sekitar Kali Aga dan Eka ketiban bencana banjir dan pasang air danau. Akibatnya, rumah dan lahan serta lokasi ternak hanyut tersapu air.
Semua kali kecil yang ada di kawasan itu meluap bermuara di dua sungai besar, Eka dan Aga. Praktis, dataran rendah di lembah Agaapo dan Ekapo meluap. Akibat luapan sungai dan pasang air danau itu, semua kampung yang tersebar di dua distrik itu digenangi banjir setinggi kurang lebih dua meter.
Data yang dihimpun Papuapos Nabire, hingga kini tidak ada korban meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara kondisi kesehatan sebagian sangat memprihatinkan, ada yang sakit batuk, diare dan lain-lain.
Pemerintah Distrik Agadide dan Ekadide dalam laporannya melalui staf, bahwa warga tidak mengalami kecelakaan fatal karena ketika air perlahan naik semua telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian memilih tinggal di rumah kerabatnya, sebagian lagi ditampung di Balai Kampung dan Kantor Distrik.
Kerugian yang diderita akibat meluapnya Sungai Aga dan Eka serta pasang air Danau Paniai setinggi dua meter tersebut, ratusan ternak dan tanaman pertanian milik warga setempat.
Berdasarkan hasil monitoring tim Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Paniai, bencana ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kampung Obaipugaida, Geida dan Agaapo, Distrik Ekadide. Masyarakat yang berdomisili di sekitar kedua kali seperti Distrik Agadide dan beberapa kampung lainnya di Distrik Ekadide tidak luput dari bencana tersebut. Tanaman dan ternak terhanyut akibat derasnya air dari kedua sungai.
Warga yang rumahnya tidak layak dihuni telah mengungsi ke daerah yang agak tinggi. Seperti di Kampung Obaipugaida, semua warga telah meninggalkan rumah mereka.
Barnabas Degei (39), salah satu warga Kampung Obaipugai Distrik Ekadide yang rumahnya tenggelam oleh banjir dan genangan air danau, menuturkan, keluarganya mengungsi ke daerah yang aman ketika bencana terjadi.
“Pas air sudah mulai naik, kami langsung cari jalan untuk selamatkan anggota keluarga ke tempat yang lebih aman,” tuturnya, Senin (21/3) kemarin.
Keluarga Barnabas Degei terdiri dari istri dan empat anak. Satu laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Istrinya baru melahirkan tiga bulan yang lalu. Saat kejadian, kondisi istri tidak kuat. “Ibu tidak kuat, tapi terpaksa kami harus mengungsi,” kata Barnabas.
Sementara itu, bayi yang baru dilahirkan saat ini sedang sakit. Ia perlu mendapat pertolongan medis.
Lahan Pertanian Terendam
Masyarakat Ekadide pada umumnya hidup dengan mengandalkan potensi pertanian di wilayahnya. Sejak dua minggu yang lalu, air danau mulai naik dan sedikit demi sedikit telah menelan hampir semua lahan pertanian yang ditanami petatas dan keladi sebagai bahan makanan pokok warga setempat. Sayur bayam, boncis dan kol di lahan garapan juga telah terendam air.
Lahan yang tenggelam akibat bencana, menurut Fabianus Degei, Kepala Kampung Obaipugaida, diperkirakan berjumlah 4000 lebih lahan. Itu berarti, hampir semua lahan tak tersisa disapu air banjir. “Sekarang tidak ada ketersediaan makanan, sehingga warga sedang kelaparan,” kata Fabianus.
Dituturkan, kelaparan yang dialami cukup parah. Meski beberapa hari lalu mereka dibantu oleh keluarga dekat di sekitar dan membeli beras dengan harga Rp 10.000/kg di kios yang terletak di ibu kota Distrik Ekadide, namun itupun telah habis dipakai. “Tidak ada cadangan makanan. Uang juga sudah habis terpakai untuk beli beras dan bahan makanan di kios,” imbuhnya.
Menurut Fabianus, karena ketersediaan makanan dan uang mereka habis, maka sejak dari dua hari lalu kelaparan mulai dirasakan warga yang sedang mengungsi.
Sektor Peternakan Hancur
Tempat masyarakat setempat biasa pelihara ternak juga tak luput dari amukan bencana. Akibatnya, lokasi untuk ternak telah dipenuhi air.
Habel Degei (32), tokoh pemuda Distrik Ekadide, menyebutkan korban ternak ayam diperkirakan sekitar 1230 dan ternak babi sekitar 700 ekor, ternak kelinci hampir mencapai 300 ekor.
“Jumlah ini masih belum terhitung yang dari Kampung Agaapo dan kampung-kampung di wilayah Distrik Agadide,” kata Habel.
Kondisi Kesehatan Memprihatinkan
Hasil monitoring di lapangan, warga yang mengalami korban bencana sampai sekarang jarang keluar dari rumah. Jika mau keluar, harus ada perahu. Buang kotoran juga tidak jauh dari kawasan perumahan rakyat.
“Kondisi kesehatan masyarakat di daerah itu sangat memprihatinkan,” ujar Direktur Yapkema, Hanok Herison Pigai, kemarin.
Hal itu tampak dari pola makan yang tidak sehat, mengkonsumsi air kotor yang langsung diambil dari tempat mereka tinggal. Air yang diminum berwarna, tampak kabur, kotor karena diduga telah tercampur dengan kotoran manusia dan kotoran ternak air, sehingga kemungkinan terkontaminasi dengan kuman bakteri mematikan.
“Warga yang terkena bencana ini sedang mengalami banyak masalah mulai dari kesehatan keluarga, penyediaan makanan yang tidak tercukupi, tidak ada pasokan air bersih, sehingga mereka harus mengkonsumsi air di sekitarnya yang tidak sehat, padahal disitu mereka juga membuang kotoran,” tutur Pigai.
Saat ini warga Agadide dan Ekadide sangat membutuhkan bahan makanan dan medis. Sementara itu, hingga memasuki pekan kedua pasca bencana, belum ada bantuan kemanusiaan.
“Kiranya ada perhatian dari berbagai pihak untuk menanggulangi bencana banjir ini,” ucap Hanok.
Anak-Anak Tidak Sekolah
Diperkirakan sekitar 2000 anak di Distrik Ekadide tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Sejak kejadian, mereka terjebak karena bencana banjir. Terpaksa anak-anak memilih menjadi pekerja ulet membantu anggota keluarganya mengungsi ke tempat aman.
Meski melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bocah-bocah itu mau tidak mau membantu keluarga di tengah bencana. Mereka mengemudikan speedboat dan perahu untuk menjemput dan mengantar mama-mama mencari nota (makanan) di Komopa dan keluarga dekatnya yang berdomisili di wilayah dataran tinggi. Juga membeli beras di ibukota Distrik Ekadide.
Kesehatan anak-anak tersebut sangat rentan. Mereka tak mengenal lelah. Seharian dihabiskan untuk mengantar orang tua dan masyarakat yang ingin keluar dari rumah dengan menggunakan transportasi danau. (jga-you/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.32
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, SOSIAL BUDAYA
Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan Teknologi Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.
Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.
Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.
Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik. Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.
Dampak Positif:
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.
Dampak Negatif:
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya, contohnya:
1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
2. Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
3. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
4. Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut…..!!! (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
20.24
0
komentar
Label: EDITORIAL
23 Maret 2011
Diktan Paniai dan Masyarakat Panen Raya Ubi Jalar di Wotai
Sebelumnya atau tepatnya pada Rabu (12/1) bulan lalu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Paniai melalui instansi teknis yakni Dinas Pertanian (Diktan) bersama masyarakat melakukan panen Raya Ubi Jalar di Kampung Epouto, Distrik Yatamo.
Kini hal yang sama pula juga di lakukan penen raya oleh Diktan dan Masyarakat Kelompok Tani (Poktan) Iyiookayakitou RT Potigouda di Kampung Wotai, Distrik Yatamo Kabupaten Paniai, pada Rabu (23/3) kemarin.
Kebun ubi jalar tersebut milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Iyiookayakitou Kampung Wotai. Selama ini, Gapoktan tersebut ada dibawah binaan Dinas Pertanian melalui dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun anggaran 2010. Panen kali ini disaksikan langsung oleh seluruh orang Mee dari Tigi, kamu, Paniai, Pemkab setempat, aparat distrik dan Kepala Kampung Wotai.
Pada kesempatan itu, Ketua Gapoktan Iyiookayakitou Wotai, Simon Pekei mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini kelompok Bunani ini tinggal dan hidup didepan mata Pemerintah Paniai selama ini, tetapi selalu di lupakan oleh pemerintah.
“Jadi Dinas Pertanian adalah yang membina kami, untuk itu harus ada perhatikan kepada kami kelompok Bunani dalam hal pembinaan teknis,”ujarnya tegas.
Sementara itu menanggapi komentarnya kelompok Bunani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Paniai melalui Kepala Bidang PPL, John Nicolas Pigome, S.Sos mengatakan Gapoktan Iyooyakitou adalah satu dari sekian banyak poktan yang pihaknya dalam hal ini Diktan sebagai instansi teknis Pemkab Paniai bina.
“Maka itu kami tetap akan melakukan pembinaan-pembinaan teknis untuk tahun-tahun yang akan dating. Diharapkan juga selain Gapoktan ini, Gapoktan lainnya pun perlu juga membangun kerja sama yang baik, agar ekonomi masyarakat bisa meningkat minimal kebutuhan dasar terpenuhi,”tegasnya.
Masih dikatakannya, ubi atau petatas merupakan tanaman yang tidak asing bagi suku-suku di kawasan Papua Tengah, termasuk suku Mee, Moni dan Wolani di wilayah Kabupaten Paniai. Untuk itu, budaya kerja harus tetap dipertahankan, agar makanan pokok tradisional ini tetap dibudidayakan dan tidak hilang ditengah perkembangan jaman.
Sekedar diketahui, Indonesia dikenal sebagai satu diantara negara penghasil ubi terbesar di dunia. Hanya sayangnya, komoditi yang juga sebagai sumber karbohidrat ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. Padahal, selama ini ubi jalar yang mudah tumbuh di tanah beriklim tropis dapat dimanfaatkan sebagai pengganti makanan pokok, seperti beras dan jagung.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Paniai dalam hal ini Dinas Pertanian sudah dan masih menjalankan program peningkatan produktivitas petani. Yakni dengan menyalurkan bantuan dana dan bibit kepada masyarakat melalui Gapoktan, kemudian disertai penyuluhan serta peninjauan langsung hasil kerja masyarakat di masing-masing Gapoktan.
Kegiatan tersebut didanai dari APBN Departemen Pertanian Republik Indonesia dalam program Bantuan Langsung Masyarakat - Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (BLT-PUAP), dimana pelaksanaannya oleh Dinas Pertanian Kabupaten Paniai. Setiap distrik bahkan kampung sudah terbentuk Gapoktan dan Poktan, masing-masing kelompok menerima langsung bantuan dananya. Gapoktan tidak dibiarkan begitu saja, sebab ada tenaga penyuluh (PPL) yang disebarkan sebelumnya setelah selesai mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) di Biak dan Jayapura dua tahun silam.
Melalui program PUAP dengan dibentuknya sejumlah Gapoktan, diharapkan dapat memotivasi kerja para petani agar lebih berdaya dan bersemangat dalam bekerja untuk menuju kemandirian. (jga)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
21.40
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB PANIAI, SOSIAL BUDAYA
20 Maret 2011
Hadapi UAN, Sejumlah Sekolah Banyak Lakukan Persiapan
Semakin dekat pelaksanaan Ujian Nasional (UAN) tahun 2011, sejumlah sekolah SD hingga SLTA baik swasta maupun negeri yang tersebar di wilayah Deiyai, tampaknya telah mulai melakukan persiapan. Salah satu kegiatan diantaranya adalah mengadakan les sore di masing-masing sekolah.
Hal ini dikemukan salah satu pengawas sekolah pada Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, Simson, kepada wartawan media ini.
Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun melalui hasil pantauan dan tugas pengawasan di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai, tidak seluruh sekolah swasta maupun negeri yang mengadakan les sore. Tetapi dibeberapa sekolah swasta maupun negeri di Deiyai, sejak bulan lalu, telah mulai mengadakan kegiatan les sore di masing–masing sekolah dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Nasional yang kini telah di ambang pintu.
Melalui kegiatan les sore, untuk belajar pelajaran tambahan dari masing- masing guru bidang study. Kegiatan les sore yang dilakukan adalah kebijakan para guru bidang studynya. Karena pelaksanaan Ujian Nasional semakin dekat dan meluangkan waktu sore hari ini merupakan salah satu bentuk persiapan siswa menghadapi ujian agar dengan rasa bagaimana anak murid dan siswa ini bisa memperoleh nilai baik dan lulus ujian.
Sebab, system penialain hasil Ujian Nasional tidak seperti tahun–tahun terdahulu. System penilaian soal ujian nasional adalah dikomputerisasikan. Untuk itu, kata dia, kebijakan yang diambil oleh masing–masing sekolah dengan pola penambahan jam les sore ini, dirinya selaku pengawas dari dinas teknis sangat bangga dengan system belajar yang digunakan di masing-masing sekolah. Agar melalui pembelajaran les sore ini, para siswa sedikit demi sekit dapat menambahan pengetahuan.
“Les sore ini bukan pola baru bagi siswa, tetapi ini merupakan salah satu bentuk yang digunakan untuk pemberikan ilmu sesuai bidang studynya kepada siswa. Agar pada mengkuti ujian nasional nanti para siswa dapat mengerjakan soal ujian dengan baik dan dapat memperolah nilai baik,’’ katanya.
Dia menambahkan, dengan melalui sejumlah bentuk persiapan menghadapi ujian yang dilakukan ini, diharapkan agar para peserta ujian dapat memperoleh nilai baik dan dapat meraih prestasi terbaik dari tahun sebelumnya. (jga-bobii hendrik/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.05
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Ikut Divisi III, Persidei Menuju Jayapura
Untuk mengikuti kompetisi sepakbola U-21 Divisi III Zona Papua yang bakal digelar pekan depan, kesebelasan Persidei Deiyai telah menuju ke Jayapura dengan menggunakan jasa kapal laut, Kamis (17/3) malam.
Saat mengantar para pemain dan ofisial, Ketua Pengkab PSSI yang juga Manajer Persidei Deiyai, Johanes Ricky Adii, S.Hut mengatakan, Persidei Deiyai telah terdaftar sebagai salah satu tim yang akan berlaga di Divisi III tahun 2010. “Sejauh informasi dari pihak panitia, ada 14 tim yang akan main di Divisi III. Salah satunya Persidei Deiyai,” kata John.
Sebagai rangkaian persiapan sebelum berlaga di Divisi III, Persidei mengambil home base di Nabire untuk melakukan latihan terpusat. Selama latihan, tim yang diperkuat anak-anak asli Deiyai itu melakukan uji-coba dengan beberapa klub yang ada di Nabire. “Mereka latihan dan uji coba untuk melihat kemampuan dan kekurangan tim,” imbuh John.
Selama latihan, anak-anak Persidei berada dibawah komando kedua pelatih, Sebastianus Koto dan Petrus Gobai.
Tim Persidei Deiyai dilepas secara resmi oleh Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage yang diwakili Plt Sekda, Drs. Warsono, M.Pd. Upacara pelepasan berlangsung di halaman Koramil 03 Tigi di Wakeitei, Kamis sore (25/2).
Warsono atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Deiyai melepas Persidei sebagai duta olahraga yang baru pertama kali ikut berlaga di ajang olahraga sepakbola tingkat provinsi Papua. Untuk itu, para pemain, tim pelatih dan ofisial diminta agar tetap menjaga kekompakan dan disiplin selama kompetisi sepakbola U-21 berlangsung.
Setiba di Jayapura, John berharap, ada peluang sparing dengan beberapa klub lokal Jayapura. “Kalau lihat rencana jadual pertandingan, kita punya waktu untuk mantapkan tim dan kemungkinan bisa uji-coba di Jayapura,” ucapnya.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Deiyai ini sepakat dengan nasehat yang disampaikan Warsono saat pelepasan bahwa keikutsertaan Persidei Deiyai di ajang kompetisi sepakbola U-21 tahun 2011 merupakan kali pertama, maka kalah dan menang bukanlah ukuran. Karena itu, target yang diusung juga tidak terlalu muluk, bahwa event kali ini dijadikan sebagai ajang pengenalan bagi anak-anak muda agar ke depan dapat membentuk satu skuad yang siap berlaga di kompetisi berikutnya. (jga-you/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
19.01
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, OLAHRAGA
Membangun Daerah Tanggung Jawab Semua Pihak
Membangun daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak yang mendiami di wilayahnya. Sebab, dalam proses roda pembangunan, salin membutuhkan satu sama lain, terutama dengan pihak terkait lainnya. Dan di dalamnya ada kerja sama dan komunikasi yang harmonis maka terjadilah suatu perubahan sesuai harapan semua elemen masyarakat. Jika tidak ada kerjasama yang baik maka larikan harapan untuk membangun daerahnya.
Demikian dikemukakan salah seorang pemerhati pembangunan, Petrus M, ketika dalam perbicangan dengan wartawan media ini, kemarin.
Menurutnya, menjalankan roda pembangunan di segala bidang tentu tak mungkin pemerintah daerah saja yang dapat mengsukseskan pembangunan. Namun tentu penting melakukan kerja sama yang baik semua pihak terutama masyarakat menjadi subyek pembangunan sehingga semua aspek pembangunan disegala dapat terakomodir dan terlaksana.
Selain kerjasama baik semua pihak, kata dia, merancang pembangunan harus mulai dari tingkat desa melalui musyawarah. Jika mulai rancang melalui Musrenbang tingkat kampung (Desa) semua keluhan dan kebutuhan masyarakat tentu akan terakomodir sesuai harapan bersama maka akan terlaksana pembangunan dauwn up bukan top down.
Selain itu juga, kata dia, pengelolahan keuangan dengan baik adalah penentuan pembanguan. Sebab, jika salah kelolah dana maka akan mengalami kemunduran pembanguannya dan jika terkelola dana dengan baik maka akan mengalami kemajuan pembangunannya. Oleh sebab itu, para pejabat dan pimpinan instansi kelola dana dengan baik maka semua program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat dinikamati pembangunannya.
“Untuk mewujudkan program pembangunan dengan baik, dapat kelolah dana dengan baik. Dan perlu ada kerjasama yang baik diantara semua pihak terutama masyarakat sebagai subyek pembangunan,’’ pintahnya. (jga-bobii hendrik/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.58
0
komentar
Label: EDITORIAL, KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
Timsel Anggota KPU Deiyai Diminta Dibentuk Ulang
Pelaksanaan tes seleksi calon anggota KPU Kabupaten Deiyai yang telah dilakukan, dinilai cacat hukum. Sebab, proses tahapan tes seleksi tidak berjalan sesuai perundang–undangan yang berlaku di negara ini. Sehingga diminta kepada tim seleksi yang beranggota empat orang, tidak melanjutkan tahapan tes seleksi berikutnya yaitu tes wawancara. Namun diharapkan segera bentuk tim seleksi KPU ulang untuk melanjutlan tahapan tes berikutnya.
Hal ini ditegaskan salah seorang peserta tes KPU Kabupaten Deiyai yang tidak lulus verifikasi berkas yang enggan namanya dikorankan, kepada wartawan media ini, kemarin di Nabire.
Menurutnya, mengingat banyak temuan pelanggaran dalam proses tes seleksi KPU Kabupaten Deiyai, dari sejak awal maka salah satu anggota tim seleksi calon KPU mengundurkan diri. Maka empat orang anggota tim seleksi KPU tidak dapat melanjutkan untuk melakukan tes seleksi, karena sudah tidak sesuai aturan yang berlaku.
Untuk itu, tim seleksi calon anggota KPUD Deiyai segera bentuk ulang agar tim seleksi baru segera melanjutkan tahapan tes berikutnya. Sehingga dalam waktu singkat juga bisa terbentuk lembaga KPU Kabupaten Deiyai berdasarkan perundang–undangan yang berlaku.
Dia menjelaskan, mengingat semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Gubernur dan kabupaten yang akan dilaksanakan dalam tahun 2011 ini, sangat penting untuk bentuk KPU di Kabupaten Deiyai khususnya. Namun tim seleksi calon anggota KPU yang telah terbentuk dinilai cacat hukum karena dalam proses seleksi calon anggota KPUD diduga telah bermain kepentingan sehingga aturan yang sebenarnya ditinggalkan. Sehinggamaka proses tahapan tes seleksi yang dilakukan dibatalkan dan harus dilakukan ulang sesuai aturan yang berlaku sehingga tidak timbul persoalan.
Dia mengharapkan, sebagai lembaga tertinggi KPU Provinsi Papua, memperhatikan dan menanggapi persoalan yang terjadi dalam proses tes seleksi calon anggota KPUD yang dilakukan di Kabupaten Deiyai. Sebab, KPU Provinsi Papua juga punya tanggung jawab untuk memecahkan dan memberikan solusi terbaik agar selanjutnya dapat berjalan baik untuk membentuk lembaga KPU di Deiyai.
“Kami harap agar segera bentuk tim seleksi KPUD baru dan KPU provinsi mohon mencari solusi agar melanjutkan tahapan proses tes seleksi calon anggota KPU Deiyai selanjutnya,’’ pintanya.
Dia juga menambahkan, dalam pengoreksian terhadap tim seleksi calon anggota KPU ini, diharapkan agar jangan mencampuri dengan pihak lain dapat protes terhadap tim seleksi supaya selanjutnya jangan timbul lagi apa yang tidak dinginkan bersama. Sebab, terjadi kerikil persoalan karena banyak kecimpung dengan pihak yang tidak terkait. Untuk itu, semua komponen masyarakat yang ada di Deiyai menjaga kondisi dan jangan terprovokasi dengan selebaran yang miring. (jga-bobii hendrik/ppn)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
18.53
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, POLITIK
15 Maret 2011
Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai Lakukan Sosialisasi UAN
Semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2011, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinas Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, melakukan sosialisasi tentang ketentuan standar nilai Ujian Nasional tingkat SD, SMP dan SMU yang ditetapkan Dirjen pendidikan pusat.
Melalui kegiatan sosialisasi, Sekretaris Dinas Dikbudpora Deiyai, Drs. Dominikus FX. Giyai, kepada para guru sebagai peserta, menjelaskan, pelaksanaan Ujian Nasional akan dilaksanakan sesuai kalender pendidikan nasional. Dan standar nilai Ujian Nasional SD, SMP, SMU berbeda dan standar nilai tahun lalu 0,5 sedangkan standar nilai tahun 2011 ini 0,6. Sehingga standar nilai UAN tahun ini berbeda jauh di banding tahun lalu.
Dengan demikian, dalam kesempatan itu, Domin Giyai, menyarankan, untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional ini, peran guru, orang tua siswa bahkan siswa sendiri punya tugas berat untuk mengejar standar nilai yang ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan.
Sebab, sistem pengoreksian berkas soal Ujian Nasional juga bukan diperiksa oleh guru, tetapi dipakai komputer seperti tahun lalu. Sehingga untuk menghadapi Uji Sekolah bahkan Ujian Nasional harus mempunyai kesiapan dari sekarang. Terutama para siswa sendiri untuk belajar mata pelajaran yang telah diterima di masing–masing sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMU sekabupaten Deiyai.
Domin menambahkan, jika para siswa tidak memperoleh nilai Ujian Nasional, sesuai standar nilai 0,6 yang ditetapkan maka siswa yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang ujian nasional.
Standar nilai ujian nasional tahun 2011 ini, para siswa diharapkan memperoleh nilai yang lebih baik dari tahun lalu. Untuk itu, dia menyarankan para siswa harus belajar lebih kuat agar memperoleh nilai sesuai standar yang ditetapkan.
Lebih jauh Domin mengraharpkan, para orang tua siswa juga mestinya memberikan dukungan berupa nasihat, motivasi kepada anaknya agar anaknya dapat memperoleh predikat yang terbaik dalam studynya. Jika orang tua siswa juga tidak memberikan dukungan yang baik kepada anaknya maka tidak tercapai apa yang diharapkan yaitu memperoleh prestasi yang baik. Karena dalam meningkatkan prestasi anaknya mestinya dukungan juga dari orang tua bukan hanya dari para guru saja di sekolah. Melainkan semua komponen dan terutama juga siswa sendiri mestinya memanfaatkan waktu belajar dengan baik.
Sementara itu, dalam sosialisasi di hadiri para guru SD, SMP, SMU yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai dan dilakukan sehari di Aula SMP YPPK Waghete. (bobii hendrik)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.25
0
komentar
Label: KEGIATAN PEMKAB DEIYAI, PENDIDIKAN
Motivasi Ganda: "Persipura Vs East Bengal"
Persipura sukses menahan imbang South China 1-1 dalam tur perdana mereka di Hongkong Stadiun. Usai laga di Piala AFC itu, Persipura kembali ‘mengamuk’ di kandang sendiri dalam lanjutan Liga Super Indonesia, juara musim lalu Arema Indonesia dibantai 6-1, lalu disusul menumbangkan Persijap 1-0 di stadion Mandala.
Hasil positif berturut-turut tersebut, tentu membuat motivasi para punggawa Persipura berlipat ganda saat bersua East Bengal dalam lanjutan Piala AFC di stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malam nanti Rabu (16/3). Rencananya laga ini bakal disiarkan secara langsung oleh stasiun Global TV pukul 18.00 WIT. Siaran langsung ini setidaknya menjadi pengobat bagi pendukung maupun masyarakat Kota Jayapura yang tidak bias menyaksikan langsung laga ini di stadion Mandala.
Menghadapi tim asal India macam East Bengal ini tentu pengalaman baru bagi Persipura. Praktis soal kekuatan lawan, pelatih Persipura Jacksen F Tiago sedikit kabur. Hal itu membuat pelatih Persipura Jacksen F Tiago hanya mendapatkan kekuatan lawan dari situs youtube dan situs internet lainnya.
Menurut Jacksen, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet, salah satu senjata pamungkas East Bengal adalah serangan balik yang mematikan.
Apalagi pada laga di Liga India, East Bengal hanya menurunkan enam pemain intinya saja. Sepertinya mereka akan menyimpan sebagian pemain inti untuk menghadapi Persipura.
“Dengan begitu, mereka akan tampil ngotot di Jakarta, namun kami juga sudah menyiapkan strategi untuk meredam mereka,” timpal Jacksen.
Mantan pelatih Persiter ini juga tak mau terpengaruh factor non teknis. Sebab sebelumnya pendukung Persipura berharap laga digelar di stadion Mandalam, namum justru batal dan digelar di stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sang mentor mengakui saat ini mental para pemain dalam kondisik baik, berkat kemenangan di Liga Indonesia, dan menahan imbang South China.
Menurut Jacksen, dengan kondisi mental yang stabil membuat pemain akan bermain habis-habisan untuk meraih hasil maksimal.
Bahkan, untuk lini depan bakal mendapatkan tambahan menyusul bergabungnya kembali Titus Bonay, usai dicoret dari Timnas.
Tibo sapaan akrab Titus Bonay tampil memikat pada partai menghadapi PErsijap lewat satu-satunya gol yang dicetaknya.
Apalagi East Bengal, pada laga pembuka di kandang sendiri, hanya mampu bermain imbang 4-4 dengan Chonburi.
Pelatih East Bengal,Trevor Morgan seperti dilansir tabloid bola meminta para pemainnya untuk berkosentrasi hingga pertandingan berakhir.
Pasalnyanya saat menghadapi Chonburi, timnya sempat tertinggal 2-0, sebelumnya menyamakan kedudukan 2-2. Dan unggul 4-3. Sayangnya mereka kembali lengah hingga lawan menyamakan kedudukan 4-4.
“Kami tidak mau terulang lagi di Jakarta, kami ingin mencuri poin,” tandasnya.(rza/don)
Susunan Pemain
Persipura : Yoo Jae Hon, Bio, Viktor, Hamka, Kabes, Ortisan, Imanuel Wanggai, Gerald Pangkali, Zah Rahan, Titus Bonay, Boaz Solossa.
Cadangan : Ferdiansyah, Lukas Mandowen, Yohanes Tjoe, Rahmat Rivai, Stevi Bonsapia, Cristian Uron, Steven Hendambo.
Pelatih : Jacksen F Tiago
East Bengal : Nandy, Uga, Thokchom, Gurwinder, Saumik, Pradhan, Vasum, Orji, Hosain, Ozbey, Robin.
Cadangan : Mondhal Abhra, Ravinder Singh, Suni Kumar, Baijit Sahni, Alesandro Santos, Syed Rahim, Chongtham Singh
Pelatih : Trevor Morgan
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.20
0
komentar
Label: OLAHRAGA
UU Otsus Papua Perlu Dievaluasi
Jika dihitung, sudah hampir sepuluh tahun UU Nomor 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua hadir di tanah Papua. Ia hadir untuk mengatasi banyak persoalaan, terutama masalah kesenjangan sosial antara daerah Papua dengan daerah lainnya di Indonesia.
UU Otsus juga merupakan bentuk penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia kepada masyarakat Papua, khususnya penduduk asli. Dengan prinsip itu, UU Otsus diharapkan mampu memberikan kesempatan, bahkan memperluas ruang partisipasi masyarakat asli Papua dalam segala bidang pembangunan.
Namun, dalam implementasinya masih banyak rakyat Papua yang beranggapan Otsus telah gagal. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Kinerja MRP
Agar Otsus dapat berjalan dengan optimal, pemerintah pusat telah membentuk Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga repsentatif cultural orang asli Papua. Ia hadir dua tahun setelah Otsus di undang-undangkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 54 tahun 2004, tertanggal, 23 Desember 2004.
Kehadiran MRP juga merupakan “kado” berharga bagi seluruh rakyat Papua karena saat itu diberikan bertepatan dengan perayaan hari natal untuk umat nasrani.
Secara garis besar fungsi dan tugas utama MRP adalah dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan, dan pemantapan kerukunan hidup beragama (pasal 1 butir ke-6).
Mengacu pada semangat itu, keanggotaan MRP terdiri dari orang-orang asli Papua yang berasal dari wakil-wakil adat, wakil-wakil perempuan, dan wakil-wakil agama. Saat ini anggota MRP berjumlah 41 orang, di tambah empat orang pimpinan, berarti seluruhnya berjumlah 45 orang.
Hingga saat ini kinerja MRP dianggap buruk. Pada tanggal 11 Februari tahun 2008 lalu, masyarakat Papua bersama mahasiswa pernah mendatangi kantor MRP, mereka meminta lembaga ini dibubarkan karena bekerja tidak optimal.
Dana Otsus
Kehadiran Otsus juga di barengi dengan kucuran dana dari pemerintah Pusat yang jumlah tidak sedikit. Harapannya dana itu bisa digunakan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia.
Semisal 2,4 trilyun (tahun 2004), 4,8 trilyun (tahun 2006), 5,3 trilyun (tahun 2007), 5,5 trilyun (tahun 2008), 5,3 trilyun (tahun 2009), 5,2 trilyun (tahun 2010) dan untuk ABPD Propinsi Papua tahun 201I membutuhkan 5,8 trilyun.
Dana diatas diperuntukan untuk bagi pembiayaan berbagai sektor yang rawan dan begitu tertinggal, seperti; pendidikan, kesehatan dan ekonomi rakyat Papua. Tetapi yang mengherankan, masih saja terjadi in-efisiensi yang berpeluang untuk dikorupsi oleh pejabat lokal.
Menteri Dalam Negeri, Gemawan Fauzi beberapa waktu lalu berkomentar bahwa dana Otsus untuk Papua pada tahun berikut akan di tambah. Ini sebuah langkah bijak yang harus dimanfaatkan untuk kemajuaan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Tidak Tepat Sasaran
Hingga saat ini pemakaiaan dana Otsus juga dianggap tidak tepat sasaran. Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH pernah mengatakan dalam bukunya “Kami Yang Menanam, Kami Yang Menyiram, Tuhan-lah yang Menumbuhkan” bahwa sekitar 80% dana Otsus digunakan untuk pembiayaan aparatur pemerintah Provinsi dan Kabupaten.
Ia juga menggambarkan bagaimana para pejabat Papua sering berfoya-foya dengan uang Otsus, padahal banyak rakyat mereka yang hidup sangat miskin. Seharunya para pejabat berpikir bahwa dana Otsus di peruntukan bagi masyarakat mereka yang miskin. (Suebu, Barnabas. 2007)
Pemberiaan dana block grant bagi masyarakat Papua juga merupakan sebuah kebijakan yang tidak tepat. Mengapa? Karena dana block grant diberikan tanpa tupoksi yang jelas dari pemerintah provinsi. Hal ini tentu memboros anggaran, karena akan digunakan tidak tepat sasaran oleh masyarakat di kampung-kampung.
Akibat penggunaan dana Otsus yang tidak tepat sasaran, kehidupan masyarakat Papua sangat terpuruk. Infrastruktur di Papua juga tak begitu menjanjikan. Coba bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 40 juta, dengan APBD hanya kurang dari Rp 10 triliun, namun infrastrukturnya memang jauh lebih baik. Bagaimana dengan penduduk Papua yang hanya sekitar 4 juta, namun mendapatkan dana APBD 22 trilyun.
Evaluasi Otsus
Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap amanat UU Otsus. Penggunaan dana Otsus Papua juga perlu segera diaudit. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mendukung implementasi Otsus beberapa tahun kedepan.
Selain mengaudit penggunaan dana Otsus, pemerintah pusat juga perlu membentuk sebuah lembaga independen, yang tugasnya mengontrol dan mengawasi setiap penggunaan dana Otsus. Lembaga ini diharapakan tidak terikat dengan birokrasi pemerintahaan.
Presiden SBY juga dalam beberapa media pernah memberikan pernyataan, dimana meminta Otsus segera di evaluasi, termasuk mengaudit penggunaan dana Otsus. Yang perlu di perhatikan adalah evaluasi dari sisi manajemen, anggaran, hingga pengawasaannya.
Semoga evaluasi dan audit dana Otsus merupakan langkah paling bijak untuk mendukung UU Otsus Papua ke depannya. Rakyat Papua masih tetap menanti jalan yang paling baik untuk perubahaan kesejahteraan hidup mereka. Semoga saja. (Oleh Oktovianus Pogau, adalah Solidaritas Masyarakat Papua, tinggal di Jakarta.-Tulisan ini telah di muat juga di koran Nasional, The Jakarta Globe di Jakarta)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
22.15
0
komentar
Label: EDITORIAL, SOSIAL BUDAYA
04 Februari 2011
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo
Fenomena Helaybhu Yakheleh ‘Batu Ajaib’ Gemparkan Danau Sentani
Ada Mitos, Pertanda Minta Nyawa Satu Ondofolo
HELAYBHU YAKHELEH, sebuah fenomena alam yang terjadi di sekitar perairan Danau Sentani, tepatnya antara Kampung Nendali (Netar), Ifar Besar, Asei Pulau, Yallow dan Ayapo dan sekitarnya, Selasa (1/2) kemarin. Munculnya fenomena alam ini sering mengkait-kaitkan dengan cerita-cerita mitos ataupun ramalan-ramalan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.
Nampak fenomena kemunculan Helaybhu Yakheleh berupa hewan laron seperti hamparan pasir putih di tengah danau sentani.
Helaybhu Yakheleh dikenal oleh masyarakat di kampung-kampung tersebut sebagai sebuah ‘batu ajaib’ yang menyerupai payung dan sering muncul ke permukaan pada waktu-waktu tertentu.Bagi masyarakat setempat keberadaan batu tersebut sudah ada sejak dulu kala, dan jarang sekali muncul ke permukaan. Jika Helaybhu Yakheleh muncul ke permukaan air masyarakat yang mendiami tepian danau Sentani sudah tahu apa yang bakal terjadi menurut cerita leluhur orang tua mereka.Seperti yang terjadi, Selasa (1/2) kemarin, meski banyak orang memprediksikan macam-macam terhadap fenomena Helaybhu Yakheleh yang muncul di sekitar perairan kampung Nendali, namun masyarakat disitu tetap tenang dan sudah mulai mewanti-wanti pertanda dari munculnya Helaybhu Yakheleh.
Munculnya Helaybhu Yakheleh kemarin cukup aneh dan menarik simpati ratusan warga yang kebetulan lewat disitu, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, untuk sekedar melihat-lihat dan juga mengabadikan fenomena aneh itu. Yakni setelah Helaybhu Yakheleh tenggelam nampak hamparan hewan laron membentuk hamparan pasir putih sepenjang 3 KM dari ujung Kampung Nendali sisi barat hingga ke depan pantai Kalkhote.
Juga tanaman ecenggondok seperti tertata rapih memagari hamparan pasir laron itu, bahkan tidak sedikit ikan-ikan busuk dan sampah yang juga mengapung bersama laron yang tebalnya mencapai 5 cm itu.
Konon jika Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda akan ada duka bagi keluarga Ondofolo yang mendiami perairan disekitar munculnya Helaybhu Yakheleh. Maria Pallo salah seorang warga Kampung Nendali yang ditemui kemarin kepada Bintang Papua menjelaskan, kehadiran Helaybhu Yakheleh itu harus dibayar dengan harta benda seperti manik-manik (Hemboni rela) Tomako batu (rela) dan barang berharga lainnya jika ada warga yang terjebak oleh kehadiran Helaybhu Yakheleh.
Sementara keberadaan laron-laron tersebut Maria menjelaskan dari cerita orang tuanya itu adalah hewan yang tiba-tiba keluar dari dalam air, dimana laron-laron tersebut berasal dari dalam perut ikan-ikan (muntah ikan) yang naik ke permukaan setelah Helaybhu Yakheleh menampakkan dirinya. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul kita harus bayar dengan Hemboni atau rela, agar bisa luput dari jebakan tersebut,” ujarnya.
Laron ini biasanya bersamaan dengan salah satu jenis rumput yang hidup di dasar danau makhluk inilah yang sering menjebak para nelayan di danau dan untuk melepaskan diri dari jebakan tersebut yakni membayar dengan barang berharga jika tidak maka nyawa taruhannya.
Namun cerita Maria tentang wujud Helaybhu Yakheleh ini sedikit berbeda dengan Jhon Modouw salah satu tokoh adat dari Kampung Waena. Bagi Jhon Modouw, Helaybhu Yakheleh adalah sosok dewa kematian yang dikenal oleh masyarakat Sentani yang wujudnya seperti tanah yang sering muncul ke permukaan air secara tiba-tiba.
Dan kehadiran Helaybhu Yakheleh itu seluruh warga Sentani telah tahu yakni untuk menuntut 1 nyawa seorang Ondoafi (Ondofolo) dari kampung terdekat munculnya Helaybhu Yakheleh. “Kalau Helaybhu Yakheleh muncul itu pertanda “dia” minta 1 nyawa Ondofolo,” ujar pria yang juga telah mengabadikan kisah Helaybhu Yakheleh dalam sebuah syair lagu yang diciptakannya dalam album Cyclop. Namun ada juga beberapa tokoh-tokoh adat di Sentani yang mengatakan munculnya Helaybhu Yakheleh karena adat Sentani mulai terusik dengan segala kepentingan dewasa ini. Dari informasi yang dihimpun Bintang Papua bahwa Helaybhu Yakheleh pernah muncul pada 1950, kemudian 1961, dan terakhir sekitar tahun 1996, dan kini muncul lagi pada 2011, apakah memang fenomena ini muncul pertanda akan ada kematian bagi keluarga Ondoafi ataukah fenomena ini muncul sebagai peringatan alam, ataukah juga fenomena ini hanya merupakan gejala alam semata yang merupakan wujud kemahakuasaan Sang Khalik? Sungguh Tuhan Maha Kuasa…!!! (Laporan Jimmy Fitowin, Sentani)
Diposkan oleh
putra peteng papua
di
02.03
0
komentar
Label: EDITORIAL, SOSIAL BUDAYA
My Number NPWP
My Daily
About Me
Blog Organisasi
-
Rapat Kerja Sinode GKII Wilayah I Papua - Rapat Kerja I Sinode GKII Wilayah I Papua akan dilaksanakan pada hari Selasa 11-14 Juli 2017 bertempat di Gedung Serba Guna GKII Bethesda yang terletak di ...8 tahun yang lalu
-
Mari Rebut Kembali Pasar. - Peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat Papua hingga sampai saat era modern ini perlu mendapat perhatian penuh. Selama ini orang Papua asli hanya menjadi...16 tahun yang lalu
-
-
-
-
Please Your Respon..?
Peta Kunjungan