God Bless You All and Me

10 Agustus 2010

Usai 17-an, Dana Kesejahteraan dan Dana LP Guru serta Staf direalisasikan

Hingga kini berbagai keluhan dikalangan Guru dan Staf di lingkungan Pendidikan Kabupaten Deiyai menyangkut belum jelasnya pembayaran dana Kesejaheraan dan Lauk Pauk (LP-Triwulan kedua) Guru dan Staf di lapangan, membuat Guru dan Staf patah semangat untuk melakukan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah bahkan di kantor.

Dengan demikian menanggapi keluhan-keluhan tersebut bahkan pertanyaan dari guru-guru serta staf di lapangan menyangkut Dana Kesejahteraan dan Dana LP beberapa waktu lalu telah berlangsungnya audance antara pihak guru-guru dengan Kepala Dinas Dikbubpora yang juga turut serta hadir Danramil, Kapolsek serta Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam suatu pertemuan yang di lakukan di Aula Distrik Tigi, Jumat (6/8), dan juga berlangsung pertemuan yang sama di jam yang berbeda tepatnya di aula kantor Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.

Kepada media ini Kepala Dinas DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd, Selasa (10/8) pagi kemarin mengatakan bahwa sesuai kesepakatan bersama dengan Guru-Guru dan Staf dilingkungan Pendidikan Deiyai, bahwa usai kegiatan hari kemerdekaan republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2010, akan di lakukan pembayaran Dana Kesejahteraan dan Dana LP kepada semua Guru-Guru dari TK sampai dengan SMA/SMK serta Staf Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai.

“Untuk itu hal yang namanya palang memalang khususnya di sekolah-sekolah segera di buka, dan biarkanlah PBM dapat berlangsung seperti sebagaimana biasanya. Jika adanya palang memalang secara terus menerus maka yang akan ketertinggalan ilmu adalah anak-anak generasi Deiyai ini kedepan, jika hal itu terjadi pastinya yang rugi masyarakat bahkan kita pemerintah daerah setempat,”ujar mantan mahasiswa Uncen pada Fakultas FISIP angkatan 2002 ini, ketika memberikan keterangan kepada media ini di ruang kerjanya, kemarin.

Ditambahkannya, bahwa jangan ada yang berfikir bahwa masalah ini dibiarkannya saja berlarut, namun kita terus proses selama ini, mengingat karena ini daerah baru maka tentunya prosesnya pun juga lama, jadi jika ada guru-guru atau staf yang masih keliru akan hal ini segeralah datang dan tanyakan kepada Kepala Dinas Dikbudpora, jangan hanya sebatas “kata-katanya saja” dan hanya mendengar isu-isu dijalan saja.
“Sekali lagi perlu diketahui oleh semua guru dan staf dilapangan bahwa jangan kita terpancing dan terprovokasi dengan oknum-oknum tertentu yang hanya ingin memperkeruh suasana dan situasi di lapangan”tandasnya berharap………!!! (jga)

seLENgkapnya......

31 Juli 2010

Globalisasi hasilkan unggulnya Mutu SDM

“Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas hanya dapat di peroleh melalui pendidikan yang bermutu unggul. Dari system pendidikan yang unggul inilah muncul generasi dan budaya yang unggul. Namun demikian, munculnya globalisasi juga telah menambah masalah baru bagi dunia pendidikan.”demikian dikemukakan Ones Madai salah satu mahasiswa Universitas PGRI Adhibuana Surabaya, kepada media web blog ini via email beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, bagaimana tidak ? Di satu sisi system pendidikan yang di terapkan harus berimplikasi pada pemupukan nasionalisme peserta didik. Namun di sisi lain, hajat pemenuhan kebutuhan pendidikan global harus ditunaikan, agar para lulusannya dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global.

“Disinilah kita dituntut untuk bisa mengembangkan system pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, berperspektif globalisasi.”demikian ditambahkannya lagi sebagai masukan untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua pada khususnya dan pada umumnya Dinas Pendidikan di seluruh Tanah Papua.

Tidak keluar dari kegiatan pembangunan yang sudah dan sedang berjalan di Kabupaten Deiyai khusus di bidang Pendidikan diantaranya seperti pembangunan Perpustakaan, Pembangunan dua bangunan Sekolah Tingkat SMP dan dua bangunan sekolah tingkat SMA. Maka dengan demikian hadir pula berbagai masukan yang diterima media ini untuk Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, diantaranya :

“Pertama, jika terealisasi pembangunan gedung sekolah dan perpustakaan maka, apa yang di simpan dalam perpustakaan dan ruangan kelas tersebut, dimana dalam kedua ruangan itu perlu fasilitas yang menunjang sesuai kebutuhannya, sehingga jauh sebelumnya bapak dapat memesan kelengkapannya. Ketika ruangan kelas maupun perpustakaan terdirikan alangkah indahnya fasilitas penunjang sudah ada di kabupaten setempat.

Kedua, perlu untuk memfasilitas sekolah-sekolah yang lama baik itu SD, SMP maupun SMA yang berada di Kabupaten Deiyai. Ketiga, bila perlu di masing-masing sekolah ada mata pelajaran Muatan Local (MULOK) agar dapat di barengi dengan system budaya setempat. Keempat, perkembangan pendidikan harus mengikuti era-globalisasi, guna mempersiapkan SDM Deiyai yang Handal.”

Menanggapi hal tersebut diatas, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, kepada media ini, Jumat (30/7) kemarin diruang kerjanya mengatakan pada prinsipnya jika ada masukan, kritikan atau saran yang bersifat untuk membangun khususnya di bidang Pendidikan Deiyai, pihaknya akan dengan polos menerimanya, namun sebaliknya jika ada hal-hal berupa masukan yang bersifat merusak, pihaknya 100 persen tidak menerimanya.

“Deiyai adalah kabupaten baru yang tentunya sangat banyak membutuhkan berbagai opini, pandangan, motifasi yang baik dari semua elemen yang berkompoten di daerah ini,”kata Bapa yang menghabiskan puluhan tahunnya bekerja sebagai Tenaga Pendidik di daerah Jayawijaya.

Mengenai pembangunan awal yang kini tengah berlangsung, kata Adii. Semuanya telah terprogramkan dalam kegiatan, jika kegiatannya tidak ada di tahun ini, maka kegiatan itu akan bisa terwujud di tahun anggaran 2011 mendatang, dan kegiatan-kegiatan yang masuk dalam tahun anggaran 2010 ini tentunya akan diselesaikannya dan sementara pembangunannya sudah dan sedang berlangsung. Misalnya saja, perpustakaan tentunya akan pula juga dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya didalamnya begitupun juga dengan meja dan kursinya yang akan menjadi fasilitas pendukung dari bangunan gedung sekolah yang du bangun bahkan pula gedung perpustakaan.

Wacana ini hanya sebuah masukan untuk pengembangan SDM Deiyai lebih spesifik dan Papua pada umumnya. Prinsipnya, berbagai sumber menyebutkan kesalutan mereka akan misi mulia yang di jalankan oleh Dinas Pendidikan di Kabupaten Deiyai, seperti yang diterima media ini melalui berbagai sumber…..Semoga !!! (jga)

seLENgkapnya......

30 Juli 2010

Bupati Deiyai Bayarkan 4.6 M kepada Masyarakat Tigi

Bertempat di lapangan bola kaki Waghete Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Sabtu (24/7) beberapa waktu lalu, yang berlangsung siang hingga sore itu, Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage dan di dampingi beberapa Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), secara langsung membayarkan uang lokasi Bandara berkelas Internasional Mini baru sebesar Rp. 3 Milyard (untuk tahap ke-tiga), dan tahap kedua (akhir-red) untuk pembayaran uang lokasi tanah bangunan perkantoran Deiyai sebesar Rp. 1,6 Milyard.

Sesuai pantauan media ini di lokasi tersebut pengamanan dilakukan secara ketat oleh SATPOL PP dan Brimob dengan tujuan guna mengamankan jalannya acara pembayaran serimonial uang lokasi bandara dan lokasi perkantoran.

Selain itu pula, nampak terlihat sekitar kurang lebih 500-an masyarakat Tigi memadati lokasi itu, yang tidak lain bertujuan untuk turut menyaksikan langsung jalannya serimonial pembayaran uang untuk dua lokasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang diwakili oleh Bupati, Drs. Blasius Pakage kepada masyarakat yang di wakili oleh beberapa marga diantaranya Mote (perwakilan empat kelompok-red) untuk Lokasi Perkantoran dan marga Pakage, Adii, Kotouki dan Mote untuk lokasi Bandara berkelas Internasional mini itu.

Pasalnya, pembayaran uang Bandara berkelas Internasional Mini yang di lakukan lebih awal, usai itu baru dilanjutkan lagi dengan pembayaran tahap kedua pembayaran uang lokasi tanah perkantoran Pemkab Deiyai. Dan kedua pembayaran itu secara terpisah di lakukan penandatangan berita acara pembayarannya alias penandatangan hitam diatas putih, sebelum proses pembayaran berlansung.

Pada kesempatan itu Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage mengatakan terima kasih banyak atas kesabaran dari masyarakat pemilik lokasi Bandara dan lokasi perkantoran hingga sampai dengan tahap pembayarannya hari ini (Sabtu, 24-7-2010).

Dijelaskan Bupati Pakage bahwa uang yang di serahkan kepada masyarakat itu pertanda bahwa telah usainya pembayaran tanah, maka tidak lama lagi papan nama proyek akan di pajang di kedua lokasi tersebut, yang paling utama di areal lokasi perkantoran Kabupaten Deiyai.

“Jika kalau kami dari pihak pemerintah sudah memasang papan proyek, berarti tidak lama lagi lokasinya akan di gusur dan pembangunan fisik tahap pertama akan mulai di laksanakan pembangunannya oleh pihak ketiga (kontraktor) yang menang lelang, terutama fokus utama yakni lokasi perkantoran.”kata Bupati dalam arahannya di tengah-tengah acara serimonial pembayaran uang tersebut.

Salah satu perwakilan dari Kepala Suku Deiyai, Bpk.Markus Kotouki kepada pihak pemerintah melalui Bupati dan Pimpinan SKPD saat pembayaran itu mengatakan bahwa pihaknya siap mengamankan masyarakatnya supaya jika ada persoalan apapun ditengah-tengah masyarakat, supaya persoalan itu akan dapat di selesaikannya di rumah adat (Yameowa), hasil dari itu baru akan diteruskan rekomendasinya kepada pemerintah.

“Selama ini, ketika hadirnya Kabupaten Deiyai ada persoalan di masyarakat selalu langsung sasarannya kepada pemerintah, untuk hal ini, kami sebagai masyarakat adat akan siap bertanggung jawab untuk menangani persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat di rumah adat,”tegasnya seraya mendapatkan aplaus dari semua masyarakat bahkan pihak pemerintah setempat….!!! (jga)

seLENgkapnya......

07 Juli 2010

Hari ini, Masyarakat Papua Tagih Janji DPRP: “Akan Longmarch dari MRP ke DPRP”

Sesuai rencana, hari ini Kamis (8/7), masyarakat Papua dari berbagai elemen perjuangan sipil di Papua, baik dari dewan adat, presidium dewan adat Papua, dan organisasi sipil lainnya akan kembali melakukan aksi demo besar-besaran untuk menagih janji ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua(DPRP) atas tuntutan demo sebelumnya yang digelar 18 Juni lalu.

Dalam demo ini, mereka akan kembali melakukan long march alias berjalan kaki dari Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kotaraja, Abepura menujuke kantor DPRP di Jayapura dengan jarak sekitar 12 km.

Koordinator demo, Salmon Yumame saat diwawancarai wartawan petang kemarin menjelaskan, demo yang akan dilakukan ini merupakan demo lanjutan untukmenagih janji yang pernah disampaikan oleh masyarakat Papua saat demo18 Juni lalu kepada pemerintah Indonesia melalui DPRP Papua soal penolakan Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus).

“Kami akanmelakukan demo untuk mendesak mereka (DPRP,red) melakukan paripurna untuk menolak Undang-undang Otsus sesuai dengan aspirasi masyarakat Papua,” ungkap Yumame.

Kata Salmon, demo tersebut intinya akanmenagih janji terhadap aspirasi masyarakat Papua. “Aspirasi yang kami sampaikan ini merupakan aspirasi dalam rangka upaya menegakkan harkat dan martabat orang asli Papua di Tanah air yang Tuhan berikan ini, dan aksi ini merupakan aksi damai masyarakat Papua. Jadi sedikitpun tidakmembayangkan dan merencanakan akan ada anarkis seperti yang diduga masyarakat,” sambungnya.

Pihaknya menjelaskan, Forum Demokrasi Rakyat Papua Bersatu sebagai koordinator pelaksana akan tetap menjamin pelaksanaan demo hari ini berjalan aman dan tidak terjadi anarkis.

“Kami berharap agar anggota DPRP bisa menerima aspirasi masyarakat Papua, terutama untuk melakukan paripurana untuk menjawab aspirasimasyarakat Papua,” harapnya.

“Kami juga sudah melakukanpemberitahuan dan izin ke Polda Papua bahwa kami akan menyampaikanaspirasi kita besok (hari ini). Kami berharap sesuai dengan undang-undang pihak Kepolisan juga menjamin keamanan dalam aksi damaikami ini,” tukasnya.

Jika tidak ada jawaban yang pasti daripimpinan DPRP, lanjutnya, maka masyarakat Papua akan menduduki kantorDPRP sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Kami harapkan agaranggota DPRP Papua bisa melihat aspirasi rakyatnya. Ingat, jika kaliankerja untuk tanah dan rakyat Papua pasti diberkati Tuhan, namun jika tidak maka sudah pasti kalian akan menuai hasilnya sendiri,”pungkasnya.

Di tempat terpisah, Barisan Merah Putih (BMP) menghimbau masyarkat Papua untuk tidak terprovokasi atas rencana demo hari ini.

“Demo yang mengatas namakan rakyat Papua tersebut terlalu mengada-ada.Masyarakat hendaknya tidak usah turut berdemo, karena tidak bermanfaat,lebih baik lakukan hal lain yang jelas tujuan dan manfaatnya. Mari kita bangun bersama tanah Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ajak Ketua DPP BMP Ramses Ohee saat menggelar jumpa pers dikediamaannya, Rabu (7/7) kemarin.

Saat jumpa pers itu, Ketua DPPBMP didampingi Sekjen Jonas Alfon Nussi, Ketua BMP Sentani RamsesWally, Nico Maury serta Putri Gubernur pertama Provinsi PapuaHemskercke Bonay.

Terkait demo hari ini dengan tuntutan menolak Otsus dan meminta referendrum, menurut Barisan Merah Putih, sungguh tidak beralasan, apalagi dengan mengatas namakan rakyat Papua. “Sebab tidak ada kaitan antara Otsus yang dikatakan gagal dengan permintaan untuk melakukan Referendum. Ini maksudnya apa,” sambung Ramses Wally.

Ditambahkan, orang-orang yang menggerakan demo itu sendiri adalah oknum-oknum penikmat dana Otsus. Oleh sebab itu ia kembali mengajak masyarkat untuk jeli melihat maksud dibalik demo itu sendiri.

Sedang Sekjen Barisan Merah Putih juga sejalan dengan pendapat sebelumnya. “Apakah demo itu sendiri murni permintaan rakyat, hal ini perlu ditelusuri, apa maksud dibalik semua ini,” tutur Alfon Nussi.Untuk itu, aparat keamanan harus mengkuti siapa sebenarnya oktak dibalik isu minta referendum tersebut, sehingga dapat diambil tindak tegas.

Sedangkan Nico Maury mengajak untuk berhentilah tipu Papua.“Lihat kekurangan dalam rangka koreksi, bukan untukmemprovokasi,”tandasnya.

Hal yang sama pula disampaikan HemskerckeBonay. Menurutnya, guna mengakhiri sejumlah permasalahan tersebut, iameminta agar Pemerintah Provinsi Papua, DPRP dan MRP untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

Klarifikasi Keluarga Affar
Sementara itu, keluarga besar Suku Affar mengklarifikasi pernyataan Yakobus DAffar dalam pemberitaan Cenderawasih Pos, Senin (5/7) yang membawa-bawa nama keluarga Affar untuk menyampaikan statemen di media massa.

Keluarga besar Suku Affar menegaskan, bahwa Yakobus D Affar bukan merupakan keluarga besar Suku Affar. "Ia bukan dari keluarga besar Suku Affar, tetapi ayahnya adalah Piter Tetelebit dan ibunya Merry Samberi.Jadi, jangan bawa nama keluarga besar Suku Affar untuk menyampaikan statemen," tegas Harry Affar, Keluarga Suku Affar bersama Charles Affaryang mewakili Kepala Suku Affar dan Keluarga Besar Suku Affar TobatiEnggros ketika bertandang ke redaksi Cenderawasih Pos, Rabu (7/7)kemarin.

Harry mengaku keberatan dengan Yakobus D Affar membawa nama keluarga Suku Affar dalam pemberitaan tersebut. "Jangan mengklaim dari keluarga Suku Affar, karena bisa merusak nama baik keluarga besarSuku Affar," ujarnya.

Untuk itu, Harry mengatakan tidakmempermasalahkan isi pemberitaan yang disampaikan oleh Yakobus D Affar tersebut, tetapi nama Affar yang digunakan oleh Yakobus D Affar tersebut dinilai dapat merugikan keluarga besar Suku Affar.

Jika memang berasal dari Suku Affar, Harry meminta agar menunjukan orang tuapunya surat nikah sehingga akan jelas, karena pihaknya juga sudahmenelusuri yang bersangkutan.

"Jangan bawa keluarga Affar untuk kepentingan politik atau perutmu sendiri. Ini bisa mengadu domba,"tandasnya. (cak/rik/bat/fud- ngutip: cepos.com/scorpions)

seLENgkapnya......

24 Juni 2010

Otsus, No. Minta Referendum

Ribuan massa dari berbagai lapisan masyarakat Papua, Jumat [18/6] kemarin mendatangi kantor DPR Papua untuk menyampaikan aspirasi yang telah disimpulkan dalam Musyawarah Majelis Rakyat Papua [MRP] dan masyarakat asli Papua 9-10 Juni 2010 lalu.

Sebelum tiba di kantor DPR Papua sekitar pukul 14.30 WIT, ribuan massa melakukan long march dari kantor Majelis Rakyat Papua [MRP] menuju DPRP sambil membawa beberapa buah spanduk, poster-poster bertuliskan penolakan terhadap Pemilukada di Papua, Otsus gagal dan lain sebagainya.

Setibanya di halaman kantor DPRP, massa langsung melakukan beberapa aksi sambil meneriaki “Papua Merdeka”. Diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Jhon Baransano, ribuan massa menuntut DPRP dapat mengakomodir hasil rekomendasi yang telah disepakati bersama antara MRP dan seluruh masyarakat asli Papua, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama lainnya saat menggelar Musyawarah di kantor MRP 9-10 Juni 2010 lalu.

Dalam aksi tersebut, bukan hanya masyarakat, mahasiswa saja yang ikut menyuarakkan aspirasi mereka terhadap DPRP, namun beberapa anggota MRP dan unsur pimpinan pun ikut turun dalam aksi itu.

Adapun rekomendasi yang dihasilkan dalam Musyawarah MRP dan masyarakat asli Papua antara lain, selama sembilan tahun Otonomi Khusus berjalan di tanah Papua didesak agar UU Nomor 21 tahun 2001 tersebut dikembalikan, rakyat Papua menuntut dialog yang dimediasi oleh pihak internasional, menuntut referendum, menuntut pemerintah Republik Indonesia untuk mengakui tentang kedaulatan bangsa Papua Barat, menolak dengan tegas seluruh proses Pemilukada di tanah Papua, hentikan program transmigrasi dan menuntut pemerintah pusat agar dapat membebaskan seluruh Tapol/Napol di seluruh Indonesia.

Sekitar satu jam lamanya menggelar berbagai orasi, akhirnya pendemo diterima oleh Wakil Ketua DPRP, Yunus Wonda didampingi beberapa anggota DPRP seperti Ketua Komisi A DPRP, Ruben Magai, Ketua Komisi C, Carolus Bolly, Yan Ayomi, Yance Kayame dan lainnya.

Usai diterima Wakil Ketua dan anggota DPRP, Ketua Majelis Rakyat Papua, Drs. Agus Alue Alua, M.Th dalam kata pengantarnya menegaskan, MRP sebagai lembaga kultur masyarakat Papua mempunyai kewajiban untuk menyampaikan aspirasi yang disampaikan masyarakat asli Papua, untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh dewan.

“MRP hanya memfasilitasi masyarakat asli Papua untuk menyampaikan aspirasi dari hasil Musyawarah kemarin untuk diserahkan ke dewan, aspirasi ini juga nantinya akan diserahkan ke Gubernur untuk ditindaklanjuti,” ujar Agus Alua dalam arahannya di depan pendemo.

Setelah itu, hasil rekomendasi pun dibacakan didepan ribuan massa dan seluruh masyarakat yang hadir, Ketua Forum Demokrasi Papua Bersatu [Fordem], Salmon Jumame membacakan hasil Musyawarah MRP dan masyarakat asli Papua. Dilanjutkan dengan penyerahan rekomendasi yang diserahkan Wakil Ketua MRP, Dra. Hanna Hikoyabi dan diterima Wakil Ketua DPRP, Yunus Wonda.

Usai diserahkannya hasil rekomendasi tersebut, masyarakat memberikan deadline kepada DPRP agar rekomendasi itu dapat ditindaklanjuti dalam waktu satu minggu. Namun setelah Yunus Wonda menegaskan bahwa hal ini tidak dapat dilakukan DPRP saja, dimana harus dikoordinasi terlebih dahulu dengan DPRD Provinsi Papua Barat.

Usai mengatakan hal itu, maka masyarakat meminta agar dalam jangka waktu tiga minggu DPRP harus menyelesaikan aspirasi yang disampaikan. Jika tidak, maka pada tanggal 8 Juli 2010 mendatang, masyarakat akan turun kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak.

Yunus Wonda juga mengungkapkan, aspirasi atau hasil rekomendasi yang disampaikan itu akan ditindaklanjuti bersama Provinsi Papua Barat dan akan dilakukan dalam sidang paripurna.

Dalam aksi itu juga, selain menyerahkan hasil rekomendasi kepada DPRP, perwakilan masyarakat juga mengembalikan buku UU Otonomi Khusus bersamaan dengan Bendera Merah Putih secara simbolis kepada pimpinan dewan, untuk dikembalikan ke pemerintah pusat dengan tanda bahwa Otonomi Khusus di tanah Papua dinyatakan gagal.

Setelah bisa menerima usulan yang disampaikan pimpinan DPRP, maka berbagai element masyarakat bersepakat menandatangani perjanjian tentang rekomendasi yang dihasilkan akan segera ditindaklanjuti dengan batas waktu yang diberikan. Setelah itu, massa membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIT dengan tertib.

DPRP Mendukung

Ketua Komisi A Ruben Magai kepada wartawan di press room DPRP, usai aksi demo yang digelar masa mendukung MRP,Jumat [18/6] kemarin

“Tahun 2000 lalu, kongres II orang Papua sepakat minta merdeka, tapi keinginan besar itu dibalas pemerintah pusat dengan Otsus,” kata Ruben.

Pemerintah, kata Ruben, menyatakan bahwa Otsus tidak dilaksanakan dan ini sudah jelas menjadi komitmen Negara didalam UU Otsus tahun 21.

Tetapi komitmen Itu tidak diterjemahkan dengan baik oleh setiap alat kelengkapan Negara baik pusat mapun di daerah.

Dimana, lanjut Ruben, hal tersebut lantas dipandang masyarakat Papua sebagai kegagalan Otsus, yang berawal dari ketidak siapan pemerintah Papua membuat grand design dari pada Otsu situ sendri.

“Grand desain dipakai sebagai satu ukuran evaluasi otsus, tapi hari ini tidak ada grand desain itu,” kata dia.

Sehingga DPRP sebagai penampung aspirasi masyarakat Papua akan mendukung masyarakat Papua mengembalikan Otsus kepada pemerintah pusat, yang akan dilakukan melalui rapat Pansus DPRP dan tindak lanjut ke pusat.

“Nanti tergantung pemerintah pusat mau memberikan apalagi bagi orang Papua, apakah Otsus lagi atau Karena DPRP hantya penyambung aspirasi rakyat,” kata dia.

Ruben juga menilai, permintaan referendum yang disampaikan masa pendemo yang berorasi dihalaman kantor DPRP, Jumat kemarin merupakan kegagalan negara. [jga/papua pos nabire-anyong/lina]

seLENgkapnya......

02 Juni 2010

Guru-Guru & Staf DPKPO se-Kabupaten Deiyai, Terima Dana LP

Sekitar ratusan Guru-Guru mulai dari Tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK dan Staf Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) se-Kabupaten Deiyai, pada Senin (31/5) usai mendengarkan Sosialisasi penggunaan dan pengucuran dana BOS oleh Pimpinan DPKPO Kabupaten Deiyai dan Stafnya, guru-guru dan staf tersebut langsung menerima dana Lauk-Pauk (LP) untuk satu triwulan (Empat Bulan, terhitung mulai dari bulan Januari s/d April 2010).

Sebelum dilakukan pembayaran dana LP, aksi unjuk rasa pun terlihat, ketika Pimpinan dan Bendahara DPKPO tiba di Kantor DPKPO Jalan Trans Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, siang menjelang sore hari itu. Aksi tersebut sebagaimana dilakukan tepatnya di halaman Kantor DPKPO Waghete II, dan di lakukan oleh beberapa guru yang di mediator oleh salah seorang staf DPKPO Kabupaten Deiyai yang disebut-sebut oleh Guru-Guru tersebut selama ini sebagai provokator di Deiyai, pada hal aksi yang dilancarkan oleh Oknum Staf DPKPO itu hanya memperkeruh keadaan.

Namun aksi yang dilancarkan oleh mereka tidak membawa kekacauan bahkan situasi dan kondisi (sikon) saat itu aman-aman terkendali, hingga akhirnya tepat jam 17.00 WP, Dana LP akhirnya dibayarkan pihak DPKPO kepada seluruh Guru-Guru dan Staf DPKPO se-Kabupaten Deiyai.

Perlu diketahui bahwa ratusan dana atau sekitar 600 juta lebih dana LP, turut dikawal oleh aparat keamanan setempat. Sebagaimana dikawal mulai dari pengambilan di Bank Papua Enarotali hingga sampai dengan proses pembayaran di Kantor DPKPO Waghete II.

Sementara itu, mengenai dana Insentif dan Kondisi Kerja bagi Staf Dinas Bereselon, ketika ditemui media ini, Senin (31/5) usai pembayaran Dana LP, Kepala DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, mengatakan bahwa untuk dana insentif (uang kesejahteraan guru) dan uang kondisi kerja untuk staf dinas bereselon masih akan di pending (tunda) pembayarannya. Mengingat karena dana-dana tersebut masuk dalam pos dana Otsus. Sementara dana Otsus sendiri masih harus kita tunggu prosesnya dari Pusat dan Provinsi.

Dikatakan Adii dengan tegas, kepada semua Staf dan Guru-Guru di lapangan jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang dikembangkan oleh oknum-oknum tertentu yang memprovokasi keadaan di lapangan. Dan jika ada hal-hal yang kurang jelas mengenai hak-hak masalah keuangan di lingkungan pendidikan, dimohon agar dapat meminta petunjuk atau penjelasan dari Kepala Dinas, supaya informasi akan jelas.

“Kami sebagai Pimpinan salut dengan adanya aksi ini, tetapi kami sangat sesali juga dengan adanya 1 bahkan 2 orang yang sebagai biang provokator hanya untuk memperkeruh keadaan yang akhirnya bisa seperti begini, apalagi yang bersangkutan juga adalah termasuk staf di kantor DPKPO Deiyai, bukan malah memberikan informasi yang baik namun justru malah memberikan keterangan yang kurang baik kepada guru-guru dilapangan.”tambahnya akhiri komentarnya dengan media ini……!!! (jga)

seLENgkapnya......

28 Mei 2010

Empat Hari Mencekam, Nabire Kembali Kondusif

Pasca penemuan mayat di belakang Kafe Kuning Pantai Maf, situasi Nabire berubah mencekam karena pihak korban membumihanguskan kios-kios termasuk warung makan dan kafe di sekitar lokasi kejadian.

Johni Wenda (30) ditemukan tewas, Minggu (24/5). Pria suku Lani itu diduga tewas dibunuh karena terdapat bekas goresan alat tajam di bagian tangan, perut dan dada. Lehernya bahkan nyaris putus dipenggal.

Keluarga korban dibawah pimpinan Kepala Suku Lani di Nabire, Ayub Wonda melampiaskan kemarahannya dengan membakar kios dan warung-warung. Warga Morgo panik dan berusaha menyelamatkan diri karena tersiar isu akan ada penyerangan balik dari pihak korban.
Kasus ini kemudian ditangani aparat keamanan dari Polres Nabire.

Di saat sedang melakukan penyidikan dengan meminta keterangan dari beberapa saksi dan menghadirkan keluarga korban, muncul lagi kasus tabrakan beruntun yang menewaskan salah satu warga. Korban diarak massa dari RSUD Nabire menuju Markas Polres Nabire. Situasi langsung mencekam, Nabire lengang. Apalagi aparat melepaskan beberapa kali tembakan ke udara dan melakukan penyisiran dari rumah ke rumah menyita alat-alat tajam.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Nabire, Kompol. Gatot Suprasetya yang memimpin langsung penyisiran, mengatakan, kedua masalah tersebut harus ditangani secara terpisah. Motif dan jenis kejadiannya berbeda. Oleh sebab itu, keluarga korban diminta tidak ikut mencampuradukan persoalan. Warga tetap tenang untuk menghindari pihak ketiga memanfaatkan kesempatan.

“Kita semua jaga keamanan dan ketetiban, jangan ada pihak lain manfaatkan kesempatan untuk membuat Nabire kacau,” ujarnya.

Khusus kasus tewasnya Johni Wenda, pihak Polres Nabire telah menghadirkan saksi bersama keluarga korban di Aula Bhayangkari. Pertemuan dihadiri Kepala suku Lani, Ayub Wonda dan Kepala Suku wilayah Papua Tengah, Jakobus Dodopou Muyapa. Ini dilakukan untuk mengungkap pelaku sebenarnya.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Nabire, AKP. Bagas Windigo, ada 7 orang saksi yang telah dimintai keterangan. “Dan kami sudah amankan satu orang yang diduga pelaku,” katanya.

Wakapolres menambahkan, kasus ini belum final karena masih dalam penyidikan lebih lanjut. Sesuai keterangan para saksi, Ayi (31) diduga sebagai pelaku pembunuhan. Pria pengangguran yang konon sedang stress itu dijadikan pelaku. Tapi keluarga korban belum puas dan masih meragukan keterangan para saksi.

Selain kasus pembunuhan, Polres Nabire juga sedang menangani kasus tabrakan. “Warga tidak usah terpancing dengan isu-isu tidak bertanggungjawab. Kita semua jaga Nabire tetap aman dan damai,” pinta Gatot…….!!! (Jubi/Papua Pos Nabire/Markus You)

seLENgkapnya......

Selasa (1/6) ini, Dana LP akan di cairkan DPKPO Kabupaten Deiyai

Rupanya yang di gumuli oleh guru-guru mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK di lingkungan pendidikan Kabupaten Deiyai menyangkut hak-hak mereka, salah satunya seperti uang Lauk-Pauk (LP), akan terlebih dulu di cairkan dan di bayarkan pihak Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui instansi teknis yakni Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Kabupaten Deiyai kepada mereka (staf di kantor dan guru-guru di lapangan).

Informasi tersebut diterima media ini (Putra Peteng Blog), Sabtu (29/5) kemarin, di Waghete lewat Kepala DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd, ketika dikonfirmasi.

Lebih lanjut dikatakan bapa Alumni Uncen Jayapura ini bahwa kegiatan yang akan di lakukan oleh pihaknya pada hari Senin (31/5) yakni melakukan sosialisasi pengucuran dan penggunaan dana BOS kepada Kepala-Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP serta menginformasikan atau mengumumkan kepada semua staf di kantor bahkan staf dan guru-guru tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK di lapangan untuk akan di lakukan pembayaran uang LP, yang akan di bayarkan untuk dua triwulan pada Selasa (1/6). Dan pelaksanaan pembayarannya akan di lakukan di Aula DPKPO Jalan Trans Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.

“Ada dua hal yang akan di lakukan oleh kami pihak dinas yakni melakukan sosialiasi pengucuran dan penggunaan dana BOS kepada setiap kepala-kepala sekolah tingkat SD dan SMP se Kabupaten Deiyai dan menginformasikan/mengumumkan pembayarana uang LP untuk dua triwulan yang akan di bayarkan pada Selasa (1/6) lusa. Sekali lagi kami harapkan agar adanya kesabaran dari guru-guru mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Sebab masalah uang LP akan diproses dan dicairkan segera dalam minggu ini (itupun kalau tidak ada halangan),”jelasnya.

Ditanya mengenai dana Insentif, Kinerja dan honor guru bantu. Johanes mengatakan bahwa untuk insentif (uang kesejahteraan guru), uang kinerja untuk staf dinas yang bereselon dan honor untuk guru bantu masih akan di pending pembayarannya. Mengingat karena dana-dana tersebut masuk dalam pos dana Otsus. Sementara dana Otsus sendiri masih harus kita tunggu prosesnya dari Pusat dan Provinsi.

“Masalah dana kinerja untuk staf itupun juga akan diproses dalam waktu dekat apabila dana otsus sudah turun ke daerah. Sehingga, jangan terpancing dengan isu-isu yang dikembangkan oleh oknum-oknum tertentu yang ambisi jabatan bahkan memprovokasi keadaan di lapangan. Untuk itu diharapkan bersabar dan melakukan tugas dengan baik.

Apabila ada 1 atau bahkan lebih oknum-oknum yang mempengaruhi guru-guru diharapkan tidak terpancing dan mari kita semua sama-sama menjaga nama baik daerah ini (Kabupaten Deiyai-red), apalagi sementara ini kabupaten Deiyai masih dalam tahap carateker.

Maka itu tidak boleh ada demo tanpa ada alasan-alasan yang tepat, jika adanya demo terus menerus yang tidak berarti, maka yang kita cita-citakan untuk mencapai pada kabupaten devinitif tidak akan terwujud”tambah Adii sembari mengakhiri komentarnya dengan media ini………Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

Hak Guru dan Staf DPKPO Deiyai Dicairkan Segera

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd mengatakan hak staf di kantor yang dipimpinnya dan para guru akan segera direalisasikan dalam waktu dekat, karena Tim Konsultan Keuangan Daerah dipastikan telah melakukan revisi data Daftar Perincian Anggaran (DPA) dinas bersangkutan.

“Setelah DPA direvisi, kami akan bagikan hak-hak staf dan guru-guru. Jadi, tunggu saja, pasti dalam waktu dekat dananya sudah bisa di cairkan,”katanya kepada media ini, beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.
Johanes mengemukakan hal itu menanggapi keluhan dari guru-guru yang mengabdi di wilayah Kabupaten Deiyai. Para guru mempertanyakan hak-hak yang seharusnya diterima segera.

Pihak dinas, kata Adii, tak mungkin menutup dana Intensif, Kinerja dan dana lauk-pauk dan pos dana lain. Sebenarnya bisa, tetapi karena jumlah staf kantor dan staf lapangan termasuk guru dan kebutuhan lainnya terlalu banyak, maka dana yang dibutuhkan pun dipastikan besar.

“Pos dana DAU dan DAK tidak bisa dikorek lagi, sebab dari dana itu kami sudah programkan kegiatan lainnya. Jadi tunggu pos dana Otsus yang sedang kita perjuangkan,”jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menaruh perhatian serius pada pengembangan pendidikan di kabupaten pemekaran ini. Meski tantangan yang dihadapi cukup pelik, namun bagi Johanes dengan komitmen dan tekad serta melakukan terobosan atau lobi kepada pemerintah Provinsi dan Pusat, harapan agar pendidikan di Deiyai dapat maju bukan tak mungkin diwujudkan.

“Kita kerja keras supaya pendidikan di daerah ini bisa maju. Kita harap ada perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga sedikit demi sedikit secara perlahan kita tangani pendidikan di Deiyai. Dengan demikian, kualitas dan kuantitasnya semakin baik,”tandas Johanes Adii.

Diakuinya, pembangunan dibidang pendidikan memang bukan pekerjaan ringan. Bukan hanya pembangunan fisik seperti bangunan sekolah, perpustakaan, buku-buku bacaan, tetapi juga persoalan belum meratanya tenaga guru di sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai………Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii/Editing: Markus You/Papua Pos Nabire)

seLENgkapnya......

12 Mei 2010

Johanes Adii, S.Pd : Membangun daerah di Bidang Pendidikan tidak Gampang

Untuk memastikan setiap proyek harus mulai berjalan dalam bulan ini atau bulan depan, yang sebagaimana akan di lakukan oleh pihak kontraktor yang di percayakan oleh Dinas pendidikan. Maka, kegiatan kunjungan kerja (kunker) sangatlah di harapkan oleh masyarakat dilapangan, dan seperti kata-kata yang sudah tak lasim lagi di dengar oleh kita bahwa untuk membangun suatu daerah di bidang apapun dan lebih khususnya di bidang Pendidikan sangatlah tidak segampang membalik telapak tangan ibu. Seperti halnya yang di kemukakan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd kepada media ini, Rabu (11/5) ketika melakukan kunker di Kampung Diyai, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.

Di kampung Diyai, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai inilah akan direncanakan untuk di bangunnya 3 ruang kelas SMP YPPK Diyai beserta 1 Gedung Perpustakaan dan 1 Gedung Perpustakaan untuk SD YPPK Diyai. Kunker Kepala Dinas dan rombongannya tersebut diterima serta di sambut baik oleh Pastor Paroki Gereja Katolik Diyai setempat bersama Dekenat lokal dan masyarakat setempat.

Apa yang di sampaikan Pemerintah melalui Dinas Pendidikan menyangkut proyek pembangunan sekolah di sambut baik oleh pimpinan Katolik dan umat Katolik. Di hadapan Pimpinan Katolik dan umat, Kepala DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd mengatakan bahwa dirinya merasa terpukul dan sedih ketika masih duduk di bangku SD YPPGI Waghete dulu di tahun 60-an, khususnya sekolah-sekolah yayasan baik Katolik maupun Kingmi yang pembangunannya saat itu, hingga kini ketika dirinya di berikan Jabatan oleh Tuhan, Gubernur, Bupati dan Masyarakat. Pasalnya, bangunan-bangunan sekolah itu masih ada sampai hari ini, dan belum ada perbaikan bahkan pembangunan baru.

“Saya harapkan dukungan doa dan restu dari umat Katolik, umat Kingmi dan semua masyarakat Kabupaten Deiyai, agar kedepan dengan perjuangan kami saat ini ke Provinsi maupun Pusat akan ada tanggapan serta perhatihan khusus dari Pusat dan Provinsi kepada kami di Kabupaten Deiyai ini khususnya di dunia Pendidikan ini, supaya dengan adanya perhatian khusus secara serius oleh mereka (Pusat dan Provinsi-red) terhadap dunia Pendidikan di Kabupaten Deiyai ini, kita bisa membenahi satu demi satu secara bertahap, walapun kalau dibilang untuk membangun suatu daerah sangatlah tidak mudah seperti membalikan telapak tangan ibu,”jelas John ketika berdiskusi dengan Pimpinan Katolik dan Umat di halaman SMP YPPK Diyai, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai.

Untuk diketahui masyarakat, kata bapa beranak empat ini bahwa sesuai anggaran yang ada di tahun 2010 ini tidak begitu banyak proyek pembangunan yang akan di lakukan oleh Dinas PKPO Kabupaten Deiyai, pasalnya beberapa pembangunan yang akan di lakukan adalah, Pembangunan Gedung SMA Negeri 2 Tigi Barat bersama Perpustakaan, Pembangunan 3 Ruang Kelas bersama Perpustakaan dan Meubel Air (kursi+meja) untuk SMP YPPGI Bomou Distrik Tigi, Pembangunan 3 Ruang Kelas bersama Perpustakaan dan Meubel Air untuk SMP YPPK Diyai Distrik Tigi Barat, dan khususnya untuk beberapa SD di Kabupaten Deiyai akan di bangun Perpustakaan dan Meubel Air saja. Dengan demikian setiap pembangunan yang akan di lakukan khususnya di Dinas PKPO Kabupaten Deiyai bahkan beberapa pembangunan lainnya dari SKPD lainnya harap di terima dan disambut baik oleh masyarakat, karena hal ini adalah merupakan amanah atau pesan dari Bupati Kabupaten Deiyai, Drs. Blasius Pakage.

“Sudah saatnya kita membangun daerah kita dari begitu banyak ketertinggalan dengan daerah-daerah lain, melalui pembangunan yang ada, dan pembangunan yang ada ini harap diterima dan disambut baik oleh semua masyarakat, karena itu pesan dan amanah dari Bupati setempat. Jika di tahun 2010 ini, ada sekolah yang belum mendapatkan jatah bangunan atau lainnya jangan berkecil hati, tetapi tentunya proyek pembangunan sudah masuk dalam program pembangunan tahun 2011 mendatang, dan telah di bahas dalam Musrenbangda Kabupaten Deiyai beberapa waktu lalu.”jelasnya.

Untuk itu, dikatakannya lagi bahwa sekarang tugas kita semua harus mendukung pemerintahaan yang ada ini dengan Doa Restu. Agar pembangunan saat ini yang merupakan pondasi awal dari hadirnya Kabupaten Deiyai ini benar-benar kuat sehingga kedepannya ketika daerah ini menjadi Kabupaten yang Definitif tentunya dalam setiap pembangunan akan berjalan dengan baik pula, walaupun ada tantangan,”tegas Johanes Adii, S.Pd, kepada media ini, Rabu (11/5)…..Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

Dana Otsus Pemkab Deiyai Sementara di proses di Provinsi. “Minggu depan DPA SKPD tuntas di Revisi”

Menanggapi keluhan bahkan pertanyaan dari guru-guru di lapangan menyangkut dana Insentif, Kinerja, Lauk-Pauk dan lain-lainnya beberapa waktu lalu ketika mereka (guru-guru-red) melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (DPKPO) serta kegiatan pembangunan di kantor bahkan di lapangan, maka kepada Media ini, Kepala DPKPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd, Rabu (11/5) kemarin mengatakan bahwa hingga minggu ini buku Daftar Perincian Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang di serahkan Bupati beberapa waktu lalu ke semua SKPD, dan khususnya DPA untuk Dinas PKPO sementara ini sedang di lakukan revisi oleh Tim Konsultan Keuangan Kabupaten Deiyai di Enarotali, begitupun juga dengan DPA SKPD lainnya, karena ada beberapa data yang salah dimuatkan dalam DPA tersebut.

“Ya, DPA SKPD kami di Dinas PKPO sementara ini sedang di revisi oleh konsultan Keuangan Deiyai. Untuk itu, kami sangat harapkan supaya dalam minggu depan hasil revisi DPA tuntas dan kami sudah bisa dapat mencairkan anggaran (dana) untuk kebutuhan di Kantor seperti ATK bahkan kebutuhan lainnya di lapangan,”jelas mantan mahasiswa Uncen pada Fakultas FISIP angkatan 2002 ini, ketika memberikan keterangan kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (11/5).

Masih dikatakannya, hal lainnya juga termasuk dengan anggaran Insentif, Kinerja, Lauk pauk dan lain-lainnya untuk semua guru-guru, Staf di kantor bahkan Staf di lapangan sudah bisa diterima, itupun kalau anggaran Otonomi Khusus (Otsus) sudah ada dan masuk di dalam kas daerah Deiyai. Karena anggaran yang ada tidak semuanya dari dana alokasi umum (DAU) atau bahkan dana alokasi khusus (DAK) melainkan ada juga dana Otsus. Jadi dana Insentif, Kinerja dan Lauk Pauk itu masuk dalam anggaran Otsus.

“Jadi perlu diketahui oleh semua guru dan staf dilapangan bahwa jangan kita terpancing oleh SKPD lainnya yang sudah terima Insentif dan lain-lain, karena mereka (SKPD) lainnya itu staf-stafnya tidak terlalu banyak dengan demikian bisa di ambil dari pos lainnya, sementara kita di pendidikan sangat banyak sekali staf dilapangan sehingga dana insentif dan lain-lainnya tentunya akan banyak pula, makanya dana insentif itu tidak bisa kami keluarkan dari pos dana DAK atau DAU, karena akan terganggu dengan pos kegiatan yang sudah terprogramkan dalam pos DAK bahkan juga pos DAU.

Maka itu diharapkan untuk kita bersabar dan menungguh proses anggaran Otsus oleh pihak keuangan Daerah, karena minggu ini Pimpinan Keuangan beserta Pimpinan Bappeda tengah melakukan cros cek di jayapura Provinsi Papua.”ujar bapa yang menghabiskan puluhan tahun bekerja sebagai Guru di SMP Negeri 3 Tiom Kabupaten Jayawijaya (yang kini daerah tersebut telah dimekarkan menjadi Kabupaten pemekaran sendiri yakni Kabupaten Lani Jaya)……Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

10 Mei 2010

Kontraktor yang Bermasalah diminta tidak tangani proyek di lingkup Pendidikan Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua

“ Kontraktor yang bermasalah dan mengecewakan masyarakat khususnya di wilayah lingkungan Pemerintahaan (lingkup) Pendidikan Deiyai, jangan lagi di pakai untuk melakukan kegiatan proyek fisik di wilayah Kabupaten Deiyai,”demikian di tegaskan oleh beberapa perwakilan guru-guru SD, SMP dan SMA Kabupaten Deiyai, ketika bertatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd di aula Dinas PKPO jalan Trans Waghete II Distrik Tigi Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Senin (10/5-2010).

Menurut mereka (para guru), berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika Waghete (Deiyai saat ini-red) yang saat itu masih bergabung dengan Kabupaten induk Paniai, ada salah satu kontraktor yang menangani pengadaan bahkan pembangunan fisik bangunan ruang sekolah SD, SMP bahkan SMA tidak dikerjakan dengan baik, dan malah di lakukan setengah-setengah dari pagu dana (anggaran) yang di berikan, akhirnya kualitas dari bangunan yang di kerjakan kontraktor itu tidak bertahan lama bahkan ada yang bangunannya sudah miring akibat dari pondasinya yang di bangun tidak kuat, seperti salah satunya di SD YPPK Meyepa distrik Tigi Barat.

“Kami sangat kecewa sekali, misalnya saja untuk bangunan fisik ruang sekolah di kampung Tenedagi distrik Tigi Barat saja, dimana setiap material yang di angkut oleh masyarakat lokal tidak di bayar kontraktor itu sampai dengan saat ini dan masih meninggalkan hutang kepada masyarakat lokal sebesar 70 juta. Dan juga salah satu bangunan yang terlihat sudah miring akibat pondasinya tidak kuat sekali,”jelas Pak Pakage salah satu Kepala Sekolah SD YPPGI Tenedagi, saat menyampaikan isi\ hatinya bersama rekan-rekan guru-guru lainnya kepada Kepala Dinas PKPO Kabupaten Deiyai.
Lebih jauh di harapkan mereka dengan tegas kepada Pemkab Deiyai melalui dinas Pendidikan bahwa kontraktor semacam ini jangan lagi di pakai di Deiyai khususnya di lingkup wilayah pendidikan. Dan pokoknya kontraktor tersebut harus dapat bertanggung jawab kepada masyarakat sesuai dengan keluhan masyarakat.

Jangan Terhasut oleh Provokator

Dalam kesempatan itu, menanggapi keluhan dari para guru-guru tersebut, Kepala Dinas PDPO Kabupaten Deiyai, Johanes Adii, S.Pd mengatakan bahwa di tahun 2010 ini ada beberapa sekolah yang akan di lakukan Pembangunan Penambahan Ruang Kelas, Pembangunan Bangunan Perpustakaan dan Pengadaan Meubelair (Kursi+Meja). Untuk itu diharapkan agar setiap sekolah yang akan mendapatkan proyek tersebut harap diterima dengan baik. Sementara beberapa kegiatan pembangunan lainnya telah dimasukan pihaknya dalam APBD 2011 mendatang.

Dan untuk keluhan dari guru-guru mengenai kontraktor yang bermasalah, jelas-jelasnya akan tidak di pakai di Kabupaten Deiyai hentah itu Kontraktor Papua maupun Non Papua, karena hal ini demi pembangunan Kabupaten Deiyai kedepan dan diharapkan semua guru tidak boleh ikut terhasut oleh oknum-oknum yang akan mengacaukan kabupaten Deiyai alias sebagai Provokator.

“Pokoknya apa yang di sampaikan oleh guru-guru, telah kami pahami dan sudah berfikir kearah itu, untuk tidak lagi memberikan proyek kepada setiap kontraktor yang bermasalah sebelumnya di Kabupaten Deiyai, ketika dahulu belum menjadi kabupaten saat ini,”tegas Kepala Dinas Pendidikan sembari mengahkiri komentarnya di hadapan para guru-guru…..Semoga ..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

07 Mei 2010

Pemkab Deiyai Provinsi Papua Gelar Kegiatan RTRW untuk 2010-2030

Bertempat di Aula Distrik Tigi-Waghete, Jumat (7/5-2010) Pemerintah Kabupaten Deiyai menggelar kegiatan pembahasan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Deiyai untuk tahun 2010-2030.

Kegiatan tersebut di buka dan di tutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Deiyai, Drs. Warsono, M.Pd mewakili Bupati Kabupaten Deiyai. Kegiatan ini di fasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Deiyai. Dan menghadirkan seluruh Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Distrik, Kepala Kampung, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, LSM dan para undangan serta simpatisan lainnya.

Sekda Kabupaten Deiyai, Drs. Warsono dalam arahannya mengatakan guna mensukseskan kegiatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah perlu adanya kerja sama dan kebersamaan yang baik saat ini kepada semua komponen yang berkompoten mulai dari Pemerintah dalam hal ini seluruh SKPD, seluruh Kepala Distrik, seluruh kepala Kampung, Konsultan RTRW serta Masyarakat.

“Saling koordinasi dan memberikan masukan serta saran sangatlah di harapkan demi terciptanya satu dokumen RTRW yang akurat dan benar sesuai situasi dan kondisi (sikon-red) di lapangan, sehingga kelak ketika pembangunan kita di Deiyai ini berjalan, tentunya akan berjalan dengan baik tanpa adanya kekeliruan lagi”tegasnya.

Beberapa point-point inti dalam pembahasan materi yang di sampaikan oleh Tim Konsultan yakni guna lancarnya pembangunan tentunya membutuhkan payung hukum, dan payung hukum itulah yang sedang kita laksanakan bersama-sama saat ini yakni RTRW.

Pasalnya, menurutnya Undang-Undang (UU) nomor 26 tahun 2007 dengan jelas menjelaskan tentang penataan ruang, bahwa setiap daerah kabupaten perlu menyusun RTRW sebagai arahan pelaksanaan pembangunan, sejalan dengan penerapan otonomi daerah. Penyusunan RTRW Kabupaten kedalam bentuk dokumen rujukan yang di perlukan guna membantu pencapaian tujuan-tujuan perencanaan.

Dikatakannya lebih jauh, penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang, dengan bertujuan adalah terlaksananya perencanaan tata ruang secara terpadu dan menyeluruh, terwujudnya tertib pemanfaatan ruang serta terselenggaranya pengendalian pemanfaatan ruang.

“Secara hukum pemanfaatan merupakan wewenang dan tugas pemerintah dengan maksud untuk mengatur potensi, kegiatan masyarakat, mobilitas/pergerakan dan kecenderungan perkembangannya secara harmonis serta saling mendukung satu dengan lainnya dalam satu tata ruang yang ada”jelasnya.

Saat dibukanya seision tanya jawab, lebih-lebih yang di tanya bahkan yang disarankan oleh forum saat kegiatan tersebut berlangsung yakni menyangkut tata batas antar kampung, distrik hingga kabupaten, yang perlu di update oleh Tim yang di persiapkan Konsultan saat ini.

Untuk diketahui bahwa, Kabupaten Deiyai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai Provinsi Papua, yang di bentuk berdasarkan UU RI nomor 55 tahun 2008, dengan ibu kotanya berkedudukan di Distrik Tigi. Pasalnya, Kabupaten Deiyai terdiri dari 5 (lima) Distrik, yakni Distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Bouwobado dan Kapiraya.

RTRW ini dengan menyesuaikan beberapa substansi yang perlu dilakukan, antara lain: Pertama, menyesuaikan substansi teknis dengan UU 26/2007 (pengaturan zoning regulation, penentuan 30 % ruang terbuka hijauh, mekanisme sanksi, insentif dan disentif). Kedua, menyesuaikan substansi teknis dengan PP 26/2008 tentang RTRWN. Ketiga, penyusunan rencana tata ruang berbasis mitigasi bencana.

Tujuan dilakukannya penyusunan RTRW Kabupaten Deiyai adalah perumusan tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Deiyai 2011 – 2031, penyusunan rencana struktur ruang wilayah kabupaten, penyusunan rencana pola ruang wilayah kabupaten, penetapan kawasan strategis kabupaten dan rencana pengembangannya, mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan, mewujudkan pengalokasian ruang sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah serta berbasis mitigasi bencana alam, penyusunan arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan selama dua puluh tahun kedepan dan tahunan dalam lima tahun pertama, ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perijinan, ketentuan insentif dan disensetif serta arahan sanksi, dan menyusun sistem informasi penataan ruang berbasis GIS…………Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

18 April 2010

Gelar HUT ke-29 dan Pemilihan Gembala, Jemaat Shalom GIDI Kwadeware-Dondai, Lakukan Ibadah bersama di Kali Dansari

Pada Minggu (18/4) pagi kemarin sekitar jam 10.00 WPB, Jemaat Shalom Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Kwadeware-Dondai Klasis Sentani-Jayapura (Senja), melakukan Ibadah bersama di tempat wisata Kali Dansari Jayapura.

Kegiatan ibadah tersebut dilakukan dalam rangkah memperingati hari Ulang Tahun Jemaat yang ke 29 dan pelaksanaan pemilihan Gembala, Wakil Gembala, Sekretaris dan Bendahara Jemaat Shalom GIDI Kwadeware-Dondai untuk periode 2010-2013.

Dalam kegiatan tersebut, turut serta hadir Ketua Klasis GIDI Senja, Bpk. Pdt. Nick Suebu bersama Istri dan anak-anaknya, Mantan Ketua Klasis GIDI Senja, Bpk. Pdt. Jonathan Marweri, S.Th bersama Ibu, para simpatisan, para undangan dan seluruh jemaat Shalom GIDI Kwadeware-Dondai.

Ibadah ini di protokoli oleh Sdr. Yudas Silak dan sebagai Pemimpin ibadah dibawakan oleh Ibu Anni P. Marweri serta pembawa Firman disampaikan oleh Bpk. Pdt. Nick Suebu (beliau yang juga adalah Gembala perintis pertama Jemaat Shalom GIDI Kwadeware-Dondai, yang juga kini dipilih oleh umat Tuhan untuk memimpin Klasis Senja untuk periode 5 tahun mendatang).

Dengan suasana yang aman serta cuaca yang cerah, Ibadah singkat berlangsung dan di pimpin oleh Pdt. Nick Suebu. Dalam khotbanya yang terambil dari kitab perjanjian baru (PB), Matius 5:1-11, dengan perikop yakni “Penjala Ikan menjadi menjadi Manusia”.

Dalam penjelasan khotbanya, Pdt. Nick lebih menekankan bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini semestinya harus di lakukan sesuai dengan apa yang menjadi perintah Tuhan. Salah satu contoh yang di lakukan oleh Simon dan kawan-kawannya di Danau Genesaret, yakni walaupun sepanjang malam mereka sudah menebarkan jala namun tidak satupun dari mereka mendapatkan ikan. Ketika itu, Yesus datang kepada mereka dan meminta kepada mereka untuk bertolak ketempat yang lebih dalam untuk menebarkan ikan (pada ayat 1-4), pada ayat ke 5 Simon menjawab pengalamannya, dan berkata tetapi karena Tuhan yang menyuruhnya maka mereka siap untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam.

Simon merendahkan diri dan mengikuti apa yang di perintahkan oleh Tuhan, dan satu hal yang menjadi persoalannya Simon, telah diketahui oleh Tuhan Yesus, dan pada akhirnya apa yang tidak di pikirkan oleh Simon dan teman-temannya akhirnya terjawab sudah ketika mereka mendapatkan banyak ikan.

Kepada salah satu dari keempat Hamba Tuhan yang ada di depan kita dan sebentar akan di pilih oleh Tuhan melalui jemaat Shalom GIDI ini, jangan bekerja sesuai kemampuan dan keegoisan sendiri, tetapi lakukanlah pekerjaan di ladang Tuhan sesuai dengan kemauannya Tuhan, sebaliknya bukan kemauan pribadi kita semata. Sebab hari ini Tuhan memilih saudara, maka Tuhan yang sama pula telah siap untuk memakai saudara.

Dengan demikian saudara harus bekerja sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Tuhan, sebagai ayat pegangan bagi saudara-saudara dan juga jemaat sekalin ikutilah Matius 6:33 “Carilah dahulu kerajaan Allah maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu..”. Selanjutnya Doa Syafaat di pimpin oleh Pdt. Jonathan Marweri, S.Th dan Doa Berkat oleh Pdt. Nick Suebu.

Usai ibadah, dilanjutkan dengan kegiatan pemilihan Gembala, Wakil Gembala, Sekretaris dan Bendahara. 4 Calon yang di usung oleh Jemaat diantaranya: Ev. Yans Marweri, Ev. Yansen Daimoi, Ev. Elissa Marweri dan Ev. Donald Marweri. Pemilihan tersebut di lakukan dengan cara masing-masing pemilih menulis salah satu nama dari keempat Hamba Tuhan di dalam kertas kosong yang telah disiapkan oleh Protokol Ibadah, dan setelah itu dikumpulkan di dalam tempat yang sudah disiapkan.

Dari hasil pemilihan jemaat, maka terpilih menjadi Gembala dengan perolehan suara terbanyak sebanyak yakni, Ev. Yansen Daimoi, di susul Ev. Yans Marweri sebagai Wakil Gembala dengan perolehan suara sebanyak 11, sementara Sekretaris di jabat oleh Ev. Elissa Marweri dengan perolehan suara sebanyak 8 dan Bendara di jabat oleh Ev. Donald Marweri mendapat suara sebanyak 3.

Untuk diketahui acara pelantikan Gembala akan di lakukan pada beberapa waktu kedepan seusai adanya rapat bersama jemaat untuk penentuan hari “H” kegiatan, dan lokasi kegiatannya akan tetap di lakukan di Gedung Gereja Shalom GIDI Kampung Kwadeware-Dondai, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Usai kegiatan pemilihan dilanjutkan dengan acara pemotongan kue Ulang Tahun, yang di potong secara berturut-turut oleh Ketua Klasis GIDI Senja, Pdt. Nick Suebu, Mantan Ketua Klasis GIDI Senja, Pdt. Jonathan Marweri, S.Th, Mantan Gembala, Ev. Yans Marweri dan Gembala baru terpilih peride 2010-2013, Ev. Yansen Daimoi.

Setelah kegiatan pemotongan kue selesai, dilanjutkan dengan resepsi bersama dan kegiatan rekreasi bersama di kali Dosari. Selama kegiatan ini berjalan tidak ada hambatan misalnya seperti hujan dan lain-lain terjadi, ini suatu hal yang sungguh luar biasa terjadi, atas berkat dan pertolongan Tuhan Yesus. Kegiatan ini berakhir sekitar jam 15.30 WPB………Semoga..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

14 April 2010

Masih menjadi pertanyaan, Kapan Asrama Paniai di Perumnas III Jayapura di resmikan oleh Pemkab Paniai ?

Di awal bulan April 2010 lalu saya datang, menengok dan berkunjung ke adik-adik mahasiswa asal dari Kabupaten Paniai di Asrama Paniai. Dimana bangunan fisik asrama tersebut di bangun melalui dana APBD-Otsus pemerintah Kabupaten Paniai itu. Saya pun terpukul dan prihatin sekali serta hampir-hampir air mataku keluar ketika saya melihat bangunan asrama termegah tersebut yang telah selesai di bangun oleh kontraktor beberapa akhir bulan tahun 2009 silam, namun sayangnya hingga memasuki bulan April 2010 ini belum juga di resmikan bahkan tuntutan dari pihak kontraktor sebagian belum direalisasikan oleh pihak Pemkab Paniai.

Asrama Paniai tersebut terletak ditengah antara asrama Kerom dan asrama Yahukimo dan berada tepat di belakang jemaat Bethel gereja kemah injil (GKI) Papua. Yang menjadi pertanyaan di benak penulis bahkan adik-adik mahasiswa sendiri yakni, Kapan asrama Paniai milik kabupaten Paniai itu di resmikan ?

Informasi sementara yang saya dengar hentah itu benar atau tidak dimana Pemkab Paniai belum menyelesaikan sebagian dana kepada pihak kontraktor yang membangun asrama termegah itu.

Alhasil dari itu, hingga kini pihak kontraktor masih menahan sejumlah perabot asrama misalnya seperti Meja, Kursi, Papan tempat tidur, Kunci kamar asrama, pipa-pipa air dan lain-lain.

Sebagaimana data ini di input media ini dari adik-adik mahasiswa yang sementara sedang menempati dan menjaga asrama tersebut. Kepada media ini salah seorang mahasiswa (yang engan namanya dikorankan) mengatakan bahwa ya itu sudah kaka, sampai saat ini kita masih menunggu pak Bupati dan Wakil Bupati untuk menyelesaikan beban kepada kontraktor dan meresmikan asrama ini. Supaya kedepan kita juga bisa dengan tenang menempati semua kamar dengan serba lengkap dan bisa belajar dengan baik.

Sementara itu, sesuai pantaun media ini, atap bagian atas dari depan hingga belakang yang di pasang oleh kontraktor tidak dengan atap seng melainkan dengan atap plastik, dengan demikian atap tersebut terlihat sudah bolong akibat dimakan panas dan hujan. Kasihan sekali dengan mahasiswa yang ada di dalam asrama ini, dimana ketika datangnya hujan, mereka tidak tidur dengan tenang karena kalau hujan maka di dalam asrama itu akan mengalami genangan air akibat dari atap plastik yang sudah bocor itu.

Mengenai listrik setiap kamar di bebani uang 50 ribu per bulan untuk pembayaran listrik ke PLN. “Jadi untuk pembayaran listrik sementara ini masih dengan cara swadaya sendiri dari kami mahasiswa yang telah menempati kamar di asrama ini. Sebelumnya rencana pak Wakil Bupati meresmikan asrama ini pada bulan November dan Desember 2009 silam namun memasuki kedua bulan tersebut belum juga ada peresmian lagi. Ya, kami akan tetap ada di asrama ini sampai ada kejelian dari pemkab Paniai dalam artian menyelesaikan apa yang menjadi tuntutannya kontraktor dan meresmikan asrama ini,”jelas salah satu mahasiswa ketika ditanya media ini.

Dengan demikian, diharapkan kepada Pemkab Paniai, untuk dapat jelih dan serius menangani hal ini, sehingga kelak nanti mahasiswa yang kini menempati asrama tersebut bisa tempati dengan baik, dalam artian bisa konsentrasi belajar, dan tidak lagi pembayaran listrik ditanggung oleh mereka.

Hingga berita ini naik cetak, media ini belum sempat melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor di Jayapura dan juga pihak Pemkab Paniai, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Asisten, karena tidak berhasil di temui di Kantor Bupati Madi……Semoga !!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

31 Maret 2010

Operator Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, Dibekali Pengelolah SIM NUPTK Online oleh Ditjen PMPTK Pusat

Dalam rangkah pemutakhiran data Pendidik dan Tenaga Kependidikan berbasis online, maka Direktorak Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan menyelenggaran Pembekalan pengelolah simpul informasi NUPTK Online bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai/Kota, PPPPTK, LPMP dan Ditjen PMPTK.

Kegitan ini di laksanakan di 9 region untuk seluruh wilayah Indonesia, yang setiap regionnya terdiri dari beberapa provinsi Papua dan Papua Barat, yang di selenggarakan pada tanggal 29 Maret s/d 1 April 2010, bertempat di LPMP Provinsi Papua, Jalan Guru Kota Raja, Jayapura-Papua.

Kegiatan tersebut didasari berdasarkan Undang-Undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pada pasal 41 menyatakan bahwa “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu. Implikasi amanat undang-undang tersebut, pemerintah melalui Direktorak Jenderal Peningkatan Mutu pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemendiknas memiliki kewajiban untuk memfasilitasi PTK agar profesional dan bermartabat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan data PTK pada pendidikan Formal dan Non Formal."

Sementara itu, Tupoksi dari Ditjen PMPTK sesuai dengan PERMENDIKNAS nomor 8 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Ditjen PMPTK, pasal 2 menyatakan bahwa “Ditjen PMPTK mempunyai tugas merumuskan, melaksanakan kebijakan, dan standarisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan non formal.” Sekretaris Ditjen PMPTK sebagai subsistem Ditjen PMPTK memiliki tupoksi untuk melaksanakan pelayanan teknis, administrasi, pembinaan, dan koordinasi pelaksanaan tugas unit organisasi di lingkungan Ditjen PMPTK. Salah satu tugas Bagian Perencanaan, Sekretariat Ditjen PMPTK adalah melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi di bidang peningkatan mutu PTK.

Selanjutnya, sebagai implikasi undang-undang Nomor 14 tahun 2004 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang Guru, mendorong Ditjen PMPTK untuk merancang database online sebagai existing system Ditjen PMPTK, dalam rangkah menyiapkan rencana program peningkatan mutu PTK berbasis data, sehingga dibutuhkan data PTK yang benar, akurat dan mutakhir.

Berdasarkan hal tersebut, Ditjen PMPTK telah mengembangkan aplikasi SIM NUPTK Client Server, yang kehadirannya sangat membantu kelancaran dalam melaksanakan pemutakhiran data PTK. Untuk mampu mengaplikasikan SIM NUPTK CS, diperlukan pengetahuan dan keterampilan tertentu bagi Operator pendataan pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, PPPPTK, LPMP dan Ditjen PMPTK.

Kegiatan ini bertujuan untuk : “Mensosialisasikan penggunaan aplikasi SIM NUPTK Client server bagi pengelola data PTK pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, PPPPTK, LPMP dan Ditjen PMPTK. Memberikan pengetahuan tentang instalasi SIM NUPTK CS dan Importing data. Memberikan pengetahuan tentang SIM NUPTK CS sebagai generator NUPTK. Inventarisasi permasalahan dan perbaikan data pada SIM NUPTK CS. Melakukan integrasi data Pusat dan daerah menunggunakan SIM NUPTK CS. Memberikan informasi dan pengetahuan tentang analisa dan penyajian data PTK. Penjelasan tentang optimalisasi data NUPTK untuk sertifikasi guru. Mensosialisasikan wahana sebagai situs jejaring sosial PTK.”

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini diantaranya: “Tersosialisasinya penggunaan aplikasi SIM NUPTK CS bagi pengelolah data PTK pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, PPPPTK, LPMP, dan Ditjen PMPTK. Terbangunnya, pemahaman tentang instalansi SIM NUPTK CS sebagai generator NUPTK. Terinventarisasinya permasalahan dan perbaikan data pada SIM NUPTK CS. Terwujudnya rekapitulasi data PTK antara pusat dan daerah dengan menggunakan SIM NUPTK CS. Terbangunnya pemahaman tentang analisa dan penyajian data PTK. Peserta memahami tentang optimalisasi data NUPTK untuk guru. Dan tersosialisasikannya wahana sebagai situs jejaring sosial PTK kepada Dinas pendidikan Kabupaten/Kota, PPPPTK, LPMP dan Ditjen PMPTK.”

Kegiatan tersebut secara resmi di Buka pada Senin (29/3) dan di Tutup pada Rabu (31/3) Oleh Kepala LPMP Provinsi Papua, Saul Bleskadit, M.Si. Turut serta hadir sebagai Pengarah, Nara Sumber dan Instruktur dalam pelaksanaan ini adalah: “Sekretaris Ditjen PMPTK, Kepala Bagian Perencanaan Setditjen PMPTK, Kasubbag Rencana dan Program Setditjen PMPTK, Kasubag Evaluasi Pelaksanaan Rencana dan Program, Setditjen PMPTK, Konsultan Setditjen PMPTK dan Tim Pendataan Ditjen PMPTK.” Sementara hadir sebagai peserta diantaranya: “Pengelola Data Base NUPTK pada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat. Pengelola Data Base NUPTK pada LPMP Provinsi Papua dan Pengelola Data Base NUPTK pada Ditjen PMPTK.

Untuk diketahui publik bahwa materi kegiatan yang disampaikan pada kegiatan ini diantaranya: “Kebijakan Ditjen PMPTK, Kebijakan NUPTK Online 2010, Pengenalan SIM NUPTK CS, penjelasan SIM NUPTK CS dan Importing Data Base, penjelasan Manajemen User di SIM NUPTK CS, penjelasan Transaksi Data seperti Penambahan sekolah/instansi baru, penambahan individu baru, edit data, mutasi PTK, verifikasi data masuk, dan revisi data tertunda. Singkronisasi Data, penjelasan SIM NUPTK CS sebagai Generator, penjelasan Fitur laporan di SIM NUPTK CS, penjelasan Permasalahan dan Perbaikan Data, Konversi data ke SIM NUPTK CS, penjelasan Optimalisasi data SIM NUPTK untuk sertifikasi guru, penjelasan Analisa dan Penyajian data PTK, sosialisasi Wahana sebagai Situs Jejaring Sosial PTK dan Pre Test dan Post Test.”……..!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

30 Maret 2010

Kegiatan Musrenbangda Pemkab. Deiyai 2010, di Lakukan di Waghete

Bertempat di Aula Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai pada Kamis (25/3) dan Jumat (26/3) elum lama ini, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama berbagai Komponen Masyarakat yang berkompoten di wilayah Lingkup Pemerintahaan Kabupaten Deiyai melakukan kegiatan musyawarah rencana pembangunan daerah atau yang disingkat Musrengbangda setingkat Kabupaten.

Kegiatan tersebut di buka dan di tutup oleh Pejabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage. Kegiatan ini di Mediator oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Deiyai dan menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi Papua, dengan peserta diantaranya seluruh Pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Kapolres Paniai, Perwira Penghubung, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama, Tokoh Intelektual, LSM dan para undangan serta simpatisan lainnya.

Kegiatan ini berjalan aman-aman terkendali dan menghasilkan berbagai program pembangunan yang diusulkan untuk di masukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011 mendatang.

Program-program pembangunan yang di maskud diantaranya Kebutuhan Aparatur Daerah dan Kebutuhan Publik. Untuk kebutuhan Aparatur Daerah yang di programkan di tahun 2011 diantaranya, Pembangunan Kantor-Kantor SKPD, Pembangunan Rumah Jabatan Eselon II dan III, Kendaraan Dinas Eselon II, III dan IV, Perjalanan Dinas Eselon II, III dan IV.
Sementara itu, untuk Kebutuhan Publik yang di programkan di tahun 2011. Di bidang fisik dan infrastruktur, diantaranya; Jalan yang menghubungkan Deiyai-Paniai, Deiyai-Dogiyai dan Deiyai-Timika. Perlebar bahkan perpanjangan Bandara Waghete, Pembangunan Lapangan Terbang di Distrik Kapiraya, Pembangunan Dermaga Pelabuhan di distrik Kapiraya, pembangunan Tata Kota Waghete, Pembangunan Terminal Taxi dan beberapa pembangunan lainnya, pembangunan PLTA. Dibidang Kesehatan, Pendidikan, Kebudayaan, Sosial dan Politik, diantaranya menyangkut pembangunan Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesling, pembangunan dan rehabilitasi Sekolah dari TK s/d SMA, pembangunan perumahaan Guru, peningkatan Kesenian Daerah bahkan berbagai program lainnya. Dan di bidang perekonomian, diantaranya menyangkut Investasi-Investasi, PAD, pertanian, pariwisata dan lain-lainnya.

Semua Pimpinan SKPD Harus Bersatu

Pada kesempatan itu, Pejabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage dengan tegas menyampaikan kepada Pimpinan-Pimpinan SKPD, untuk saling bahu membahu serta bersatu di dalam memberikan keterangan bahkan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat Deiyai, ketika mereka (masyarakat-red) sangat memerlukan informasi dan atau mereka bingun serta keliru terkait dengan kegiatan Musrenbangda ini atau kegiatan-kegiatan pembangunan yang akan di lakukan saat ini dan kedepan, harap di paparkan dan diterjemahkan dengan baik.

“Anda Pimpinan SKPD, harus bekerjasama, bersatu, bahu-membahu, dan tidak saling menjatuhkan, serta bekerjalah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing bidang SKPD. Misalnya, Dinas PU, bicarakanlah seputar Infrastruktur fisik dan non fisik, begitu juga sama halnya pula dengan beberapa Dinas, Badan, Kantor atau SKPD lainnya.”jelasnya.

Dijelaskannya lagi, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, dimana karena tidak adanya kerja sama serta kita tidak memberikan informasi yang jelas dan benar kepada masyarakat, sehingga hal yang tidak kita sangka dan duga seperti demonstrasi itu bisa terjadi. Semoga hal-hal ini kedepan bisa kita atasi secara bersama-sama.
Ditambahkannya, apa yang di bahas dalam musyawarah ini tentunya akan menjadi usulan daerah ke Provinsi (Tanggung Jawab dan wewenangnya Provinsi), dan usulan ke Pusat (Tanggung Jawab dan Wewenangnya Pusat).

Yalimo dan Deiyai mendapat Apresiasi dari Provinsi

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Papua, Alex Rumaseb melalui stafnya dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada dua Kabupaten pemekaran yakni Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Deiyai.

Karena kedua kabupaten itu (baik Deiyai maupun Yalimo) telah melaksanakan kegiatan Musrenbangda di ibu kota Kabupaten dan tidak di daerah lain. Sementara beberapa kabupaten pemekaran lainnya, seperti Intan Jaya, Tolikara, Nduga, Lani Jaya, Puncak dan lainnya, dimana kegiatan Musrenbangda di lakukan di luar dari Ibu Kota Kabupaten masing-masing.

“Ini suatu penghormatan serta penghargaan yang baik kepada Yalimo dan Deiyai, karena dalam pelaksanaan kegiatan Musrenbangda di lakukan di Ibu Kota Kabupaten. Hal-hal semacam inilah yang diutamakan masyarakat di setiap daerah pemekaran. Supaya masyarakat juga bisa dapat turut menyaksikan bahkan mengetahui pasti proses-proses dari kegiatan perencanaan pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah daerah,”ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai informasi yang di himpun media ini, kegiatan Musrengbangda tingkat Provinsi akan di lakukan pada awal Bulan April 2010, di Jayapura Provinsi Papua………!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

01 Maret 2010

Septinus Tipagau: Freeport Segera Jelaskan Status Operasi di Intan Jaya

Yogyakarta--Intelektual Intan Jaya, Septinus Tipagai, SIP meminta segera kepada PT Freeport Indonesia untuk menjelaskan status operasinya. Dia menilai PT Freeport Indonesia telah lama memasuki wilayah adat suku Moni tetapi tidak pernah menjelaskan atau mengkoordinasi dengan masyarakat pemilik hak ulayat.

“PT Mine Service Internasional dan PT Mining Minerals adalah anak perusahaan Freeport Indonesia yang sudah lama beroperasi di wilayah adat orang Moni di Kabupaten Intan Jaya, Papua tetapi tidak pernah memberi penjelasan. Maka kami minta untuk segera melakukan pembicaraan dengan masyarakat pemilik hak ulayat,” kata alumnus Universitas Dirgantara Indonesia, Jurusan Hubungan Internasional.

Katanya, masyarakat adat Papua mempunyai pengalaman yang buruk dengan perusahaan. Perusahaan apa pun yang masuk di tanah Papua tidak pernah menghargai hak-hak adat. Ketika masyarakat meminta hak-hak mereka justru dihadapkan dengan pihak keamanan. Tidak pernah melaksanaan pembicaraan yang baik dengan pemilik hak ulayat dalam bentuk kontrak-kontrak kerja yang jelas.

“Sudah lama Freeport masuk di wilayah suku Moni yang memiliki populasi penduduk + 75.000 jiwa. Wilayah adat Moni sebelah timur berbatasan dengan Puncak Papua dan Puncak Jaya (gunung mbulu-mbulu), sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Paniai (bayabiru), sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Waropen (ular merah) dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Mimika/Timika (– 50 & Grasberg). Jadi, wilayah Moni ini berada di jantung Papua dan memiliki potensi kekayaan alam yang banyak dan masih utuh. Maka, perusahaan apa pun yang akan masuk dan yang sudah beroperasi harus melakukan pembicaraan dengan masyarakat. Jika tidak masyarakat akan melawan dengan berbagai macam cara,” kata mahasiswa Magister Administrasi Publik Universitas Gajah Mada ini.

Dia juga menilai PT Freeport Indonesia selama ini menghancurkan tatanan kehidupan orang Papua. Alamnya dia rusak, manusianya dibunuh melalui aparat keamanan yang menjaga perusahaan. Alam yang rusak (air) justru menambah penderitaan yang bentuk konkretnya adalah kematian ibu dan anak. Dia juga tidak pernah perhatikan soal pendidikan dengan baik.

“Saya minta Freeport harus memberikan jaminan hak hidup orang Moni sebelum beroperasi lebih jauh,” katanya. Tipagau mengatakan, perusahaan yang masuk jangan hanya koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Intan Jaya tetapi harus melibatkan masyarakat. “Pemerintah ada karena ada rakyat, maka hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat harus bicara dengan masyarakat,” katanya.

Katanya, berbagai investasi di Papua, khususnya di wilayah Moni harus mengacu pada Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Pada pasal 43 ayat 1 dan 5 mengatakan bahwa pemerintah provinsi wajib mengakui dan menghormati, melindungi, memberdayakan dan mengembangkan hak-hak masyarakat adat. Dan, memberikan mediasi aktif dalam usaha penyelesaian sengketa tanah ulayat dan bekas hak perorangan secara adil dan bijaksana, sehingga dapat dicapai kesepakatan yang memuaskan para pihak yang bersangkutan.

Maka itu ia meminta PT Freeport Indonesia (PT. Mine Service Internasional, PT Mining Minerals) harus membuat perjanjian hitam di atas putih isinya menyatakan bahwa perusahaan siap membangun jalan infrastruktur dari Paniai/Bayabiru ke Intan Jaya, dari Waropen ke Intan Jaya dan dari Puncak Papua ke Intan Jaya; perusahaan harus mendukung dalam usaha-usaha kecil (mikro) pribumi; perusahaan siap menjamin keamanan, bukan pelanggaran, kekerasan, dipukul dan lain-lain; perusahaan harus membangun listrik; perusahaan harus membangun perumahan warga; perusahaan harus membangun, mengembangkan dan memberdayakan SDM; memberikan jaminan bahwa rakyat tidak akan pernah dihadapkan dengan aparat keamanan dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun.....Semoga (Jemmy Gerson Adii-Yermias Degey/Wikimu.com)


seLENgkapnya......

Keberhasilan Figur, Keberhasilan Rakyat

Penyampaian visi dan misi seorang figur yang hendak menduduki suatu jabatan di pemerintahaan sudah tentunya disampaikan pada saat kampanye. Dalam berkampanye seorang figur selalu berkata serta menyampaikan tepat sasaran dan menyentuh hati masyarakat. Mengapa, sebab didalam berkampanye banyak hal-hal baik yang disampaikan menyangkut peningkatakan pembangunan sesuai dengan penuturan seorang figur ketika berkampanye dihadapan ribuan rakyat.

Ketika seorang figur itu diangkat menjadi pemimpin, maka disitulah dirinya mencapai keberhasilan. Tetapi pada dasarnya keberhasilan seorang figur tidak hanya sampai disitu, karena masih banyak hal yang perlu dibenahi. Pepatah mengatakan membangun suatu daerah sangatlah tidak mudah seperti membalik telapak tangan, dengan itu maka untuk menuju kearah keberhasilan tentunya akan ada begitu banyak tantangan berupa keluh kesah yang datangnya dari mana saja, seperti bagaikan ombak yang sangat terjal.

Berbagai pesan yang disampaikan oleh seorang figur sudah tentunya, saat itu pula jua telah terekam di telingah dan benak ribuan masyarakat disaat berkampanye. Dalam benak hati dan pikiran masyarakat timbul suatu pertanyaan yang bakal akan dijawab oleh figur yang telah menduduki suatu jabatan dipemerintahaan tertentu, baik provinsi, kabupaten dan kota.

Sebagai pertanyaan dari masyarakat adalah visi dan misi yang dipromosikan seorang figur lewat tim suksesnya beberapa waktu lalu saat turun ke lapangan atau kampung adalah apakah akan benar-benar terealisasi secara bertahap mulai dari periode pertama hingga periode terakhir, serta berjuta harapan dari suara hati rakyat dituturkan masyarakat kepada tim sukses dari seorang figure akan benar-benar dikerjakan dan jika dikerjakan apakah akan menyentuh rakyat atau tidak, sebab semuanya telah diterima serta ditimba oleh tim sukses dari seorang figur tersebut.

Begitulah yang terjadi dimana-mana, salah satunya seperti yang sudah terjadi di Kabupaten Nabire yang telah diduduki oleh putra asli Mee dari Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Dogiyai terbaik menurut masyarakat, sebab masyarakatlah yang memilih mereka (figure). Siapakah ke dua figur tersebut dengan pasangannya? Figur yang akan memimpin Kabupaten Nabire Periode 2010-2015 yakni Bpk. Isaias Douw dan Mesak Magai sebagai Bupati dan Bpk. Magai sebagai Wakil Bupati untuk Periode 2010-2015.

Kedua figur berpasangan di kabupaten ini telah dipilih sesuai dengan hati nurani masyarakat pada beberapa waktu lalu, dan kini telah masuk pada masa-masa mendekatnya pelantikan. Kini berjuta harapan dinantikan rakyat. Harapan yang dimaksud adalah menyangkut pembangunan baik di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur baik jalan, jembatan dan lain sebagainya.

Sebaik mungkin kedua figur hendaknya membangun daerah haruslah mengacu pada visi dan misi yang pernah disampaikan pada saat berkampanye di wilayah Kabupaten Nabire. Apabila dalam pelaksanaannya nanti jika program-program tersebut tidak menentu kepada hati rakyat maka hal itu akan menjadi isu yang kurang enak dari masyarakat kepada kedua figure di pemerintahaan Nabire.

Sebab keberhasilan seorang figur pada dasarnya bukan karena pribadi atau ego seorang figur bersama tim suksesnya itu sendiri, namun itu merupakan hasil perjuangan keras dari pada rakyat secara umum di kabupaten Nabire, sehingga penulis beranggapan bahwa keberhasilan seorang figur adalah keberhasilan dari rakyat……….Semoga!!!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

Dampak Negatif dari Miras, Membunuh Generasi Muda Papua

Dari petikan kop diatas sangat jelas mengingatkan kepada kita bahwa semua gejolak yang terjadi di alam raya ini atau di bumi persada ini adalah akibat dari adanya konsumsi minuman keras (miras). Mengapa tidak, dan kenapa setiap manusia saat menkonsumsi miras selalu dan selalu diakhiri dengan adanya pertikaian, pertengkaran bahkan dari pertikaian maupun pertengkaran itu akhiri dengan maut.

Semua persoalan sosial apapun yang terjadi dilingkungan sekitar kita baik itu di kompleks, gang-gang, pusat pertokoan, perkantoran, pasar, terminal atau pun tempat-tempat strategis lainnya, diakibatkan karena miras.

Sesuai analisa penulis, terjadinya gejolak itu tanpa adanya ruang dan waktu, atau bisa terjadi kapan saja! Bisa saat ini, bisa pagi hari, siang, sore, malam dan sebagainya. Realita kehidupan manusia di muka bumi ini sungguh sangat disayangkan ternyata ada orang yang dipandang baik-baik akan menjadi buruk ketika orang tersebut dihantui miras.

Sesuai pantauan penulis di lapangan, selama ini akibat dari miras banyak menimbulkan hal-hal yang anarkis, sebenarnya masih banyak hal-hal yang wajar dilakukan oleh orang-orang baik namun kewajaran itu selalu saja terlewati begitu dan malah miras yang dinomor satukan.

Banyak orang beranggapan bahwa dengan bantuan miras akan menyelesaikan segala persoalannya, tetapi justru terbalik malah dengan adanya miras persoalan yang bakal rumit tambah rumit serta tambah sulit diselesaikan.

Pihak penegak hukum dalam hal ini polisi sebagai keamanan dan pengayom bagi masyarakat di daerah pemerintahaan baik provinsi, kabupaten, kota bahkan hingga ke distrik dan kampung selalu berupaya untuk secara ketat menurunkan tingkat gejolak tersebut, tetapi justru malah gejolak itu kian waktu semakin meningkat.

Berbicara mengenai gejolak, tentu saja ada pembaca yang mengetahui ada juga yang belum mengetahui, untuk itu secara sederhana saja penulis menjabarkan bahwa singkat arti dari gejolak adalah sesuatu persoalan atau kasus yang tidak dipastikan terjadi akan terjadi akibat dikuasai dengan emosional bahkan ada rasa dendam maupun lain-lainnya terutama lewat kebisaaan-kebisaaan buruk bagi manusia itu sendiri.

Ketika gejolak itu merana disana sini maka yang terjadi adalah tindak kekerasan dalam rumah tangga (ibu dan anak jadi korban), perkelahian antar kelompok atau individu, kecelakaan lalu lintas seperti ketabrakan mobil atau motor, pemerkosaan, pembunuhan bahkan kasus kriminal lainnya. Semua gejolak itu tidak lain terjadi hanya karena setiap orang baik individu maupun kelompok mengkonsumsi miras.

Secara logika kasus-kasus tersebut diatas selalu terjadi setiap saat dalam kehidupan kita sehari-hari, coba kita bayangkan hanya dalam sehari saja banyak kasus-kasus yang terjadi, seperti perkosaan disana sini, pertengkaran hingga unjungnya perkelahiaan, bahkan banyak persoalan lainnya.

Banyak media khususnya di negara kesatuan republik ini baik eloktronik maupun cetak menyiarkan atau memberitakan berita gejolak yang terjadi di masyarakan terutama di daerah-daerah yang sudah maju atau di kota. Selain itu juga gejolak itu saat ini sudah, mulai dan sedang merambat ke daerah-daerah pedalaman.

Dari problematika gejolak diatas, perlu kita menyadari baik penulis maupun semua penggemar membaca tulisan ini guna dapat mencermati baik-baik apa judul diatas, ketika kita mencermati maka pasti kita akan dapat memahami dan mengerti betul, langkah-langkah apa yang patut dilakukan kita kedepan, sehingga dapat mengatasi semuanya itu.

Untuk itu, diakhir tulisan ini sangat diharapkan kepada semua pemimpin di tanah papua ini baik di provinsi papua maupun provinsi papua barat, agar dapat jelih berbuat sesuatu hal yang pasti sesuai dengan apa yang dilihat, apa yang didengar dan apa yang dirasakan, guna menuntaskan gejolak yang makin membarah di belahan bumi ini lebih khusus tanah papua ini.

Masing-masing pemimpin perlu mengembangkan percaya diri, dan percaya diri itu dibangun dari pribadi seorang pemimpin yang takut akan Tuhan dan berjiwa besar. Semua itu bisa diatasi, kecuali ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang pelarangan miras, sepatutnya perda pelarangan miras diberlakukan di seluruh daerah baik di Papua maupun Papua Barat.

Saat ini, adalah saat yang tepat untuk seorang pemimpin daerah bertindak sesuai dengan mata, telinga dan hati. Jika berlaku demikian maka setiap gejolak yang tiap saat terus melambung tinggi, pasti dengan sendirinya akan menurun.

Efek Miras Hancurkan Generasi Muda

Persoalan papua dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Perubahan itu bukan saja terjadi pada sisi baiknya, namun pada tulisan ini terlebih disinggung pada sisi buruknya, seperti halnya persoalan penting yang hingga sampai dengan detik ini masih terus bergulir, misalnya perdagangan besar-besaran minuman keras atau yang lebih dikenal dengan miras.

Miras tersebut diperdagangkan ke tanah papua yang berlebel tertentu, sudah tentunya memiliki tingkat alkoholnya sangat tinggi kebanding miras-miras lainnya yang dijual di luar Tanah Papua. Berbicara tentang miras tentunya bukan hal baru, namun itu merupakan hal yang sudah menjadi bahan dasar bagi para penentu kebijakkan dalam hal ini pihak pejabat pemerintahan baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah untuk kembali melihat secara jelih kondisi tersebut.

Penulis berargumen, ada dua sisi yang terkait dengan pengaruh miras diantaranya secara positif maupun negative. Dari sisi positifnya miras adalah salah satu sumber bagian dari retribusi pajak untuk daerah yang selama ini dikenal dengan sebutan pendapatan asli daerah (PAD). Sedangkan dari sisi negatifnya melalui konsumsi miras adalah fatal bagi perkembangan generasi muda yang ada di Tanah Papua pada umumnya dan lebih khususnya lagi di kabupaten teluk bintuni.

Akibat atau efek dari konsumsi miras masalahnya sangat bermacam-macam, misalnya menimbulkan tindak kejahatan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan meningkatnya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) baik di darat maupun di laut, yang mana semuanya itu hanya karena dipicu dari miras.

Khususnya dikalangan masyarakat Papua pada umumnya bahwa dampak negative dari konsumsi miras adalah merencanakan sebuah kejahatan, melalui berbagai cara.
Persoalan-persoalan tersebut yang kemudian berimbas pada permusuhan horisontal atau antara kelompok masyarakat sendiri terjadi, sesuai realita di kalangan masyarakat melalui hemat saya akhirnya menjadi permusuhan itu mengakibatkan tidak adanya kedamaian, ketentraman dalam kehidupan masyarakat suku sougb moskona.

Dengan kejadian-kejadian seperti begitu membuat masyarakat yang sebenarnya ingin menikmati pembangunan serta menjadi subjek dalam pembangunan, tentunya tidak bisa. Dengan alasan, karena dia mau kerja atau lakukan sesuatu apapun selalu berhati-hati bahkan tidak bebas untuk melakukan tindakan apapun, karena takut suanggi.

Sudah saatnya pihak penentu kebijakkan mengambil satu langkah konkrit dalam hal memberantas miras di papua, itupun jika menyayangi rakyat. Dengan cara segera menghentikan secara total peredaran, pendistribusin, pengkonsumsian miras di Tanah Papua secara keseluruhan, dan jangan hanya sebatas menertibkan peredaran miras itu tidak boleh terjadi demikian. Dengan satu jalan yakni pihak eksekutif dan legislatif duduk bersama bila perlu undang semua komponen masyarakat untuk bahas dan selanjutnya membuat sebuah dasar hukumnya dalam bentuk rancangan peraturan daerah (RAPERDA) yang selanjutnya di sahkan menjadi peraturan daerah (PERDA) penghentikan pemasok, penjualan, pendistribusian bahkan sampai ke konsumsi miras di daerah ini.

Untuk semua jenis miras, baik itu minuman lokal (MILO) seperti Bobo, Saguer serta minuman Bir, Manseng, Wisky Robinson dan sejenis miras lainnya. Sehingga kedepan setiap daerah harus punya tujuan sama dengan kota manokwari, sehingga tidak perlu ada pemasokan miras lagi di bintuni, sebab dampaknya memang sangat fatal terhadap generasi muda.

Selain kejadian kejahatan, masih ada kasus-kasus lainnya seperti anak-anak sekolah di tingkat SD, SMP hingga SMA sudah bisa mengkonsumsi miras. Akibat lainnya juga menimbulkan penyakit yang ujung-ujungnya kematian. Pendapatan asli daerah (PAD) bukan solusinya sebab masih ada PAD lainnya, maka itu sekali lagi kepada pemerintah daerah jangan selalu kwatir tentang PAD, sebab bintuni kaya raya, tanpa PAD dari miras pun tentunya ada PAD yang lain.

Kalau dicermati SDA di Tanah Papua pada umumnya cukup menunjang, sementara miras dengan pekerja seks komersial (PSK) tidak punya retribusi yang signifikan walaupun menurut pertimbangan pemerintah daerah bahwa miras punya penghasilan atau PAD yang signifikan serta PSK, tetapi bagi masyarakat sangat merugikan serta merusak pola berfikir masyarakat terutama generasi penerus Orang Papua di dua Provinsi ini baik Papua maupun Papua Barat.

Sebaiknya pihak pemerintah provinsi papua, papua Barat dan saeluruh kepala daerah beserta wakil rakyat dapat berfikir secara bijaksana dalam artian memutuskan melalui pembuatan perangkat hukum dalam bentuk PERDA. Bukan berarti menertibkan saja tetapi menghentikan secara total, sehingga diharapkan perda pelarangan pemasokan, perdagangan serta konsumsi miras di Tanah Papua di buat oleh pemda akan sama dengan Kabupaten Manokwari, selanjutnya akan diikuti semua daerah di wilayah Papua......!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

Awali Masa Kerja Perdana, Bupati dan Kabinetnya melakukan Kunker ke Sejumlah Distrik di Deiyai

Mendekatkan hati bersama masyarakat melalui kunjungan kerja (Kunker) adalah komitmen dari kepemimpinan Drs. Blasius Pakage dan seluruh kabinetnya yang di lantik pada beberapa bulan lalu di Waghete (pusat ibu kota Kabupaten Deiyai).

Pasalnya, kunker tersebut di lakukan oleh Bupati Pakage dan jajarannya pada tanggal 9 hingga 12 Desember 2009 lalu di beberapa distrik yang merupakan bagian dari wilayah pemerintahaan Kabupaten Deiyai.

Distrik-distrik tersebut diantaranya, Distrik Tigi, Distrik Tigi Timur, Distrik Tigi Barat, Distrik Kapiraya dan Distrik Bouwobado.

Kunjungan tersebut itu di lakukan selama empat hari berturut-turut, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu pertengahan bulan Desember 2009 lalu. Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah bertatap muka serta perkenalan dengan aparat di tingkat Distrik dan Kampung serta masyarakat, selain itu juga dalam rangkah memberikan bantuan keagamaan kepada Tokoh-Tokoh agama di masing-masing distrik tersebut.

Dalam kaitan dengan mendekatkan hati kepada masyarakat maka prioritas pertama adalah melakukan kunjungan ke beberapa Distrik dan kampung khususnya di wilayah Pemerintahaan kabupaten Deiyai. Beberapa waktu lalu Bupati, Sekda beserta jajarannya mengunjungi beberapa Distrik di wilayah Pemerintahaan Kabupaten Deiyai, dalam rangkah Tatap Muka serta Perkenalan dengan Aparat dan Masyarakat setempat dan Memberikan Bantuan Keagamaan, serta memberikan bantuan bibit pohon untuk penanaman penghijauan kembali alias ”One Tree One Man”.

Arak-arakan masyarakat di beberapa distrik yang juga di hadiri oleh masing-masing Kepala Distrik menyambut kedatangan Bupati beserta rombongannya, dengan tarian ala khas suku Mee.

Pada kesempatan itu juga, bupati dan jajarannya menyerahkan bantuan keagamaan serta bibit-bibit pohon guna penanaman kembali. Dalam kegiatan penyerahan bantuan dana yang dipusatkan di masing-masing kantor Distrik. Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage dalam arahan menyampaikan bahwa beliau bersama kabinetnya hadir untuk merintiskan daerah baru ini dari ketertinggalan di berbagai sektor pada tahap pondasi ini.

Pasalnya, untuk membangun Kabupaten Deiyai ini, diistilahkan tidak segampang membalik telapak tangan ibu, maka dari itu hadirnya Pemerintah karena adanya rakyat (masyarak-red), sebaliknya pun demikian.

Dengan demikian, maka dibutuhkannya dukungan dari semua masyarakat demi menjawab secara bertahap visi dan misi Kabupaten Deiyai yakni ”Pelan-pelan tapi pasti jadi”......!!! (Jemmy Gerson Adii)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com