God Bless You All and Me

13 Oktober 2011

365 Guru Terima Dana Insentif dan Kesejahteraan

Apa yang ditunggu-tunggu guru-guru akhirnya terjawab sudah. Tepatnya pada Rabu (12/10) dan Kamis (13/10) bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai sebanyak 365 Guru Se-Kabupaten Deiyai menerima Dana Insentif dan Kesejahteraan.

Untuk diketahui total dana Insentif dan Kesejahteraan yang di bayarkan pihak Pemkab Deiyai melalui Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai kepada Guru-Guru yakni sebesar Rp. 1.905.250.000,-

Pembayaran itu dilakukan berdasarkan Golongan I, II, III, dan IV. Pasalnya, untuk Golongan III dan IV dipotong PPH dan PPN masing-masing guru mendapatkan Rp. 4.800.000 per orang dan pada Golongan I dan II tanpa ada potongan PPH dan PPN masing-masing Guru mendapatkan Rp. 5.300.000. per orang

Sesuai pantauan media ini, pembagian Dana Insentif dan Kesejahteraan berjalan aman dan terkendali. Pasalnya pembagian tersebut di saksikan oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd bersama staf-stafnya dan juga pihak Anggota Polsek Waghete.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada wartawan mengatakan apresiasi yang besar kepada semua Guru-Guru, karena sudah bersabar dan menungguh hak-hak mereka hingga proses pembagian ini. Apapun yang dilakukan oleh pihaknya, ketika memulai tahapan administrasi hingga sampai proses pembayaran ini mempunyai kendala, namun kendala-kendala itu bisa berlalu hingga sampai pembayaran ini berlangsung.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi yang besar kepada semua guru-guru, karena sudah menungguh hingga sampai dengan pembayaran ini. Walaupun ada pihak-pihak tertentu yang berusaha untuk memprovokasi guru-guru dengan memperkeruh situasi yang baik ini menjadi buruk. Tetapi, saya sangat senang karena guru-guru tetap terus bersabar, sekali lagi terima kasih banyak untuk kesabarannya dan juga kerjasama serta kekompakannya.”tegasnya sembari menambahkan bahwa hal-hal yang menjadi kesalahan itu akan menjadi pelajaran penting bagi kita, supaya kedepannya akan menjadi baik. (jga)

seLENgkapnya......

27 September 2011

Pembayaran Insentif dan Kesejahteraan berdasarkan DPA !

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd kepada wartawan mengatakan bahwa setiap Pembayaran Insentif dan kesejahteraan bagi Staf dan Guru-Guru dilapangan setiap tahun itu dilakukan berdasarkan DPA Dinas Pendidikan yang disahkan oleh DPRD Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, Kata Kadin “Jangan ada oknum atau kelompok-kelompok tertentu yang mengambil kesempatan untuk mau menjatuhkan nama baik kami dengan mengatakan bahwa Kepala Dinas yang memangkas hak-haknya Guru-Guru dilapangan.

Kalau memang begitu, itu berarti saya sebagai pimpinan dari Staf bahkan guru-guru dilapangan mau taruh muka dimana. Semua kita harus melalui koordinasi, jangan asal kata-katanya saja dan menyebarkan bahasa yang tidak-tidak kesemua pihak sehingga memperbesar persoalan. Hal-hal inilah yang namanya provokator dan yang mau merusak Negara ini khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Deiyai,”.

“Saya sebagai putra daerah merasa kesal, karena hal-hal yang tidak benar selalu di bilang benar, dan malah memperkeruh keadaan. Kita dari Dinas sudah menawarkan untuk mau membayar sementer satu duluan, tetapi, pada tanggal 18 Agustus berdasarkan kesepakatan dari Guru-Guru melalui Tim yang dibentuk menyampaikan bahwa telah sepakat untuk menerima dana Insentif dan Kesejahteraan apabila 2 Semester.

Sekarang harus tetap menungguh, karena untuk memproses semester berikutnya juga membutuhkan waktu, baik waktu untuk menyiapkan berkas administrasi juga waktu untuk menungguh pemrosesan dari pihak Keuangan Daerah”tegasnya, Selasa (27/9).

Disamping itu juga perlu diketahui oleh semua pihak bahwa yang menghambat proses pencairan dana Insentif dan Kesejahteraan bukan dari Kepala Dinas melainkan dari Oknum-Oknum yang ada di Dinas bahkan yang memperlambat pencairan adalah dibagian Keuangan Setda Kabupaten Deiyai. Jangan ada oknum yang melemparkan batu kemudian sembunyi tangan. Kita bekerja di Deiyai harus bekerja dengan berjiwa Nasionalis, bukan Isme. (jga)

seLENgkapnya......

Proses SK CPNS 2009 di Pemkab Deiyai di Pertanyakan

Proses SK CPNS 2009 untuk Pemerintah Kabupaten Deiyai masih menjadi pertanyaan? Hal ini disampaikan salah satu perwakilan dari CPNS Formasi 2009 Kabupaten Deiyai, Jemmy Adii, kepada media ini, Rabu (28/9) kemarin.

Menurutnya, selama ini dirinya bersama rekan-rekan lainnya terus mengecek di kantor BKD yang berkedudukan sementara di Mes Koramil Waghete. Namun belum juga ada tanda-tanda positif yang jelas dari Staf yang bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, kapan BKD Kabupaten Deiyai akan membagikan SK CPNS formasi 2009? Patut dipertanyakan kinerja BKD, dan mungkin pak Bupati Deiyai, Bapak Hengki Kayame akan mengetahuinya secara dekat, karena sudah memperhambat nasib banyak orang.

“Kalau dibandingkan dengan teman-teman yang sama-sama lolos pada formasi 2009 di kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Papua hampir semua sudah terima SK CPNS. Ada pula yang bahkan sudah mengikuti prajabatan.“Tetapi, kenapa di Deiyai ini bisa terlambat begini? Apa yang menjadi kendalanya sampai BKD belum pernah sampaikan informasi terkait proses SK CPNS Formasi 2009 ini?,”kata Jemmy mempertanyakan.

Sebaiknya, Bupati Deiyai jangan menutup mata, tetapi tolonglah mempertegas stafnya khususnya yang bekerja di BKD Deiyai supaya bisa mempercepat proses SK, karena tinggal menghitung bulan lagi, tentunya akan ada penerimaan CPNS tahap ketiga untuk tahun 2011 ini. (jga)

seLENgkapnya......

Diindikasi ada Pemalsuan Tandatangan Kadin, Pihak Keuangan diminta Teliti Administrasi

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S. Pd menegaskan kepada Pihak Dinas Keuangan dan Pimpinan Pemegang Kas Daerah PT. Bank Papua Cabang Enarotali harus teliti dalam setiap Administrasi SPD, SPP dan SPM yang masuk, khususnya Administrasi dari Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai.

Pasalnya, jangan memberikan pencairan dana bagi siapa saja hentah itu oknum-oknum Staf di Kantor bahkan Kontraktor yang memalsukan tandatangannya Kepala Dinas. Karena hal ini menyangkut pertanggung jawaban kedepan yang akan diberikan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kepada pihak BPK.

“Jadi sebaiknya, sebelum pemrosesan dana harus koordinasi dulu dengan Pimpinan SKPD, atau sebaiknya mendapatkan persetujuan memo dari Pimpinan SKPD. Karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya (2010-red) yang kami temukan dilapangan, ada oknum-oknum staf dinas yang memalsukan tanda tangan saya selaku Kepala Dinas,”terangnya.

Hal ini (Pemalsuan Tandatangan) yang merupakan reputasi orang lain, tidak seenaknya dilakukan sembarangan oleh orang lain. “Sekarang saya teliti dan saya akan memberikan Instruksi tegas kepada pihak Keuangan dan juga Pimpinan Pemegang Kas Daerah PT. Bank Papua Cabang Enarotali, supaya terlebih dahulu harus meneliti administrasi sebelum tahap pemrosesan pencairan dana.

Saya lakukan ini, supaya setiap dana yang keluar baik melalui kegiatan Rutin Kantor maupun kegiatan Proyek dapat keluar dengan teratur serta kedepannya mudah untuk diketahui jumlah besar dana dan tentunya pada akhirnya memudahkan juga pada bukti fisik dari kegiatan yang dilakukan dilapangan.”tandasnya. (jga)

seLENgkapnya......

06 September 2011

TPN/OPM Dideadline Kembalikan 2 Pucuk Senjata

Adanya ancaman dari aparat Polres Paniai agar Panglima TPN/OPM John Yogi segera menyerahkan dua pucuk senjata api hingga batas akhir Rabu (7/9) dan apabila tak diindahkan, aparat kepolisian akan melakukan operasi pengejaran dan penyisiran, mendapat penolakan dari Badan Pengurus Harian Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua.

Pasalnya, apabila dilakukan operasi pengejaran dan penyisiran terhadap TPN/OPM pimpinan John Yogi yang membawa lari dua pucuk senjata, maka dikhawatirkan akan mengorbankan ratusan bahkan ribuan warga sipil yang tak berdosa. Demikian disampaikan Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua Pdt. Dr. Benny Giay didampingi Ketua Departemen Litbang KINGMI di Tanah Papua Pdt. Albert Kesya MA, Wakil Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Matius Murib ketika melakukan audiensi dengan Ketua Komisi A DPRP Ruben Magai SIP, guna menyikapi isu rencana operasi pengejaran dan penyisiran terhadap TPN/OPM pimpinan John Yogi yang membawa lari dua pucuk senjata.

Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua Pdt. Dr. Benny Giay menegaskan menyikapi isu rencana operasi penyisiran dan pengejaran TPN/OPM sebagaimana terjadi di seluruh Gereja di Paniai bahwa Polres setempat telah menyampaikan pengumuman pada Rabu (7/9) akan dilakukan operasi penyisiran dan pengejaran terhadap TPN/OPM untuk mengembalikan dua pucuk senjata yang dirampasnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta Komisi A DPRP, Polda Papua memberikan ruang kepada pimpinan masyarakat dan Gereja untuk melakukan negosiasi dan berbicara dengan John Yogi dan kawan kawan. Pasalnya, sesuai laporan umat di Paniai bahwa Selasa (6/9) aktivitas pemerintah dan warga lumpuh dan cukup banyak warga yang terpaksa mengungsi lantaran trauma. Hal ini menyusul isu rencana operasi penyisiran dan pengejaran TPN/OPM di Paniai.

“Kami minta Komisi A DPRP dan Kapolda dapat mengambil langkah langkah guna mencegah jatuhnya banyak korban warga sipil,” katanya kepada Bintang Papua di Ruang Kerja Ketua Komisi A DPRP, Jayapura, Selasa (6/9).

Ketua Departemen Litbang KINGMI di Tanah Papua Pdt. Albert Kesya MA menegaskan, isu rencana penyisiran dan pengejaran terhadap TPN/OPM diawali ketika umat tengah melakukan Camping Rohani di Kampung Madi, Distrik Enaro, Kabupaten Paniai pada tanggal 26 Juli 2011 yang tak jauh dari lokasi yang diduga markas TPN/OPM. Tapi tiba tiba aparat Brimob Paniai menyerbu dan merampas barang barang termasuk 40.000 butir peluru, uang cash Rp 50 Juta, 12 Hand Phone, 10 pasang anak panah, 1 unit sepeda motor Yamaha RX King dirampas aparat Brimob.

Wakil Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Matius Murib terkait hal ini menegaskan 3 hal yang perlu diperhatikan baik aparat pemerintah, aparat keamanan serta elemen masyarakat. Pertama, tak ada lagi pembenaran yang digunakan siapapun sipil atau militer untuk melakukan kekerasan dan jatuh korban. Pasalnya, perlakuan kekerasan dan penyiksaan ditolak lembaga HAM diseluruh dunia termasuk di Indonesia yang sudah meratifikasi tentang kekerasan dan penyiksaan.

Kedua, untuk menghindari jatuhnya korban warga sipil perlu dilakukan negosiasi yang membutuhkan waktu lama dan tak bisa didead line seperti itu.

Karena itu, tambahnya, semua pihak yang berkepentingan polisi, tokoh tokoh yang ada harus sabar dan melakukan fungsi negosiasi dengan pimpinan TPN/OPM.
“Bagaimanapun juga warga disana seperti John Yogi dan rombongan masih bisa mendengar dan mengerti,” tukasnya.

Dijelaskannya, tak ada alasan yang bisa dipakai untuk memaksa, hari ini Rabu (7/9) dilakukan operasi penyisiran dan pengejaran terhadap TPN/OPM di Paniai. Konteksnya harus lebih luas dan senjata milik negara harus berada di tangan negara. Tapi tak bisa dipakai sebagai justifikasi untuk dilakukan operasi penyisiran dan pengejaran terhadap TPN/OPM.

“Kalau mau lihat ini tak relevan. Kalau mau melihat masalah senjata secara keseluruhan. Ada puluhan pucuk senjata yang ada di pihak yang tak berwewenang untuk memegang senjata,” tukasnya.

“Karena itu tak bisa memaksakan kehendak yang pada akhirnya mengorbankan warga sipil. Itu tak diharapkan.

Menurutnya, semua orang akan menggunakan senjata ataupun barang lain sebagai alat bargaining untuk tujuan tertentu. Tapi apabila memaksanya untuk mengembalikan senjata tak pernah menyelesaikan soal.

Ketua Komisi A DPRP Ruben Magai SIP menandaskan pihaknya menghimbau kepada Kapolda Papua Irjen Drs BL Tobing untuk melakukan pendekatan kemasyarakatan dan bukan pendekatan militerisme yang justru membuat masyarakat ketakutan dan traumatis. (mdc/don/l03)

seLENgkapnya......

Masyarakat Tidak Terprovokasi dengan Isu-Isu

Anggota Komisi Hukum dan HAM DPRP Provinsi Papua, Nason Uti, SE kepada wartawan Bintang Papua, Selasa (6/9) kemarin menyampaikan Pemerintah memiliki kuasa untuk mengantisipasi peristiwa apapun yang terjadi di daerah.

Dikatakannya, masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang berasal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga membuat adanya keresahan, kepanikan dan traumatis yang sebagaimana terjadi di beberapa kampung seperti, Madi, Kopo, Uwamani dan lain-lain di Distrik Paniai Timur dan Disitrik Ekadide dan Aradide, Kabupaten Paniai.

“Situasi daerah menjadi trauma dan kepanikan terjadi berawal dari ulahnya beberepa pejabat yang tidak betah bertugas yang selalu keluar daerah tanpa urusannya yang tidak jelas dan tidak diketahui atasannya. Dengan demikian, akibatnya di beberapa sekolah seperti SD, SMP, SMA dan di beberapa Dinas juga kantornya di tutup (tidak aktif sampai sekarang). Sehingga harus diaktifkan kembali aktivitas baik proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dan bertugas sebagai pegawai negeri di kantor,”tegasnya.

Masih dikatakannya, dua pucuk senjata Api jenis SKS yang di rampas oleh TPN/OPM di Polsek Aradide itu segera di kembalikan ke Polres Paniai.
Sementara itu, hal senada juga ditegaskan oleh Naftali Kobepa, SE (Anggota DPRP Papua bahwa pihak TPN/OPM maupun TNI/POLRI diharapkan menjaga keamanan secara kondusif, tidak boleh tercipta situasi bakal datangnya DOM (singkat dari Daerah Operasi Militer) ke dua di daerah ini.

Ditambahkan pula bahwa masyarakat menjalankan tugas sebagaimana biasa, baik sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pegawai Negeri/Swasta, Guru/Siswa di sekolah bahkan sebagai Petani dan pula sebagai nelayan. (cr-35/jga)

seLENgkapnya......

Gereja Himbau Umat di Paniai Tetap Tenang

JUBI --- Rencana pihak keamanan melakukan pengejaran terhadap dua pucuk senjata api yang diduga ada di tangan kelompok TPN OPM pimpinan John Magay Yogi, makin meresahkan warga masyarakat. Dalam situasi demikian, pimpinan Gereja di Paniai telah berupaya memediasi kedua belah pihak untuk menempuh jalan damai, namun tampaknya tidak membuahkan hasil.

“Gereja sudah berusaha mediasi, tetapi rupanya masing-masing tetap pertahankan dan jika terjadi pencarian terhadap dua pucuk senjata itu, kami mau menghimbau agar tidak mengorbankan warga masyarakat yang juga umat Tuhan,” kata Pastor Dekan Dekanat Paniai, Pater Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr, pada misa pembukaan Bulan Kitab Suci di Gereja Katolik Paroki Santo Yusup Enarotali, Minggu (4/9) pagi.

Himbauan tersebut disampaikan lantaran tidak ada solusi setelah dimediasi pimpinan Gereja, sehingga langkah apa yang akan diambil oleh kedua belah pihak tidak sampai mengorbankan warga sipil seperti kejadian beberapa tahun silam di Timika, Wasior dan daerah lain di Tanah Papua.

Ditegaskan bahwa untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat yang sama sekali tidak tahu menahu, kedua belah pihak silakan mengambil lokasi tertentu. Kemudian pihak TPN OPM tidak menyusup dalam pemukiman warga, begitupun TNI/Polri tidak memanfaatkan warga lokal untuk menunjuk atau mengantar ke lokasi TPN OPM. Warga tidak perlu dilibatkan atau dicurigai lagi, biarkan umat Tuhan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

“Gereja dan komplek sekitarnya juga tidak dijadikan tempat persembunyian,” ujarnya sembari menegaskan, persoalan perampasan dan pengejaran dua buah pucuk senjat adalah persoalan antara TNI/Polri dan TPN OPM, bukan persoalan masyarakat Paniai.

Gereja Kingmi Sinode Papua Koordinator Paniai, Pdt. Gerard Gobay, S.Th dan Pdt. Hans Tebay, S.Th dari Gereja Pentakosta juga menyatakan hal yang sama, bahwa jemaat di wilayah Kabupaten Paniai tidak bersalah karena memang tidak terlibat dalam perampasan senjata itu. Maka, jika ada pencarian terhadap dua pucuk senpi, tidak boleh mengorek warga dan tidak dibenarkan warga menjadi sasaran dalam pencarian senjata.

“Masyarakat tidak salah dan itu masalah antara pelaku perampas senjata dengan pihak keamanan saja,” tegasnya.

Sementara itu, kepada mereka yang sering menjadi informan bagi kedua belah pihak, diminta agar tidak mengembangkan isu tidak benar. Jangan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melaporkan yang tidak-tidak demi melampiaskan amarah, iri hati dan dendaman masa lalu entah karena ada masalah pribadi tertentu diantara warga masyarakat itu sendiri.

Selain di Enarotali dan Madi, sebagian orang yang berdomisili di Kampung Dagouto, Muyadebe, Uwamani, Kugitadi, Yukeikebo, Badauwo dan Toko yang memang letaknya tak jauh dari Eduda, markas TPN OPM, sudah mengungsi. Sedangkan sebagian besar keluarga memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Menurut salah satu warga Wegamo, kampungnya saat ini sudah kosong. Tak terlihat lagi orang seperti hari-hari sebelumnya. “Kami terjepit diantara dua belah pihak. Sekarang pemerintah daerah harus segera bertanggungjawab untuk amankan situasi di kabupaten ini.”

Surat Polres Paniai

Polres Paniai pada beberapa waktu lalu telah mengedarkan sebuah Surat Pemberitahuan dengan Nomor R/01/VIII/2011/RES PANIAI. Dalam surat yang ditandatangani Kapolres Paniai, AKBP Jannus P Siregar, S.Ik, meminta pimpinan TPN OPM Devisi II Makodam IV Markas Eduda, Sdr. Jhon Magay Yogi agar segera mengembalikan 2 (dua) pucuk senpi organik milik Polsek Aradide kepada Polres Paniai sebelum batas waktu tanggal 7 September 2011.

Poin ketiga dalam surat klasifikasi rahasia itu, “Apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan, 2 (dua) pucuk senpi tersebut tidak diserahkan kepada Polres Paniai, maka akan dilakukan upaya pencarian 2 (dua) pucuk senpi tersebut.”

Surat tertanggal 29 Agustus 2011 ini merujuk (poin pertama) Laporan Harian Intelijen Nomor R/52/LHK/VIII/2011/INTELKAM tanggal 16 Agustus 2011 tentang Penyerangan dan Perampasan 2 (dua) pucuk Senjata Api Organik jenis SKS milik Polsek Aradide yang dilakukan oleh kelompok TPN/OPM pimpinan Jhon Magay Yogi pada hari Selasa tanggal 16 Agustus 2011. (J/04)

seLENgkapnya......

Boaz Solossa Ungguli Rooney dan Ronaldo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Boaz Solossa di kancah persepakbolaan Indonesia sudah tak bisa dielakkan ketenarannya. Pemain asli Papua ini kini menajdi pemain tumpuan baik di klubnya Persipura maupun di timnas Indonesia.

Hebatnya lagi, nama Boaz ternyata juga diakui di dunia setelah dinobatkan sebagai pemain yang mengalahkan pemain termahal dunia Christiano Ronaldo dan striker andalan Manchester United Wayne Ronney dalam hal mencetak gol.

International Federation of Football History & Statistics (IFFHS) adalah sebuah badan internasional independen yang tak terikat dengan FIFA yang mengumpulkan sejarah dan rekor statistik sepakbola dunia. IFFHS mengumumkan Top Skorer Dunia 2011. Boaz masuk dalam daftar top skorer dunia 2011 versi IFFHS tersebut. Ia berada di peringkat ke 39 dengan lima gol. Ternyata posisi Boaz setara dengan striker Villarreal asal Brasil, Nilmar. Keduanya sama-sama mencetak lima gol, dan kelima-limanya untuk klub mereka. Boaz bahkan lebih diakui ketajamannya daripada striker dunia lainnya macam Fernando Torres ataupun Wayne Rooney, yang bahkan tak ada di dalam daftar top skorer dunia yang dirilis oleh IFFHS.

Pemuncaki daftar top skorer dunia versi IFFHS ini adalah striker muda Manchester United dan Meksiko, Javier ‘Chicharito’ Hernandez. Ia berhasil mengoleksi 11 gol di level internasional, dengan perincian tiga gol bersama United di ajang Liga Champions, dan delapan gol lainnya ketika berseragam Meksiko.
Posisi kedua ada striker Porto yang baru saja mencetak rekor di ajang Liga Europa, Radamel Falcao. Striker asal Kolombia ini juga total mencetak 11 gol, namun dengan perincian yang berbeda 10 gol untuk Porto di Liga Europa dan satu gol untuk negaranya. Selanjutnya Giuseppe Rossi, yang bermain untuk Villarreal dan timnas Italia. Striker yang diincar oleh Barcelona ini total mencetak sembilan gol, hasil kerja kerasnya mencetak enam gol untuk Villarreal di ajang Liga Europa dan tiga gol untuk Gli Azzurri. Dengan prestasinya ia berada di posisi ketiga sebagai pencetak gol terbanyak versi IFFHS.
Awalnya Boaz menempati ranking 50 dunia, namun kemudian melorot di posisi 53 pada Juli 2011. Bahkan ia harus puas di ranking 85 pada akhir Agustus dari total 88 pemain di berbagai klub dan negara. Pemain terbaik Indonesia itu lebih unggul dari pemain termahal dunia Christiano Ronaldo atau Steven Gerrard yang juga tidak masuk dalam jajaran top skorer versi IFFHS.
Kini, setelah Absen bermain melawan Iran pada leg pertama kualifikasi Piala Dunia 2014, Boaz dipastikan akan menjadi starter kala menjamu bahrain di SUGBK. Akankah Boaz kembali menunjukkan taringnya?

seLENgkapnya......

04 September 2011

Hak dan Kewajiban harus Seimbang

Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH, M.Hum dalam pertemuan dengan para guru-guru di Aula Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai beberapa pecan lalu menegaskan bahwa ketika kita (Guru-Guru, red) menuntut hak-hak kita, jangan lupa kewajiban kita. Dalam artian menurut Kayame, “Kita bisa saja menuntut hak kita, asalkan tidak terlepas dari kewajiban kita yang harus kita laksanakan. Sebaliknya jangan kita minta, hak namun kita perdulikan kewajiban kita. Jadi hak dan kewajiban yang kita lakukan harus seimbang,”tegasnya dihadapan Guru-Guru di Aula Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, beberapa pecan lalu.

Terkait dengan hal Insentif dan Kesejahteraan, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Deiyai, Athen Edowai, S.PAK sangat mengharapkan agar supaya tidak ada oknum-oknum tertentu yang membesar-besarkan persoalan khususnya di bidang Pendidikan, jika selagi persoalan itu bisa diselesaikan. Untuk itu, kata Athen, sangatlah dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, seperti Guru, Dinas Pendidikan dan Pemerintah, supaya persoalan itu bisa diselesaikan dengan aman dan damai.

“Jika adanya kerjasama yang baik antara semua pihak, maka persoalan pun yang terjadi tentunya akan diatasi pula secara bersama dalam waktu yang singkat,”tegasnya.

Ketika ditanya mengenai hak Insentif dan Kesejahteraan yang terlambat dan kepastian pembayarannya. Kepada Bintang Papua, Sabtu (3/9) Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd mengatakan perlu diketahui bahwa yang menghambat proses pencairan dana Insentif dan Kesejahteraan bukan dari Kepala Dinas melainkan dari Oknum-Oknum yang ada di Dinas bahkan yang memperlambat pencairan adalah Plth. Bupati Deiyai, berinisial BB, BA (yang kini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Deiyai, red) dan dibagian Keuangan Setda Kabupaten Deiyai. Jangan ada oknum yang melemparkan batu kemudian sembunyi tangan. Kita bekerja di Deiyai harus bekerja dengan berjiwa Nasionalis, bukan Isme.
Untuk itu, Kata Kadin, proses pembayaran dana Insentif dan kesejahteraan akan dibayarkan usai lebaran. “Dana Insentif dan Kesejahteraan II Triwulan ada. Kami bisa bayar, tetapi maunya Guru-Guru harus 4 Triwulan, jadi yang jelasnya, pembayaran Insentif dan Kesejahteraan 4 Triwulan akan dibayarkan usai lebaran”. (cr-35/jga)

seLENgkapnya......

Masyarakat Sipil Jadi Korban Keresahan Dan Traumatis

Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Kabupaten Paniai, Esebius Gobai kepada Wartawan Bintang Papua diruang kerjanya Kamis (2/9) lalu mengatakan dirinya sangat memprihatinkan karena masyarakat sipil yang menjadi korban keresahan dan traumatis, hanya karena kepentingan yang terjadi di Kabupaten Paniai pada belakangan terakhir ini. Menjadi pertanyaannya dengan kejadian-kejadian ini, siapa yang akan bertanggung jawab atas terjadinya situasi tersebut ?

Dikatakannya, pemulihan situasi demikian ini perlu partisipasi aktif dari berbagai unsur atau stakeholder baik itu Penguasa Daerah atau Pemerintah Eksekutif dan Legislatif juga POLRI/TNI dan Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Lembaga-lembaga peduli kemanusiaan lainnya yang ada di kabupaten Paniai ini .

Sementara itu, Ketua LPPNRI juga menghibau kepada kepala-kepala Distrik dan Kepala-kepala kampung bahwa terus memberi pemahaman kepada masyarakat sipil jangan terprovokasi terhadap informasi yang sudah, sedang dan akan berkembang yang sifatnya meresahkan sekalipun.

Ia berharap kepada pihak keamanan yang berkompoten di daerah ini seperti TNI dan POLRI baik Organik maupun nonorganik untuk dapat menjaga stabilitas keamanan diwilayah hukumnya masing-masing baik ditingkat Distrik maupun Kabupaten sebagai Abdi Negara dan Bangsa.

“Mewujudkan Paniai Daerah Zona Damai adalah tugas kita bersama baik Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Akademisi dan Intelektual bahkan pula lembaga-lembaga peduli masyarakat. Kita semua harus bergandeng tangan melihat dan mencegah bakal terciptanya hal-hal yang tidak kita inginkan, yang datang dengan berlatar belakang apa dan bagaimanapun adalah tanggung jawab kita bersama,”tegasnya.

Ditambahkannya, dirinya sebagai pimipinan Investigasi Hukum dan HAM daerah bertugas sebagai perpanjangan tangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi di tingkat Pusat dan Provinsi, akan tetap bekerja demi rakyat. Jika ada masyarakat sipil yang menjadi korban tanpa adanya kesalahan, tentunya dapat diproses secara hukum yang berlaku di Negara ini. (cr-35)

seLENgkapnya......

Guru Rakyat Yang Terlupakan

Pendidikan untuk semua (Education For All) adalah bertalian dengan amanat Undang-Undang bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan yang layak. Realitas menunjukkan bahwa pada tataran implementasinya dua kutub pendidikan seperti pendidikan nonformal dan Informal tidak digarap secara maksimal. Jika demikian siapa bertanggungjawab ?

Entahlah dalam rubric ini hendak menampilkan secercah pemikiran dari seorang ibu rumah tangga (Assa Kayame, red) yang memiliki komitmen tinggi untuk mendidik rakyat dari Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai. Menurut bincang-bincang dengan penulis belum lama ini dengan Ibu Assa Kayame yang dikenal dengan sebuah julukan GURU RAKYAT, sapaan seperti ini dilontarkan oleh para warga belajar yang ia (Assa Kayame, red) didik setiap sore hari. Secara spontan, ibu dari lima`anak ini menjelaskan “Awal mula munculnya keinginan untuk mengajar adalah sebuah karunia yang langsung Tuhan berikan kepada saya”ujarnya.

Ibu yang kesehariannya rajin membaca Alkitab ini mengutarakan bahwa dirinya tidak pernah sekolah pada jenjang sekolah dasar (SD) sekalipun tetapi ia punya Tuhan yang memberikan karunia sehingga dirinya mengajar kepada masyarakat yang sama sekali tidak tahu membaca, menulis, dan menghitung (3M). Ketua kaum ibu sidang jemaat Emanuel Ikotu klasis Paniai Barat ini berujar bahwa sejak pertama sekali Ia muncul keinginan lantaran para kaum ibu ini tidak bisa membaca alkitab justru tidak tahu baca dan tulis, setelah pulang kerumah saya berpikir panjang lebar mengapa warga jemaat lain tidak tahu baca, namun akhirnya bisa membaca juga.

Kerinduan seperti ini semakin membara dalam hati nurani ibu Assa. Ketika itu pula langkah kongkrit yang ditempuh adalah mengajar kepada suaminya Yusup Mote dan Anak Kandungnya Orison Mote yang kini mengenyam pendidikan di jenjang pendidikan sekolah lanjutan pertama (SLTP). Menurutnya, “Tugas pokok saya sebagai ibu rumah tangga tidak bisa saya lepas dan tugas sambilan yang saya manfaatkan adalah mengajar kepada warga belajar. Selanjutnya orang pertama yang diajar selain suami dan anak kandung saya adalah empat orang ibu rumah tangga.

Disela-sela waktu mengajar penulis mendatangginya dan secara polos, ibu yang puluhan tahun mengabdi sebagai Guru Rakyat ini dengan polos mengakui bahwa dalam proses belajar dan mengajar saya tidak biasa menggunakan media pembelajaran dan atau buku-buku penunjang lainnya sebagai acuan dasar, tetapi materi dan metode ajar muncul dalam hati kemudian saya transfer kepada warga belajar. Pasalnya, proses belajar ini saya mengandalkan Tuhan Yesus, jadi sebelum ajar selalu dibuka dengan Doa lalu ditutup dengan doa juga,”tuturnya.

Anak pertama dari Dewaituma Kayame ini menuturkan bahwa disekolah formal dirinya mengajar SD kurang lebih 6 tahun dan mengajar SMP/SMA kurang lebih 3 tahun, sementara untuk warga belajar yang diajarnya selama 4 tahun. Anak-anak didiknya yang diajarnya sudah pintar membaca dan menulis, kemudian setelah ditamatkan lalu menerima warga belajar yang baru. Istri dari Yusup Mote ini juga mengatakan bahwa soal honorarium setiap ia mengajar berbeda-beda. Misalnya, khusus yang ibu-ibu janda tidak diminta honor sedangkan yang bersuami istri dan yang dianggap mampu diwajibkan upah mengajar sebesar Rp. 20.000,- setiap warga belajar (WB). Sedangkan Honor dan bantuan dari luar seperti Peralatan Belajar tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah hingga sekarang.
Sejak itu juga ia berujar bahwa sejak tahun 1984 sekelompok ibu-ibu datang ke rumah untuk meminta di ajar. Anehnya sejak datang kerumah ia melontarkan dua pertanyaan pada calon warga belajar antara lain Mau selesai 6 tahun ? atau 4 bulan ? kalau 6 tahun dirinya tidak tahu tetapi kalau diajar selama 4 bulan ia mampu ajar. Kedua pertanyaan seperti dilontarkan lalu para warga belajar menjawab dengan perasaan tegang kemudian memilih hanya 4 bulan saja. Kemudian setiap tahun ia mengajar hanya dalam empat bulan saja diantaranya tiap bulan Pebruari, Maret, April, Mei, Juni dan Juli.

Mama yang postur tubuhnya kecil ini membeberkan bahwa metode yang saya biasa gunakan dalam mengajar adalah menggunakan pengenalan secara alfabetis/huruf, angka-angka dan mengejah antara huruf hidup dan huruf mati yang lazim disebut vocal dan konsonan. Siasat lain yang digunakan dalam proses mengajar adalah diajar dalam dua versi bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Mee (Ekari-red). Selanjutnya penulis bertanya secara spontan semenjak itu beliau mengutarakan bahwa dari tahun 1984 sampai tahun 2006 ia mengajar sebanyak 98 orang dan mereka semua sudah pintar membaca dan menulis serta menghitung. Ditargetkan bahwa dengan kemampuan baca, tulis,yang dimiliki para warga belajar diharapkan mampu membaca Alkitab.

Ia (Assa Kayame-red) dalam tahun ini akan diajar 10 warga belajar tanpa honor dari siapapun. “Harapan saya paling kuat bahwa diakhirat saya akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah yang mempunyai seluruh alam raya ini beserta manusia. Dalam pada penuturan terakhir ketua kaum ibu ini mengharapkan perhatian yang realistis dari Pemerintah Daerah Propinsi lebih khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai dalam hal ini Instansi terkait yakni Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Paniai oleh karena saya ajar ini membantu program pemerintah. Beliau bilang sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bahwa kedepan akan ada program pemerintah, ternyata hingga kini ada program pemerintah tentang pemberantasan buta huruf, jadi saya harap sekali lagi perlu sekali ada perhatian yang seriuas dari pemerintah terutama DPRD dan Dinas P dan P Kabupaten Paniai !!! (Tiborius Adii-Penulis adalah Pemerhati Pendidikan Non-formal di daerah dan Alumnus Program Pendidikan Non-Formal FKIP/UNCEN ABEPURA-JAYAPURA- PAPUA)

seLENgkapnya......

17 Agustus 2011

Bupati Deiyai : “SK CPNS 2009 akan di Proses”

Sekitar puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009, usai upacara bendera, Rabu (17/8) mendatangi Kantor Bupati. Tujuan dari kedatangan mereka adalah untuk melakukan pengecekan terkait dengan SK CPNS Formasi pengangkatan 2009 yang hingga kini belum dibagikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai.

Puluhan CPNS tersebut diterima langsung oleh Penjabat Bupati Deiyai, Hengki Kayame, SH. M.Hum berserta pejabat teras SKPD di lingkungan Pemkab Deiyai, tepatnya di halaman kantor Bupati Deiyai.

Dengan nada singkat dan jelas, Penjabat Bupati Deiyai, Hengki Kayame, SH. M.Hum menyampaikan kepada puluhan pendemo tersebut bahwa apa yang ade-ade lakukan itu tidak salah karena itu merupakan hak-haknya ade-ade. “Saya akan koordinasi dengan Kepala BKD Deiyai, apa yang menjadi kendalanya, supaya dalam waktu dekat, SK CPNS Formasi 2009 sudah bisa diproses dan dibagikan,”kata Bupati Kayame.

Ditempat terpisah, salah satu CPNS Formasi 2009, Jemmy Adii ketika ditemui media ini, Rabu (17/8) mengharapkan agar Penjabat Bupati Deiyai, Hengki Kayame, SH. M.Hum segera memproses SK tersebut.

Pasalnya, kata Jemmy. “Karena seangkatan formasi 2009 kami, di Kabupaten-Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Papua hampir semuanya sudah menerima SK CPNS, bahkan ada yang sudah mengikuti Prajabatan. Yang kami mau tanyakan kenapa di Deiyai bisa lambat begini, apa yang menjadi kendalanya sehingga belum juga ada informasi yang pasti dari BKD terkait dengan proses SK CPNS Formasi 2009 ini,”. (jga)

seLENgkapnya......

Hengki Kayame SH. M.Hum, “Segera Ajukan Pengunduran diri dari Jabatan”

Terkait Cabup dan Cawabup dari Eselon II dan III

Terkait dengan Pejabat daerah bereselon II dan III yang akan mencalonkan diri sebagai calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Deiyai, agar segera mengajukan pengunduran diri dari Jabatannya. Demikian di tegaskan oleh Penjabat Bupati Deiyai, Yance Kayame, SH. M.Hum, Rabu (17/8) dalam Pidatonya pada puncak peringatan HUT RI ke 66, di Lapangan bola Kaki Waghete, Distrik Tigi.

“Hal itu dilakukan supaya tidak dapat menggangu jalannya kegiatan pemerintahaan carateker serta juga tidak mengganggu yang bersangkutan dalam pencalonannya. Dengan demikian kepada seluruh Cabup dan Cawabup setelah menerima surat pemberitahuan dari KPU, maka segera mengajukan pengunduran diri dari jabatannya yang diembang sekarang, supaya tidak menggangu kelancaran pencalonannya nanti dan juga kegiatan pemerintahaan di Dinas, Kantor, Badan atau Bagian,”tegas Kayame.

Disamping itu pula, Bupati menegaskan kepada ketua-ketua Partai yang ada di Kabupaten Deiyai agar dapat benar-benar memberikan rekomendasi kepada siapa pun dia orang yang benar-benar dipercayai dan jangan memberikan rekomendasi dengan bersifat dualisme, jika demikian berarti kita sudah menanamkan bibit kehancuran untuk Deiyai ini, dengan demikian sifat-sifat “Is” (Marga, Suku dan Agama) harus di hilangkan dari Deiyai.

Bupati Yance mengatakan akan membuatkan suatu kesepakatan atau komitmen berbentuk badan hukum Notaris kepada semua yang mencalonkan diri, henta itu dari luar maupun dalam dilapangan terbuka atau ditengah masyarakat, supaya yang kalah mendukung yang menang, dan sebaliknya yang menang merangkul yang kalah di depan Notaris, sehigga persoalan ini kita selesaikan cukup di Deiyai dan tidak perlu kita bawah ke Mahkama Konstitusi (MK). (jga)

seLENgkapnya......

Tugas Pokok Utama Bupati : “Pembenahan Pemerintahaan dan Mempersiapkan Pemilukada"

Penjabat Bupati Deiyai, Hengki Kayame, SH. M.Hum mengatakan dua pokok tugas utama yang akan dilakukannya di Kabupaten Deiyai dimasa pemerintahaannya yang kedua ini yakni melaksanakan Pembenahan terhadap Pemerintahan yang ada dan mempersiapkan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Devinif Kabupaten Deiyai.

Untuk itu, Ujar Kayame apa yang menjadi tugas pokoknya tak luput juga dibutuhkan kerjasama dari seluruh Staf Pemerintahaan baik Eselon II, III, IV dan non Eselon serta seluruh komponen masyarakat baik Tokoh Agama dari berbagai denominasi Gereja, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Masyarakat, oraganisasi-organisasi yang ada dan TNI/POLRI untuk sama-sama dengannya mensukseskan dua pokok utama tersebut.


Kedua pokok tugas utama ini, tidak keluar dari apa yang dilakukan oleh penjabat Bupati Deiyai sebelumnya yakni, Drs. Blasius Pakage. “Yang paling inti Saya hadir dikabupaten Deiyai bukan untuk merubah apa yang di jalankan oleh Penjabat sebelumnya, namun sebaliknya untuk melanjutkan apa yang ditinggalkan Penjabat Bupati Deiyai sebelumnya, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi dalam kurung waktu 1 tahun untuk melaksanakan Pembenahan terhadap pemerintahan yang ada dan untuk mempersiapkan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Deiyai ini,”terangnya dalam Pidatonya pada puncak peringatan HUT RI ke 66, 17 Agustus 2011, di Lapangan bola Kaki waghete, Distrik Tigi.

Pada kesempatan itu, Kayame menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mantan Penjabat Bupati Deiyai pertama, Drs. Blasius Pakage yang tidak kenal lelah dalam meletakan dasar-dasar pembangunan di Kabupaten Deiyai tercinta ini sebagai daerah otonomi baru selama kurung waktu 2 tahun. (jga)

seLENgkapnya......

14 Agustus 2011

Kadin Dikbudpora : Kenapa Mobil Dinas Pendidikan yang diserahkan ke KPU ?

Menanggapi komentarnya mantan Plh. Bupati Deiyai, Basilius Badii, BA yang dilansir media PapuaPosNabire, edisi Sabtu (13/8) pekan lalu dengan Kop, “Dukung Pemilukada KPU Deiyai di Fasilitasi Mobil.”. Dimana penyerahaan mobil dinas kepada sejumlah instansi termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deiyai pada beberapa hari lalu, tidak dilatari unsur kepentingan tertentu. Pembagiannya sudah sesuai kebutuhan dan hal itu didukung adanya usulan serta Surat Keputusan sebagai bukti legalitas pemanfaatan kendaraan dinas yang di Anggarkan tahun 2011.

Menurut Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Senin (15/8), kalau memang tidak dilatari unsur kepentingan dan pembagiannya sudah sesuai aturan, kenapa Mobil Dinas Pendidikan yang di korbankan dan diserahkan kepada KPU Kabupaten Deiyai. Apakah tidak ada mobil lain selain mobil Dinas Pendidikan ? Jika demikian sudah menyalahi aturan, karena KPU adalah satu lembaga Independen yang keberadaannya dibawah kendali KPU atasan baik Provinsi maupun Pusat.

Sesuai Informasi yang diterimanya, dari Kepala DPKAD Kabupaten Deiyai, Bambang. Beliau mengatakan bahwa didalam SK Mobil itu adalah mobil dinasnya Pendidikan, tetapi Plh. Bupati Deiyai (Sekda), Basilius Badii, BA yang menyerahkan kepada KPU Deiyai.
“Wah, sudah diserahkan kepada KPU, lalu dibilang tidak ada kepentingan dan pembagiannya sudah sesuai kebutuhan. Perlu di ingat bahwa ini merupakan Aset Daerah,”terangnya tegas.

Jadi, kata Adii, jangan memutarbalikan kata, ini memang fakta dilapangan, Kenapa selalu mobil Dinas Pendidikan yang jadi korban, pada hal Dinas Pendidikan adalah Dinas paling teratas dari semua dinas yang ada diseluruh Indonesia, dan sudah tentu tanpa adanya kendaraan Dinas, menyulitkan Kadin untuk bekerja. Mari kita buang jauh-jauh unsur iri, cemburu dan lain-lainnya dari Deiyai dan kita mengedepankan kerjasama, bukan saling menjatuhkan serta ambisius.

“Semua ini merupakan tantangan, dan saya terima dengan berjiwa nasional, karena sekarang yang menjadi focus perhatihan kami yakni membangun Kabupaten Deiyai melalui Bidang Pendidikan baik fisik maupun non fisik.”tegasnya. (jga)

seLENgkapnya......

07 Agustus 2011

Hilangkan "IS"dari Deiyai

Siapapun dia pemimpin yang dipilih dan dilantik harus kita terima dengan jiwa besar, sehingga proses pembangunan tetap berlanjut untuk kepentingan kemajuan daerah dan masyarakat di Kabupaten Deiyai. Untuk itu, Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH yang telah dilantik pekan lalu di Jayapura, ataupun siapa yang terpilih menjadi Bupati Definif Kabupaten Deiyai melalui pesta demokrasi, entah dia putra terbaik dari Deiyai, Paniai atau dari Papua lain, kita semua harus mendukung, asalkan pemimpin tersebut dalam kebijakannya tidak membeda-bedakan Marga, Suku dan Agama, akan tetapi berposisi netral.

Kita mendengar kabar bahwa seorang putra terbaik Paniai telah dilantik menjadi Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH menggantikan Drs. Blasius Pakage yang masa jabatannya telah berakhir beberapa bulan lalu. Hengki Kayame dilantik secara resmi oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai, M.Si atas nama Presiden RI di Aula Gedung Negara, Jayapura, Kamis (4/8) pekan kemarin.

Menurut saya untuk melanjutkan pemerintahaan yang sudah lebih dahulu dirintis oleh Penjabat Carateker sebelumnya yakni Drs. Blasius Pakage, sangatlah tidak muda seperti membalikan telapak tangan.

Pasalnya, kita ketahui bahwa dari banyak Pemimpin Putra terbaik yang mencalonkan diri, baik di masa pemerintahaan Carateker ini maupun Definitif nantinya, tentu pada akhirnya lewat berbagai test yang dilakukannya hanya satu Pemimpin Putra Terbaik yang akan di tetapkan dan dipilih Masyarakat, Alam Deiyai bahkan di Berkati Tuhan untuk menjadi orang nomor satu di pemerintahaan Kabupaten Deiyai yang penuh dengan kekayaan alam ini.

Untuk itu kepada setiap Pemimpin yang dipilih dan dilantik perlu menerapkan kapasitasnya sebagai Pemimpin yang berhasil dan jujur dengan bermodalkan takut akan Takut, berjiwa nasional, tidak ber-KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), memiliki sifat dewasa dalam mengimplementasikan kinerjanya dilapangan serta membentuk kabinetnya tidak membeda-bedakan Marga, Suku dan Agama.

Jika beberapa syarat-syarat itu ditekuni dengan baik oleh siapun dia Pemimpin tersebut, maka akan berpengaruh positif juga pada roda pemerintahaan yang sudah, sedang dan akan terus dijalankan dalam berbagai bidang. Baik di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur Fisik dan Non Fisik, Ekonomi Kerakyatan dan lain-lain sebagainya di Kabupaten Deiyai yang merupakan milik masyarakat 5 Distrik yakni Distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado serta masyarakat Suku Nusantara.

Bagi saya dengan dilantiknya Hengki Kayame, SH sebagai Bupati Carateker Kabupaten Deiyai dapat memberikan dampak positif yang baik, tentu untuk melanjutkan pembangunan dan menata pemerintahan.

Sekurangnya ada dua hal urgen yang mesti dilakukan oleh Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai saat ini. Secara Intern, yakni : Membangun hubungan komunikasi dan tali persaudaraan diantar semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang selama ini terkesan berjalan masing-masing membuang jauh-jauh sifat isme (marga, suku, agama) yang seringkali dilakukan oleh segelintir oknum baik mahasiswa, kaum intelektual, PNS, Non PNS maupun masyarakat. Perlu dilakukan juga kegiatan Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dari semua denominasi gerejagereja yang ada di wilayah Kabupaten Deiyai.

Secara Ekstern, yakni: Segera memproses SK CPNS Formasi 2009, menyelesaikan hak ulayat lokasi Pembangunan perkantoran Pemerintahaan Kabupaten Deiyai di Tigido, Menyelesaikan pembayaran hak ulayat pembangunan lapangan terbang di Waghete.

Kemudian, memfasilitasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016 serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai yang telah dibuka pendaftarannya bagi calon kandidat dari jalur independen (perseorangan) dan masih menanti itikad baik pemerintah daerah untuk memfasilitasinya agar KPUD dapat menjalankan tugasnya hingga tahap akhir nanti.......Semoga !!! (Oleh : Jemmy Gerson Adii, SE-Penulis adalah Tokoh Pemuda Deiyai dari Distrik Tigi Timur)

seLENgkapnya......

05 Agustus 2011

Tim Festival Budaya Deiyai dapat Dana Pembinaan dari Dinas Dikbudpora

Tim Festival Budaya dari Deiyai beberapa hari lalu mendapatkan dana Pembinaan sebesar 150 juta dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Deiyai.

Kepada media ini, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd, Jumat (05/8), dengan tegas mengatakan bahwa dana Pembinaan yang diberikan oleh Pemerintah diharapkan dapat di manfaatkan atau digunakan sebaik-baik mungkin dalam kegiatan Festival Seni Budaya Bulan Agustus 2011 ini di Jayapura.

Dikatakannya, belajar dari pengalaman tahun lalu (2010-red), maka itu dalam perjalanan menuju ke tempat kegiatan di Jayapura dan selama mengikuti kegiatan dapat diikuti dengan baik, dan jangan lupa Berdoa.

“Dana yang diberikan itu bukan dana yang hanya dilakukan untuk foya-foya dalam perjalanan, tetapi dengan sedikit dana yang diberikan itu harus dimanfaatkan sesuai apa yang di butuhkan dalam perjalanan, karena dana itu adalah dana Pembinaan, bukan dana khusus atau lain-lainnya,”terangnya.

Kepada Pengurus Tim, diharapkan mengkoordinir semua anggota atau pesertanya baik dalam perjalanan maupun setelah tiba di tempat kegiatan Festival di Jayapura. “Dengan menghadiri kegiatan atau iven ini, sudah tentu merupakan perwakilan dari Kabupaten Deiyai, dan diharapkan juga dapat mengharumkan dan menjaga nama baik Kabupaten Deiyai selama kegiatan berlangsung di Jayapura.”tandasnya. (jga)

seLENgkapnya......

04 Agustus 2011

Maju Tidaknya Kabupaten Deiyai di Tentukan dari Sekarang

Kabupaten Deiyai bukan milik satu atau dua distrik saja tetapi milik semua masyarakat yang ada di 5 distrik, diantaranya Distrik Tigi, Tigi Timur, Tigi Barat, Kapiraya dan Bouwobado juga Masyarakat Suku Nusantara.

Karena seakan-akan setiap ada persoalan yang terjadi di Deiyai terjadi hanya karena ulah satu bahkan dua distrik saja. Untuk itu, Ia berharap bahwa daerah Deiyai adalah daerah baru, maka itu sudah saatnya kita memberikan benih (bibit) dengan baik dimasa pemerintahaan Carateker ini. Sebab maju tidaknya Kabupaten Deiyai kedepan ditentukan dari sekarang, mumpun daerah ini baru dan masih bisa diatur, dan mau tidak mau yang memimpin Kabupaten Deiyai adalah Pemimpin yang berjiwa nasional.

“Ingat Isme yang sekarang masih terjadi harap di hilangkan. Misalnya, jika marga A jadi pemimpin maka semua posisi yang baik hanyalah diduduki oleh marga A, begitu pun juga jika yang memimpin adalah Pejabat yang beragama Kristen Katolik maka semua posisi terpenting di pasang orang yang beragama katolik saja. Hal-hal semacam ini perlu dihilangkan dari Deiyai. Tidak ada Isme diantara kita semua orang Deiyai,”.

Begitupun juga dengan setiap Proyek Pembangunan dari berbagai Bidang yang sudah, sedang dan akan terus di bangun di Kabupaten Deiyai harus ada pemerataan di semua Distrik, jangan hanya dibangun di satu atau dua distrik saja. Jika demikian, tentunya akan menyebabkan terjadinya kecemburuan social.

Pasalnya, hadirnya pemekaran Kabupaten Deiyai adalah keinginan masyarakat dari semua Distrik, karena didasari rasa ketidakpuasan atas berbagai kesenjangan pembangunan, seperti kesenjangan wilayah, pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Selain itu pula, diindentifikasikan bahwa selama ini hasil-hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan, dirasakan belum memenuhi rasa keadilan atau belum merata ke seluruh pelosok-pelosok wilayah termasuk yang ada di daerah ini.

Juga, keterlambatan kemajuan daerah ini kerena minimnya sarana dan prasarana transportasi, menyebabkan pelayanan pemerintah belum menjangkau ke seluruh masyarakat khususnya di daerah terpencil dan terisolasi, disamping terbatasnya dana dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, mengakibatkan kondisi sosial masyarakat masih memprihatinkan, tertinggal dan terbelakang.

“Sehingga untuk meningkatkan pastisipasi dan menjawab semua persoalan tersebut, menurut saya perlu adanya terobosan baru melalui suatu kebijakan khusus, antara lain melalui pembentukan satuan administrasi pemerintah baru, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Tetapi perlu juga di ingat bahwa bagaimana caranya yang tepat.

Sebab untuk merubah kesenjangan pembangunan sangatlah di butuhkan Pemimpin Figur yang takut akan Tuhan, berjiwa besar dan benar-benar seorang Pemimpin yang ingin mau merubah kesenjangan pembangunan kearah yang lebih baik.”. (jga)

seLENgkapnya......

Menyalai Aturan, Mobil Dinas Pendidikan diserahkan Kepada Ketua KPU Deiyai

Pembagian pengadaan Mobil Dinas di lingkungan Pemerintahaan Kabupaten Deiyai tahun 2011, yang dibagikan Pihak Keuangan Sekretariat Daerah (Setda-red) Kabupaten Deiyai berdasarkan SK Bupati Deiyai yang ditandatangani Basilius Badii, BA, 1 minggu sebelum Pelantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai, Hengki Kayame, SH dinilai ada unsur-unsur kepentingan Politik. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (05/08) kemarin.

Pasalnya, sesuai pantaunnya dilapangan ada oknum-oknum tertentu di Setda Kabupaten Deiyai yang punya kepentingan dalam Pemilukada mendatang memanfaatkan kesempatan, disaat pembagian pengadaan Mobil Dinas.

“Sebenarnya, menurut kami setelah adanya Carateker baru Pengadaan Mobil Dinas itu dibagikan, tetapi anehnya 1 minggu setelah mendengar, Hengki Kayame, SH mau dilantik menjadi Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai oleh Penjabat Gubernur Papua, Mobil Dinas langsung di bagikan. Bisa dibagikan tetapi harus dibagikan berdasarkan aturan. Jangan aturannya dibuat kemudian tidak diikutinya”tegasnya.

Yang lebih aneh lagi, kenapa Mobil Dinas yang sudah di SK-kan untuk Dinas Pendidikan, diserahkan kepada Ketua KPU Kabupaten Deiyai. Sebenarnya menurutnya, pengalihan mobil Dinas ini sangatlah melangkai aturan yang ada. Karena Mobil Dinas ini adalah Aset Daerah Pemkab Deiyai, dan untuk KPU sendiri adalah lembaga Indenpendent, yang seharusnya semua yang menyangkut asetnya KPU diatur secara Indenpendent langsung dari bantuan KPU Pusat melalui KPU Provinsi.

“Kecuali didalam pengusulan APBD tahun 2010 lalu dimasukan pengadaan Mobil Dinas KPU. Itu pun tidak ada pengusulan, tiba-tiba Mobil Dinas yang sudah dianggarkan untuk Dinas Pendidikan dialihkan kepada Ketua KPU Kabupaten Deiyai. Ada apa dibalik semuanya itu”tandasnya.


Sementara itu, Mantan Pjs Bupati Deiyai, Basilius Badii, BA, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau dirinya yang menandatangani SK Pembagian Mobil Dinas. "Memang saya yang tandatangani SK Pembagian Mobil Dinas, tetapi saya tidak lihat kalau di dalam SK itu ternyata tidak ada Dinas Dikbudpora Deiyai. Ini hanya kesalahan penulisan saja. Dan Mobil yang sudah kami serahkan ke Ketua KPU Kabupaten Deiyai bermaksud adalah untuk kepentingan Pemilukada Kabupaten Deiyai mendatang,"terangnya demikian.

Namun pada intinya sudah menyalahi aturan yang ada, karena Mobil Dinas yang merupakan Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Deiyai tidak bisa di berikan bantuan kepada KPU Kabupaten Deiyai, karena KPU sendiri adalah Kantor Idependen. Apa lagi mobil Dinas tersebut merupakan Mobil Dinasnya Pendidikan sesuai SK pembelanjaan mobil Dinas tersebut. Demikian ditegaskan oleh Kepala Inspektorat Deiyai melalui Sekretarisnya, Alex Pekei ketika diminta keterangan media ini terkait dengan pembagian mobil Dinas Pemkab Deiyai, Pengadaan Tahun Anggaran 2011. (jga)

seLENgkapnya......

Johanis Adii, S.Pd: "Oknum PNS Yang Lakukan Pungli akan ditindak Tegas"

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadin Dikbudpora-red) Kabupaten Deiyai, Johanis Adii, S.Pd kepada media ini, Jumat (5/8) dengan tegas mengimbau kepada seluruh kepala-kepala SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Deiyai untuk tidak menanggapi setiap pungutan liar (Pungli-red) yang dilakukan oleh oknum-oknum Staf Dinas di lapangan (Sekolah-red).

“Apabila ada ditemukan demikian, itu bukan berdasarkan memo Kadin, tetapi inisiatif sendiri dari oknum-oknum tersebut. Bisa saja mereka (oknum-red) itu lakukan sedemikian dan maksud serta tujuan mereka adalah mau menjatuhkan atau merusak nama baik saya sebagai atasan mereka,”ungkapnya.

Ditambahkannya, jika masih ada lagi pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut, maka akan dilakukan tindakan tegas. Kepada semua Kesek se-kabupaten Deiyai sebelumnya harus melakukan koordinasi atau pengecekan langsung kepada Kepala Dinas, dan tidak melakukan sumbangan kepada mereka.

Diakhir komentarnya, Kadin sangat mengharapkan agar semua Kepala-Kepala Sekolah se-Kabupaten Deiyai dapat mendukung pemerintahaan yang ada, dan setiap bangunan yang masuk khususnya di bidang Pendidikan baik yang sudah dilakukan Pemerintah pada Anggaran Tahun 2010 maupun yang akan dan sedang dilakukan kegiatan pada Anggaran Tahun 2011 di setiap sekolah-sekolah, baik itu berupa pembangunan Perpustakaan, Ruang Kelas Sekolah, bahkan Pengadaan-Pengadaan dapat diterima dengan baik, dan diharapkan ada kerjasama yang baik antara Kesek dengan Dinas Pendidikan dan juga dengan pihak ketiga (Kontraktor)….(jga)

seLENgkapnya......

Penjabat Bupati Deiyai dan Penjabat Bupati Mamteng Dilantik

Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Hengki Kayame SH dan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) Drs Ayub Kayame MA dilantik oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi atas nama Presiden RI di Aula Gedung Negara, Jayapura, Kamis (4/8).

Turut hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Sekda Provinsi Papua drh. Constan Karma, para pejabat Pemprov Papua, para penjabat Pemkab Deiyai dan Mamberamo Tengah.

Hengki Kayame SH sebelumnya menjabat Sekwan DPRD Kabupaten Paniai. Ia menggantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Drs Blasius Pakage. Sedangkan Ayub Kayame sebelumnya menjabat Kepala Biro Mental dan Spiritual Pemprov Papua. Ia menggantikan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Yohanes Rumbiak SH.

Pengambilan sumpah dan pelantikan Penjabat Bupati Kabupaten Deiyai Hengki Kayame SH dan Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah Drs Ayub Kayame MA didampingi rohaniwan Pdt. Sebelum Karubaba sekaligus dilakukan penandatangan Berita Acara Pelantikan disaksikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi dan Sekda Provinsi Papua drh. Constan Karma. Selanjutnya Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi menyematkan tanda pangkat dan penyerahan SK Mendagri tentang pengangkatan Penjabat Bupati Deiyai dan Bupati Mamberamo Tengah.

Ayub Kayame dan Hengki Kayame usai pelantikan mengatakan, pihaknya mendapat tugas utama adalah memfasilitasi Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di daerahnya masing masing.

Ayub Kayame menuturkan, ia menilai penunjukan dirinya menjadi Penjabat upati Mamberami Tengah adalah suatu kepercayaan dari negara dan pemerintah kepada saya namun ini penuh dengan tanggungjawab dan saya harus mempertanggungjawabkan kepada pemerintah, negara dan masyarakat dan juga kepada Tuhan sesuai harapan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Dr. Drs. H. Syamsul Arief Rivai MSi.

Terkait netralitas Penjabat Bupati dalam Pemilukada, dia menandaskan, selain dirinya adalah Bupati yang adalah pembina politik dan harus netral tapi ia adalah PNS. “Saya harus tunjukan kenetralitas saya ditengah tengah masyarakat,” katanya.

Agar tak terjadi konflik sosial Pemilukada seperti yang terjadi di Kabupaten Puncak, menurutnya, pihaknya akan berupaya untuk meminimalisir supaya tak terjadi konflik horizontal antara masyarakat di Mamberamo Tengah. Hengki Kayame mengatakan, komitmen saya selaku Penjabat Bupati adalah untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan memfasilitasi Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Deiyai sesuai dengan amanat yang dibebankan kepada saya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat dan Intelektual Kabupaten Deiyai Natalis Edoway SE yang menghadiri upacara tersebut menegaskan, pelantikan Penjabat Bupati Deiyai untuk membalas kerinduan masyarakat Deiyai yang selama ini menantikan kehadiran seorang pemimpin yang bertanggungjawab untuk penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Deiyai.
“Pak Hengki Kayame yang baru dilantik beliau sudah mempunyai pengalaman yang cukup di pemerintahan di Kabupaten Paniai. Pengalaman yang ada dapat diteruskan juga di kabupaten Deiyai dengan tujuan membangun masyarakat dan kabupaten Deiyai,” katanya.

Menurut dia, kepercayaan pemerintah yang telah dipercayakan kepadanya karena dia adalah putera terbaik yang telah dinilai oleh Presiden melalui Mendagri, Gubernur dan masyarakat sehingga hal ini merupakan tanggungjawabnya yang harus ia buktikan.

“Ketika diberikan kepercayaan itu mudah dan enak tapi kita mempertanggungjawabkan kepada yang memberikan dukungan itu berat. Tapi saya percaya dengan pengalaman beliau pasti akan bisa,” tukasnya.

Kemudian sehubungan dengan agenda agenda politik kedepan khususnya di Kabupaten Deiyai, lanjutnya, pihaknya mengharapkan seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa baik yang ada di Jayapura maupun Deiyai untuk bersama sama memberikan dukungan kepada Penjabat Bupati.

“Selama ini yang terkesan itu adalah pemerintah bangun sendiri tanpa melibatkan tokoh masyarakat Deiyai sehingga masyarakat jalan sendiri dan pemerintah jalan sendiri,” ucapnya.

Karena itu, tambahnya, kedepan pemerintah harus menggandeng masyarakat untuk mempersiapkan agenda baik itu Pilkada Provinsi juga Pilkada Kabupaten terutama berhubungan dengan Pilkada Kabupaten Deiyai. (mdc/roy/lo2)

seLENgkapnya......

14 Juli 2011

Australia Harus Desak RI Bebaskan Tapol Papua

Australia dikatakan memiliki dasar untuk mendesak RI membebaskan para tapol.

Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd, dijadwalkan mengunjungi Indonesia hari ini, Jumat, 7 Juli 2011. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Rudd diharapkan dapat mendesak Indonesia membebaskan para tahanan politik di Papua Barat dan Ambon.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator LSM HAM Indonesian Solidarity di Sydney, Eko Waluyo, kepada VIVAnews, Jumat, 8 Juli 2011. Dia mengatakan bahwa Indonesia telah bertindak sewenang-wenang dalam menangkap mereka yang menyampaikan aspirasi politiknya di Papua maupun Ambon.

"Mereka hanya menyampaikan ekspresi politik tanpa melakukan kekerasan sama sekali," ujar Waluyo. Source Link: http://dunia.vivanews.com/news/read/

Kunjungan Rudd sebagai perwakilan pemerintah Australia kali ini dapat menjadi momen yang tepat untuk mendorong demokratisasi di Indonesia bagian timur. Bukannya tanpa alasan, Waluyo mengatakan Australia memiliki dasar untuk mendesak pemerintah Indonesia membebaskan para tahanan politik.

"Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian Lombok Treaty yang mengatur demokratisasi di Indonesia," ujar Waluyo.

Pemerintah Australia terkenal rajin mengkritisi beberapa pelanggaran HAM di berbagai negara. Baru-baru ini, Menlu Kevin Rudd menyerukan digelar dialog antara pemerintah Myanmar dan bekas tahanan politik Aung San Suu Kyi. Pada kunjungannya ke Indonesia, Rudd diharapkan dapat melakukan hal yang sama.

"Australia harus mendesak Indonesia menggelar dialog antara pemimpin Papua Barat dan pemerintah. Rudd juga harus mendesak pembebasan para tahanan politik," ujarnya.

Indonesia adalah negara penerima sumbangan terbesar dari Australia. Hal ini, ujar Waluyo, dapat digunakan Australia untuk mendorong Indonesia menghentikan pelanggaran HAM dan penahanan mereka yang diduga separatis.

Desakan atas Indonesia, lanjutnya, juga merupakan kewajiban moral yang diemban oleh Australia akibat menggunakan pajak rakyatnya untuk membantu negara ini.

"Ini akan membuktikan komitmen pemerintah Australia, untuk apa saja uang para pembayar pajak itu digunakan di Indonesia," kata Waluyo lagi. (sj)

seLENgkapnya......

Persipura Incar Final AFC Cup 2010/2011

Tim asal Papua, Persipura Jayapura bertekad untuk melangkah jauh di pentas AFC Cup 2010/2011. Menurut Ketua Umum Persipura, MR Kambu, Mutiara Hitam manargetkan lolos hingga ke babak final.

Persipura merupakan wakil Indonesia yang tersisa di pentas Asia musim ini. Juara Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 itu akan berhadapan dengan wakil Iraq, Arbil di Stadion Mandala, Papua, 13 September 2011.

"Kami ingin lolos hingga ke babak final. Kalau bisa tentu saja kami ingin juara," kata Kambu kepada wartawan di Senayan, Senin, 4 Juli 2011.

Indonesia sebenarnya memiliki tiga wakil di pentas Asia pada musim kompetisi 2010/2011. Namun Arema FC yang tampil pada Liga Champions gagal lolos dari babak penyisihan setelah finish di posisi juru kunci Grup G.

Nasib yang tak jauh berbeda juga dialami oleh wakil Indonesia lainnya yang berlaga di AFC Cup, Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito juga kandas di babak 16 besar setelah kalah 0-3 dari Chonburi FC.

Persipura mampu mempertahankan asa Indonesia setelah memastikan tempat di babak 8 besar AFC Cup 2010/2011. Boaz Solossa cs lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Song Lam Nghe An 3-1 di Vinh Stadium.

"Karena itu, kami berharap agar Indonesia tidak dikenai sanksi oleh FIFA. Kami berharap Kongres PSSI di Solo, 9 Juli mendatang bisa sukses dan kami bisa tetap tampil di AFC Cup,"

Persipura Bersua Klub Irak di 8 Besar AFC Cup
Calon lawan Persipura tiga kali menjadi juara Liga Premier Irak.

Persipura Jayapura harus bertanding melawan wakil Irak, Arbil SC di babak 8 besar atau perempatfinal AFC Cup 2011. Undian mengharuskan Persipura bertanding melawan klub asal Timur Tengah itu.

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah merilis jadwal babak 8 besar dari markasnya, Kuala Lumpur, hari ini, Selasa 7 Juni 2011. Wakil Indonesia dan calon juara Liga Super Indonesia (ISL) musim 2010/2011, Persipura mendapatkan lawan tangguh atau yang lebih tepat kurang terbaca kekuatannya.

Selain harus bertanding di Irak, kekuatan calon lawan Persipura ini hanya bisa disimak lewat catatan rekor tiga kali menjadi juara Liga Premier Irak. Arbil juga hanya sekali tampil di kompetisi antarklub tertinggi di Asia, Liga Champions yakni pada 2008 dimana mereka kandas di fase grup.

Kekuatan Arbil pantas diwaspadai karena setahun berikutnya mereka mampu melaju ke babak 8 besar AFC Cup. Dan AFC Cup 2011 menjadi partisipasi kedua Arbil.

Arbil menjadi juara Grup E dengan rekor tak terkalahkan serta unggul delapan poin atas runner up, Al Ahed (Libanon). Di babak 16 besar, Arbil yang tampil di kandang sendiri menyingkirkan wakil Singapura, Tampines Rovers 1-0 lewat perpanjangan waktu.

Sedangkan Persipura yang menjadi runner up Grup H menyingkirkan wakil Vietnam, Song Lam Nghe An 3-1 di kandangnya. Boaz Solossa cs akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu di leg 1 pada 13 September 2011 sebelum bertandang ke Irak di leg 2 pada 27 September 2011. Perempatfinal lain juga digelar bersamaan.

Dari hasil undian, tim-tim dari kawasan Teluk diprediksi akan mendominasi karena menghadirkan empat tim di babak ini. Selain Arbil, Kuwait SC yang juga juara AFC Cup 2009 akan bersua wakil Thailand, Muang Thong United. Duel sesama tim Teluk mempertemukan Al Wehdat (Jordan) melawan juara Irak, Duhok.

Laga semifinal akan dipentaskan dua leg pada 4 dan 18 Oktober 2011. Sedangkan final AFC Cup 2011 akan digelar pada 29 Oktober.

Jacksen Kantongi Kekuatan Arbil FC

Meski saat ini masih berlibur di Negara asalnya Brasil, namun Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago tetap melalukan pemantauan terhadap kekuatan Arbil FC klub asal Irak yang akan dihadapi dalam babak perempat final AFC Cup, bulan September mendatang. Pemantauan yang dilakukan selain dari keterangan sejumlah warga Brasil yang bekerja di Irak, juga melalui rekaman video pertandingan Arbil. ‘’Saya sudah ada gambaran tentang kekuatan Arbil FC, yang diperoleh dari rekaman video. Saya juga terus memantau kualitas para pemainnya secara individu, saat mereka mengikuti babak kualifikasi Piala Dunia,’’ ujar Jacksen Tiago melalu pesan singkat selulernya.

Sambil menikmati liburan di Brasil, Jacksen mengaku kerap memanfaatkan waktu terus mengetahui dan memantau kekuatan Arbil FC.

‘’Tidak hanya melalui rekaman video pertandingan, saya mengamati kekuatan Arbil, tapi juga terus menggali informasi dari rekan-rekan saya, yang bekerja disana,’’ungkapnya.

Jacksen mengatakan, klub asal Irak tersebut punya kekuatan fisik, kecepatan dan memiliki postur yang tinggi. ada beberapa pemain Arbil FC yang harus diwaspadai. Karena, penampilan mereka di Pra piala Dunia juga cukup bagus.

‘’Saya sudah kantongi nama beberapa pemain Arbil yang kualitasnya bagus, dan memiliki peran dominan dalam tim’’imbuhnya. Dengan data yang dimiliki mengenai kekuatan Arbil FC, Jacksen menyatakan, saat ini dirinya terus mencari titik kelemahan tim calon lawan. ‘’Kelemahan lawan sangat penting untuk dipelajari, agar lebih mudah memanfaatkannya,’’ kata dia.

Menurut Jacksen, dirinya akan kembali ke Indonesia sebelum 3 Agustus mendatang, untuk kembali berkumpul dengan tim Persipura. ‘’Awal Agustus kami akan kembali berlatih, mempersipakan diri menghadapi AFC Cup,’’ tukasnya.

Mengenai Kongres PSSI yang sudah berhasil memilih Ketua dan kepengurusan yang baru, Jacksen menandaskan, sudah mengikutinya melalui pemberitaan di web site. ‘’Saya ucapkan selamat bagi ketua umum dan pengurus yang baru. Semoga ini tonggak awal kemajuan sepak bola Indonesia, untuk bisa berprestasi ke tingkat internasional,’’ucapnya. (jir/don/l03)

JADWAL PEREMPATFINAL
QF 1: Persipura Jayapura (Indonesia) vs Arbil (Irak)
QF 2: Chonburi FC (Thailand) vs Nasaf (Uzbekistan)
QF 3: Kuwait SC (Kuwait) vs Muang Thong United (Thailand)
QF 4: Al Wehdat (Jordan) vs Duhok (Irak)

SEMIFINAL
SF 1: Pemenang QF2 vs QF4
SF 2: Pemenang QF1 vs QF3

seLENgkapnya......

17 Juni 2011

Kasus DPRD Kabupaten Paniai antara PKPI vs Demokrat

Aneh bin ajaib lantaran suasana hari selasa (16/6-2011) di ruang rapat DPRD Kabupaten Paniai tengah melaksanakan diskusi informal bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD sementara Bapak Pigai Bernadus di dampinggi oleh Sekretaris Dewan Hengki Kayame, SH membicarakan tentang alur dan mekanisme serta prosedur pengurusan yang sesungguhnya tentang pengurusan Pimpinan DPRD definitf kepada seluruh anggota Dewan lebih focus kepada Panitia Khusus (Pansus) yang hendak mempersiapkan dan mengurus serta memperjuangkan secara maksimal tentang prosesi menuju tampuk pimpinan dewan yang definitive.

Sesuai pantauan media ini, Para anggota dewan lainnya kembali ke ruangan masing-masing sementara angota dewan lainnya tetap diruangan pimpinan DPRD sementara Pigai Bernadus. Prosesi diskusi bersama berjalan dalam situasi yang aman dan kondusif tetapi detik detik terakhir dari acara tersebut di guyur perasaan emosional yang tak terkendalikan dari salah satu anggota Dewan dari Partai Demokrat Kabupaten Paniai yakni MARKUS KEIYA, A.Md.Pd. Akhirnya apa yang terjadi ? Hentahlah Markus Keiyai yang pertama sekali melempar dengan Hand phone gengam tetapi si korban tangkis dan tidak kena apa-apa, kemudian lemparan tahap kedua beliau (pelaku) mengangkat kerangka besi dari meja yang di tata rapi dalam ruang kerja pimpinan lalu melempar ke arah Pigai Bernadus lalu jatuh pinsang di kursi sofanya karena kena lemparan persis di kepala dekat otak kecil, kemudian korban tergeletak jatuh polos di atas lantai tehel di ruang kerjanya.

Tak lama kemudian anggota dewan lainnya berduyung-duyung datang ke ruangan pimpinan untuk menghalau dan mengatasi proses pemukulan yang terjadi leluasa-bebas. Pihak korban (Pigai Bernadus) menerima semua pukulan ketika itu dengan hati yang dingin dan tidak sama sekali membalas satu pukulan sekalipun terhadap pelaku Maskus Keiya, A.Ma.Pd yang juga sebagai anggota Komisi C DPRD Kabupaten Paniai.

Pemukulan yang terlontar ke hadapan pelaku terjadi mendadak sehingga Bapak Ben Pigai tidak berencana untuk melakukan upaya wanti-wanti terhadap kejadian ini, lantaran terjadi pemukulan juga mendadak sama sekali. Dari kondisi itu pihak korban (Pigai Bernadus) yang tempo lalu tahun 2010 menerima penghargaan emas DPRD terbaik seluruh Indonesia bahkan lima negara di Asia Tenggara ini tak mampu bertahan dan hilang akal pikiran lantas kurang lebih tiga jam mati di tempat.

Tak lama kemudian Ketua Komisi B Emanuel You, S.Sos melakukan upaya tindakan sedini mungkin terhadap kondisi sejak itu lalu alumnus Uswim Nabire ini mengangkat si korban ke mobil dan segera larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah di madi. “Terimakasih untuk Pak Eman atas bantuan secepatnya yang dilakukannya”,ungkap keluarga korban di rumah sakit.

Ketika di temui media ini di rumah sakit beliau mengungkapkan bahwa keselamatan nyawa manusia lebih urgen dari pada segalanya sehingga saya berinisiatif agar korban sesegera mungkin di tanggani serius oleh pihak medis sedangkan urusan-urusan dalam rangka penyelesaian terhadap kasus ini akan diproses setelah sembuh maksimal lalu di atur, imbuhnya ketika besuk di rumah sakit madi.

Di sela-sela perawatan yang intensif oleh empat dokter spesialis dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kepala bagian dalam hancur dan alat untuk mendeteksi tidak ada, kemudian para dokter menghubungi via hand phone ke rumah sakit di Jayapura, Biak ternyata alat untuk itu rusak bahkan di rumah sakit Timika dan Nabire malah tidak ada sama sekali sehingga korban di rujuk ke Makassar untuk penangganan lebih lanjut atas sakit yang dideritanya.

Ada Apa Dengan Partai PKPI ?
Sesungguhnya jika di cermati secara bijaksana atas kasus pemukulan terhadap Bapak Pigai Bernadus yang adalah Kader Partai PKPI Kabupaten Paniai oleh salah satu Kader Partai Demokrat Kabupaten Paniai MARKUS KEIYA, A.Md.Pd adalah amat tidak bijaksana dan salah alamat lantaran Pigai Bernadus adalah Kader dan fungsionaris Partai PKPI bukan Partai Demokrat, juga tidak relevan sekali pemukulan terjadi ketika di sublimasi dalam satu institusi dan atau lembaga legislative lantaran di lembaga senat ada mekanisme tentang prosesi perekrutan dan pemilihan Ketua dan kelengkapan di lembaga perwakilan rakyat, karena itu menjadi pertanyaan yang patut di seriusi oleh public ialah ada apa dengan pemukulan terhadap Bapak Pigai Bernadus yang adalah kader partai lain ? yang patut terjadi perdebatan adalah antara sesama kader Partai Demokrat.

Kasus molornya pemilihan dan penentuan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai Periode 2009-2013 itu Penentuan Ketua DPRD definitive bukan sepenuhnya ditentukan oleh Partai PKPI bahkan juga Ketua DPRD sementara, tetapi ditentukan oleh mekanisme yang ada di dewan, tetapi yang sesungguhnya di godok dan di usulkan oleh internal Partai Demokrat Kabupaten Paniai itu sendiri.

Pada hakekatnya, Bapak Pigai Bernadus menegakkan aturan yang sesungguhnya ada dan berlaku, dimana proses akumulasi suara yang di himpun oleh Markus Keiyai sebanyak 4.000.000 suara itu yang mempertahankan karena aturan mengatakan demikian, bukan Deni Gobay yang perolehan suaranya 3.000.000 lebih suara, selanjutnya untuk menggodok siapa menjadi orang nomor satu di DPRD Kabupaten Paniai sangat tergantung kepada Pimpinan Partai Demokrat di tingkat Kabupaten Maupun Propinsi, sekali lagi bukan ditentukan oleh Partai PKPI. Buktinya yang realistic di mana kali lalu membentuk pansus yang dikomando oleh mantan Ketua DPRD YAN TEBAY, S.Sos untuk menyiapkan dan mengurus prosesi pemilihan dan pelantikan Pimpinan Dewan definitive ternyata tidak maksimal bekerja dengan pertimbangan politik kewenangan ada di tingkat internal Partai demokrat sehingga bubar ketika itu juga. Bahkan dari sesama kader partai demokrat lainnya bekerja keras untuk mendatangkan SK pelantikan Pimpinan Dewan definitive ternyata Surat Keputusan Palsu sehingga Pimpinan Dewan Sementara tidak menandatangani SK tersebut demi aturan. Ini contoh kongkrit yang patut di cermati secara dewasa dan bijaksana. Oleh karena itu, kepada semua pihak diharapkan “Kembalilah padaku Mekanisme di lembaga legislative. Lantaran itu, bermainlah diatas aturan, jangan mempermainkan aturan,”kata orang bijak.

Dimanakah Jati Diri Partai Demokrat di Paniai
Partai Demokrat ialah Partai yang berkuasa dua periode di seantero republik Indonesia, dalam konteks kabupaten Paniai Partai Demokrat memperoleh suara terbanyak sehingga dari partai ini berhak mengantar dan menggodok serta merekomodir seseorang kader demokrat yang memenuhi aturan yang berlaku untuk menjadi orang nomor satu di lembaga legislative kabupaten paniai, tetapi menjadi pertanyaan ialah mengapa dan kenapa sampai hingga detik ini terjadi kevakuman dan terus molor ? dan ada apa dalam tubuh partai demokrat kabupaten paniai bahkan siapa salah dan siapa yang sebenarnya layak untuk dilantik? Adalah kembalilah pada Pimpinan Partai demokrat di tingkat Kabupaten Paniai maupun Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Demokrat.

Oleh karena ada mekanisme dan kewenangan internal Partai dari level kabupaten sampai DPP Pusat Partai Demokrat. Jika terjadi pembiaran terhadap penggodokan pucuk pimpinan DPRD berarti siapa yang bertanggungjawab dan siapa salah? Sebab seluruh rakyat Kabupaten Paniai merindukan seorang Ketua DPRD yang definitive yang juga hendak memperjuangkan nasib rakyat di negeri yang penuh dengan air susu dan madu Paniai.

Hal yang patut dilihat secara bijaksana ialah karena pimpinan Partai demokrat Kabupaten Paniai dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Demokrat ragu-ragu merekomodir salah satu kader partai demokrat Kabupaten Paniai untuk menjadi ketua DPRD definitive sehingga terjadi pemukulan dari kader partai demokrat terhadap Pimpinan sementara DPRD Kabupaten Paniai yang juga kader Partai PKPI Kabupaten Paniai, jika demikian siapa tanggung jawab darah merah yang berjatuhan di ruang kerja kantor DPRD kabupaten Paniai dini hari lalu. Adalah jati diri dan wibawa partai yang berkuasa di jagad ini tercoreng kredibilitasnya, Mungkinkah ?

Siapa Kuat Dia Menang Versus Mekanisme
Pernyataan SIAPA MENJADI KETUA DPRD KABUPATEN PANIAI ? Adalah menjadi catatan teramat penting yang patut dicermati secara bijaksana oleh semua elemen belakangan ini, lantaran kondisi ini jika dibiarkan larut begitu saja maka pernyataan besar yang terlontar diatas “Siapa Kuat dia akan menang menduduki kursi nomor satu di DPRD Kabupaten Paniai.” Akan menjadi peluang yang luar biasa, yang sesungguhnya peluang yang diluar dari pikiran binatang bukan manusia, oleh karena kembali mengacu kepada Mekanisme”.

Mekanisme yang mutlak dibangun adalah seperti apa ? entahlah Pedoman arah dan perangkat hukum yang layak dibangun dan menjadi kerangka dasar untuk menentukan seseorang anggota senat menduduki jabatan Ketua DPRD ialah Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Pedoman Teknis Penetapan Jumlah dan tata cara pengisian keanggotaan DPRD Kabupaten induk dan kabupaten Pemekaran.

Penjabaran pada tataran operasionalisasinya dari kerangka pijak yang di telorkan oleh KPU nomor 61 Tahun 2009 ini dapat dikerangkakan jelas dan amat terang sekali dalam Undang-Undang SUSDUK nomor 27 Tahun 2009 yang telah di putuskan lewat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Dijelaskan lebih mendetail lagi pada point 4 dan 5 di sana dijelaskan bahwa jika di lihat dari perolehan kursi terbanyak adalah sama maka perolehan suara terbanyak dari partai tertentu yang juga Partai pemenang maka yang memperoleh suara terbanyak nomor urut pertama menjadi ketua DPRD, Perolehan suara terbanyak kedua menjadi wakil Ketua I (satu) DPRD sedangkan yang memperoleh suara terbanyak ketiga menjadi wakil Ketua II (dua) dan seterusnya dari Partai yang menang di daerah itu.

Dari penjelasan ini, jika di cermati secara saksama dari peraturan tersebut diatas maka dapat ditegaskan bahwa yang menjadi ketua DPRD adalah urutan perolehan suara dari Partai Pemenang di daerah tertentu menjadi indikator dan barometer yang kuat untuk menentukan siapa kuat dia menang, bukan dia menang karena kepentingan penguasa tertentu demi mempertahankan eksistensi diri dan keluarganya.

Sebuah misal partai pemenang di kabupaten Paniai pada musim pemilihan anggota DPRD tempo lalu setelah mengakumulasi seluruh perolehan suara dari sejumlah partai yang menjadi kontestan pemilu tahun lalu oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Paniai totalitas perolehan suara terbanyak pertama di raih oleh Partai Demokrat, kedua, ketiga dan seterusnya di sesuaikan, maka secara otomatis Partai Demokrat menjadi partai pemenang dalam konteks kabupaten paniai pada musim rekruitmen senator yang duduk dikursi empuk untuk menjadi aspirator kehendak rakyat dari negeri yang penuh dengan air susu dan madu di negeri orang koteka.

Kasus penentuan Ketua DPRD Kabupaten Paniai, dalam SUSDUK yang telah diputuskan oleh sidang paripurna DPR RI maka posisi anggota fraksi partai Demokrat relevan dengan perolehan suara terbanyak pertama menduduki jabatan Pimpinan Ketua DPRD Kabupaten Paniai, dalam hal ini kursi panas yang enak itu direbut oleh KENIUS TABUNI, S.Th, SH beliau menjabat sebagai ketua DPRD hanya selama sembilan (9) bulan, dampak pemekaran terjadi pergeseran mendadak dan terencana secara politis lantaran pemekaran kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Deiyai maka secara otomatis tadinya menempati posisi suara terbanyak pertama dipindah ke Intan Jaya lantaran itu, maka untuk mengisi kevakuman yang terjadi itu, maka posisi Ketua DPRD Kabupaten Paniai dapat di isi oleh perolehan suara terbanyak ke- II menjadi Ketua DPRD Kabupaten Paniai atas nama: MARKUS KEIYA,S.Pd dengan perolehan suara 4.138 (Empat Ribu Seratus Tiga Puluh Delapan), sedangkan perolehan suara terbanyak ke-III adalah Deni Gobay dengan perolehan suara 3.589 (tiga ribu lima ratus delapan sembilan) suara, masing-masing dari Partai Demokrat Kabupaten Paniai.

Mengacu pada peringkat perolehan suara yang termaktub dalam SUSDUK di atas maka yang menjadi Ketua DPRD Kabupaten Paniai periode 2010-2015 adalah MARKUS KEIYA,S.Pd bukan DENI GOBAY. Jika dicermati secara baik dan akurat maka Markus Keiya,S.Pd menang mutlak secara mekanisme politik yang dibangun dan tertata rapi secara nasional yang ditelorkan oleh KPU pusat yang di terjemahkan dari amanat SUSDUK NOMOR 27 Tahun 2009 dan di legalkan oleh sidang Paripurna DPR RI tempo lalu.

Dari kasus ini, dapat di simak secara bijaksana bahwa format politik yang sedang dibangun di daerah ini menjadi model pembelajaran dan pendidikan politik yang tidak mendidik rakyat kebanyakan. Oleh karena Paniai milik orang Indonesia dan Papua asal Paniai. bukan milik orang perorang atau keluarga tertentu. Siapa Ketua DPRD Paniai lima tahun ke depan ? Entahlah yang kuat menang atau yang mengikuti mekanisme ? Kasus ini mutlak dicermati baik oleh semua pihak karena sangat tidak mendidik bahkan menumpulkan ketajaman berpikir dan berpolitik di daerah ini.

Dampak Pemekaran
Pada hakekatnya dari partai Demokrat yang memenangkan Pemilu Tahun 2009 di Kabupaten Paniai telah mengusung KENIUS TABUNI,S.Th, SH sebagai Ketua DPRD kabupaten paniai, namun beliau memimpin hanya sembilan bulan saja lantaran terjadi pergeseran mendadak karena Pemekaran yaitu Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Deiyai dari Kabupaten Paniai (Induk), justru ini terjadi kevakuman sambil menunggu pimpinan DPRD definitive, sementara dalam proses penantian yang panjang dan melelahkan inilah terjadi siapa kuat dia memang, tanpa mempertimbangkan secara matang dan dewasa dalam pangambilan kebijakan politik yang mengacu pada mekanisme yang sesungguhnya, atau mengutamakan orang dekatnya ketua dan lainnya ? adalah tergantung mau pilih surga atau neraka. Justru Kelamaan membuat memberi peluang pihak tertentu untuk menciptakan musuh dalam selimut pada hal telah jelas dalam mekanisme dan atau aturan mainnya.

Seruan Rakyat Jelata Untuk Pimpinan Partai Demokrat
Catatan dari dari Masyarakat Distrik Paniai Barat untuk para pimpinan Partai demokrat “ JANGAN MEMPERMAINKAN PERMAINAN, TETAPI BERMAINLAH DALAM PERMAINAN YANG BENAR

Musuh Dalam Selimut
Ketua DPRD Kabupaten Paniai antar waktu Bapak Pigai Bernadus mengatakan di hadapan Masyarakat Distrik Paniai Barat yang melakukan demo damai di kantor DPRD Kabupaten Paniai dalam rangka menelusuri suara yang mereka (rakyat) berikan kepada Bapak Markus Keiya,S.Pd tempo lalu (Kamis 19 september 2010) bahwa aspirasi masyarakat ini kami tampung dan akan di tinjau sesuai mekanisme yang ada di dewan. Masalah ini harus diselesaikan di tingkat internal partai Demokrat, dan setelah ada rapat di tingkat partai kemudian akan ditindak lanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada, sepanjang belum ada keputusan ditingkat partai walaupun SK menjadi Pimpinan DPRD sudah ada kami tidak akan menindaklanjuti sesuai aturan main yang ada.

Jika tidak melakukan diskusi di tingkat partai demokrat sesuai mekanisme boleh jadi menciptakan musuh dalam selimut, bisakah ? Jikalau itu, siapa buntuti siapa, kemudian Mekanisme atau Nepotisme ? Tergantung Pimpinan Partai Demokrat yang demokratis di alam demokrasi. Kebijakan pimpinan Partai yang bijaksana menentukan hidup hari esok masyarakat Kabupaten Paniai.

Himbauan Dan Seruan Pigai Bernadus
DISAMPAIKAN DENGAN SESUNGGUHNYA DAN DENGAN KERENDAHAN HATI KEPADA SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN PANIAI, DOGIYAI, DEIYAI,DAN NABIRE,INTAN JAYA TERISTIMEWA KEPADA SELURUH KAUM KERABAT KELUARGA, DIMANA SAJA BERADA, DI KAMPUNG-KAMPUNG , SAYA MENGHIMBAU:
1. AGAR DENGAN TENANG DAN SABAR MOHON DOA RESTU AGAR PROSES PENGOBATAN SECARA MEDIS HENDAKNYA DIJALANI DENGAN AMAN DAN TENANG, JIKA RIBUT DAN MELAKUKAN HAL-HAL YANG TIDAK DI INGINKAN MAKA PROSESI PERAWATAN AKAN MEMAKAN WAKTU YANG LAMA ;
2. KEPADA PIHAK PELAKU MENJALANKAN TUGAS SEBAGAIMANA BIASA DAN JANGAN PANIK ;
3. SELURUH MASYARAKAT DAN KELUARGA SAYA AGAR TIDAK MELAKUKAN GERAKAN TAMBAHAN TERHADAP PIHAK PELAKU KARENA ITU SAYA PUNYA MASALAH BUKAN MASALAH SELURUH KELUARGA SAYA DIMANA SAJA BERADA ;
4. PIHAK PELAKU LEMPAR DENGAN KERANGKA BESI TETAPI SAYA AKAN LEMPAR DENGAN HUKUM KARENA SAYA TERPELAJAR DAN DEWASA ;

DEMIKIAN HIMBAUAN DAN HARAPAN SAYA KEPADA SEMUA SAJA AGAR MENJADI PERHATIAN. (RSUD Paniai di Madi, 17 Juni 2011, Pihak Korban PIGAI BERNADUS……(jga-Tiborius Adii)

seLENgkapnya......

25 Mei 2011

Hasil Pertandingan Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura

Persipura Jayapura sukses mengalahkan tuan rumah Song Lam Nghe An dengan skor 3-1 sekaligus meraih tiket ke babak perempat final Piala AFC 2011. Hasil ini sesuai dengan prediksi BolaGoalNet (baca: Prediksi Skor Pertandingan Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura).

Bertanding di Vinh Stadium, Rabu 25 Mei 2011, Persipura berhasil tampil percaya diri walau tampil di kandang lawan. Namun kedua tim sempat memainkan tempo lamban di menit-menit awal.

Setelah tanpa peluang hingga pertengahan babak pertama, Persipura berhasil membuat pendukung Song Lam tertunduk. Pelanggaran Tran Tuan Anh terhadap Yustinus Paew berbuah penalti di menit 28.

Boaz Solossa yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh kiper Song Lam, Tran Nguyen Manh sekaligus membuat Persipura sementara unggul 1-0 atas tuan rumah.

Tertinggal, Song Lam coba merespon dengan bermain lebih agresif. Usaha klub Vietnam ini hampir membuahkan hasil di menit 32. Sayang Nguyen Thanh Hai gagal memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas.

Justru Persipura yang berhasil memanfaatkan permainan menyerang tuan rumah. Pada menit 33, Titus 'Tibo' Bonai berhasil menyambar bola liar hasil tandukan lemah Victor Igbonfo. Skor sementara 2-0 untuk keunggulan Persipura.

Peluang terbaik tuan rumah terjadi di menit 38. Namun lagi-lagi usaha Song Lam lewat Nguyen Hong Viet hanya mampu membentur mistar Agen SBOBET gawang Persipura.

Boaz berpeluang menambah gol di menit 43. Sayang Boaz terlalu bernafsu menyambar umpan tarik Zah Rahan dikotak penalti. Bola hanya mampu melambung ke atas mistar gawang Tran Nguyen Manh. Hingga turun minum kedudukan 2-0 buat keunggulan Persipura tetap bertahan.

Pada babak kedua, Song Lam coba merespon ketertinggalan dua gol. Menumpuk lima pemain gelandang coba dilakukan pelath Huu Thang sejak awal babak kedua.

Usaha ini tampak membuahkan hasil setelah Song Lam berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 lewat gol Nguyen Hong Viet di menit 68. Setelah bola sepakannya sempat membentur mistar gawang Persipura, penyerang Song Lam ini mampu mengecoh beberapa bek Persipura sebelum akhirnya sukses menaklukkan kiper Ferdiansyah.

Gol ini sempat melecut semangat tim tuan rumah. Namun Persipura tak tinggal diam. Permainan cepat Persipura beberapa sempat merepotkan pertahanan Song Lam. Dan Persipura akhirnya memastikan kemenangan menjadi 3-1 lewat gol Ortizan Solossa di menit 84.

Kakak kandung Boaz ini berdiri tak terkawal dan dengan tenang melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau kiper Song Lam, Tran Nguyen Manh. Skor ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain Song Lam Nghe An vs Persipura Jayapura:

Song Lam Nghe An: Tran Nguyen Manh, Tran Son Ha, Ho Ngoc Luan, Tran Quoc Tuan, Nguyen Trong Hoang, Pham van Quyen, Tran Tuan Anh, Nguyen Quang Tinh, Nguyen Thanh Hai, Pham Thanh Dat, Nguyen Hong Viet.

Persipura Jayapura: Ferdiansyah, Yohanis Tjoe, Bio Paulin, Victor Igbonefo, Ortizan Solossa, Luis Kabes, Gerald Pangkaly, Yustinus Paew,Zah Rahan, Titus Bonai, Boaz Solossa……(jga)

seLENgkapnya......

27 Maret 2011

Enam Tim Pastikan Ikut Kompetisi Divisi III Zona Papua

Kompetisi Divisi III PSSI zona Papua akan diputar kembali mulai 28 April mendatang. Hingga kini sudah enam tim memastikan diri ikut serta.

Keenam tim itu masing-masing Persidei Deiyai, Persimer Merauke, Persindug Nduga, Puncak Cartens, Embun Supiori, dan Persilani Lani Jaya.

“Mereka sudah resmi ikut dalam kompetisi Divisi III tahun ini yang akan digelar 28 April mendatang,” ucap sekretaris panitia pelaksana Stev Dumbon kepada Bintang Papua di kantor KONI Papua, Jumat (25/3) kemarin.

Menurutnya, dari sisi peserta kemungkinan jumlahnya masig bertambah sebab Persimi Sarmi, Persiker Keeromm dan Merauke Putra juga sudah menyatakan ambil bagian.

“Hanya saja hingga kini belum ada kepastian lagi soal keikutsertaan mereka. Namun panitia akan tunggu hingga, Minggu (27/3) besok,” ungkap Stev. Masih menurut Stev, jika sampai hari Minggu (27/3) besok tidak ada kabar lagi, maka dengan sangat menyesal mereka dinyatakan tidak ikut.

Sementara enam tim yang ada ini sudah mulai dilakukan seleksi adminitrasi dan kesehatan.” Persimer sudah dimulai sejak, Jumat (25/3) kemarin. Sedang lima tim lainnya akan dilaksanakan Sabtu, (26/3),” jelas Stev.

Soal lapangan pertandingan, kata Stev akan dipakai lapangan Brimobda Kotaraja sebagai tempat pembukaan pertandingan hingga babak final.

“Kami sudah surati gubernur sebagai ketua umum Pengprov PSSI untuk membuka secara resmi, hanya saja kami belum tahu apakah beliau sendiri yang akan hadir, atau mendelegasikan kepada yang lain,” tandas Stev. (rza/roy/eric)

seLENgkapnya......

Tibo Selamatkan Persipura

Turun tidak full team cukup memberi dampak buruk bagi skuad Persipura Jayapura kala menahan imbang Persib Bandung di stadion Jalak Harupat Soreang Bandung Minggu (27/3) semalam dengan skor 2-2. Ya, anak asuh Jacksen F.Tiago ini justru tertinggal 2-0 di babak pertama lewat tandukan Airlangga menit 7" dan Abanda Herman menit 42".

Tapi, adalah Titus Bonai alias Tibo yang dicoret pelatih Timnas lantaran indisipliner mampu membuktikan dirinya sebagai striker haus gol dan punya kelas tersendiri di jajaran striker local nasional yang ada di Timnas U-23. Ya, setelah Zah Rahan mampu memecahkan kebuntuan gol skuad merah hitam saat laga tersisa 15 menit menjadi 1-2, maka Tibo hadir sebagai penyelamat di menit terakhir yang merubah skor menjadi 2-2, tepatnya di menit 90".

Dengan kemenangan ini Persipura tetap kokoh di atas pimpinan Klasemen dengan 40’ poin. Sementara itu, dari jalannya laga semalam yang disiarkan langsung antv, tim tuan rumah yang mampu mencetak gol lebih awal langsung memperagakan permainan menekan, pasukan merah hitam cukup kewalahan. Praktis di babak pertama ini lini tengah Persipura yang kehilangan Imanuel Wanggai dan Gerald Pangkali seperti kehilangan nyawa.

Zah Rahan-Kabes-Boaz yang berfungsi menjadi pengatur irama tim belum mampu memadukan alur bola, ditambah lagi permainan Tinus Pae yang kerap salah pengertian dan gampang sekali kehilangan bola.

Pada babak kedua, Persipura langsung tampil menggebrak dan kembali memperoleh peluang melalui Zah Rahan dan Boas Salossa. Sementara Persib terlihat mengandalkan serangan-serangan balik yang sangat berbahaya melalui Matsunaga Shohei dan Hilthon Moreira.

Persipura akhirnya berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Zah Rahan pada menit ke-75 memanfaatkan umpan Lukas Mandowen dari sisi kanan gawang Persib. Tiga menit kemudian Boas hampir menyamakan kedudukan dengan tendangan jarak jauhnya, namun sayang bola masih melenceng tipis.

Persipura kembali mendapat peluang emas pada menit ke-83 setelah Titus Bonai berhasil melewati Abanda dan tinggal berhadapan dengan Cecep Supriyatna. Namun sayang peluang emas tersebut terbuang percuma setelah tendangan mantan striker timnas U-23 tersebut melayang di atas mistar.

Empat menit kemudian giliran Ian Louis Kabes yang tinggal berhadapan dengan kiper Persib, Cecep Supriyatna, tetapi peluang tersebut kembali mentah setelah kiper kedua Persib tersebut dengan gemilang mengantisipasi tendangan Ian Louis Kabes.

Kejutan terjadi pada menit ke-90 setelah Titus Bonai berhasil menyamakan kedudukan. Gol diawali dengan tendangan jarak jauh Hamka yang berhasil dikontrol oleh Zah Rahan di kotak penalti, namun bola terlepas dari penguasaan pemain Liberia tersebut.

Beruntung di belakang Zah Rahan terdapat Titus Bonai yang kemudian berhasil menaklukkan Cecep dan membuat kedudukan menjadi imbang 2-2, dan kedudukan imbang tersebut bertahan sampai pertandingan berakhir.(roy)

seLENgkapnya......

Dilanda Banjir, Warga Ekadide dan Agadide Mengungsi

Curah hujan yang cukup tinggi sejak pekan lalu membawa “hujan bencana” bagi masyarakat Distrik Agadide dan Distrik Ekadide, Kabupaten Paniai. Warga yang selama ini hidup di sekitar Kali Aga dan Eka ketiban bencana banjir dan pasang air danau. Akibatnya, rumah dan lahan serta lokasi ternak hanyut tersapu air.

Semua kali kecil yang ada di kawasan itu meluap bermuara di dua sungai besar, Eka dan Aga. Praktis, dataran rendah di lembah Agaapo dan Ekapo meluap. Akibat luapan sungai dan pasang air danau itu, semua kampung yang tersebar di dua distrik itu digenangi banjir setinggi kurang lebih dua meter.

Data yang dihimpun Papuapos Nabire, hingga kini tidak ada korban meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara kondisi kesehatan sebagian sangat memprihatinkan, ada yang sakit batuk, diare dan lain-lain.

Pemerintah Distrik Agadide dan Ekadide dalam laporannya melalui staf, bahwa warga tidak mengalami kecelakaan fatal karena ketika air perlahan naik semua telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian memilih tinggal di rumah kerabatnya, sebagian lagi ditampung di Balai Kampung dan Kantor Distrik.

Kerugian yang diderita akibat meluapnya Sungai Aga dan Eka serta pasang air Danau Paniai setinggi dua meter tersebut, ratusan ternak dan tanaman pertanian milik warga setempat.

Berdasarkan hasil monitoring tim Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Paniai, bencana ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kampung Obaipugaida, Geida dan Agaapo, Distrik Ekadide. Masyarakat yang berdomisili di sekitar kedua kali seperti Distrik Agadide dan beberapa kampung lainnya di Distrik Ekadide tidak luput dari bencana tersebut. Tanaman dan ternak terhanyut akibat derasnya air dari kedua sungai.

Warga yang rumahnya tidak layak dihuni telah mengungsi ke daerah yang agak tinggi. Seperti di Kampung Obaipugaida, semua warga telah meninggalkan rumah mereka.

Barnabas Degei (39), salah satu warga Kampung Obaipugai Distrik Ekadide yang rumahnya tenggelam oleh banjir dan genangan air danau, menuturkan, keluarganya mengungsi ke daerah yang aman ketika bencana terjadi.

“Pas air sudah mulai naik, kami langsung cari jalan untuk selamatkan anggota keluarga ke tempat yang lebih aman,” tuturnya, Senin (21/3) kemarin.

Keluarga Barnabas Degei terdiri dari istri dan empat anak. Satu laki-laki dan tiga orang anak perempuan. Istrinya baru melahirkan tiga bulan yang lalu. Saat kejadian, kondisi istri tidak kuat. “Ibu tidak kuat, tapi terpaksa kami harus mengungsi,” kata Barnabas.

Sementara itu, bayi yang baru dilahirkan saat ini sedang sakit. Ia perlu mendapat pertolongan medis.



Lahan Pertanian Terendam

Masyarakat Ekadide pada umumnya hidup dengan mengandalkan potensi pertanian di wilayahnya. Sejak dua minggu yang lalu, air danau mulai naik dan sedikit demi sedikit telah menelan hampir semua lahan pertanian yang ditanami petatas dan keladi sebagai bahan makanan pokok warga setempat. Sayur bayam, boncis dan kol di lahan garapan juga telah terendam air.

Lahan yang tenggelam akibat bencana, menurut Fabianus Degei, Kepala Kampung Obaipugaida, diperkirakan berjumlah 4000 lebih lahan. Itu berarti, hampir semua lahan tak tersisa disapu air banjir. “Sekarang tidak ada ketersediaan makanan, sehingga warga sedang kelaparan,” kata Fabianus.

Dituturkan, kelaparan yang dialami cukup parah. Meski beberapa hari lalu mereka dibantu oleh keluarga dekat di sekitar dan membeli beras dengan harga Rp 10.000/kg di kios yang terletak di ibu kota Distrik Ekadide, namun itupun telah habis dipakai. “Tidak ada cadangan makanan. Uang juga sudah habis terpakai untuk beli beras dan bahan makanan di kios,” imbuhnya.

Menurut Fabianus, karena ketersediaan makanan dan uang mereka habis, maka sejak dari dua hari lalu kelaparan mulai dirasakan warga yang sedang mengungsi.



Sektor Peternakan Hancur

Tempat masyarakat setempat biasa pelihara ternak juga tak luput dari amukan bencana. Akibatnya, lokasi untuk ternak telah dipenuhi air.

Habel Degei (32), tokoh pemuda Distrik Ekadide, menyebutkan korban ternak ayam diperkirakan sekitar 1230 dan ternak babi sekitar 700 ekor, ternak kelinci hampir mencapai 300 ekor.

“Jumlah ini masih belum terhitung yang dari Kampung Agaapo dan kampung-kampung di wilayah Distrik Agadide,” kata Habel.



Kondisi Kesehatan Memprihatinkan

Hasil monitoring di lapangan, warga yang mengalami korban bencana sampai sekarang jarang keluar dari rumah. Jika mau keluar, harus ada perahu. Buang kotoran juga tidak jauh dari kawasan perumahan rakyat.

“Kondisi kesehatan masyarakat di daerah itu sangat memprihatinkan,” ujar Direktur Yapkema, Hanok Herison Pigai, kemarin.

Hal itu tampak dari pola makan yang tidak sehat, mengkonsumsi air kotor yang langsung diambil dari tempat mereka tinggal. Air yang diminum berwarna, tampak kabur, kotor karena diduga telah tercampur dengan kotoran manusia dan kotoran ternak air, sehingga kemungkinan terkontaminasi dengan kuman bakteri mematikan.

“Warga yang terkena bencana ini sedang mengalami banyak masalah mulai dari kesehatan keluarga, penyediaan makanan yang tidak tercukupi, tidak ada pasokan air bersih, sehingga mereka harus mengkonsumsi air di sekitarnya yang tidak sehat, padahal disitu mereka juga membuang kotoran,” tutur Pigai.

Saat ini warga Agadide dan Ekadide sangat membutuhkan bahan makanan dan medis. Sementara itu, hingga memasuki pekan kedua pasca bencana, belum ada bantuan kemanusiaan.

“Kiranya ada perhatian dari berbagai pihak untuk menanggulangi bencana banjir ini,” ucap Hanok.



Anak-Anak Tidak Sekolah

Diperkirakan sekitar 2000 anak di Distrik Ekadide tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Sejak kejadian, mereka terjebak karena bencana banjir. Terpaksa anak-anak memilih menjadi pekerja ulet membantu anggota keluarganya mengungsi ke tempat aman.

Meski melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bocah-bocah itu mau tidak mau membantu keluarga di tengah bencana. Mereka mengemudikan speedboat dan perahu untuk menjemput dan mengantar mama-mama mencari nota (makanan) di Komopa dan keluarga dekatnya yang berdomisili di wilayah dataran tinggi. Juga membeli beras di ibukota Distrik Ekadide.

Kesehatan anak-anak tersebut sangat rentan. Mereka tak mengenal lelah. Seharian dihabiskan untuk mengantar orang tua dan masyarakat yang ingin keluar dari rumah dengan menggunakan transportasi danau. (jga-you/ppn)

seLENgkapnya......

My Number NPWP

NPWP : 58.996.735.5-953.000 Terdaftar : 12 Desember 2008

My Daily

Lahir di Karang Mulia Nabire, 17 Januari 1984. Alumni dari Perguruan Tinggi STIE PORT NUMBAY JAYAPURA WEST PAPUA pada Jurusan Managemen Program Study Management Keuangan Tahun 2004. Pernah bekerja sebagai Journalis di Media lokal di kota Minyak Sorong dan lewat pekerjaan itu saya di tugaskan sebagai KABIRO Journalis perwakilan di Kab. TelBin. Hingga kini saya masih menulis tulisan dan dimuat di web bloger www.jemmyadii.blogspot.com, www.wikimu.com. Selain itu juga, pernah bekerja sebagai Aktivis di LSM Bin Madag Hom anak cabang Yalhimo Manokwari selama lebih kurang 2,5 tahun. Juga pernah bekerja sebagai sebagai GovRell & CommRell pada PT. MineServe International Timika, loker di Bilogai, Sugapa, Kab. Paniai (kini menjadi Kabupaten Intan Jaya). Sekarang bekerja sebagai Staf PNS pada Bappeda & di Mutasi ke Dinas Keuangan Kab. Deiyai Tahun 2014 hingga 2017. Tahun 2017 hingga tahun 2020 saya dimutasi lagi ke BAPPEDA. Pada tahun 2020 hingga seterusnya saya di mutasi lagi ke Sekretariat Daerah Deiyai dengan Jabatan sebagai Kasubag Analisis Jabatan (ANJAB) Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai. Status saya sudah berkeluarga, dalam keluarga saya sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Asal kampung saya di Puteyato, Komopa dan Amago Kabupaten Deiyai & Paniai........Kuasa Ugatame sangat Dasyat. Mujizat Ugatame itu Nyata. Dapat Ugatame Dapat Semuanya. Bagi Ugatame tidak ada yang Mustahil. Ugatame ini enaimo.(Matius 6:33;7:7; I Tesalonika 5:16, 17 & 18; Filipi 4:6; Wahyu 1:17b & 18; 2:10;dll)_PKAZ-adiibo
Template by : kendhin x-template.blogspot.com